Showing posts with label #10daysforblogger. Show all posts
Showing posts with label #10daysforblogger. Show all posts

Wednesday, 19 June 2024

Bikin Kolase Foto Ala Kertas Sobek di Canva

Beberapa waktu lalu di lini masa IG saya sempat bertebaran ide foto dengan konsep frame kayak kertas sobek gitu. Ekspresinya lucu-lucu. Ditambah lagi ide frame yang unik ini bikin hasilnya tambah estetis. 

Ternyata konsep frame ala kertas sobek begitu bisa kita buat juga dengan Canva, lho. Asiknya lagi dengan Canva ini bisa dibilang effortless. 

Bikin desain dengan Canva untuk konsep foto ini ga butuh properti dan ga cape harus foto shoot.  Bisa meminimalkan drama-drama yang ada aja muncul pas hari H.  Ya sama-sama tau ya, kadang ada aja yang telat, lokasi foto shoot tiba-tiba hujan atau cuacanya ga mendukung belum lagi drama noise minor kayak orang lewat dan merekanya ga peka 🤣. 

Jadi begini caranya. 

Seperti biasa kita buka Canva dan tentukan dimensi slidenya. Kali ini saya mau buat dengan ukuran instagram post alias square 1080x1080 px. 

Nyari framenya emang rada tricky. Karena kata kuncinya pake aksara chinese, begitu juga nala kreatornya hahaha, ampun deh. Untuk. mendapatkannya harus scroll ke bawah. Kalau saya udah nemu kata kunci dengan font alfabet nanti saya update di sini. Kurang lebih kayak gini kata kuncinya. 


Kita bisa mengombinasikan beberapa frame di atas atau cuma salah satunya saja. Setelah itu kita salin framenya di atas slide sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.  Kemudian masukan satu persatu fotonya ke dalam frame. 

Setelah posisinya dirasa sudah oke dan rapi, kita juga bisa menambahkan elemen lainnya. Misalnya seperti ini. 

Kalau udah jadi, desain di atas bisa kita cetak jadi foto dan dikasih frame. Alternatif lainnya bisa dijadikan sampul album foto atau kaos kembaran.  

Kayak gini misalnya. 


Atau buat album foto seperti ini

So, ga usah bingung lagi bikin konsep kolase  ala sobekan kertas. Cepet dan ga pake lama cuma pake Canva aja.

Cusss. 




Share:

Wednesday, 3 April 2024

Jelajah Kuliner Halal Ramadhan & Lebaran di Dunia

Keseruan Ramadan tahun ini jadi semakin meriah dengan kehadiran  War Takjil, festival kuliner yang memanjakan lidah dengan berbagai hidangan lezat. Terinspirasi dari kemeriahannya, saya pun tergelitik untuk menjelajahi kuliner Ramadan di berbagai negara di dunia, pastinya yang halal dong, ya. 


Di Indonesia sendiri, kekayaan kuliner Ramadan tak tertandingi. Setiap daerah memiliki hidangan khasnya, seperti kolak pisang, gorengan, dan es cendol yang selalu dirindukan. Namun, tahukah Anda  petualangan rasa Ramadan tak berhenti di situ saja? 

Tentu saja tidak. Ada banyak cerita-cerita di baliknya yang akan menjadi obrolan seru saat mencicipinya bersama teman, keluarga atau relasi sambil bersantap siang misalnya. 

Negara-negara di Afrika

Pengaruh Islam di Afrika telah berlangsung selama berabad-abad, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam budaya dan tradisi kulinernya. Hidangan halal menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim di Afrika.

Kuliner halal Afrika menawarkan variasi rasa yang beragam, mencerminkan kekayaan budaya dan geografis benua ini. Penggunaan rempah-rempah yang berani, teknik memasak yang unik, dan bahan-bahan segar menjadi ciri khas hidangan halal Afrika.Bebe

Beberapa kuliner halal khas Afrika misalnya bolani (Afghanistan), couscous (Aljazair) atau fricasse dari Tunisia.

Negara-negara di Asia

Asia siap memanjakan lidahmu dengan berbagai hidangan lezat yang dijamin bikin kamu ngiler! Nggak perlu khawatir, meskipun kamu Muslim, Asia punya banyak pilihan makanan halal yang menggoda. Kuliner Asia terkenal dengan sensasi rempah-rempah seperti rasa pedas, asam, manis, dan gurih yang bisa bikin kamu ketagihan.

Beberapa tempat menari untuk berburu kuliner di Asia misalnya restoran-restoran halal, warung makan sampai pasar tradisional yang menjajakan berbagai bahan makanan segar. Hidangan halal Asia yang wajib kamu cicipi misalnya Pulut Panggang (Brunei Darusalam) berupa ketan bakar yang gurih dan manis, cocok buat camilan sore hari. 

Dari India ada falooda, yaitu minuman manis dan menyegarkan dengan campuran cendol, jeli, dan susu. Bergeser ke Iran, ada Halwa, puding manis yang terbuat dari tepung, gula, dan air mawar. Jika beruntung menemukan restoran milik orang Palestina, pastikan untuk mencicipi Falafel. Kalau yang ini adalah bola-bola goreng dari kacang arab, disajikan dengan roti pita dan saus tahini.

Negara-negara di Australia

Aussieland, si negeri kanguru yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang memukau, juga punya sajian kuliner halal yang bikin lidah bergoyang. Meskipun dikenal sebagai negeri Barat, Australia punya komunitas Muslim yang besar dan berkembang, jadi jangan heran kalau makanan halal gampang ditemui di berbagai kota.

Kuliner halal di Australia kaya akan campuran budaya. Sentuhan Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Mediterania berpadu manis dengan rasa lokal Australia, bikin menu-menu yang nggak kalah enak dan bikin kagum.

Antusiasme masyarakat Australia terhadap makanan halal semakin tinggi, yang mengerek industri kuliner halal ke level berikutnya. Makin banyak restoran baru bermunculan, menawarkan hidangan halal yang bikin ngiler, nggak kalah sama yang non-halal. Komunitas Muslim di Australia juga aktif banget dalam mengenalkan kuliner halal, dengan berbagai festival dan acara kuliner halal. 

Negara-negara di Amerika

Benua Amerika, terkenal dengan kemajuan teknologinya, juga menawarkan petualangan kuliner halal yang tak kalah menarik. Di balik citranya sebagai negara Barat, Amerika memiliki komunitas Muslim yang cukup besar dan berkembang pesat, sehingga hidangan halal pun mudah ditemukan di berbagai kota.

Beberapa makanan khas benua Amerika yang bisa jadi referensi untuk sajian di bulan Ramadan dan atau Lebaran misalnya Pai (AS), Nanaimo Bars (Kanada) atau Quindim (Brasil).

Pai apel menjadi ikon Amerika yang dimulai dari zaman kolonial. Para kolonialis membawa bibit apel dari Eropa dan menanamkannya di Amerika Utara. Apel tumbuh subur di tanah Amerika dan menjadi makanan khas yang disukai oleh banyak orang.

Pai apel mulai terkenal di abad ke-18. Resep pai apel pertama kali muncul dalam buku masak Amerika pada tahun 1796. Sejak itu, pai apel menjadi sajian penutup favorit di Amerika. Pai apel dianggap sebagai simbol nilai-nilai tradisional Amerika seperti kehangatan keluarga, kasih sayang, dan kesederhanaan. Selain itu, pai apel juga menjadi simbol patriotisme dan semangat nasionalisme Amerika.

Negara-negara di Eropa

Di beberapa negara Eropa, tradisi memberi nama makanan dengan nama pembuatnya sudah berlangsung selama berabad-abad. Misalnya saja Caesar Salad yang diciptakan oleh Caesar Cardini, seorang chef berdarah Italia-Amerika atau penamaan yang unik dari asal mula makanannya terbuat seperti pemberian nama untuk kuliner dari Belanda, Kapsalon.

Kapsalon artinya tukang potong rambut dalam bahasa Belanda. Makanan ini terinspirasi dari seorang tukang cukur yang suka mampir ke snack bar dekat tempat kerjanya. Pemilik tokonya pun terinspirasi untuk memasukkannya sebagai menu dengan nama Kapsalon.

Memberi nama makanan dengan nama pembuatnya adalah tradisi yang sudah berlangsung lama di Eropa. Hal ini dilakukan untuk berbagai alasan, seperti penghargaan terhadap pencipta, menjaga keaslian resep, membangun reputasi, dan pemasaran. Tradisi ini telah menghasilkan banyak hidangan dengan nama yang unik dan menarik yang menjadi bagian penting dari budaya kuliner Eropa.

By the way, saya juga udah merangkum cerita-cerita kuliner negara-negara di 5 benua ini, lho. Cerita-ceritanya saya rangkum dalam bentuk ebook berukuan A5 sebanyak 95 halaman. 

Teman-teman bisa membaca cerita serunya dengan mengunduh dokumen PDF di link ini

Jelajah Kuliner Ramadhan & Idul Fitri 5 Benua

 cuma membayar Rp. 14.900 saat check out. Ga usah khawatir, cara pembayaranya mudah dengan beberapa opsi seperti bank transfer, QRIS, Shopee Pay, Alfamart, atau bayar di merchant lain seperti Pos Indonesia dan Pegadaian. 




Share:

Friday, 15 March 2024

Chow Down Feast, Buka Bersama di Moxy Sky

Baru kemarin-kemarin kita bersama-sama melewati bulan Ramadhan, eh, tiba-tiba, Ramadhan tahun ini sudah datang kembali menyapa kita. Alhamdulillah,  masih diberi kesempatan untuk berpuasa lagi tahun ini. 

Meski puasa sepanjang hari, tapi di bulan Ramadhan ini justru kesibukan kita semakin bertambah. Dari sahur, aktivitas sepanjang hari, berbuka, tarawih, dan kembali ke aktivitas besoknya. Capek? Iya, tapi seru dan menyenangkan.

Salah satu keseruan khas Ramadhan adalah berbuka puasa di luar. Baik itu dengan teman, keluarga, atau rekan bisnis. Kalau berbuka dengan teman biasanya identik dengan reuni teman sekolah atau kuliah. 

Bagaimana rencana bukber tahun ini? Sudah padat dengan jadwal, belum? Saya punya tempat rekomendasi untuk berbuka puasa dengan pemandangan city light sambil menikmati udara segar Bandung. Wah, pasti seru banget!

Dimana itu? 

Nah, ini dia tempatnya. Moxy Sky Resto & Bar yang berlokasi di Jalan Dago Bandung. Berbuka di sini bisa makan sepuasnya lho. Sesuai namanya:

 “Chow Down Feast” alias "Santap Besar Bersama."

Untuk tahun ini, ada 6 corner kuliner yang tersedia. Saya yakin teman-teman pasti suka semuanya.

Thailand Corner

Menu khas Thailand dengan warna cerah dan rasa pedas. Di sini tersedia menu seperti Pad Thai, Kho Pad, dan Som Tam.

Vietnam Corner

Makanan khas Vietnam yang ringan dengan banyak sayuran dan daging. 

Saya mencoba nasi combrang di sini. Pedasnya pas dan meskipun tidak seintens makanan Indonesia, saya tetap bisa menghabiskan satu porsi nasi comrangnya huehehehe. 


Ada juga menu lain seperti Banh Mi (seperti burger) dan Goi Cuon dengan isian udang.

Korea Corner

Korean food udah pada kenal, kan? Saya langsung terpesona sama kimchi. Makanan Korea yang jadi favorit. Waktu mencicipi bersama teman, kami berempat sepakat untuk ambil sedikit demi sedikit tapi banyak HAHAHA. 

Nah, pas ambil korean food, eh, teman saya nih udah ambil duluan. Sempet protes, karena kurang banyak untuk berempat mah (LOL). Akhirnya saya dikasih porsi paling banyak. yeay, makasih! :D 

Selain kimchi, masih ada beef bulgogi, hotteok, dan tteokboki

Barbeque Corner

Terlalu sayang juga buat pura-pura cuek ga lihat ada corner ini. Yakin, ga suka barbeque-an?

credit: Jeanette Agatha

Aneka sosisi dan beef yang dipanggang langsung di depan kita. Diet? Emmmh... mulai besok aja deh. 

Pizza and Pasta Corner

Ini corner yang duluan saya samperin dan tiap varian dari empat varian yang tersaji saya ambil masing-masing 1 slice (eh jangan salah, kan buat berempat, ya :D). 


 Pizzanya asli enak. Terbaik. Ga kalah sama pizza-pizza luar merek gerai-gerai yang terkenal itu.  Doughnya tidak tebal tapi juga tidak tipis. Kayaknya kalau ngambil satu pan, bisa abis sendiri tuh. 

Nusantara Corner

Namanya juga orang Indonesia. Ga ketemu nasi ya belum makan. No worry. Tim yang wajib nasi dengan menu rumahan, merapat ke corener ini, ya.

By the way, selain 6 corner yang udah saya sebutkan,  sebenarnya masih satu corner lainnya. 

Takjil dan Jajanan Pasar Corner

Takjil dan Jajanan Pasar Corner ini adalah kesayangannya para takjil hunter yang sampai war-waran heboh di sosmed.  Kalau pas buka puasa di sini kalem aja, melimpah ruah. Ga akan keabisan. 

Tim gorengan dan cendol jangan sampai skip sudut yang satu ini, ya. Wajib disamperin.

Pertanyaannya, sebanyak itu bisa bikin boncos, ga?

Jawabannya enggak. Cuma 199.000++/pax aja. Udah bisa makan semuanya. Ditambah lagi pekan kesatu dan keempat ada promo spesial. Setiap pembelian 5 pax, langsung gratis 1 pax.  Nikmatnya dapat, hematnya juga. 


Paket Chow Down Feast ini bisa didapatkan selama bulan Ramadhan, mulai tanggal 11 Maret sampai dengan 10 April 2024 dengan waktu buka dari jam 17.000 s.d 21.30 WIB.

Masih Ada Keseruan Lainnya


Apa lagi?  
Jadi gini. Setiap tamu yang datang ke sini semuanya punya kesempatan yang sama engikuti undian berhadiah. Mulai dari merchandise seperti kaos dan puuch sampai voucher menginap di berbagai jaringan hotel jaringan Marriott International.

Jangan lupa untuk mampir ke booth fotonya juga. Abadikan momen seru bukbernya di sini. Ga usah bayar, kok. Gratis buat tamu yang bukber di Moxy. 


Gimana? Udah ga sabar lagi buat bukber di Moxy?  Ya udah, kalau gitu buruan reservasi by WA di nomor 0823-2045-8469 atai bisa juga  DM ke IG @moxy_bandung, @moxysky serta websitenya di id.moxybandung.com
Share:

Sunday, 1 September 2013

Belajar dari Batu Puteh : Harusnya Indonesia Tersengat


Your Singapore! Begitu branding wisatanya Singapura yang sudah lengket di benak pelancong
 
Namun, buat Malaysia ada tapinya. Kurang lebih seperti ini, Your Singapore but not including Batu Puteh, Karang Tengah and and Karang Selatan.


sumbernya dari http://melayuonline.com/

Lho, Ada apa dengan Cinta, Eh Singapura dan Malaysia?

Jadi begini, ternyata soal wilayah bukan Indonesia aja yang terlibat sengketa sama Malaysia. Singapura juga. Ya itu tadi, Tiga pulau yang udah disebutkan di atas. Mereka mulai 'berantem' rebutan tiga pulau itu sejak tahun 1979. Sebenarnya sih tahun 2008 sudah ada solusinya dari Mahkamah Internasional. Pulau Batu Puteh atau orang Singapura menyebutnya dengan nama Pedra Branca diserahkan pada Singapura. Malaysia belum sepenuh hati menerima keputusan Mahkamah Internasional itu.Akhirnya, ya cekcok deh, Ehm, jadi inget kasusnya pulau Sipadan sama Ligitan, ya? Well, ini dia topik lomba blog #10daysforasean hari ke enam. 

So, let's blow the whistle, shall we?
Priiiiitttttt

Kita kenalan dulu dengan ketiga pulau ini, ya.

sumbernya dari sinihttp://pmr.penerangan.gov.my

Pulau Batu Puteh alias Pedra Branca. 
Pedra Branca itu ya artinya masih itu-itu juga, Batu Puteh atau Batu Putih. Pedra Branca ini diadopsi dari Bahasa Portugis. Eh, ternyata pulau satu ini luasnya cuma seuprit, sekitar 8.520 m2, kira-kira setara dengan  lapang bola saja. 

What? Terus kenapa segitunya mereka ngotot pada keukueh sumeukeuh ngaku-ngakuin? Ternyata, sejak 1847  Singapura sudah memulai proses pembangunan mercu suar yang bernama Horsburgh Lighthouse yang kemudian beroperasi sejak 1851. Eh, ngomong-ngomong  Siapanya kelompok penyanyi Light House Family, ya? (kumat deh OOT nya :D). Buat Singapura sendiri, meski pulau Pedra Branca ini begitu imutnya tapi sangat penting sekali. Horsburgh ini jadi pemandu arah buat kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Singapura. Nah, kalau menara ini enggak ada, mungkin para Nahkoda kapal laut Singapura bakal galau dan nyanyi "Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Aku tanpamu, butiran debu.....". :D
 
Selama 130 tahun ini juga pemerintah Malaysia cuek bebek, enggak bereaksi. Setelah pemerintah Singapura Nah, karena alasan ini Mahkamah Internasional memenangkan Singapura.Kalau Singapura mengklaim pulau ini dengan alasan sudah mengelola pulau itu selama 130 tahun terakhir, Malaysia punya dalih dengan mengajukan bukti yang berdasarkan cerita temurun. Selain itu, jarak dari Singapura ke Pedra Branca adalah 24 nautikal mil atau  44,.448 km. Bandingkan dengan Malaysia  yang jaraknya sekitar 7 nautikal mil atau 12.964 mil saja. Sederhananya Mesti Malaysia yang lebih berhak. Enggak ada titik temu,  akhirnya kedua negara yang berseteru rebutan pulau ini sepakat buat membawa kasusnya ke Mahkamah Internasional. Lewat proses yang panjang akhirnya Mahkamah Internasional memenangkan Singapura sebagai penguasa sah Pulau Batu Putih alias Pedra Branca, ini tidak termasuk dengan Karang Tengah dan Karang Selatan. 

Apa sih pertimbangan Mahkamah Internasional memutuskan perkara ini? 
Dalam hukum Internasional, kepemilikan suatu wilayah bisa diperoleh dengan beberapa cara, yaitu :
1. Okupasi atau Pendudukan
2. Aneksasi atau Penaklukan
3. Preskrispsi berupa pendudukan suatu wilayah dalam waktui tertentu secara terus menerus dengan  sepengetahuan dan tanpa keberatan pemiliknya.
Selain itu, menilik dari ketentuan masuknya suatu wilayah ke dalam otoritas pemerintah yang resmi adalah adanya penguasaan terhadap wilayah yang berangkutan.  Nah, atas dasar ini Mahkamah Internasional memenangkan Singapura dengan posisi suara 12 untuk Singapura dan 4 untuk Malaysia. 

Karang Tengah dan Karang Selatran.
Nah, lalu bagaimana dengan Karang Tengah?
Secara fisik, Karang Tengah adalah sebuah sekumpulan Karang Tengah yang terletak 1 KM di sebelah selatan Pedra Branca. Mahkmamah Internasional memutuskan kepemilikan Karang Tengah ini jatuh ke pihak Malaysia. 15 hakim setuju dan satu hakim menentang. 
Bagaimana Karang Selatan? 
Karang selatan,  penenetuannya  bisa dibilang h geje alias ga jelas. Pasalnya penampakan Karang selatan secara fisik lebih kecil dari Karang tengah dan  baru bisa terlihat jika terjadi surut. Selain itu Mahkamah Internasional juga mengeluarkan keputusan yang 'ngambang'.
 Ceritanya, Malaysia menerima keputusan Mahkamah Internasional ini, meski dengan setengah hati. Well, kita lihat perkembangannya nanti.

Apa Dampaknya buat Indonesia?

Ironis, ya. Kalau melihat pola yang sama, hal ini juga terjadi dengan pulau Ambalat, Sipadan dan Ligitan (Hikss). Pulau yang miss dari perhatian Indonesia, karena dikelola pengusaha Malaysia, lantas jatuh ke Malaysia. Karma, kah? Ehm..... 

Pertama, Indonesia jadi ikutan puyeng. Gara-gara urusan ini, penentuan batas wilayah jadi enggak jelas untuk menentukan batas-batas internasionalnya.

Kedua, belajar dari kasus ini, Pemerintah Indonesia harus segera berbenah. Ada banyak pulau tak bernama (hayooo, ada berapa banyak beras dan gula merah buat bikin bubur merah putih?) yang masih terabaikan. Malaysia yang kalah di Mahkamah  Internasional dari Singapura saja tetap gigih 'merebut' Ambalat, Sipadan dan Ligitan. Mengingat Indonesia adalah negara dengan garis pantai terpanjang se-ASEAN, bahkan sedunia, mestinya pemerintah melalui punya konsen khusus lewat angkatan lautnya.  Dengan potensi SDM yang banyak, mestinya bisa dong Angkatan Laut kita memobilisasi masa. Nah, nambah lagi PR buat Disnaker sekaligus berita bagus buat mengatasi pengangguran.

Belajar dari Singapura, Mereka berhasil mendapat pengakuan pulau Pedra Branca setelah mberhasil menunjukan bukti yang kuat dengan adanya pengelelolaan Mercu Suar di pulau itu. Pertanyaannya, apa yang sudah dilakukan  pemerintah dengan pulau-pulau tak bernama di wilayah perairan kita?  Padahal kalau pemerintah punya perhatian serius, ini bisa menjadi sumber PAD pemerintah daerah di mana pulau itu berada. Potensi wisata, sudah jelas, ya. Dengan penataan yang profesional, bisa menjadi daerah tujuan wisata baru. Bahama dan Hawaii adalah contoh sukses pengelolaan wisata Bahari. Masih ingat, cerita pasangan selebritis Atiqah Hasiholoan dan Rio Dewanto  yang melangsungkan pernikahan di  pulau Kelor  yang tidak berpenghuni? Venuenya cantik sekali. Hihihi... jadi nyerempet infotainment begini, ya?



Selain itu alternatif  lainnya adalah pengelolaan sumber hayati, seperti perikanan. Coba, ada berapa banyak kasus pencurian ikan oleh kapal-kapal asing dengan jumlah enggak sedikit? Sedihnya lagi ikan-ikan hasil curian itu setelah berhasil dikemas dijual lagi ke Indonesia. 

Selain itu kosongnya beberapa pulau juga bisa jadi alternatif untuk penyebaran penduduk agar lebih merata. Kalau masih ada penduduk jawa  yang ogah migrasi kejauhan, mungkin nih, mereka bakalan mau diajak migrasi ke pulau Kelor misalnya. Dengan diberi kesempatan, dan pembekalan tentunya untuk mengelola pulau-pulau seperti ini. 
Jangan lupakan juga dengan pemeliharaan lingkungan yang berkesinambungan alias konservasi lingkungan, Pemeliharaan terumbu karang, hutan Mangroove misalnya. 

Kalau dulu Gajah Mada pernah bersumpah enggak akan makan buah Palapa sebelum menyatukan nusantara, para penentu kebijakan negeri ini punya komitmen apa buat mempertahankan teritori kita, ya?  Enggak akan makan nasi gitu kek, atau apa  sampai semua pulau tidak bernama itu jelas status dan berhasil dikelola dengan baik.

Inggris yang luasnya cuma 130.395km2 berhasil menjadi penjajah sebagian besar negara-negara di dunia karena mereka memiliki angkatan laut yang kuat, Bukan berarti harus jadi penjajah, tapi dengan luas 5.193.250 km2 setidaknya bisa mempertahankan wilayahnya sendiri. Jangan kalah sama Singapura.

Nah, belajar dari kasus Malaysia-Singapura ternyata jadi potensi yang bisa melibatkan banyak Dinas/Kementrian, ya.  

Referensi :
http://dindingkreatif.wordpress.com/2012/04/22/sengketa-pulau-batu-puteh-singapura-vs-malaysia/
http://imbalo.wordpress.com/2008/05/24/pulau-batu-puteh-atau-pedra-branca-jadi-milik-singapura/
http://hi-inside.blogspot.com/2012/11/sengketa-kepemilikan-pulau-batu-puteh.html
http://repository.unand.ac.id/1730/1/TINJAUAN_YURIDIS_PENYELESAIAN_SENGKETA_PULAU_BATU_PUTEH.pdf
http://astriihsan.blogspot.com/2008/08/sengketa-pulau-batu-putih.html
www.bappenas.go.id/get-file-server/node/2564/
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_luas_wilayah
Share: