Showing posts with label #HitsFromThe80s90s. Show all posts
Showing posts with label #HitsFromThe80s90s. Show all posts

Wednesday, 8 May 2024

5 Band Rock Ballad 80-90an Favorit Pada Masanya

Beberapa waktu yang lalu di lini masa sosmed saya tiba-tiba diramaikan oleh postingan lagu-lagunya FireHouse. There must be something. Begitu yang saya pikirin. Entah ada sesuatu dengan salah satu personilnya atau rencana tur konsernya.

Ga perlu waktu lama untuk tahu ternyata dibalik ramainya postingan lagu-lagu FireHouse yang tiba-tiba meramaikan lini masa adalah meninggalnya sang vokalis, CJ Snaire.

Time flies. 

Tiba-tiba aja saya teringat kenangan saya di tahun 94an. Pas SMA kelas 1 dan lagi doyan-doyannya dengerin radio, rikues lagu plus ini nih, jadi anak nongkrong di MTV. Hayo, siapa yang sama kayak saya?

Nah, waktu itu lagu-lagu FireHouse termasuk yang lagi hype terutama yang judulnya I Live Life for You.

Tahun segitu, band-band cowok emang identik dengan rambut-rambut gondrong atau panjangnya kayak perempuan sekaligus bikin minder karena kok ya, mereka rambutnya tampak sehat terawat dan shining shimering gitu? .

Misalnya Nuno Bettencourt yang senyumnya bikin para ciwik-ciwik ngehayal lagu dilamar dengan lagu More Than Worldnya itu.  Kalau kata Rose, "I am flying, Jack" 😅🤣 

FireHouse

Balik lagi sama FireHouse,  selain I Live My Life for You, beberapa lagu dari FireHouse yang juga sempat ngehits antara lain nih: Here for You (swear deh, di video ini CJ tampak cakep dan charming dengan rambut klimisnya yang diikat ke belakang), When I Look into your Eyes (ini cocok buat jadi lagu wajib cowok-cowok ngegombal pada masa itu), Love of Lifetime dan lagu-lagu lainnya.

CJ Snare punya bestie di band ini yang masing-masing piawai dengan alat musing pegangannya. Sebagai gitaris ada Bill Leverty, drummer Michael Foster, dan bassist Perry Richardson yang sudah nge-band bareng sejak jaman dulu. Kecuali Perry, yang keluar dari band ini pada tahun 2000.FireHouse  sempet bingung nyari bassist baru sampe akhirnya dapet Allen McKenzie di tahun 2004.

Selain musik pop, di tahun 90an lagu-lagu rock ballad lainnya jadi primadona pada tahun itu. Sebenernya ada banyak band 90an dengan genre musik ini. Tapi marilah kita fokus pada 4 band lainnya saja, ya. Kalau semuanya dibahas bisa jadi buku hehehe

Mr Big

Inget Mr Big saya ingetnya sama Erick Martin yang relatif awet muda dan si kalem drummernya mendiang Pat Torpey. Band ini pernah tur ke Indonesia di tahun 90an. Waktu pre tournya sempat jadi bahan liputan di majalah Hai dengan edisi khusus. Bahkan ada buklet khusus yang bahasin diskografinya mereka.

Saya sampai bela-belain beli majalahnya dan it's oke ga jajan hahaha. Jangan tanya di mana keberadaan majalah itu sekarang. Hiks, sayang banget, ya?

Beberapa lagu favorit dari mereka versi saya antara lain Wild Wild Word, Going Where the Wind Blow (duh ini  lagu dari band-band luar dengan versi akustikan  yang masuk list  saya suka). Selanjutnya masih ada  To be With You (ah ini sih emang lagu kojonya mereka, ya?) serta masih ada Just Take My Heart dan lagu-lagu lainnya. Gokil sih band ini.

Erick juga pernah punya  beberapa single  seperti I Love the Way You Love Me (OST Mad About You yang juga dinyanyiin kembali sama Boyzone) serta beberapa cover version dari lagu-lagu populer lainnya  seperti Hero-nya Mariah Carey, First Love dar Utada Hikaru, dan Eternal Flame dari The Bangles.

Awalnya personel band ini diisi oleh Eric Martin sebagai vokals lalu ada Billy Sheehan (bas), Paul Gilbert (gitar) dan Pat Torpey (drum).Pat Torpey meninggal dunia pada 2018 akibat komplikasi penyakit parkinson. Dalam beberapa tur mr Big di kemduian hari, Matt Starr yang juga fans berat Torpey menggantikan posisinya. Cuma belum diketahui statusnya Matt di sini apakah sebagai personil tambahan secara temporer atau sudah resmi sebagai personil tetap. 

Dibanding tim Mr Big lainnya, Matt adalah pemain yang paling mua, usianya baru 53 tahun. Baru? Iya, karena personil lainnya usianya udah sangat senior. Eric sudah berusia 63 tahun, Billy Sheehan 71 tahun dan Paul Gilbert yang usianya paling dekat dengan Matt, 58 tahun.

Btw kalau lihat fotonya Matt ini saya kok jadi nget sama karakter Dr Strange, ya? :)

Def Leppard

Inget band inipasti ngeklik sama hitsnya mereka yang sempat booming pada waktu itu. When Love and Hate Collide.

Dengan Joe Elliot sebagai vokalis, cowok-cowk asal Yorkshire Inggris ini digawingi personel lainnya yang membuat suguhan musik mereka jadi kolab yang apik. Rick Savage (bass), , Phil Collen (gitaris) dan Vivian Campbell (gitaris) dan Rick Allen (drum). 

Special note buat saya di sini adalah Rick Allen yang menabuh drum dengan satu tangan saja. Ia kehilangan satu tangannya setelah sebuah kecelakaan menimpanya pada tahun 1984. Tapi hal itu tidak membuatnya menyerah. Drum set yang dimainkannya dimodifikasi sedemikian rupa sehingga ia tetap bisa menabuh drum dengan performa terbaiknya. Keren, ya?

White Lion

Nah inget band ini emang jadi inget sama Ayu Azhari hahaha. Sang vokalis yaitu Mike Tramp menikah dengan Ayu Azhari pada tahun 2010.

Salah satu lagu White Lion yang jadi hits pada masanya "You're all I Need diremake dengan versi lokalitasnya Indonesia. Ga nyangka kolabnya jadi seindah ini :)


Selain Tramp, masih ada personil lainnya yang membuat lagu-lagu White Lion disukai para fansnya di dunia. Mereka adalah Vito Bratta (gitar) Nicki Capozzi (drum) dan Felix Robinson pada bassist. 

Selain You're all I nedd lagu lainnya dari white lion yang populer adalah When The Children Cry. Punya lagu favorit lainnya ga dari band ini?

Bon Jovi

Ngomongin musim rock 80-90an eang ga bisa lepas dari man band yang satu ini. Band rock legendaris Bon Jovi, dipimpin oleh Jon Bon Jovi (yang jago nyanyi dan main gitar), Richie Sambora (gitaris keren), Tico Torres (jagoan drum), David Bryan (maestro keyboard), dan Hugh McDonald (bassist handal). Nggak lupa, ada juga Alec John Such, yang dulu pernah jadi anggota band ini.

Buat anak 90an, siapa sih yang ga famliar dengan  "Livin' on a Prayer" dan "You Give Love a Bad Name"? Auto ikut nyanyi deh kalau deger launya diputer. 

Buat mood booster,  "It's My Life" dan "Wanted Dead or Alive" kayaknya lumayan jadi trigger  bikin kita loncat-loncat. Tapi tau diri aja ya kalau sekarang mah, jangan sampai encok-encoknya kumat atau pingganganya kayak keplintir hahaha.


Share:

Friday, 6 September 2019

Nonton Konser The Twenty Tour Westlife

"Fiii, nonton Westlife, yuk?"

Satu hari aku dicolekin Dewi di grup wag yang aku ikuti.  Beberapa waktu lalu Westlife menjalani Twenty Tournya keliling dunia.  Jakarta, Palembang dan Borobudur di Indonesia juga jadi salah tiga  destinasi konsernya mereka. 

Jadi nonton langsung live concertnya?
Oh, tentu tidak! (Tsaaah belagu).
sumber: youtube
Aku, Dewi dan teman-teman lainnya nonton di bioskopnya. Iya, bener di bioskop.  Biasanya tuh kan, kalau artis udah konser, bakal ada upload-annya di youtube.  Tapi tetep  aja feelnya bakal beda dan kalau pun nunggu upload-an yang sama persis kayak di bioskopnya entah kapan adanya, lah. Hahaha.... keburu basi pula. 

Dari pilihan hari dan jam tayang yang terbatas, akhirnya kami sepakat milih hari minggu jam 15.00 di CGV 23 Paskal, Bandung.  

Biasanya kalau weekend tiket nonton lumayan mihil.  Begitu juga dengan tiket konsernya Westlife. Saat tiket film lainnya seharga 55 ribuan, buat nonton Westlife aku harus bayar 100 ribu. Pdahal di studio 2D aja, bukan 4D. Berhubung udah ngebet (((ngebet))). yaudah lah, cus pesen. Lagian dibandinh nonton konser langsungnya ga akan dapet segini mah :D 


Dateng 5 menit sebelum jam tayang, aku lihat studio udah penuh terisi penonton, terutama abg 90-2000an, para fansnya Westlife pada masanya.  Kebagian di row D dan deretan kursi pas tengah layar. Sungguh strategis.

By the way, sebelum lanjut aku cerita dikit kenapa  ceritain pengalaman nonton Westlife ini di sini, bukan di blog sebelahku yang khusus membahas film alias www.resensiefi.my.id. Well, karena meski tayang di bioskop, bagiku konsernya Westlife ini ga punya alur cerita khusus kayak film biasanya. 

Kalau kalian yang pernah nonton filmnya Queen beberapa waktu lalu harus nahan tangan dan kaki buat goyang-goyang, pas nonton Westlife ini mah bebasin aja. Karena emang auranya udah memancing buat minimal goyangin jempol.  Salut deh sama penonton di bioskop, tetap asik nyanyi dan joged tapi ga sampai berdiri. Walaupun sebenarnya kalau ada yang berdiri, yang duduk di row belakangnya bakal ikutan berdiri juga sih hahaha....  Jadi selama 2 jam itu aku nonton,  penontonnya tetep tertib.  Tengkyu gals.

Balik lagi ke cerita, ya
Konser dibuka dengan layar yang menampilkan wajah-wajah 4 personel Westlife yaitu Shane, Mark, Nicky dan Kian menyanyikan reff lagu Swear It Again disambung dengan lagu Hello My Lovenya yang ngebeat,  sambil joged-joged lincah, tipikal boyband banget.  
sumber: planetsarah.ch
Walau udah ga boys lagi dan mereka berusia 39-40an, seusiaku lah (bangga amat yak? hahahaha)  mereka yang sekarang udah ga barengan lagi sama Brian Mcfadden, tetap energik di panggung. Walau tampang Shane udah bapak-bapak banget,  Mark yang menggendat, Kian dan Nicky yang ga seunyu dulu, penonton tetep heboh ikut nanyi-nyanyi.  

Lagu yang jadi favoritku Uptown Girl dan Mandy (dua-duanya lagu recycle) dinyanyikan sama mereka juga. Wohooo aku exciting banget. Apalagi pas lagu Uptown Girl itu dibuka dengan layar latar menampilkam komik Westlife ala-ala Batman gitu.  

sumber: planetsarah.ch
Selain lagu sendiri,  mereka nyanyiin lagu Homenya Michael Buble, You Rise Me Upnya Josh Groban dan 6 lagunya Queen dengan stamina luar biasa.  Lagu Home terasa sentimentil buat mereka. Selain karena tampil di kampung halaman sendiri, Dublin - Irlandia,  di tempat yang sama juga mereka menggelar konser perpisahan 7,5 tahun lalu, tepatnya awal tahun 2012.

Waktu mereka nyanyiin lagu-lagunya Queen surprise banget.  Bukan cuma karena tetap energik selama nyanyi di panggung,  feelnya lagu Queen ini dapet banget.  Makanya pas nyanyi enam lagu Queen yaitu, Radio Gaga, I want To Break Free,  Somebody to Love, Don't Stop Me Now, We Will Rock You dan We Are The Champion aku ga keberatan kalau harus menyisihkan hits lainnya dinyanyiin seperti Bop Bop Baby atau Soledad itu.

Di sela-sela nyanyi, mereka juga sempet cerita  masa-masa dulu.   Mark (apa Nicky, ya? lupa) cerita gimana mereka dulu ketemuan mulai dari back vocalnya Backstreet Boys dan kirim sample lagu ke produsen sampai soal keluarga masing-masing.  Bagaimana pun suksesnya mereka dan ingin mengulang konser seperti ini 20 tahun mendatang, keluarga tetap jadi nomer satu.  


Mark sempat emosional juga waktu cerita dia excitingnya dia akan jadi bapak.  Eh bapak? Iya bapak. Beneran. Buat para fans Westlife udah pada tau kalau doi yang range suaranya kayak bocah-bocah Il Divo ini punya orientasi berbeda dengan teman-temannya.  Aku penasaran dan angguk-angguk kemudian.  Hoh, iya pantesan. Ternyata doi dan pasangannya ngambil program surogasi. Apa itu surogasi, googling aja lah, ya.

Balik soal keluarga,  apa yang mereka omongin bukan basa-basi busuk semata.  Aku sempat baca di masa rehatnya Westlife ini, Shane sempat ngalamin kebangkrutan.  Uang yang didapatkannya selama ngeband menguap begitu saja setelah sahamnya di bidang properti menguap begitu saja dan cuma nyisain saldo 9 juta rupiah saja di rekeningnya. Iya  ini udah dikonversiin ke rupiah, bukan 9 juta euro atau poundsterling. Sedih banget bacanya waktu anaknya merengek bilang pengen beli maenan seharga 500 ribu trus Shane ga bisa ngabulin.  Beruntungnya Shane punya istri kayak Gilian Walsh yang terus mendampingi dan menjalani disiplin finansialnya untuk bertahan hidup.
Udah bapak-bapak tapi tetep ganteng  hihihi sumber fotonya dari theinsta-stalker.com
Udahan dulu melow-melownya, ya.
Dari langit stadion yang cerah perlahan menggelap tapi penonton tetep exciting ikutan nyanyi.  Batrenya pada on terus.  Lupa nih salah satu dari mereka mencandai penonton buat 'edanin' sampe dini hari. Trus nanya gini kira-kira "Kalau kita berempat numpang mobil kamu, muat ga?"  Huaaa,  kalau iya ditumpangin sama Westlife yakin ga bakalan pada nolak.

Waktu Shane cs nyanyiin You Rise Me Up ku spontan ngomong gini:

 "We Want more.... we want more" 

Hahahaha...
Padahal cuma di bioskop aja sih, ya.  Tapi ku yakin itu bukan lagu penutup karena pas lihat waktu, durasinya belum pas dua jam gitu.

Konsernya Westlife di Croke Park ini emang dipilih buat direkam dan didistribusikan ke bioskop-bioskop. Makanya di sela-sela nyapa penonton yang ada di Croke Park, mereka juga nyapa penonton di bioskop di mana saja.  Waktu kamera nge-zoom mereka dari dekat, Shane, Mark, Nicky dan Kian beneran nyanyi kayak di depan mata. Jadi pengen uyelin pipi mereka hihihi.

Mau lihat di youtube? Ku nemuin sih, tapi durasinya  ga sampai 2 jam. Udah gitu angle yang diambilnya pun beda.  Apa yang kutonton beneran dilakukan oleh camera-man profesional (ya iyalah). Beda sama upload-an di youtube, yang sengaja dilakukan oleh penonton yang niat banget buat ngerekam. Salut banget. Waktu aku nonton versi  youtube (karena belum bisa move on hahaha) aku cuma denger suara dari panggung dan penonton sekitar yang riuh rendah heboh.  Dari suara yang megang kameranya malah ga kedengeran. Apa ada triknya atau gimana, entahlah.  

Lagu World of our Own menutup konser yang megah. Penonton di stadion Croke Park sana puas,  begitu juga dengan rombongan nontonku. Biasanya aku cuek nonton sendiri, tapi kalau  yang kayak gini emang harus bareng temen biar leluasa melepaskan adrenalin kehebohan hihihi....



Share:

Sunday, 31 May 2015

Boyzone Dulu vs Boyzone Sekarang, Umur Ga Bisa Boong

Maafkan  kalau postingan kali ini lagi-lagi ngebahas  blast from the past, tahun 90an, tepatnya. Jangan salahin saya, tapi salahin aja Boyzone  hahaha.  Iya, abisnya mereka  konser lagi di sini beberapa hari yang lalu. Jadi  kangen deh masa-masa SMA, jaman mereka  lagi masa-masanya terkenal bareng para boyband lainnya macam Backstreet Boys, N' Sync, East 17  (hayo ada yang inget  ga band yang satu ini), atau Boyz II Men. 

Seinget saya  Boyzone  yang digawangi Ronan Keating, Stephen  Gately, ShaneLynch Keith Duffy, dan Mikey Graham muncul dengan  lagu perdana  berjudul Love Me For A Reason. Waktu itu saya kepincut  sama tampang imutnya Stephen yang kemudian bikin saya patah hati, karena ternyata nikah dengan sesama cowok. Aih,kayak yang kenal aja, ya. :D
credit: baguiobeans.com
Waktu saya masih SMA kelas  3, lagi jaman-jamannya tuh walkman masih happening. Gadget yang paling keren selain pager. Saya  selalu bawa ke sekolah, jadi kalau lagi ga ada guru, saya  nyalain tuh walkman dan dengerin radio pake earphone. Iya, biar ga ganggu yang lain.
Share:

Saturday, 31 January 2015

Trio keren Rida Sita Dewi



Gak usah ditanya  lagi deh,  kayaknya dalam beberapa  waktu ke depan  saya  bakal rada banyak cerita  tentang film  dan  musik.  Nah kalau musik, saya emang ga bisa  move on dari   tipikal musik  90’s yang easy  listening. Hihihi....   iya saya nih kesannya  bangga banget ya  mengklaim generasi  90’s. Padahal  itu sama  aja  buka  rahasia,  kalau saya  udah  tuir.  Ah biarlah,  biar  ga unyu  lagi,  saya tetep  imut, kok *lalu dijawil rame-rame*




Sebenernya  hari ini saya sebel banget,  secara  mau ikutan lomba yang deadlinenya  hari ini.  Gini deh, kalau  suka mepet,  pasti riweuh. Apesnya lagi salah lihat jam. Entah Pede  ode  (percaya  diri over dosis) atau emang  ge detail,  niat postingnya ditunda  sore  ini. Eh ternyata  DL-nya  jam 12 siang. Nah, lho.  Makanya, jangan suka dientar-entar deh!
http://www.catatan-efi.com/2015/01/trio-keren-rida-sita-dewi.html
RSD  Yang masih cantik-cantik. Credit: kapanlagi.com
Share:

Friday, 28 November 2014

I can Love You Like That

Kalau  yang seumuran saya, atau lebih  unyu dan suka  lagu-lagu  easy listening tahun 90an  (teuteup,  ya)  pasti kenal deh sama boy band  yang satu ini, All 4 One. Secara  fisik  mereka  memang  kalah  cuco  sama  boyband  seperti Backstreet Boys,  Boyzone  atau N’syinc.   Iya,  Setau saya  juga  lagu-lagu  mereka  terhitung biasa aja,  ga  terlalu ngehits  kecuali  I swearnya itu.  Eh tapi lagunya  yang I Can  Love  You Like Thatnya  juga  lumayan happening. Buktinya diparodiin sama  Deni Chandra cs  jadi Antrilah di Loket.



Share:

Wednesday, 10 September 2014

Racun #HitsFromThe80s90s, Dari Buku Bahasa Inggris ke Michael Bolton

Gara-gara baca newsfeed di beranda FB, saya jadi  tergelitik buat join grup yang lagi happening, yes grup #‎HitsFromThe80s90s, which else? Efek pertamanya adalah icon notif  FB saya jadi  genit, sedikit-sedikit kedip-kedip ditambah suara notif yang entah seperti apa saya harus menyebutnya. Berhubung  ponsel saya lagi eror, jadi gadget yang satu itu tidak terlalu mendistraksi saya. Makanya, biar fokus sama kerjaan, saya harus klik silang dulu jendela FB dari peramban  di laptop.  Kalau dibiarin, duuuh kapan beresnya kerjaan saya? Racun yang seru sebenernya hahaha. Begitu saya buka lagi, notif 1-2 posting yang sudah saya kasih komen sudah beranak pinak, malah mungkin cukup buat bikin generasi dinasti (halah, lebay).
 
Gambar ngambil dari postingan grup. 
Eh tapi ada bagusnya juga sih, saya jadi punya ide buat nulis postingan dan ide-ide liar mulai berseliweran di kepala saya. Ah, nanti mau cerita itu, cerita ini. Hahahaha...  jadi apa dong namanya? Blessing in disguised? Bukan, ini bukan disguised  tapi a little temptation. Iya godaan, soalnya kalau dijabanin terus kerjaan saya kapan beresnya, coba?
Share: