Top Social

Catatan Efi

Bring world into Words

Teras Cihampelas: Venue Asik Buat Pedestrian

Jumat, 24 Februari 2017
Jangan ditanya deh kalau lagi liburan meski cuma libur weekend yang namanya Bandung bakalan macet. Walau yang namanya tempat wisata kuliner ada lagi yang baru, factory outlet nambah, arena wisata di beberapa titik bermunuculan tetep aja crowded. Nggak tau deh Bandung itu punya magnet apa yang segitunya memesona turis lokal dan interlokal buat kembali berkunjung. Kota tempat saya lahir ini emang kangenable penduduknya juga. Ga heran kalau quotenya Surayah Pidi Baiq diteplokin eh diukir pada salah satu ruas di jalan raya Asia Afrika.  Masih inget?  Seperti ini:
Dan Bandung bagiku cuma masalah Geografis

Lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi
Udah jangan baper ah. 
Meski Bandung selalu macet saban libur tapi saya ga bisa melarang orang-orang untuk kembali ke Bandung. Lah, saya aja yang 'punya rumah' betah kok di Bandung. Ga kebayang kalau satu waktu  harus pindah dari Bandung huhuhu... 

Adakalanya saya ga peduli dengan kemacetan yang meringkus Bandung. Saya butuh piknik. Pengen refreshing. Urusan terjebak di jalan dan umpel-umpelan dengan sesama pengguna jalan itu urusan nanti. Rata-rata wiatawan datang ke Bandung punya tujuan wisata alam ke Lembang atau Dago. Misalnya saja  Tebing Keraton. Katanya nih, indeks kebahagiaan pendudukan suatu kota terlihat dari interaksi mereka di tempat umum. kalau kata band lawas Off Spring mah Come Out and Play. Hayo ada yang inget sama lagu ini?  hahaha... ketauan tuanya.

Bergeser ke tengah kota, Bandung yang mulai akrab dilabeli dengan kota taman juga punya wahana baru, semacam skywalk sepanjang kurang lebih 500 meter di atas jalan Cihampelas, Teras Cihampelas namanya. Mungkin biar ga ketuker dengan wahana di dalam area Cihampelas Walk yang namanya Sky Walk). Sudah ke sana? Kalau belum sini saya ceritain. 

Saya termasuk yang datang awal-awal mengunjungi ke sana, meski  ga persis pas peresmiannya. Selesai nonton film bareng temen saya, Milah sekalian aja kami mampir. Pas kebetulan lagi weekday pula jadinya ga terlalu crowded. Dibilang sepi juga enggak sih  hanya saja kami lebih leluasa jalan-jalan dan masih sempat berfoto-foto di beberapa spot yang ada di sana. 

Buat para pejalan kaki alias pedestrian adanya Teras Cihampelas ini jadi slah satu hiburan tersendiri. Ga usah degdegan karena diteriakan klakson dari belakang. Ramenya jalan Cihampelas memang bikin jatah pedestrian berkurang. Dengan banyaknya PKL kerap bikin  kita harus ngalah, jalan di bahu jalan yang lebarnya ga seberapa.Pinter-pinternya kita  aja jalan  kaki  agar tidak membahayakan keselamatan.  



Untuk sampai ke bagian atas teras ini kita bisa pake tangga atau lift (akses untuk liftnya ada di depan Fave Hotel). Kalau mau olahraga ya pilihannya naik tangga aja. Ga terlalu banyak anak tangga yang harus ditempuh, ga akan cape. Tapi kalau pas kebetulan antrian lift lagi cukup lowong silahkan pakai. Adanya lift di venue ini juga jadi salah bukti kalau Teras Cihampelas itu difable friendly.

Yang menarik kalau kalian beruntung naik lift ini nantinya bakal mendengar nada notifikasi dalam Bahasa Sunda. FYI pas saya ke sana itu lagi hari senin jadi bukan jadwalnya Rebo Nyunda. Hanya dalam hitungan beberapa detik, nada notifikasi akan menyapa penumpang "tos dugi di lantai 2". Gagasannya lucu, ya. Baru kali ini nemu lift kayak gini.

Tadi kan saya udah bilang kalau venue Teras Cihampelas Walk itu Difable Friendly? Nih saya kasih bukti lainnya. Lintasan Teras Cihampelas Walk yang berundak naik turun bukan halangan bagi pengujung dengan kursi roda. Setiap ada undakan atau turunan, di sebelahnya disediakan lintasan yang aman.

Di setiap sisi Teras Cihampelas Walk akan kita jumpai para pedagang yang menjajakan berbagai macam jualannya. Mulai dari makanan dan minuman sampai aneka souvenir. Kebanyakan yang saya lihat di sini penjual bakso, kedai nasi, peuyeum, aneka kaos dan pernak pernik.  Kalau kebetulan lapar atau haus ga usah panik turun ke bawah nyari 'pelampiasan' anakonda mini di dalam perut sana yang mulai demo. Di sini aja jajannya. Murah kok.


Namanya juga jalan-jalan, kayaknya ga bisa lepas dari aktivitas ngemil. It's ok, ga ada yang ngelarang. Tapi jangan nyampah sembarangan. Sumpah deh, sareukseuk alias sepet mata liatnya. Pernah lho, satu waktu saya naik wahana Bandros bareng para turis luar gitu. Sedih saya dibuatnya pas liat sisa-sisa sampah berserakan. Apa  harus diwarning sama  keamanan yang galak? Enggak kan? Nah kalau di Teras Cihampelas warning agar senantiasa menjaga kebersihan ditampilkan dengan poster yang lucu kayak gini. Hayo mau diingetin sama yang mana?

jaga kebersihan teras cihampelas

Keasikan maen di Teras Cihampelas juga ga usah bikin kita panik just in case kebelet pipis atau mau salat. Di sini juga sudah disediakan toilet dan musala. Untuk musalanya sendiri pas saya lihat ke sana ada dua. Yang satu ukurannya kecil dan satunya lagi lebih luas. Kalau pas lagi rame kan kelamaan ngantri di musala bisa-bisa bikin salat ktia jadi molor.  Jangan atuh, masa keasikan maen jadi lupa salat.
Gimana kalau janjian sama temen atau tercerai berai dan susah nyarinya? Jangan khawatir kalau bingung kasih tau meet up point. Kalau cuma bilang di depan tukang bakso, tukang es juice, tukang peuyeum gitu repooot ya. Lieur nyarinya.Coba dari tau deh. Kita lagi ada di area teras berapa? Ada papan penada di mana kita berapa. Misal Teras 1, Teras 2 dan seterusnya sampai Teras 11. 


Selamat mengeksplor Teras Cihampelas. Jangan lupa perangkat gadgetnya buat foto-foto di sana.

Penampakan Teras Cihampelas Walk dari depan Ciwalk
Kalau mau santai walau Bandung ga punya pantai, pilih deh weekday terutama pagi sampai siang sebelum bubaran jam kantor, kalau kepingin leluasa jalan-jalan di sini. Sementara itu hari libur atau sore sepertinya kalian harus punya stok kesabaran ekstra  dan hati yang tabah merayap di atas sana dengan kecepatan melangkah yang sangat selow.  Mungkin karena venuenya masih anyar, jadi orang-orang segitu antusiasnya buat datang berkunjung.  Seperti yang dibilang oleh driver yang saya tumpangi pas menuju ke sini, saban ada yang baru di Bandung pasti kawasan sekitar situ bakal rame dan macet.  Jadi always be happy dan jangan gampang bete kalau pas datang ke sini umpel-umpelan sama yang lain. Kan kita jalan ke luar itu buat happy-happy bukan bete-betean. Setuju?

5 Hal Tentang Surga Yang Tak Dirindukan 2

Selasa, 21 Februari 2017
Kalau ditanya adegan apa sih di film Surga Yang Tak Dirindukan 2 yang paling disuka? Saya bakal bilang pas adegan teatrikalnya  Dokter Syarif (Reza Rahadian)  bareng Meirose (Raline Shah) berlatar gedung-gedung khas di kota Budapest atauSzentendre itu.  Kalau liat trailernya pasti tau deh adegan yang satu ini. Bukan potongan ketika dr Syarief lagi ngelamar itu yang tampak romantis yang bikin saya suka. Ya sih, siapa juga yang ga klepek-kelepek dilamar cowok seganteng Reza gitu hahaha. Smart, baik, ganteng pula. In your dream, maybe. Let's get real :)

Yang bikin saya suka juga dari salah satu scene itu  adalah latar kota Budapestnya yang klasik dan anggun. Sinematografi besutannya Hanung ga usah  diragukan. Sukses bikin saya pengen ke negeri yang penah dipimpin oleh mendiang Nicolae CeauČ™escu itu.  

By the way, terlepas dari ide cerita yang masih mengangkat tema poligami, tidak melunturkan minat saya buat nonton film ini. Selain penasaran dengan kelanjutan film pertamanya,  pas liat trailernya filmnya pas nonton Shy Shy Cat,  bareng Milah -  teman SMA saya - udah diniatin nonton.  Siapa lagi coba kalau bukan faktor Fedi Nuril dan Reza Rahadian yang bikin saya kepincut.

Sejak tayang perdana sampai saya nulis saat ini sudah 1.130.000an yang  melihat Surga eh nonton film ini. Banyak hal yang membuat film ini menarik animo banyak khalayak. Di mata saya ada beberapa hal yang menarik dari Film ini. 


Ide Cerita dan Sutradara

Asma Nadia punya banyak pembaca yang nungguin versi layar lebar dari bukunya. Assalamualaikum Beijing yang juga dibintangi oleh Laudya Cintia Bella juga diangkat dari novel dengan judul yang sama.

Lalu Hanung Bramantyo nih, siapa yang meragukan kepiawaiannya? Film-film beliau lainnya banyak juga yang sudah saya tonton (ga semua sih) semisal Rudy Habibie, Sang Pencerah atau Hijab. Terlepas dari kontroversi yang suka bikin media sosial gaduh dengan berbagai opini, ada ga yang meragukan kemampuannya?  Makanya film dengan tema klasik macam poligami yang baper-able kayak  SYTD 2 ini pun tetap dinanti. Tuh buktinya belum dua minggu wara wiri di bioskop udah nembus 1 juta lebih penonton. Salut!


Menuntaskan Penasaran

Yang udah nonton film pertamanya pasti penasaran kenapa harus ada sequelnya? Emang ga cukup penderitaan Arini (Laudya Cintyha Bella) yang dimadu oleh Pras (Fedi Nuril) meski alasannya 'kasihan'? Ngeselinnya kenapa harus ketemu lagi Meirose?  Entah siapa yang punya persepsi berbeda, tapi saya yakin bakal ada timnya Meirose yang sempat desperate mau bunuh diri.  Ya itu tadi, kasian tapi bikin bete.

Walau belum nonton yang pertama, ga sedikit lho yang rela nonton film ini. Ya risikonya berasa roaming gitu karena banyak bagian film ini yang terkait dengan bagian pertama. Misalnya ketika di awal film memperlihatkan adegan di mana  ekspresi parnonya  Pras yang (kembali) menolong seorang gadis yang mengalami  kecelakaan.  Pras kayaknya trauma takut harus kejadian lagi kayak waktu ketemu Meirose dulu. Dibalut dengan dialog yang kocak sukses membuat film drama ini bikin penonton bukan hanya mewek berjamaah tapi juga ngakak bareng-bareng.  Jadinya ketika gemes malah bercampur pengen ketawa.

Saran saya kalau sebelum nonton SYTD 2, cari tau dulu deh bocoran pertamanya. Saya sempet terganggu dengan penonton di balik punggung  yang rada berisik. Kebanyakan nanya kenapa gini kenapa gitu sama yang di sebelahnya. Mengusik konsentrasi, meski bikin nyengir juga karena yang ditanya cuma mengira-ngira (belum nonton juga sih dia).

Kalau dibuat pemetaan, mungkin bakal ada tim-tim gitu. Timnya Pras, timnya Arini, timnya Meirose, timnya Syarief atau tim yang lain untuk pemeran pendukung yang mencuri perhatian.  Saya sih timnya Syarief :D Jangan tanya kenapa, lihat aja di filmnya nanti.

Casting

Kalau Reza Rahadian dan Fedi Nuril yang bikin saya pengen nonton film ini, bukan berarti yang lainnya ga menarik. Itu mah kan soal selera. Masih ada Sandrina Michelle yang meranin Nadia. Djamin bakal bikin kalian terpesona. Lalu jangan lupakan juga aktingnya Muhadly Acho (Panji), Tanta Ginting (Hartono) dan Kemal Pahlevi (Amran) trio sahabatnya Pras. Mereka ini yang sukses mengalihkan kesedihan menjadi derai tawa.  Kalau adegan di rumah sakit membuat kita harus  siaga dengan tissue, maka bersiap-siaplah untuk ngakak setiap mereka ketemu. Persaingan Amran dan Panji yang pengin taarufan dengan gadis Malaysia,  Sheila (Nora Danish) memberi warna tersendiri. Meski khayalan Amran yang bepelukan dengan Sheila rada mengusik makna taaruf (kan  ga ada tu konsep berduaan atau bersentuhan) saya selalu menunggu jatahnya mereka muncul.

Untuk pemeran pendukung sih sayang suka karakternya Panji  pekerja multi talenta alias ngeborong banyak profesi  mulai dari penyulih suara sampai  tour guide. Saya fix ngefans sama Muhadly Acho setelah nonton film From London to Bali. Gokilnya juaraaaa!

Sementara tentang Fedi Nuril, catatan saya ini setidaknya ada tiga filmnya  yang berbau Taaruf. Selain Ayat-ayat Cinta,  juga ada Shy shy Cat. Tampangnya sih emang cocok meranin cowok baik-baik, kalau jadi bad boy atau penjahat  kayaknya enggak banget. 

Tentang Poligami

Masih inget film pertama, status Meirose sebagai istri keduanya Pras? Saat itu diceritakan Meirose pergi begitu saja dan statusnya bikin saya bertanya-tanya. Ini cerai apa enggak ? Kalau udah nikah atau pernah menyaksikan akad nikah pasti pernah dengar tentang khulu yaitu pemintaan cerai dari pihak istri kepada suami.  Cari tau sendiri soal ini ya. Auh Mei kenapa galau dengan hubungannya sama Syarief? (yang ternyata namanya islami tapi lagi belajar islam). Ternyata dia masih dibayangi masa lalunya dengan Pras. Kalau udah cerai mah ya udah jalan aja sama Syarief, move on.  Terus ada adegan Meirose ke dapur malam-malam membuatkan sandwich buat Pras dalam keadaan gak pake jilbab. Kalau udah cerai, mestinya  jatuhnya jadi bukan muhrim lagi.

Others

Kalau nyimak  soundtrack  yang dinyanyiin KD, sedikitnya kita bisa mengira-ngira alur cerita film ini seperti apa.  Eh tapi yakin gitu?  Ditengah derai tangis (juga tawa) ekspektasi dengan ending film mungkin belum tentu sama dengan harapan.

 Selain  venue syuting, hal lain dari film SYTD 2 yang juga mencuri perhatian saya adalah wardrobe yang dipakai oleh Bella dan Raline Shah. Keren-keren, bisa jadi contekan buat style pakaian. Dan Raline cantik  banget dengan balutan hijabnya.  Ada outer dengan model lengan yang melebar (dipakai oleh Bella) atau outer lurus warna pink soft yang dipakai oleh Raline. Kece-kece lah. Saya coba cari tau brand apa yang support, belum nemu. Kayaknya sih ga jauh-jauh dari Meccanism-nya Zaskia Mecca.


Ada hal yang menarik dari film ini selain tentang keikhlasan juga tentang khusyu. Di sini juga ada adegan salat di mana para pemainnya terus melanjutkan salat kayak di film Rudy Habibie itu lho. Kecuali dalam keadaan darurat, ketika ada situasi yang memecah kosentrasi, seremuk apapun perasaan yang dialami karena sesuatu, teruslah lanjutkan salat sampai salam terakhir.  Kira-kira ada yang tau ga ya,  kenapa scene seperti ini muncul lagi di film SYTD 2?  Yang ini juga sukses bikin saya mewek.


4 Top Guilty Pleasures of Ngemil

Minggu, 19 Februari 2017
Yang selalu saya inget  waktu kecil dulu, kalau udah jam 21.00 waktunya untuk bobo (((bobo))) setelah sebelumnya telinga dijejali aneka pertanyaan seperti: baju buat besok sudah siap?  PR sudah selesai?  Sudah gosok gigi?  Kadang ada tugas tambahan lain semisal ngecekin kunci pintu,  matiin lampu dan atau tv.

Itu sih dulu.  Makin gede,  terutama setelah smp-an ke sana mah jam 21 gitu belum tentu udah merem cantik.  Kadang ada pr yang harus dikerjakan, ngebut hafalan ala sks (sistem kebut semalam)  atau nih, belum ngantuk dan masih pengen nonton tv, baca buku atau denger radio. Acara yang berbau curhat gitu biasanya suka pengen pantengin hihihi...

Terus kalau udah gini bawaannya pengen ngemil. Apalagi kalau hujan, beuuh mendadak lapar lagi.  Meski katanya ga baik buat kesehatan dan bikin gendut,  tetep aja ritual ngemil ini jadi semacam guilty pleasure. Dah tau don'ts tapi tetep aja doing again and again. 

Ngomong-ngomong soal camilan, biasanya beberapa camilan ini jadi penghuni top snacking idol.  Halah bahasanya.  Kira-kira yang paling sering dijabanin kalian yang mana? 

Diary Food(s)

Tadinya mau saya breakdown,  tapi bakalan panjang dan beranak pinak.  Ya udah beberapa yang sejenis saya masukin di sini.  Karena namanya juga diary food, tau lah ya apa aja.  Ada es krim,  aneka keju-kejuan, yogurt (dua hal ini saya suka banget meski ga tiap hari amat) lalu ada juga cokelat dengan packaging macem-macem.  Dikasih almond lah, mete lah,  atau buat ngurangin perasaan bersalah ada yang milih dark choco.



Sisi baiknya dari cokelat yang mengandung endorfin bikin kita abai sama target diet.  Saya suka punya pikiran gini,  "kan lagi bad mood.  Saya butuh cokelat biar ga bete amat." Hahaha... Padahal mah ga selalu gitu,  cuma dalih aja.  PR atau tugas belum kelar, cokelat udah abis duluan. Betenya ilang?  Belum.  Merasa buntu dengan ide kadang malah sibuk cari amunisi lain buat ngemil. 

Keripik and the ganks

Idol nomer satu buat kategori keripik kayaknya jatuh ke keripik kentang.  Entah lah itu yang rasa original,  keju (lagi), barbeque,  ayam,  pedas manis dan whatsoever varian rasa lainnya. Asal jangan keripik kentang rasain lu aja (emang ada?).  Keripik yang gurih kriuk ini bakal terus dikunyah kalau belum abis (elu aja kali).  

Setelah keripik kentang masih ada keripik singkong dan variasi buah-buahan yang juga dibuat keripik macam nanas (saya suka nih meski ga gampang nemu),  pisang, apel dan entah buah apalagi yang dikeringkan terus jadi keripik-keripik gitu.  Keripik jengkol mungkin?  Huehehe....  Eh tapi jengkol bukan buah-buahan kan? -_-

Gorengan

Dulu nyaris tiada hari tanpa gorengan.  Sekali makan ga cukup 2-3 biji.  Saya bisa ngabisin 5 biji.  Ga aneh sih kalau pas kuliah dulu saya yang doyan gorengan ini jadi montok.  Beneran,  dulu saya ndut. 
courtesy: Qraved
Belakangan dengan kesadaran yang nambah bahaya dari minyak goreng yang berlebih akhirnya saya bisa ngerem juga. Lumayan ga tiap hari.  Dalam seminggu mungkin rata-rata dua kali paling banyak.  Itu juga porsinya ga banyak dan rada picky juga. Maksudnya gini, saya suka liat dulu minyak goreng yang dipakai si mamangnya. Kalau udah pekat gitu, kok ngeriii ya. 

Jajanan lainnya

Selain  yang udah saya sebutin di atas beberapa camilan lainnya yang suka menggoda iman misalnya batagor,  seblak,  lumpia,  kue-kue basah atau kue kering.

You name it sendiri lah. Saya mau cuci muka dan gosok gigi aja biar hasrat ngemilnya bisa ditekan.  Masa udah jam 22.00an lebih masih memamah biak, sih.  

Tiga Keuntungan Pesan Nasi Kotak Box Murah Surabaya & Sidoarjo

Kamis, 16 Februari 2017
Tiga  Keuntungan Pesan Nasi Kotak Box Murah Surabaya & Sidoarjo [Infomercial] Saya itu termasuk tipe orang yang menganut quick cook. Maksudnya suka  masak cepat hehehe.... Masak yang simpel, ga ribet dengan printilan bumbu dan step-step atau tool yang harus dipakai. Selain nasi goreng atau mie/bihun rebus paling sering ya bikin tumisan dan ngandalin bumbu instan biar cepet dan mengurangi peluang terjadinya kegagalan rasa yang pernah ada hahaha...  Kadang (bukan kadang aja, lebih sering tepatnya) saya suka nyerah kalau liat resep masak yang tampak ribet *dijitak camer, ga?*

Nah kalau udah urusan masakan yang ribet gitu pillihan saya ya  mendingan beli yang udah jadi. Untuk porsi single alias buat sendiri mah gampang. Tinggal  melipir ke warung nasi atau ke food court. Pilih menu yang sesuai selera. Tapi kalau harus menyediakan dalam jumlah banyak misal buat arisan, syukuran dan endebra endebre yang perlu sekian porsi yang banyak ya rempong atuh lah kalau harus nenteng sendiri. Belum lagi lama karena  harus nunggu. Helo...., sekarang jamannya serba praktis, Neng. Ga usah ribet  gitu juga kali, ah.
http://www.panoramio.com/user/9216108?photo_page=6
Sambil fokus atau multitasking dengan urusan kerjaan  yang lain mending serahkan saja sama ahlinya. Misalnya kalian yang tinggal di sekitar Surabaya dan atau Sidoarjo terus perlu Nasi Kotak Surabaya [disclosure] kenapa ga pesan menu makanannya via jasa catering aja? Sini saya kasih tau beberapa keuntungan pesan makanan via catering.

Hemat waktu

Dengan mesan makanan via catering, kita bisa ngirit waktu super banyak. Ga usah minggat  pergi ke pasar buat belanja ini itu. Prediksi waktu macet, masak, menyajikan atau mengemas makanan bisa kita pangkas. Udah gitu  ga ada acara cuci piring atau peralatan masak sesudahnya. Saya suka baper duluan kalau lihat situasi dapur yang udah kayak kapal pecah  kemudian rasa lelah semakin membuncah. Bukan Hayati aja yang bisa lelah, saya juga :D  
sumber foto: http://cateringbos.weebly.com/
sumber foto: http://www.panoramio.com/user/9216108?photo_page=8
Atau misalnya kalau pas bikin acara syukuran aqiqah. Enggak semua orang bisa nyembelih kambing/domba. Kalau ada sih sedikit kerempongan yang harus dibenahin paling piring-piring yang kita pakai buat menyajikan snack. Minumnya? Kasih aja air mineral kemasan  cup. 
sumber foto: https://www.youtube.com/watch?v=dKHDfzMRFOA

sumber foto: http://www.slideshare.net/CateringBalazha/catering-bos-paket-aqiqah-murah-surabaya-sidoarjo

Biaya terukur

Ada kalanya kalau masak sendiri perkiraan anggaran yang sudah dihitung suka meleset. Mending kalau porsi yang disediakan ada lebihnya. Kan bisa beramal ngirim ke tetangga atau buat kasih ekstra sama tim rempong yang nyiapin perintilan ini itu sebelum dan beres-beres sesudah acara. Katanya nasi kotak kiriman dari acara syukuran itu berkah lho. Meski ga banyak tetep aja nikmat rasanya
sumber: tempo.co.id
Balik lagi soal budget yang bikin pusing itu kalau ternyata udah nyiapin dana. Let's say dengan dana Rp. 1.000.000an buat konsumsi eh ternyata membengkak karena harga bahan-bahan yang diolah harganya melonjak kayak cabe atau daging.  Atau nih bisa jadi porsi yang sudah kita siapkan ternyata ga cukup pas kita sajikan dengan sajian ala-ala perasmanan. Kan ga mungkin eh ga enak kita larang-larang orang yang nambah lagi. 

Menu variatif  tanpa trial and eror

Pernah ga suka kepikiran pengen bikin menu sup, sate, kornet, perkedel, sambal goreng hati dan aaaah... menu-menu lainnya yang baru dibayangkan aja udah bikin ngeces?  Bikin sendiri? ya itu tadi selain soal waktu adalah resiko gagal. Riskan banget kalau pengen menyajikan menu misal ayam kremes tapi belum pernah bikin sama sekali. 


sumber foto: http://cateringbos.weebly.com/tentang-kami.html
Dengan kemudahan yang serba digital, kita bisa ngintip seperti apa menu catering yang kita pesan lewat smartphone.  Misalnya saja jasa catering http://cateringbos.weebly.com yang dikelola secara kekinian, memadukan layanannya secara digital untuk menyodorkan berbagai pillihan menu.  

Buat kamu yang kerja kantoran tapi lagi diet juga ga usah khawatir dietnya gagal atau bosen dengan menu yang itu-itu aja. Biasanya jasa catering akan menawarkan menu yang beragam untuk jangka waktu tertentu. Hari ini menunya begini, besok lain lagi, lusa ada lagi menu anyar yang ditawarkan. 
sumber foto: http://www.slideshare.net/CateringBalazha/catering-bos-diet-mayo-sehat-surabaya-sidoarjo-murah
Gimana kalau gagal hayo? Kan nyesek.  Nih, asiknya kalau pesan via catering, ya no worry. Sebagai konsumen kita tau beres. Tinggal bilang aja sama Mbak atau Masnya jasa catering yang kita order. Saya mau ini, mau itu and so on and son. Kalau masih galau buat padu padan masakan, kita bisa minta saran kok kayak gimana variasi yang recomended. Tinggal hitung deh biaya per porsi kali sekian pack, bayar beres deh.

Itu  lho enaknya nyiapin konsumsi acara via catering.  Kalau ada Mas Anang di sebelah, coba tanya, kayaknya dia setuju hehehe....






Review The Lego Batman Movie: Superhero yang Menyebalkan

Rabu, 15 Februari 2017
Pernah dengar lagu Hero yang dinyanyikan sama Mariah Carey? Familiar dong sama lirik yang bunyinya kayak gini:
But the hero lies in you
Pada kenyataannya pahlawan juga manusia, nobody perfect. Ada sisi kekurangan dari seorang pahlawan yang bisa bikin orang lain sebel dibuatnya. Contohnya saja Batman.  Dibalik profilnya yang sempurna ternyata ada sisi buruk yang dimilikinya. 

Beberapa waktu yang lalu, ketika nonton trailer film Batman Lego The Movie langsung nandain kudu nonton film ini. Bukan fans beratnya DC Comic gitu tapi karakter hero ini cukup familiar. Selain nonton Batman vs Superman atau Suicide Squad di layar lebar, serialnya di tv juga pernah saya jabanin.
credit: http://www.ibtimes.co.in
Kali ini dalam versi lego,  Batman terlalu sempurna untuk menjadi sosok pahlawan. Bahkan dia  pun ogah bekerja sama dengan Superman untuk  membasmi kejahatan. Ngehenya, dia punya keculasan ingin mencaplok teritori Phantom Zonenya Superman.  Ternyata sesama pahlawan pun ada untuk rivalitas untuk merasa superior. Saya jadi ingat ceramahnya Aa Gym satu waktu.  Jadi yang namanya persaingan itu biasanya memang akan muncul dengan mereka yang sekufu ummm... apa ya, let's say yang sama levelnya. Misalnya sopir angkot sama sopir angkot lagi, penjual bakso dengan penjual bakso, begitu. Nah kalau di sini Batman  menganggap Superman sebagai musuhnya.  Ia juga digambarkan sebagai sosok pahlawan yang
egois, dengan entengnya bilang gini:  there's no us!   Diiih rese, kan?

Lagi-lagi di film ini Joker muncul sebagai musuh abadi. Semacam love and hate relationship kalau boleh saya bilang. Abis nonton filmnya,  baru deh bakal ngerti kenapa saya bilang gitu.

Biasanya Joker punya banyak cara merepotkan Si Manusia Kelelawar, licin dan selalu lolos dari Batman Tapi masalahnya bukan Joker cs yang jadi mengusik kedamaian Gotham City. Karakter Batman yang narsis dan jitakable dengan kesongongnya yang amit-amit, ternyata punya masalah terbesar dalam dirinya, pun ini dibantahnya mentah-mentah.  

Duh Joker, kali ini saya jadi kasian sama dia kalau sebelumnya gemes dan sebal sama si muka badut itu. *puk pukin legonya Joker*

Sementara Batman harus  disadarkan,  Joker  yang frustasi bersedia berkolaborasi  bukan hanya dengan sesama musuhnya klasik  semacam Poison Ivy, Calender Man atau Harley Quinn. Demi 'sebuah pengakuan' dari Batman, Joker merekrut karakter-karakter antagonis lainnya seperti Voldemort, Sauron, dan Medusa. Padahal mereka ini ga pernah berurusan dengan Batman.   

Sepanjang film yang berdurasi sekitar 104 menit, kita akan dihibur dengan tingkah Batman dan dialog-dialog yang lucu. Kadang kalau diresapi, dibalik ngikiknya tawa yang lepas seperti mencubit diri sendiri. Jangan-jangan denialnya Batman, aturan-aturan yang dibuat tapi diralat sendiri dan deretan sifat nyebelinnya juga ada dalam diri kita.

Makanya lirik lagu lama dari Jacko yang judulnya Man in the Miror ini pas banget jadi 'soul'nya film ini:
If  you wanna make the world a better place
Take a  look at yourself  and then make a change
Ga ada karakter yang sempurna bahkan sosok hero seperti Batman sekalipun punya ruang kosong yang namanya ketidaksempurnaan. 

Ada salah satu scene yang saya bayangkan dalam versi manusianya akan memberikan pengalaman efek visual yang lebih dramatis. Sayang euy, skuad musuh rekrutan Joker kurang banyak porsinya. Saya penasaran dengan kehebohan sihir-sihirnya yang bisa merepotkan Batman. Kalau film yang udah-udah cuma kasih scene yang happy di ending dengan mengalahkan musuhnya, kali ini ending filmnya punya twist menarik. 

Ngajakin anak-anak nonton film ini? Oh tentu saja boleh banget, karena banyak moral story yang tersirat dalam film ini. Mungkin efek kurang baik dari film ini adalah rengekan anak-anak yang minta dibelikan mainan lego setelah nonton. 



From London to Bali: LDR dan Cinta Segi Banyak

Minggu, 12 Februari 2017
Ketika jarak terbentang, cinta yang sudah terjalin kerap diuji untuk membuktikan kadar kesetiaan pasangan. Bukan hanya salah satu tapi juga bisa juga keduanya, malah terperangkap dalam lingkaran godaan yang rumit. Seperti itulah cerita yang saya dapatkan dari film terbaru yang dibintangi Ricky Harun, Nikita Willy dan Jessica Milla dalam film From London to Bali besutan Sangling Sagaran.

Kamis kemarin, tangal 9 Februari 2017 bersama teman-teman Blogger Bandung saya mendapat undangan nontonn bareng film ini bersama para bintang filmnya di XXI Empire BIP. Mengabaikan sesi meet and greet di aula Empire (fansnya Kirun alias Rikcy Harun dan Nikita Willy bejibun banget, saya ga bisa menerobos kerumunan), akhirya di dalam studio saya sempat juga mendengar Nikita cs menyapa penonton. Sebelum film diputar, kru film mengajak penonton mengabadikan moment itu dalam rekaman video singkat yang akan diuggah ke medsos. Saya ada di sana cuma ga jelas kayaknya hahaha... Sudahlah abaikan soal itu. Yuk saya ceritain aja seperti apa filmnya.  



Long Distance Relationship

Cerita diawali kesedihan Lukman  (Ricky Harun) yang harus ditinggal Dewi  (Jessica Milla) yang pergi ke London untuk melanjutkan kuliah. Pemuda Sundanese yang lugu ini  semakin  nelangsa setelah hidup sebatang kara juga bokek  terbakar cemburu  melihat foto-foto mesra Dewi dengan Sean (Max Palmer), bule London di sana. Pertemuannya dengan Koboi (Garry Iskak) menguatkan tekad Lukman untuk mengumpulkan uang yang banyak. Tujuannya cuma satu, demi menyusul Dewi ke London.

Tapi ternyata mimpi Lukman untuk mengejar Dewi tidak mudah. Lukman direcoki dilema ketika pekerjan yang ditawarkan oleh Koboi  sebagai escort banyak sekali aturannya termasuk harus siap menjadi laki-laki penghibur bagi bule yang dipandunya.

Saat mengetahui jobdesk Lukman dan kedua temannya Bambang (Fico Fachriza)  dan Sodikin alias Dick (Muhadkly Acho) saya sempat dihinggapi keresahan. Errr..., jadi laki-laki penghibur?  Tapi mengingat label film 13+  ini pun menepiskan kekhawatiran itu. Adegan-adegan berikutnya memancing gemuruh tawa penonton di dalam studio meyaksikan para escort ini beneran menghibur para bule dengan cara mereka sendiri. Ada  Bambang yang melukis tubuh gendut dengan karikatur perempuan,  Dick alias Sodikin yang diperlakukan seolah-olah lumba-lumba  piaraan turis Korea atau Kirun yang meski ganteng ternyata harus menghadapi karakter kliennya dengan perilaku yang mengerikan.


Cinta segibanyak yang rumit


Lukman yang terbakar cemburu melihat kemesraan Dewi dengan Sean di London pun ternyata tidak bia menampik godaan yang datang. Jatuh cinta dengan bule cantik yang dipandunya juga Putu (Nikita Willy) gadis bali yang ditolongnya ketika mengalami kecelakaan. Sementara itu Dewi yang diajari 'selingkuh' temannya pun mendapatkan karmanya sendiri ketika mendapati Sean yang juga tidak setia.

Pencuri perhatian

Di luar peran Lukman dan Dewi, saya paling sering dibuat geli dengan kelucuan Sodikin. Escort cugkring ini mengajari Lukman bagaimana caranya mengenalkan diri dengan  gesture mrip rapper, kepercayaan dirinya yang over dosis tapi juga bisa merintih heboh ketika menghadapi seekor kepiting.  Dengan logatnya yang khas, entah sedang ngobrol santai, merayu atau memelas pun tetep heboh plus ekpresi wajahnya bikin penonton senam  mulut alias tertawa,  

Kearifan lokal

Mengambil lokasi syuting di Bali dengan panorama pantainya yang dominan akan membuat penonton jadi kangen untuk kembali main ke sana. Pakaian khas Bali yang dikenakan Putu, rumah-rumah penduduk dan obrolan Putu dengan Lukman juga menengahkan daya tarik pulau Bali sebagai tempat berlibur yang selalu masuk wish list siapapun. Obrolan antara Putu dengan Lukman pun menarik perhatian saya tentang karma atau kekecewaan Putu saat mengetahui apa yang dilakukan Koboi adalah sesuatu hal yang mengotori Bali.

Sayangnya interaksi antara Lukman dengan Dewi di film ini lebih banyak diceritakan lewat mimpi-mimpi. Kecemburuan Lukman terhadap Dewi pun jadi terlihat  sebagai penafsiran prasangka Lukman setelah melihat foto-foto Mesra Dewi dengan Sean di medsos. Tapi, terlepas dari rumitnya kisah cinta segibanyak diantara para pemain di film ini, kelucuan trio escort membuat saya menikmati film ini sebagai komedi bukan sebagai film drama tentang cinta. Kalau ada film komedi lainnya dengan salah satu castingnya Muhadkly Acho, saya sarankan untuk masuk wishlist nonton film Indonesia.