Showing posts with label Koleksi Buku. Show all posts
Showing posts with label Koleksi Buku. Show all posts

Thursday, 13 February 2014

My First Solo : Asbabun Nuzul for Kids

Kalau beberapa postingan yang sudah-sudah saya suka bercerita atau meresensi novel/buku orang lain, kali ini saya mau cerita buku solo saya yang fresh, baru aja keluar dari percetakan. Ehm, boleh, dong. Biar teman-teman punya gambaran apa sih isi buku saya ini? Nantinya ga akan ragu-ragu lagi memborong di toko buku. Bisa jadi hadiah buat anak, adik, keponakan atau calon keponakan. ^-^

Nah ini dia buku solo perdana saya


Seperti yang tercantum di cover, buku ini berjudul Asbabun Nuzul for Kids : 50 Kisah seru asal-usul ayat Quran. Keluar bulan Februari 2014, masih baru sekali. 

Ada banyak kisah-kisah para sahabat di jaman Rasulullah saw yang sudah kita dengar. Tapi, mungkin masih banyak yang belum tahu kalau beberapa kisah yang terjadi menjadi asal muasal beberapa ayat diturunkan. 

Asbabun Nuzul for Kids mengompilasi 50 kisah terpilih yang menarik sekali untuk diketahui anak-anak. Ada banyak hikmah yang mudah-mudahan bisa menginspirasi anak-anak untuk lebih mencintai Al Quran. Ke-50 kisah ini dikelompokkan dalam sub cerita: tentang Ayat Quran dan Alam semesta, Berbuat Ihsan kepada orangrua, Sedekah dan kesederhanaan, Pertolongan Allah, Kepahlawanan, Hidayah, Tauhid dan Ibadah, Akhlak yang Baik serta Al-Qur'an bercerita tentang Akhlak Buruk.

Beberapa kisah yang diceritakan dalam buku ini seperti bulan yang terbelah dan tuduhan orang-orang Mekkah bahwa Rasulullah telah melakukan sihir,  kegelisahan Asma yang dikunjungi ibunya yang masih kafir dan memberinya hadiah, Pasukan kafir Quraisy yang kalah secara memalukan setelah tenda-tendanya dibuat kocar-kacir oleh angin dalam perang Khandaq. Lalu ada ekspedisi pasukan berkuda yang diceritakan dalam surat Al Balad dan hubungannya dengan qunut Nazilah, Abu Jahal yang diam-diam mengagumi keindahan Al-Qur'an atau bagaimana adilnya Rasulullah menyerahkan kunci kakbah kepada Utsman bin Thalhah, yang sampai sekarang keturunannya masih mempunyai hak untuk itu.


Berikut ini, petikan dari surat Al Fajr ayat 27-30 yang menghibur Rasulullah karena gugurnya paman tercinta, Hamzah.
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku
 Nah, surat-surat apa lagi yang kemudian turun menyusul kisah-kiah dia atas tadi? Masih ada kisah lainnya yang bisa disimak atau diceritakan kepada anak-anak. Silahkan tuntaskan kepenasarannya dengan membaca buku ini.

Semoga setelah mengetahui kisah-kisah ini anak-anak akan semakin bersemangat untuk mencintai dan menadaburi Al-Qur'an. Selain itu adalah contoh-contoh akhlak yang baik yang bisa jadi teladan baik terhadap orang tua saudara atau orang lain.

Buku setebal 172 halaman dengan dimensi 17 x 24 cm plus ilustrasi berwarnanya ini bisa didapatkan di seluruh toko buku Gramedia di Indonesia atau di toko buku online seperti bukabuku.com. Untuk info beberapa toko buku lainnya segera menyusul, ya. :) 


Share:

Thursday, 30 January 2014

Shiloh : Persahabatan Sejati (Tamat)


Shiloh Persahabaan Sejati

Raungan dan dengkingan Shiloh  akhirnya terdengar ke rumah Marty. Sebelumnya nih, sebelum ajing Baker menyerang,  Marty berhasil mengajari Shiloh untuk diam, menahan suaranya agar tidak menggonggong. 


Ayah Marty yang juga mendengar kejadian itu membawa Shiloh ke rumah Dok Murphy, tetangganya yang seorang dookter umum. Akhirnya, bukan Cuma orang rumah, Travers yang sudah lama mencari anjingnya ini mengendus jejak Shiloh dan menuntut anjingnya untuk dikembalikan. Marty hanya diberi waktu selama beberapa hari sampai Shiloh sembuh. 


Saat Shiloh dirawat di rumah, Ayah, Ma, Dara Lynn dan si bungsu Becky juga jatuh cinta dengan Shiloh. Namun, ayah Marty bersikeras untuk meminta Marty berlapang hati menyerahkan Shiloh sesuai perjanjian pada Judd Travers.  Bukannya menutup mata dengan ulah Judd Travers yang suka sadis sama binatang ini, tapi Mr Preston punya pertimbangan lain.  Shiloh adalah milik Judd Travers, dan siapaun tidak boleh turut campur dengan milik Travers.
 

Marty yang tidak pernah terima dan selalu dibuat galau dengan pelajaran dari alkitab tentang konsep bohong berpikir keras bagaimana untuk melawan Judd Travers. Marty yang mengakui semakin banyak kebohongan yang dibuat demi menolong Shiloh merasa yakin bohongnya adalah untuk kebenaran. Menurut Marty lebih baik ia berbohong daripada membiarkan Shiloh disiksa.


Pagi hari, beberapa jam sebelum Shiloh dikembalikan, Marty mendapati Judd Travers yang menembak seekor rusa betia tidak jauh dari rumahnya. Marty yang melek hukum ini tahu kalau Travers punya dua kesalahan besar. Pertama,  Judd Travers menembak kijang bukan pada musim yang diijinkan. Kedua, meskipun diijinkan, undang-undang yang berlaku tidak membenarkan untuk memburu hewan betina.


Keberanian Marty muncul tiba-tiba. Marty setengah mengancam Travers untuk melepaskan Shiloh kalau tidak mau dilaporkan dan bakal didenda sebesar 200 dolar atas ulahnya berburu itu.


Judd Travers jengkel, akhirnya sepakat untuk membayar Marty sebesar 40 dolar setelah bekerja 2 jam selama 10 sehari. Upah sebesar itu dianggap sebagai tanda lunas untuk mebeli Shiloh. Sepakat. Marty setuju.  Artinya selama 2 jam dalam sehari itu Marty mendapatkan 4 dolar. See? Segitu mudahnya dapat 40 dolar dalam 10 hari dibanding ‘nyambi’ jadi loper dan selama itu? *fokus sama cerita, dong, ah*


Marty yang masih skeptis dengan kesungguhan Travers memintanya untuk menulis diatas selembar kertas. Secara serampangan, Judd Travers menulis beberapa kalimat di balik struk belanjanya untuk memenuhi permintaan Marty.


Marty dikerjain habis-habisan oleh Judd Travers.  Bocah usia 11 tahun itu disuruh membelah kayu dengan kapak sebagai bahan untuk perapian miliknya, mencangkul tanah, membereskan gelondogan kayu, membersihkan rumah, pekarangan, memetik buncis dan pekerjaan berat lainnya  yang dalam kacamata saya itu sudah lebih dari sadis dari perbuatan eksploitasi terhadap seorang anak di bawah umur.


Tapi karena kecintaanya terhadap Shiloh, Marty menyanggupi tugas dari Travers. Selain itu, Marty juga menyembunyikan fakta dari orang tuanya dengan tidak menyebutkan alasan kesepakatan yang dibuat dengan Travers dan tentu saja tugas-tugasnya yang tidak layak iu.


Menjelang tugasnya berakhir, Travers mengolok-ngolok Marty . Travers menakut-nakuti Marty kalau ia tidak akan memenuhi janjinya. Marty yang cerdik membalas omongan Travers dengan ucapan kalau ia serius dengan komitmen. Ia juga tidak peduli dengan olok-olok Travers lainnya soal ketiadaan saksi untuk kesepakatan mereka.


Marty cuek, malah dia melakukan pekerjaan yang tidak diminta Travers. Akhirnya, perlahan Marty menemukan sisi lain dari Travers. Marty yang menikmati masa-masa kebersamaan bersama Ayah merasa lebih beruntung dibanding Travers. Travers yang curcol bercerita ia hanya punya 1-2 kenangan dengan ayahnya yang mengajaknya berburu. Selebihnya adalah perlakuan kasar yang ia dapatkan.


Perjanjian antara Marty dan Travers selesai. Kegelisahan Marty terjawab sudah dengan sikap Judd Travers yang akhirnya memenuhi perjanjiannya itu. Malah sebelum pulang, Marty diberi ban yang lebih layak untuk Shiloh. Bukan itu aja, Travers juga akhirnya mau menyebut nama Shiloh setelah sebelumnya hanya mau menyebut 'anjingku atau 'anjing itu''. 


Dalam kenyataannya, Shiloh yang benar-benar ada ini juga jadi pusat perhatian di Amerika sana. Malah sampai ada yang bela-belain daari Kanda datang ke West Virginia,setting di mana novel ini dibuat.


Novel remaja ini mengingatkan saya sama mainstream novel-novel remaja jaman saya macam 5 sekawan, Semester di Malory Towers, Trio Detektif, Stop, dan cerita-cerita lainnya yang beda banget dengan aliran teenlite sekarang yang aduh udah bicara cinta-cintaan.
Shiloh Persahabatan Sejati
Shiloh : Persahabatan Sejati (Tamat)
www.lautanindonesia.com -



Well, emang beda jaman sih, tapi saya ngeri bayangin pakem novel teenlite beberapa tahun ke depan. Semoga enggak kesampaian kecemasan saya itu. Mudah-mudahan masih banyak penulis yang  aware soal ini. Dan saya yakin tuh, Dalam lingkaran pertemanan saya di facebook, ada banyak penulis buku  dengan segmen remaja yang tidak terbawa arus berkutat soal cinta putih biru ini. Semoga, ya. 


By the way, ini bahas buku ujung-ujungnya jadi curcol, ya? Hehehe.... Muah-mudahan ga nyerah baca posting saya yang panjangnya lumayan. O, ya novel ini juga sudah diangkat ke dalam film lho. Jadi kalau ga sempet baca bukunya, bisa lihat filmnya. Ini trailernya di youtube.






Sebenarnya ada link untuk menonton film ini secara full, tapi saya belum menemukan link yang gratis buat ditonton atau didownload. Kebayang ya, dengan durasi 90 menit, bisa bikin jebol pulsa hehehe....  Kalau ada keping cd atau dvd sepertinya asyik. Berhubung film ini dibuat tahun 1996 (novel aslinya tebit tahun 1991 di amerika sana) sepertinya bakal jadi perjuangan  buat mendapatkannya.
Share:

Wednesday, 29 January 2014

Shiloh Persahabatan Sejati


Baru saja kemarin saya nonton film Shrek 2 di TV. Saya bukan mau nyorotin kisah cintanya si Ogre ama Putri Fiona itu, ho. (Perasaan beberapa posting terakhir saya, auranya love melulu, ya? Kayak taglinenya Sarah Sechan waktumasih jadi vj MTV itu deh). Ah, suatu kebetulan aja. *Abaikan*
Shiloh Persahabatan Sejati
sumber : www.sternpinball.com


Yang mau saya bahas sekarang adalah persahabatan di antara hewan dengan hewan dan hewan dengan manusia. Sudah lihat dong film Shrek 2 itu? Si Puss, keledai, tikus, babi dan binatang hutan lainnya ternyata bisa rukun dan nge-blend jadi tim yang akur, ya? Enggak seperti karakter Tom and Jerry yang doyan ribut aja.

Share:

Friday, 10 January 2014

Playing God, Ketika Dokter Seolah Menjadi Tuhan

Waktu saya masih SD sampai SMA dulu, ada beberapa serial yang tayang di tv dengan latar belakang tokoh utamanya bergelut di dunia kedokteran. Kalau yang umurnya ga jauh-jauh dari saya sih mestinya tahu serial Dr Quinn The Medicine Woman, Dr Sartika yang dibintangi Dewi Yull dan E.R atau Emergency Room yang tayang sekitar awal tahun 1997an. Dulu, profesi seorang dokter segitu dipujanya dan pasien-pasien biasanya fanatik, ga mau pindah ke lain dokter kalau sudah merasa cocok. Rasanya, belum pernah deh, dengar ribut-ribut malpraktik yang digugat keluarga pasien terhadap dokter seperti sekarang ini.

Padahal dokter juga manusia. Tugas dokter sejatinya seperti yang tercantum dalam Konsili Kodekteran Indonesia adalah membantu memberikan pengobatan secara maksimal untuk pasien, bukan menyembuhkan.  Dan sepertinya dokter ini adalah profesi yang paling banyak aturannya.

Playing God, Ketika Dokter Seolah Menjadi TuhanSetelah saya membaca buku Playing God yang ditulis oleh Rully Roesli, - cucu dari Marah Roesli, penulis Siti Nurbaya - yang juga kakak kandung dari almarhum Harry Roesli, sedikitnya wawasan saya soal lika-liku dunia seorang dokter jadi bertambah. Mau tau? Yuk, saya share, ya.

Judul Buku : Playing God
Penulis : Rully Roesli
Penerbit : Qanita, 2012
Tebal : 197 Halaman
ISBN : 978-602-9225-31-0

Saya sempat tergelitik penasaran ketika beberapa waktu lalu para dokter ramai-ramai demo setelah kasus seorang dokter, dr. Ayu yang dikhawatirkan akan dikriminalkan setelah pengaduan keluarga pasien yang tidak dapat diselamatkan. Satu tahun sebelum kasus itu mencuat, sebenarnya buku ini sudah saya punya, tapi terselip bersama buku-buku lain yang belum saya baca. Sayang sekali, andai saja sudah saya baca saat itu, mungkin saya ga bakalan terlalu bingung menyikapi berita yang beberapa hari jadi headline dimana-mana termasuk status FB teman-teman.

Yang menarik dari buku ini tentu saja judulnya. Playing God. Berperan seolah-olah menjadi Tuhan. Penjelasan sederhanannya adalah bertindak  seolah mempunyai wewenang untuk menentukan kehidupan seseorang/orang lain.

Buku ini dibagi dalam 5 sub bab yang masing-masing bab membahas secara tematik pengalaman yang dialami penulis. 
Bab 1 dengan tema Menentukan Nasib Orang Lain,  bercerita tentang pergumulan batin saat para dokter di tempat penulis bertugas, Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) R.A Habibie Bandung . Saat itu, pada tahun 1998 pemerintah belum mengeluarkan program semacam Jamkesmas dan sejenisnya. Krisis moneter yang dahsyat saat itu membuat biaya cuci darah melonjak lebih dari 10 kali lipat.

Jika sebelumnya hanya diperlukan Rp125.000, maka setelah krisis moneter, diperlukan biaya sebesar Rp. 1,5 juta untuk sekali cuci darah. Meskipun ada sistem subsidi silang untuk membantu pasien yang tidak mampu, waiting list yang begitu panjangnya memaksa para dokter dan pihak lain yang terlibat sampai bagian keuangan dan yayasan harus bermusyawarah untuk menentukan pasien mana yang berhak mendapat bantuan.

Dengan dukungan data dan latar belakang pasien seperti usia, status ekonomi, keperluan obat diajukan dalam forum untuk memutuskan siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan. tentu saja, ada pihak yang harus dikorbankan, dan pilihan dilematis yang harus segera diputuskan. Kegamangan dokter yang kerap tidak kita sadari sebelumnya.  

Saya baru ngeh kalau pada tahun 2004 (entah dengan sekarang) biaya kesehatan yang dianggarkan oleh pemerintah kita masih kalah dari Vietnam dan Kamboja. Sedikit lebih baik dari Afghanistan dan tentu saja jauh dari anggaran yang dimiliki negara-negara di Eropa. Belum lagi tidak semua asuransi ternyata mau menanggung pos semisal bedah jantung, cuci darah atau pengobatan kanker yang jelas-jelas perlu biaya tidak sedikit.

Pada Bab 2, dengan tema Menghakimi Diri Sendiri, penulis bercerita seputar suasana emosi para pasien yang harapan hidupnya tipis. Dengan vonis harapan hidup yang tipis, justru tidak sedikit mendorong pasien menjadi putus asa dan memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Seperti data statistik tahun 2009, dari 29 kasus bunuh diri di Bali, 25 diantaranya dipicu karena sakit menahun.

Selain memaparkan contoh beberapa kasus pasien yang putus asa, dr Rully juga menceritakan kisah sejati seorang pasien yang bisa bertahan hidup setelah divonis harus menjalani cuci darah sejak tahun 1994. Sanggup bertahan sampai tahun 2004 dan meraih gelar sarjana (saat kesaksian ditulis) jadi salah satu contoh kalau pasien yang divonis harus menjalani cuci darah masih punya harapan hidup yang panjang. 

Bab 3, dengan tema Tuhan Bertindak dengan cara yang misterius  menceritakan beberapa contoh intervensi yang secara sengaja dan tidak  agar pasien yang ditangani masih bisa bertahan hidup. Ada  cerita mengharukan pasangan pengantin dari Belanda yang mengurungkan rencana honeymoonnya dengan memberikan uang sejumlah 2.000 gulden untuk membantu pengobatan seorang pasien yang kemudian bertahan hidup dan menikah dengan seorang pembaca berita di TVRI.

Di bab ini juga dibahas penelitian terapi yang diberikan kepada pasien yang dibagi dalam dua kelompok dimana salah satu kelompok mendapatkan terapi spiritual berupa pemberian doa untuk meningkatkan harapan sembuh yang lebih baik. 

Pembahasan mulai dari Bab 3 ini terasa lebih menarik. Mungkin pengaruh dari sang kakek, Marah Roesli, dokter yang juga penulis membuat saya bisa mencerna uraian yang dipaparkan. Kosa kata dunia kedokteran saya bertambah melalui ilustrasi cerita. Misalnya, saya baru tahu tentang kreatinin sebagai pengukur kondisi ginjal seseorang.  Kadar kreatinin ginjal seseorang dikatakan normal biala ada di kisaran angka 0,7-1,2 mg/dl. Jadi bila kadarnya meningkat maka ada sesuatu dengan fungsi ginjalnya. Nyaris saja ditemukan satu obat untuk menurunkan kadar kreatinin oleh seorang dosen, sayangnya formula itu keburu menjadi misteri bersamaan dengan meninggalnya sang dosen.

