How to Be Smart and Stylish Women Bersama Liputan 6 dan Nissan - Sudah jam 15.30 waktu saya menjejakan kaki di pelataran parkir Beehive Cafe, sebuah kaefe yang terletak di jalan Dayang Sumbi, Bandung. Beberapa pengujung yang sebagian besar perempuan sedang asik berpose atau antri mengisi meja tamu. Harusnya sih, saya sudah di TKP jam 15.00an. Jadi gini deh nasib angkoter yang ga bisa nyetir kendaraan, cuma bisa pasrah ketika angkot ngetem  atau nurut aja ketika menempuh rute biasa, ga bisa ngambil jalan tikus atau mengatur kecepatan kendaraan yang dibawa. Lah  kok malah curhat?:D

http://www.catatan-efi.com/2016/06/how-to-be-smart-and-stylish-women-bersama-liputan6-dan-Nissan.html
How to Be Smart and Stylish Women Bersama Liputan 6 dan Nissan

So the Story Goes

Hari Rabu 22 Juni 2016 kemarin saya dan teman-teman KEB Bandung, mendapat undangan dari Liputan6.com untuk menghadiri acara Women's Talk: How to be a Smart and Stylish Women. Acara yang disponsori oleh liputan6.com dan Nissan ini menghadirkan narsum keren,  seorang bogger  Cinta Ruhana Amelz a.ka.a Mbak Tara, lalu ada Mbak Tejasari CFP seorang Finnacial Planner dan tidak ketinggalan Arga Bima, Manager Marketing Strategy-nya PT Nissan Motor Indonesia.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/how-to-be-smart-and-stylish-women-bersama-liputan6-dan-Nissan.html
Photo Booth yang sayang bangt buat diabaikan
Kembali ke topik. Selain jadi ajang kopdar, selalu senang mendapatkan inspirasi dan ilmu baru. Apalagi konten acaranya cocok buat saya, seorang blogger yang merangkap freelancer. Siapa tau juga dalam waktu dekat saya ketiban rejeki nomplok bisa punya city car  Nissan March ini. *aminin, ya please :D*
http://www.catatan-efi.com/2016/06/how-to-be-smart-and-stylish-women-bersama-liputan6-dan-Nissan.html
MCnya selalu sukses ngocol :D

Sesi 1: Women and Blog

Acara dimulai sekitar jam 16.30 yang dibuka oleh MC kocak dan piawai mencairkan suasana.  Dalam sesi pertama, Mbak Cinta Ruhana Amel yang akrab disapa Tara bercerita awal mulanya menjadi seorang blogger.  Mama dari Snow ini dulunya bekerja di sebuah majalah dan suka membaca berbagai postingan blog. Makanya pada tahun 2009, Mbak Tara mulai membuat blog sendiri yang isinya kebanyakan bercerita tentang parenting, beauty dan fashion. No wonder, waktu bertemu Mbak Tara, doi emang super duper cantik dan kinclong. Bikin amaze berbau envy hehe. But anyway, it's normal, right?

Karena passion nulisnya Mbak Tara memang cenderung ke tiga hal tadi, jelas dong, yang namanya penampilan jadi penting. Branding, begitu kita biasa menyebutnya. Buat Mbak Tara yang lebih suka mengasuh sendiri Snow - putrinya  minus bantuan baby sitter, memiliki koleksi fashion bukan sekadar hobi aja, tapi juga udah kayak investasi.  Mau mengikuti jejak Mbak Tara dengan niche blog yang kurang lebih sama? Coba kepoin blognya di http://www.cintaruhamaamelz.com/, siapa tau nemu inspirasi di sana.

Sesi 2: Women and Car

Wanita di jaman sekarang bukan cuma smart dan jagoan berdandan aja. Coba deh, kalau merhatiin di jalan, udah ga sedikit mobil entah itu ity car atau semacam van yang tengah melaju, ternyata di balik kemudinya seorang wanita! Entah itu wanita karir, mahasiswa atau itu rumah tangga.  Nissan, sebagai salah satu pabrikan yang punya pasar luas di Bandung ini ternyata aware banget soal kebutuhan wanita yang ingin memiliki mobil dengan desain yang compact tapi itneriornya luas, dan ga ngerepotin. 

FYI, ternyata 60% konsumen Nissan ini adalah wanita, lho. Makanya, keluar lah anggota keluarga anyar dari Nissan, yaitu Nissan March. Pilihan warnya juga emang udah identik dengan wanita. Feminim banget. Selain Nissan March berwarna Red Metallic yang sore itu  dipajang di halaman kafe Beehive, masih ada 4 pilihan warna lainnya, yaitu Silver Metallic, Pearl Metallic, dan Green Metalic dengan range harga mulai dari Rp.  170.500.000,00 

O, ya di hari yang sama, Nissan juga memberi kesempatan untuk test drive. Sore itu di sela-sela acara, 5 pengunjung yang sudah menjajal kenyamanan Nissan March pun didaulat ke panggung untuk menyampaikan testinya. 

http://www.catatan-efi.com/2016/06/how-to-be-smart-and-stylish-women-bersama-liputan6-dan-Nissan.html
Evolusi Nissan sejak tahun 1982
http://www.catatan-efi.com/2016/06/how-to-be-smart-and-stylish-women-bersama-liputan6-dan-Nissan.html
Saya penggemar wrna merah,  suka bangt sama warna yang satu ini
http://www.catatan-efi.com/2016/06/how-to-be-smart-and-stylish-women-bersama-liputan6-dan-Nissan.html
Para female keren yang udah test drive Nissan March

Sesi 3: Cerdas Mengelola Keuangan

Selesai presetansi dari Arga Bima selaku Manager Marketing Strategisnya Nissan, masih ada sesi ketiga yang menghadirkan Mbak Teja sari, seorang finansial planner. Bersama timnya, beliau sudah mempunyai klien sekitar 150 orang. Wow, keren, ya?  Ga heran kalau paparannya sore itu juga asik dan menarik baut disimak. Jam terbangnya sebagai salah satu tempat curhat soal keuangan sudah cukup tinggi. Asik deh nyimaknya.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/how-to-be-smart-and-stylish-women-bersama-liputan6-dan-Nissan.html
Hayoo abis buat apa aja uangnya?
Membuka diskusi, Mbak Teja melemparkan pertanyaan yang menggelitik sekaligus nonjok. Ini saya banget!  Udah bawaannya kalau perempuan itu senang makan, dandan cantik dan langsing, senang belanja tapi uang tetap banyak hehehe. Maunya semua orang emang gitu.
Tapi masalahnya kita suka terjebak di pengelolaan keuangan. Yang paling menghabiskan pos pengeluaran itu biasanya makan dan transport. Ehm, iya ini saya rasain banget.
Mbak Teja pun mengajak audiens untuk memperbaiki manajemen keuangannya. Secara umum,  ada 4 pos umum yang harus kita bayar setiap menerima penghasilan.
1. Investasi
2. Cicilan
3. Pengluaran Rutin
4. pengeluaran Pribadi

Mau ga mau setiap nerima uang, harus ada pos yang paling dulu diisi, yaitu investasi. Kalau cuma nabung aja jadi numpang lewat, reksadana bisa jadi cara investasi yang mudah dan murah. Mulai sekarang sudah bisa lho berinvestasi reksadana dengan Rp. 100.000 perbulan.

Baca tulisan saya tentang investasi reksadana di sini.

Membeli mobi atau mencicil rumah meski di awalnya terasa seperti biaya, sebenarnya ini juga termasuk investasi. Dalam tahun-tahun mendatang, harga rumah akan terus meningkat dan setiap orang pasti perlu rumah untuk tinggal, kan? Sementara untuk memiliki kendaran, dibalik kesannya yang mewah  atau gaya, sebenarnya memiliki aset yang satu ini juga bisa jadi salah satu untuk menghemat pos pengeluaran transportasi, terutama bagi yang mobilitasnya tinggi. Dibanding sering berpergian dengan taksi misalnya, jalan dengan mobil sendiri tentu lebih murah.

Kalau memang keberadaan mobil penting dan urgen, Mbak Teja memberikan ilustrasi cara mencicil mobil. Diluar pembelian secara cash, sebenarnya ada dua cara memiliki mobil dengan cara mengangsur pembayarannya.  Bisa dengan DP yang cukup besar tapi cicilan per bulannya lebih rendah, atau sebaliknya, DP yang lebih ringan tapi angsuran perbulannya lebih besar. 

http://www.catatan-efi.com/2016/06/how-to-be-smart-and-stylish-women-bersama-liputan6-dan-Nissan.html

Mana yang lebih baik?
Tergantung. Ga ada yang salah atau benar, karena kita akan dihadapkan pada situasi berapa besar budget yang dimiliki untuk membayar kewajiban perbulannya. Makanya, Mbak Teja mengingatkan para audiens yang sudah menikah untuk saling terbuka dengan pasangan (suami/istri). Dengan saling terbuka  soal penghasilan yang dimiliki masing-masing, nantinya akan memudahkan untuk mengatur pos pengeluaran rumah tangga. Beda lho persesentase pengeluaran bulanan bagi yang masih single ata udah couple.  Yang bisanya anggaran pribadi bulanannya lebih gede, bisa jadi setelah menikah amlah kebalikannya. Sebisanya berusaha mengerem pengualaran pribadi biar pengeluaran rutin keluarga aman sentosa.

Proporsi pengeluaran dari 4 pos yang sudah disebut di atas, disarankan sebagai berikut, 10% untuk investasi, 30% untuk cicilan, 40% untuk pengeluaran rutin dan sisanya seebsar 20% untuk memenuhi me time seperti nonton, jalan-jalan, makan di luar atau belanja (((belanja))). 

Bagi yang sudah  tidak bekerja lagi, Mbak Teja juga tetap menekankan perlunya pengaturan keuangan dalam rumah tangga. Ga selalu kok ibu rumah tangga ga bisa menghasilkan uang dari rumah. Kan banyak tuh yang punya bisnis olshop atau konsultan yang dikelola dari rumah sambil dasteran. Ya, kan? Asiknya buat para emak yang punya bisnis dari rumah ini, seenggaknya budget buat ongkos ke tempat kerja, seragam dan printilan lainnya yang identik dengan career woman ga mesti ada tiap hari. Bisa menghemat belanja pribadi bulanan. Eh tapi tetep ya, hang out atau minimal makan di luar mah tetep aja ada posnya hehe.

Saat adzan berkumandang dan yang lain mulai mengantri mengambil makanan, saya sempat ngobrol dengan Mbak Teja. Lumayan dapat konsultasi finansial gratis :) Secara saya seorang freelance yang pendapatannya ga rutin gajian tanggal 1 dan nominal per bulannya ga sama persis, saya tanyain deh gmana cara mengaturnya. Terutama untuk pos investasi.

Baca juga ini buat para freelancer

Mbak Teja menyarankan begini. Setiap ada cash flow masuk, langsung deh sisihkan 10%nya, begitu juga saat ada transfer yang masuk ke rekening atau diterimad alam bentuk cash. Selalu deh sisihkan 10%, jadinya pos 10% yang harus disisihkan untuk investasi aman, ga terganggu oleh keinginan lain yang biasanya lebih cenderung lapar mata.  Setelah dicatat,  bisa ketauan deh, berapa besar nominal yang harus disisihkan untuk investasi. Selain investasi reksadana yang udah saya anggarkan tiap bulan itu, saatnya buat memikirkan pos investasi yang lain juga, nih.

O,  ya.  Buat teman-teman di Surabaya dan Yogya,  tunggu saja kedatangan kru acara. Rencananya Nissan akan mengadakan acara serupa.  Siapa tau pengen test drive tapi belum jago banget nyetir,  belajar aja dari sekarang,  ya. :)

Foto bareng KEB Bandung dengan narsum. Abaikan eskpresi saya yang kayak Garfield :D  Credit: Evi Sri Rejeki

Seting Profil Gravatar itu Ternyata Mudah - Pernah ngobrol kayak gini ga sama temen?
Lieur ah pake Wordpress mah, aku lebih nyaman pake Blogspot
Enakan pake Wordpress lh, justru Blogspot aku ga pernah mudeng
Biasanya kalau ngomongin platform blog, dua platform yang ngehits ini banyak umatnya.  Ga ada yang salah  soal kedua pendapat di atas Yang membedakan soal kebiasaan dan nyaman enggaknya nguplekin template kedua blog itu. Sejak tahun 2009, awal pertamakali ngeblog saya udah pake blogspot duluan dan ga bisa move on ke lain platform. Pernah sih coba pake WP tapi bingung sendiri saat mengutak-ngatiknya. Akhirnya saya melipir, kembali ke selera asal,  Blogspot.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html


Waktu nyoba pake wordpress dulu, saya sempat bingung dengan printilannya ala-ala Wordpress ini. Pluginnya lah, template dan ini itunya. Pernah jadi kontributor di blog dengan platform WP tapi sebatas nulis artikel dan upload gambar. Itu pun masih suka ada missnya. Salah masukin gambar biasanya yang harusnya via galeri malah pake fitur apa, semisal itu.

Aktivitas blog yang juga suka berblogwalking ria, akhirnya mau ga mau membawa saya mendarat di blog dengan bawaan WP. Kalau di blogspot bisa komentar dengan pilihan akun G+, blogger atau name & URL, di WP pilihannya ada yang komen via FB atau akun WP. Makanya, saya tetep miara (deuh kayak kucing aja) akun WP untuk memudahkan meninggalkan komentar. Beberapa template WP ini meminta komentator harus login dulu ke akun WP. Kan sayang, udah ngetik banyak dikomentar terus gagal publish :D.

Kadang kalau saya ga teliti, yang harusnya nama yang muncul, malah jadi anykind. Nyebelin banget. Kesannya sok misterius gitu. Dulu sempat penasaran juga, gimana caranya selain nama kita yang muncul, ada foto kita juga yang muncul di komentar. Huehehehe... ini naluri narsisnya kumat.

Belakangan, saya baru mudeng kalau ternyata pemilik akun blogspot itu bisa mejeng kece dengan profil meski tetap dengan link blogspot asal punya akun gravatar. Hadoooh ke mana aja saya? Baru mudeng hari gini? *self toyor*

Ini juga awalnya ketika saya mendapat email ada ajakan untuk jadi kontributor sebuah blog dengan berplatform WP. Setelah mcapai kesepakatan, akhirnya menyanggupi untuk jadi salah satu  penulis di thetripcorner.com. Mampir ya, ke sana :).

Pertama kali, cuma kasih naskah via email. Lalu teman baru saya ini  yang mengunggahnya ke blog. Baru kemudian beberapa hari yang lalu, beliau meminta saya login dashboard WP dengan profil sendiri. Di sana ada kolom untuk mengganti profil dasar berwarna abu itu dengan foto. Kirain tinggal klik gambar abu itu lalu seperti akun blogspot, cari toggle browse, upload. Selesai.

Saya salah ternyata saudara-saudara.  Jadi seperti ini alurnya untuk upload foto di gravatar sampai bisa muncul di profile. 

Saya login dulu ke akun wp dan masuk ke dashboard WP, lalu klik profil. Awalnya kan abu-abu gitu. Lau  klik deh link ke gravatar yang warnanya biru itu.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html

Masukan deh email dan password yang kita gunakan untuk login ke akun WP tadi ke situsnya gravatar.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html
Kalau loginnya berhasil, kita akan masuk ke dashboardnya Gravatar. Pilih pengaturan Gravatar seperti ini.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html
http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html

Cari foto yang akan kita upload untuk dijadikan foto profil. O, ya login gravatar ini bisa dilakukan lewat  browser yang ada di lappy atau di hp, kok. Nantinya kita bisa crop sebagian aja dari foto atau menampilkan secara full. Kalau saya pilih yang full aja. This is it.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html
Nah ini bagian yang sebelumnya bikin saya puyeng 7 keliling.Agar foto kita nampil di profil, ternyata rate yang harus dikasih difoto itua adalah G.

Ada beberapa kategori rate foto di gravatar ini. Saya pikir karena foto saya aman dan ga mengandung unsur-unsur porno, provokatif, kekerasan dan tetek bengek sejenisnya saya cuek aja pilih R. Eh malah ga mau nampil di profil. Jadi cuma dengan pilih rate G ini foto kita akan muncul di profil.

Jadi mikir nih, kalau semisal ada yang upload foto dan mengandung unsur-unsur  kayak saya sebut sebelumnya gitu, terus dia tetep kasih rate G apa tetep terdeteksi, ya? Entahlah.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html
http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html
 Then, upload profil gravatar selesai. Sekarang mari kita buktikan di akun wordpress. Ternyata foto saya udah muncul. Yeay! Meski di bawah foto sana muncul keterangan @anykinds, kalau  saya kasih komen di blog WP tetep nama dan foto saya yang muncul, kok. Jadi saban komen, bisa ikutan mejengin foto huehehe... *hasrat narsisnya kumat*

http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html

Agar setiap komen  ketika blogwalking kita bisa menanam backlink ke blog, jangan lupa edit informasi webnya. Meskipun link blog yang disimpan adalah blog di blogspot ga masalah, kok. Nanti saya buktikan di akhir postingan ini.


http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html

 Kalau di blogspot kita bisa tau update dari blog yang difollow di dahsboard. di WP juga bisa dicek, berikut kalau komentar kita dibalas oleh owner blognya.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html

Biasanya kalau di blogspot kita juga dikasih tau ada komentar di blog atau blog lain yang sudah kita tnggalkan komentar via email. Kalau di WP, semuanya terangkum di di dashboard. Jadi ga siwer lagi komentar ini ditujukan buat siapa, komentar itu buat siapa dan mana balasan sang owner blog buat kita.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html

http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html
Saya buktiin dong apa bener ga komen saya mengarah ke blog  catatan-efi.com. Jadi diklik deh tuh komentar yang baru saja saya tinggalin. ternyata bener mengarah ke halaman utama catatan-efi.com. Perhatiin deh tab ke-5 itu. Pas saya klik namanya, browsernya muter dan lagi mengarahkan ke blog saya. Yeay, I did it! Sekarang saya ga pusing lagi  dan terjebak nostalgia eh  status anykind kalau ber-bw ria ke blog berplatform WP.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/cara-mudah-seting-profil-gravatar.html




Salah satu hal yang bisa dijadikan kemapanan seseorang atau sebuah keluarga dalah kemampuan untuk memiliki rumah sendiri. Soal tipe, desain, dan lokasi pastinya berpengaruh dengan harga. Balik lagi dengan budget yang disiapkan. Yang namanya memiliki kebutuhan pokok yang satu ini adalah impian semua orang. Masa sih ada yang ga berharap punya rumah?


Meski pun memiliki aprtemen belum terlalu umum di Indonesia dan identik dengan gaya hidup yang wah,  saat ini bukan di Jakarta saja lho orang-orang bisa memiliki apartemen. Di  beberapa titik di kota Bandung pun sudah mulai berdiri apartemen yang megah.
sumber: blog.urbaindo,com
Membeli apartemen [disclosure] dengan harga yang  bisa di bilang “murah”  dan terjangkau pada  saat ini  masih berasa mimpi. Soalnya harga apartemen memang udah kadung identk dengan kata mehong, alias mahal.  Beli rumah aja perlu effort  luar biasa, apalagi apartemen? Ya , kan?

Kalau mikirnya singkat, demi gengsi,  ceteknya sih  ngutang untuk membelinya. Ya kali, kayak kredit panci  yang itungannya gampang. Lah ini apartemen, bo! Pinjem ke bank pasti ada mekanisme fit and proper  agar kredit mengucur. Punya jaminan apa coba? Masa jaminannya Cuma KTP atau BPK misalnya.  No! Dijamin bakal ditolak. Begitu juga gilirannya saat diterima, jangan sampai bunga yang dibebankan saat mencicil  juga bikin dompet semakin lansgsing saja.  Kalau sudah ngebet banget untuk membeli apartemen, coba deh simak dulu tips berikut ini.

Lokasi

Yup. Seperti juga ketika memutuskan untuk membeli rumah, pemilihan lokasi apartemen juga penting.  Posisi apartemen di pusat kota akan  membuat semakin strategis akses yang bisa dijangkau dari apartemen. Dijamin deh, harganya jadi semakin melejit. Artinya siapin gepokan uang yang lebih tebal.  Sebaliknya kalau apartemennya  agak mencil ke luar kota, harga yang ditawarkan  jadi lebih murah.  Meski mungkin gengsnya  jadi berkurang, biasanya  masih dekat juga kok dengan berbagai fasilitas – fasilitas umum yang bisa mendukung  kegiatan harian.
 

Ukuran apartemen

Sama halnya dengan tipe rumah,  ukuran apartemen pastinya  berpengaruh dengan rate harga aprtemen.   So, berdamai deh dengan situasi.  Sesuaikan ukuran apartemen yang diincar dengan budget yang disiapkan. Semakin besar ukuran apartemen maka semakin besar pula budget yang dikeluarkan. PIlih mana, menurunkan ukuran aprtemen yang dicari agar pas dengan dana yang sudah disiapkan, atau mencari tambahan  uang agar bisa membeli aprtemen yang lebih luas? Once again, think the risk come ahead! 

Memlih Developer baru

Ini celah yang bisa dimanfaatkan untuk mendapat harga aprtemen yang terjangkau. Biasanya pengembang yang masih baru akan menawarkan  apartemen dengan diskon yang lebih  besar untuk pembeli pertama.  Ada juga lho developer yang memberikan tawaran menarik berupa cicilan tanpa bunga, atau promosi lainnya seperti cashback  atau bonus berupa perabotan rumah. Kan lumayan banget nih kalau mendapat tawaran seperti ini. Jangan lupa untuk melakukan riset. Apa, siapa, dan bagaimana developer yang ngasih promo murah.

Status tanah

Ini juga jangan sampai terlewatkan. Soalnya akan berpegaruh dengan biaya bulanan yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Selain cicilan ternyata ada tagihan bulanan yang harus dibayar kalau tanah apartemen yang kita tinggali berstatus komersial.  Bakala  beda ceritanya kalau status tanah apartemen yang akan ditinggali nanti  adalah apartemen residensial.  Ga mau kan kalau merasa seakan-akan kena jebakan batman? Jangan sampai, deh.

So, selamat berburu apartemen idaman!
Hotel Murah dan Strategis di Bandung - Beberapa waktu lalu saya pernah posting suasana jalan Merdeka yang markanya diganti dengan beton. Kalau ditarik ke belakang, sebenarnya jalan Merdeka ini punya dua ruas  yang masing-masing ruas dilalui dengan arah berbeda, dari dan ke jalan Dago. Lupa saya kapan jalan Merdeka ini akhirnya ditetapkan dilalui dengan satu jalur saja, dari jalan Dago kalau dari utara atau dari jalan Riau kalau dari arah timur.

Belakangan, sekitar awal tahun 2016 ini, dua ruas jalan Merdeka yang jalurnya satu arah itu dibagi jadi dua, dibatasi dengan marka yang terbuat dari lempengan logam. Sementara di kanan kiri jalan tertata lebih rapi, tidak terlalu banyak PKL yang mangkal. Tapi, masih bisa ditemui Pak Tua penjual lap atau gadis kecil yang menawarkan tissue di depan pintu masuk mall BIP,  mall legendaris yang tetap eksis sejak saya SMA (ga perlu saya kasih tau lah ya, kapan itu :D).
http://www.catatan-efi.com/2016/06/hotel-murah-dan-strategis-di-bandung.html

Selain itu di depan BIP banyak taksi dan para pengendara motor yang mangkal. Sepertinya itu rider (meski aplikasinya bilang driver, sih) yang nunggu pemesannya pergi ke tempat yang sudah ditentukan di aplikasi.

Dulu, kalau mau nyebrang, misalnya dari BIP mau ke Gramedia ya tinggal menyeberang aja. Tapi sejak ada marka itu, mau ga mau saya dan pedestrian lainya harus melalui jembatan penyeberangan. Pegel sih, iya.  Abis mau gimana lagi? Kan saya pengen jadi warga yang taat hehehe. Sisi bagusnya jembatan  ini jadi rapi dan bersih. Ga kumuh.

 Pernah lho, saya lihat ada penyebrang jalan yang maksa moncor (duh apa atuh bahasa Indonesianya)  lewat marka jalan ini. Entah gimana caranya lempengan logam itu bisa dikelupas dan orang bisa bebas moncor. FYI, cowok yang yang maksa menyelinap lewat marka ini udah gede. ada deh usia 30an gitu. ckckck... Duuuh, itu marka jalan meski diteplokin label sponsor yang sayang atuh kalau dirusak.  

Waktu saya posting foto ini ke medsos Instagram, Mbak Widjie, salah satu teman yang saya kenal setelah event Dilmah Real High Tea Challenge, nanya tips wisata [disclosure] buat lebaran nanti. Mungkin gara-garanya caption pengantarnya. Di situ saya bilang kalau Bandung udah mulai berdandan buat Lebaran nanti.

As we know, kalau yang namanya Lebaran, meski sebagian penduduknya 'minggat' meninggalkan Bandung ke kampung halamannya, tetep aja yang namanya Bandung rame. Rame sama yang mau jalan-jalan. Selain objek wisata di Lembang, wisata kuliner atau wisata belanja kayak di seputaran jalan Riau adalah spot yang tetep rame saat Lebaran.
So, Mbak Widjie nanya sama saya, hotel  murah di Bandung mana sih yang deket ke mana-mana? Secara doi mau liburan di Bandung.  Saya menyarankan untuk mencari hotel di beberapa lokasi, salah satunya adalah Fave Hotel, hotel yang ada di jalan Cihampelas. Di ruas jalan yang selalu rame saban weekend atau liburan panjang ini terdapat hotel yang harganya terjangkau. Asiknya lagi jalan Cihampelas ini termasuk kawasan yang strategis, lho. Untuk sampai ke Jalan Merdeka  pun kurang lebih hanya membutuhkan waktu 5-10 menit saja.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/hotel-murah-dan-strategis-di-bandung.html
sumber: favehotels.com
Dari jalan Cihampelas juga dekat ke Bandara, Stasiun Kereta, Pintu Tol, jalan ke Taman-taman, ke mall dan pastinya kalau mau ke Lembang atau Dago sangat mudah sekali. Ruas jalanan yang harus dilalui pun ga susah, kok. 

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan kalau menginap di hotel di kawasan Cihampelas ini

1. Deket dengan Mall

Liburan ke Mall? percaya deh, meskipun terkesan sangat mainstream, yang namanya mall tetap rame. Bosan di kamar saja, bisa melipir ke Cihampelas Walk alias Ciwalk, sekadar hang out  atau nonton film juga bisa. Kalau main ke Ciwalk, jangan lupa mampir ke Skywalknya buat berfoto, ya. Buat kolektor jeans, jalan Cihampelas ini serasa surga yang menyediakan berbagai pilihan celana atau kemeja untuk memenuhi lemarinya :)
credit photo: infotujuanwisata.com
credit photo: uniqpost.com

2. Wisata  Belanja dan Kulineran

Mau mengincar kulineran sambil belanja fashion di factori outlet? Cuma beberapa menit saja untuk sampai ke jalan Riau. Kalau menyusuri jalan Riau dengan berjalan kaki, bisa sambil selfie-selfie di bangku-bangku kayu yang berjejer di sepanjang jalan Riau. Belum lagi masih ada batu-batu, bunga Kasstuba dan lampu lucu yang jadi komponen jalan Riau yang mempercantik tampilan jalan.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/hotel-murah-dan-strategis-di-bandung.html
sumber: bandungtrends.com
http://www.catatan-efi.com/2016/06/hotel-murah-dan-strategis-di-bandung.html

Soal kulineran, jangan khawatir. Ada banyak cafe  yang tetap buka selama libur lebaran. Mulai dari rasa makanan yang nyunda seperti Warung Misbar,  citarasa western seperti Karnivor atau yang senang dengan rasa Oriental bisa didapatkan di Kedai Mandarin. Ga usah takut kelaparan pokoknya,

3. Jalan-jalan ke Taman di Bandung

Berbelok kiri, masuk ke jalan Wastukancana , lalu ngambil lagi ruas ke kiri via  jalan Tamansari akan mengantarkan kita ke Taman Jomblo,  yang letaknya di bawah Flyover pasupati, tidak jauh dari Balubur Town Square. Sebenarnya bukan cuma Taman Jomblo saja yang wajib dikunjungi saat main ke Bandung. Tidak jauh dari Taman Jomblo ada taman film, atau kalau dari dari jalan Merdeka bisa menempuh perjalanan beberapa menit ke taman Balai Kota yang punya spot anyar, Gembok Cintanya itu, lho.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/hotel-murah-dan-strategis-di-bandung.html
sumber: jabar.tribunnews.com

4. Objek Wisata Alam

Yes, jalan-jalan ke objek wisata alam juga biasanya itenerary yang masuk list para turis saat berlibur ke Bandung. Dari Cihampelas ini,  kita bisa sampai ke lembang via jalan Setiabudi untuk sampai ke beberapa tempat wisata di Lembang. Mau merasakan sensasi hangatnya pemandian air panas di Ciater,  Floating Market, Rumah Hobbit, Maribaya dan sejumlah objek wisata lainnya yang ada di Lembang.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/hotel-murah-dan-strategis-di-bandung.html
sumber: indonesiana.co.id
So, sudah memutuskan mau menghabiskan liburan lebaran ini ke mana? Tenang aja, ga susah kok menemukan hotel murah di Bandung, meski berada di lokasi strategis. Kalau rencana liburan di Bandung, colek-colek saya, ya. Siapa tau bisa nemenin jalan. :)


Jaman  digital kayak gini emang semuanya serba internet. Apapun lebih mudah diakses dan didapatkan dengan googling. Ga selalu harus dari laptop. Dengan gadget macam HP pun semua orang sudah bisa mendapatkanya. Apalagi nih saya yakin deh bagi  yang tinggal di perkotaan, usia 20an ke atas udah familiar denga yang namanya akses internet dari browser yang tertanam di HP android tau iPhonenya itu. Ada sih yang masih gaptek, tapi bisanya itu  para ibu-ibu sepuh yang biasanya Cuma pake HPnya buat foto-foto, nelpon, smsan atau BBMan. Katanya BBM ini aplikasi chat yang so yesterday hehehe. Eh tapi saya masih pake BBM buat chat, lho :D.


http://www.catatan-efi.com/2016/06/Urbanindo-teknologi-digital-memudahkan-bisnis-properti-yang-menguntungkan.html

Salah satu sektor perekonomian yang diuntungan dengan adanya kemudahan akses internet ini adalah bisnis properti. Dari sejak maslh SD dulu, ktita pun sudah mengenal kalau yang namanya papan alias perumahan itu adalah kebutuhan pokok. Belum punya uang untuk memiliki rumah, masih bisa nyewa atau ngontrak.  Selain itu kebutuhan property juga ga melulu  digunakan untuk tempat tinggal saja. Rumah yang mempunyai fungsi lain seperti Rukan alias Rumah Kantor atau Ruko alias Rumah Toko juga sedang menjamur di perkotaan.

Seperti juga belanja online yang sedang trending,  jual beli properti juga bisa dilakukan secara online. Mencari rumah atau menawarkan rumah untuk dijual bisa dilakukan secara digital. Namun, yang perlu digarisbawahi, saat berkomunikasi di dunia maya ini jangan mudah percaya.  Tetep dong, kita harus hati-hati. Jangan sampai kena tipu. Cari deh, marketing online properti yang bisa dipercaya.

Salah satu situs properti yang bisa jadi referensi adalah UrbanIndo. Situs ini sudah  jadi pionir yang menawarkan banyak fitur di webnya.  So, saat mengaksesnya,  para pengusaha properti yang bertransaksi secara online mendapatkan kemudahan dan pastinya merasa secure.

Selain akses yang mudah dan keamanannya yang terjamin,  ada hal lain juga yang perlu diperhatikan. Menjalani karir atau bisnis pun perlu passion agar tetap bergairah merintis dan membesarkannya.  Silaturahmi atau bahasa kekiniannya membina networking juga perlu.  Beneran lho, kalau yang namanya silaturahmi itu mendatangkan rejeki. Nah dalam hal bisnis, networking itu bisa membesarkan omset dan asset semakin banyak. Setuju, kan? Kalau sudah begini, insya Allah deh rejeki berupa transaksi yang ramai akan mengalir. Jangan lupa bayar pajak dan sedekah pastinya, ya.

Situs jual beli properti online lainnya, biasanya cuma jadi mediator antara pembeli dan penjual properti itu tadi. Misalnya ketika kita mencari rumah di kawasan tertentu, let say kawasan Dago, Bandung. Biasanya, situs  properti yang kita kunjungi hanya menginformasikan data secara umum dari properti yang ditawarkan, plus nomor kontak yang bisa dihubungi.  Dipikir-pikir ga ada bedanya dengan iklan di media konvensional alias surat kabar. Bedanya ya cuma paperless gitu. Ya ga, sih?

Terus apa bedanya dengan website jual beli property online UrbanIndo,[Disclosure],  atuh ya? Nah, sang founder, Arip Tirta ternyata jauh hari sudah memprediksi kalau nantinya akan banyak start-up bisnis yang mengandalkan teknologi informasi untuk bisnis properti.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/Urbanindo-teknologi-digital-memudahkan-bisnis-properti-yang-menguntungkan.html
 Karenanya beliau memutuskan untuk menjadi sang pionir alias pelopor yang  membangun situs  jual beli property secara  online  yang memberikan berbagai fitur keunggulan untuk membantu para pencari  properti berharga lebih murah.  Tau sama tau lah, hari gini budget untuk memiliki atau investasi rumah dan sejenisnya mehong, ya. Mahal, bo!

Kalau jeli dan pintar mengelolanya, sebenarnya bisnis yang satu ini punya prospek cerah. Setiap satu kali transaksi berhasil, seorang broker bisa mendaptkan  profit lumayan. Setidaknya bisa deh mendapatkan keuntungan antara 5 sampai 10%  dari harga jual rumah.  Bayangin aja,  kalau sebuah rumah seharga 500 juta berhasil terjual.   Hasil yang didapatkan lebih besar dari gaji bulanan kalau kerja kantoran. Tapiiii seperti yang saya bilang sebelumnya, kalau menjalani karir itu perlu passion.  Harus sabar. Begitu juga kalau jadi broker rumah.

Setuju, kan?
Hampir jam 16.30, ketika saya menjejakkan kaki di halaman parkir Hotel Prama Grand Pereanger.  Sore itu Bandung terasa dingin setelah diguyur  hujan. Sepanjang ingatan saya, meskipun bulan Ramadan bergeser 11 hari dari tahun ke tahun selalu saja ada hari  ketika berpuasa diiringi cuaca seperti kemarin. Lain waktu kadang terasa panas menyengat yang membuat kerongkongan terasa semakin kering. Well, tapi itu tidak menyurutkan minat dan antusias saya untuk mengikuti acara buka bersama di hotel legendaris  yang mengambil tema "Back to Kampoeng"

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

Setelah melewati pintu masuk, saya naik eskalator menuju lobby hotel dan disambut gapura dari kayu yang menghadirkan atmosfir suasana jaman dulu. Rasanya  bukan seperti mudik kembali ke Kampung halaman saja. Melewati gapura tersebut, serupa memasuki mesin waktu, terlempar ke Bandung  jaman bareto.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

Suasana lobby masih sepi, belum terlihat teman-teman blogger yang sudah hadir di lokasi.  Makanya, sambil menunggu  yang lain datang, saya berkeliling mendekati spot ala kampung berupa gubuk-gubuk yang menyulap suasana lobby hotel seperti Bandung tempo doeloe.


credit photo: Nchie Hanie
credit photo: Nchie Hanie
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

Sempat terusik untuk berfoto di sana. Cuma saya ga tega bayangin jembatan ini rubuh setelah saya naiki. Meski postur saya terbilang mungil. tapi saya ga mau ngebayangin kalau ternyata daya tahan maksimal  jembatan menahan beban  di bawah berat badan saya. Huehehe... Biarlah, saya skip aja dan mengabaikan hasrat narsis.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

 Tidak lama saat saya mengagumi properti di area lobby, Dydie datang. "Gue basah kuyup!" serunya di pesan bbm yang masuk. Saya ngikik. Celana dan baju saya juga sedikit basah.  "Ntar juga kering,"  kata saya sambil mengajak Dydie, Nchie dan Putri yang datang kemudian menuju resto , setelah sebelumnya Yasinta yang ternyata sudah datang di area Resto datang menghampiri. Eh sebelum ke resto akhirnya foto-foto  juga di sini. Kece, kan? :D

credit photo: Nchie Hanie
Berhubung waktu buka masih lama dan Marcomm hotel Prama Grand Preanger Yanno Tirtaharna sedang ada keperluan, kami melanjutkan keliling area lobby dan resto. Beberapa chef dan staf resto mulai bersiap menyajikan hidangan untuk berbuka nanti. Sambil memunggu semuanya well prepare, ternyata masih ada spot lain yang sayang sekali kalau saya lewatkan untuk difoto. 

So, this is it!

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html


Saya melipir ke area outdoor yang menyediakan space untuk menikmati hidangan di bawah sinar bulan dan semilir angin malam. Lucu juga  lho kalau mau dinner di area ini. Tidak jauh dari area outdoor ini juga ada kolam. Spot yan menarik untuk difoto termasuk pose-pose di sini. Eh tapi ada pasangan yang lagi renang. Ga enak, ah. Saya skip lagi deh buat ngambil gambar di sekitar kolam.


Ya sudah, saya mendekati stand-stand di area luar yang menyajikan berbagai hidangan. Ada lumpia, sate, mie kocok, seblak, martabak dan stand bandrek  & bajigur lengkap dengan tungkunya. Untuk bajigur dan bandreknya dipanaskan dengan arang, lho. Bukan kompor gas gitu. Saya langsung menandai, kalau  saat buka nanti harus mencicipi bandrek!
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Seblaknya, anyone?

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
bumbu sate yang bikin 'ngaruy' sayang euy ga sempet nyicipin sate ayam atau sapinya hehe
Alhamdulillah, adzan maghrib berkumandang! Masing-masing undangan (blogger dan media) sudah memutuskan pilhan ta'jilnya.  Kalau saya memilih  untuk mengambil kurma dan es doger. Setelahnya menjeda dulu dengan salat maghrib di musala. Biar tenang, karena waktu maghrib yang pendek. Jangan sampai dong keasikan makan melupakan salat. Ya, kan?

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
kurma, menu wajib buat buka puasa, sesuai sunnah nabi SAW
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Wwelcome drink, secang yang hangat atau es doger yang segar. Pilih mana?
Selesai salat, saya langsung memilih salad, menu favorit saya. Entah makan di hotel atau di acara kendurian, kalau nemu  stand ini pasti saya sambangi. Cara menikmati raw food yang modern dan enak menurut saya :)  Sayang euy, ga nemu black olive, salah satu komponen yang biasanya saya temui saban mencicipi salad. But never mind anyway. Dengan sedikit guyuran mayoneise, saya segera membawanya ke meja makan untuk segera saya lahap. Enaaak, segar!
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
saladnya yummy!
 Lidah Indonesia yang ga bisa enggak kalau belum makan nasi pun diakomodasi di sini. Ada menu nasi liwet, nasi bakar dan nasi kemangi yang hijaunya menggoda. Tapi akhirnya saya cuma ngambil nasi putih dan nasi kemangi saja. Beneran berasa makan di kampung ini, mah. Ya, meskipun nasinya sedikit keras, tapi sepiring menu nasi plus tumis sayur, balado telur dan rendang yang rasanya friendly alias ga pedas bisa saya tandaskan.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Aroma nasi hijau ini menggugah selera makan :)
Masih ada sedikit space di perut saya untuk beberapa makanan. Tapi males juga kalau ngambil sendiri, jadilah saya mencicipi es krim punya teman-teman. Nah pilihan rasa es krimnya paling suka sama varian green tea. Matchanya berasa banget! Sambil bercanda, saya  bilang sama Putri dan Dydie kalau es krim yang saya cicipi malam itu jadi mengingatkan saya pada seseorang yang jago masak. Ledekan  dan godaan dari Dydie langusng meluncur. Saya pura-pura ga denger aja sebelum pipi saya terasa ada yang menyengat  hehehe *dadah-dadah sama Dydie*

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Green tea ice creamnya juara. Very recomended!
 Nah es krim yang di sebelah kiri itu adalah kreasi ala-ala Putri, yang menjadikan kue balok sebagai salah satu bagian dari menu buka bersama  sebagai topingnya. Saya menghindari terlalu banyak mencicipi olahan tepung karena takut begah. Meskipun katanya yang badannya kecil itu makannya buanyak, tetap aja bakal ada limit ketika saya merasa kenyang. Lagi pula masih ada menu yang tidak ingin saya lewatkan dan sudah diincar sebelumnya. Iyes, bandrek!
So, dengan inisiatif sendiri, karena staf resto yang harusnya ada di stand sedang tidak ada, saya ngambil sendiri. Mungkin lagi salat atau ada keperluan lain. Enak, cukup untuk menghangatkan perut meski sebelumnya lidah saya merasakan dinginnya es krim.

Menu Lainnya

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Teh Meli yang jadi modelnya :)
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Pasta punya Lia, kembarannya Tian :)
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
buat sebagian orang, gorengan itu wajib buat ta'jil. Hijaunya cabe rawit pasti menggoda, tapi jangan bareng makanya sama olie bollen, ya :D
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Warna kecokelatan roasted chicken ini menggoda,skip juga karena udah kenyang pisaaan
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Mie Kocok punya Dydie.  Tampak segar, sayang kuahnya kurang panas
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Siapa yang suka manisan atau sup buah?
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Suka buah juga, kan?
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Aneka cake western dan tradisional
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Peyek ini dicetak pake seroja. Cocok buat nemenin makan mie kocok
Wajah-wajah kekenyangan :D. Saya, Dydie, Teh Meli Tian, Yasinta & Lia credit photo: Yasinta
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Ada penawaran hampers pastries juga
Percaya deh, dengan  IDR 185 K net, semua menu all you can eat  Back to kampoeng ini lebih dari cukup. Dengan durasi selama 4 jam (mulai dari 18.00-22.00) rasanya semua hidangan di sini tidak akan cukup untuk dinikmati semua :) Selamat bingung memilih :). Saking banyaknya sajian yang dihidangkan, ga semua menu bisa saya ceritain di postingan ini.

Tentang Prama Grand Preanger
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
suasana Prama Grand Preanger di malam hari
 Hotel klasik berbintang lima yang sudah eksis sejak jaman kompeni ini beralamat di jalan Asia Afrika nomor 8, Bandung. Gampang dicari karena berada di area 0 km. Salah satu member dari grup Aerowisata ini juga merupakan salah satu hotel yang mudah diakses. Untuk sampai dari atau ke Bandara Husen Sastranegara hanya butuh waktu normal 10 menit saja. Begitu juga dengan stasiun kereta api, hotel yang gaya art deco-nya kental ini hanya berjarak 5 menit saja.

Terdiri dari 6 tipe kamar dengan total kamar sebanyak 187 kamar, Prama Grand Preanger menyediakan berbagai fasliltas. Ada akses WIFI gratis, juga channel tv favorit, mini bar, room service selama 24 jam penuh, binatu serta valet yang siap melayani dengan ramah.

Tersedia paket meting mulai IDR 328 K net/person/day untuk half day,  tabel manner package dengan rate mulai dari IDR 175 K net/person dan paket wedding (tradisional,oriental dan internasional) mulai dari IDR 50.000 K untuk 300 pax. 

Prama Grand Preanger Bandung
Jalan Asia Afrika 81 Po Box 1220 Bandung 401111, Indonesia
Telp. +62 22 423 1631
Fax + 62 22 423 0034
email: gho.info@aerowisatahotels.com
web: aeorowisatahotels.com
Instagram: @pramagrandpreanger
Twitter: @pramapreanger