Waktu masih kuliah dulu, cukup sering saya melewati kawasan jalan Cikapayang yang terletak di jalan Dago bawah. Sebelum jadi taman dulunya di sini ada pom bensin. Lumayan juga tahun 2000an kawasan ini termasuk titik hectic dengan kemacetannya. Kadang saya juga melewati kawasan ini kalau hunting baju FO bareng teman-teman yang lokasinya ga jauh dari pom bensin waktu itu.
Taman Cikapayang wajah baru |
Belakangan saya baru ngeh kalau taman Cikapayang yang tahun 2006 sudah diresmikan oleh walikota terdahulu Dada Rosada di tahun 2006 ini puluhan tahun silam (sekitar 1960an) sudah dikenal urang Bandung. Yaaa, walau belum berfungsi sebagai tempat nongkrong anak-anak muda pada masanya. Dulu cuma pom bensin yang entah sekarang hijrah ke mana. Menariknya nama Cikapayang ada hubungannya dengan cerita cinta *uhuk*
Nama Cikapayang ini adalah gabungan dua kata Ci dan kapayang. Buah yang proses memasaknya perlu kesabaran dan kehati-hatian kalau tidal mau keracunan atau kelenger. Makanya hati-hati kalau mabuk cinta. Bisa kelenger juga hahaha...
Buat yang tinggal di daerah Jawa Barat terutama Bandung nama-nama tempat yang berawalan Ci memang banyak. Nah kapayang sendiri kalau dalam kosa kata bahasa Indonesia itu sama dengan kepayang. Pohon-pohon Kapayang ini bisa kita temukan di sekitar taman ini juga.
Buat yang tinggal di daerah Jawa Barat terutama Bandung nama-nama tempat yang berawalan Ci memang banyak. Nah kapayang sendiri kalau dalam kosa kata bahasa Indonesia itu sama dengan kepayang. Pohon-pohon Kapayang ini bisa kita temukan di sekitar taman ini juga.
Hayo ke mana aja kamu, Fi? Ya sudahlah ga papa telat tau, daripada enggak. Ya, kan? So bener ya, tak kenal maka taaruf *apa sih*
Tepat di hari ulang tahun Indonesia ke-72, yaitu 17 Agustus 2017 kemarin saya mendapat undangan untuk menghadiri acara peresmian Taman Cikapayang yang sudah direvitalisasi. Penampakan anyarnya sungguh memesona, manglingi. Bulatan batu besar yang ada di tengah taman mengingatkan saya pada ruas jalan di Asia Afrika dan beberapa ruas jalan lainnya di Bandung. Tipikal Kang Emil banget.
Kang Emil menandatangi peresmian Taman Cikapayang |
Taman Cikapayang wajah baru resmi dibuka |
Taman Cikapayang yang merupakan wujud dari program CSRnya perusahaan jasa kurir JNE ini memang dalam proses perancangannya tidak luput dari keterlibatan si Akang yang doyan banget becandain para jomblowan dan jomblowati. Ide sederhana dari gimmick batu bulat ini bukan soal estetis saja. Bahu jalan yang sempit dan kurangnya lahan parkir yang tersedia tidak menutup kemungkinan masih saja ada mobil yang slonong boy numpang lewat.
Batu bulat besar ini juga pernah menyelamatkan pedestrian dari ke-slonong boy-annya pengemudi mobil. Begitu kata Kang Emil waktu memberi sambutan malam itu.
Batu bulat besar ini juga pernah menyelamatkan pedestrian dari ke-slonong boy-annya pengemudi mobil. Begitu kata Kang Emil waktu memberi sambutan malam itu.
Splash! Air mancurnya cakep |
Selain keberadaan 7 batu-batu bulat yang di tengah arena taman ini, juga ada air mancur yang sesekali muncul dari beberapa titik. Kalau pernah main ke Taman Vanda pasti pernah liat fasilitas serupa juga. Kerennya, gimmick air mancur ini baru keluar ketika para penari tarian daerah mentas di depan penonton. Surprise...!
Basah dong para penari itu? Ya gapapa, pastinya mereka udah nyiapin baju ganti, lah. So, don't worrry ya. Mereka baik-baik aja, ga akan kabulusan alias berkeriput kedinginan.
Basah dong para penari itu? Ya gapapa, pastinya mereka udah nyiapin baju ganti, lah. So, don't worrry ya. Mereka baik-baik aja, ga akan kabulusan alias berkeriput kedinginan.
Bukan hanya pas peresmian malam itu saja kemunculan air mancur akan hadir di taman ini. Di hari-hari biasa pun akan kita jumpai. Siapkan kamera dan ruang memori yang cukup untuk selfie, wefie atau mengabadikan momen lainnya dalam bentuk video di sini.
performa Angklung dan kostum acaranya, Bandung banget |
Dah lama ga lihat Ebith Beat A mentas |
Dengan menampilkan Ebith Beat A yang ngerap, malam itu audiens yang hadir juga dihibur dengan performa kabaret yang bercerita tentang cerita legenda di tatar sunda.
performa kabaret |
Konsep acara yang disusun malam itu mengusung tema yang Bandung banget selain iringan musik angklung, upacara adat mapag ala sunda - yang mengiringi Kang Emil menyingkap tirai yang menutupi mural yang menghiasi taman - dan kru acara yang berdandan ala lengser. Mirip prosesi adat nikahan yang menjemput pengantin pria.
Walau malam itu sedikit cape karena dari pagi sampai sore saya mengikuti acara 17an di lingkungan rumah, sajian acara malam di taman itu cukup membantu rasa cape sedikit menguap. *yeee malah curhat*
Walau malam itu sedikit cape karena dari pagi sampai sore saya mengikuti acara 17an di lingkungan rumah, sajian acara malam di taman itu cukup membantu rasa cape sedikit menguap. *yeee malah curhat*
Foto: Evi Sri Rezeki |
Ke depannya Taman Cikapayang yang dilengkapi fasilitas amfiteater dengan kapasitas 300 orang ini terbuka untuk aktivitas publik, kegitan komunitas dan seni/budaya. Yang saya simak dari paparan malam itu juga, untuk mengadakan acara di sini akan diatur bagaimana mekanismenya. Nah, yang pusing mau mengadakan acara mencari tempat, nambah lagi deh satu alternatif spot yang keren. Siap-siap saja untuk booking, ya :)
abaikan muka lelah dan hinyainya saya |
maen ke sini enaknya malam ya pas cuaca cerah dan ga hujan |
Kalau cuma nongkrong-nongkrong atau maen skating misalnya, kayaknya sih go head aja, mangga wae. Ga ribet harus izin segala. Saran saya, mending datang ke sini pake angkot atau moda transportasi online karena lahan parkirnya di sini pas-pasan. Jangan bikin Bandung tambah macet lah. Jangan biarkan indeks kebahagiaan urang Bandung yang peringkatnya udah meroket direcoki kemacetan yang bikin baper. Plissss.
Bagi yang belum ngeh, atau belum tau di mana lokasi taman ini, dari perempatan BIP lurus saja terus ke arah Dago sekitar 1 km. Posisinya ada di sebelah kiri, di seberang Bank BCA, di bawah fly over atau menjeda beberapa gedung sebelum Kartika Sari Dago. Nah, ketemu deh Taman Cikapayangnya.
Hatur nuhun pisan buat JNE yang sudah menyisihkan dana CSRnya merevitalisasi Taman Cikapayang ini. Seperti pantun Kang Emil malam itu:
Di Cikapundung air bermuara, pergi ke merauke di hari selasa. Bandung makin juara karena dibantu @jne_id luar biasa. #JNEtamancikapayang pic.twitter.com/BhAq0bNR2J— efi (@Efi_Thea) 17 Agustus 2017
wow taman nya keren juga ini. bakalan tempat santai keluarga ini kalau lagi wiken
ReplyDeleteIyes, makanya maen ke sini yaaa.
DeleteWah nambah lagi taman keren di Bandung. Boleh lah nanti ke sana :)
ReplyDeleteHarus, Mit. Bukan Boleh aja hihi :)
DeleteKangen Banduuung...huhu...udah lama ngga main di sana..tamannya cakep pisan teh..
ReplyDeleteCieee ada yang kangen, cieee hihihi Hayu atuh maen sini. Pulangnya jajan bakso cuanki #eeh
DeleteWah udah jadi ya, dulu suka sepedahan di Cikapayang. Tfs ya Tehh
ReplyDeleteUdaaah, San. Nanti kalau anaknya udah rada gede ajakin maen ke sini, ya.
DeleteYaah aku ga kesini kemarin, baru cikapundung aja
ReplyDelete