Dua bab terakhir mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat lagi dunia kedokteran dan menyiapkan diri menghadapi situasi yang tidak diharapkan. Mengenal Sosok Seorang Dokter pada bab ke-4 dan Saat Menghadapi Akhir Kehidupan Kita. 

Pada bab ke-4 dibahas tentang pengaruh sugesti dan hubungannya dengan kesehatan pasien termasuk hal-hal klenik yang terkait sejak jaman dulu sampai sekarang. Di sini juga dibahas POS (Prosedur Operasional Standar) yang dijalankan dokter ketika menangani pasien.  Tambahan kamus kedokteran saya bertambah lagi. Misalnya istilah psiko-neuro-endokrino imunologi sebagai tindakan sugesti/hipnotis terhadap kondisi fisik  agar tingkat imunitas bertambah dan penyakit benar-benar jadi sembuh. Ada juga Resusitasi Jantung Pulmonal (RJP) sebagai tindakan untuk mengaktifkan kembali detak jantung atau nafas pasien berhenti. Saya juga baru ngeh, kalau tehnik cuci darah atau hemodialisa ada beberapa cara sampai yang terbaru yanng disebut SLED (sustained low efficincy dialysis).

Yang paling menarik, di sini juga dibahas UU Nomor 29 tahun 2004 yang mengatur hak dan kewajiban pasien dan dokter.  Berbeda dengan jasa pelayanan lainnya, dokter berhak untuk mendapat bayaran terlepas dari apakah si pasien sembuh atau tidak. Entah di mana ya titik ketidak sinkronan, sehingga sekarang ini banyak tuntutan dengan tuduhan malpraktik. Salah satu logika yang menarik soal POS adalah ada ilustrasi ketika terjadi sesuatu di RS yang membuat dokter dan pasien harus menyelamatka diri. Siapa yang harus menyelematkan diri lebih dulu? Dokter! Alasannya adalah bagaimana nyawa pasien akan bisa diselamatkan bila dokternya tidak ada? 

Pada bab terakhir, Penulis menceritakan saat-saat terakhir Harry Roesli sebelum meninggal. Ada keharuan yang menyeruak karena bersama kedua kakaknya yang juga sama-sama dokter, penulis tidak bisa menyelamatkan nyawa Harry Roesli, seorang musisi mbeling yang punya relasi banyak dari berbagai kalangan. Mulai dari pengamen jalanan sampai akademisi dan politisi. Tahukah anda berapa tekanan darah almarhum saat masuk ruangan UGD? 60/0! Beliau juga menolak untuk menggunakan kursi roda dan memillih berjalan kaki seperti orang sehat. Dalam rentang waktu 25 menit, beliau harus segera dipindahkan ke Jakarta dengan helikopter karena alat yang diperlukan belum ada saat itu. Selama diperjalanan, Harry Roesly masih bisa bercanda dan menutup usianya dengan tenang sementara kedua kakaknya berusaha keras menahan kesedihan. Dokter juga manusia, ya.

Selain beragam kisah sejati yang diungkap, Rully Roesli mengaitkan bahasannya dengan ayat-ayat quran dan kisah-kisah yang terjadi dalam Al Quran dan di jaman rasulullah saw membuat buku ini bukan hanya saja kaya dengan sentuhan ilmiah tapi juga religius.

Satu lagi pesan moral yang bisa kita petik dari buku ini adalah hebatnya peran seorang Ibu dalam menanamkan kepercayaan diri dan semangat kepada anaknya. Berkat ibunya, dr Eddhyana Roesli, yang  berprofesi menjadi dokter selama 50 tahun, sejak  tahun 1941, Rully Roesli berhasil menapaki karirnya sebagai dokter spesialis ditengah keterbatasan fisiknya yang mengalami penyakit polio yang menderanya sejak usia 5 tahun. Pada masanya ini, sang ibunda adalah dokter yang sangat terkenal dan tidak menarik tarif yang memberatkan. Tidak heran kalau akhirnya dalam sehari pasiennya bisa  mencapai ratusan orang. Prinsipnya soal hubungan dokter dan pasien yang harus melibatkan tuhan dilukiskan dalam motonya seperti di bawah ini.

Playing God, Ketika Dokter Seolah Menjadi Tuhan


Share:

Friday, 18 October 2013

The Romantic Girl : Friendloveship, Kisah Para Wanita Karir Menanti Prince Charming

Sebenarnya buku yang nau saya ceritain sekarang udah agak lama, terbit tahun 2011an. Berhubung saya baru  dapat kemaren-kemaren ini (kemana aja, ceu?) dan ternyata sampai ada 3 sequel yang terusannya mau saya bahas juga. Jadi gpp, dong, ya saya ceritain dari pertama. Biar nyambung, enggak terdistraksi (pinjem istilah penulisnya, teh Ifa) kenapa begini, kenapa begitu.


Judul bukunya : Friendloveship.
Yang nulis : Ifa Avianty
Penerbit : Lingkar Pena
Tahun Terbit : 2011
Harga : Bervariasi, berhubung sudah agak lama, silahkan cari di toko online atau toko offline

Ceritanya begini:
Syahdan (kesannya jaman princess-princessan gitu, ya) ada sebuah gank anak SMA, called, The Romantic Girl. Membernya enggak nanggung, ada 12 orang. Awalnya mereka ngumpul karena dikelompokkan oleh seniornya waktu ospek. Tak dinyana, ternyata mereka punya frekuensi yang sama, cepet ngetune,  nyambung dan bersahabat terus sampai masing-masing sukses menapaki karirnya.

Samaan? Bahkan buat urusan jodoh sekalipun. The Romantic Girl, a.k.a TRG - juga dengan pedenya menyamakan diri dengan the wallflowers, kisah klasik para sosialita bangsawan di London - sampai usia mereka 30an, belum satupun ada yang menikah. Tentu saja masing-masing dari mereka mulai direcoki kegalauan. Mulai dari Sophie - seorang redaktur majalah traveling dan kulinner - yang juga adiknya Tino, sang ketua OSIS yang kampret (playboy kambuhan), sampai Ferina, suster yang kalemnya enggak kepalang.

Ferina yang tinggal satu kosan dengan Astrid ternyata tidak sengaja bertemu dengan Bram, sepupu Astrid. Bram yang punya bibit bebet bobot ningrat Eropa - Jawa ini curhat sama Astrid kalau dia ternyata naksir sama Ferina yang masih punya sedikit darah Spanyol. Fe, gitu dia disapa teman-temannya kerap ber-YM ria dengan Bram. Begitu juga dengan Astrid, yang kepo pengen tahu progressnya mereka, saban kali maksa Bram buat cerita, di YM juga. *Ngomongin soal YM-an, apa kabar temen-temen YM saya, ya? sejak BB sukses jadi gagdet sejuta umat, akun sosial saya ini sukses tidur panjang seperti putri Aurora, sepinyaaa*

Ada Puspita, mahluk TRG yang sama-sama dudulnya dengan Sop - panggilan sophie -  bete direcokin fans setianya yang enggak banget,  Pieter. si Meong eh, Puspita alias Pita yang mengklaim diri sebagai kembaran Cut Mini saat antri  di sebuah ATM. Meski dudul, Pita enggak setuju dengan ide gila Sop soal piala bergilir untuk memotivasi sesama mereka agar segea menikah. Bukan cuma enggak mau jadi pemegang terakhir piala bergilir itu tadi, tapi segitu frustasinya kah para gank TRG di mata Pita?
"Jangan-jangan kita dikutuk.."
"Eh, maksud lu?"
"Kita selusin wallfalower ini, belum ada satupun yang married. Kali aja ada kutukan masa lalu, yang kena nenek moyang kita. Terus menurun ke kita semua..."
"Kutukan kok kena dua belas-dua belasnya.."
Itu adalah salah satu dialog Puspita dengan Sop saat ide piala konyol itu muncul.

Tricia alis Tris, another TRG member adalah seorang dosen yang terobsesi pengen jadi pemain film tersohor dan kesengsem sama aktor Indra Hartawan. Saat ia masih ngebet-ngebetnya mengejar karir, Nata, kakak Tris, mendesak Tris buat segera menikah. Selain kondisi ayahnya yang kritis, itu juga jadi permintaan ayahnya, ingin mellihat Tris menikah sebelum meninggal. Karuan saja Tris galau, bersamaan dengan saat itu, Tris nekat ikutan casting sebuah film keren dengan salah satu saingannya Revalina S Temat.  Jadi gimana atuh? Ini si Tris teh dapat peran atau jodoh di casting filmnya? 

Selain Pita yang enggak setuju, ada Tere yang juga terang-terangan menuding Sop udah enggak waras soal ide piala bergilirnya itu. Tere, manajer sebuah bank asing  yang kantornya satu gedung dengan Tino, curhat sama Tino. Tadinya niat Tere curhat buat cari solusi menghentikan kegilaan Sop. Alih-alih ngasih solusi, Tino malah nawarin sesuatu yang bikin Tere jadi pusing, hayooo, ide apa?

Lea yang kalem, asal Minang juga enggak kalah galaunya. Alumni Paskibraka yang bekerja sebagai PR di sebuah perusahaan rekaman itu rencananya dijodohkan dengan seseorang yang masih saudaraan juga. What? Siti Nurbaya, dong? Begitulah, apalagi si cowok (ya iyalah) yang bukan Datuk Maringgih ini usianya 5 tahun lebih mudaan. Meski galau, Lea maksain diri juga akhirnya buat mencoba mengenal Datuk eh Uda berondong ini. Kira-kira, jadian eh nikah enggak, ya? FYI, meski semua gank TRG ini belum berjilbab, mereka punya kesamaan prinsip, enggak mau pacaran dan menjaga diri, sebisa mungkin enggak dua-duaan dengan lawan jenis. Mau nemenin, enggak? biar gantiin posisi setannya, gitu. Kan kalau yang berduaan, yang ketiganya setan. #eeh.... :P

Happy, sohib Sop yang lainnya bekerja di sebuah radio sebagai seorang penyiar dan manajer siaran ini  menolak gelar cenayang dari teman-temannya.  Selain direcokin soal ramal-ramalan Prince Charming in the Future, Happy juga diteror request lagu dari teman-temannya dari segenap penjuru. Mulai dari SMS, telepon, sampai twitteran juga. Diam-diam, Happy ternyata naksir si kampret, eh Tino alias Valentino Gamawan, kakaknya Sop yang emang sebenernya punya sejuta pesona yang bisa bikin perempuan mana aja pada kelepek-kelepek.

Resenya Tino, dengan segala pesona yang dia punay, mulai dari tampang, otak, karir, kok masih jomblo, ya? Kenapa enggak nikah aja malah rajin tebar pesona dan, ehm... petulangannya itu, bikin member TRG mana aja bergidik, ngeriii bo.

Selain Happy, ada Anna , seorang pengelola daycare, playgroup dan kindergarten -yang sampai-sampai hobbinya nonton Shaun the Sheep, Timmy Times, Barney and Friends, etc- diam-diam memendam cinta pertamanya sejak SMA kelas satu. First Love Never Dies, ceritanya. Anna dibuat blingsatan saat Tere bercerita, Tino mengirim salam - entah buat siapa - pas Happy siaran apalagi saat Tere menyampaikan sesuatu yang bikin Anna makin mellow aja. 

Kalau teman-teman Sop yang lainnya masih normal dengan label girly-nya, Sisil lain sendiri. Sebagai seorang pramugari, Sisil terbilang perkasa dengan kemampuan bela dirinya. Saking perksanya, Sisil juga enggak keder buat melabrak seorang playboy kambuhan dan menonjoknya tepat di rahangnya.  Daisy, sobat Sisil yang enggak kalah machonya itu terang aja dibuat kaget dengan aksi spontan Sisil. 

Sonia yang selalu uring-uringan kalau Daisy dan Sisil merokok adalah tipikal mahluk lembut (bukan setan, jin atau sebagainya) adalah seorang perancang busana yang juga enggak kalah kalemnya dengan Fe atau Anna. Ternyata, sejak SD Sonia naksir tetangganya yang masih punya darah bule itu. Enggak tanggung-tanggung, 17 tahun menyimpan cinta lamanya itu sampai si bule itu kembali ke Indonesia. Jadian eh nikah? Masih harus sabar ternyata, karena masing-masing sibuk dengan karirnya.

Dalam perjalanannya, Fe ternyata serius dengan Bram dan bersowan ria ke rumah Eyang Ti-nya Bram ini mulai ragu. Selain kondisi keluarganya yang mulai goyah, Fe menemukan kenyataan satu sahabat lainnya diam-diam mengidamkan sosok seperti Bram. Fe mulai mempertimbangkan bea siswa sekolah S-2 ke luar negeri yang langsung mati-matian dicegah Bram. Bram, meskipun bukan berasal dari keluarga yang ngerti agama, Bram adalah sosok calon suami yang saya banget (ehm). Pembawaannya yang kalem, ngemong, cuek dan bikin penasaran sukses bikin Fe harap-harap cemas takut kehilangan Bram.

Sementara si meong alias Pita menemukan kenyataan pahit saat menemukan koleganya, sesama Manager Director, yang asal Inggris, David Burnett bikin ilfeel. Bule gondrong  nan charming ini  bikin Pita patah hati saat Pita menyaksikan sesuatu yang terjadi saat gathering perusahaan di Amsterdam.  Tragedi yang sukses mengirim Pita kembali lebih awal dan bikin si Pangeran Kodok alias Pieter girang enggak kepalang. 

Sementara saat Tere juga terbang ke Sydney untuk tugas dari kantornya, akses informasi dari dan ke Tere susah didapatkan. Tris yang akhirnya menemukan cintanya (siapa coba?) anteng dengan segala persiapan menuju pelaminan, satu anggota lainnya yang akhirnya dijodohkan dengan kolega bapaknya (siapa lagi ini teh?). Padahal informasi ini sangat penting, menyangkut masa depan Tere dan satu gank TRG lainnya. Happy yang menemukan kenyataan itu, diam-diam akhirnya mundur dari persaingan. Itu juga yang membuatnya kangen untuk menemui mba Winda, guru ngajinya TRG sejak SMA.  Serunya lagi, persiapan pernikahan Tris ini bukan cuma bikin sibuk semua anak-anak TRG, calon suami Tris ternyata membuat para anak-anak TRG, teman-teman lama SMA dan sang pangeran Kampret Valentino terkoneksikan dalam lingkaran kisah cinta yang runyam.

Teh Ifa (sok akrab pisan!) meramu cerita ini dengan gaya khasnya. Tipikal teh Ifa dengan menampilkan latar lagu sebagai bumbu cerita - yang kebanyakan dari tahun 80-90an -  selalu menyajikan teh, kopi dan dessert lainnya sebagai kegemaran para tokoh-tokohnya juga beberapa mall sebagai venue-nya. Dengan alur cerita di mana setiap tokohnya bercerita sebagai si aku - kadang saya atau gue - membuat pembacanya merasa dekat, seperti dicurhatin.  Kalau Cinta semusim dan Simply Love bikin saya senyum-senyum, The Romantic Girl : Friendloveship ini sukses bikin saya ketawa ngakak sekaligus termehek-mehek menghayati (cieee, segitunya) lakon Sop and friends. 

Jadi, siapa aja atuh yang akhirnya nikah diantara mereka? Siapa pemegang terakhir piala konyol itu, dan siapa juga yang akhirnya ber-CLBK saat reunian SMA mereka? Ferina, Tris, jadi nggak nikahnya? Siapa yang dijodohin dan kenapa segitu pentingnya akses informasi dari dan ke Tere? Ya baca aja bukunya ya, hehehe. As ussual, no spoil deh.

Seperti yang dibilang dalam buku ini, 
Ada kalanya cinta lama hanya tinggal sejarah. Ada kalanya dia datang dan datang lagi. Seperti mimpi atau deja vu yang datang berulang. Dan adakalanya  dia seperti harta karun yang tertimbun dan tetap akan dicari hingga kapapun

Kalau begitu,  siapa jadi sejarah,  atau harta karun yang dicari dalam novel ini? Masih ada lanjutannya di seri kedua 9 Wedding and  a Wish dan seri ketiga Love Affair and The Reunion.

Penasaran? Sama dong. *Toast dulu dong, ah* Saya juga mau cari seri kedua sama Ketiganya nih. Jadi rumpiannya kita lanjutin lagi nanti, ya hehehehe....
Share:

Monday, 16 September 2013

Menunggu Ending dari Beberapa Logi

Suka baca buku, kan?
Ada koleksi buku dengan 'label' logi-logian? :) hehehe, entah itu dwi logi, trilogi sampai heksalogi (eh, bener, ga, sih? CMIIW)  Ada yang udah komplit (dalam arti memang udah terbit), atau memang musti, kudu, harus (contoh penggunaan bahasa yang boros nan enggak perlu, ditambah komen ga penting) sabar menanti.

Saya punya empat judul buku yang saya tunggu logi lannjutan atau logi terakhirnya. Satu judul sebenernya sih udah launching, sebelum puasa kemarin. Tapi saya mau komit ceritanya nih. Komit sama diri sendiri (tepatnya komit menyelamatkan cash flow hahahaha), komit buat menamatkan beberapa judul buku yang belum saya baca. Nah,berhubung oktober nanti bakalan ada gelaran Pesta Buku (kan asyik tuh dapat diskon), momen itu yang bakal saya manfaatkan buat berburu buku bagus dengan obral asyik dari penerbit (teuteup ya, naluri diskonnya ga ilang hehe).

Nah, buku-buku apa saja yang saya tunggu kelanjutannya? Ada 4 nih. Saya cerita garis besarnya aja ya, tapi enggak bakalan 'spoiler' ah. Biar yang baca penasaran dan saya punya andil buat naikin tiras buku yang saya ceritain (are you sure?).

Baiklah. Kita mulai.

1.  Trilogi Muhammad logi ke-3, Para Pewaris Hujan.

Gambar diambil dari fatihzam.com

Kalau buku pertama bercerita baginda Rasulullah saw, buku keduanya berceritanya bercerita para sahabat, maka buku ketiganya bercerita generasi beikut setelah para sahabat. Buku ini ber-genre Faksi. Menceritakan sejarah Rasulullah saw dengan para sahabatanya sebagai faka sejarah dengan gaya tutur novel dan perjalanan Kasva mencari kebenaran sebagai tokoh fiksi dengan latar belakang Persia. Tentu saja Fiksi, enggak bakalan pernah ketemu tokoh-tokoh nyata, semisal Khalifah Abu Bakar dengan Kasva atau pasukan muslim dengan bala tentara anak buah Atusa, jenderal perang Persia yang cantik nan cerdas. Saya beneran penasaran, siapa lagi tokoh yang bakal muncul. Bagaimana mereka 'mengeja' risalah setelah para pewaris. Dan tentu saja, teka-teki bagaimana nasib Xerxes dan 'CLBK'nya Kasva dengan cinta lamanya,  Astu. 

2. Takudar Khan
Gambar ngambilnya dari sini


Saya baru baca buku The Road to Empire dan Takhta Awan-nya nih. Dua buku awal (Sebuah janji & The Lost Prince) malah belum saya baca. Meski begitu, saya masih enjoy membaca dua buku terakhir, ikut larut dalam jelajah waktu kisah kolosal ini. Membaca ending buku Takhta Awan, mestinya buku ini belum khatam, alias berlanjut. Nah, saya udah janji enggak bakalan spoil, ya hehehe. Ending tragis dan berdarah-darah menunjukkan perjalanan Takudar belum selesai.

 Memenuhi janjinya pada mendiang ayah dan ibunya (kaisar Tuqluq Khan dan permaisuri Ilkhata) untuk menyatukan kembali serpihan-sepihan kejayaan Mongolia tanpa harus menjadikannya bangsa yang haus perang seperti leluhurnya, Jengis Khan. Takudar yang meninggalkan agama lamanya, menjadi seorang pemuda muslim menemukan indahnya persaudaraan dalam islam. Kalau suka dengan nove berlatar sejarah, novel ini sangat saya rekomendasikan buat jadi koleksi. Satu mimpi saya juga pengen bisa membuat satu, dua atau lebih novel berlatar sejarah. Bukan perkara mudah, memang. Perlu riset panjang dan kejelian mencari celah untuk diangkat. Huaaaaa, semoga kesampaian.

3. Nibiru dan Ksatria Atlantis
Sumbernya dari tribunnews

Nah, ngomong-ngomong soal buku 'berbau' fantasi, sebenarnya saya termasuk aneh. Huhuhu....  Saat lagi booming-boomingnya cerita Harry Potter dan Narnia, saya cuek bebek dan ga tertarik membacanya. Sampai sekarang aja, saya belum pernah nonton satu saja filmnya Harry Potter sampai tamat. Tapi film Narnia saya sanggup bertahan sampai tamat, asyik membaca novel the Hobbit, meski jujur aja, saya sedkit terganggu membacanya. Entah karena alih bahasanya yang ribet atau memang tipikalnya seperti itu, tapi akhirnya kesimpulan saya tetep aja bukunya lebih seru daripada filmnya. Meski begitu, efek filmnya saya akuin keren banget. 

Nah, ngomong soal Nibiru dan Ksatria Atlantis, novel ini bukan novel terjemahan. Aslinya, ditulis sama penulis Indonesia, Tasaro GK yang juga nulis trilogi Muhammad. Pas presentasinya di acara pesta buku (kala enggak salah sekitar April-Mei 2011) langsung bareng penulis dan perwakilan penerbit, saya langsung kepincut dengan novelnya. 

Nibiru sendiri adalah sebuah planet kembaran bumi yang diperkirakan bakal menghancurkan bumi pada tahun 2010. Fiuuh, syukur enggak kesampean, ya? Dalam novel ini, Nibiru diadaptasi  sebagai tokoh raja di benua-benua besar yang doyan berperang, jahat dan mempunyai kekuatan mengerikan. Sama dengan siklus rotasinya terhadap matahari dengan frekuensi 5.000 tahun sekali, dalam novel ini digambarkan kedatangan Nibiru dengan siklus sekali dalan 5.013.

Ngomongin Atlantis, tentunya kita semua udah familiar, dan tahu banyak berbagai macam teori di mana benua ini, ya. Nibiru, novel dengan tebal 690an halaman ini saya bisa tamatkan dalam waktu 3-4 hari, saking serunya. Tokoh utamnya, seorang remaja laki-laki nan bandel, bernama Dhaca Suli, yang malas belajar ilmu sihir alias Pugabha. Dhaca yang tidak pernah bertemu dan tahu banyak tentang mendiang ibunya mengandalkan pengetahuan masa lalu dari seorang nenek tua bernama Bhupa Supu, yang konon melarikan diri dari negeri yang berasal benua besar, Nyathemaythibh. Selain membaca nama-nama tokoh yang bisa membuat kita kepeleset lidah, karakter khas dari novel ini adalah beberap huruf konsonannya diikuti oleh huruf h atau beberapa nama dengan bunyi awalan 'ny'. 

Selain Nyathemaythibh, istilah Pugabha (kemampuan halus penduduk pulau Kedhalu) seperti pugabha nyegay, pugabha nyinaw, pugabha wanyis, pugabha kiyrany, pugabha bhelsuny, pugaba nyamal dan tentu saja satu nama paling ribet buat dilafalkan, Saclbhathajadhax. Nah, silahkan dilatih lidahnya hehehe.

Ada cerita persahabatan antara Dhaca  dengan teman-temannya Sothap, Nyital, dan Muwu, misteri msa lalu Dhaca dengan sang ibunda, konspirasi dibalik para petinggi istana Pethunya dan perguruan Bhepomany, visi Dhaca tentang Nibiru yang seolah nyata, sampai dua hewan aneh, sakral, mengerikan, tapi juga  pelayan setia  Raja Saternatez - pendiri generasi Kedhalu. Kepalanya bermoncong, taringnya luar biasa besar seukuran lengan orang dewasa dengan tanduk di kepala. Tubuhnya sendiri seperti ular, sisiknya sekuat baja dengan empat kaki di perut. Bedanya salah satunya mempunyai sayap dan menguasai daratan dan udara. Sementara satu lagi adalah penguasa lautan.

Sebelum penyerangan tentara Nyathemaythibh, kedua hewan mengerikan itu hanya terlihat dalam bentuk relief yang dilihat Dhaca dan kawannya di istana Pethunya, hingga satu waktu salah satu dari mereka menggigil ketakutan mendengar auman kerasnya dan dibuat melongo saat berpapasan.

O, ya ngomong soal konspirasi, tidak berarti orang yang di dekat kita adalah sahabat yang benar-benar setia atau sebaliknya. Orang yang kita benci setengah mati, justru adalah orang yang benar-benar peduli dan punya segudang rencana besar untuk masa depan kita. Jangan juga pernah menganggap remeh orang lain dari penampilan fisik. Koreksi, bukan cuma orang, tapi juga lingkungan. Bisa jadi kita terkecoh, nah lho!
Jadi, masa depan Dhaca, tokoh utama buku ini seperti apa? Apakah sebanding jerih payah Dhaca dengan takdir yang diterimanya? Dalam waktu singkat, Dhaca bukan hanya tumbuh pesat secara kemampuan sihirnya, tapi juga sikapnya yang lebih dewasa dan kesiapan mentalnya untuk menerima kenyataan yang paling sulit diterima akal. Memang seperti apa? Ya baca aja deh. Kalau saya sulit berhenti membaca novel ini sampai tamat, pasti seru dong.

Dengan tebal hampir 700 halaman, ditembah dengan plot yang memacu adrenalin, sepertinya enggak akan cukup digambarkan dalam film dengan durasi 3 jam. Hehehehe..., sayang sekali kalau ada bagian cerita ini ada yang dipangkas, rasanya kurang gimana gitu. Untuk novel yang satu ini, kita perlu ekstra sabarrrr nungguin endingnya, karena rencananya novel ini akan dibuat pentalogi. Hmmm, masih ada 4 seri lagi yang masih mengendap di mejanya Tasaro, ya? Mudah-mudahan cepet keluar, deh.

4. The Alchemyst - Michael Scott



Yup,  ada dua judul buku yang mirip-mirip nih. Satu buku lainnya, The Alchemist, ditulis sama Paul Coelho, sarat dengan pesan filosofis. Kalau yang ini, genrenya fiksi fantasi. Membaca novel ini bakal membuatkita  terkagum-kagum, bukan saja dengan imajinasi yang dimiliki oleh Michael Scott. Pengetahuan doi yang mumpuni tentang sejarah, membuat Scott piawai mempertemukan tokoh-tokoh sejarah beradu menjadi kawan dan lawan. Sebagai informasi, kecuali Josh dan Sophie sebagai tokoh utama, nama-nama lain yang muncul benar-benar tokoh nyata. 

Sekarang bayangkan bagaimana kalau Joan of Arc yang lahir di tahun 1400an, seorang wanita Perancis yang tewas dipenggal, dalam novel ini diceritakan menikah dengan Comte De Saint Germain yang lahir di tahun 1700an dn berprofesi sebagai musisi yang sukses di tahun 2000an. Bersama si kembar Sophie Newman dan Josh Newman, mereka membantu Nicholas Flamel dan Perrenelle Flamel bahu membahu melawan Dr John Dee (sejarah mencatat kalau dia punya andil besar mengantar dinasti Windsor, dinastinya pangeran Charles menjadi penguasa kerajaan Britania), entah menjadi budak tetua mana, berusaha merebut Codex. Codex? Yup, naskah kuno yang ditulis Abraham the Mage, sang peramal.

Jadi, singkatnya Dr John Dee ini sangat berambisi mengembalikan para tetua lama untuk kembali menguasai dunia. Dr John Dee sendiri bekerjasama (tidak sepenuhnya bekerja sama, karena sebenarnya masing-masing mempunyai rencana dan 'majikan' sendiri) dengan Niccollo  Machiavelli, sang manusia fasis dari Italia. Serunya lagi, masih ada Scathach, manusia vampir yang tidak tertarik menghisap darah manusia yang berada di kubu Flamel dan si kembar Newman. Masih ada Billy the Kid, koboy yang tewas di usia belia, Nereus, manusia laut dalam mitologi Yunani, Archon manusia ular, Prometheus, Mars alias Ares dewa perang Yunani, Morrigan si dewi gagak atau Bastet si dewi kucing yang terbirit-birit melihat pedang Excalibur milik raja Arthur. Masih ada Coatlicue dewinya bangsa Aztec, atau Shakespeare yang digambarkan kumal dan bau, dan tokoh-tokoh lain yang terlibat membut kita terperangah dengan imajinasi yang diramu oleh Scott. Bukan asal tempel saja Scott mencomot nama-nama di atas, masa lalu mereka dalam kehidupan sesungguhnya diracik Scott  dengan khayalan 'edan'nya. Bagaiman seorang generasi Firaun misalnya, bisa menjadi bagian dari tetua gelap, atau dewa perang Mars dibuat tidak berdaya dengan cintanya pada seorang manusia abadi yang rela kehilangan dua bola matanya. 

Penjara Alcatraz di amerika, Eifell, Katakombe di Paris, Stonehenge di Inggris, gunung Talmapais dan mahluk-mahluk purba di jaman Pleistosen digambarkan Scott dengan detil lengkap dengan sejarahnya. Tentu  Seperti halnya cerita-cerita fantasi, ada banya mahluk aneh yang muncul dalam kisah ini , membuat kehebohan di tengah-tengah lingkungan masyarakat modern, ditambah adu kekuatan magis di antara para tokohnya. Bakal jadi film dengan efek yang keren kalau diadaptasi ke layar lebar.

Dengan peran Sophie dan Josh Newman sebagai tokoh utama, jelas dong kita bakal dibuat penasaran bakal seperti apa ending dari misi mereka berdua. Untuk novel yang satu ini, saya enggak perlu lama lagi mendapatkan jawabannya. Karena menang sudah ada, tapi seperti yang saya bilang sebelumnya. Saya harus memenuhi komitmen saya dulu. 

Nah, kalau anda, logi apa yang sedang ditunggu?


Share: