Tentang Pertemanan dan Friend Zone

“Efiii…. Apa kabar kamu?” Kangen ih!”

Satu notifikasi masuk ke akun ig saya. Seorang teman lama yang saya kenal lewat sebuah komunitas menyapa. Ga tau kenapa, update teman yang jarang disodorin sama IG tiba-tiba aja muncul di time line. Padahal rumus algoritma google itu ga masuk sama pola interaksi saya di instragram.

Tapi alam udah mengatur, ya. Kami emang harus ketemuan.
credit: Austin Distel - unsplash.com

Terus udah ketemuan belum? 
Ya belum sih. Hahaha. Beberapa waktu yang lalu saya fokus sama kegiatan acara di akhir bulan Oktober. Abis itu coling down sebentar eh saya malah tumbang. Setelah dihajar maag yang lumayan serius, disambung kena pilek, idung saya meler terus. Bikin saya jadi tambah durasi stay at home :D

Ngomong-ngomong soal teman, saya jadi ngitung-ngitung circle pertemanan saat ini. Kok makin tambah umur, kayaknya circle teman dekatnya makin mengecil. Bukan berarti menafikan teman-teman lama. Entah itu dari teman sekolah sejak TK sampai kuliah, teman kerja atau teman yang kenal lewat komunitas. Yang intens komunikasi bisa diitung dengan jari. Dari sekadar haha hihi, ngobrol serius sampai curhat. Hmmm curhat nih :D

Tapi ada juga temen lama yang lost contact tiba-tiba jadi lebih intens berkomunikasi. Ya belum ketemuan juga tapi fasilitas dari teknologi yang canggih jadi memudahkan. Emang bener ya, sosmed itu bisa mendekatkan yang jauh. Jauh di mata dekat di chating wkwkwk….

Ngomongin soal pertemanan, saya jadi inget sinetron remaja yang sempat populer tahun 2020 silam. Siapa yang ga familiar sama sinetron Dari Jendela SMP? Sinetron yang dibintangi oleh Rey Bong ini memang menarik perhatian banyak terutama penonton yang segmennya pas dengan cerita film ini, anak-anak smp yang mengangkat cerita tentang persahabatan. Kadang dalam persahabatan tidak jarang diwarnai dengan warna-warna zona pertemanan alias friend zone.
sumber foto: matamata.com

Pernah ngalamin, ga? I was, dulu. Cuma bisa nelen dalam hati soal perasaan tapi ga bisa ngambek karena gebetan milih yang lain. Bahkan sampai sekarang dia kayaknya ga tau saya pernah suka dia.

Bilang dong!

Ga usah. 
Udah cerita lama dan magnet chemistrynya juga udah luntur pula. Malah bersyukur ternyata ga sampai nikah sama beliau. Kenapa? Ya engak aja. Pokoknya elu gue end (yeee kayak permah jadian aja)

Tapi sebenernya yang namanya frenzone ga selalu tentang soal lope-lopean atau urusan hati dan perasaan. Ada situasi malah jadi sesuatu yang produktif dan menyalurkan kreativitas, lho.

Seperti yang dilakukan oleh UN1TY dan sinetron "Dari Jendela SMP” yang bekerja sama dengan operator seluler Smartfren. Di sini mereka menghadirkan inovasi program dengan tema UN1TY FrenZone Challenge.

Menarik, ya?

Jadi, program ini adalah realisasi keseriusan Smartfren untuk merangkul industri kreatif dan masyarakat, terutama para generasi muda sebagai pangsa pasar terbesar dalam industri telekomunikasi.

Seperti apa programnya?

Smartfren membuka peluang industri kreatif bagi generas muda khususnya dan masyarakat seluruh masyarakat secara umum untuk terlibat mengembangkan industri kreatif khususnya musik dan acara televisi di Indonesia.

Dengan adanya kokreasi inovatif ini, Smartfren bersama UN1TY dan “Dari Jendela SMP” membuka kesempatan bagi siapa saja untuk jadi bagian dari peluncuran original soundtrack sinetron tersebut. Wih asik ya?

Gimana caranya?

UN1TY FrenZone Challenge dibagi jadi Duet FrenZone Challenge & Dance FrenZone Challenge. Untuk ikutan ini, peserta cukup membuat video yang menunjukan kekompakan FrenZone bersama teman terdekat. Tentu saja dalam video ini harus menggunakan original soundtrack “Dari Jendela SMP sebagai musik pengiringnya.

Setelah itu, upload deh videonya ke Instagram Reels atau TikTok. Video terbaik akan diumumkan di program WOW Talks yang menghadirkan Rey Bong dan Sandrinna Michelle. Asiknya lagi para pemenang bisa ikut serta dalam proses pembuatan acara televisi Dari Jendela SMP. Kalau punya teman atau saudara yang masih abg dan ngefans sama Rey Bong wajib kasih tau mereka, ya. Biar pada ikutan.

Menurut Djoko Tata Ibrahim sebagai Deputy CEO Smartfren, “Smartfren konsisten sebagai operator yang selalu menjadi teman buka peluang untuk masyarakat luas. Kokreasi ini mewakili semangat yang kita bawa saat meluncurkan produk, seperti Smartfren GOKIL MAX dan Smartfren Unlimited. 

Tema FrenZone yang kami usung dalam kokreasi ini diharapkan mewakili semangat pertemanan positif anak-anak muda yang kreatif, digital dan saling mendukung. Karena lingkungan pertemanan yang positif dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.”

Tema FrenZone menyampaikan pesan tentang pertemanan yang sehat dan positif dan menghasilkan sesuatu yang positif juga. Teman adalah salah satu esensi Smartfren.

Sebagai teman, layanan yang diberikan Smartfren selalu bisa diandalkan, kapanpun, dimanapun dan apapun momennya dalam menyediakan layanan telekomunikasi yang terbaik.

Dengan kuota super besarnya, Smartfren Gokil Max punya kuota sampai 36 GB sangat mendukung sekali untuk internetan sepanjang hari di berbagai platform dari pagi sampai di tengah malam. Biayanya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 30.000 sampai dengan Rp 80.000 saja. Tuh beneran terjangkau, kan?

Sedangkan untuk paket Smartfren Unlimited memberikan keuntungan dan kenyamanan. Dengan durasi 24 jam di semua aplikasi bisa dadapatkan mulai dari Rp. 22,500 sampai dengan Rp. 100.000.

Kedua produk ini sangat bermanfaat bagi pengguna seluler dan digital dalam berbagai platform terutama untuk generasi Z yang digital native yang membutuhkan kelelusaan penggunaan kuotanya sepanjang waktu.

Balik lagi ke teman-teman lama, saya jadi inget buat ngatur waktu untuk meet up dengan beberapa teman yang udah lama ga ketemu dan udah ngajak ketemuan. Bukan sekadar kangen saja tapi juga memanjangkan silaturahmi.

Kalau teman-teman punya rencana buat ketemuan sama teman-teman lamanya ga dalam waktu dekat ini? Sehat selalu ya dan jangan lupa untuk tetap menjaga protokol kesehatannya.

Cheers

4 Comments

  1. Bner banget, aku juga semakin bertambah usia ngerasa teman dekat makin sedikit

    ReplyDelete
  2. wiii, berasa banget mbak. semakin nambah umur, semakin berkurang rasa pengen berteman. heheh

    ReplyDelete
  3. Iya teh circle pertemanan kian menyempit dan sekarang malah deket ama sobat dumay dari komunitas seperti Blogger hihi

    ReplyDelete
  4. Hihi, aku juga merasakan hal yang sama, Fi. Semakin kesini semakin mengerucut circle pertemanan (teman dekat). Tapi lebih asyik juga sih, yaa.

    Terus juga ngalamin 'dipertemukan' kembali dengan teman-teman lama nih by the internet. Haha.

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.