Top Social

Bring world into Words

Ngobrol Bareng Performer Atraksi Trans Studio Bandung

Senin, 28 Maret 2016
"Mau saya panggilkan salah satu perfomernya?"  Mbak Fani, salah satu kru dari TSB tersenyum menawarkan kesempatan interview kepada  Euis dan saya. 

Ish, kapan lagi coba bisa ngobrol sama salah satu dari pemain yang mentas di panggung hari itu? Apalagi penampilan sirkus dengan latar permainan api itu memang sesi yang paling saya suka. Sayang euy akrobat ala Russian Bar belum sempat saya saksikan. 
http://www.catatan-efi.com/2016/03/ngobrol-bareng-performer-atraksi-trans-studio-bandung.html

Tidak lama menunggu, seorang pemuda masih dalam balutan kostum ala-ala gladiator Persia itu menghampiri kami. Wajah orientalnya tersamarkan oleh polesan makeup di wajahnya. Ya make up dengan nuansa api gitu, bukan make up seperti yang diteplokin ke muka perempuan lho, ya. 
Bukan cuma balutan kostum dan makeupnya tadi yang membuat Bobby, begitu aktor yang kami wawancarai terlihat stunning. Posturnya juga marketable kalau ikut kontes pencarian bakat.  Tanpa ikut kontes semacam itu pun, penampilannya seperti ini memang diperlukan sebagai syarat untuk menjadi pemain dalam atraksi yang memacu adrenalin itu. Ini juga buah dari kerja kerasnya yang memang menyenangi seni bela diri.

So,  ditemani  Mbak Fani, kami bertiga  ngobrol panjang lebar selama kurang lebih satu jam di area Magic Corner Trans Studio Bandung (TSB).

Segudang Prestasi  Multi Talenta 

Pemuda kelahiran Surabaya ini bukan hanya piawai memainkan atraksi bermain api saja. Masuk kuliah tahun 2011, Bobby menyelesaikannya di tahun 2015.  Empat tahun saja,  enggak perlu lama-lama. Beliau memang bukan tipe mahasiswa yang senang keluyuran dan bermain-main menghabiskan masa mudanya jadi mahasiswa abadi.

Baginya, masa muda itu saatnya untuk berprestasi. Ditambah lagi, sistem pembelajaran di kampusnya lebih menekankan praktikum di luar. Nyambung! Membuat sulung dari 3 bersaudara ini punya waktu lebih banyak di luar untuk mengeksplorasi skill dan potensi yang dimilikinya. 

Makanya, tidak heran sejak masih di SMA  pun, cowok yang logat Surabayanya masih terdengar  kental  ini, aktif di berbagai kegiatan. Selain bergabung di klub seni bela diri Taekwondo, menjadi pelatih UKM Taekwondo di kampus, mengikuti kejuaraan dan menyabet berbagai medali sampai jadi nominee bersama teman-temannya dalam sebuah pagelaran festival film pendek yang diselenggarakan oleh XXI di Surabaya. 

Itu, saja? Masih ada yang lain. Bobby juga ternyata belajar otodidak sulap. Bahkan pernah menjadi asisten Magician Rhomedal selama satu tahun. Sayang euy, waktu itu saya ga sempat nodong Bobby buat menunjukkan kemahirannya bermain sulap. Hihi...Next time kalau main lagi ke TSB mudah-mudahan bisa kesampaian, ya. Dalam obrolannya hari itu Bobby juga bercerita kalau dia bukan cuma spesialis atraksi sirkus saja. Bermain di Special Effect, Kabayan Goes to Hollywood, dan memerankan hantu di wahana dunia lain pun bukan sesuatu hal yang asing buat cowok yang bernama lengkap Bobby Witomo ini.
http://www.catatan-efi.com/2016/03/ngobrol-bareng-performer-atraksi-trans-studio-bandung.html

Hobi dan Latar Belakang 

“Sekilas, apa yang saya jalanin kayak ga nyambung, ya?”

Bobby terkekeh menceritakan kuliahnya di jurusan Pariwiata Universitas Ciputra. Saya mengangguk saja. 

“Padahal sebenarnya nyambung, lho,” imbunya. 

Bagi sebagian orang mungkin dunia kerja selepas masa kuliah identik menjadi pekerja kantoran, atau mungkin sekarang yang lagi jadi kekinian, menjadi seoerang entrepreuneur. Profesi Booby di dunia entertainment ini sebenarnya masih bagian dari pariwisata juga. Masih dengan obrolan yang santai dan kadang diselingi tawa, perannya sebagai pemain atraksi ini adalah bagaian dari show yang digelar oleh event organizer atau pengelola wahana semisal Trans Studio Bandung. 

Bedanya Bobby adalah pelaku langsung. Bukan karyawan semacam marketing atau staf administrasi seperti kebanyakan pekerja lainnya.  Lewat atraksi atau peran lainnya, ia menghibur penonton yang ingin menikmati liburan setelah seminggu penuh direcoki dengan berbagai kesibukan di sekolah, kampus atau kantor. Nah, sekarang ngerti, ya? Apalagi nih Bandung memang selalu jadi incaran para turislokal yang butuh refreshing atau piknik. 

Menjaga Passion

Seperti kebanyakan pendatang lain yang jadi korban keisengan teman-teman yang asli Bandung, Bobby juga pernah mengalami hal yang sama. Teman-temannya pernah pernah mengenalkan kosa kata dalam bahasa Sunda untuk menjailinya. Saya lupa ga nanya kosa kata macam apa yang jadi keisengan teman-temannya itu. Tapi mungkin keisengan teman-temannya itu justru yang membuat chemistry Bobby dengan teman-temannya yang cepat terbentuk. Makanya saat jenuh melanda, saling mendukung, memotivasi sampai saling ‘ngipasin’ juga jadi cara yang ampuh agar mood tetap terjaga.

“Hayo, saya udah bisa melakukan ini atau itu. Kamu sudah bisa apa?” begitu salah satu cara yang dilakukan Boby dan teman-temannya agar skill atraksi atau hiburan lain yang dimiliki ga stuck, tapi terus berkembang. 

Apa yang dijalani sekarang sebagai seorang pemain atraksi ini bukan tanpa resiko. Bobby yang bercita-cita main film bareng Iko Uwais dan Joe Taslim ini juga pernah mengalami cedera dari yang ringan sampai yang parah. Tekilir lah, cedera bahu yang bergeser lah, atau terjatuh yang membuat kepala bocor sampai tersambar api pun pernah dialaminya.

“Gak kapok?” saya dibuat amaze tapi juga bergidik. Hormon estrogen saya langsung aktif. Errrr meski ada juga kan ya perempuan yang punya nyali gede?

“Ya gimana lagi, ya, mbak? Ini memang dunia yang saya cintai. Jadi ya enjoy aja,” jawabnya santai. 

FYI, pekerjaan Bobby yang berisiko dan main-main dengan nyawa ini juga sempat dipertanyakan oleh keluarga dari pihak mendiang ayahnya. “Kok segitunya cari duit,” katanya menirukan.

Bukannya jeri atau termakan omongan yang bernada menyangsikan. Bobby malah termotivasi untuk menunjukkan suatu saat dia akan berhasil dengan yang dijalaninya sekarang. Syukurlah, Mamanya yang tinggal di Surabaya mendukung profesinya ini.

Bukan Asal Nekat

Meskipun performance yang dijalani Bobby lebih banyak bermain horor, coba tengok deh kalau pas lihat parade yang digelar sekitar jam 15.00 atu jam16.00. Kalau beruntung, kamu juga bakal melihat Bobby dadah-dadahan menyapa pengunjung. Seperti hari itu juga, setelah ngobrol menjelang makan siang dan lanjut mencoba beberapa wahana, saya melihat Bobby mengenakan kostum lain dengan tema yang jauh berbeda. Kru penghibur di TSB ini memang dituntut untuk mempunyai skill yang beragam. Just in case ada teman yang sakit, cedera atau berhalangan, harus siap untuk tampil menggantikan. 
http://www.catatan-efi.com/2016/03/ngobrol-bareng-performer-atraksi-trans-studio-bandung.html

Ngomongin soal performa yang bisa bikin linu dan amaze, periapan sirkus api yang dijalaninya ini hanya membutuhkan 4 hari saja.

Baca ceritanya di  sini  ya  :)

Eh tapi, jangan mentang-mentang Bobby cs bisa menjalaninya dalam waktu singkat terus mau coba sendiri di rumah. No, jangan nekat, ya! 

“Boys and Girls do not try this at home. It’s very dangerous”

Inget ini, kan? Kalau generasi pemirsa MTV tahun 90a pasti familiar :)

Lajang yang baru tinggal 1 tahun 7 bulan di Bandung ini selain memang punya basic sebagai atlit beladiri juga dipandu oleh beberapa pelatihnya di TSB. “Ada Mas Sugeng yang melatihnya bermain api, Mas Faisal untuk seni gerak tubuh, Mas Ferdy instruktur dancer dan Mas Ucup yang mengajarkan teknik fighting,” paparnya.

Selain memang sebelum atraksi ini dimainkan, para performer di TSB juga sudah terbiasa dengan latihan fisik, olahraga dengan porsi yang cukup serta diet yang teratur. No pain no gain, lah ya. 

Selain memang postur tubuh jadi ideal dan kostum yang dikenakan tetap muat, mempertahankan berat badan juga jadi salah satu faktor yang diperlukan untuk atraksi tertentu. Misalnya saja untuk bermain atraksi sepeda yang melibatkan 10 orang pemain, kekompakan dan komunikasi dengan teman yang lain, berat badan para performer juga ttidak bisa diabaikan agar keseimbangan tetap terjaga.

Terakhir, cowok yang juga mengidolakan aktor laga Donnie yen dan Toni Jaa ini juga punya rencana untuk bermain film menjadi pemeran pengganti, dan sudah ada dalam rencananya. Tapi bersabar dulu, ya. Sementara ini, Bobby masih ingin fokus untuk berkarir diTSB sebagai salah satu performer yang menghibur pengunjung.



8 komentar on "Ngobrol Bareng Performer Atraksi Trans Studio Bandung"
  1. Biasanya kalau pekerjaan yg beresiko seperti ini perusahaan juga menyediakan asuransi ya. hiks, belum pernah ke Transtudio!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu atuh maen ke TSB. Iya,semakin berisiko harusnya dipikirka juga perlindungannya, ya. Apalagi tubuh kita itu onderdillnya mihil kalau harus beli.

      Hapus
  2. Wah, saya jadi kangen ke Trans Studio Bandung. Dah lama banget ga kesana. Passion memang membuat orang bisa melakukan apa pun, seperti si Bobby ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Passsion bikin enjoy menjalani semuanya, ya. So, kapan ke Bandung dan nonton sirkus ini?

      Hapus
  3. Kalau liat atraksi ginian aku mah sok soakan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo di TSB aku paling soak sama wahana vertigo sama Dunia lain. Duuh ga berani nyoba :)

      Hapus
  4. Amaze aja, masih muda udah banyak aja keahliannya :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Salut euy. Seumuran dia, aku belum ngapa-ngapain. Baru lulus kuliah dan masih nyari kerja. -_-

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.