Showing posts with label cantik dan sehat. Show all posts
Showing posts with label cantik dan sehat. Show all posts

Monday, 25 May 2026

Menjaga Kesehatan Pencernaan Tubuh dengan Air Murni Alexa Water

Satu waktu saya  lihat postingan seorang influencer yang cerita kalau dia suka mengonsumsi vitamin sampai 11 butir dalam sekali tenggak. Jujur saya agak kaget. Bukan karena takjub melihat cara minumnya, tapi malah langsung kepikiran: ih, kasihan  ya ginjalnya :(

Sebenarnya vitamin itu bagus dan memang dibutuhkan tubuh. Tapi kalau dikonsumsi sekaligus sebanyak itu, apa ginjal nggak ‘kaget’ memprosesnya?

Ngomongin soal kebiasaan minum, saya jadi ikut mengingat-ingat. Dalam sehari, sebenarnya saya sendiri habis berapa gelas air putih, ya?

Kadang ada hari-hari ketika saya harus pergi pagi-pagi dalam keadaan buru-buru sampai lupa minum. Baru sadar pas sudah di jalan. Apesnya lagi, saya juga lupa bawa tumbler. Padahal kalau ingat menyiapkannya dari rumah, tinggal buka tas lalu minum selama perjalanan. Hahaha. 

Kalau sudah begini, biasanya saya akhirnya mampir ke warung atau minimarket untuk membeli air minum dalam kemasan. Tapi belakangan saya jadi sadar, ternyata bukan cuma soal rajin minum air. Jenis air yang kita konsumsi ternyata juga punya peran penting untuk tubuh.

Sudah hampir setahun ini saya berlangganan air minum dari Alexa Water. Awalnya cuma coba karena ada trial promo, eh malah keterusan, hehehe

Pas banget buat situasi saya yang memang agak susah beli galon sendiri. Karena nggak bisa bawa motor, saya biasanya mengandalkan adik atau kakak buat beliin air minum ke luar rumah.

Ya kalau pas butuh kebetulan ada yang bisa dimintai tolong sih aman. Lah kalau lagi urgent terus di rumah nggak ada siapa-siapa? Bisa sedih sendiri saya. Saya tuh kayak ikan. Kalau nggak ada air suka mati gaya termasuk kalau air minum habis. Bikin resah. 

Makanya layanan antar galon seperti Alexa Water lumayan membantu buat saya.

Tapi ternyata bukan cuma soal praktisnya saja yang bikin saya bertahan. Belakangan saya juga mulai lebih perhatian sama jenis air yang saya konsumsi setiap hari.

Pentingnya Mendetoks Tubuh

Pola makan saya tuh tipe ‘pemakan segala’. Gorengan masuk, kopi susu jalan, makanan instan masih dikonsumsi. Seafood aja yang saya hindari. Punya alergi soalnya. Jadi kebayang sih capenya tubuh bekerja setiap hari memproses semua yang masuk. *puk puk puk saluran pencernaan*

Makanya saya mulai coba memahami soal air murni atau demineral seperti Alexa Water.

Berbeda dengan air mineral biasa, air murni memiliki molekul yang lebih ringan sehingga membantu menyerap zat sisa metabolisme lebih mudah. Proses ini membantu tubuh dalam mendistribusikan zat makanan sekaligus membuang sisa metabolisme yang nantinya diproses oleh ginjal.

Balik lagi soal kebiasaan minum vitamin berlebihan tadi. Tubuh sebenarnya tetap membutuhkan vitamin dan mineral, kok. Tapi tidak semua harus dikonsumsi sekaligus dalam jumlah banyak. Apalagi tubuh juga punya batas dalam menyerap nutrisi.

Kalau berlebihan, sebagian justru akan dibuang lagi oleh tubuh dan akhirnya ikut diproses ginjal. Menjaga kesehatan tubuh ternyata bukan cuma soal rajin konsumsi vitamin, tapi juga memastikan asupan air harian tetap cukup dan berkualitas pastinya. 

Air Mineral vs Air Murni

“Ah, sama aja.”

Mungkin masih banyak yang berpikir begitu soal air minum. Yang penting bening, nggak bau, dan bisa menghilangkan haus.

Dulu saya juga mikir begitu. Padahal air minum dan ternyata air mineral dengan air murni itu punya karakteristik yang berbeda.

Air mineral mengandung mineral alami seperti kalsium, magnesium, atau natrium. Sedangkan air murni atau demineral sudah melalui proses penyaringan sehingga kandungan mineral anorganiknya diminimalkan.

Lalu pasti ada yang bertanya:

“Kalau mineralnya dikurangi, nanti tubuh kekurangan mineral dong?”

Padahal sumber mineral kita sebenarnya bukan cuma dari air minum.

Sayur, buah, ikan, telur, daging, tahu, tempe, dan makanan harian lainnya juga mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh. Malah ini lebih alami jadi aman buat tubuh. Sementara air sendiri kan punya fungsi utama membantu hidrasi dan metabolisme tubuh sehari-hari.

 Hayo, jadi udah minum air berapa gelas hari ini?

Kenapa Saya Bertahan Berlangganan Alexa Water?

Seperti yang saya bilang tadi. Saya tuh ribet kalau harus ngangkut galo buat beli air minum dan menukarnya ke toko atau warung.  Selain berat juga keterbatasan bagaimana cara membawanya sampai ke rumah.  Nah, dengan langganan Air Murni Alexa, saya tinggal terima beres. Alexa akan mengantarkan air minum ke rumah saya secara terjadwal setiap minggunya.  Membantu banget bikin saya nggak khawatir lagi bakal kehabisan air minum.

4 Hal yang Saya Suka dari Alexa Water

1. Pengiriman Langsung dari Pabrik

Selain pengirimannya yang terjadwal, Alexa Water yang  dikirim langsung dari pabrik ke rumah terjamin keasliannya.  

2. Dikirim Menggunakan Mobil Tertutup

Sering lihat kan pengiriman air minum galon yang menggunakan mobil pick up terbuka? Alexa ini punya treatment spesial dalam proses pengirimannya.  Dengan  menggunakan mobil tertutup, Air Minum Alexa terlindung dari paparan langsung sinar matahari dan debu/polusi jalanan selama proses pengantaran.

3. Gratis Ongkir

Kalau diantar gitu bukannya jadi tambah mahal karena ada ongkos kiri?

Ini nih alasan lain kenapa saya suka sama Alexa.  Pengiriman air minum Alexa semuanya  gratis ongkir. Dengan langganan 2 galon setiap minggunya saya cuma membayar 17 ribu saja per galon. Udah segitu. Nggak ada tambahan biaya lain-lainnya. Jauh lebih praktis dan hemat buat yang nggak mau ribet. Untuk kebutuhan yang lebih praktis, Air minum Alexa juga tersedia dalam kemasan botol yang praktis untuk dibawa ke mana-mana atau jadi pelengkap sajian konsumsi, loh.

4. Gratis Peminjaman Galon

Selain gratis ongkos kirim, kelebihan dari air minum Alexa ini juga adanya fasilitas gratis peminjaman galon. Termasuk untuk pelanggan pertama. Semuanya dapat charge harga yang sama.

Buat saya pribadi, memilih air minum sekarang ternyata bukan lagi sekadar soal harga atau merek. Tapi juga soal kenyamanan, kualitas distribusi, dan bagaimana air itu dikonsumsi setiap hari oleh tubuh. Pada akhirnya menjaga kesehatan ternyata bukan selalu tentang perubahan besar. Kadang justru dimulai dari kebiasaan sederhana seperti kebiasaan minum air setiap hari agar tubuh kita mendapatkan asupan air yang cukup setiap hari.

Saya udah berlangganan Alexa nih. Kamu kapan? Oiya kamu juga bisa ngajak bos atau manejemen kantor kamu buat berlangganan Alexa. Soalnya ada harga khusus untuk segmen: Corporate, Industri, Sekolah, dan Kantor yang ingin berlangganan rutin.

Saat ini distribusi pelaanan Alexa baru mencakup area Bandung dan sekitarnya saja, ya. Untuk informasi lengkap soal air minum murni Alexa bisa dicek di website resminya Alexa atau menghubungi admin di nomo whatsapp 08222 100 9575. untuk pesan antar sampai ke tempat kamu.






Share:

Friday, 23 January 2026

Ketika Gejala Perimenopause Menghampiri

"Memangnya kamu nggak pengen punya anak?"

Sebuah pertanyaan teman yang bikin saya freeze sejenak. Bukan karena bingung jawab apa. Tapi saya nggak nyangka bakal ditanya ini.

Sebelumnya saya sudah kebal sama pertanyaan "kapan nikah". Ternyata ada chapter selanjutnya: "emang nggak pengin punya anak?" Asli, nggak expect.

Alih-alih debat atau emosi, saya cuma nyengir sebentar dan nggak mau panjang lebar jelasin. Saya memilih untuk mengabaikan dan beralih ke topik lain. Mungkin karena teman saya ini cowok, dia nggak kepikiran kalau usia saya udah susah punya anak, kemungkinan kecil, atau alasan lain. Bukankah banyak yang sudah nikah tapi harus nunggu belasan tahun lalu memilih pasrah? Apapun yang Allah tentukan, itu yang terbaik.


Sebelum pertanyaan itu keluar, saya sudah menyadari kalau siklus mens saya dua-tiga tahun terakhir mulai kacau. Dulu lancar, paling maju/mundur beberapa hari. Sampai akhirnya saya nyadar: ini mah perimenopause. Bayangin saya ngomong depan kaca sambil nunjuk bayangan di cermin, lalu bilang: "ke mana aje lo?"

Dulu, kalau lagi mens saya jalani biasanya biasa aja. Paling kalau telat saya bakal nyari kunyit asam. Sekarang saya udah nggak nyari lagi kunyit asam kalau telat karena udah paham siklusnya bakal ngaco. Yang malah sekarang saya lakukan adalah nyiapin paracetamol setiap tamu bulanan datang. "Oh gini ya rasanya sakit mens?" Soalnya dulu emang jarang banget sakit kalau lagi mens.

Dulu juga nih, kalau lagi kesel atau uring-uringan, dan pas barengan lagi dapet, maka dengan gampang saya akan mengkambinghitamkan "lagi datang bulan". Padahal cuma pengen ngambek biar dimaklumin, hahaha. Kalau ada temen yang pernah kena omelan pas saya mens, maaf ya. Tau itu nggak bener. Sungkem.

Di sini saya nggak kasih tips seputar perimenopause. Saya cuma sharing pengalaman di masa "jelita" jelang 50 tahun. Feel like "wow, akhirnya sampai di momen ini!" Muehehe.

Gejala Umum Perimenopause

Sebelum tubuh kita (perempuan) berhenti memproduksi hormon estrogen dan progesteron, pada masa perimenopause ini hormon estrogen mulai ngaco produksinya alias naik turun. Pas estrogen berkurang, progesteron juga jadi terganggu. Itu yang bikin ovulasi dan mens jadi terpengaruh. Makanya bisa jadi mundur, maju, lebih banyak atau sedikit. Pernah tuh saya ngalamin telat mens 2 bulan dan di bulan berikutnya mens saya kayak dirapel. 21 hari mensnya deres terus. Saya sempet shock takut kehilangan darah hahaha. Kocaknya waktu itu saya mikir mungkin faktor stres. Padahal secara usia, pada saat itu saya bisa saja udah masuk masanya transisi alias perimenopause itu.

Disclaimer dulu, ya. Gejala perimenopause tidak selalu sama persis pada setiap orang loh. Ada yang gejalanya berat dan ada juga yang ringan saja.

Mules, Linu: Pain Killer is My Best Friend



Bayangin gini deh. Rasanya tuh nyeri di perut bagian rahim, tapi terasa sampai ke lapisan kulit. Seperti dicubit tapi cubitannya nyiksak banget plus pada organ yang ada tulangnya kaya kena tonjok. Sakitnya bikin nangis tapi nggak berair mata. Kalau bete, sedih, atau marah, air mata saya bisa keluar deras. Tapi pas sakit parah, saya malah jadi nangis kering. Kok kayak nangis fake sih? Kesel saya.

Jadi kalau lagi di luar atau bareng orang, saya nggak mau keliatan lebay. Lebih banyak diam, jadi pendengar "baik" alias males debat panjang. Karena bakal kelihatan aneh atau malah rese. Tapi biasanya kalau udah temenan lama, bakal ngeh: nggak biasa saya diem banyak. Muka judes saya makin kentara aja. Padahal dalam hati cuma berdoa: cepet selesai kumpul atau nih kegiatan, pengen segera rebahan.

Saat nyeri gini, pain killer jadi andalan. Alhamdulillah saya masih mempan sama paracetamol. Murah, aman dibanding obat paten. Level nyerinya nggak butuh dosis tinggi. Namun saya jaga jarak minum minimal 6 jam. Misal jam 7 pagi, baru lagi jam 13 atau 14 kalau masih sakit. Terakhir sebelum tidur. Sampai hari kelima mens, saya siapin diri. Hari 6-7 nyeri hilang.

Nangis Malam Hari

Bukan karena nyeri, tapi mood saya jadi kayak roller coaster. Nggak cuma pas mens, hari biasa bisa tiba-tiba melow. Nangis malam-malam sambil ngobrol sama kucing. Curhat. Mungkin kalau orang rumah lihat bakal bilang: ih stress lu.

Kok nggak curhat ke orang rumah? Buat saya, orang sedih kadang cuma butuh didenger, bukan ceramah atau solusi. Saya picky banget soal temen curhat. Males kalau malah jadi adu argumen, malah tambah bete. Saya beneran akan curhat sama orang yang suka kasih nasihat kalau emang lagi butuh nasihat.

Beda sama kucing. Mereka cuma bengong, lalu neplok kayak peluk. Semacam mau bilang "aku ada buat kamu" wkwkwk. Padahal IQ mereka katanya cuma segitu balita 2 tahun, mungkin nggak paham. Tapi vibrasi emosinya beda—mereka tau kalau lagi berantakan. (Berdasarkan konten kucing di medsos, hihi. Belum validasi sih.) Yang penting, lega setelah curhat tanpa bikin sebel. Buat saya, kucing peliharaan saya tuh udah jadi unconditional love bonding.

Perubahan Fisik


Mungkin juga ada yang berat badannya stabil. Tapi berat badan saya naik: biasanya 45-46 kg, sekarang 49 kg. "Cuma 3 kg" katanya? Pertama mikir: harus belanja baju baru, yang lama nggak muat!

Kedua, saya jaga berat badan demi nyaman gerak dan pakaian. Apalagi tinggi saya cuma 145 cm. Jangan sampai insecure karena postur yang makin membulat. Dulu sebelum fase ini, saya sudah minder berat dan overthinking pas ketemu orang banyak, apalagi yang baru kenal. Harus diakui pada saat ini saya jadi cenderung craving. Ampuuun. Apalagi saya punya hobi baru, baking. Bukan hobi aja tapi memang lagi ngulik buat sumber income. Jangan lupa, dibeli ya jualan brownies, roti dan kawan-kawannya buatan saya :)

Soal kesehatan? Yup, itu juga. Walau saya jarang olahraga. Iya, iya tau kok. Nanti bakal ada yang bilang: "Ya olahraga dong, Fiii..." Kalem. Itu udah masuk agenda kok. Nanti cerita lagi. Lanjut!

Hal yang saya rasakan juga jadi sering berkeringat di malam hari alias night sweats. Night sweats ini sering bikin bangun tengah malam basah kuyup karena hormon estrogen drop bikin tubuh 'panas dingin' tiba-tiba. Kalau nggak lagi hujan saya bakal nyalain kipas angin. Ini malah ngundang kucing-kucing saya buat ikutan tidur di kasur. Hembusan angin dari kipas ternyata jadi kesukaan mereka wkwkwk.

Ngomong-ngomong soal keringat ini, dari pencarian informasi yang saya dapat (CMIIW) hal ini karena faktor hormon dalam tubuh yang mulai nggak seimbang.

Jadi Banyak Kontemplasi

Di fase ini saya banyak mikir: udah ngapain aja sejauh ini? Kok banyak yang terlewat dan belum kesampaian?

Tapi nggak mau overthinking terus. Cape nangis nggak jelas. Saya nggak bisa maksa orang lain ikut mau saya. Yang bisa saya lakukan: moving forward. Kebahagiaan dan esok hari cuma saya yang tanggung jawab.

Perlahan berhenti nangis nggak jelas, kurangi baper, dan sikap nggak enakan akut. Pernah seorang sahabat memberi kritik: "Aku juga nggak enakan, tapi kamu tuh parah!" Saya malah ketawa bareng. Saya sadar, harus segera mengurangi drama-drama yang bisa bikin pikiran saya nggak karuan.

Sekarang saya udah lebih sering bilang tidak buat hal yang bukan prioritas. Mungkin terlihat telat buat orang lain, tapi milestone tiap orang beda. Banyak yang mulai langkah besar di usia nggak muda lagi. Dan ini satu langkah kecil yang berani saya ambil. I did it!

Last but not least, saya juga belajar berdamai dengan transisi ini. Beberapa teman sudah meninggal, ada yang up and down, ada yang drama berat yang mungkin saya nggak kuat kalau posisinya begitu.

In the end, kalau kamu yang baca tulisan saya dan lagi di periode yang sama, mari kita syukuri. Kita bisa melalui banyak hal di belakang. Jadi Tuhan pun sudah menyiapkan kita untuk kuat melalui hal-hal di depan. Kalau kamu yang baca tulisan ini adalah cowok, saya cuma mau titip pesan: sayangi adik, kakak, ibu, dan istri kamu kalau mereka lagi di masa ini. Kasih support dan boleh deh tanyain: "Apa yang bisa aku bantu biar kamu jadi enakan?"

Perimenopause bukan akhir, tapi transisi baru. Syukuri yang sudah mampu kita ilewati. Sekarang, ayo sambut yang datang dengan versi terbaru kita yang sudah lebih kuat.

Share:

Saturday, 17 May 2025

INSTO Dry Eyes Pertolongan Untuk Mata Kering

Berapa lama kamu menggunakan gadget?

Pertanyaan itu muncul di survei yang saya isi. Setelah ngitung-ngitung, ternyata saya memakai gadget lebih dari 6 jam sehari! Jadwal makan pun kalah. Pagi, siang, sore, malam—semuanya penuh dengan layar. Kayak nama restoran Padang aja, ya? Hehehe.


Jadi gini ceritanya. Perjaan saya sebagai seorang freelancer membuat saya sering-sering buka gadget, terutama HP. Intermezzo sedikit. Jadi kalau saya HP-an mulu, nggak selalu scroll sosmed. Kadang ngecekin email, ngedit blog, ngulikin Canva, atau follow up kerjaan. Pas jenuh melanda, saya suka buka aplikasi nonton buat hiburan. Ya udahlah, otomatis jam screen time saya jadi lama.

Kadang-kadang saya juga merasa mata tuh kok lelah ya? Hei Hayati, bilang sama Abang, ada yang ikutan lelah juga. Saya :)

Gejala Mata Kering

Ah mungkin emang kurang tidur atau capek biasa. Gitu saya mikirnya. Tapi belakangan saya mengetahui kalau ternyata ini adalah gejala mata kering yang nggak bisa disepelein.

Gejala mata kering itu bukan cuma rasa kering semata, seperti ruang dompet di akhir bulan. Pernah merasa kelilipan kena debu atau terpapar bon cabe? Nah, seperti itu. Atau kadang setelah menangis semalam gegara nonton film yang melow bisa bikin mata bengkak. Hahaha.

Saat kita mengalami mata kering, rasanya bisa seperti ada sesuatu yang nyangkut di mata dan nggak bisa keluar. Sensasinya bisa terasa seperti sepet. Dari penjelasan di webnya  Cleveland Clinic soal tanda-tanda mata kering, gejala lainnya juga bisa termasuk seperti pada gamber berikut

Penyebab Mata Kering

Terus saya nemu tulisan ilmiah di sebuah web  yang bahas soal medis. Ternyata menarik lho, mata kering itu erat hubungannya dengan air mata. Bingung nggak tuh? Katanya kering, tapi kok bisa berair? How come? Seperti yang dilansir oleh webmd.com
Sometimes, dry eyes create watery eyes. This confusing condition is called reflex tearing. It happens because the lack of moisture irritates your eye.
Saat mata mengalami kekeringan, tubuh secara otomatis mengirimkan sinyal darurat lewat sistem saraf untuk meminta pelumasan tambahan. Sebagai respons, tubuh akan memproduksi air mata dalam jumlah besar sebagai cara untuk mengimbangi kondisi kering. Mekanismenya mirip seperti saat mata kita kemasukan pasir—langsung berair sebagai reaksi alami.

Screen Time & Dampaknya Pada Mata

Semisal kita lagi di ruangan ber-AC seharian. Dingin, iya. Terus kerasa kan kalau wajah, tangan jadi kering? Malah muka jadi kayak kaku macam kanebo. Lagi pusing sama laporan yang nggak balance, tiba-tiba teman melempar jokes garing yang timpuk-able. Kesel nggak, tuh? Boro-boro mau senyum, yang ada kita cuma sebel terus buru-buru nyari hand body biar kulit jadi enakan alias nggak kering.

Kondisi itu mirip banget dengan mata yang kering tapi terus aja diajak ngebut kerja keras di depan layar. Berkedip pun jadi “sakit” karena permukaan mata nggak cukup licin. Akhirnya muncul rasa sepet, perih, dan lelah. Yakin deh di part ini kamu pernah mengalami. Mau ngajak toss tapi kok yang beginian, ya? :)

Makanya buat merespon rasa kering di mata itu,  tubuh kita jadi memproduksi air mata dadakan.  Ternyata bukan cuma tahu aja yang bisa dadakan ya hahaha. Sayangnya, air mata ini ibarat percikan air tanpa pelembap—mereka bisa bikin lega sesaat, tapi nggak cukup untuk menyembuhkan kekeringan itu sendiri.

Penyebab lainnya kenapa mata terasa kering adalah durasi screen time yang berlebihan. Keasikan lihat layar HP atau laptop  membuat kita jarang berkedip secara normal. Padahal, berkedip penting untuk menyebarkan air mata yang melapisi dan melembapkan mata. 

Kalau intensitas berkedipnya kita berkurang, permukaan mata jadi cepat kering karena air mata tidak tersebar merata. Akhirnya, mata jadi kering, perih, dan terasa lelah. Biasanya manusia berkedip 15–20 kali per menit, tapi saat fokus ke layar, bisa turun jadi 5–7 kali aja. Kebayang kan betapa keringnya mata kita?
Coba deh sekarang berhenti sejenak, alihkan pandangan ke sisi lain sambil mengedipkan mata. Kasih waktu sejenak buat mata kita untuk berkedip. Kasihan dia diforsir terus.

So, kalau misal lagi WFC terus lihat ada orang di seberang kita lagi kedip-kedip kayak lampu disko, jangan buruk sangka atau malah gede rasa. Mungkin dia lagi berusaha meredakan mata lelahnya dengan cara berkedip.

Produktivitas & Hobi Bisa Terganggu

Jangan anggap remeh masalah mata sepet, perih, dan lelah ini. Kalau dibiarkan terus, dampaknya bisa jauh lebih dari sekadar nggak nyaman.

Produktivitas kerja yang biasanya lancar malah bisa terhambat. Bayangin deh, saat kita lagi semangat banget bikin desain keren di Canva, eh mata tiba-tiba terasa berat dan perih. Bukannya makin kreatif, malah jadi uring-uringan, susah fokus, dan ide-ide segar pun ikut “ngambek”.

Tidak hanya itu saja. Hobi yang biasanya kita nikmati juga jadi kurang maksimal. Semisal saya yang suka nonton film favorit, tapi karena mata perih, bukannya bisa santai dan nikmatin jalan cerita, malah jadi nahan-nahan rasa tidak nyaman. Yang biasanya nikmat nonton film, jadi nahan perih di mata. Padahal yang perih kan hati.

Solusi Simpel dan Cepat

But don't worry, guys! 
Udah ada solusinya yang praktis: #InstoDryEyes.  Tetes mata ini pas banget buat yang sering terpapar layar seperti kita. Satu tetes Insto segera memberikan sensasi menyegarkan. Rasa kering yang bikin perih mata pun segera berkurang dalam waktu singkat.

Ukuran #Insto Dry Eyes ini kecil mungil dan lucu kayak saya. Kemasan botolnya yang nggak sampai sebesar telapak tangan membuatnya jadi praktis, travel-friendly. Aman deh, kompartemen di tas pun nggak akan tersita karenanya. Sudah tau belum? Sekarang Insto hadir dengan kemasan baru seperti ini. 
Kalau persediaannya habis, dan kebetulan lagi di jalan nggak usah cemas. Dengan segera bisa kita dapatkan di minimarket seperti Alfamart atau Indomaret terdekat.
Dan tau nggak? Sekarang Insto hadir dengan kemasan baru yang lebih modern. Jadi makin enak dibawa ke mana-mana—entah ke workspace, kafe, atau bahkan bioskop! Nonton pun jadi tetap nyaman.
Solusi Praktis yang Jadi Sahabat Mata

Kadang lagi sibuk banget, mata udah mulai nggak nyaman, tapi kerjaan belum kelar. Nah, INSTO Dry Eyes ini kayak sahabat dekat yang selalu siap menemani, menyelamatkan mata dari kekeringan. Pekerjaan pun tetap lancar.

Beneran deh, INSTO Dry Eyes ini solusi simpel yang membantu kita bisa fokus terus tanpa gangguan mata kering. Nggak perlu repot, tinggal tetes dan pekerjaan tetap lancar.

Yuk, Jaga Mata Mulai Sekarang

Kalau kamu juga sering merasa mata sepet, perih, dan lelah, jangan tunggu sampai parah. #MataKeringJanganSepelein —karena mata yang sehat penting banget buat gaya hidup digital kita. 

Kalau sudah mulai nggak nyaman, tetesin Insto Dry Eyes dan rasakan bedanya!


Share:

Monday, 22 July 2024

Looks Store: Belanja Murah Skincare dan Kosmetik Original

Yang namanya belanja skincare dan kosmetik (minimal bedak atau lisptick) rasanya udah kayak sembako. Seenggaknya dalam list belanja bulanan, ada aja item yang masuk daftar belanjaan.

Misalnya nih sabun muka. Terus pelembab, tabir surya, hand body, shampoo, bedak, parfum... Huaaaa ternyata banyak ini mah.

Meskipun udah banyak online shop atau market place yang jualan kebutuhan kita yang dua ini (skincare dan kosmetik, kan?) rasanya beda aja kalau beli langsung ke tokonya. 

Semacam cekin uang dengan konsep 3D. Dilihat  Diraba, Diterawang 😄. Husss, jangan mikir ke mana-mana lho, ya. Maksudnya nyobain testernya, atau nanya-nanya sama BA kalau pas jajalin produk baru. 

Kayak gini:

"Kalau sunscreen buat tipe kulit kering, cocoknya yang mana?"

"Shade bedak yang cocok buat saya sebenernya yang mana, sih?"

Atau sekadar nyium aroma dari produknya,merasakan sentuhan produknya pas dioleskan ke kulit, lihat sendiri tone warna lipstick yang kita coba dan sebagainya. Ya, kan? 

Di Bandung ini saya kenal beberapa toko kosmetik atau skincare yang besar dan ramai. Tapi kalau harus ngongkos ya males, mending belanja online aja.  Males ngantri, males didesakin BA buat nyoba produk yang sebenarnya ga niat beli sayang ongkosnya huehehe. 

Mayan sih kalau estimasi dari sisi saya, selisih ongkosnya minimal setara pelembab bulanan yang saya pakai. 

Terus saya baru tau kalau ternyata deket rah saya tuh ada lho toko skincare, kosmetik juga toolnya yang deket dari rumah. Namanya Looks Store yang beralamat di Jalan Melong Asih No. 65, Bandung. Jaraknya cuma 1km aja. Kalau naik angkot ga lama dan murah hahaha. 

Tapi yang penting sih experiencenya. Ini yang bikin saya seneng saat belanja di sini. 

Koleksinya Banyak

Siapa sih yang suka pake Wardah, Viva, Silky Girl, Hanasui, Somethinc, Originote, Azarine atau Erha? Adaaaa di sini. One stop shoping deh. 

Kalau belanja online kadang kita harus CO dari beberapa toko, kan. Belum lagi kuota free ongkirnya yang limit 😄. Eh btw ngomongin soal olshop dan free ongkir, Looks Store juga ada di Shopee, lho. 

BA yang Ramah dan Informatif

Siapa pun pasti seneng kalau pas belanja dilayani dengan ramah dan dapat informasi yang memadai. Waktu belanja di sini saya sempet nanya-nanya serum yang saya beli, terus bingung milih jenis hand body sampai palet make up. Awalnya udah cocok sama shade salah satu brand. Terus saya nanya, kalau palet yang lebih lengkap dari ini ada, ga? 

Taunya saya diajak ke etalase lain dan dikasih rekomendasi brand lain. Dengan harga yang hampir sama saya dapat palet yang lebih lengkap, terus shade warnanya juga tetep pas buat warna kulit saya. 

O iya, waktu saya nanya soal palet warna yang pas buat warna kulit saya yang sawo matang dan agak gelap, saya dikasih rekomendasi warna yang ga saya bayangin sebelumnya. Tadinya warna kalem dan agak nude lebih aman. Ternyata salah, gesss. Warna yang dikasih tuh kayak gini. Hmmm apa ya istilahnya? 

Sempet sangsi tapi ternyata emang bener, warnanya lebih stand out buat muka saya. Aaah love it. Kakak BA panutan yang kangenable sih ini mah. 

Kualitas dan Harga Bersaing

Waktu belanja di sini, pas bayar di kasir saya membayar Rp. 180.000 untuk item-item. berikut:

1. Whitening  Gold Serum Hanasui 20 ml 

2. Vitamin ac + Collagen Serum Hanasui 20 ml

3. Sunscreen Collagen Water Hanasui 30 ml 

4. Body Lotion Zaitun Herborist 145 ml 

5. Pensil alis dari Viva

6. Sunscreen spray Originote  50 ml 

7. Palete Make Up Salsa Rhapsody

Coba kalau belanja di toko lain harus bayar berapa tuh? Lebih deh dari Rp 200.000 Selisihnya lumayan banget! 

Walau ga dilabelin harga coret ga usah khawatir. Soalnya emang harganya segitu udah kompetitif. Dan soal originalitasnya udah dijamin

No worry deh kalau kena prank ternyata produknya abal-abal. Wajah kita cuma satu-satunya. Ga ada yang jual spare partnya. Dah deh, jangan sampai mau murah malah jadi masalah.

Segera Launching Parfumnya

Selain produk-produk skincare, bodycare, kosmetik juga toolsnya, ga lama lagi juga akan hadit produk buatan sendiri yaitu Hello Sis! Akan ada 5 varian yang hadir dengan aroma unisex.  

Kalau biasanya botol parfum dikemas dengan dus,  Hello Sis! hadir dengan kemasan kaleng. Lucu banget. Bisa  dimanfaatkan buat nyimpen properti-properti imut di kamar  seperti jarum pentul atau peniti, gunting kuku atau jadi celengan mungkin? 

Saya udah nyobain nih wanginya. Yang warna putih itu love banget. Saya naksir sama aroma woodnya yang segar. Aaah can't wait buat kehadirannya❤❤❤. 

Anyway, jangan khawatir kalau kalian ga bisa ke toko ini karena ga di Bandung. Masih bisa banget kok belanja di shopee, tokopedia dan tiktok. 


Ini akun-akunnya, ya:

Shopee: beautylooklicious & whoosh.id.

Tokopedia: beauty look licious

Kalau mau datang ke toko ini langsung, udah muncul di googlemap atau klik aja ini, ya:

 https://g.co/kgs/hPE2Fb3

Sebagai panduan, kalau datang dari arah Paltiga, lurus aja terus sampai nemu supermarket Borma. Dari situ belok ke kanan (Jalan Melong Asih).  Kira-kira jarak 400 meter  atau 2 menit bakal ketemu tokonya. Patokannya deket Indomaret, atau disamping pintu masuk komplek Perumahan Mekar Wangi. 





Ada Produk Parfumnya Juga, Lh


Share:

Saturday, 19 November 2022

Tips Memilih Moisturizer untuk Kulit Kering

 Cung, siapa yang (pernah) punya jenis kulit kering?

Sini, sini kita ngobrol, yuk.

Kita berdoa sama-sama agar masalah kulit kering ini segera usai, ya.  Terus kulit kita jadi kembali lembab, dan plus bonus jadi kenyal, glowing dan sehat. Insya Allah


Sejak  berberapa waktu saya lagi belajar soal afirmasi positif. Saya belajar buat ngomong yang baik-baik. karena kata-kata adalah doa. Setuju? Makanya di awal saya bilang pernah pake tanda kurung. Artinya masalah ini ga akan keterusan. Siapa juga yang pengen punya masalah terus-terusan dipiara. Ya, ga?

Masih soal afirmasi positif, itu bukan cuma ngomong doang lho. Bakalan jadi gagal atau susah terwujud karena 3 masalah ini:

* Ga yakin

* Ga sabar

* Ga action

Dua poin di atas kita bahas lain waktu, ya. Janji. Nah, yang poin ketiga ini soal action. Dalam rangka mengatasi masalah kulit kering kita harus action. Ga bisa lah kulit kita jadi lembab kalau ga ada usaha.

Ini dia versi saya buat menjaga kulit kita tetap terhidrasi

Usaha dari Dalam

1. Minum air yang cukup

Udah jelas ini mah. Semuanya pasti setuju kalau harus disimpan di list numero uno alias paling awal. 

Soal ini ada beberapa patokan. Ada yang bilang 8-10 gelas. Ada yang bilang sampai 3 liter. Ada juga yang mengukur dari proporsi berat badan. Silakan mau ambil patokan yang mana, ya. Karena masing-masing punya dasarnya. tapi kita sepakati jangann sampai kurang dari 8 liter atau 2 liter sebagai standar minimal. Setuju?

Paling mudah untuk nyicil kebutuhan minum ini, kita bisa memulainya dari bangun pagi. Saya suka nyediain galon mini di kamar. Biasanya abis solat subuh saya bisa minum 2 gelas air minum tuh. Kalau ga nyediain air minum udah deh bawaanya lupa. ya, ga? 

Kalau punya tumbler bisa juga masukin ke tas buat diminum di jalan. Tapi saya suka nyempetin buat minum dulu sebelum pergi. Pas pulang ke rumah juga udah kudu minum lagi. Apalagi kalau di perjalanannya lumayan lama bisa sampai seharian. 

Saya prefer beli botol minum yang jadi biar kalau udah abis tinggal buang. males soalnya kalau menuhi tas hahaha.  Tapi inget  ya, apapun makanannya jangan lupa sempetin minum air putih.

2. Banyak makan buah dan sayur

Inni gampang-gampang susah emang. Kenapa? karena ga semua orang suka makan buah dan ga semua buah juga kita suka. masih  Saya misalnya kurang suka tuh makan melon. Palilng doyan kalau makan mangga, sirsak, stroberi, nanas dan kiwi hmmmm yummy. Selain itu seperti semangka, pir atau pepaya saya masih hayu. Repotnya kalau pas buah yang kita suka lagi ga musim. Makanya banyakin buah yang kita suka biar ada alternatif kalau pas yang kita mau itu lagi out of stock.

Sayuran? 

Serangkai sama buah ini. Ga usah yayng paling mahal, ada kok yng murah. banyak. Sabagai penganut quick cook saya tuh paling doyan dioseng aja deh hahaha.

O, ya ada cara asik makan buah dan sayur. kalau buah dijus (ga pake gula) dan sayuran itu saya ga bisa nolak kalau dihidangkan salad. Udah deh, kayak ketemu artisidola saya. Ga bisa skip. Enak banget meski cuma dikasih topping mayonese (walau ada yang bilang ini ga sehat, tapi ga sering-sering alias tiap hari ini)

3. Kurangi gorengan

Saya nyebutnya guilty pleasure. Hayo siapa yangsependapat? Yuk ngacung :D  Kalaupun ga bisa berhenti sama sekali, direm aja. Dan sekali makan cukup 2-3 potong. Jangan banyak-banyak. bagus-bagus kalau cuma sebiji. tapi susah emang ya hihihi

4. Istirahat yang cukup

Tau, ga? Kalau kita kurang tidur  atau suka begadang, cairan tubuh kita ikut berkurang. Semakin larut kita tidur semakin banyak cairan yang menguap. Makanya gag heran kan kalau kita abis begadang muka kita tuh ga seger. Ya abis gimana? Kurang cairan.

Perawatan dari Luar

Udah ah, air wudhu aja. Cukup.

Hohoho kurang tepat, bestie. Sebagai muslim wudhu itu emang penting dan harus terjaga setiap kita mau solat. Minimal kita bisa wudhu 5 kali dalam sehari. 

Bisa sih jadi cuma 3 kali. Misalnya dari maghrib ke isya itu waktunya pendek kan, ya. Yang luar biasa itu kalau dari dzuhur ke ashar. Kan lumayan panjang. Tapi salut kalau emang bisa jaga wudhu tanpa intermezzo kentut atau kebelet pipis dan pup misalnya. 

Lah ini kenapa jadi bahas kentut? muehehehe.

Ayo kita balik ke topik.

Perawatan dari luar itu banyak sih. Mulai dari cuci muka, pakai moisturizer, dan belum lagi printilan lainnya seperti toner dan serum. 

Soal  moisturizer untuk kulit kering, kita ga usah merasa insecure dan membandingkan merk yang kita pakai dengan orang lain. Buukan soal mahal atau murah. dienrose artis atau enggak. Yang terpenting itu kenali dulu kesesuaian produknya. Cocok ga sama kebutuhan kita?

Cek komposisi

Jangan lupa untuk cek komposisi moisturizer yang akan kita beli sebelum check ouot di market place atau beli langsung di toko. Apalagi di saat ini produk perawatan yang kita pakai itu kan bukan cuma moisturizer dan sabun muka aja. 

Misalnya nih produk yang kita pakai itu menganduk niacinamide. Kalau udah tau apa aja kandungannya, pastikan komposisinya ga tabrakan dengan bahan aktif lainnya yang kita dapatkan kalau memakai serum. Atau mungkin ada bahan lain yang mana kamu tuh sebenernya alergi. Sebaiknya pilihlah moisturizer yang bebas alkohol dan pengharum agar kulit wajah tidak teriritasi.

Pilih yang berteksur krim

Pilihlah moisturizer dengan tekstur krim agar terserap lebih optimal oleh kulit. Pelembab dengan tekstur ini mempunyai kandungan minyak yang dibutuhkan kulit agar terjaga kelembabannya. 

Cocok-cocokan

Bukan cuma soal harga aja. Misala da 2 jenis produk yang hargganya ga jauh beda. taapi yang ini lagi ngehype dan banyak artis yang endorse. Tapi kalau ternyata komposisinya ga sesuai dengan kebutuhan kita, ya udah. Skip aja. 

Sudah berizin BPOM dan halal MUI?

Ga susah buat ngecek ini di label kemasan. BPOM tenteunya ga akan ngasih lisensi kalau mengandung produk berbahaya. Kalau sudah ada label BPOM berarti aman. Beberapa produk dengan zat aktif yang tinggi diperlukan pengawasan dokter untuk pemakaiannya dan biasanya harus rutin dicek secara berkala untuk memastikan kondisi kulitnya aman-aman aja.  

Khusus buat kamu yang muslim, biar tenang  dan ga khawatir, pastikan produk yang dipakai ini juga sudah bersertifikat halal.

Mudah Didapatkan

Jangan sampai udah cocok sma produk ini ternyata pas mau beli kudu PO 2 minggu misalnya.  Biasanya kita bisa mengira-ngira dengan netto kemasan 20 gram misalnya bakal kepakai berapa lama? Saran saya setiap mau repurchase alisa beli lagi jangan nunggu sampai beneran habis. Misal nih, usia pemakaian moisturizernya sebulan pas. nah, pas udah 3 minggu pemakaian jangn lupa segera stok ulang.

Masuk budget

Krimnya udah cocok tapi harganya ga cocok. Gimana ceritanya?  Ga mau kan anggaran belanja bulannya abis cuma buat beli moisturizer aja? Karenanya pas punya nominasi perskincare-an yang akan dibeli, kita udah punya patokan belanja. Misalnya untuk sebulan bakal ngabisin 300-400 ribu. Carilah produk skincare yang total pembelanjaannya ga lebih dari anggaran yang sudah ditetapkan. 

Inget, cocok enggaknya skincare dalam hal ini moisturizer ga selalu berbanding lurus dengan harga. ga usah gengsi kalau ternyata kita cocok sama produk yang terbilang murah. Malah mestinya hepi dan bersyukur karena alokasi belanjanya bisa dipakai buat yang lain. 

Biar ga galau menentukan mau pakai moisturizer  mana yang cocok, dan fokus nyari rekomendasi yang tepat, kamu bisa di ceklist.id lho.

Selamat memillih moisturizer kesayangan :)
Share:

Monday, 19 September 2022

Cara Mencegah Masalah Bau Badan

Mending cakep tapi bau badan atau Ga bau tapi ga cakep? 

Saya lupa siapa temen yang pernah nyodorin pertanyaan gitu. Dulu sempet kesel. Ngapain nanya kayak gitu?

Tapi sekarang saya bakal santai menjawab. Ga cakep asal ga bau badan . 

Alasannya sederhana aja, cakep atau ga kann itu relatif. Yang penting nyaman. Ya nyaman ga harus nahan nafas kalau deket-deketan hahaha. Ya, ga?

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar tubuh kita terhindar dari bau badan.  Kalau ini versi saya

1. Mandi Teratur

Walau di rumah aja ga ke mana-mana, saya paling anti menunda mandi. Paling telat jam 9 pagi tuh saya udah selesai mandi dan siap melakukan pekerjaan di rumah. Enaknya kalau udah mandi, bukan cuma badan tetap segar dan wangi tapi juga menjaga mood  dan bikin fresh untuk berpikir. Terus kalau mendadak harus pergi, bisa memangkas waktu untuk siap-siap. Dandan tetap bisa paripurna.

2. Menjaga Makanan

Beberapa jenis makanan bisa memacu aroma tidak enak. Bukan cuma bau keringat jadi lebih menyengat tapi juga bau dari nafas. Semisal  duren atau jengkol. Kalau ini sebenarnya bisa diatasi segera sama gosok gigi.  Tapi kalau bau badan, lebih lekat di kulit, juga nempel ke baju. Sebaran aromanya juga lebih kuat. 

Pas ke pasar, naik bus atau tempat umum lainnya yang banyak orangnya, besar kemungkinan terselip aroma bau badan entah dari siapa.  Pernah  ngalamin, kan? 

3. Pakai Deodorant

Ketiak emang bagian yang paling rawan bau dan berkeringat. Baunya khas banget ditambah lagi kalau sudah beraktivitas berat atau suka makan makanan yang baunya nyengat itu. Selesai mandi, pake deodorant jadi ritual wajib buat saya. 

4. Pakai Parfum

Ini lebih sebagai pelengkap sih kalau menurut saya. Jadi syarat utamanya ga BB dulu. Kalau BB terus pakai parfum yang ada aromanya malah jadi ga karuan. Kasian yang deket sekitar kita. Jangan sampai menzhalimi orang lain, ya. 

By the way dari aroma parfum ini bisa jadi identitas kita. Misal kita tuh sukaaa... dan sering pake aroma parfum yang dominan lembut, hangat, kalem, segar atau ceria. Meski gonta ganti parfum tapi biasanya ada kecenderungan aroma tertentu yang kita banget. Misal suka sama  parfum dengan aroma musk, lavender, vanila, wood atau bunga-bungaan. 

Pede Maksimal Berkat Bebas Bau Badan

Minggu kemarin saya dan teman-teman janjian pergi nonton konsernya Westlife di CGV.

Yup, ga salah. Di Bioskop. Bukan livenya di Wembley :). Situasi normal saat ini membuat  aktivitas nonton di bioskop tidak lagi dibatasi dengan kursi seperti waktu pandemi dulu. Apalagi pas nonton ini kan beda sama aktivitas bioskop biasanya di mana kita ga cuma duduk manis. Beberapa lagu yang enerjik seperti Uptown Girl, Mamamia atau Waterloo memancing saya dan penonton lainnya untuk berdiri ikut joged. 

Kebayang dong ya, kalau pas joged itu lagi BB. Dijamin krisis pede. Atau penonnton di sebelah kita yang BB. Bisa rusak suasana. Selama nonton yang diselingui joged-joged itu ya saya tetep pede. Ga ada drama ketek basah atau keringayt yang bikin bau. Pokoknya Nyaman terus bahkan sampai kembali ke rumah pun ga ada tuh bau badan. Baju yang saya pake pun masih wangi, lho. 

Rahasianya, saya pake sabun mandi Blue Shower Gel. Suka banget deh sama aroma pepermintnya yang hangat sekaligus fresh.  Bikin naikin mood beberapa strip. 

Blue Shower Gel juga dilengkapi dengan kandungan esensial oil yang terbukti efektif mencegah timbulnya bau badan. 

Tekstur sabunnya agak thick tapi mudah dibilas dan ini, nih. Ga bikin kulit jadi kering. Malah menghadirkan sensasi rasa lebih lembab, lho. Jadi ga boros juga sama airnya. 

Teman-teman bisa mendapatkan Blue Shower Gel ini di market place Shopee dan Tokopedia di akun toko Lineation. Blue  Shower Gel tersedia dalam  kemasan  250 ml atau 1 liter kalau kepengen yang gede untuk dipakai sekeluarga. 




Share:

Tuesday, 29 March 2022

Asupan Vitamin Untuk Tubuh Sehat dan Kulit Cantik

Beberapa waktu yang lalu saya sempat nonton youtube dr Grand Lich yang membahas kesehatan. Yang suka nyimak konten-kontennya pasti udah tahu dong kalau dokter yang satu ini suka bahas tentang dunia skincare. 

Siapa coba coba yang ga pengen kulitnya cantik dan sehat alias glowing alias kinclong? 

Di luar pentingnya menjaga kecantikan kulit dari luar, ada hal lain yang ga boleh dilupakan. Asupan makanan dari dalam.

Masih PR banget nih buat saya yang masih ga konsisten makan buah dan sayur. Udah ga konsisten pas makan kurang banyak, terutama buah-buahannya hihihi. Bukan ga suka, cuma suka kelupaan aja buat beli, Padahal buah-buahan macam mangga, manggis dan nanas itu saya suka banget, lho.

Buah-buahan yang biasa kita makan buat kesehatan kulit udah jelas paling banyak diincar. Misalnya aja jeruk.. Kandungan vitamiin c-nya yang cukup tinggi memang bagus buat kesehatan kulit. Makanya skin care yang beredar sekarang tuh banyak juga yang mengklaim punya kandungan vitamin c di dalamnya, Dan itu juga yang jadi incaran saya pas cek skin care hihihi. Ya pokoknya udah fitrahnya perempuan pengen tampak cantik. Ya, kan? Masa kelihatan ganteng *lawak terusss*


Kalau ga sempet makan buah-buahan yang mengandung vitamin c, ada cara yang bisa kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan asupan vitamin c ini lewat suplemen. Dalam sehari, tubuh kita membutuhkan asupan vitamin c sebesar 90 mg dan maksimal 2.000 mg.  Selain itu tubuh kita juga membutuhkan asupan vitamin b complex untuk menunjang vitalitas kita. 
.
Ngomong-ngomong suka ngecek ga sih kemasan vitamnin yang kita beli? Selain cek berapa mg kandungan vitamin di dalamnya, suplemen vitamin c sebenernya ga cuma vitamin c saja.Di dalamnya ada kandungan vitamin b complex, kalsium dan lainnya. Salah satu dari komponen vitamin b complex  adalah vitamin B3 atau Nikotinamida atau dalam beberapa kemasan lain dituliskan Niasinamida.

Di salah satu postingan youtubenya dr Grand Lich cerita, kalau di masa pandemi ini banyak yang curhat kalau ternyata sejak pandemi ini kok kulitnya makin glowing, padahal merasa pake skincarenya biasa aja.

Ternyata tanpa kita sadari, asupan vitamin c yang tadinya dibutuhkan untuk menjaga imunitas, secara ga langsung juga memberikan manfaat kulit yang sehat lewat asupan niasin yang terdapat juga dalam vitamin c-nya. Detail cara kerja niasin (B3) untuk kulit ini cek aja lah ya di youtubenya :)

Nah kandungan nikotinamida atau niasinamida ini yang direkomendasikan oleh dr Grand Lich sebagai tambahan suplemen yang kita minum. Tidak saja dari aplikasi niacin dari skin care yang kita gunakans ehari-hari, memaksimalkan kulit yang cantik dan sehat bida dioptimalkan lewat asupan niasinamida ini.  Komposisi dalam berbagai suplemen bisa beda-beda, tapi menurut dr Grand Lee asupan sebesar 50 mg saja sudah cukup. Jadi cukup satu butir vitamin b complex dan vitamin c dalam sehari untuk mendapatkan bonus benefit dari niasiniamida atau nikotinamida.

So, kalau mau kulitnya cantik dan sehat, jangan lupa juga dirawat dari dalam, ya! Banyakin buah dan sayur (sambil ngomong sama kaca, nih :D) juga tambahin suplemen vitaminnya biar tubuhnya tetap bugar dan beraktivitas. Jangan lupa cekin komposisinya. pastikan di dalamnya sudah ada niasinamida atau nikotinamidanya.



No Worry soal harga Karena vitamin B complekd an vitmain C yang punya kompisisi niasin di dalamanya banyak yang harganya terjangkau. Ga akan bikin dompet kita meringis. So, jangan lupa untuk belanja bulanannya nanti mampir dulu ke rak vitamin c untuk mendapatkan manfaat ekstranya untuk kecantikan kulitnya.

Share:

Tuesday, 14 May 2019

Make up Flawless Sehari-hari itu Mudah

Udah fitrahnya perempuan pengen banget keliatan cantik. Siapa saja, termasuk aku.  Makanya, waktu diajakin ikut ngabuburit di kelas beauty flawless sehari-sehari yang diadakan Big Pro Event pekan kemarin,  aku ikutan tuh. Apalagi bentar lagi lebaran, kan? Ya sekalian ngabuburit dan investasi waktu aja demi bisa dandan lebih maksimal.

belajar makeup flawless harian

Acaranya ini diadakan hari sabtu kemarin,  tepatnya tanggal 11 Mei 2019  bertempat di lantai 2 gedung Shafira jalan Sulanjana. Kurang lebih ada 18 peserta yang ikutan acara ini dengan seting meja yang berpencar. Masing-masing satu meja diisi oleh 4 orang. Feelingku langsung bilang kalau acara ini bakal berjalan santai dan no ribet-ribet.  Ga tau kenapa,  langsung aja kepikiran gitu.
belajar makeup flawless harian

Meski awalnya sempet deg-degan, agak sedap-sedap ngeri gimana gitu. Takut gagal atau ga bisa.  Tapinya lagi.... dalam hati udah bertekad  sebisa mungkin do it by my self, alias ngerjain sendiri. Jangan sampai dikit-dikit minta tolong fasilitator segala. Sayang kan udah invest waktu terus kalau hasilnya sia-sia.

Sebelum cerita lebih banyak,  aku mau cerita dikit dulu soal acara ini. Diselenggarakan oleh Big Pro Event,  beauty kelas yang bertajuk Ramadhan Flawless Beauty Charity ini mendaulat Zoya Cosmetics, Calysta Skin Care, Daster Bahenol dan Percetakan Big Stamp sebagai sponsor dan pendukung acara.

Keuntungan dari acara ini akan disumbangkan untuk Panti Asuhan Entrepreneur di Cililin, Kabupaten Bandung. Selain aku, ada juga dua Blogger Bandung  lainnya yang ikutan juga, Nchie Hanie dan Demia Kamil.
belajar makeup flawless harian
foto: Nchie Hanie
Sebagai narasumber, ada Teh Dewi Okta, Make Up Artist yang udah punya jam terbang. Untuk mendukung kelancaran acara, ada beberapa murid beliau juga hadir di acara ini yang ikut membantu peserta yang bingung atau kesulitan mengaplikasikan make up yang akan digunakan hari ini.

By the way, ini wajahku sesaat setelah setor muka alias registrasi.


Masih ada polesan bedak, lipen dan sedikit make up lainnya. Masih amatiran, kan? Masih kurang aja gitu. Kurang apa?  Ya kurang cantik  hahaha... Let's see gimana bedanya nanti, ya.

Anyway ngomong-ngomong soal keinginan untuk dandan buatku itu bukan buat jual pesona atau cari perhatian.  Dandan ya buat bikin diri merasa nyaman yang nantinya akan meningkatkan rasa kepercayaan diri.

Selain itu dandan malah bisa jadi ibadah kok. Semua amalan tergantung sama niatnya, kan? Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.Buat yang udah nikah ya ibadah nyenengin suami karena udah menyegarkan pandangan.

Gimana kalau belum nikah?
Ya itu tadi bikin nyaman diri dan ga bikin orang ngomongin karena muka terlihat kucel. Setidaknya membantu orang biar menjaga lisan hihihi...  Atau ya belajar dandan, memantaskan diri. Gitu aja buatku.  Mau lajang atau udah nikah, buatku soal  dandan balik lagi ke niatnya itu tadi. Setuju?

Untuk tools make up hari itu sebenernya ga banyak. Bisa dibilang minimalis. Malah bikin seneng karena ga bikin pusing yang amatiran kayak aku buat praktik dan menghafalkan step-stepnya buat latihan di rumah. Beberapa make up malah digunakan lebih dari satu kali untuk dandan.  Selain ga ribet juga lebih irit budget. 

Palet makeup,  bandana dan apron udah disediakan semuanya oleh panitia. Aku cuma bawa beberapa brush dari rumah sebagai 'alat tempur'. Sialnya aku ga ada beauty blender.  Yaudah lah gapapa. Karena seperti dibilang Teh Dewi hari itu, dengan kekuatan jari-jari tangan juga sudah cukup untuk aplikasi make up. 
belajar makeup flawless harian
fotonya pinjem punya Demia
Step pertama  yang dilakukan sebelum dandan adalah dengan membersihkan wajah dengan make up remover. Selesai membersihkan make up, wajahku beneran bare face. Berasa jelek banget (hus ga boleh gitu).  Ya ampun pas ngaca itu rasanya kucel sekali.  Rasanya pengen ngumpet aja.

Daaaan.... uji nyali sesungguhnya pun dimulai.  Kenapa? Karena jangan sampai merasa fail alias gagal teus balikan lagi bersihin muka. Bukannya malah nanti bikin jadi better alias mendingan. Yang ada malah bisa bikin berantakan karena keburu panik duluan. Pengalaman sendiri waktu coba di rumah sih ini. Ada yang pernah ngalamin juga?

Pengaplikasian BB Cream

Langkah berikutnya setelah membersihkan muka dengan make up remover, adalah mengaplikasikan BB cream secara merata di seluruh muka. Di sela-sela ngasih arahannya, Teh Dewi ngasih tau buat ga ragu mengaplikasikan BB cream atau foundie agak tebelan gitu. Ga akan jadi keliatan kayak topeng, kok.  Hmmm well noted.  
belajar makeup flawless harian
sumber: grup WA BC Dewi Okta
Beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengaplikasikan BB cream ini adalah sebagai berikut:
  • Saat diaplikasikan lakukan dengan cara ditap-tap, jangan di geser. Ga masalah mau dari jedat duluan atau pipi misalnya.  Yang penting merata dan mengikuti arah rambut halus yang ada di muka. 
  • Kelopak mata dan area under eye alias kelopak bawah mata juga jangan luput untuk dikasih bb cream.
  • Seluruh bagian wajah wajib bin kudu untuk dicover dengan bb cream termasuk cuping hidung. Kalau ga pake jilbab,  terusin juga aplikasi bb cream sampai ke leher. Jangan sampai warna muka dan leher jadi ga kompak alias belang.
  • Penggunaan bb cream ga selalu harus pake spon atau beauty blender. Jari-jari tangan kita juga bisa jadi tool yang ampuh lho.
  • Untuk kulit berminyak bisa menggunakan bloting powder agar make up ga cepet luntur. Hayooo siapa yang merasa sayang cuci muka takut make up jadi berantakan karena kena keringat atau cuci muka? Feelingku banyak sih yang merasa gini *ih ga boleh suuzhan lho*
Oya bb cream yang aku pakai hari itu adalah jenis translucent. Ps banget hasilnya sama tone mukaku. Apakah ini pertanda bulan depan bakal mengadopsi bb cream tanslucentnya Zoya, ya?

Cara Pengaplikasian Bedak

Sebenarnya disarankan untuk menggunakan bedak tabur untuk mengunci make up.  Tapi hari itu kami cuma memanfaatkan bedak padat yang ada di palet.  Sekilas warnanya agak mirip. Bingung juga sih mau pake yang mana. Nah, dapat ilmu baru lagi hari itu. Kami diajarkan untuk memakai dua-duanya aja.

Aku sendiri  pake bedak yang lebih gelap duluan baru kemudian ditimpa dengan bedak yang lebih terang. Untuk pengaplikasian bedak ini, aku prefer pake  kuas ketimbang spon, Rasanya lebih rata aja tanpa bikin mblog-mblogan kalau kata orang sunda alias tebal ga merata kayak topeng. Ga banget, kan? Step yang ini dengan aman terlewati.  Oya kalau mau pake spon gunakan juga dengan cara ditap jangan digeser jangan sampai menggeser posisi bb cream atau foundie yang sebenernya belum kering betul  lho.

Aplikasi Shading

Buatku bagian ini ga terlalu susah. Seriusan. Tinggal tersenyum lalu olesin deh tuh serbuk sharing untuk blush on ke pipi. Kalau mau terlihat lebih alami, timpa lagi dengan bedak dan sharing warna nude.

Oya selain shading di pipi, aku juga belajar membuat shading di area hidung. Mulai dari sudut dalam mata, shading yang nude itu tadi dibaurkan. Lalu untuk batang hidung sampai cuping pake shading yang cokelat dasar. Perlahan-lahan makin bawah makin samar dan diratakan di area cuping hidung.

Ga usah terlalu tebal karena cuma untuk membuat kesan batang hidung jadi lebih mancung.  

Cara Pake Eye Shadow

Oke, di antara sekian step dandan, printilan area mata itu paling mengintimidasiku.  Karena kalau gagal, you know lah kayak gimana konsekuensinya.  Warna eye shadow yang ga pas, eyeliner atau maskara yang beleber bakan bikin mess up your day.   Kalau mau aman, gunakan warna eye shadow yang natural sebagai dasarnya, aku pake yang warna cokelat. Meski ada glitternya tapi hasil akhirnya ga jadi bling-bling gimana gitu.

Setelah itu aku aplikasikan warna yang lebih gelap. Dan nekatnya aku pake warna hitam. Huaaa..... ini bikin deg-degan karena bikin jadi mata pandaku makin kentara. Tapi aku pantang mundur dengan menghapusnya. Aku bubuhkan di sisi luar mata dan aku baurkan lagi dengan warna cokelat tadi biar ga terlihat jelas batas dua sisi warna tadi. Fiuh, Amaaan! Not bad lah buat pemula sepertiku.
belajar makeup flawless harian
sumber: grup WA BC Dewi Okta


Aplikasi Eyeliner

Suka takut ga sih kalau aplikai eyeliner bakal bleber dan dandanan sekitar mata bikin fail? Ini setep berikutnya yang mana level horornya naik beberapa strip.  Iya lebay emang tapi ya itu tadi kalau fail bikin akutuh jadi ngeri.  Untuk step ini aku lakukan perlahan. Dengan pensil eyeliner yang diulir, aku melukis garis mata dari sisi dalam ke luar.
belajar makeup flawless harian
sumber: WA BC Dewi Okta
Ada satu lagi trik yang aku dapatkan di sini. Sebelum ini beberapa kali nyari di youtube gimana membuat wing atau ekor eyeliner. Hasilnya selalu zonk lah karena ekornya ketebelan. Jadinya malah kayak sapuan yang bleber.

Terus gimana caranya?

Jadi sambil mengarik garis eyeliner dari dalam ke luar, ujung mata luarnya itu sedikit ditarik ke atas dan ditahan dengan spon.  Fungsi utamanya adalah agar menyamarkan kerutan atau garis-garis yang semakin kentara seiring semakin bertambahnya umur (hiks....). And you know what? I did it!

Wohooo.... uji nyali make up seputar mata berakhir sudah.  Meski masih ada step berikutnya berupa aplikasi maskara dan melukis alis.  Soal ini aku ga terlalu khawatir amat walau melukis alis masih peer juga.

Untuk aplikasi maskara, cara yang bisa kita lakukan dalah dengan mengaplikainya secara digeser baik sisi atas maupun bulu mata yang bawah.  eyeliner jua bisa digunakan lagi pada bagian dalam kelopak mata lho. Aku coba mengoleskan eyeliner warna putih untuk kesan mata yang segar.  Lumayan perih sih pas ngolesin ini hahaha


Tentang Melukis Alis

Seorang temenku pernah bilang kalau alis yang rapi udah cukup bikin orang pangling. Peer banget emang buatku nih melukis alis mata yang rapi.  Kalau sisi kanan dan kiri ga sama ya wajar aja. Kerena mereka bukan saudara kembar. Katanya adik kakak. Tapi buatku lebih pantas dibilang tetanggaan sih hahaha. Sebel aku tuh karena  belum bisa memberikan kasih sayang yang sama untuk alis kanan dan kiri.  Yang sisi kanan lumayan rapi. Untuk sisi kiri aku minta tolong teteh asisten Teh Dewi untuk merapikannya.  

Prinsip dasar soal alis adalah dengan membuat bingkai dari bawah dulu baru melukis garis atasnya.  Di bagian melukis alis ini aku jadi naksir berat sama eyebrownya coloringnya Zoya. Polesanna bikin alis terlihat dramatis tapi tetap alami.  Baik, belanja bulan depan aku masukin ini ke list shopping hahaha....
ga sempet moto jadi fotonya ngambil dari webnya Zoya

Menciptakan Kontur Wajah

Kata Teteh asisten Teh Dewi  yang membantu  memandu kelas make up hari itu, mukaku ga bulat tapi tirus. Jadi narik konturnya ke cuping hidung aja, bukan ke sudut mulut. Ah masa sih, Teh? Soalnya kalau aku ngaca muka nih tampak bulat hahaha.... Ya udah aku nurut aja. Untuk membuat kontur menciptakan efek pipi lebih tirus yang dipaket adalah shading dasar yang juga digunakan buat mata. Iya yang warnanya cokelat itu. WIiih multi fungsi ya? Sekaligus lebih irit juga :).  

Asiknya menggunakan shading nan multifungsi ini bukan cuma irit tapi mudah juga dibaurkan, jadinya samar ga meninggalkan jejak yang kentara tapi keliatan hasilnya.

Last Touch

Untuk sentuhan terakhir alias lipstik tadinya aku mau pilih warna aman, alia warna bibir. tapi rasanya kok sayang kalau tampak biasa aja. Kurang cetar gitu kalau pinjem kamusnya Syahrini. So aku pilih palet lipstik warna merah yang posisinya ada di paling atas, paling tengah.

Hasilnya ga gonjreng tapi bikin wajah jadi seger. Lumayan menyamarkan muka lelah yang kurang tidur hehehe.

O, ya ngomong-ngomong soal aplikasi area mata biar mata ga keliatan ngantuk Teh Dewi ngasih aku tips begini.
belajar makeup flawless harian

Pilihlah concealer yang warnaya satu tingkat lebih cerah dari warna area mata.  Pastinya aplikasi bb cream atau foundie juga jangan kelewat. Nah biar lebih seger, jangan lupa gunakan bedak tabur warna putih.  Wuuuuih, kebetulan banget. Ini sih bisa memanfaatkan bedak tabur warna putih yang lagi jobless alias nganggur.

Jadi inilah penampilanku setelah kelas make up hari itu. 90 aku sendiri yang ngerjain. Kecuali merapikan alis sisi kiri dan kontur hidung.
belajar makeup flawless harian

 Ya kalau mau hasilnya secetar polesan tangan Dewi kayak gini aku harus banyak belajar.  Banyakin properti juga iya hahaha.... Cakep, ya hasilnya?
belajar makeup flawless harian

By the way, salah satu penyakit sebagian perempuan rasanya sayang banget kalau udah dandan cantik terus kena keringat atau wudhu jadi luntur.

Well kalau soal keringat kan udah ada bloating powder buat menyiasati, biar make up lebih lama. Yekan?  Setelah buka puasa aku ambil wudhu buat solat.  Ya masa ga wudhu sih? Karena udah batal. Nanti solatnya ga sah, dong?

Gues, what? Ini tampilan make upku setelah wudhu. Ga pake touch up bedak lagi pun masih ada jejaknya. Lumayan jelas.
Ah love deh pokoknya.
belajar makeup flawless harian

Makasih banyak ilmunya untuk Teh Dewi, Zoya Cosmetics dan Teh Eka yang udah menginformasikan acara ini.  Semoga berkah, ya.

Buat teman-teman yang mau tau lebih banyak soal tips kecantikan dan info lainnya, bisa lho follow ig Teh Dewi Okta di akun ignya @dewiokta_makeup. Kalian bisa rikeus untuk make up wedding atau mungkin ikutan kelas kecantikannya seperti yang udah aku ikuti.
Share: