Saturday, 11 July 2015

Ramadhan Fashion Expo 2015 Bukan Cuma Soal Fashion

Hah, 50%? Sadis  bener  tuh yang nawar  diskon.  
Itu yang terpikir  oleh saya waktu  membaca sebuah berita beberapa  negara tujuan ekspor tekstil Indonesia  meminta  potongan harga  karena  lesunya ekonomi dunia  beberapa  tahun yang lalu.  Indsutri  tekstil  yang  banyak  berhubungan dengan pasar  dunia ini memang  paling rentan  terpengaruh  naik turunnya nilai tukar  rupiah dengan mata uang dolar.  Giliran terjun bebas,  ya   ngenes  kayak  ditawar  sampe segitunya. Pas permintaan  tekstil  meningkat  juga bikin para  pengusaha tekstil seneng   banget karena   bisa meraih  banyak   keuntungan, meski di sisi lain kita lagi sedih  juga karena nilai tukar  rupiah yang  lagi ga bagus.
 
Nih busana muslim  sekarang  syari dan tetap  keren, kan?
Padahal  tren busana  muslim  di  Indonesia  ini  bisa  jadi penyelamat  para pengusaha tekstil ketika pasar dunia  lagi lesu.   Dibanding  rancangan fashion dunia  yang  bahannya irit  (ya iyalah,  bajunya  rata-rata minimalis), busana muslim  ini  memerlukan  lebih banyak  bahan pakaian  untuk minimal satu potong/stel pakaian.  Entah itu tunik, abaya  atau rok.  Belum lagi  jilbabnya.  Sayangnya  masih banyak pengusaha tekstil  yang lebih  suka menjual produknya  ke luar  negeri daripada membidik  pasar di dalam  negeri.  Padahal  para pengusaha   tekstil dari  Turki, Jepang dan Cina  lagi  gencar-gencarnya  lho membidik pasar  di  Indonesia.
Share:

Friday, 10 July 2015

Anti Aging: Kita Semua Adalah Korban Iklan

Tiba-tiba saja  kaki dan tangan saya  terasa  gatal. Padahal baru saja mandi. Digigit  nyamuk? Bukan.   Udara  pagi ini juga enggak dingin-dingin amat.  Hmmm,  alarm di otak saya langsung  menyala. Saya alergi. Salah makan, nih!
Bukan alergi seafood yang katanya  banyak  dituding jadi pemicu  alergi.   Iya sih, memang  seafood semacam  udang  bisa  bikin tubuh  kita jadi alergi. Ada banyak jenis  makanan  yang  bikin kita  jadi alergi dan ternyata alergi  itu berhubungan dengan antiaging.
 
http://www.catatan-efi.com/2015/07/antiaging-kita-semua-adalah-korban-iklan.html
credit: healthguru.com
Kita adalah korban iklan 
What? Antiaging? Bukannya  antiaging  itu kayak  iklan di tv-tv  itu, ya? Flek  hitam,  kerutan di sudut  mata atau  kantung  mata dan tanda-tanda lainnya?

Ah ternyata  kita  sudah jadi korban iklan kalau mengindentikan soal antiaging dengan tanda-tanda  itu. Iya sih,  itu salah satunya, dari sisi estetisnya. Tapi   ada yang lebih penting yang harus kita perhatikan soal antiaging ini, yaitu   perawatan tubuh dari dalam. Mulai dari pola makan sampai gaya  hidup.
Padahal   terapan antiaging ini  dihitung sejak  usia  0 tahun, lho.  Sederhananya, antiaging itu adalah hidup yang mencapai kesehatan  di atas  standar. Mencegah kebiasaan hidup dan lingkungan yang bisa merusak  kesehatan. 
Dengan  antiaging ini  kita  bisa punya tubuh sehat, bebas dari penyakit degenaratif semacam  gula darah, jantung, kolestrol dan sebagainya.  Bisa  kok  punya  tubuh  80 tahun tapi tetap  bugar  dan sehat  seperti usia 30an.  Eh tapi yang usia  30an aja  udah banyak yang bermasalah. Kayak saya. Duh, ampun, deh.    
Sebelumnya saya pernah  cerita soal  antiaging pada  2 posting  lainnya   beberapa waktu lalu, saya berkesempatan  untuk ketemu langsung dengan dr David, ownernya  DF Clinic. Jadi saya lebih puas  nanya  dengan dokter  yang memang interestnya  soal antiaging  ini.

Antiaging  Dikarenakan  Adiksi 
Waktu  bertemu dengan dr Sherley saya disarankan  buat berhenti  makan  yang pedes-pedes. Saya mencoba nurut dan lumayan, banyak jerawat yang kempis.  Meski begitu,  ternyata  saya masih punya masalah alergi  lainnya. Kalau mau lebih akurat  sih mending ngambil  tes alergi aja. Sebelumnya saya sempat bingung soal budgetnya hihihi... iya 3 juta,  gitu, lho. Tapi ternyata  saya   bisa mencoba Bio-E. Soal budget, cincailah.  Jauh lebih murah dengan kisaran harga sekitar 150 – 200 ribu. Hmm, worthed, kok dan yang menyelenggarakan tes  ini dokter  juga.
Bio E test adalah alternatif pemeriksaan alergi dengan harga terjangkau dengan cara melihat efek resonansi biologis badan kita terhadap makanan yang di paparkan. Test ini sangat sensitif namun sayangnya tidak membedakan reaktif ringan dan reaktif kuat. Sehingga pasien harus mencoba mencari tau sendiri mana yang harus dipantang ketat dan dikurangi.
Dari semua tes hanya membantu mencari mana yang alergi. Tapi tidak menjelaskan mana yang reaksi alerginya.Setelah tau mana yang alergi,  dicoba hindari semua. Lakukan tes satu persatu selama seminggu. Cari tau makanan yang menyebabkan reaksi. Tidak semua alergi reaksinya sama.

-sumber:  Grup FB sembuh autoimun 
Nah ngomongin soal alergi, meski saya  positif dan yakin   alergi  sama  yang pedas setelah mencoba  diet cabe-cabean beberapa waktu lalu, tidak selalu  semua  makanan yang pedas  bikin  alergi.  Bisa  jadi saya alergi sama cengek dan cabe merah, tapi baik-baik saja  dengan paprika, misalnya. Kalau mau hasil yang lebih meyakinkan, ya  harus  pake   blood test atau Bio E-test.

Diet dan Hormon Melatonin
Ada beberapa  tanda yang   bisa kita kenali kalau sebenarnya  kita  punya  masalah dengan alergi. Cuma karena tubuh  kita  udah addict,  jadinya gagal untuk mengenal alergi (adiksi)  dan ga  merasa  ada masalah. Misalnya saja nih ada  lingar hitam di mata. Halah,  ini mah masalah saya. Emang  sih penyakit saya  suka begadang, tapi dari kacamata  dr David masalah saya  bukan  soal begadang aja. Ada  alergi  dengan tubuh saya  dan itu tadi,  tubuh saya bereaksi dan  memberi warning  dengan tanda seperti  ini. 
Cara  sembuhnya? Saya kudu diet. Diet  bukan ngecilin tubuh lho. Diet ga selalu identik dengan progrm ngurusin badan. Lah yang badannya subur  juga bukan kelebihan gizi. Tapi kekurangan gizi. Badannya jadi bongsor  itu karena tubuhnya  numpuk kalori.

Ya  namanya  hukum alam, yang kuat yang survive. Pilihannya  saya  mau melawan  dengan menjalani diet atau menyerah. Saya pengen  sehat, makanya ga mau nyerah.  Selain berhenti  makan yang pedas-pedas, saya harus  memperbanyak  makanan  yang sehat  (tidak digoreng), berhenti makanan lainnya, banyakin sayur dan  buah-buahan  yang  bervariasi,  cepat tidur dan mematikan lampu  waktu tidur dan mengubah kebiasaan lainnya.  Dulu sih suka malas,  tapi  demi sehat, sekarang  saya  udah bisa tidur dengan kondisi lampu  yang mati. Iya,  balik lagi sama niat,  ya apa-apa juga. Kita yang  milih kita  yang nanggung risiko.

Selain  emang menghemat  pemakaian listrik  (halah, iya atuh),   tidur dengan lampu dimatikan  itu  sangat mendukung produksi hormon melatonin  di dalam tubuh.  Hormon melatonin ini tidak bisa bekerja.,meski  mata kita merem, tapi masih tidur dalam ruangan  yang terkena sinar (biarpun dikit  aja). Makanya kalau tidur dengan lampu 5 watt, misalnya  posisinya  harus membelakangi  kita.  Eh kebayang  kan, kayak gimana posisinya?

Kalau  serius menjalani  diet  ini,bukan hanya tubuh  yang sehat dan bugar, kulit  yang sehat, bersih dan kenyal  sebagai  bonusnya  bisa kita dapatkan.  Setelah menjalani Bio-E  test, saat kita berobat  di DF Klinik kita akan  mengikuti Terapi Disbiosis. Apa itu terapi Disbiosis,  kecukupan gizi, dan pola makan sehat  yang disarankan dr David sampai soal autoimun saya lanjutin di tulisan berikutnya, ya.




Share:

Thursday, 9 July 2015

Ngabuburit Seru di Jurasik Fest

Menikmati  buka puasa di dalam  ruangan resto atau kafe  mungkin sudah  biasa buat kita.  Tapi bagaimana  ya  kalau buka puasnya di halaman terbuka dengan suguhan musik dan stand kuliner  dan food truck  yang bisa kita  pilih? 

Inilah suasana  Jurasik Fest  yang  saya kunjungi yang diselenggarakan oleh Hollywood bar, jukebox &  kara*ok.  Hmmm,  tadinya  sayang agak gimana gitu  kalau konsepnya  diadakan di dalam bar  yang identik dengan suasana   gelap dan kepulan asap rokok. Eh ternyata  enggak, lho. Makanya  acara  Jurasik Fest  alias  "Juni, Ramadan, Seni, dan Kuliner Festival” ini jadi pusat perhatian pemakai jalan saat melalui  jalan Sumatra  no. 38, tidak jauh dari pintu lintasan kereta api. 

http://www.catatan-efi.com/2015/07/ngabuburit-seru-di-jurasik-fest.html
Suasana ngabuburit di Jurasik Fest
Share:

Monday, 6 July 2015

Plus Minus Kegiatan Buka Bersama

Sudah  setengahnya lebih kita menjalani puasa di bulan Ramadan.  Biasanya  kalau udah masuk tanggal belasan Ramadan seperti  ini jadwal  buka bersama  makin padat.  Mulai  yang bersponsor  (alias  gratisan), bayar  masing-masing  atau sistem potluck  (bawa  masing-masing  di rumah  dan saling cicipin)   makin rame aja, ya. 
http://www.catatan-efi.com/2015/07/plus-minus-kegiatan-buka-bersama.html
Salah satu acara buka bersama yang saya ikuti
Akhir pekan kemarin saya sendiri  dapat 4 undangan  buka bersama.  Semuanya  gratisan  hehehe...  1 dari  komunitas,  2  dari resto/cafe dan 1 dari  UKM  waktu kuliah dulu.  Sayangnya saya  bukan sejenis  bakteri semacam  amoeba  yang bisa membelah diri, membuat  kloningan  yang bisa ikutan semua  acara.  
Share:

Sunday, 5 July 2015

Basreng Hangat Blogger Bandung Mengalahkan Medsos

Ada  yang  membedakan  antara  blogger  di Indonesia  dengan Blogger di luar negeri. Itulah  yang pertama kali saya  ingat waktu Bang Aswi menyapa  para  blogger Bandung yang datang ke acara Basreng (Buka Puasa Bareng) Blogger  Bandung yang digagas  oleh Teh Eka  Riani, ownernya Kaos  Gurita.
http://www.catatan-efi.com/2015/07/basreng-hangat-blogger-bandung-mengalahkan-medsos.html
Basreng: Buka Sareng
Kulturnya  orang Indonesia  adalah  kultur  bertutur, senang ngobrol.  Mungkin itu  yang membuat minat baca rendah.  Teman saya, Madame Vivera  Siregar  pernah bercerita  ketika  naik kereta  di luar negeri  mendengar ada sumber  suara  yang ramai  ngobrol cekikikan, sementara  penumpang lainnya lebih tenang dan anteng.  Mau tau siapa penghuni seat yang riuh itu?  Ternyata itu orang Indonesia!
Share:

Saturday, 4 July 2015

Menikmati Basreng Ala Blogger Bandung

Setelah  buka  bersama  blogger  minggu  kemarin  saya dan teman-teman  bikin kesepakatan  no medsos saat ketemuan  kecuali foto-foto,aturan  yang sama  juga berlaku  ketika para Blogger Bandung kumpul buka  bersama sareng Blogger (Basreng) yang digagas  oleh  Kaos Gurita. Kebanyakan  blogger  yang banci kamera  (ga semua sih) rasanya  ga lengkap kalau ketemuan ga  narsis-narsisan. Selfie atau welfie jadi menu wajib  Jadilah tools  yang disediakan  oleh Kaos Gurita  sebagai  wahana seseruan  kami sebelum dan sesudah  berbuka. Apalagi games  yang digelar  juga temanya  norak-norakan.  Kalau urang sunda bilang  siga nu diulangtaunkeun wae  (kayak yang lagi dirayain ultahnya aja).  

http://www.catatan-efi.com/2015/07/menikmati-basreng-ala-blogger-bandung.html
suasana  Basreng di Piset Mall


Share:

Friday, 3 July 2015

Anti Mati Gaya Dengan Power Bank Asus ZenPower

Colokan! Ini  yang biasanya  saya  pikiran  kalau datang tempat  umum. Cari  Posisi  yang  tepat. Yup, sodara-sodara  sebangsa dan setanah air, buka cuma posisi  yang menentukan  IPK saja, tapi posisi  juga menentukan eksistensi *mulai lebay*.   
http://www.catatan-efi.com/2015/07/anti-mati-gaya-dengan-power-bank-asus-ZenPower.html
Entah itu restoran,  cafe  atau masjid sekalipun  dulu mata saya mencari-cari pojokan yang ada  colokannya. Pernah tuh  waktu nginep  di masjid bulan puasa, saya  dibuat mencelos  liat colokan  yang sudah  dipenuhi oleh  chargeran entah punya siapa. Selesai  salat tarawih  pun masih   penuh.  Lalu saya  berharap  dan sedikit geer  kalau subuh  nanti menjelang sahur  sudah agak lowong.
Dan ternyata saya kalah cepat.  Posisinya  masih penuh terisi dengan gadget  lain.  Iya, waktu itu saya  dibikin mati  gaya  karena power bank yang saya  beli waktu  itu  ga bisa dipake ngecharge, lupa  belum diisi.Hiks....  Begitu  juga pas  saya memenuhi undangan ripyu sebuah tempat  makan, saya  dibikin  menyesal  karena lerupa  bawa  charger (power bank sebelumnya  sudah menyandang status  mendiang T_T). Padahal di setiap sudut  kursinya  disediain colokan.  Sebenarnya  ada sih power bank  yang lain. Tapi kapasitasnya  cuma 2000 mAh-an. Lah  ini  mah  setengah jam juga udah  ga bisa  kasih makan handphone lagi.  Mau foto  ini dan itu  jadi  ga bisa  karena  HP saya  keburu mati. hiks.... 
Share:

Wednesday, 1 July 2015

Buka Bersama Emak Blogger Sambil Belajar Fotografi

Kalau  memerhatikan time line  para blogger  di  akun FB atau twitter  pekan kemarin,  terutama  para  emak  blogger rasanya   banner  yang satu  ini udah  ga asing  lagi.  Bukan  karena ada  nama saya di sana  *Ge-eR  amet*   Yup,  Bukber alias  buka bersama  yang  bukan sekedar  kekinian.  Selain silaturahmi,  acara  offline  yang diikuti  biasanya  selalu dibarengi dengan sharing  ilmu dengan sesama  teman blogger.  Kayak  acara  Bukbernya  KEB Bandung, nih. 
http://www.catatan-efi.com/2015/07/buka-bersama-emak-blogger-sambil-belajar-fotografi.html
Credit: KEB/Annisa Steviani
Setelah semua  kota sepakat  untuk  buka bareng serentak  pada tanggal  28  Juni 2015,  para emak blogger Bandung memilih lokasi  buka bersama  di sebuah cafe  yang terletak di jalan Sumatera No. 5 Bandung.  Saya  menggusur  adik saya  buat ikutan acara  ini, biar  pulangnya enak, ga usah pusing  cari angkot.  Iya, ga salah saya jadiin saya  tukang  ojeg, dan saya jadi penumpangnya aja. Hahaha.... kakak  macam apa saya ini,  ya?   By the way protesnya   udah diwakili Nchie  Hanie  tempo hari.  Jadi plisss,  ga terima  komplain  lagi  :D
Share: