Showing posts with label ensiblogpedia. Show all posts
Showing posts with label ensiblogpedia. Show all posts

Thursday, 22 September 2022

Warna Cat Rumah dan Kepribadian Pemiliknya

Beberapa waktu terakhir ini saya lagi menyukai warna hijau dengan segala turunannya. Misal hijau sage, hijau army, hijau mint dan kombinasi kuning yang menyertainya. Rasanya adem dan cerah.

Di sisi lain saya juga menyukai kombinasi warna ungu dan pink. Warna yang ngasih kesan adem dan lembut sekaligus keceriaan

Dulu mamah saya pernah ngebahas soal preferensi warna saya yang kurang berani katanya. Ya abis waktu itu sayanya ga pede aja sama tone warna yang tegas. Padahal mah kan ada warna pastel yang lembut dan cerah. Dasar sayanya aja yang waktu itu malesan buat ngulik hihi.

Sebenernya ga ada yang salah kok soal pilihan warna. Yang terpenting gimana cara kita mengombinasikannya. Bukan cuma soal baju aja tapi juga warna untuk cat rumah. Dan pilihan warna cat rumah ini juga bisa menginformasikan sifat pemilik rumahnya, lho. Siapa tau kan setelah ini kita jadi punya sedikit gambaran sifat tuan rumah yang baru kita kenal saat berkunjung.


Warna Hangat vs Warna Dingin

Pada dasarnya jenis warna itu dibedakan jadi dua tipe. Hangat dan dingin.

Warna-warna yang termasuk kategori hangat diantaranya adalah merah, jingga, dan kuning. Sementara itu warna biru, ungu, dan hijau masuk dalam kategori warna Dingin.

Coba nih, kalau kita punya kombinasi warna hijau dan ungu apakah jadi kesannya suam-suam ya? Karena menggabungkan warna hangat dan dingin. Hihihi analisa ngaco ini.

Tapi nih, ya menarik lho kalau kita punya kombinasi warna hangat dan dingin dalam rumah kita. Malah saya membayangkan nanti saat punya rumah sendiri, bagian eksterior rumah dan interiornya ga plek sama

Pilihan Warna Eksterior

Ga ragu lagi, saya bakal menjadikan pilihan warna utama untuk eksteriornya ya warna cokelat muda yang dominan dengan sedikit sentuhan hijau sage dan warna putih untuk #CatEksterior tembok dan pagar. 

Sunguard All-In-One
cco Canva

Di bagian halaman ada taman kecil yang ditanami rumput hijau dan beberapa pot bunganya yang bermekaran mengelilingi kolam kecil di sudut rumah.

Pilihan Warna Interior

Warna putih dan cokat susu adalah warna yang dominan untuk mengisi ruang tamu. Lalu di dapurnya saya pengen warna putih tulang yang dominan dengan sentuhan warna kuning atau hijau pastel di salah satu sisinya. Warna perabotannya yang bernuansa kayu bakal mempermanis ruangan.

Sunguard All-In-One

Sementara untuk kamar tidur, warna-warna putih tetap dominan. Sentuhan warna cokelat muda (lagi) dan kombinasi warna lain misal dari lemari, meja, dan furnitur lainnya tinggal menyesuaikan. Biar rada rame, pilihan warna yang ceria tinggal milih aja dari sprei dan pigura yang menghiasi sekeliling kamar. Yang penting ga bikin kamar terkesan sempit.

Beberapa referensi warna berikut bisa menggambarkan kepribadian dari penyukanya 

Hijau

Tenang, gembira, simpatik, optimis  dan santai

Biru

Tenang, baik memberikan perasaan rileks saat tidur

Kuning

Ceria, optimis dan enerjik

Ungu

Kreatif, fokus dan mewah

Pink

Romantis, santai, semangat dan kasih sayang

Cokelat

Aman, nyaman dan rileks

Putih

Positif, Bersih, segar dan sederhana

Hitam

Berani, Mewah, Serius, Canggih

Orange

Gembira, hangat, energik, menarik perhatian

Merah

Energik, Bergairah, Semangat dan Percaya diri

Menjaga Keawetan Cat Rumah

Rumah bukan aja tempat tinggal tapi juga investasi jangka panjang. Untuk menjaga rumah tetap terawat, jangan sampai lupa memperhatikan bagian luar rumah agar kemilau catnya tidak lekas pudar karena paparan sinar matahari atau hujan.
Sunguard All-In-One

Cat Avian #SunguardAll-in-one adalah merk terpercaya untuk memberikan perawatan cat eksterior rumah

Sunguard All-In-One

Dengan jaminan #WarnaTetapCerah15Tahun, berdasarkan uji SS500 cat ini memberikan benefit berupa:
  • Perlindungan warna hingga 15 tahun.
  • Teknologi UV Shield Pro menahan 90% sinar UV dari matahari
  • Menurunkan suhu ruangan hingga 5°C.
  • Menolak sinar infra merah
  • UV Shield PRO, menahan sinar UV sehingga warna tembok eksterior tetap cerah (sinar UV membuat warna cepat pudar).
  • UV Shield PRO, dapat menolak paparan sinar infra merah matahari sampai 90%. Karena perlindungan ini suhu ruangan jadi lebih sejuk sampai 5°Celcius. (sinar infra merah yang menyebabkan panas).
  • Cat Avian Sunguard All in One adalah cat yang mempunyai. sifat lastomeric, yaitu mampu merenggang lebih dari 150%, Retak-retak yan muncul pada tembok bisa dicegah.
  • Teknologi self cross linknya bekerja secara aktif membentuk lapisan polimer, membuat tembok semakin kuat menyatu ketika terpapar sinar UV matahari, lapisan juga warna cat tetap segar sampai 15 tahun sejak cat digunakan. 

Gimana, sudah ada gambaran mau mendesain rumahnya dengan warna cat apa saja? 



Share:

Friday, 27 January 2017

Tour de Petjinan van Bandoeng, Napak Tilas Sejarah Etnis Tionghoa di Bandung

Ada banyak cerita dibalik nama jalan-jalan yang ada di Bandung.  Sebagian besar nama jalan yang kita kenal ternyata punya akar sejarah yang menarik untuk ditelusuri.  Saya jadi ingat cerita teman saya, teh Imas,  kalau nama-nama gang di sekitaran jalan Holis atau Cibuntu terkait dengan sejarah nama tokoh tertentu. Jalan Syahbandar yang teletak di samping Puskemas Cibuntu adalah salah satunya. Konon katanya semasa hidupnya Syahbandar  adalah seorang yang sangat kaya dengan aset tanahnya yang luas. Saya juga jadi teringat cerita teman SMP saya ketika menceritakan gang Siti Mariah, gang menuju ke rumahnya juga ada ceritanya. Saya lupa-lupa ingat  detail daerahnya tapi di kawasan itu kita bisa menjumpai makam Siti Mariah di sana.  

Bergeser ke pusat kota, nama-nama jalan seperti Jalan Tamblong (babah tukang kayu), Jalan Asep Berlian (orang yang sangat kaya karena punya punya perhiasan banyak di tangannya), Jalann Dulatip (salah satu saudagar pasar pada tahun 1900an) Jalan Tamim (pemburu dan pengoleksi celana jeans mesti tau banget tempat ini) dan beberapa titik lainnya pun tidak lepas dengan akar sejarah pada masa lampau. 

Yang tidak kalah menarik adalah cerita penamaan jalan Paltiga. Ruas jalan yang terletak di sebelah kiri jalan Jendral Sudirman, sekitar 300 meter sebelum Cibeureum-Cimahi adalaah jalan menuju komplek tempat tinggal saya. Dulu  pernah ada yang bilang kalau di daerah sana pernah ada 3 pesawat (orang Sunda kalau nyebut pesawat terbang dengan sebutan kapal) yang jatuh. Konyol juga sih kalau dengar cerita ini, karena tidak mungkin lalu lintas pesawat  bisa berpapasan lalu tiga pesawat bersamaan jatuh di sana (cmiiw).  Sampai akhirnya saya baru ngeh ketika mengikuti napak tilas bersama komunitas  Aleut (24 Januari 2017). Ih ke mana aja ya?

Penamaan Paltiga adalah pemberian nama jalan terkait lalu lintas dengan kuda yang ditandai dengan batas pal (1 pal kurang lebih setara dengan 1,5 km). Saat itu transportasi di Bandung masih sangat sederhana, bagi para keluarga menak (bangsawan) dan Belanda, kuda menjadi sarana transportasi untuk menempuh perjalanan. 



Area alun-alun Bandung menjadi meet point bagi kami peserta ngaleut yang disponsori oleh hotel Best Western Premire,  Bandung. Karena akhir pekan ini akan menyongsong tahun baru Imlek  2568, tema itenerary yang diambil adalah Tour de Petjinan van Bandoeng.

Bersama Bang Aswi dan Mbak Alaika, kami turut ngaleut (berjalan kaki bareng-bareng) dengan perwakilan media, pengurus komunitas Aleut, Mojang Jajaka  Bandung, Koko Cici Jakarta, Akko Amoi Bandung, dan Mojang Jajaka Bandung serta tim dari hotel Best Wetern Premier Bandung pastinya. Kurang lebih ada 38 peserta menyusuri jejak sejarah etnis Tionghoa sejak pertama kali Jalan Pos (De Grotepostweg) dibangun untuk menghidupkan perekonomian Bandung.  Kalau sekarang jalan Pos ini lebih dikenal dengan nama jalan Asia Afrika. Tahu dong di mana itu?

Warung Kopi Purnama

Itinerary pertama yang kami tuju adalah Warung Kopi Purnama yang terletak di jalan Alkateri. kalau berjalan dari Alun-alun Bandung letaknya ada di sebelah kiri jalan Asia Afrika,  di samping hotel Grand Flower yang dulunya merupakan salah satu mall yang terkenal di akhir tahun 1980an, Romano Plaza. Game Zonenya sempat ngehits juga dengan lift tembus pandang dari halaman luarnya. Yang ngaku anak Bandung mesti tahu ini :).

Back to topic, ya.  Meski matahari sudah mulai menyengat, pagi itu selasar jalan Asia Afrika yang biasanya dipadati PKL masih terlihat sepi. Saya sempat mengabadikan mural di salah satu sudut jalan ini. Ada yang tahu siapa Kim Jong yang dimaksud di sini?

Tidak jauh dari mural ini, kami tiba di Warung Kopi Purnama, sebuah warung kopi yang cukup legendaris. Usianya sudah menjejak 87 tahun, didirikan pada tahun 1930.Pada saat itu masih bernama Chang Chong Se (berganti nama pada tahun 1966). Saat ini  Warung Kopi Purnama sudah dikelola oleh generasi ke-4. 

Jangan merasa khawatir kalau datang sendirian ke warung ini. Akan selalu ada mereka yang menyapa dan mengajak untuk nimbrung ngobrol.  Bila dulu jam 5 sore sudah tutup, sekarang waktu operasi Warung Kopi Purnama jadi lebih lama, yaitu tutup pada jam 10 malam. Yang menarik, kebutuhan kopi untuk warung ini dipasok dari Kopi Aroma yang lokasinya cukup berdekatan. 

Kopi Aroma

Ada banya kedai atau cafe tempat ngopi di Bandung. Tapi jangan pernah mengabaikan salah satu pusat kopi yang satu ini, pabrik Kopi  Aroma. Belum sampai di depan tokonya saja aroma kopi sudah menguar di udara dengan sensasi aroma yang harum menyenangkan.  Tokonya belum buka saja sudah banyak orang-orang yang mengantri. Pada waktu tertentu antriannya bisa lebih panjang dibanding ketika hari itu kami main ke sini.

Selain rasanya yang tetap konsisten, Kopi Aroma juga masih setia dengan mengandalkan peralatan lama untuk mengolah kopinya. Bahkan sebelum diolah di sini persediaan kopi bisa disimpan sampai 5 tahun ke depan. Hasilnya, kopi racikan di sini mempunyai kadar asam yang rendah. Kecuali punya keluhan maag yang sangat akut, Kopi Aroma ini bisa jadi pilihan lain menyesap kopi tanpa meninggalkan rasa bersalah. Ya tentu saja asal jangan over dosis, dong. 

Dengan andalannya berupa Mocca arabika dan Robusta, Kopi Aroma tidak pernah membuka cabang lain. Cuma di sini saja. Tapi jangan khawaatir, kemasan Kopi Aroma yang kita jumpai di Supermarket itu asli kok karena  untuk beberapa swalayan memang sudah dipasok.


Babah Kuya

Bagi yang mempunyai keluarga dengan keluhan penyakit degenaratif seperti kolesterol,  darah tinggi, diabetes dan penyakit lainnya, nama tokob  obat ini sudah sangat familiar. Selain memang dikenal secara umum, toko obat Babah Kuya juga jadi rujukan para terapis herbal, farmasi dan Sinshe untuk mendapatkan obat. Selain membeli obat yang diresepkan, pembeli juga bisa minta tolong diracikan obat untuk jenis penyakit tertentu. Bahkan di sini juga katanya bisa dijumpai rempah-rempah bumbu masakan yang sulit dtemukan. Sambiloto, Batrawali atau Bidara bisa didapatkan di sini. Aroma obat herbal yang memenuhi toko sangat khas sekali.Hingga saat ini  Babah Kuya masih dikelola oleh keturunanya, sudah masuk generasi ke-4.



Cakue Osin

Kenyang hanya dengan menghirup aroma kopi, kebal dengan bau obat dan rempah lainnya, perut kami mulai demo dan minta diisi. Fiuh, senangnyaaaa karena kami tiba di Cakue Osin yang terletak di jalan Babatan. Tidak jauh dari pasar atau dekat SMP 6 Bandung. Sekilas nama usaha kuliner ini mengingatkan saya dengan drama seri dari Jepang itu, lho. Tapi ini Osin, bukan Oshin versi Jepang itu. 

Ngomong-ngomong soal kuliner Tionghoa, selain capcay, bacang, siomay atau bakpau, cakue ini juga merupakan hasil perkawinan kuliner Tionghoa dengan kuliner lokal. Cakue Osin  ini juga usianya sudah lama. Sejak tahun 1934 sudah ada, lho. Warungnya sangat sederhana tapi jangan salah, mereka punya pelanggan yang loyal. Untuk beberapa jenis tertentu malah bisa habis diborong sebelum jam 10 pagi.

Untuk ukuran harga dan rasa sepadan lah. Satu cakue yang ukurannya jumbo cukup mengenyangkan. Bisa dicocol dengan saus yang endeus itu atau dicelupkan dengan bubur kacang Fujian. Kacang yang digunakan pun unik, bukan kacang hijau seperti biasa tapi kacang tanah yang lembut dengan aroma dan rasaya yang khas. Manisnya pun tidak berlebih.

Bagi yang muslim, harap berhati-hati untuk menjajal jenis makanan tertentu karena komposisi bahannya mengandung babi alias non halal. Tapi untuk  cakue, bubur kacang, kue tambang dan kompia kosong aman dan halal kok. Bahkan untuk mengolah sebelum dijualpun diperlakukan secara terpisah.


Pasar dan Huru-hara

Meskipun karakter etnis Tionghoa  pada saat itu bisa dibilang cair dan mudah berbaur dengan warga lainnya, tidak lah mudah bagi mereka untuk mendapatkan izin masuk ke Bandung. Menjadi seorang muslim adalah salah satu cara untuk memuluskan jalan masuk. Namun situasi ini dimanfaatkan oleh seorang Tionghoa bernama Munada. Dengan berpura-pura masuk menjadi orang muslim, Munada tidak bisa menutupi karakter aslinya yang suka membuat kekacauan. Peristiwa kebakaran pasar Ciguriang pada bulan November tahun 1845 juga tidak terlepas dari perannya.Huru-hara ini adalah umpan utnuk melampiaskan dendam pada Asisten Residen Priangan dan Bupati Bandung pada saat itu.

Puluhan tahun berlalu setelah kebakaran yang melanda pasar Ciguriang pada tahun 1904 didirikan pasar  baru dengan los-los  yang semipermanen. Yang menarik dari pasar ini, pada tahun 1935 Pasar Baru mendapat pernghargaan berupa pasar terbersih dan teratur  di wilayah Hindia Belanda.  Pada tahun 1970an pasar baru mengalami perombakan menjadi gedung bertingkat dan direnovasi lagi menjadi semakin baik pada tahun 2001 sampai sekarang.

Saudagar pasar dan Rasia Bandung

Salah satu alasan kedatangan etnis Tionghoa ke Bandung pada saat itu adalah dibutuhkannya keahlian mereka dalam hal perkayuan untuk menunjang pembangunan Bandung. Namun ternyata mereka bukan hanya jago soal kayu, tapi juga punya naluri berniaga yang mumpuni. Selain menjadi ahli pengobatan seperti Babah Kuya, pengusaha kopi  (kopi Purnama dan Kopi Aroma) atau atau mengelola berbagai bisnis kuliner seperti Cakue Osin, etnis Tionghoa di Bandung pada saat itu juga dikenal jago berniaga di pasar. Konon kedatangan para warga Tionghoa ini selain terkait kepentingan Belanda yang sedang menggenjot pembangunan Bandung juga terktat dengan meletusnya Perang Diponegoro.

Bermula hanya ada 13 orang (tahun 1840), populasi warga Tionghoa semakin membesar dan membutuhkan permukiman yang pada saat itu dilokalisasi oleh Pemerintah Hindia Belanda. Kawasan Pecinan atau Kampung Cina pada saat itu terpusat di  Kampung Suniaraja (Santiong)  dengan batasan jalan Asia Afrika, Banceuy, Suniaraja dan jalan Otto Iskandardinata. Namun pada perkembangannya batasan pemukiman etnis Tionghoa ini jadi samar karena pada saat itu sebagain besar dari mereka hidup membaur dengan masyarakat  pribumi dan pendatang lainnya.

 Salah satunya adalah Tidak keluarga Tan Djin Gie sebagai pedagang batik Solo yang terkenal. Bahkan sampai saat ini kita masih bisa menjumpai jejak sejarah keluarga ini dalam bentu bangunan hotel Surabaya (dulu bernama  Landhuis). 


Terkait dengan keluarga ini terbit sebuah novel  pada tahun 1917 Rasia Bandung, berkisah tentang kisah cinta terlarang.  Salah satu tokoh utamanya bernama Hilda, anak dari Tan Djin Gie yang jatuh cinta pada seorang pemuda yang juga berasal dari marga Tan. Pada saat itu menjalin cinta apalagi menikah dengan sesama marga adalah sebuah aib  sehingga membuat anak gadis dari Tan Djin Gie yaitu Hilda tidak diakui oleh keluarga. Nahasnya cinta setia Hilda pada Tan Tjin Hiauw, pemuda yang dicintainya itu tidak sepenuhnya berbalas kesetiaan  hingga menjadi pusaran kisah cinta yang rumit.

Beberapa tahun kemudian kisah cinta mereka ini terangkum dalam novel. Kalau Siti Nurbaya sudah dikenal dan jadi novel yang yang lgendaris, kisah cinta Rasia Bandung ini belum banyak yang familiar. Identitas penulis dari novel ini pun masih misteri. Ada yang menduga penulis novel ini (Chabanneau, nama samaran  yang artinya minuman keras) berusaha memeras tokoh utama cerita. 

Penasaran dengan buku ini? Saya sudah punya bukunya tapi nanti saja ya saya tulis reviewnya ddi blog saya khsuus buku akunbukucom.  Dinamika bahasa juga terjadi di novel ini. Gaya bahasanya sangat berbeda dengan novel populer modern. Tadinya  Rasia Bandung terbit dalam 3 jilid kemudian disempurnakan di sana sini seperti ejaan bahasa lama  yang disesuaikan dengan ejaan sekarang, c
atata kaki untuk memberikan keterangan dan disatukan dalam satu jilid saja. Kalau ingin baca sendiri silahkan hubungi Komunitas Aleut untuk memesan buku ini, baik untuk yang tinggal di Bandung atau di luar Bandung. Silahkan chat saja via WA di nomer  0896 8095 4394 atau 0859 7490 5769.  Yang mau main ke markas Aleut sambil langsung memboyong buku ini bisa melipir ke jalan Solontongan No. 20-D, Buahbatu, Bandung.

Vihara Satya Budi

Viahra yang dulunya bersebelahan dengan almamater SMP saya (SMPN 25 Bandung yang sekarang beralamat di jalan Pajagalan) ini terletak di jalan Kelenteng.  Usia Kelenteng ini udah cukup tua, didirikan pada tahun 1800an. Vihara Satya Budi didirikan di atas tanah milik Tan Ju Liong. Vihara yang selalu ramai dipadati pengunjung  di setiap malam Imlek ini desainnya dirancang secara istimewa. Tan Ju Liong memanggil arsiteknya langsung membangun vihara yang megah dari Tiongkok Selatan. 



Meski terbuka untuk umum di luar umat Konghucu, pengunjung yang datang iharapkan untuk tetap menjag etika agar tidak menganggu proses ibadah. Di beberapa titik kita diperkenankan untuk memotret atau berfoto ria, di bagian lain seperti bagian dalam vihara tidak diiziinkan untuk memotret.  Aroma dari dupa, lilin yang besar (dinyakalan dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore saja, dan patung-patung dengan nuansa merah dan kuning yang dominan bisa kita jumpai di sini. 

Share:

Saturday, 19 November 2016

#Womenridesafe, Edukasi Aman Berkendara Buat Para perempuan


Meski nyali saya cukup berani buat mencoba beberapa wahana semacam roller coaster, naik sky tree, ayunan swing mountain,dan zip bike  atau meluncur di  flying fox, sebenarnya  ga 'seperkasa' itu. Duh perkasa, kesannya Xena Warrior princess. Waktu menjajal beberapa  wahana Trans Studio di Bandung misalnya ada wahana yang tersa ekstrim. Saya skip demi menghindari sensasi mual atau pusing sesudahnya.  Arung jeram di alam terbuka belum pernah saya coba. Kalau semacam Nigara-gara gitu mah hayu aja.  Entahlah, menjajal arung jeram asli di alam terbuka hehehe... Meski dibekali pelampung, masih belum kepikiran.

Selain itu masih ada juga hal yang bikin saya parno dan ogah mencobanya. Meskipun adik-adik atau beberapa teman  menganjurkan untuk mempelajarinya, yaitu mengendarai motor

Iyes, sampai sekarang masih lebih suka jadi penumpang dibanding harus mengendarai sendiri. Bawaan saya yang fokusnya mudah terdistraksi (padahal tampang mah keliatannya serius ini :D) juga suka gugup dalam suasana yang riot jadi alasannya.  Buat saya,  suasana lalu lintas dengan, deru mesin yang kencang atau hembusan angin dari sebelah sisi lain motor yang berseliweran bisa bikin sutres aja.

Beberapa waktu lalu, adik saya pernah pingsan setelah jatuh dari motor. Di lain kesempatan merasa ngilu saat menyimak cerita seorang teman. Setelah kecelakaan motor yang dialaminya, ada bagian kaki yang harus dijahit karena sobek akibat luka kecelakaan. Itu lebih dari cukup bikin persisten bilang, "No, Thanks", saat dibujuk untuk belajar naik motor. At least, sampai saya sedang menulis postingan ini. 

Yaaa sih, meskipun sebagai penumpang risiko yang sama  juga bisa saja dialami, ya. Tapi rasanya lebih safe jadi penumpang. Begitu juga saat jadi penumpang mobil. Rasanya lebih secure kalau jadi penumpang aja.  I put my trust on him or her.*ish, kok kayak lirik lagu siapa ya* Udahlah saya jangan nambah-nambah kadar stres drivernya dengan ngomel. Pernah juga naik mobil rental yang drivernya ngambek ga jelas. Bawanya ga enakeun, mau nanya takut dianya nyolot dan tambah gila bawain mobilnya. You know what? Setelah japri-japrian sama temen buat kasih tambahan tips baru deh raut mukanya jadi rada mendingan. Yeee, mungkin itu "kode keras" pengen tips. Ya sudahlah,  kalau punya kendaraan  cukup punya supir dan ojek pribadi aja lah hahaha.... *apa cobaaa?*

Baca juga: Angkutan Masal, Transport-Aplikasi Atau Kendaraan Pribadi?

Ngomongin soal mengemudi kendaraan, kalau memerhatikan lalu lintas di jalanan, saat ini udah banyak banget lihat pengemudi mobil atau motornya para ladies, alias perempuan.  By the way Tau ga sih, dari  data Korlantas yang dirilis pada tahun 2014 tercatat selama tiga tahun terakhir ternyata jumlah pengendara perempuan baik motor maupun mobil  mengalami peningkatan pesat sampai 42%?  

Di satu sisi fakta ini menunjukkan semakin banyak wanita yang mandiri dan berani untuk melajukan kendaraannya. Baik untuk kepentingan karena harus bekerja, mengantar anak atau alasan lain (FYI, survey Queenrides ini  mewawancarai sekitar 800an perempuan dengan segmen usia antara 24 sampai dengan 40 tahun menunjukkan fakta kalau , 80% dari perempuan yang berkendara ternyata ditujukan mencari nafkah untuk keluarganya).


Eh tapi tunggu dulu. 
Ternyata  peningkatan  populasi para women rider ini juga dibarengi  dengan data statistik kecelakaan yang juga  melibatkan perempuan  pengendara kendaraan bermotor dengan angka yang   meningkat  sampai  49,5%. Ini sama dengan setiap 1 jam 3 nyawa melayang  di jalan raya. Duh mules saya membayangkannya.Rasio kasus kecelakaan lebih tinggi dibanding peningkatan  angka pertumbuhan para perempuan yang mengendarai motor atau mobil. Kenapa ya? 


Satu waktu saya pernah menumpang taksi online  dan ngobrol dengan pengemudinya. Disela-sela obrolannya,  sang driver ini bilang kalau dia harus berusaha menjaga jarak ketika mobil yang dikemudikannya berjarak cukup dekat dengan pengemudi perempuan.

"Ngeri teh, sering kecelakaan. Tuh lihat ibu yang di depan sana," katanya sambil menunjuk seorang perempua yang mengemudikan motornya massih sempat membuka gadgetnya. 

"Duh Iya, riskan sekali,"  jawab saya.

Walaupun pihak  kementrian dan kepolisian menaruh perhatian dan mengurus masalah ini, ternyata kondisi krisis berkendara yang secure alias aman masih luput dari perhatian masyarakat.  Mau berkendara sendiri atau menumpang kendaraan, Yakin banget deh ketika kita masih di jalan menuju rumah  atau ke tempat lain, ada orang-orang yang sibuk merapalkan doa. Mendoakan keselamatan kita agar selamat selama di perjalanan dan sampai di tujuan

Keadaan  Industri otomotif dan transportasi yang imejnya masih  kental dengan aroma maskulin alias laki banget juga belum menunjukan keberpihakan yang cukup serius. Belum kelihatan keseriusan penanganan khusus untuk para perempuan, Padahal hari gini kan udah banyak para wanita yang berkendara mobil atau motor. 

Coba kalau ditanya, siapa sih  pihak atau  institusi yang concern sama  isu safety riding ini? Ada ga yang ngasih edukasi atau sosialsasi  yang efektif kepada perempuan? Ternyata ada, lho. Saya aja baru ngeh belakangan ini.

Adalah #womenridesafe  sebuah movement yang diinisiasi oleh Queenrides (www.queenrides.com). Queensrides ini adalah  start up social enterprise  yang berbasis teknologi. Mereka bergerak di dunia virtual dan nyata (offline).  Movement ini ternyata juga merupakan yang pertama kali ada untuk mengedukasi  para perempuan  lho. Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan bagaimana pentinggnya kesadaran berkendara yang aman bagi para perempuan.  Belum lagi para perempuan juga bisa jadi sasaran empuk para pelaku kejahatan ketika sedang jalan sendiri, melalui area sepi /gelap. Daripada ngambil jalan pintas, lebih aman ngambil jalur yang ramai. Dan tentu saja tetap hati-hati ketika lalu lintas lagi lumayan hectic.. Jaga mood jangan sampai memengaruhi konsentrasi.

Sebagai catatan, sejak  Januari 2016 sampai saat  ini (awal November), dengan pengelolaan bisnis yang professional dan tanpa donasi, Queenrides sudah memiliki lebih dari 200 ribu komunitas online offline tersebar di seluruh Indonesia. Yeay, respek saya!  Queenrides juga sudah mengadakan 15 kali aktifitas offline yang mengedukasi sekitar 1000 perempuan. Dari yang semula hanya bergerak di  lingkup yang kecil, Queenrides terus bergerak menjangkau lebih banyak perempuan dan memberikan   mengadakan edukasi di berbagai tempat. Bukan cuma di kantor-kantor saja, di mall pun sudah pernah dilakukan, lho.

So Ladies, please more aware dan satay safe saat berkendara, ya. Sayangi diri sendiri dan orang-orang yang menyayangi kita. Kehadiran kita saat kembali berkumpul akan memberikan ketenangan bagi mereka. Kalau ada acara edukasi #womenridesafe, luangkan waktu dan ambil benefitnya agar selama berkendara selalu safe,

Share:

Sunday, 6 November 2016

PLTP Kamojang, Sumber Energi Masa Depan Yang Ramah Lingkungan

Kita mulai dari nol, ya.
Familiar kan dengan kalimat yang satu ini? Kalau beberapa waktu yang lalu suka memerhatikan commercial break, mestinya sih sudah familiar banget dengan qoute dari iklan salah satu BUMN negeri ini. Pertamina sebagai perusahaan negara yang memasok kebutuhan energi terutama bahan bakar minyak dan gas yang konsumsinya sangat tinggi. Suplai energinya diturunkan? Rasanya tidak mungkin, mengingat aktivitas ekonomi kita semakin meningkat setiap tahun. 

Tapi kalau dialihkan dengan sumber energi lainnya yang terbarukan, dengan jumlah cadangan melimpah dan lebih bersahabat dengan lingkungan itu bisa, lho. Bukan sekadar mungkin.

Jadi begini. Kalau membahas sumber bahan bakar, mindset kita sudah terlanjur mengidentikan kalau sumber energi terutama BBM kendaraan tidak jauh-jauh dari premium alias bensin dan solar untuk pengisi tenaga agar kendaraan di darat tetap bisa melaju menempuh perjalanan, energi  untuk pembangkit  listrik atau keberadaan gas sebagai pasokan kebutuhan bakar di rumah tangga untuk memasak.
sumber: www.laoenergy.la
Salah? Ya enggak juga. Namun konsumsi energi yang tidak terbarukan terus meningkat, sementara kemampuan cadangan yang ada untuk menyuplai kebutuhan tidak berbanding lurus. Sederhananya, pemgeluaran tidak sebanding dengan pemasukan. Cadangannya terus menipis, lama-lama akan habis. Padahal siklus daur ulangnya butuh waktu jutaan tahun. Harus dipikirkan dong untuk alternatifnya di mana kebutuhan energi nsional tetap bisa mendapat pasokan. 

Sumber energi terbarukan adalah solusi untuk mengatasi kebutuhan energi yang semakin meningkat. Selain keberadaannya yang begitu melimpah, dari proses eksplorasi, pengolahan sampai bisa dinikmati oleh konsumen relatif stabil selama masa konsesi. 

Kebijakan pemerintah untuk memangkas subsidi BBM untuk APBN tahun 2016 menjadi hanya 7,75  trilyun (sebelumnya pada tahun 2015 mendapatkan subsidi 34,9 trilyun) membuat fluktuasi  harganya sangat sensitif dengan pergerakan harga minyak dunia. Ini dikarenakan konsumsi BBM dalam setiap proses produksi sampai distribusi di setiap sektor ekonomi memberi pengaruh yang terasa sekali terhadap inflasi. 

Salah satu sumber energi terbarukan yang pemanfaatannya sedang dioptimalkan oleh Pertamina adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Garut. Potensi panas bumi atau dikenal juga dengan geothermal di Indonesia saat ini sudah mencapai 29.000 mega watt, setara dengan 40% cadangan dunia. Bisa dibayangkan gimana kerennya kalau dari salah satu sumber ini bisa dioptimalkan? Satu kata saja deh kayaknya, Amazing. 
sumber gambar: http://wegi.org/2016/11/sumber-rujukan-tentang-energi-terbarukan/
Pertamina sebagai perusahaan pelat merah di Indonesia yang mengelola PLTP Kamojang ini juga merupakan perusaan panas bumi paling besar yang ada di Indonesia. Dengan cadangannya yang begitu melimpah dan bisa memback-up ketergantungan kebutuhan energi - yang selama ini masih terfokus pada bahan bakar minyak dan gas - juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, berbeda dengan sumber energi tidak terbarukan itu tadi. Residu atau sisa pembakarannya masih meninggalkan jejak pencemaran terhadap lingkungan.
sumber gambar: http://www.kompasiana.com/ariefnulis/setelah-mafia-petral-tumbang-saatnya-energi-terbarukan_5819642e947e613e09b872b7
Mengapa harus peduli dengan sumber energi yang bersih? Pembangunan yang berkelanjutan saat ini jadi perhatian utama dalam konsep pembangunan Pembangunan mestinya bukan hanya memikirkan hasil saja tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan. Anyway, bukankah anak cucu kita juga berhak menikmati alam yang masih asri, udara yang bersih di luar hasil pembangunan dengan tekonologinya yang semakin canggih?

Ngomong-ngomong soal kepedulian terhadap alam, Pertamina bukan saja menjaga ketersediaan sumber energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan saja. Salah satu bentuk perhatian Pertamina kalau alam juga harus terjaga keseimbangannya adalah dengan mendukung konservasi Elang Jawa. Ternyata nih,  kawasan Kamojang menjadi salah satu titik yang disukai para Elang untuk.ditinggali di samping daerah Lumajang dan kawasan Bromo Tengger Semeru. Eh sudah tau kan, kalau Elang Jawa merupakan hewan yang jadi inspirasi lambang negara Indonesia, Garuda.
sumber: majalahkicau.com
Saat ini 70% dari 311 spesies Elang di dunia terdapat di Indoesia. Sayangnya populasi Elang Jawa populasinya kurang dari seribu ekor. Di bawah batas minimal untuk dinyatakan aman dari status terancam punah. 

Eksplorasi alam yang hanya mengejar keuntungan semata di sisi lain bisa merusak keseimbangan alam  yang sudah terbentuk. Dalam kasus Elang Jawa ini, kalau bentang alam yang ada di Kamojang sudah tidak mendukung lagi bisa mengancam jumlah mereka semakin berkurang. Setidaknya dalam 5 tahun ini saja tercatat sekitar 110 ekor Elang Jawa raib karena dikejar oleh para pemburu.

Konservasi Elang Jawa yang dilakukan oleh Pertamina juga dilengkapi dengan fasilitas yang memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh  IUCN  (International Union for Conservation of Nature), GFAS (Global Facilities For Animal Sanctuary), dan IWRC (International Wildlife Rehabilitation Council).

Jadi siapa bilang kalau Pembangunan orientasinya cuma mengejar keuntungan dari segi materi? Pembangunan PLTP di Kamojang ini contohnya kalau pembangunan yang berkelanjutan bisa diaplkasikan secara bersamaan. Alternatif subtitusi sumber energi bisa berjalan tanpa mengganggu keanerakaman hayati yang ada di sekitarnya.  

Referensi:

http://wegi.org/2016/11/sumber-rujukan-tentang-energi-terbarukan/
http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/09/kamojang-surga-baru-penyelamatan-elang-di-indonesia
Share:

Thursday, 4 August 2016

Tentang Sepatu Boots Fashionnya Pria dan Wanita

Puss in boots!  Kucing lucu bersuara dalam dan berat itu menggoreskan ujung pedangnya  membentuk huruf P di batang pohon.  

Ada yang yang inget dengan salah satu scene film  Shrek ini?  Inget dong, ya. Salah satu film animasi favorit saya juga, lho.

Ceroboh, bodoh dan panik ga jelasnya si keledai ga bikin pangeran buruk rupa alias Shrek mati kutu. Dia masih punya partner yang kalem, ya, si Puss ini. Kucing jantan yang pede tapi kadang bisa memasang tampang innocent yang menggemaskan, cuma demi mengecoh tentara yang mau mengejar Shrek. 

sumber: wikipedia
Puss yang bergaya ala-ala Zorro ini juga suaranya diisi oleh Antonio Banderas, karakter yang juga dimainkannya dalam film The Mask of Zorro. Wow, filmnya udah lama banget, nih :).  

Kalau memerhatikan kostumnya si Puss yang bergaya ala-ala Zorro, selain topi dan jubahnya, yang jelas ga bisa lepas juga dari boots.

Makanya dikasih nama Puss in boots, bukan Puss in Sneakers. Lah, nanti malah jadi main basket, terus nyasar ke film Space Jam, dong atau Puss hang out at mall? Kasihan Putri Fionanya nanti :). Lagian kan Shrek sama Space Jam beda rumah produksi,  ngayal yang maksa ini huehehe...
sumber: http://www.sepatukesatria.com
Ngomong-ngomong soal boots, salah satu item dari kostum Zorro ini, jadi mengingatkan saya sama sepatu pria jaman dulu. Kalau sekarang emang aneh lihat cowok memakai sepatu berhak tinggi, tapi dulu pernah, lho. Salah satunya raja Louis XIV yang  ngehits itu.


Tapi ga berarti kaum pria selalu identik dengan sepatu yang desainnya flat atau sepatu pria casual. Selain Zorro,  semacam Billy the Kid, anak muda yang dikenal sebagai seorang kriminal legendaris ini juga pake boots. Sik, ga enak banget ya, punya label jelek begini di akhir hayatnya?  

Coba deh, googling. Perhatikandeskripsi penampilan Billy the Kid yang punya nama asli William Henry McCarty Jr ini juga setelannya mengenakan sepatu boots, tentu saja desainnya sepatu boots pria, dong, meski  hari gini juga banyak perempuan yang mengenakan boots yang sudah dimodifikasi jadi lebih feminim. Bisa disimpulkan, fashion sepatu antara pria dan wanita ini saling menginspirasi. Ya, ga, sih? :) Eh tapi jangan sampai ada sepatu pria yang modelnya mirip-mirip pump shoes, misalnya. Please, jangan.
sumber: http://www.sepatukesatria.com
Ngomongin koleksi sepatu, saya sendiri malah lebih nyaman pake sepatu model kasual.  Ada juga koleksi sepatu flat yang modelnya feminim (malu euy kalau mau klaim girly, inget umur! :). Buat kamuflase penampakan, sekarang ini lagi suka pake sepatu boots. Lumayan, biar ga terlalu kelihatan kurang tinggi hehehe.  Wedges? Errr.... untuk saat ini skip dulu. Masih trauma dengan insiden kepleset yang bikin pegal pantat berhari-hari, karena mendarat lebih dulu. 

Ga kok, saya ga meratapi nasib dengan postur badan yang mungil gini. Ada enaknya juga karena bisa menyamarkan usia dan ga usah pake seragam SMA *LOL*. Meskipun kalau lagi bayar di kasir, udah banyak yang manggil saya ibu. Ya, gapapa lah, daripada dipanggil Dek.  Kan, lebih menyebalkan -_-.

Soal penampilan yang stylish, emang dari dulu bukan monopolinya perempuan aja. Dari duluuu banget juga laki-laki udah sadar fashion. Cuma soal ruang dan waktu aja yang membedakannya. Ah iya, satu lagi, pantas enggaknya membuat padu padan setiap item yang dikenakan. Jangan sampai hare-hare, alias nabrak-nabrak. Kasian yang lihatnya, jangan sampai jadi sakit mata.







Share:

Monday, 25 January 2016

Helen Keller: Insiprasi Dalam Keterbatasan

Pernah memerhatikan  ga  beberapa waktu tahun yang lalu  kalau ada siaran berita, di pojok bawah layar tv kita akan melihat  inset, seorang laki-laki atau perempuan menggerak-gerakan tangan, kadang mengepal, mengacungkan beberapa  jari kadang ke atas,  ke samipng   atau bulatan  yang dibentuk dengan menghubungkan jari tangan?

Iya, itu bahasa isyarat. Semua  juga tau atuh,  ya.  

Bagi yang  mengalami masalah penglihatan tapi masih bisa mendengar atau tidak bisa mendengar tapi bisa mellihat mungkin masih bisa menyaksikan acara tv  atu berinteraksi  dengan orang-orang di sekitarnya. Tapi lain ceritanya  kalau mengalami kedua masalah, tunanetra dan tunarungu.  perlu kesabaran yang ekstra untuk bisa bercakap-cakap dengan orang-orang di sekitarnya.

Coba inget deh  pas aliran listrik di komplek  rumah mati berjam-jam. Dunia  gulita, seperti dihempaskan ke masa  ratusan sebelum peradaban.  Ga ada siaran tv, atau radio. Makin merana kalau pas kebetulan  lappy dan  gadget  kehabisan batre. Duh....
sumber: examiner.com
Tapi kalau dibandingkan dengan seseorang  yang mau saya ceritain, terputus dengan dunia luar sesaat buat kita itu  ga ada apa-apanya. Ya anggap aja itu  cara lain buat kita berempati. Merasakan  kalau di daerah terpencil sana,  yang belum tersentuh  putaran waktu yang sudah modern. Atau tidak bisa merasakan seutuhnya  jaman yang sudah  segitunya modern.

Share:

Sunday, 10 January 2016

Mona Lisa dan Rahasia Senyum

Pernah liat  lukisan Monalisa yang katanya lagi senyum? Dan pasti pernah juga dong  lihat poster filmnya  Julia Roberts  buat filmnya  Monalisa  Smile.  Sekarang saya tanya dong,  senyum siapa yang paling cantik?
Siapa yang lebih Cantik?
Kalau menurut saya sih cantikkan Julia Roberts. Setuju, ga? Siang tadi, penyiar  radio  yang lagi saya dengerin  muterin  lagunya band klasik, Bad English. When I See you smile.  Makanya saya jadi pengen bahas soal ini.

Share:

Tuesday, 1 December 2015

Cerita Tentang Lipstik: Kosmetik Favoritnya Wanita

Lipstik atau lipenstip.
Siapa coba yang  ga kenal?  Kosmetik  yang satu  ini  sih menurut  saya termasuk kosmetik kedua setelah bedak  yang paling  banyak dimiliki wanita. Aplikasinya  paling gampang. Ga perlu skill  khusus  kayak eye brow, eye liner  atau eye shadow  yang lebih ribet.  Mau  yang stik atau cair,  available.  Dari yang murah sampai  yang mihil, ada!

Dan ternyata ngomongin  soal lipstik,   usianya  juga sudah lamaaaa sekali.  Cleopatra, ratu Mesir yang fenomenal   - yang bikin Kaisar  Romawi Julius Cesar kesengsem - itu pun bukan pelopor  atau  pemakai pertamanya.

Lagi-lagi bangsa Sumeria yang menduduki wilayah Mesopotamia (sekarang Iran) - yang punya  sejarah peradaban  yang tinggi itu - sebagai pionirnya. 
Share:

Sunday, 29 November 2015

Hubungan Hormon Dopamin, Guilty Pleasure dan Diet

Pernah dengar dong istilah hormon  bahagia?  Hayo jadi inget sama apa?  Hormon endorfin dan serotonin saja?  Emm... sebenernya sih  nih, hormon  pencetus bahagia itu bukan cuma dua  hormon  ini aja. Selain memang kedua hormon  ini,  masih ada hormon  oksitosin dan hormon dopamin.  Masih belum familiar? Oke, kita bahas, ya.  


Kalau hormon oksitosin  ini bekerja  pada wanita  yang mengalami proses  persalinan sampai pada  tahap mengeluarkan plasenta. Oke,ini juga kita skip. Saya pengen bahas tentang hormon dopamin. Saya baru  mudeng sih sebenarnya tentang  hormon yang satu  ini. Ih kemana aja,  ya?  Hihihi... Eh tapi pasti  saya punya temen  yang baru ngeh juga. So, acungin tangan dong!
Permalink - /2015/11/hubungan-hormon-dopamin-guilty-pleasure-dan-diet.html
Cantik, sehat dan langsing.Mau dong!
Oke, cukup. Turunin lagi tangannya, meski saya  tahu   kok mbaknya  atau masnya ini pake deodorant. Tapi kelamaan  ngacungin tangan  kan bikin pegel, ya?

Share:

Saturday, 28 November 2015

Manfaat Chia Seed Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kalau  pernah merhatin  beberapa resep  smoothie yang saya buat,  pasti  pernah deh lihat penampakan  Chia Seed  atau  kalau ga keliatan,  bakal membaca saya memasukannya ke dalam  komposisi  bahan yang dihancurkan bersama buah atau sayuran dalam blender.

Chia seed  yang  sudah dikenal sebagai salah satu  bahan  makanan  buat para pelaku  healthy lifestyle alias gaya hidup sehat, tenyata  sudah dikenal sejak lamaaaa sekali.  Tapi sekarang emang lagi  jadi sesuatu  yang lagi  ngehive  atau kekinian alias  ngehits. 


Biji chia seed sudah  jadi makanan  penting buat  bangsa Maya dan Aztec, makanya nama ilmiah dari biji  ini adalah Salvia Hispanica.  Dikasih  nama hispanik emang karena  bangsa ini dulu tinggal  di selatan benua Amerika.  Bukan cuma makanan  penting aja lho,  malah kalau diterjemahkan, chia ini artinya 'kuat'. Mungkin statusnya sama kayak ginseng  yang penting bagi orang-orang Korea sana  sebagai doping alami. Hmmm,cmiiw! 


Eh tapi  beneran lho, pernah dibuat penelitian  pada responden  yang berolahraga.  Olahraganya juga  bukan  yang cetek.  Berolahraga selama 1 jam dengan threadmill terus  dilanjutkan dengan lari 10 km. Kelompok responden  ini dibagi dua. Yang satu, minum minuman penambah energi dan kelompok  lainnya mengganti minum  minuman penambah energi dengan chia seed. Hasilnya?  Ga ada  bedanya, alias  kelompok  yang dikasih chia seed  tetap  stay strong, ga lemes.

Sekilas,  biji-bijian yang juga dikenal juga sebagai superfood  ini kelihatan  mirip dengan selasih, cuma warnanya ga sepekat selasih  yang suka dicampurkan ke dalam minuman atau es campur.  Duh, maafkan  siang gini  ngomongin es campur  *nelen ludah*

Kalau dikemil chia seed  ini ga ada rasanya, alias  plain. dan kecil-kecil gini dengan takaran sebanyak 2 sendok  makan (setara 28 gram  atau 1 ons)  ini punya manfaat  yang bagus buat kesehatan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mensuplai kebutuhan serat  (11 gram), tidak memicu kenaikan gula darah dan juga tidak membutuhkan insulin untuk diproses dalam tubuh.  Konsumsi  serat yang cukup  juga membantu penyerapan air dan membantu menahan hasrat ngemil. Meskipun sampai saat  ini pengaruhnya ga terlalu signifikan kalau konsumsi  chia seed ditujukan untuk membantu menurunkan berat badan.
  • Protein  (4 gram), termasuk di dalamnya asam amino  esensial. Protein  dari Chia sed juga baik untuk dikonsumsi oleh vegetarian  atau  jarang makan daging untuk memenuhi kebutuhan protein  bagi tubuh
  • Lemak 9 gram,  lebih dari setengahnya mengandung omega 3. Nah  balik  lagi soal program diet, meski  memang  tidak terlalu berpengaruh  untuk menurunkan berat badan,  tapi hasil penelitian selama 10 minggu  menunjukan kalau konsumsi  chia seeed pada responden  62 wanita  berhasil meningkatkan jumlah omega 3 dalam darahnya. Setidaknya,  kadar  kolestrol  bisa ditekan dengan mengonsumsi biji chia seed ini. 
  • Beberapa bahan mineral  terutama Kalsium, Mangan, Magnesium dan Fosfor, Zinc dan Poatsium 
  • Mengandung Vitamin B1 dan B2
  • Mengandung antioksidan  yang tinggi, which is  bagus banget  buat menghambat penuaan dini. 
Nah  kalau  bahas  soal penuaan dini, biasanya  perempuan   yang lebih alert soal  ini.  Katanya  kalau udah merit  dengan laki-laki sebaya atau lebih  muda,  perempuan cenderung lebih cepaat kelihatan tua. Hmm  entah lah,  soal ini.  Mau tua,  muda, single  atau  doble,  di mana-mana mah  udah naluri alami kalau perempuan  pengen kelihatan tetep cantik. Usia boleh nambah tapi  kalau bisa stay  beauty di usianya (syukur-syukur  awet  muda). Ya,  gak?  :)

Kalau ekspektasinya  pengen langsing  dengan  mengonsumsi  chia seeed, siap-siap deh kuciwa. Seperti  yang pernah saya bilang di atas,  kalau  secara ilmiah  belum terbukti secara signifikan  bisa membuat  badan jadi langsing.  Tapi...  kalau  sedang memulai gaya hidup sehat,  boleh deh  jadikan chia seed sebagai salah satu adisional untuk membuat  makanan atau minuman kesehatan. Selain dicampurkan dengan  smoothie atau  jus, sereal  dan yogurt,  chia seed  juga  bisa dimasukan ke dalam nasi, lho. Jangan heran kalau setelah tercampur air,  biji-bijian  ini bakal terlihat  menggumpal, wajar aja, kok.


referensi:  authoritynutrition.com
Share:

Thursday, 26 November 2015

Story About Sausage, Kenalan Sama Casing Sosis

 Sosis!
Duh  hari gini  siapa  sih yang ga kenal makanan  yang satu ini?  Bisanya kita menjumpai sosis pada jenis makanan pizza,  hotdog, sayur  sop dan makanan  lainnya.  Meski  identik dengan makanan cepat saji, sebenarnya  umur  sosis   udah lama banget, bahkan dibanding  Tutankhamun, Firaun yang  fenomenal itu. 

Oke, sebelum omonngan saya semakin OOT, sebaiknya  saya kembali ke topik,  bahas lagi soal sosis, ya.  Kalau  dirunut ke belakang, sosis sudah ada sekitar 3.500 tahun yang lalu, dibuat oleh  bangsa Sumeria (sekarang  Irak). Meski sekarang kita mengenal jenis sosis dari asalnya  (Frankfurter dari Jerman, atau Bologna dari Italia,  jaman dulu ga ada sosis  yang dikasih nama  Sumeria atau Babilonia  (generasi selanjutnya setelah bangsa Sumeria yang tinggal di kawasan yang sama).
http://www.catatan-efi.com/2015/11/story-about-sausage-kenalan-sama-casing-sosis.html
Maafkeun kalau gambar ini bikin lapar
Ga heran juga kalau  bangsa  yang satu ini  menemukan  teknik pembuatan sosis. Coba inget lagi deh pelajaran sejarahnya dulu. Bangsa Sumeria ini termasuk  bangsa  yang peradabannya sudah advance,  maju.   Sosis  yang dibuat  pada masa itu  juga ternyata disukai  oleh orang Yunani dan Romawi  lalu negara-negara lainnya  di Eropa, termasuk para meneer Belanda  yang memperkenalkan sosis  ke Indonesia.

Share:

Wednesday, 25 November 2015

Pilh Mana, E-commerce atau Forum Jual Beli?

Hari gini, yang serba kekinian  dengan teknologi  yang serba simple, sekali colek dengan jari, apa sih yang  susah?  Mungkin masih ada  yang punya HP jadul yang layarnya masih monokrom dengan ringtonenya yang kayak jangkrik itu. Eh, jangan ketawa. Masih ada,  lho!  Ya sih, sebagian kecil itu mah. Tapi  mostly,  terutama di perkotaan, rata-rata  HPnya udah pada canggih, kan?  Dengan sistem operasi berbasis  android dengan fitur-fitur mesenger atau sosmednya, kamera dengan ketajaman yang keren dan  fiturlainnya yang dijejalin.  

Pastinya, di HP  pinternya itu  ada dong, aplikasi  browser yang  memudahkan kita untuk menyalurkan hasrat kepo buat  kitik-kitikin Om Google.  Salah satunya kalau  lagi  mupeng pengen belanja online. Hohoho.... jangan ngaku generasi X  kalau belum  pernah shoping online.

Terus, tau ga sih,  kalau belanja  secara online itu  ternyata  punya jenis  yang berbeda?  Ada yang namanya e-commerce dan forum jual beli. Tau kan apa bedanya  e-commerce dengan forum jual beli
Share:

Thursday, 12 November 2015

Selamat Hari Ayah, Selamat Jadi Pahlawan

Kalau saja teh Meti, salah satu teman blogger Bandung saya tidak mengirim  video  tausiyah singkat  dari  ustadz Bachtiar  Nasir di  aplikasi Whatsapp,  saya  ga kan mudeng lho, kalau  hari ini diperingati sebagai hari  ayah. Yup! Finally, pemerintah  menetapkan hari ini sebagai hari ayah.  Tentu saja  tidak  libur seperti juga peringatan hari  ibu. Masih  punya ayah? Atau ayahnya sudah  lama meninggal?  Yuk cerita sedikit tentang ayah.

Selamat Hari Ayah
Dalam beberapa cerita  atau film, ayah sering identik dengan sosok mereka  yang sibuk bekerja, pergi pagi  dan pulang malam, tidak sempat  ketemu anak-anaknya  yang sudah tidur dan keburu pergi sebelum anak-anaknya  bangun.

Di cerita lain, kadang digambarkan sosok ayah itu seseorang kepala keluarga  yang otoriter,  titahnya  adalah hukum 2 pasal. Pasal 1, Ayah tak pernah salah. Pasal 2,  kalau  ayah salah lihat pasal 1.  Atau ayah yang tidak bertanggung jawab,  hubungan ayah dan anak  yang menyebalkan seperti  di serial tv Dawson's   Creek, atau pengalaman lainnya cerita ayah yang kurang gigih  mencari  nafkah  untuk anak-anaknya.

Share:

Monday, 9 November 2015

Mengunjungi Geopark Ciletuh Expo di TSM

Hujan deras  yang mengguyur  Bandung minggu  kemarin membuat  Bandung semakin dingin.  Kerinduan saya dengan hujan terbayar. Enggak boleh  ngeluh  setelah  keinginan itu terjawab. Meski  langkah saya  tertahan karena harus menunggu  hujan reda. Dua kali  memesan Gojek, dua kali dicancel. Yang pertama  drivernya lupa  menyimpan kunci lalu mengirim pesan singkat.  Silahkan cancel kalau buru-buru.  Oke, fix. Yang kedua  datang  ketika hujan semakin deras.  Masalah berikutnya  driver  ini  ga bawa  jas hujan. Enggak  mungkin juga saya  dibonceng  dan melindungi diri dengan payung. Tetap  kuyup dan konyol, kan? Akhirnya,  gojek ketiga datang. Well prepared. Jas hujan berikut celana  kedap air  tersedia di dashboard.  Nice.  Saya gak jadi  kuyup waktu datang ke arena festival  Geo Park di Ciletuh.  Hari terakhir, sih. Makanya saya  bela-belain datang  meski haru menembus hujan yang dingin  dan sedikit drama  pesanan  ojek aplikasi  itu.

Sampai dilokasi,  sejumlah anak-anak usia TK  dengan pakaian yang nyunda banget terlihat hilir  mudik di arena acara. Lokasinya  berhadapan dengan Masjid raya di komplek Trans Studio Mall alias TSM.  Beberapa  pria berpakaian serba hitam dan iket sunda  sedang memainkan  alat  musik khas sunda.  Rasanya seperti  balik  lagi ke jaman saya remaja dulu. Hujan yang baru saja  beranjak meninggalkan jejak suasana seperti Bandung dulu, dan suasana alami  yang terasa dengan dekorasi dan beberapa display  yang dipajang di sana. Salah satunya adalah display  yang memajang  dua boboko  alais bakul  yang memamerkan  nasi merah dan nasi  hitam.   Iya, baru kemarin ini sih, saya ngebahas  tentang beras merah. 
Share: