Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

Thursday, 1 May 2025

Berbagi Kebahagiaan Lewat Qurban Online yang Mudah dan Amanah

Beberapa waktu lalu, kita semua dibuat kesal dengan keputusan Donald Trump yang mengenakan tarif impor tinggi terhadap produk Indonesia, mencapai 32%. Tarif impor itu seperti beban tambahan yang semakin membuat UMKM kita kesulitan bersaing, apalagi produk lokal yang sudah punya pasar di Amerika. Apakah kebijakan ini justru membuat pengusaha kita makin terhimpit? Tentunya kita bisa merasakan dampaknya, terutama bagi pelaku usaha yang selama ini bergantung pada ekspor.

Selain itu, kabar tentang hengkangnya investor yang batal menanamkan modal di Indonesia makin menambah keprihatinan. Bayangkan, jika investor tetap bertahan, lapangan pekerjaan bisa terbuka lebih banyak. Namun, kenyataan yang kita hadapi adalah justru banyak yang memilih negara dengan biaya lebih rendah untuk berinvestasi. Kurs rupiah yang terus melemah menambah beban pengusaha, karena harga bahan baku yang semakin mahal. Rasanya seperti dunia sedang tidak berpihak kepada kita, kan?



Namun, di tengah ketidakpastian ini, kita diingatkan akan sebuah momen yang selalu membawa harapan: Idul Adha. Sebuah kesempatan untuk berbagi, memberi, dan merasakan bahwa dalam kondisi yang sulit pun, kita masih bisa bertahan dengan berbagi.

“Qurban bukan sekadar ibadah tahunan, tapi juga bentuk keberanian: untuk tetap peduli saat hidup sedang tidak pasti.”

Ketika Merasa Insecure

Kalian pernah lihat trending topic di sosmed soal rame-ramenya orang memborong emas? Investasi yang satu ini sepertinya jadi pilihan yang aman. Emas adalah komoditi yang likuid dan aman. Emas bukan lagi sebagai gaya hidup, tapi sebagai "pegangan" di tengah ketidakpastian. Harga-harga naik, inflasi terasa, PHK terjadi di mana-mana. Wajar saja kalau banyak orang mulai berpikir untuk menyimpan aset yang bisa dicairkan kapan saja.

Saat hidup di zaman yang penuh kecemasan, segala hal terasa serba cepat berubah, dan kita ingin memastikan diri "selamat"—secara finansial maupun mental. Hal yang manusiawi sekali. Tapi lagi-lagi kita disadarkan. Di tengah semua ketakutan itu, datang satu momen yang mengingatkan kita. Idul Adha sudah dekat dan kita segera bersiap untuk berqurban.

Qurban: Bukan Tentang Jumlah, Tapi Tentang Keberanian untuk Melepas

Sering kali, kita merasa ragu untuk berqurban. Tabungan belum cukup, pemasukan tidak menentu, dan banyak kebutuhan lainnya yang menanti. "Apakah qurban kali ini benar-benar perlu?" Mungkin pertanyaan itu pernah terlintas di benak kita. Tapi, justru di saat-saat seperti inilah qurban terasa semakin bermakna. Qurban bukan tentang memiliki lebih, tetapi tentang keberanian untuk melepaskan sesuatu yang kita cintai, dan yakin bahwa kebaikan akan kembali.

Qurban juga bisa jadi "investasi sosial" yang tidak langsung terlihat di rekening kita, tetapi dampaknya terasa di kehidupan orang lain. Seperti kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya demi perintah Tuhan, qurban mengajarkan kita tentang kepasrahan dan keikhlasan. Qurban memberi kita kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang beruntung, terutama di daerah-daerah terpencil. Kebaikan akan kembali, entah bagaimana caranya.

Investasi Emas vs Investasi Sosial: Kenapa Qurban Lebih Bermakna?Emas itu logam mulia. Nilainya naik terus, katanya aman. Tapi qurban? Ia adalah bentuk investasi yang nggak tampak langsung ke rekening, tapi bisa terasa ke hati dan ke kehidupan. Dari qurban kita belajar tentang kepasrahan. Seperti pasrahnya ayah para nabi kita, Ibrahim Alaihi Salam itu tadi,




Kepikiran nggak? Daging qurban bisa jadi momen makan enak bagi keluarga-keluarga yang mungkin dalam satu tahun ini nggak pernah menyentuh lauk daging. Bagi kita yang tinggal di kota besar, makan daging sapi atau kambing bisa kita lakukan sebulan sekali atau bahkan frekuensinya lebih sering. Kadang kita lupa, bahwa bagi sebagian orang, sepiring rendang dari daging qurban itu bisa jadi momen paling mewah sepanjang tahun.

Qurban Online: Praktis, Aman, dan Tetap BermaknaNah, buat yang punya keterbatasan waktu atau jarak, sekarang ada solusi yang sangat memudahkan: qurban online. Terus kepikiran nggak, mau qurban sapi tapi budgetnya nggak nyampe? Dengan berqurban mudah dari rumah secara online kita nggak usah pusing nyari hewan qurban yang layak. Jangan khawatir. Banyak lho lembaga zakat yang memfasilitasi kita untuk berqurban.

Yang perlu kita lakukan adalah dengan mentransfer sejumlah biaya. Kita pun akan mendapat laporan kegiatannya. Pokoknya prosesnya transparan banget. Ada laporan penyembelihan, foto, bahkan video pennyalurannya ke daerah pelosok. Bahkan dengan teknologi saat ini daging qurban dikemas dalam bentuk kalengan jadi semcam kornet misalnya. Lebih tahan lama dan penerima manfaat pun lebih praktis untuk mengolahnya.

Kenapa Qurban Online?

Terus kenapa qurban secara online ini patut dipertimbangkan? Nih saya kasih tau beberapa alasannya:

Dengan anggaran yang tersedia, kita bisa memilih hewan qurban sesuai kategori dan bobot yang kita inginkan. Harga bervariasi, jadi kita bisa menyesuaikan dengan kemampuan.Seperti yang saya bilang tadi. Pengelola akan memberikan laporan peneriman dan pemhelian hewan qurbannya kepada kita. Bisa melalui email atau Whatsapp.

Kita pun  bisa memilih daerah mana yang menjadi prioritas penyaluran daging qurban, termasuk daerah terpencil yang membutuhkan bantuan. Setelah hewan qurban disembelih dan dipotong, penyaluran daging qurban dan dokumentasinya pun akan disampaikan dalam bentuk foto mau pun video.  

Menitipkan hewan qurban via lembaga zakat seperti kitabisa.com ini cocok untuk kita yang tinggal di kota atau punya mobilitas tinggi sebagai jawaban cara qurban online terpercaya. Qurban bukan hanya berbagi kebahagiaan, tapi juga turut mendukung perekonomian umat. Banyak peternak yang mendapatkan manfaat dari meningkatnya permintaan hewan qurban.



Berqurban, meskipun dilakukan secara online, memberikan kita kesempatan untuk menggerakkan ekonomi, membantu sesama, dan menerima berkah yang tak terduga. Di tengah dunia yang penuh kecemasan dan ketidakpastian, qurban menjadi pengingat bahwa berbagi bukan hanya memberi, tetapi juga membuka pintu berkah yang lebih besar.

Bahkan setelah mengikuti program qurban online, kita bisa merasakan dampak positifnya—tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Mungkin rezeki terasa lebih lancar, jalan-jalan kecil terbuka, dan kebahagiaan datang dari tempat yang tak terduga.


Mari jadikan qurban bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga kesempatan untuk lebih dekat dengan sesama dan Tuhan. Jangan ragu untuk berbagi, meski dengan niat tulus dan sedikit keberanian. Di tengah ketidakpastian, qurban jadi pengingat bahwa kita masih punya kendali untuk peduli dan berbagi kebaikan. Kadang, berkah itu datang bukan dari yang kita simpan, tapi dari yang kita lepaskan

Semoga qurban tahun ini bukan cuma jadi rutinitas tahunan, tapi juga jadi cara baru untuk lebih dekat dengan sesama dan dengan Tuhan.

Yuk, jangan ragu untuk berbagi dengan berqurban.

Share:

Tuesday, 14 January 2025

Isaac Kearney, Disabilitas Bukan Pembatas

Waktu pertama kali lilhat postingan di instagram resminya Liverpool tentang pertemuan Isaac Kerney, saya ga bisa berhenti sampai selesai.  Bocah kecil yang ngefans berat dengan klub Liverpool itu dapat kejutan ketemu dengan Virgil Van Dijk dan Mo Salah. 

Jadi waktu ketemu itu Virgil nanya sama Isaac. "Aku lagi nyari seseorang yang ngefans berat sama Liverpool. Katanya dia tuh suka maen gitar. Kalau ga salah, namanya Isaac. Apakah itu kamu?"

Anak kecil yang sejak melihat sosok menjulang di depannya menyebut tentang dirinya itu cuma bengong campur takjub.  Kayak mau bilang, "Ini beneran Virgil?" Tampang polosnya cuma mengangguk waktu Virgil mengonfirmasi tentang dirinya.

Kejutan berikutnya muncul Mo Salah yang sebelumnya sudah nungguin di belakang bersama kedua ayah ibunya Isaac, Alan & Melissa. Ibunya berbisik pelan "I'm deadly emotional. Sumpaaah aku emosional banget lihat ini".

Di ruang sebelah, Virgil cerita kalau dia bawa temennya, namanya Mo Salah. Terus Virgil dengan lembut minta izin ngajak temennya untuk masuk. "Aku boleh ajak dia, ga?"

Isaac celingukan nyari sosok yang dibilang Virgil. "Mana dia?"

Salah pun muncul dan menyapa Isaac yang dibalas dengan sapaan kecil "Hai Salah." Ya di luar negeri emang gitu ya. Udah biasa nyapa orang lain dengan nama meskipun beda usianya jauuuh banget, even kalau orang itu udah seumuran orangtua kita. Please jangan praktekin di sini kalau ga mau cari masalah hahaha.

Kunjungan Pertama

Singkat cerita Virgil dan Salah ngajakin Isaac pergi ke markasnya Liverpool di Anfield. "Tenang aja, mama sama papa kamu juga ikut, kok," Virgil meyakinkan Isaac kalau dia ga pergi sendirian. Lucu banget deh waktu Isaac bilang sama ibunya "Mereka suka aku...." Bukan sebaliknya, "Aku suka mereka Mom." Duh ini yang bikin videonya jagoan banget bikin scriptnya ih.

Sampai di tempat latihan, sudah ada Kostas Tsimikas, Cornor Bradley, Elliot, Wataru Endo, Andy Robertson dan beberapa pemain sampai coach Arne Slot yang menyambut bocah itu datang. Saya bayangin kalau lagi di sebelah mamanya Isacc bakal senyum-senyum sambil nyodorin tissue karena pemandangan di depan mata ini bikin seneng sekaligus haru.

Seperti kata Arne Slot, Isaac jago nyanyi dan itu dibuktikan waktu Isaac nyanyi-nyanyi sepanjang nonton latihannya Anfield boys itu. Meski hujan rintik-tintik, Isaac tetep semangat dan antusias nonton idola kesayangannya.

Kejutan yang didapatkan Isaac ga cuma sampai di situ saja. Isaac juga diajakin nonton big matchnya Liverpool vs Manchester City. Walau Manchester biru ini lagi lucu-lucunya, saya termasuk penonton layar kaca yang deg-degan. Takutnya mood ngelucunya City lagi ilang kan. Jadi back fire buat Liverpool kalau gitu. Tapi untungnya City masih doyan lucu huehehe. Lucky us, pertandingan  hari itu dimenangin sama Liverpool. Kejutan yang manis dan pengalaman yang juga mengesankan buat Isaac.

Berbeda dengan fans lainnya, Isaac ga punya pemain paling difavoritkan. "He just love them all" kata Melissa dengan aksen scouse yang kental. 

Melissa Kearney, source: MSN

Di pertandingan itu, Isaac bukan cuma dapat sambutan dari suporter atau reporter. Sebuah pemandangan yang bikin mata hangat adalah ketika pemain-pemain City juga menyambutnya dengan ramah. What a moment.

Isaac memang bukan fans biasa. Dengan keterbatasaannya, Isaac tumbuh penuh dengan cinta kasih orangtuanya. Isaac juga jadi sumber inspirasi saat orangtuanya sedang sedih atau putus asa, gitu kata Melissa.

Ada Apa dengan Isaac?

Isaac terlahir dengan kelainan Wolf-Hirschhorn syndrome. Singkatnya dengan sindrom ini perkembangan fisik dan mental Isaac lebih lambat dari teman-teman sebayanya. Walaupun begitu, Isaac ga sepenuhnya mengalami keterlambatan seperti ciri-ciri penyandang sindrom ini. Kemampuan Isaac mengingat nama-nama pemain juga lagu-lagunya tentang Liverpool adalah hal yang mengagumkan. Bagitu juga bagaimana waktu Isaac berinteraksi dengan pemain-pemain dengan percaya diri adalah hal yang luar biasa. Belum tentu lho anak seusia Isaac bisa sepede ini. Bahkan dengan orang yang lebih tua pun. 

dari ignya Isaac Kearney

Di balik wajah polos dan senyum cerahnya, Isaac Kearney punya hak sama seperti kita, melangitkan asa untuk mewujudkan sejuta mimpi. Ia memang tidak pernah meminta terlahir dengan sindrom Wolf-Hirschhorn hingga  menggariskan batasan baginya. 

Tapi takdir memilihnya menjadi seseorang yang istimewa dengan keterbatasannya itu. Semangatnya untuk mencintai sepak bola tidak terhalang dengan keterbatasannya itu. 

Di awal-awal video sosial medianya, keluarga Isaac mendokumentasikan bagaimana proses tumbuh kembang Isaac. Berbeda dengan anak-anak lainnya, Isaac perlu alat khusus untuk melatih otot-otot kakinya agar bisa berjalan. Dengan keterbatasannya itu, Isaac malah menunjukan minatnya pada musik dan bernyanyi. Kalau gitar, harmonika dan drum adalah alat musik yang disukainya, maka antheme Liverpool You'll Never Walk Alone dan We are the World adalah salah 2 lagu dari lagu-lagu yang jadi favorit  bocah berusia 6 tahun itu.

5 Juni 2021 adalah postingan perdana Isaac yang menceritakan kunjungannya ke stadion Anfield. Saya menduganya, ayah Isaac adalah fans berat Liverpool. Isaac yang kerap menyanyikan lagu-lagu lawas macam lagunya Whitney Houston, Michael Jackson atau Phil Collins (saya mikirnya sih ini bawaan dari ortunya hahaha, kereeen deh) kemudian lebih banyak muncul tampil di sosial media dengan jersey Liverpool, entah itu jersey home atau away.

source: https://x.com/isaackearney

Selain Isaac terpilih jadi maskot pertandingan tempo hari, ia juga dapat spot khusus di dressing room pemain Liverpool lho. So sweet. Ketika orang-orang lain bermimpi mendapatkan satu spot ini, Isaac mendapatkannya dengan cara yang bikin hati meleleh.

Disabilitas Bukan Pembatas

Treatment spesial yang diberikan klub bagi Isaac mulanya ditujukan untuk memperingati hari disabilitas internasional pada bulan  Desember lalu. Tapi ternyata peringatan hari itu tidak berakhir pada momen seremonial saja. Isaac jadi viral dan dikenal banyak orang. Menjadi inspirasi bagi kita kalau keterbatasan tidak menghalangi cinta dan semangat yang terus bertumbuh lalu menyebar dengan cepat dan dengan rasa yang manis.

Apa yang kita tahu dari kisah Isaac Kearney ini jadi reminder buat kita, kalau keterbatasan adalah seni Tuhan menjadikan seseorang istimewa dengan caranya yang tidak pernah kita bayangkan. Skenario Tuhan memang ajaib dan tidak pernah bisa kita duga alurnya. Setiap kita punya hak yang sama untuk menjadi seseorang. Tinggal bagaimana kita mengatasi keterbatasan yang ada di depan mata. 


Share:

Thursday, 7 November 2024

Kevin Gani Pejuang Pangan Berkelanjutan Peraih SATU Indonesia Awards

Pernah melihat sisa makanan yang tidak habis seperti di acara resepsi, resto atau tempat lainnya kan? Saya tuh suka merasa sedih dibuatnya. Seriusan? Sebanyak itu makanan yang ga habis? Misal di sebuah acara pesta pernikahan dalam setiap 30 menit ada 20 piring makanan yang menyisakan makanan yang masih ada di piring.

Sebutlah acara resepsinya berlangsung 3 jam (ya anggap aja umumnya acara dimulai dari jam 11.00 sampai 14.00), berarti ada 120 piring yang masih punya sisa makanan. Itu belum dihitung di stand makanan semacam cake, aneka mie/pasta, bakso atau hidangan lainnya. Makanya, saya  selalu berusaha mindful untuk mengambil makanan. Sebelumnya udah memperkirakan porsi yang pas agar habis tidak bersisa.
ilustrasi sampah sisa makanan, sumber Canva library

Sampah Makanan Masalah Bagi Lingkungan
Beberapa waktu yang lalu juga saya baca berita kalau TPA Sarimukti yang menampung sampah di area Bandung Raya kembali overload. Lebih dari setengahnya adalah sampah makanan. Pada tahun 2023 saja dari target kapasitas 2 juta ton, jumlah sampah yang masuk saat ini sudah mencapai 14 juta ton. Overload sekali. Saya jadi inget beberapa waktu lalu ketika TPA Sarimukti ditutup sampah-sampah sisa pasar tumpah di beberapa titik berceceran di pinggir jalan.

Dibiarkan meresahkan, tapi kalau diangkut juga mau dibawa kemana? Dilematis tapi harus segera diatasi. Itu baru di Bandung saja. Kalau mau naik level yang lebih tinggi fakta yang tersaji lebih mengerikan. 

Indonesia jadi 'runner up' penghasil sampah makanan di dunia. Bukan prestasi dong. Andai bisa diolah bukan saja menghemat banyak aspek tapi juga bisa mengatasi masalah makanan dengan menyalurkan makanan yang masih layak pada mereka yang membutuhkan.
sumber foto: https://www.astra.co.id/satu-indonesia-awards
Sama halnya juga dengan yang dirasakan oleh Kevin Gani, pemuda Pejuang Pangan Berkelanjutan. Pemuda asal Surabaya Jawa Timur ini baru saja terpilih sebagai penerima Apresiasi SATU AWARD untuk periode tahun 2024 untuk kategori bidang lingkungan. Apa yang dilakukan pemuda ini menjaawab keresahan saya. Seneeeeng banget karena ternyata memang ada yang sepeduli itu seperti Kevin. So, ayo kenalan dengan Kevin dan Garda Pangannya, yuk!

Kevin dan Garda Pangan
Kevin mendirikan Garda Pangan pada tahun 2017 yang berfokus pada isu sampah makanan dan kesetaraan akses pangan di Surabaya. Langkah yang dilakukannya adalah dengan cara mengumpulkan surplus makanan yang didapatkan dari industri penghasil makanan olahan seperti hotel, bakery, kafe, restoran, rumah makan, katering dan industri sejenis lainnya.

Tentu saja Kevin tidak asal menampung karena makanan-makanan ini masih layak untuk dikonsumsi dengan cara menjemput bola. Kualitas makanan lebih terjaga selain itu juga distribusinya lebih cepat tersampaikan kepada penerima manfaat.
sumber foto: gardapangan.org
Pada pelaksanaanya, Garda Pangan juga menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) agar makanan tetap higienis mulai dari penjemputan sampai diterima kepada masyakarat sehinggi martabat mereka juga tetap terjaga

Inspirasi dari Surabaya untuk Kota-kota Lain
Di sini saya jadi mikir, yang di Bandung mau mengadopsi cara ini juga ga, ya? Selain cerita di acara resepsi yang saya ceritain tadi kan Bandung tuh terkenal dengan industri food and beveragenya. Ada aja tuh kreasi makanan atau minuman baru, kafe-kafe kekinian yang entah suah berapa banyak. Laris manis ya syukur tapi kalau tersisa alangkah lebih baiknya dimanage biar ga jadi mubazir.

Pernah tuh saya ngobrol sama tetangga saya yang jualan es kelapa muda. Saya pernah nanya sama beliau tuh batok-batok kelapa di kemanain sih, bu? Ibunya cerita dia sendiri bingung mau di kemana-in, tapi kan lingkungan di sekitar tempatnya jualan harus tetap terjaga kebersihannya. "Eneng kalau mau ambil aja, gratis," gitu katanya. Saya menggeleng karena kalau ditampung pun ga bisa mengolahnya .

Jadinya beliau ini mengalokasikan Rp. 400.000 buat membayar tukang sampah untuk mengangkut sampah cangkang kelapa itu biar ga menumpuk. Saya bisa membayangkan kalau sisa-sisa kelapa itu ga diangkut sehari aja udah menggunung tuh di samping depotnya.
ilustrasi pemanfaat batok kelapa. sumber https://jadesta.kemenparekraf.go.id/
Padahal nih selain dijadikan souvenir atau ornamen pelengkap fashion, batok kelapa juga bisa diolah menjdi salah satu alternatif bahan bakar atau briket di industri-industri kecil. Bisa jadi multiplier effect ke sektor lainnya sebagai alternatif bahan bakar non fosil. Ya, kan?

Sisa Makanan Tak Terpakai Tetap Bermanfaat
Balik lagi ke Garda Pangan. Selain mendistribusikan makanan-makanan ini bagi 28 ribu penerima manfaat dari masyarakat kurang mampu, Kevin dan teman-temannya juga tidak hilang akal mengatasi sisa makanan yang tidak layak. Garda Pangan juga memanjangkan langkahnya dengan melakukan upaya lain yaitu mengolah makanan yang sudah tidak layak konsumsi diolah menjadi pakan ternak sehingga bisa meminimalkan sampah.
sumber foto: gardapangan.org
Seperti ide yang saya pikirkan tadi ternyata limbah makanan sisa ini juga bisa diolah dengan memanfaatkan teknologi biokonversi BSF (Black Soldier Fly). Hasil pengolahannya behasil mereduksi emisi gas rumah kaca hingga sebanyak 533.900 kg. Sebuah capaian yang fantastis. Bayangin saja kalau sampahnya ga diolah. Bukan cuma soal polusi udara dari aromanya yang menganggu tapi juga mengundang masalah baru yang mengusik kesehatan bagi masyarakat di sekitar.

Edukasi untuk Anak-anak Sekolah
Garda Pangan juga ga cuma menyasar orang-orang dewasa sebagai penerima manfaat atau memberikan edukasi tentang pentingnya kesadaran memperlakukan makanan dengan kesadaran. Ini nih, yang saya suka dari Garda Pangan, menanamkan kesadaran sejak dini untuk anak-anak dengan program Kids Education-nya. Sederhana tapi bermakna.

Jangan sampai kesadaran ini terputus tanpa adanya estafet sebagai upaya keberlanjutan mengatasi masalah sampah makanan ini kan?
sumber foto: gardapangan.org
Mereka diajak terlibat dalam simulasi permainan yang membuat mereka lebih mudah faham dan melakukannya dengan riang gembira.Cara ini lebih mudah dicerna mereka tanpa harus membuat mereka jadi mikir. Pas banget.

Apresiasi SATU untuk Teladan Kevin Gani
Apa yang dilakukan Kevin adalah sebuah aksi nyata untuk mengurangi food loss dan waste, dan memberikan pemahaman yang sederhana akan pentingnya mengelola dan mengonsumsi makanan hingga proses akhirnya menadji sampah seminimal mungkin.
sumber foto: gardapangan.org
Saat ini sudah ada 1.500 relawan serta kemitraan yang berkolaborasi dari pelaku usaha yang turut berpartisipasi. Ini seperti sebuah pepatah lama yang masih relevan. Sekali mendayung, 2-3 pulau terlalui. Bukan cuma soal sampah makanan yang teratasi tapi juga membantu mengatasi masalah gizi masyarakat dengan cara yang layak dan bermartabat.

Kolaborasinya Garda Pangan ini memang inspiratif. Makanya, ga heran kalau akhirnya sang penggagas, Kevin Gani mendapat awards SATU Indonesia Awards untuk kategori penerima apresiasi bidang lingkungan sebagai Pejuang Pangan Berkelanjutan.


Share: