Showing posts with label Soccer. Show all posts
Showing posts with label Soccer. Show all posts

Wednesday, 19 February 2025

Wataru Endo Samurai Merahnya Liverpool

Kalau saja waktu derby Merseyside kemarin Liverpool bisa mempertahankan keunggulan, mungkin saya bakal nulis lagi tentang Si Merah ini. Tapi gol last minutenya John Tarkowski bikin mood saya nulis jadi hilang. Hihihi biar ga kalah tetep aja gemeees.

Saya sempat menyayangkan, kenapa waktu itu sang pelatih, Arne Slot nggak menurunkan Endo. Padahal permainan Everton mengerikan. Tumben juga Endo tidak main. Padahal dia spesialisnya main di menit 80an dan selalu all out bermain meski pun cuma kebagian sisa waktu.

Kamu juga tentu tau waktu Abdoulaye Doucoure memperovokasi fans Liverpool di tribun yang berujung perkelahian dengan sesama pemain, kan? Di sini juga kali pertama saya respek sama Curtis Jones. Walau suka dibully fans Liverpool, Jones yang pasang badan duluan menghadapi tetangga menyebalkan ini. Ternyata Jones tidak sejelek itu sebagai pemain. 

Selang beberapa hari kemudian, di pekan ke-25 Liverpool memainkan laga kandang vs Wolverhampton klubnya Justin Hubner itu. Ya memang The Wolves klub lagi berjuang keras keluar dari garis batas zona degradasi. Di atas kertas, Liverpool unggul banyak dari tim Serigala kuning ini. Tapi bukan berarti mereka klub yang butut kalau pinjem istilahnya Marshanda di filn Induk Gajah itu :)

Dan benar saja, Liverpool kepayahan menghadapi permainan kolega-koleganya Hubner. Apalagi setelah masuk babak kedua. Makin nggak karuan mainnya. Sebaliknya, the Wolves bermain dengan impresifnya menghadapi Liverpool. 

Saat tim-tim lainnya cenderung defensif, mereka berani bermain terbuka dan kerap menyulitkan Liverpool lewat serangan baliknya. Tumben juga lini tengah Liverpool mati gaya. 😌 Sukses bikin fans ketar-ketir.

Saya dibuat heran campur seneng waktu lihat pergantian pemain di menit 71. Bukan pakemnya Slot masukin Endo di menit 70an. But it's ok. Faster better. Bukan begitu? Mulai dari sini, saya sudah tidak peduli dengan pergerakan pemain Liverpool lainnya.

Pandangan saya  langsung tertuju pada posisi Endo di lapang. Meskipun tidak memegang bola, Endo tau betul harus ke mana dan ngapain. 

Beberapa kali saya berseru tiap Endo beraksi semisal waktu men-tackle lawan. Belike nah nah kan? Iya pengen bilang begitu sama Slot secara langsung. Puncak pembuktiannya ya di satu menit terakhir. Endo mati-matian menahan bola sampai harus tiarap.Savage! 

Kalau sudah lihat cuplikan videonya, yakin deh  kamu juga bakal setuju. Yang dilakukan oleh Endo itu krusial banget dan bukan tidak mungkin bakal berbuah gol kalau bola yang dijepit kakinya Endo lolos dan meluncur ke gawang.  Nggak heran kalau Alisson saja sampai menepuk punggungnyaEndo, semacam ucapan terima kasih sudah bantu menjaga gawang dari kebobolan. 

Sesudah pertandingan ini banyak fans Liverpool yang berandai-andai. 

"Coba waktu lawan Everton dia main, nggak bakalan ada golnya Tarkowski". 

Iya juga.  Waktu itu juga golnya Everton penyeimbang kedudukan terjadi di menit terakhir. Situasinya kurang lebih sama  dengan pertandingan ini.  Memang ya, nggak jadi menang dan nggak jadi kalah itu beda lho rasanya. Lebih nyesek nggak jadi menang. 

Balik lagi sama Endo. Kapten timnas Jepang ini sepertinya kurang dianggap urgensi keberadaannya. Entah itu oleh Jurgen Klopp atau pun Arne Slot. Bahkan Jurgen Klopp yans mendatangkan dia pun jarang sekali memainkannya sebagai starter. 

Memang sh, bukan favoritnya Klop untuk bermain dengan cara bertahan. Tapi nih masih pada inget kan Kevin De Bruyne dibuat nangis gara-gara ditempel terus-terusan sama Endo? Rasanya permen karet juga kalah lengketnya hehehe

Selain tidak pernah mengeluh, Endo pun bukan tipe pemain jumawa dengan pencapaiannya.  Waktu terpilih jadi man of the match pekan ke-25 kemarin dia bilang seperti ini:

"Saya senang mendapatkan 3 poin. tu adalah pertandingan yang sangat sulit tetapi kami harus terus berjuang sampai akhir. Saya pikir kami sudah menunjukkannya, jadi ini adalah tiga poin yang bagus."
- dikutip dari page facebook Liverpool Indonesia

Alih-alih curcol atau cari panggung, Endo malah menyorot soal gol dan tendangan penalti yang dibatalkan. Di sini keliatan sekali Endo lebih fokus sama pencapaian tim Bukan dirinya. Padahal status Endo di musim depan pun belum jelas. Apakah akan dapat perpanjang kontra atau tidak. Sementara Mo Salah dan Van Dijk yang sudah jelas-jelas akan habis kontraknya musim ini masih lebih diharapkan fans untuk bertahan.

Endo yang memuji dukungan fans itu pun bilang jika ia senang jadi bagian dari klub dan merasa masih bisa melakukan sesuatu untuk klub. So sweet deh.

Dalam beberapa pekan ke depan Liverpool kakan menjalani partai besar melawan Aston Villa, Manchester City, Newcastle United, ketemu lagi Everton (kan pertandingan kemarin ini adalah partai tunda) dan masih ada Tottenham, Chelsea dan Arsenal, yang jadwal mainnya berturut-turut. 3 games in a row. 

Semoga Endo 'available' di partai-partai ini dan tentu saja mendapat kepercayaan ekstra dari Slot dengan performanya yang luar biasa ini. Bukan cuma jadi penghangat bangku cadangan saja lho.  

It's ok nggak jadi starter tapi saat dibutuhkan untuk melapis pertahanan, Endo adalah pemain yang tepat untuk mengimbangi permainan gelandang atau beknya yang cenderung naik menyerang dan lupa kembali ke pos pertahanan. Bukan begitu? Bisa dibilang Endo ini penggantinya si badak James Milner. We need him. 



Share:

Thursday, 20 June 2024

5 Fans TimnasTerbesar di Euro 2024

 "Oranje! orange! "

Ada yang udah pernah lihat video yang nunjukin kekompakan suporter Belanda meneriakan yel-yel alias chanting buat timnasnya? Saya dibuat amaze waktu lihat videonya. Diambil dari angle eagle eye (dah pasti pake drone ini mah) massa yang berkumpul itu banyaaaak  banget. Dan bisa-bisanya mereka kompak teratur gitu. 

Di tengah euforia penyelenggaraan Euro 2024, peran penting para suporter emang ga bisa dilewatkan begitu saja.  Bisa dibilang kalau mereka adalah pemain ke-12 dalam setiap pertandingan. Makanya waktu wabah covid melanda dan pertandingan bola yang diselenggarakan minus penonton itu rasanya garing banget. Ga seru. 

Para Tetangga

Sebuah kebetulan dalam penyelanggaraan Euro kali ini hampir semua negara-negara yang berbatasan dengan Jerman lolos untuk tampil dalam babak penyisihan grup yang terbagi dalam 6 grup. 

Dari kesembilan negara-negara. berikut, hanya Luxemburg saja yang absen. Kedekatan wilayah secara geografis membuat para pendukungnya jadi lebih mudah untuk datang dan memberikan dukungan bagi tim nasionalnya. 

Untuk sampai ke Jermam dari 8 negara ini bisa ditempuh dengan jalur darat atau udara. Via darat bisa ditempuh juga dengan kereta, bus dan taksi. Semisal dari Amsterdam ke Berlin bisa ditempuh dengan durasi 6 jam kurang sedikit atau sekitar 1 jam dengan pesawat. 

Sebenarnya suporter timnas di Eropa yang dikenal paling militan adalah timnas Inggris. Namun aksi para Het Orange Legioen alias fans timnas Belanda beberapa waktu lalu paling  menyita perhatian. Mereka emang gokil banget. 


Mari kenalan dengan para fans biar lebih akrab. 

5 Negara Eropa dengan Dukungan suporter Terbesar

1. Inggris

Seperti yang udah saya bilang sebelumnya, para holigan (julukan suporternya) menempati urutan pertama yang fanatismenya tinggi. Dalam setiap pertandingan di liganya, tingkat keterisin kursi di stadionnya bisa mencapai 99% persen. 

Posisi tribun yang dekat dengan tepian lapang juga jadi sisi lain yang menarik dari pertandingan di liganya. Jangan khawatir, walaupun jarak penonton dengan lapang sangat dekat, para penontonnya sangat anteng dan tertib. 

Sedekat ini batas tribun dan tepian lapang

Baca juga https://www.catatan-efi.com/2024/01/5-hal-tentang-jurgen-klopp-yang-bakal-dikenang-fans.html

Basis suporter terbesar dari timnas ini ada di Liverpool dan Manchester yang merah alias Menchester United. 

2. Italia

Setelah Inggris, menyusul di peringkat kedua adalah Italia. Kalau timnasnya mendapat jululan Gli Azzuri, maka Ultras adalah sebutan yang lekat dengan para pendukungnya.  

Jadi pengen nyeduh Capucino ga nih?

Fans dari timnas ini sebagian besar terkonsentrasi di klub-klub besar seperti AS Roma, Juventus dan Milan. Tingkat keterisian kursi penonton dalam setiap pertandingan di liganya adalah 93%.

3. Belanda

Jika timnasnya mempunyai julukan Oranje dan Het Nederlands Eftal (Dutch Eleven) para fansnya disebut dengan Net Orange Legioen. Wih, namanya kayak barisan tentara kompeni atau VOC ya? 😄

Menyala gaes

Para meneer-meneer fans setia dari tim berkaus orange ini paling banyak berasal dari klub Ajax Amsterdam. Sementara itu dalam setiap pertandingan di liganya, persentase keterisian bangku penontonya sekitar 89%.

4. Spanyol

Kalau inget Spanyol bayangan kita adalah atraksi matador dengan bantengnya yang fenomenal. itu, ya. Seperti atraksi bantengnya yang identik. dengan warna merah, timnas Spanyol ini punya julukan La Furia Roja alias Si Murka Merah. Julukan lainnya adalahLa Furia Espanola. 

Cewek-cewek Spanyol di tribun penonton

Spanyol adalah rajanya turnamen sepak bola internasional! Bayangin aja, Spanyol berhasil menjuarai  Euro 2008, Piala Dunia FIFA 2010, dan Euro Euro 2012. Bayangin! 3 turnamen dimenangkan secara berturut-turut. Keren ga, sih?

Sampai saat ini belum ada timnas lain yang bisa menyamai rekornya Spanyol.  Sebuah kebanggaan bagi para fansnya. Oiya, basis massa suporter terbanyaknya ada di klub Real Madrid, Atletico Madrid, Barcelona serta Valencia. 

5. Jerman

Sebagai tuan rumah penyelenggaran Euro kali ini, Jerman juga punya basis fans yang tidak kalah militan.  Ada sekitar 85% bangku yang terisi dalam pertandingan di liganya. Timnas yang punya julukan Die Manschaft  & Der Panzer ini punya basis massa suporter terbanyak berasal dari Bayer Munich, Borusia. Dortmund. serta Hertha Berlin. 

Jerman, makin lama makin panas

Selain kelima negara di atas, ada juga timnas Perancis berjuluk Les Bleus ini pun tak kalah militannya dalam hal dukungan penonton. Rasisme dan sentimen etnis yang tinggi tidak. mengurangi kecintaan suporternya meski para pemainnya banyak yang berasal dari latar etnis yang beragam. 


Share:

Friday, 14 June 2024

Skuad Liverpool di Euro 2024

 Euro 2024 sudah di depan mata. Kali ininpesta bola 4 tahunan tim-tim nasional di Eropa akan diselenggarakan di Jerman. 

Dibuka pada tanggal 14 Juni, dengan partai pembuka grup A di mana Jerman sang tuan rumah akan berhadapan dengan Skotlandia. 



Sebelum  acara digelar, yuk kita kenalan dulu dengan para punggawa Liverpool yang akan membela timnasnya. 

Kiper: Vítězslav Jaroš 

Wajar kalau kebanyakan dari kita ga familiar dengan kiper yang satu ini. Persaingan di starting XI terfokus pada Alisson dan Caoimhin Kelleher. 

Belakangan Kelleher seakan mengirim sinyal ingin hengkang jika tidak mendapat tempat utama di tim. Ga mudah memang dan dilematis. Kalaupun Kelleher sampai hengkang, masih ada Adrian dan Pitaluga yang jadi back up untuk Ali. 

Saat ini status Vitezslav adalah sebagai pemain pinjaman di klub SK Sturm Graz (Bundesliga Austria) dan memainkan 14 pertandingan. 

Posisinya di timnas juga belum mendapatkan pemain utama dan masih 0 caps. Walau ikut serta dalam daftar pemain timnaa Ceko, Vitezslav masih harus bersaing dengan Jindrich Stanek.  

Kiper The Reds untuk kategori U21 ini akan mengakhiri masa pinjamannya di Sturm Graz dan kembali berlatih lagi di ground campnya Liverpool setelah putaran Euro 2024 berakhir. 

Bek (Pemain Belakang) 

Nah di posisi belakang lumayan seru. Ada 6 pemain yang dipanggil untuk membela timnasnya.  Mereka adalah Virgil Van Dijk   (Belanda), Ibrahima Konate (Perancis),  Andy Robertson (Skotlandia), Joe Gomez dan dan Jarell Quansah (Inggris). 

Kolega-kolega mereka di timnas? Dah deh jangan ditanya. Timnas Inggris, Belanda dan Perancis punya tradisi kuat di ajang Euro ini. Meski begitu, timnasnya Robbo alias Skotlandia juga ga bisa diremehkan.  Apalagi grup A yang dihuni Jerman, Hungaria, Skotlandia dan Swiss. Kalau Jerman jadi primadona jadi juara grup, posisi runner up bisa jadi rebutan ketiga timnas lainnya. Eh tapi gimana kalau Jerman flop? Nah, seru juga kan persaingan grup. Ini? 

Terus Arnold ke mana? Ada, kok. Dia juga dipanggil  arsitek timnas, Paman Gerbang Selatan alias Gareth Southgate. 

Pemain Tengah (Mid Field) 

Ada pemain  juga yang dipanggil untuk membela timnasnya, yakni Ryan Gravenbergh (Belanda) lalu ada Dominik Soboszlai (Hungaria) serta Trent Alexander Arnold dan Curtis Jones (Inggris).  

Kalau di klub Arnold diplot sebagai bek kanan, Southgate lebih suka menempatkan Arnold sebagai mid fielder. Lebih aman di sini kayaknya karena Arnold. adalah tipe pemain yang naluri menyerangnya kuat. Kalau udah merangsek nyerang pertahanan laman, ia bakal keteteran untuk kembali ke posnya untuk membantu pertahanan. Lihat sendiri kan gimana final Champions 2023 waktu lawan Madrid kemarin? 

Pemain Depan (Striker) 

Untuk posisi penyerang ada Diogo Jota  yang dipanggil timnasnya (Portugal) dan Claudio Gakpo (Belanda). 

Sementara rekan lainnya  sesama striker kebetulan berasal dari benua Amerika (Luis Diaz & Darwin Nunez) serta Mo Salah (Afrika - Mesir). 

Peluang Juara

Secara timnas saya ga punya dukungan tetap sekalipun jadi fans Liverpool. Kejutan kuda hitam seperti yang dilakukan Yunani di Euro 2004.

Prestasi terbaik Inggris adalah ketika lolos ke final tapi sayang, asa untuk merengkuh trofi juara Euro pertam kandas di tangan timnas Italia.

Meskipun para pemain asuhan Southgate digembleng kerasnya persaingan di liga Inggris, tapi materi pemainnya belum cukup mumpuni untuk jadi favorit juara. Jelek enggak bagus banget enggak.. Hayo bingung ga, tuh? 

Mungkin seru juga nih kalau Belanda yang sudah lama puasa gelar (terakhir juata. 1998 saat mengalahkan Uni Soviet) jadi juar pada kejuaraan kali ini. Who knows? 

Tapi lagi-lagi sensasi kuda hitam tetap paling bikin exciting buat dinikmati. Apalagi sebagai penonton yang nothing to loose. Bebasin aja. 

Siapapun yang Juara semoga pemain-pemain ini nantinya waktu balik ke klub kembali utuh alias ada yang bawa oleh-oleh cedera. No, baik-baik ya kalian semua. 




Share:

Saturday, 25 May 2024

Belajar dari Gasperini & Xabi Alonso

Mantan Terindah!

Mungkin begitu julukan yang pas buat Xabi Alonso, eks gelandang Liverpool yang tahun ini sukses mengantarkan Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga untuk yang pertama kalinya sepanjang usia berdirnya klub yang sudah pada bulan Juli nanti berusia 120 tahun.

What? Baru pertama

Betul. Ga salah.  sebelum ini Leverkusen  di bawah besutannya Mario Gomez pada musim 2010-2011 hampir juara tapi terpeleset menjelang akhir musim dan harus merelakan trof piring besar Bundesliga jatuh ke tangan kompetitornya, Borussia Dortmund.

Sayangnya sensasi Alonso dan anak-anak asuhnya ternyata harus berakhir di tangan seorang Gasperini. Seorang pelatih yang jauh dari pantauan radar klub-klun elit di Eropa. 

Karir Alonso Sebagai Pemain

Mari kita bahas dulu tentang Xabi Alonso.

Jauh sebelum menjadi pelatih, karir Alonso sebagai pemain juga cukup cemerlang. Data pasa gambar di bawah ini belum termasuk karirnya sebagai pemain timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia (2010) dan Piala Eropa (2012) juga pencapainnya sebagai Footballer of the year. pada tahun 2013.

Sebagai pemain bola Alonso punya segalanya. Semua gelar sudah didapatnya, baik sebagai individu, pemain klub dan pemain timnas. Lengkap! 

Selain urusan cuan dengan nilai jual alonso yang tinggi entah apa yang membuat Rafael Benitez malah melepas Alonso ke Real Madrid. Mungkin bakal lain ceritanya kalau Alonso pensiun di Liverpool. Tapi mungkin juga nih, kita ga bakal melihat Leverkusen secemerlang ini, kan?

So, seperti kata Hamlet, what ever will be will be.

Menariknya karir cemerlang Alonso sebagai pemain Bayern Munich selalu mendapatkan gelar di bawah besutan pelatih Pep Guardiola. 

Pada tahun 2017, Alonso memutuskan untuk pensiun dan kembali ke lapang hijau setahun kemudian sebagai pelatih Bayer Leverkusen, klub yang belum pernah dibelanya sama sekali saat masih bermain. 


Alonso dan Leverkusen

Selain Munich yang dominan sebagai jawara Bundesliga, raihan prestasi Leverkusen di liga Jerman ini memang ga ada apa-apanya dibanding rival terdekat seperti Dortmund, Schalke 04 atau VFB Stuttgart atau Borussia Mönchengladbach misalnya.

Kondisi Leverkusen saat mendatangan Xabi Alonso pada Oktober tahun 2022 ke Bay Arena pada saat itu pun sedang tidak meyakinkan. Perlahan tapi pasti pada akhir musim 2022/2023 berhasil finish di peringkat 6.

Cuma perlu satu musim saja bagi Alonso untuk. menyulap Leverkusen meraih rekor 51 kali unbeaten di semua kompetisi (28 pertandingan dan 6 kali seri di Bundesliga) sekaligus mencatat sejarah baru untuk Leverkusen sebagai jawaranya Bundesliga

Kejutan Final UEL

Tidak ada yang menyangka justru pada final UEL, Leverkusen malah mengalami kekalahan pertama kalinya setelah 51 pertandingan beruntun yang dijalani.

Atalanta langsung menggebrak lewat gol Ademola Lookman pada menit ke 12. Alih-alih membalas, anak asuh Alonso malah kebobolan lagi 2 kali berturut oleh pemain yang sama di menit 26 dan 75.  

How come?

Gasperini lah orang yang pertama kali memutuskan rekor fantastis Alonso dan anak-anak asuhnya. Pertanyaannya, who is Gasperini?

Karir dan Pencapaian Gasperini

Mari kita kenalan dulu dengan coach yang satu ini.

Gian Piero Gasperini memulai karirnya sebagai pemain pada 1 Juli 1977 bersama Juventus U19 sampai akhir Juni 1978, itu pun oernah dipinjamkan ke klub Regina. Palermo, Cavese,Pistoiese, Pescara, Salernitara dan memutuskan untuk pensiun pada  Juli1993 setelah membela klub Vis Pesaro. 

Tidak ada yang spesial dengan prestasinya sebagai pemain. Bahkan  Juventus baru kembali juara bersama Michele Platini  pada musim 1983-1984 ketika Gasperini sudah tidak berstatus sebagai punggawa "Si Nyonya Tua" itu.

Gasperini masih melanjutkan karirnya sebagai pelatih dengan debutnya bersama mantan klubnya, Juventus sebagai pelatih tim junior dengan durasi cukup lama mulai tahun 1994-2003. selanjutnya Gasperini pindah menjadi manager di klub lainnya mulai dari FC Crotone sampai Genoa sebelum melatih klub Atalanta yang ditukanginya sejak 2016.

Lesson Learn

Sebelum bertemu Leverkusen di final,  Atalanta sebetulnya sudah mematahkan prediksi. Setelah menumbangkan jawara Liga Portugal, Liverpool juga djbuat ga berkutik. Permainan Liverpoolnga berkembang dan jadi bulan-bulanan gempuran Atalanta. 

Keajaiban seperti di Istanbul saart melawan AC Milan tahun 2005 atau membalikan keadaan ketika menjamu Barcelona di semifinal Champions 2019 tidak terjadi kali ini. 

Sebuah kebetulan juga, setelah kalah dari Atalanta, performa Liverpool terus merosot dan terlempar dari rally perburuan gelar juara Premier League. Sedih deh kalau inget ini 😄

Skuad Atalanta yang diracik Gasperini memang tidak se-wah Liverpool misalnya dan dibandingkan dengan Leverkusen, Atalanta bukanlah favorit juara. 

Tapi Alonso tidak melakukan hal yang sama oleh Gasperini. 

Gasperini serius mempelajari kelebihan dan kekurangan timnya juga tim lawan. Strategi Gasperini berhasil meredam 3 klub besar Eropa; Sporting Lisbon, Liverpool dan Leverkusen.

Secara prestasi Gasperini memang jadi seorang  pelatih yang under rate tapi dengan jam terbangnya ia bisa memaksimalkan strategi dan skuadnya dengan racikan yang pas saat lawan-lawannya lengah. 

Itu dari sisi teknis.

Bukan cuma keberuntungan sih menurut saya tapi Gasperini punya kerja keras yang tak ksat mata. ungkin ini saat yang tepat bagi Tuhan membalas kerja kerasnya. 

Kalau membandingkan statistik prestasi memang ga masuk akal seorang Gasperini bisa membuat keajaiban. Tapi kita tidak pernah tahu invisble hand yang membuatnya menciptakan. keajaiban. 

Pun begitu dengan Alonso. Meskipun sensasinya bersama Leverkusen terhenti, karirnya sebagai pelatih yang jam terbangnya belum sebanyak pelatih elit lainnya ia punya manajemen yang baik. Dengan skuad yang juga bukan skuad wah, Alonso membuat anak-anak asuhnya yakin dan percaya dengan kerjasama mereka bisa melakukan sesuatu yang luar biasa. 

Baik Gasperini dan Alonso masing-masing punya milestone, titik baliknya masing-masing. Mereka punya cara berbeda untuk bekerja. Tapi mereka punya keseriusan dan kerja keras. 

So, kalau kita membandingkan pencapaian kita dengan orang lain yang terlihat wah dan jomplang banget memang bisa bikin stress. 

Begitu juga dengan kita. Apa yang kita capai hari ini menjadi lebih baik dari kemarin adalah sebuah prestasi tanpa harus puyeng memikirkan hasil orang lain.

Rumput tetangga memang biasanya lebih hijau tapi rumput di depan rumah kita juga tidak akan pernah menghijau kalau kita sibuk mengintip halaman tetangga dan lupa merapikan rumput di halaman sendiri. 

Bukan begitu? 

Share:

Monday, 20 May 2024

Danke, Terima Kasih Klopp

 Awal musim 2023-2024 ini, saya sama saja dengan fans Liverpool lainnya. Optimis menatap akhir musim dengan quadraple, hahahaha.

Iya, seperti yang kita saksikan. Liverpool malah jadi tim yang duluan  turun mesin. Setelah memenangkan piala Carabao yang suka diplesetin Piala Kebo atau Piala Ciki (Jadi ini ada Ciki rasa kaldu kebo? :D).

Mungkin juga faktor beban mental pasca pengumuman  Klopp beberapa waktu lalu yang bilang mau resign akhir musim ini. 

Ah, sudahlah. Life goes on.  Setidaknya saat partai pertandingan penutupan musim ini Liverpool udah ga othing to expect. Ga sengenes Arsenal misalnya yang poinnya cuma elisih satu dan masih berharap  'something turn back'. Jujur, dengan skuad Pep kayak gitu rasanya emang mustihil eh mustahil wkwkwkwk. Maafkan saya, Gooners.

So, marilah kita bahas acara farewell-annya Jurge Klopp setelag menunntaskan pekan ke-38 ini di kandang dengan menundukan West Bromwich Albion. Taruhan,  gank WBA lebih enjoy lihat ini daripada saudaranya  sesama (West)  Ham  United yang musti nyaksiin selebrasi juaraya Mpok Siti alias Machester City.  Muahahaha apaan, sih? Gariiiing!

Salut saya sama tim kreatifnya Liverpool yang menyiapkan acara penutup malam tadi. Sampai-sampai Klopp dan tim pelatihnya pake hoodie merah spesial buat menandai farewell-an itu. Cakep banget sih hoodienya? Ini yang punya instink bisnis ga akan bikin replikanya apa gitu buat dijual? :D


Selain selebrasi khas eaaa eaaa-nya Klopp, momen tergokil semalam adalah ketika Klopp ngajakin fans chanting buat calon penerusnya, Arne Slot. Hey, bahkan tim manajemen sendri belum meresmikan, Klopp udah bikinin chanting duluan.

Klopp udah bikin acara farewellan semalam jauh dari acara nangis-nangisan.  Entah ini acara apaan, sih, ya? Pokoknya homey, hangat dan bikin betah. Sepagian tadi saya teru nyariin vivdeo-video yang menceritakan farewellan-nya Klopp semalam.

Everybody Loves Klopp

Kalau dibilang ga ada yang nangis sebenernya enggak juga, sih. Trent Alexander Arnold dan Virgl Van Dijk tertangkap kamera , mata mereka berkaca-kaca. Klopp memang bukan cuma jadi sosok pelatih tapi juga sosok ayah di dalam dan di luar lapang terlepas dari keras kepala dan konflik yang pernah terjadi dengan pemainnya seperti Salah, misalnya.

Klopp juga dicintai oleh rival bahkan seorang Pep Guardiola masih sempat-sempatnya memuji Klopp sebagai rival terbaiknya disela-sela presskon juaranya Manchester City malam tadi. 

Bersinar Bersama Klopp

Manajemen Liverpool memang terkenal pelit dalam urusan belanja pemain. Tapi dengan ngorbitnya anak-anak muda produk akademi seperti Stefan Bajcetic, Hervey Elliot, Jarell Quansah, atau Connor Bradley adalah salah satu contoh polesan tangan midasnya Klopp. Ya walau saya masih gemes banget sih yak, kenapa sih Sang Pangeran C17 masih aja dimainkan walau tidak sesuai ekspektasi?

Rangkaian Titel Liverpool Bersama Klopp

Sempat menjadi impresi tersendiri dengan gaya gegen pressingnya, Di bawah kepemimpinannya, Liverpool meraih gelar Premier League yang telah lama ditunggu-tunggu pada tahun 2020. Ya walaupun sempet diledek itu piala covid katanya, ya. Tapi tidak mengubah fakta kalau Livepool adalah tim yang berhasil melalui badai wabah ini dan keluar menjadi juara sekaligus mememecahkan telur. Ya, kan?

Nah, anggap deh itu piala kberuntungan. Tapi  terlalu cetek kalau rangakaian piala lainnya berupa Liga Champions UEFA, 1 gelar Piala Dunia Antarklub FIFA, 1 gelar Piala Super UEFA, 1 gelar Piala FA, 1 gelar Carabao Cup, dan 1 gelar Community Shield adalah sebuah kebetulan. 

Danke, Kopp. Welcome Slot. Mudah-mudahan mati listriknya ga lama-lama, ya. Menyala terus Liverpoolku 
Share:

Friday, 3 May 2024

Sebastian Haller: Come Back Stronger

Tidak banyak yang ngeh dengan keberadaan Haller ketika  ia masih merumput di Premier League bersama West Ham United.  Namun ketika harus rehat dari karirnya sebagai pemain Borussi Dortmund (padahal baru banget menandatangani kontrak), kisahnya mengundang banyak perhatian. 

Ada apa sih, dengan Sebastian Haller?

Jadi begini.

Haller bergabung dengan Borussia Dortmund pada awal musim 2022-2023 dengan nilai transfer 31 juta poundsterling. Itung deh tuhs ama kalkulator kalau dikonversiin jadi rupiah hehehe. 

Tapi nilai jutan pemain pada bursa transfer di liga-liga Eropa seperti ini mamng bukan hal aneh, ya. Nilai transfer pemain yang fantastis yang kalau kita rupiahkan dari seorang pemain kayaknya bisa jadi dana pensiun kita di Indonesia sini. Contoh rill kalau profesionalisme industri sepakbola di Eropa sana memang sudah begitu advance. 

Vonis Dokter

Pemain timnas Pantai Gading ini tiba-tiba saja divonis mengidap kanker testis tidak lama setelah menandatangani kontrak barunya itu. Alih-alih meratapi nasibnya, Haller membuktikan ia bisa berjuang untuk kembali sembuh dan kembali merumput.

Setengah musim kompetisi dihabiskan Haller untuk menjalani serangkaian pengobatan dan kembali bergabung beraltih bersama teman-temannya pada pertengahan musim kompetisi berikutnya (Januari 2023).

Saking luar biasanya apa yang dilakukan oleh Haller,  Marco Reus -  rekan sekaligus kapten di klub asal Dortmund itu bilang kalau ia dibuat merinding melihatnya kembali bermain.
source: bola okezone

Kata "kanker" memang jadi hantu yang mengerikan, tapi beruntungnya Haller ia bisa melalui proses pemulihannyadalam waktu 6 bulan. Ini yang bikin saya  amaze.

Bisa banget, ya?
Itu pemulihannya, gimana? Disiplinnya luar biasa dan tentu saja selain dukungan orang-orang terdekatnya juga motivasi Haller untuk semuh yang bikin saya kok jadi ngefans. Aaah, luar biasa!

Kalau pemain lain dibekap cedera  sampai sekian bulan adalah hal yang biasa, bagi Haller ia jadi pemain keempat di liga Jerman yang harus menepi setelah divonis penyakit yang sama. 

Sebelum Haller pemain lainnya yang juga mengalami kanker testis adalah Timo Baumgartl, Marco Richter dan Jean-Paul Boetius.

Proses Recovery Sebastian Haller

Haller memang tidak bercerita banyak detil masa perawatan yang dijalaninya. Namun, tipikal orang-orang barat yang aware dengan gejala penyakit yang dialami dan segera memeriksakan diri ke dokter, membuat langkah pengobatan bisa dilakukan segera. 

Sesaat setelah mengeluh sakit pada sebuah sesi latihan, Haller segala  melakukan pemeriksaan yang menghasilkan diagosanya itu.  Selain diagnosis dini dan harapannya yang sembuh lebih tinggi pada penyakit yang dialaminya ini,  Haller mempunyai akses terbaik untuk mendapatkan perawatan dari paramedis terkemuka. Duh, jadi envy. Indonesia kapan ya bisa punya faslitias canggih kayak gini? 

Selain itu yang saya garis bawahi pada 'recovery journey'nya Haller adalah kebugaran fisik Haller sebagai atlet profesional yang terbiasa dengan  jadwal yang  teratur. Udah, jangan bandingin sama kita sebagai penonton yag hobinya rebahan dan ngomentarin hasil pertandingan di media sosial, ya 😁
Alih-alih dipecat, selain dari keluarga, dukungan dri  teman, klub, dan para penggemar  adalah trigger signifikan yang mendukung kesembuhannya hingga Haller kembali bermain layaknya pemain profesional. Seakan-akan nothing happen to him. Ga sedikit lho pemain yang rehat karena faktor cedera harus berjuang keras kembali ke performa terbaiknya. 

Karir Sebastian Haller

Haller bermain selama 5 musim untuk klub Ligue1 Perancis, Auxerre  (2010-2115) lalu bergabung dengan klub Belanda, Ultrecht sebagai pemain pinjaman pada tahun 2015 dan diperpanjang sebagai pemain tetap pada musim berikutnya.  

Haller kemudian wira wiri bersama klub Eradivisie (liga Belanda), Eintracht Frankfurt pada tahun 2017-2019 dan menarik minat klub West Ham United besutan David Moyes. Sayangnya Haller gagal bersinar di liga Inggris dan memilih untuk kembali ke Belanda sebagai pemain Ajax Amsterdam. 

Di Ajax inilah Sebastian Haller menunjukkan performa terbaiknya hingga membuat Borussia Dortmund tertarik untuk mengontraknya hingga saat ini.

Prestasi Sebastian Haller 

Kalau di tim junior Haller pernah bermain untuk timnas Perancis, justru ketika berkarir  sebagai pemain senior, Haller memilih untuk bergabung dengan tim nasional  Pantai Gading.  Bersama negaranya, Haller membuat Mo Salah dan pemain timnas Mesir lainnya kalah pada final Piala Afrika 2023 lalu. 
source: The Sun

Tidak menjadi bagian dari rencana David Moyes di West Ham, justru permainan Haller jadi cemerlang bersama Ajax pada  Liga Champions UEFA musim 2021-22 dan mengantarkannya menjadi top skorer pada musim yang sama.  

Ini nih, contoh kalau seorang Haller bukan pemain buruk.  Hanya saja tidak berada di klub yang tepat untuknya.  Kuncinya? Haller ga lekas menyerah. 

Perjalanan karir Haller yang tidak mulus bahkan membuatnya harus naik meja operasi tidak menjadikannya patah arang. Alih-alih nge-flopp, Haller malah bisa  come back'  dengan performanya yang melampaui ekspektasi. Ah keren banget sih Haller ini. Saya jadi ngefans dengan usaha gigihnya.  

Walau ga mengikuti Bundesliga (liga Jerman), saya termasuk orang yang anti mainstream mendukung tim semacam Munchen atau Leverkusen😁. 

Di luar Liverpool yang memang jadi salah ikon legenda liga Inggris, saya adalah pendukung tim yang under rate seperti Borussia Dortmund. Seneng aja gitu kalau tim-tim kuda hitam memberikan kejutan pada sebuah kompetisi atau turnamen. 

Dortmund bukan jelek, sih. Dulu juga mereka pernah punya jajaran pemain bagus yang selain berkontribusi untuk timnas, alumninya juga jadi pemain bagus di liga Inggris yang dikenal dengan kompetisinya yang cadas. 

Catatan prestasinya saja yang belum bisa sejajar dengan tim yang sudah lebih kuat juga dukungan dukungan dana. 


Share:

Thursday, 28 March 2024

Pemain Muslim di Premier League dan Bulan Puasa

Beberapa waktu lalu saya nemuin konten stadion Etihad yang dijadikan tempat berbuka puasa. Satu kata aja, keren! 

Setelah hengkangnya Riyadh Mahrez dan Ilkay Gundogan, di musim 2023-2024 ini tim Manchester biru tidak memiliki pemain muslim dalam skuadnya. Akan tetapihal tersebut tidak menghentikan pihak klub untuk memberikan penghargaan kepada komunitas muslim di sekitarnya.


Inggris memang termasuk salah satu negara Eropa yang muslim friendly. Masjid/tempat untuk salat dan supermarket atau resto yang memiliki sertifikat makanan halal di sana mudah didapatkan. 

Setidaknya ada 5 kota besar yang muslim friendly yaitu Bradford, Luton, Blackburn, Birmingham, London, dan Dewsbury. 

Saat ini Islam jadi agama kedua terbesar di Inggris, lho. Pada bulan Ramadhan tahun ini juga dirayakan di London dengan pemasangan lampu dekorasi Happy Ramadhan. Ini adalah kali kedua setelah sebelumnya dilakukan hal yang yang sama di kota itu. 

fotonya punya https://www.timeout.com/

Proyek Ramadan Lights ini awalnya digagas oleh Aisha Desai dan Ramadan Lights UK. Untuk tahun ini acaranya diorganisir dan didanai Aziz Foundation. Desai merasa proyek ini bikin umat Islam di Inggris makin merasa punya tempat dan diakui.

Inggris juga punya industri sepak bola yang jadi primadona di Eropa dengan sejumlah pemain-pemain muslim yang merumput di sana. 

Siapa saja mereka? Kita kenalan, yuk.

Mo Salah (Liverpool)

Sebenarnya selain Mo Salah masih ada pemain muslim yang bermain untuk The Reds ini, yaitu, Ibrahima Konate. Hanya saja saat ini Konate sedang bergabung dengan pemusatan latihan timnasnya untuk kualifikasi Euro.  

FFF (federasinya sepakbola Perancis) melarang pemain timnasnya yang muslim untuk berpuasa pada saat pemusatan latihan dan pertandingan digelar. Udah dengan santainya juga bilang untuk menggantinya di bulan lain.

Ih, kesel. Emang bulan lain pemain-pemainnya ga maen bola, gitu? Saat bermain untuk klubnya mereka yang muslim tetap berpuasa dan ga ada korelasinya antara kekalahan atau kemenangan tim yang dibelanya dengan pemain itu sedang berpuasa atau tidak. Duh, bener-bener deh.

Dah ah, lagi puasa, biar ga jadi dosa ya misuhin si FFF ini hihihi. Kurang iqra dia. Padahal ya bisa aja diakali dengan berbuka saat half time bisa diakali dengan water break atau ini yang unik. Ada lho pemain yang pura-pura cedera biar temennya yang muslim bisa cepet-cepet buka puasa.

Ngomong-ngomong soal Mo Salah ada fakta unik tentang dia, nih. Kehadirannya di klub yang bermarkas di Merseyside ini secara signifikan mempunyai pengaruh terhadap simpati fans pada agama Islam. Para fans membuat lirik chanting seperti ini:

Mohamed Salah, a gift from Allah.
He came from Roma, to Liverpool.
He’s always scoring, it’s almost boring.
So please don’t take Mohamed away

Selain  chanting di atas masih ada  lirik yang memuja Mo. Begini liriknya:

If he's good enough for you, he''s good enough for me

If he score another few, then I'll be muslim too

Ada juga fans Liverpool yang masuk Islam karena terpesona dengan akhlaq baik yang ditunjukan Mo Salah, bukan saja dari selebrasinya di lapangan dengan bersujud tapi juga keramahannya pada fans membuat Mo begitu dicintai fans.

Ahmad Diallo, Sofyan Amrabat & Altay Bayindir (Manchester United)

Nama Ahmad Diallo memang lagi ngehits setelah gol fenomenalnya menjebol gawang Liverpool pada perempat final piala FA. Sebagai fans Liverpool saya merasa nyesek lihatnya hahaha. Tapi yaudah deh, ya. Namanya juga pertandingan. 

Nah, selesai pertandingannya itu Ahmad Diallo sangat emosional mengungkapkan kegembiraannya.  Gini katanya:

"Impian jadi nyata. Gol itu memberi saya tambahan kepercayaan diri dan saya ingin terus seperti ini. Saya sangat gembira. Hal terpenting adalah memenangi pertandingan ini."

Apalagi saat Diallo mencetak golnya itu dia sedang berpuasa. Apa ga terasa makin spesial, tuh? Makanya saya gemes tuh sama si FFF. 

Kalau Sofyan Amrabat cukup familiar, mungin banyak yang bertanya-tanya, Altay ini siapa sih?Nah, Altay adalah kipernya timnas Turki. Sayangnya di MU ia kalah bersaingan dengan Onana dan ga jadi pilihan pelatih Ten Hag. 

Mohammed Elneny & Thomas Partey (Arsenal) 

Jika Elneny adalah rekan satu timnya Mo salah di timnas Mesir, Thomas Partey berasal dari Ghana. Elneny saat ini sedang dibekap cedera.

Makanya kita jarang melihat kemunculan namanya dalam line up pemain yang diturunkan Arteta saat Arsenal berlaga.  

Rayan Ait Nouri (Wolverhampton).

Beruntung The Fox (julukan untuk Wolverhampton) punya bek Aljazair ini. Secara individu, Nouri punya skill menawan dan membuat klub-klub besar seperti duo klub dari Manchster menaksir pemain ini. Belakangan ini Jurgen Klopp yang akan rehat dari karirnya sebagai pelatih pun menyarankan Liverpool untuk merekrut pemain yang satu ini.

sumber gambar: goal.com

Soal bermain bola di bulan puasa, begini katanya seperti yang dilansir di web klub yang juga jadi klubnya Justin Hubner:

"Itu tidak masalah. Ini tidak terlalu sulit, saya masih berlatih, saya masih memberikan sebanyak mungkin yang saya bisa, dan memberikan yang terbaik selama latihan.

Untuk pertandingan, saya mendapatkan pengecualian karena pertandingan tersebut menuntut, tetapi kemudian saya akan mengejar ketinggalan nanti dengan hari-hari yang akan saya lewatkan."

Mohammed Kudus, Nayef Aguerd, Kurt Zouma, Said Benrahma (Westham United)

Klub asal London yang jadi idolanya favoritnya Elijah Wood ini punya empat pemain muslim yang bermain bersama di dalam timnya. Kalau Kudus pemain berkebangsaan Ghana, Aguerd satu timnas dengan Amrabat di Maroko, sementara itu, Zouma dari Perancis dan Benrahma berasal dari Aljazair.

sumber gambar: goal. com

Kudus mendapat pujiannya dari David Moyes yang tetap berpuasa selama Ramadhan. Pada pertandingan babak 16 besar Liga Europa, West Ham United mencapai kemenangan 5-0 yang mengesankan melawan Freiburg. Di laga itu, Kudus  yang tetap berpuasa  mencetak dua gol brilian ke gawang klub asal Jerman tersebut.

Selain nama-nama di atas, masih ada pemain muslim lainnya yang merumput di Premier League. Antara lain Ernes Unal (Bournemouth - Tukri), Tariq Lemptay (Brighton - Inggris), Adama Traore (Fulham - Spanyol), Anel Ahmedhozic (Sheffield United - Bosnia)  dan nama-nama lainnya yang jumlahnya kurang lebih ada 20an orang.

sumber gambar: ligaolahraga.com

Kehadiran Mo Salah dan pemain-pemain Muslim dalam Premier League mengirim pesan peran pemain Muslim dalam Liga Premier tidak hanya mencerminkan kemampuan mereka sebagai atlet, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya pengakuan, penghargaan, dan penerimaan atas keberagaman dalam dunia sepak bola dan masyarakat pada umumnya.  

Mudah-mudahan ga ada lagi diskriminasi seperti yang dilakukan federasi sepakbolanya Perancis itu, ya.


Share:

Wednesday, 27 March 2024

Nonton Premier League Live TV dengan Paket 90 Ribuan

Salah satu keinginan besar yang ingin saya realisasikan adalah menonton langsung pertandingan Liverpool di ajang Premier League. Bayangkan saja, melihatnya di televisi saja sudah bisa merasakan betapa luar biasanya atmosfir stadion yang bisa membuat bulu kuduk merinding. 

Bayangin deh, kita ada di stadion dan tiba-tiba melambaikan syal atau barang lain sambil nyanyi lagu kebangsaan, "You’ll Never Walk Alone". 

Saya pernah baca postingan teman yang berhasil sampai ke Anfield. Senang banget lihatnya, semoga bisa segera ikutan juga. Aaamiin!

sumber: https://www.liverpoolfc.com/
Tapi yaaa, you know lah. Beli tiket nonton liga Inggris ga kayak beli seblak, ya huehehe. Walaupun tiket masuk ke Anfield katanya lebih murah dibanding klub lain. Ya kali bisa ke sana pake karpet Aladin. Ongkosnya emang ga diitung?

Tapi tentu saja, ngerti dong. Beli tiket buat nonton liga Inggris itu beda banget sama beli seblak, hahaha. Meskipun konon harga tiket masuk ke Anfield lebih terjangkau dibanding klub lain. Mungkin harus pake karpet Aladin biar bisa sampai ke sana. Biaya transportnya kan nggak dihitung?

Nah, sebelum manifestasi nonton Bang Ipulnya jadi nyata, mari kita nikmati dulu keseruan nonton 

Premier League live TV sebagai suporter layar kaca. Masih tetap seru, kok. Salah satunya lewat Nex Parabola! Jangan lupa cemilan cepuluhnya buat nemenin gregetan dan histeria selama nonton.



Sekilas Tentang Premier League: Liga Sepakbola Terbaik di Dunia

Kenapa Premier League a.k.a Liga Inggris?
Dibanding liga-liga bola di dunia terutama di Eropa, Industri sepakbola di Inggris memang jadi leadernya.

Premier League, atau Liga Utama Inggris, adalah liga sepakbola dengan kasta tertinggi di Inggris yang reputasinya sudah diakui secara internasional. Sebagai liga yang terpopuler, Premier League diikuti oleh 20 klub yang bersaing dalam format kompetisi home and away, di mana setiap klub bertanding 38 kali dalam satu musim.

Premier League juga terkenal karena intensitas kompetisinya, kualitas permainan yang tinggi dan persaingan yang intens di antara klub-klub besar dengan catatan sejarah dan prestasinya yang menyedot dukungan dari berbagai negara dunia, bukan saja di Inggris. Misalnya saja klub-klub itu adalah Manchester United, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal.

sumber skysports

Selain sistemnya yang rapi seperti nilai kontrak sponsor, hak siar, dan transfer pemain yang sangat besar, secara visual liga Inggris memberikan visual menonton yang menyenangkan. Teknik kameranya terbaik, juara banget deh.

sumber: goal.com
Secara teknis di lapangan,  nama-nama besar pemain seperti Mo Salah, Erling Haaland, dan  Declan Rice atau pelatihnya yang berkualitas seperti Pep Guardiola, Mikel Arteta dan Jurgen Klopp. Siapa yang meragukan kapasitas mereka? Mereka adalah ikon smart  skill mumpuni mengolah si kulit bundar atau sebagai juru taktik yang brilian.

Keunggulan Paket Premier League dari Nex

Untuk menghantarkan pengalaman nonton liga yang menyenangkan, Nex Parabola menawarkan paket Premier League dengan harga yang ramah di kantong. Cukup bayar Rp 90 ribu saja per bulan, kamu bisa nonton semua pertandingan Premier League live TV! Selain itu, Nex Parabola juga punya beberapa kelebihan lain:

1. Akses Luas
Gak bakalan ada tuh momen penting yang kelewat. Nex Parabola memberi akses penuh buat para pelanggannya ke semua pertandingan Premier League.

2. Minim Buffering
Sinyal stabil adalah kunci menikmati pertandingan sepakbola. Menit ke menitnya selalu menyuguhkan keseruan. Nah, kalau nonton di Nex Parabola ga da tuh kejadian buffering yang bikin baper. Soalnya Nex Parabola punya sinyal yang stabil dan berkualitas. Nonton Premier League tetap lancar jaya.

3. Fitur Tambahan
Gak cuma nonton di TV, k kita juga bisa mengakses liga Inggris di gawai lho. Bisa juga lho ditonton via HP , laptop, tablet atau komputer.  Ssst... ternyata meski berbasis parabola, Nex Parabola juga punya lho aplikasi dan platform digital yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun.

4. Banyak Pilihan Paket
Nex Parabola punya banyak pilihan paket yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Mau paket basic mencakup kanal-kanal olahraga hingga paket-paket premium yang menawarkan akses ke kanal-kanal hiburan tambahan tersedia lengkap. 

Biaya dan Cara Berlangganan

Seperti yang sudah saya bilang di awal. Kalau berlangganan paket Premier League di Nex Parabola gak pake ribet. Cuma Rp 90 ribu aja per bulannya. Semua keseruan Premier League sudah bisa kita saksikan tanpa tapi.

Cara berlangganan

Nah, udah tertarik dan pengen buru-buru masang, kan? Ini yang perlu dilakukan untuk berlangganan paketnya.

1. Kunjungi website resmi Nex Parabola.

2. Pilih paket Premier League yang kamu inginkan.

3. Lakukan pembayaran melalui aplikasi e-commerce (Bukalapak, Shopee, Tokopedia).

4. Selesai! Kamu tinggal duduk manis dan nikmati pertandingan Premier League live TV

Nonton Premier League Gak Pake Ribet? Bisa Banget!

Yuk, berlangganan Nex Parabola sekarang dan rasakan keseruan Premier League live TV tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Dukung tim favoritmu dan saksikan aksi para pemain bintang di liga terbaik di dunia!

By the way, makin ke sini makin seru aja tensi liga Inggris ini, ya. Jarak poin big four pada rapat. Ga boleh meleng dikit, nanti bisa kesalip tim lainnya. 

Belum lagi Liverpool, Arsenal, dan Manchester City yang harus berhadapan dengan Tottenham Hotspur.  Setiap kali bertemu dengan tiga tim ini doyan banget nyusahin. Ya bisa dibilang kalau mereka punya peran buat menentukan siapa yang akan jadi juara liga Inggris musim ini. Hayo, siapa?
 
Saya sih doain yang kenceng tim jagoan saya yaitu Liverpool keluar sebagai juara. Syaratnya sapu bersih semua pertandingan termasuk ketemu Spurs. Kalau kamu, dukung tim yang mana? Yuk, komentar, ya.


Share: