Dulu saya itu paling ogah masak olahan dari kambing. Termakan mitos yang katanya daging hewan ini jadi pencetus kanker (nenek, ibu dan beberapa kerabat pernah terkena kanker). Tapi ternyata setelah tes alergi dan dokter yang mendiagnosa bilang  ga ada masalah, barulah berani mencoba. Apalagi beberapa waktu lalu, tekanan darah yang rendah jadi  mencicipi sate kambing untuk membantu menormalkan tensi.

Olahan daging kambing, sosis, gandum, adas, kurma atau rempah yang melimpah seperti kapulaga, itu yang membenak di kepala  kalau disebut makanan khas arab. Buat sebagian orang, rasa gurih yang pekat belum tentu cocok di lidah. Terbiasa dengan makanan yang rada salty, tidak terlalu manis seperti itu selera lidah saya. Tapi bukan berarti saya kaku, fanatik dengan olahan masakan yang nyunda, makanan sehari-hari yang paling sering saya jumpai. Makanan  olahan daerah lain pun  suka kepingin nyoba.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/kuliner-timur-tengah-ala-kedai-grengseng-dan-babas.html
jangan keder dulu mencicipi makanan khas arab, ya
Saya emang masih picky sebenarnya mencicipi olahan daging kambing. Oke, alergi skip. Tapi gimana dengan kandungan kolesterol atau cara pengolahannya yang ga bener, yang menyebabkan daging yang kita makan jadi smelly? Well, mitos itu terpatahkan juga.

Alih-alih memeluk dompet erat-erat khawatir harga menu masakah yang mahal, saya menemukan kedai yang mengolah makanan khas arab dengan rate yang bersahabat. Hari kamis kemarin saya dan teman-teman blogger Bandung diajak mencicipi Nasi Goreng Kebuli Kambing ala Kedai Grengseng. Karena semuanya belum berkumpul, kami disuguhi dulu sambosa, semacam cemilan khas arab. Isinya berupa daging cincang, bawang dan cabai hijau. Mungkin semacam kroket kalau di sini mah.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/kuliner-timur-tengah-ala-kedai-grengseng-dan-babas.html
camilan khas arab ini wajib dicoba
Dengan membayar Rp. 20.000,- kita sudah mendapatkan satu porsi sambosa berisi 3 pcs lengkap dengan saus cabe dan tomat. Meskipun saat mengunyah lidah kita mengenali ada cacahan cabe hijau didalamnya, rasanya tidak pedas, kok. Trust me, hampir setahun ini saya menjaga jarak (kayak di jalan raya aja) dengan makanan pedas. Lidah saya jadi lebih peka mengenali tingkat kepedasan makanan. Kalau takut mules, kita masih bisa mencocolkan sambosa ini dengan saus tomat. Ditemani rinai hujan di luar sana, menikmati samosa dengan minuman hangat adalah cara yang asik menghabiskan waktu saat dingin yang menelisik.

Enggak pake lama, menu utama pun datang. Saya memilih nasi goreng kebuli ga pake pedas. Yes, di kedai Grengseng ini kita bisa memesan menu biasa atau spicy. Porsinya standar, cukup lah buat ukuran perut saya. Hanya dengan 25K saja, nasi kebuli dengan cacahan daging kambing muda dan taburan kismis di dalamnya cukup meredakan rasa lapar di perut.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/kuliner-timur-tengah-ala-kedai-grengseng-dan-babas.html
porsi dan harga nasi goreng kebuli ini cincai lah
Kalau masih keuekeuh enggak mau mencicipi nasi kebuli yang sarat dengan rasa daging kambing,  tenang aja. Kedai Grengseng menyediakan nasi goreng kebuli ayam atau menu khas Indonesia seperti nasi rawon,  nasi tongseng dan nasi goreng cikur. Kecuali nasi goreng cikur yang harganya cuma 15K, nasi tongseng dan nasi rawon di sini  dibanderoli harga 25K juga, sama dengan nasi goreng kebuli kambing. Sementara kalau ingin mencicipi nasi kebuli dengan rasa daging kambing yang lebih pekat dan tentu saja rempah-empah khas arabnya, bisa memesan nasi kebuli kambing. Porsinya sih sama saja, cuma sedikit beda di harga, yaitu 30K.

Ngomong-ngomong soal rempah yang diolah di Kedai Grengseng ini,  olahan bumbunya sudah disesuaikan dengan lidah  khas Indonesia. Jadi tidak sulit kok untuk beradaptasi dengan menu ala-ala Arab yang disajikan. Dan soal kekhawatiran daging kambing yang bisa mencetus kenaikan kadar kolesterol pun sudah diantisipasi oleh Kedai Grengseng. Daging kambing yang diolah adalah daging kambing muda yang usianya sekitar 6 bulanan, sehingga  kadar kolesterolnya lebih rendah. Selain itu,  daging kambing muda ini lebih empuk saat dikunyah dan tentu saja enggak smelly, tuh.

O, ya saya juga suka salad mini pendamping  khas nasi kebuli ini. Komposisi potongan tomat dan irisan bawang bombaynya terasa ngeblend di lidah berkat sedikit campuran cuka di dalamnya, seger.

Makannya sudah. Selain haus, juga biar ga tersedak, kami memesan minuman di Baba's yang menempati  food court yang sama.  Saya  memilih   Lemon sensation, minuman yang terbuat dari perasan lemon yang segar tapi tidak terlalu  kecut saat diseruput.  Cuma 16K saja  untuk satu gelas besar  ini.  Kalau menurut saya sih, bukan penggemar minuman asam pun masih bisa kok memesan Lemon Sensation, apalagi kalau cuaca di luar sana sedang panas-panasnya. Nyess deh, sukses bikin adem.

http://www.catatan-efi.com/2016/05/kuliner-timur-tengah-ala-kedai-grengseng-dan-babas.html
leom sensation, asem dan segarnya pas
Selain lemon sensation, masih ada minuman lainnya yang bisa dipesan. Ada timun serut yang terbuat dari timun serut, dicampur dengan melon, lemon dan sedikit susu untuk mempercantik penampilan. Harganya juga murce, kok cuma 12K saja.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/kuliner-timur-tengah-ala-kedai-grengseng-dan-babas.html
timun serut ala Baba's

Atau kangen dengan ras leci  yang manis tapi segar?  Cuma 14,5 K saja untuk satu porsi seperti ini.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/kuliner-timur-tengah-ala-kedai-grengseng-dan-babas.html
minuman leci
Selain ketiga minuman ini, Baba's menyediakan aneka minuman lainnya. Ada Teh Arab alias Halib Chai dengan campuran rempah-rempah di dalamnya, atau hookah (sisha), semacam rokok yang dihisap dengan selang. Dibuat dari jus buah-buahan, dengan rasa yang bisa dipesan direquest sesuai selera. Bisa jadi pilihan buat Pak suaminya, setidaknya asap  yang menguar dari sisha tidak setajam dan mengganggu dari tembakau  dari rokok biasa.

http://www.catatan-efi.com/2016/05/kuliner-timur-tengah-ala-kedai-grengseng-dan-babas.html
foto credit: Nchie Hanie
Kedai Grengseng dan Baba's
New Tubiz eat n chat
Jalan Tubagus Ismail No. 45A (dekat RS Habibie)
Bukan setiap hari jam 10.00 s/d 22.00 Kecuali sabtu malam, sampi jam 24.00
InstagraM: @kedaigrengsengkambing
live music setiap malam minggu di arena food court.
Yakin deh kalau semua wanita, atau minimal nih, kita (iya, kita) adalah orang yang modis. Modal diskon maksudnya. Ditawarin sesuatu yang berbau diskon pasti bola matanya membesar, lalu sudut bibirnya tertarik ke samping dan mengeskpresikan sumringah. Ga usah ngaca, kita sendiri bisa membedakannya. Ya, kan?
http://www.catatan-efi.com/2016/05/shopback-belanja-hemat-dengan-gabungan-cashback-dan-voucher-diskon.html
Belanja online dapat cashback? Mau lah
Enggak belanja secara offline kaya di toko, mall atau olshop biasanya kita suka membandingkan harga. Nyari produk yang sama dengan harga yang lebih murah atau ada diskonnya. Lah, beli di pasar atau abang yang lewat aja masih suka nawar.

Seperti juga belanja konvensional, belanja secara digital atau online juga bukan cuma murah dengan promo diskon. Dengan kode voucher tertentu yang dimasukan saat proses pembayaran, harga yang harus dibayar akan dipotong sesuai dengan nominal atau nilai voucher. Mulai dari 50 ribuan atau bervariasi misalnya 20% dari nilai belanja.

Sayangnya belanja dengan model voucher ini, enggak online atau konvensional gitu, umumnya engak bisa menggabungkan promo diskon. Misalnya gini, kita punya voucher diskon kosmetik senilai Rp. 100.000. Lalu pergilah kita ke sebuah mall untuk membeli persediaan bedak dan lipstik yang udah mau abis (ini mah saya banget). Seneng dong pas liat flyer di counter ada diskon 20%. Bisa ekstra irit, nih. Maunya gitu. Tapi feeling saya udah bilang kalau saya ga boleh kemaruk. Enggak mungkin deh tuh voucher diskon yang saya bawa bisa digabung sama promo kayak yang diworoin di flyer.

Ternyata beneran aja, voucher yang hari itu udah due date alias jatuh tempo eh expired hari itu ga berlaku di booth itu. Si mbaknya bilang gini:
Teh, vouchernya cuma bisa dipake di booth yang ada di anu, anu dan anu…
*sigh*

Lalu si mbaknya senyum lagi.
Tapi kan teh, untuk hari ini semua booth di sini ada diskon 20%. Jadi ga apa-apa ya vouchernya ga kepake, sama aja kok kalau dapet diskon.
Deuh si mbak spg ini emang bisa aja ngerayu. Meski saya bukan beauty blogger, tapi ga ada larangan saya berusaha tampil jadi seorang blogger yang beautiful, kan? *ya iya masa saya mau dandan ganteng? *

Ya udah, deh. Akhirnya saya milih beberapa produk yang saya butuhkan lalu membawa bon dari si mbaknya untuk dibayar ke kasir. Sayang juga sih akhirnya voucher itu ga kepake. Mau dipake di tempat lain buat belanja demi closing sebelum expired? Ga, ah. Selain udah cape dan pengen pulang, kosmetik yang saya butuhkan udah dapet semua. Mau beli apa lagi coba? Sempat kepikiran andaikan ada promo yang menggabungkan promo, diskon, voucher dan kode kupon yang bisa dipake pas belanja secara online.

Eh ternyata ada, lho. Saya menemukan ShopBack.co.id, situs belanja (bukan e-commerce) yang memberi akses untuk belanja di beberapa toko online seperti Tokopedia, BukaLapak, Lazada, Matahari Mall, eBay, AliExpress, Blibli, Groupon, Orami Bilna, Agoda, Tiket.com, Zalora dan lain-lain. Setiap belanja, kita akan mendapat tambahan uang Cashback sampai 30%, dan bisa ditransfer ke rekening pribadi! Ahay, sedap, nih. Lumayan buat nambahin THR. Secara sebentar lagi mau puasa dan lebaran, kan? Bisa nih, ngerayu adik biar nitip kalau pas kebetulan saya belanja online hihi… Kakak yang baik, kan? Ngajakin adik bisa hemat dan menyenangkan hati :D

http://www.catatan-efi.com/2016/05/shopback-belanja-hemat-dengan-gabungan-cashback-dan-voucher-diskon.html

Oke, menarik. Tapi aman, enggak?

Aman dong. Soalnya ShopBack sudah menjalin kerja sama yang resmi dengan e-commerce lokal yang udah disebutkan di atas. Selain itu juga kita bisa mendapatkan promo gabungan ini dengan berbelanja di beberapa e-commerce luar negeri.

Promosi produk anak negeri juga

Meski menjalin kerjasama dengan e-commerce luar, ShopBack ini juga mendukung produk Indonesia biar kita bangga dan para bule atau orang asing sana lebih aware. Produk Indonesia juga bisa bersaing dengan mutunya yang ga kalah bagus. Makanya suka ada aja campaign yang mempromosikan dan mendukung penjualan produk buatan Indonesia. Jadi, jangan antipati dulu, ya.

Kenapa belanja di toko online harus lewat ShopBack dulu?

Pasti nanyain kan, kenapa enggak langsung aja? Emang apa sih manfaat yang bisa didapatkan? Karena ini lho:

Lebih hemat karena mendapatkan tambahan uang Cashback sampai dengan 30%. Iya kayak yang saya bilang tadi. Dengan mengakses ShopBack, kita bisa menggabungkan berbagai promo, aneka diskon, memasukan kode voucher, atau kode kupon dari e-commerce + cashback yang ditawarkan dari ShopBack. Itung deh, kalau semua benefit ini bisa kita manfaatkan. Hayooo.. belanja di mall aja kita masih suka membandingkan harga. Selisih 10 -20 ribu aja dibelain, lumayan buat nambahin ngopi cantik hehehe. Kalau belanja secara online ya udah cara ini lebih ampuh dan menggoda, kan?

Produk apa saja yang bisa dibeli?

Banyak. Di sini kita bisa membeli aneka produk dengan harga murah untuk pulsa, gadget, beli smartphone baru, booking tiket pesawat, pesan kamar hotel pas liburan atau perjalanan dinas, pesan voucher makan, berburu makanan ringan, nambahin koleksi fashion baru, beli aneka makeup yang udah mau abis, sampai membeli kebutuhan ibu dan balita kayak popok dan susu. Yang belum kesebut di sini masih banyak, lho.
Ada promo kalau belanja lewat aplikasinya

Kebangetan emang Shopback ini. Banyak sekali kemudahan yang ditawarkan. Kalau di kantor atau di rumah kita bisa membuka situsnya lewat browser desktop/lappy atau yang sudah terinstall di smartphonenya, ternyata kita jga bisa menjelajahi lewat aplikasinya yang ada di Google Play Store. Udah gitu, untuk yang berbelanja dengan aplikasi mobile ShopBack, bakal mendapatkan promo eksklusifnya. Untuk yang mau promo eksklusifnya bisa langsung download aplikasinya disini ya.
Jangan lupa ajakin teman dan temin

Masih ada kebangetan lainnya dari Shopback ini. Dengan mengajak teman, kita akan mendapatkan bonus masing-masing Rp 25.000. Yang ngajak dan diajak sama-sama dapet. Ga akan ada yang merasa dimanfaatkan atau janjian bagi dua fee kalau berhasil ngajak. Semuanya kebagian, sama rata sama rasa. Jadi nanti kalau mau belanja, pake refereal saya aja, ya :)

Last but not least, saya mau bilang ini:

Belanja Hemat, ShopBack-in Aja!



 
Pernah denger dong  ya, semacam ledekan gurauan kalau ritual sebelum makan sekarang itu ada acara foto-fotonya. Berdoa? Saya mah positive thingking aja kalau teman di depan, sebelah atau siapapun  yang punya kebiasaan  foto makanan ini juga ga lupa  berdoa. Ga harus teriak kenceng juga cuma buat bilang, nih gue berdoa sebelum makan.   Kadang saya juga suka minta teman  jangan dulu mengadukan sendok di piring atau mangkuk, atau membuyarkan  komposisi kece  yang tersaji di gelas, demi sebuah ritual, foto-foto makanan atau miuman.

Cuma difoto aja? Enggak lah.  Setelahnya,  foto  share di media sosial, biasanya facebook atau instagram. Kadang ditulis di blog juga, meskipun kita datang ke tempat makan itu bayar pake uang sendiri.  Kalau ada yang complain  share foto di medsos  itu suatu tindakan pamer saya nyengir aja. Lah, itu  memang  gunanya  media sosial.   Buat saya lebih halus kalau redaksinya berbagi. Kalau ternyata bikin ngeces  atau kita jadi menelan ludah, berarti mission accomplished. Target tercapai.  

Jangan salah lho, berbagi foto di media sosial ini ga melulu bikin sirik atau apalah.  Saat kita pergi ke Yogya misalnya, mau cari kulineran, kalau ga tanya temen, biasanya kita sudah punya list  kulineran  berdasarkan foto atau review yang sudah dishare teman di media sosial itu.  
http://www.catatan-efi.com/2016/05/foodyid-aplikasi-wajib-buat-kulineran.html
ngopi cantik yuuuk
Selain membaca caption foto di medsos  atau review  yang ditulis di blog, masih ada aplikasi gadget yang bisa dijadikan referensi berwisata kuliner, salah satunya adalah foody.id. Aplikasi yang asalnya berasal dari Vietnam ini mempunyai fitur menarik  bagi para foodies  yang senang berbagi informasi tentang tempat makanan yang enak juga yang perlu informasi real time, ga pake lama. Aplikasi  foody.id bisa diunduh di Google Play  bagi pemilik HP android atau apple store bagi yang memiliki handset berlogo apel  alias sistem operasi iOS itu.

Seperti ini tampilan awalnya.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/foodyid-aplikasi-wajib-buat-kulineran.html
pilhan login foody.id
Tinggal pilih mau login via medsos apa? Kalau saya login via FB, karena akun medsos saya  yang satu ini paling aktif hehehe.

http://www.catatan-efi.com/2016/05/foodyid-aplikasi-wajib-buat-kulineran.html
kumpulkan terus poinnya
Ini salah satu keunggulan  foody.id dibanding aplikasi sejenis. Setiap aktivitas membernya akan diganjar dengan poin. Setelah mencapai jumlah tertentu,  bisa kita redeem dengan voucher, lho. Semakin aktif ya semakin besar poin yang kita dapatkan.  Waktu saya daftar langsung dikasih  poin 5, setara dengan  Rp.5.000,- lumayan kan?

Ini lho fitur-fitur yang ada di aplikasi foody.id

Paling baru

http://www.catatan-efi.com/2016/05/foodyid-aplikasi-wajib-buat-kulineran.html
referensi terbaru
Setiap  ada foto atau ulasan terbaru bisa kita kepoin di menu ini. Ada banyak jenis makanan yang kateogorinya bisa kita cari sesuai dengan selera (dan budget). Cinta mati sama makanan Indonesia? Gampang!  ada banyak. Kalau suka menu western kayak Amrik, Perancis, atau menu asia ala Cina/Tiongkok dan  Thailand,  bisa juga kita cari berdasarkan kategori.

Tempat makan terdekat

Foody.id juga sudah mengintegrasikan  sistem navigasi  pencarian tempat makan terdekat. Dengan nge-tap menu ini kita akan mendapat informasi tempat makan paling dekat. Tinggal pilih aja yang sesuai selera. Ternyata deket-deket rumah saya itu buanyaaak  banget tempat makan yang belum disambangi. 
http://www.catatan-efi.com/2016/05/foodyid-aplikasi-wajib-buat-kulineran.html
lain tempat waktu nyari hasilnya bakal beda. ini hasil pencarian di sekitar tempat tinggal saya

Paling banyak diulas

Masih bingung  mau pilih tempat makan dan takut salah pilih? Tenang, ada menu Paling Banyak Diulas.  Coba ulik deh, kira-kira  yang direkomendasikan  di sini ada yang klik dengan selera, ga? Jangan-jangan tambah bingung karena tampilan foto berikut ulasannya  menggoda semua  :)

http://www.catatan-efi.com/2016/05/foodyid-aplikasi-wajib-buat-kulineran.html
gimana? tergoda, kan?

Posting foto dan ulasan

Punya akun foody.id sayang banget kalau cuma dipake nyari referensi.  Coba deh bagian informasi  tempat makan yang recomended. Ga usah panjang kayak di blog, kok. Simple aja. Selain berbagi  informasi dan review tempat makan, seperti  yang sudah saya biang tadi, poin yang terkumpul bisa kita tukarkan untuk mendapat voucher makan gratis. Yummy!

http://www.catatan-efi.com/2016/05/foodyid-aplikasi-wajib-buat-kulineran.html
foto dan ulasan ala saya :)
Gimana kalau pas unggah foto ga nemu tempat  makan baru? Tenang, foody,id menyediakan fitur itu, sekalian beramal baik untuk mereferensikan tempat baru yang ingin kita perkenalkan. Tinggal isi aja menu berkut ini.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/foodyid-aplikasi-wajib-buat-kulineran.html
tambahkan sendiri referensi tempat baru
Tenang aja, foody.id ini ringan kok, ga ngabisin memory dan loadingnya  cepat, ga akan bikin kita baper karena lemot. Cuma 13,79 MB saja ukurannya. Setara kurang lebih 4-5 foto  yang kita bidik dengan  kamera ponsel.

Jadi,  kalau nanti jalan-jalan lagi, referensi  buat kulineran sudah ada digenggaman, yes? Iyes, dong
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Duh Efiii... please deh, jangan  suka ngasal.  Emang ada yang menyenangkan dari tanggal tua? Kayak situ ga ada masalah aja kalau lagi tanggal  tua.

Hohoho..  pasti kepikiran gitu waktu baca judul  blogpost saya ini, ya.   Eh tapi selalu ada dua sisi dari satu masalah, lho. Terngantung sudut pandang kita menilai sebuah masalah.  Kalau dibawa bete  ya bete,  kalau dibawa hepi ya hepi.

Calm down,  tenang dulu.  Jadi apa itu yang menyenangkan  dari tanggal tua berdasarkan pantauan dan ehm pengalaman saya?  Ini nih...
http://www.catatan-efi.com/2016/05/6-hal-positive-thinking-di-tanggal-tua.html
selalu ada sisi positif dari semua hal yang dialami termasuk ketika bokek

1. Saatnya Diet

Iyes, kalau tanggal  muda kita dibuat lapar mata dan cheating melanggar aturan diet,  tanggal tua gini kita jadi lebih terkontrol.  Makan di resto? Skip.  Ngopi cantik di kafe franchise atau lokal? Skip  juga.  Jadi kalau lapar kita lebih hati-hati  milih menu makan.  Misal sehari makan 3 kali jadi 2 kali. Nah biar kenyangnya rada lamaan, akhirnya kita milih makanan yang mengenyangkan. Eh ternyata,  ada hikmah lainnya. Makanan yang ngasih efek kenyang lebih lama itu makanan yang kandungan seratnya banyak, lho. Makan karedok atau lotek misalnya. Satu porsinya juga murah, biasanya ga lebih dari  15.000an. 
Satu porsi lotek yang banyak gini ga sampai 20 ribu lho

2. Bayar Utang Puasa

Nah, ini juga bisa jadi pilihan buat kita maksa lunasin utang puasa. Saat banyak duit suka bikin tergoda pengen kulineran atau ngemil melulu. Pas bokek, dan ternyata bingung mau makan apa buat nanti siang, ya udah puasa aja. Ngurangin anggaran makan dan utang puasa pun bisa dilunasi. Eh, by the way sebentar lagi bulan Ramadhan. Gimana utang puasanya? Udah pada lunas?

3. Jadi Banyak Bersyukur

Iya,  dengan kondisi bokek  bikin  kita mikir banyak.  Menumbuhkan jiwa empati. Oh, ternyata begini rasanya kalau lagi bokek.  Sedikitnya  tau rasanya para pedagang yang mendorong gerobak atau menjajakan jualannya  yang susah laku dan menahan lapar. Lain kali  kalau punya duit berlebih, coba deh sesekali beli jualan mereka. Entah itu makanan atau barang yang sebenarnya ga kita butuhin kayak penjual keset atau sapu misalnya. Anggap aja sedekah.

4. Perencanaan Keuangan jadi Rapi

Kalau lagi bokek, keluar duit dikit aja diitung dan diinget.  Enggak ada selembar warna hijau di dompet  bikin kita mikir  abis dipake apa, ya? Dibelanjain buat apa, ya? Nah, harusnya bukan cuma pas tangga tua aja kita jadi rapi mencatat semua pengeluaran. Lagi banyak duit juga bagusnya dicatat jadi lebih rapi. Bahkan belanja  barang diskonan saat belanja  online pun harusnya  kita catet, juga. Yang namanya diskon ga selalu identik dengan reject atau  ga mutu, kok.

5. The Power of  Kepepet Bikin Kreatif

Karena dompet lagi langsing, rekening di titik saldo minimal mau ga mau kita jadi muter otak gimana caranya biar ga tersiksa dari rasa lapar.  Kalau lagi kepepet gini, bohlam kuning di atas kepala kita biasanya jadi lebih terang. Lalu muncul deh ide beranak pinak  yang bisa kita eksekusi. Coba deh cek lemari es atau lemari persediaan makanan. Mungkin ada mie dan telur.  Bikin deh omelet murmer rasa rumahan yang enak. Atau ada bahan mentah untuk membuat puding atau kue yang bisa dimanfaatkan.  Ada tepung terigu dan sisa tempe  lalu kita buat mendoan. Satu blok tempe mentah yang harganya lima ribuan ternyata bisa kita olah jadi mendoan bisa dinikmati rame-rame. Bisa deh sampai buat 5 orang mah. Hari biasa beli cemilan 5 ribuan buat sendiri aja biasanya ga cukup. Iya, kan?
   
Saat bokek juga ga cuma bikin kita kreatif soal makanan. Sabun mandi dan samphoo misalnya.  Pas di botol tinggal dikit lagi dan gajian harus nunggu besok, bisa tuh ditambahkan air ke botolnya, lalu kocok.  Lumayan bisa dipake buat mandi, tapi sekali aja ya huehehe..  selanjutnya sih efeknya kurang berasa.  Cara yang sama juga bisa kita manfaatkan untuk shampoo. Tapi semoga saat akhir bulan, pasta giginya tetep available alias ga abis.  Ga kebayang kalau tube pasta giginya dicampurin air gitu biar bisa dipake. Eh tapi ding, bisa dipotong dibagi dua gitu terus ambil sisa pasta gigi yang tersisa. Doooh segitunya :P

6. Jadi Lebih Sehat

Biasanya pesan ojek atau taksi konvensional atau aplikasi, jauh dikit ngangkot karena malas jalan, apa lagi bokek gini  kalau  lagi seret kayak tenggorokan yang kehausan bisa jadi bikin kita jalan kaki. Ngenes? Enggak juga.  Dengan jalan kaki kita jadi sehat karena jarang-jarang olahraga.
Kalau macet gini kadang jalan kaki jadi bisa lebih cepet
Dengan jalan kaki kita ga bete pula tertahan di jalan yang macet. Lagian misuh-misuh di kendaraan saat macet  suka bikin kita emosi dan mungkin ngeluarin sumpah serapah. Kalau ga ketahan malah jadi dosa karena kebanyakan grumpy. Risikonya sih paling betis jadi bengkak :D


Menahan  nafas, menutup hidup dengan telapak tangan, tissue atau  apalah  biasanya suka saya lakukan  kalau melewati pasar tradisional.  Kesan  jorok, bau dan kumuh memang sudah kadung melekat dengan pasar tradisional. Apalagi kalau sudah  hujan, perjuangannya jadi ekstra berat. Bau dari sisa sayuran, buahan yang membusuk, limbah dari daging dan ikan yang amis semakin kuat menguar. 

Makanya, soal  kenyamanan tempat belanja jelas  belanja ke supermarket  adalah jawabannya, tapi  kalau ditanya soal  harga, tetep pasar tradisonal  juaranya. Soal harga yang lebih mahal ini juga membuat saya jadi picky saat belanja ke supermarket.  Saya bakalan milih-milih yang sekiranya masih  bisa saya toleransi atau beneran  butuh dan sukar ditemukan di  pasar tradisional. 
http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
kalau pasar tradisonal nyaman gini kan enak ya, mau belanja
Imej ga nyaman itu juga yang ingin dihilangkan Pemerintah Kota Bandung. Pasar Cjihapit, jadi pasar  tradisional pertama yang jadi project pilot sebagai pasar  tradisional  yang bersih dan tertata rapi.


Saya juga pernah mengunjungi  Pasar Sederhana, letaknya tidak jauh dari letaknya dari Rumah Sakit Hasan Sadikin. Memang sih, belum sempat menlongok ke dalam, cuma sampai halaman luar saja untuk meliput sebuah acara. Masih ada pedagang yang tumpah sampai ke bahu jalan, tapi masih mending. Ga kumuh seperti  Pasar Caringin,  Pasar Andir dan Pasar Ciroyom  yang  aroma khasnya  bisa bikin mual perut -_-. Terlepas dari kondisi pasar tradisinal yang memang masih banyak kekurangannya, ada yang bisa kita peroleh dan tidak kita dapatkan di supermarket. lho.

Menawar Harga

Tidak seperti di mall, di pasar tradisional kita masih bisa menawar harga. Dengan komoditas yang sama, kita bisa membandingkan harga dari lapak yang berbeda.  Satu kilogram ayam, satu ekor ikan  yang masih segar dan utuh sangat mungkin bisa kita dapatkan dengan harga 'miring'. Alasannya mungkin karena langganan, tetangga, penghabisan, borongan atau apalah. Coba kita tawar deh satu kilo daging ayam yang sudah dikemas di chiller super market. Ga akan berani nawar, kan?
http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
sayuran, daging dan ikan egar ini  ga kalah kualitasnya sama yang di supermarket

Interaksi Sosial 

Hal lain yang tidak kita dapatkan di super market namun masih ada di pasar tradisional adalah interaksinya. Kalau di super market biasanya kita ditanyai pertanyaan standard seperti 'punya kartu member?' atau 'bawa kantong sendiri dari rumah?'

Baca  ini juga ya  Tentang Kantong plastik Berbayar

Pertanyaan Dari pedagang di pasar tradisional bisa lebih cair dan friendly. Misalnya kayak gini

Ke mana aja, udah lama ga keliatan belanja?
Si Teteh yang sulung sekarang sekolah di mana?
Udah pesen tiket mudiknya, belum pak/bu?

Daaan... yang disukai kebanyakan pembeli di pasar yang kebanyakan para ibu yang doyan diskon adalah tester gratis saat belanja buah-buahan.  Kan biasanya suka kepo. Beneran sudah matang dan manis ga, buah yang akan dibeli? Sebisa mungkin dapat  barang bagus dengan harga murah. Iya, kan?  :)

Hari Jumat 20 Mei 2016 kemarin, saya dan 6 blogger Bandung lainnya (Teh Eno, Yasinta, Euis, Syifa, Nchie dan Koko)  mendapat undangan lagi untuk menghadiri acara  yang berlangsung mulai jam 13.00 setelah salat dzuhur. 

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, kalau para mahasiswa SBM ITB ini secara berkala setiap angkatan akan terlibat mendampingi para pedagang di Pasar Cihapit. Untuk angkatan sekarang yang diketuai oleh Adam Hermawan ini masa tugasnya akan segera berakhir dan dilanjutkan oleh angkatan berikutnya.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
Apresiasi  yang tinggi  untuk pasar Cihapit
Selain melakukan pendampingan untuk para pedagang pasar dan menyelenggarakan sekolah pasar untuk anak-anak, mulai tanggal 20 Mei kemarin juga diresmikan Perpustakaan Alit di kawasan Pasar Cihapit ini. Didukung oleh partisipan berbagai pihak,  peresmian perpustakaan ini juga diramaikan dengan cap telapak tangan oleh para penggiat di pasar Cihapit termasuk undangan yang hadir.

http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
Sakola Pasar Cihapit
http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
Para partisipan yang bekolaborasi
http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
Berekspresi setelah cap telapak tangan
http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
sebagian  koleksi Pepustakaan Alit
Pssst... Ada yang unik juga di pasar tradisional yang jam 13.00 siang aktivitasnya sudah mulai sepi ini. Enggak mau kalah dengan para pegawai negeri di instansi pemerintah kota Bandung, para pedagang pasar Cihapit juga punya program Rebo Nyunda. Selain berpakaian kebaya, para ibu-ibu di sini punya aktivitas menyanyi bareng-bareng. Hasilnya mereka  pamerkan pada acara kemarin.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
Para emak juga ga mau kalah ikutan perform nyanyi  ditemani Bu Cilik, dosen SBM ITB

Ramah Anak dan Difabel

Anyway, pasar tradisional juga bukan cuma bisa rapi dan bersih saja. Interaksi yang guyub, harga yang murah dengan komoditas yang berkualitas, akses yang ramah dan mudah bagi anak-anak dan penyandang difabel juga ditawarkan di sini. Saat peresmian Perpustakaan Alit kemarin, anak-anak sekolah pasar ini  turut meramaikan panggung stelah sebelimnya menyimak acara mendongeng  di panggung bersama Kak Tera.

 Lucu juga melihat mereka. Ada yang percaya diri, malu-malu atau menangis dan  ngumpet di belakang ibunya. Eh tapi  testy dari pedaggang pasar di sini, mereka senang sekali. Anak-anak-anaknya  yang belum sekolah bisa ikut ke pasar dan belajar banyak  hal.  Keren, ya?
http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
Saka, bocah yang pegang mike ini lucu banget. Paling pede diantara teman-temanya
Mudah-mudahan pasar lainnya di Bandung dan Indonesia segera menyusul dengan pasar tradisionalnya yang serba friendly, mulai kenyamanan saat menyusuri setiap lorong dan lapak  sampai harga dan kualitas barangnya.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/pasar-cihapit-kebangkitan-pasar-tradisional.html
foto bareng Pak Camat. Credit: Yasinta Astuti
Foto bareng sama mc cantiknya. Credit: Nchie Hanie



Hobi atau enggak hobi nonton tv, kebanyakan dari kita punya kebiasaan jelek, nonton tv dari dekat (jangan-jangan kamu aja, Fi). Ya kali,  harus punya tv segede gaban kayak home theatre baru deh duduk anteng, ga deket-deket layar. Kayak saya nih, meski udah lamaaaa banget ga jabanin sinetron tapi kalau udah ada tayangan di tv yang menarik suka gatel aja pengen merapat ke tv, jadi lebih deket. Hiks, kebiasaan jelek akibat kepo sih.

Suka diomelin sama ortu karena kebiasaan ini. Dari jaman tv model tabung yang cembung itu sampai sekarang layarnya model flat  yang canggih  kayak Spesifikasi TV LED Samsung [disclosure] yang sekarang juga bisa dibeli secara online kayak di Matahari Mall. Cuma rada mending sih kalau nonton dari tv model begini, jaraknya ga terlalu rapat hehehe. Dengan tampilan gambar yang terlihat lebih jernih dan colorfull membuat acara nonton tv jadi lebih nyaman. Duh, kenapa ga dari dulu ya teknologi canggih model gini udah eksis? 
http://www.catatan-efi.com/2016/05/4-hal-penting-saat-menonton-tv.html
berapa biasanya jarak terjauh nonton tv?
Ya sudahlah, daripada meratapi mata saya yang sebenarnya udah minus (iya beneran) dan suka siwer kalau lihat tulisan kecil dari jarak agak jauh, mendingan saya menyadarkan adik-adik (((adik))) yang masih unyu biar ga melakukan kesalahan yang sama. Eh tapi, tips ini juga berlaku buat teman-teman yang masih normal matanya, alias ga direcoki siwer dan tergantung kacamata. Trust me, anugerah kesehatan dari Tuhan itu baru berasa kalau udah sakit.

Menjaga Jarak Pandang yang Tepat

Menjaga jarak bukan cuma berlaku dengan kendaraan di depan kita saat di jalan raya atau dengan mantan. *uhuk*. Menjaga jarak dengan tv (termasuk layar laptop juga sih) yang ideal menurut asosiasi dokter mata Kanada (Canadian Association of Optometrists), adalah sejauh adalah 5 kali lebar TV. Misalnya nih, tv yang kita tonton itu berukuran 29 inch. Jadi jarak yang aman untuk menonton tv gak boleh kurang dari 145 inch atau setara dengan 3,6 meter. Gimana dengan jarak kendaraan di jalan raya atau dengan mantan itu tadi? (ih meni keukeuh), Ya relatif soal ini. You know it more well :D  *apaan sih*

Ting, ting… Jangan Lupa Ngedip

Masih ingat iklan pemilu tahun 98an dulu? Iya, itu Tante yang bilang inga… inga… ting! Eh ternyata kita juga jangan lupa ngedip saat nonton tv. Bukan latah sama si tante itu tapi ini akan sangat membantu kita agar kelembaban dan kebersihan bola mata terjaga. Ga usah lebay juga ngedipnya, kayak orang kelilipan atau Deasy Bebek yang tersipu dirayu Donald.  Ngedipnya secara normal aja alias alami. Jangan sampai mata kita jadi kering karena terus melototin Mas Ganteng atau Mbak Cantik yang wara-wiri di layar tv.

Perhatikan Posisi Tubuh

Hanya karena me time nonton tv, sebaiknya posisi tibuh juga ga ngasal. Ternyata tetep lho kita perlu memerhatikan posisi tubuh. Daripada leyeh-leyeh sambil berbaring ala-ala tiduran santai kayak di pantai, posisi tubuh yang tegak akan membuat kita leih leluasa saat menonton TV. Hayoo, nyadar ga? In fact, posisi tubuh yang ga tepat ternyata bisa membuat mata kita tergangu dan membuat mata jadi rusak.

Tau sendiri lah gimana mihilnya kalau harus udah operasi lasik. Usahakan untuk duduk dengan posisi mata yang tegak lurus dengan layar tv. Yuk, ah saya juga mau memperbaiki posisi tubuh kalau lagi nonton tv.

Perhatikan Cahaya Ruangan dan Mode Cahaya TV


Seperti juga ketika kita terlalu lama melototin HP atau laptop, menonton tv dengan bias sinar yanag terlalu tajam bisa membuat mata lelah. Tanya Hayati deh, dia pun akan lelah kalau terus-terusan gini hehehe. Kondisikan cahaya lampu dan mode layar tv agar kita tetap nyaman ditonton. Cek aja manual booknya kalau masih bingung buat ngesetnya. Biasanya kalau masih gress semuanya lengkap tersedia. Dan kalau sudah lama memiliki tv, jari-jari kita bakalan lancar ngutak-ngatik setingannya. Ga usah nyontek, kan?

Nah, mau nonton talkshow, konser, sinetron, pertandingan bola atau film apapun, sekarang kita bukan lebih aware lagi dengan apa yang ada di layar, tapi juga dengan kenyamanan mata. 
Dulu nih, kalau mengdengar kata pegadaian, yang terbayang di benak saya itu adalah solusi pinjam uang dengan barang jaminan. Waktu masih kuliah, saya pernah nganter teman ke pegadaian sambil membawa 1 unit pc lengkap. Bukan buat dititipin dengan alasan keamanan, tapi emang lagi butuh uang. Kalau dianalogikan dalam adegan sebuah film, mungkin kami seperti pergi mengendap-ngendap. Malu soalnya. Kesannya gimana gitu, ya. Segitunya lagi bokek sampai menggadaikan komputer. 

Padahal di manapun untuk meminjam uang, adalah hal yang logis kalau kita menyerahkan jaminan. Pegawai Negeri pun biasanya menjaminkan SKnya saat mengajukan kredit ke bank, kan? Lagian mana ada sih lembaga keuangan yang mau kasih pinjaman cuma-cuma  tanpa cek ricek kesanggupan  si peminjam  untuk melunasi utangnya. Ya, ga?

http://www.catatan-efi.com/2016/05/enggak-gengsi-jadi-nasabah-pegadaian.html
kantor pegadaian di jalan Pungkur no 125, Bandung
Ngomongin soal pegadaian, ga selamanya yang pergi ke sana lagi kepepet butuh uang untuk berbagai keperluan saja, kok. Saat ini Pegadaian pun sudah melebarkan sayapnya dengan memberikan layanan beragam kepada nasabahnya. Salah satunya adalah Produk gadai emas dalam bentuk tabungan. Dari dulu saya tuh kepengen banget punya investasi dalam bentuk emas. Membeli emas dalam bentuk perhiasan bukan pilihan saya karena saya bukan tipikal orang yang senang mengoleksi perhiasan hihi. Maunya sih, dalam bentuk batangan. Jelas, harganya lebih mahal dibanding perhiasan biasa gitu. 

Memiliki aset tidak begerak seperti emas ini asik banget, karena cenderung aman dari recokan hantu inflasi tapi mudah dicairkan. Ga percaya? Coba deh, cek literatur sejarah yang berhubungan dengan ekonomi. Harga barang yang nilainya didasarkan pada harga emas cenderung stabil bila dikonversikan dengan emas lagi. Sementara kalau dihitung dengan rupiah atau mata uang asing, nominalnya akan terasa mihil.

Membuka Rekening  tabungan emas di Pegadaian

Makanya, setelah mendapatkan pencerahan investasi emas dari pegadain dalam event Road Blog di Bandung akhir pekan kemarin saya segera cus ke kantor Pegadaian yang beralamat di jalan Pungkur No. 125 Bandung.
Kita bisa mencicil tabungan emas mulai dari 0,01 gram atau setara dengan Rp. 5.550 untuk hari ini (17 Mei 2016). Tuh, murah banget, kan?
 Inget kan peribahasa lama sejak SD dulu, sedikit demi sedikit  lama-lama menjadi bukit? Nah saya modif  dikit deh.  
Sedikit demi sedikit  lama-lama jadi gunungan emas, huehehe... rada maksa sih, tapi setuju dong, ga berat soalnya.
Ada dua pendapat berbeda  soal transaksi emas dalam pandangan syariat Islam. Tapi karena nilai jual atau beli emas yang berlaku di pegadaian disesusaikan dengan harga pasar yang berlaku,  saya merasa aman. Untuk soal ini  silahkan lihat referensi Dewan Fatwa Nasional MUI yang memposisikan emas sebagai barang, bukan sebagai alat tukar, ya :)

Tidak ada nominal kaku untuk setiap setoran. Semisal nih, hari ini saya mau nyetor setara 0,1 gram, lalu minggu depan saya menyimpan tabungan sebesar 0,05 gram misalnya, teller yang bertugas akan tetap melayani saya. Asik, kan? Kita bisa menabung dengan nilai fluktuatif sesuai anggaran yang dimiliki. Emas yang dijual di pegadaian adalah emas dalam bentuk lempengan logam mulia. Beratnya setara mulai dari 1 gram dan maksimal 1.000 gram.

http://www.catatan-efi.com/2016/05/jangan-gengsi-jadi-nasabah-pegadaian-emas.html
ngajakin mbak CSnya foto bareng dulu

Syarat Menjadi nasabah tabungan emas di Pegadaian
  1. Menyerahkan fotocopy identitas yang masih berlaku, bisa KTP, SIM atau pasport.
  2. Mengisi form dan membayar biaya adm (Rp. 5.000) dan fasilitaspenitipan untuk jangka waktu satu tahun (Rp. 30.000,-)
  3. Kalau pengin memiliki emas batangan, kita bisa mengajukan order cetak dengan pilihan keping mulai dari 5 gram, 10 gram, 25gram, 50 gram , dan 100 gram plus membayar biaya cetak sesuai dengan berat kepingan yang diminta.
  4. Saldo minimal tercatat di rekening adalah 0.1 gram 
http://www.catatan-efi.com/2016/05/jangan-gengsi-jadi-nasabah-pegadaian-emas.html
sumber: pegadaian.co.od
http://www.catatan-efi.com/2016/05/jangan-gengsi-jadi-nasabah-pegadaian-emas.html
sumber: pegadaian.co.id
http://www.catatan-efi.com/2016/05/jangan-gengsi-jadi-nasabah-pegadaian-emas.html
sumber: pegadaian.co.id

Pencairan Emas Yang Mudah

Kecuali dalam keadaan mendesak, saya ga kepikiran untuk mencairkan tabungan emas saya ini. Biarin aja semakin lama semakin  bertambah saja. Orang Sunda bilang, nyimpen poho. Tapi ga berarti dilupakan begitu saja kok. Soalnya setiap  transaksi setorannya tercatat dalam buku tabungan. Jadinya tetap bisa dimonitor sudah  berapa banyak sih saldo emas yang  kita miliki yang dititipkan. 
  
Kalau kepepet (dalam situasi urgent  yang saat ini belum kepikiran) bisa kok kita jual ke kantor pegadaian tempat kita membuka rekening. Ga usah usah muterin toko  emas  buat menjual.  Per hari  ini (17 Mei 2016) , nilai  beli emas yang berlaku di Pegadaian adalah setara dengan Rp.  5.380,-  
http://www.catatan-efi.com/2016/05/enggak-gengsi-jadi-nasabah-pegadaian.html
Saldo investasi emas tetap terpantau dengan buku tabungan
Sudah beberapa kali saya mengikuti seminar atau pencerahan soal investasi. Selain menabung secara konvensional,  dan mempunyai reksa dana, variasi  investasi saya bertambah lagi dalam bentuk  Pegadaian  emas atau tabungan emas ini. Mudah-mudahan nantinya bisa membantu impian saya untuk investasi masa depan. Pergi haji adalah salah satu dari mimpi saya yang ingin saya wujudkan. Semoga bisa terealisasikan. Aamiin ^_^

Express Lunch Serba Mie di Parc De Ville Hotel Best Western Premier Bandung - Mie.  Siapa sih  yang ga kenal  makanan  yang satu  ini? Mulai dari hidangan ala-ala mie instan dengan aneka flavour  sampai mie yang elit ala resto atau hotel pasti bisa kita temukan. Di tanah air, ke negerinya Lee Min Ho alias Korea sono, ke Arab, Amrik atau Eropa  sajian dengan bahan dasar mie ini bisa kita temukan dengan berbagai  olahan dan rasa yang berbeda dan unik. Di Jepang kita mengenal udon atau ramen, di Cina atau Tiongkok ada kwetiau, di Eropa kita cukup  familiar dengan spageti dan di sini  kita mengenal sajian bakmi ala jawa atau yang nyunda dan mie ala-ala lainnya. Pokoknya banyak banget lah  variasinya.

Pernah ga, kebayang sajian mie ala-ala itu  dikombinasikan? Misalnya sajian mie ala Italia diracik dengan kuliner Padang  atau sajian kwetiau yang kita nikmati, ada  rasa Indonesianya? Pasti menarik, dong.  Nah, ini deh konsep  yang ingin ditawarkan oleh Chef Yono,  Chefnya andalan  restaurant  Parc De Ville,  hotel Best Western Premier La Grande, Bandung (BWP). Hotel anyar berbintang empat yang lokasinya strategis  ini  menawarkan menu Express Lunch  yang serba mie.

http://www.catatan-efi.com/2016/05/express-lunch-serba-mie-di-parc-de-ville-hotel-best-western-premier-bandung.html
yuk makan siang di sini
Meski ala-ala resto, Express Lunch yang ditawarkan oleh Best Western Premier ini ga mahal.  kok. Ya, sih express lunch ini identik dengan para eksmud yang  waktu makannya  mepet dan perlu cepat. For them, ime is money. But...  harganya  terjangkau, lho  untuk ukuran kantong mahasiswa yang sesekali kepingin pake banget menjajal makan  siang berkelas di hotel. Ada 6 menu  mie Express Lunch  yang bisa kita cicipi di sini.  So, here we go.
 

Sate Bakso

Ini menu Mie favorit saya.  Meski cuma 3 tusuk sate saja, potongan bakso dadunya gede, lho.  Tingkat kematangannya pun pas dan empuk.  Ga mentah atau gosong dan yang pasti ga alot saat dikunyah. Disajikan dengan mie telur ala-ala oriental, gurihnya kuah  mie dan 3 tusuk sate baksonya meluncur mulus mulai dari  lidah sampai ke perut.

http://www.catatan-efi.com/2016/05/express-lunch-serba-mie-di-parc-de-ville-hotel-best-western-premier-bandung.html
Potonga bakso dadunya itu  lho, menggoda banget :)

Rendang Spaghetti

Yang ini juga ga kalah asiknya. As we kow, kalau rendang  ini  makanan Indonesia yang udah diakui dunia sebagai  makann Indonesia  yang juara soal rasa. Rasakan deh  pengalaman baru  mencicipi  kombinasi makanan  ala Padang dan Italia  ini dalam satu piring yang sama. Waktu nulis ini, saya kebayang  Uni cantik dari Padang  yang jadi master chef di  sebuah resto Venesia sana. Sementara  dia asik mengolah  pesanan,  pengunjung resto  yang  duduk di tepian dermaga  smakin baper dan  laper karena aroma rendangnya menggoda. Diet? Ah, lupakan :) 
http://www.catatan-efi.com/2016/05/express-lunch-serba-mie-di-parc-de-ville-hotel-best-western-premier-bandung.html
suka sama black olivenya

Bakmi Jogja

Kalau mau mie yang asli rasa Indonesia,  berarti kudu pesan Bakmi Jogja,  Iyes, ini satu-satunya hidangan  mie ala Indonesia, 100%  dalam daftar Express Lunch ala BWP. Waktu mie ini dihantarkan,  air liur saya  terasa ngeces. ngaruy kata urang Sunda mah. Udah kebayang segernya rasa dari mie ini.  Kalau pas datang ke resto  di luar sana lagi  gerimis romantis, Bakmi Jogja ini  very very recomended. Selain Mienya, ada  irisan daging ayam, sayur dan irisan cabe merahnya  yang seksi. Belum lagi ada irisan wortel dan sayuran lainnya  plus sambal   dan acarnya.  Campurkan ke mie, aduk lalu....  slruuup! 
http://www.catatan-efi.com/2016/05/express-lunch-serba-mie-di-parc-de-ville-hotel-best-western-premier-bandung.html

Mie Bolognase

 Kalau ngaku lovernya Vakentino Rossi sampai soal makanan  juga  ga bisa move on dari rasa masakan negeri asal sang signor kriwil jago balapan itu, Mie Bolognase  ala Chef  Yono  ini  wajib dicicipi.   Saus khas bolognasenya itu lho, udah lebih dari mantan aja. Rasanya sukar dilupakan  huehehehe...  Recomended buat yang lidahnya sangat familiar dengan rasa western yang  dominan.
http://www.catatan-efi.com/2016/05/express-lunch-serba-mie-di-parc-de-ville-hotel-best-western-premier-bandung.html
yang ini juga ada black loivenya.  Saya emang penggemar black olive a.k.a zaitun :)

Kway Tiau Kuah

Buat  yang suka masakan dengan rasa oriental yang dominan,  menu yang satu ini  wajib untuk dicoba. Tapi masih ada rasa Indonesianya di sajian ini.  Dibanding mie  lainnya, kway tiaunya agak plain. Makanya jangan cuekin kuahnya karena di situ lah ciri khas  menu  ini.  Saya  juga suka sama bakso ikannya  yang  lembut dan gurih  saat dikunyah. Rasa ikannya dan ga anyir. 
http://www.catatan-efi.com/2016/05/express-lunch-serba-mie-di-parc-de-ville-hotel-best-western-premier-bandung.html

Curry Mie

Last but not least,  buat penggemar sea food, Curry Mie  ini  bakalan jadi menu favorit. Irisan udang dan sea food lainnya ala-ala Jepang  dan kuah karinya  yang kental akan terasa melting di mulut. Saya cuma berani nyicip dikit, bukan karena ga enak tapi  jerawat yang suka ujug-ujug muncul yang bikin saya ngerem meski ngeces sama aroma dan rasanya. Lucky you  if you don't have any allergy  with sea food :)
http://www.catatan-efi.com/2016/05/express-lunch-serba-mie-di-parc-de-ville-hotel-best-western-premier-bandung.html
kuah karinya enak, suer!
Yang unik dari setiap sajian Mie di BWP ini  semuanya dibarengi sayuran. Menurut Chef Yono, ini untuk mengimbangi lemak/kolesterol yang kita dapatkan dari mie atau daging lainnya. So, jangan sisihkan wortel, balck olive a.k.a zaitun tomat atau sayuran lainnya, ya.  Tampilannya sayurannya selain cantik, rasanya juga asik, kok.

Menu Express Lunch serba mie ini mulai disajikan pada jam 11.00 sampai jam 15.00  Lumayan lah ada durasi  4 jam untuk menikmati  mie ala BWP  ini.  Masing-masing  porsi mie ini harganya  cuma Rp. 39.000 ++ saja. Biar ga keselek, jangan lupa pesan minumnya, offcourse,  harganya setiap minuman bervariasi. Selain jus ada  kopi atau minuman tradisional ala Indonesia seperti  air asem  yang seger dan bikin melek. 

http://www.catatan-efi.com/2016/05/express-lunch-serba-mie-di-parc-de-ville-hotel-best-western-premier-bandung.html
jus nanas segar pilihan saya

http://www.catatan-efi.com/2016/05/express-lunch-serba-mie-di-parc-de-ville-hotel-best-western-premier-bandung.html
merhnya waterrmelon juice ini juga menggoda

Jangan pake korek api buat ganjelin mata yang biasanya kriyep-kriyep  pas jam makan siang. Absurd emang ya, kok ngantuk dan laper bisa ketemuan di jam yang sama. Tapi dijamin deh setelah makan siang di Parc De Ville ini  perut kenyang dan mata tetap stay awake alias  melek dan siap  untuk mengeksekusi  to do list lainnya.  

Parc de Ville  - Hotel Best Western Premier La Grande Bandung
Jalan Merdeka Nomor 25-29, Bandung (lt. 3)
telp: +62 22-42690555
web: www.bwpprmierlagrande.com
IG:@bwplagrande