Top Social

Bring world into Words

3 Tips Memasang Dinding Gipsum [Infomercial]

Minggu, 04 September 2016
3 Tips Memasang Dinding Gipsum [Infomercial] - Sekitar 11 tahun yang lalu, waktu masih bekerja di sebuah perusahaan distributor spare part, kantor tempat saya bekerja mengontrak sebuah lahan di sekitar jalan Leuwi panjang. Ada 3 perusahaan yang menempati lahan ini. Satu perusahaan perakitan karoseri, gudang boneka dan kantor saya itu.
3 Tips Memasang Dinding Gipsum
sumber gambar: buildpedia.com
Kalau gudang, Didominasi rak-rak yang tinggi untuk menyimpan suku cadang motor, maka ruang staf kami seperti juga kantor lainnya berisi meja kerja, komputer, dan gudang atk. Karena namanya juga ngontrak,  bos kami tidak bisa seenaknya memasang tembok untuk menyekat ruangan. Maka gipsum  menjadi  pilihan untuk membatasi ruangan staf finance, marketing/sales, ruang penyimpanan atk,  dan ruang utama kepala cabang serta di dalamnya memuat ruangan meeting.
 
Well, saya  ga akan membahas kantor lama kok. Biarlah menjadi kenangan (haish). Penggunaan papan gipsum sebenarnya bukan hanya digunakan oleh perusahan yang kantornya suka pindah-pindah gitu. Penggunaan gipsum juga bisa diaplikasikan di rumah, terutama  rumah minimalis  [disclosure] yang terkendala masalah biaya. Semen, pasir, cat dan segala macam printilannya kan mahal. Belum lagi harus membayar upah tukang setiap harinya.  So,  untuk menghemat biaya pembangunan rumah, papan gipsum ini  adalah salah satu alternatif untuk menekan biaya.

Selain di Indonesia, penggunaan gipsum sebagai pengganti dinding sudah banyak digunakan di luar negeri terutama negara-negara di Eropa.  Dibanding penggunaan batu bata, ternyata gipsum ini punya banyak keunggulan, lho.  Misalnya saja material yang lebih ringan, tahan api, serta lebih fleksibel. Kalau akan pindah tempat atau rumah, gipsum ini juga bisa dibongkar. Begitu juga kalau rumah permanen yang menggunakan gipsum, saat rekonstruksi ruangan, bisa dibongkar untuk kemudian dipasang  lagi sesuai kebutuhan. Pendek kata, ga akan mubazir. Asik, kan? Iya dong.

Alih-alih sebagai sekat antar ruangan, di Indonesia, penggunaan  gipsum masih lebih dominan  sebagai plafon atau langit-langit di bandingkan digunakan sebagai bahan baku dinding. Mungkin banyak yang belum tahu kalau pemakaian gipsum sebagai dinding ternyata membuat suhu  suhu di dalam ruangan menjadi lebih terjaga. 
 
Nah, berikut ini saya punya tips kalau  anda  akan menggunakan gipsum sebagai pengganti  dinding rumah dari batu bata
 

Pastikan Permukaan Gipsum Rata

Yup. Saat anda membeli gipsum perhatikan dengan seksama kalau seluruh permukaan gipsum tidak bergelombang alias rata. Kenapa? Karena ini menunjukkan kualitas gipsum yanga kan digunakan. Meski memang  masih diperlukan parameter lainnya untuk memastikan permukaan gipsum rata,. Perlu  dilakukan khusus untuk memastikannya.
 

Semakin Ringan, Semakin Baik

Semakin tipis dan ringan menentukan kualitas gipsum. Biasanya memiliki ketebalan sekitar 9 milimeter. Sementara untuk beratnya tidak boleh lebih dari 15 kilogram. Semakin berat papan gipsum, biasanya memiliki kualitas yang tidak meyakinkan. Disamping itu,  bobot gipsum yang ringan akan memudahkan proses pemasangan gipsum.

Permukaan Gipsum Harus Mulus

Selain rata dan ringan, hal lain yang harus diperhatikan ketika memilih gipsum adalah permukaannya yang mulus, tidak ditemukan retakan, ata bagian-bagian yang terlihat memiliki  gumpalan, dan penampakkan yang tidak wajar. Kelemahan seperti ini akan membuat  gipsum jadi cepat rusak. Padahal  ini kan bagian dari investasi untuk rumah atau gedung.  Sayang kan kalau tidak bisa digunakan lagi?
6 komentar on "3 Tips Memasang Dinding Gipsum [Infomercial]"
  1. Wah saya gak kebayang dinding gipsum itu yang seperti apa Mbak Efi. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seriussan belum pernah nemu gipsum nih, Mas Dani?

      Hapus
  2. iy mb, di rumah saya gipsum dipake buat langit2.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti kalau mau buat sekat di rumahnya pake gipsum aja ya, Mbak.

      Hapus
  3. wah tips-tipsnya itu bisa di coba nih,..
    makasih ya udah share tipsnya...

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.