Top Social

Bring world into Words

Mengamati Karakter Di Film Pride and Prejudice

Senin, 28 Desember 2015
Kalau suka novel  klasik, pasti familiar  deh sama kisah klasik   yang ditulis Jane  Austeen  yang  ngehits  itu.  Iyes,  saya lagi mau bahas  film Pride and Prejudice.  Bukunya? Saya sudah khatam dan sudah saya review  awal tahun  ini. Tapi filmnya  belum saya ceritain, kan?

As  we know, kalau  cerita  yang diangkat dari novel   biasanya ga bisa sepenuhnya menggambarkan isi buku. Apalagi  kalau tebelnya lumayan bisa dipake buat ngeganjel pintu alias  setebal  580  halaman itu, yakin deh  ga semua detilnya  bisa digambarkan di layar lebar.   Bisa sih kalau mau dapet visualisasi  lengkap  kalau diceritakan dalam versi  serial.  Tapi  kok, ya males jabaninnya.   Makanya, kalau  mau nonton film  ini, saran saya sih tamatin dulu novel-sastra klasik  yang keren ini biar  ga  bikin kita loading  lama karena ada bagian yang hilang atau   bikin kita mikir kenapa begini kenapa begitu.
suka sama cantiknya  Lizy dan suara seksinya  Darcy  :)

Kali ini, saya mau komentari karakter  filmnya aja, ya.  Boleh, kan? Ga kan  semuanya sih, soalnya banyak  banget.  Keluarganya Lizzy aja  ada 7 orang.  lalu  Mr Collins,  Lady Chaterine, Mr Darcy, Mr Bennet dan yang lainnya yang totalnya  ada 29 karakter yang terlibat.

Keluarga Bennet
Di keluarga  ini saya paling suka sama  karakter  Elizabeth  alias Lizzy yang diperankan oleh Kiera Knightley.  Ya iyalah, dia kan pemeran utamanya. Kiera yang juga main di film Bend it Like  Bekcham ini  apik banget  memainkan perannya.  Cantik, bersahaja meski keras kepala.  Saya juga suka merhaatiin  hairdonya  yang simple tapi elegan itu di film ini.  Ih anggun  pisan euy.   

Paling  seneng itu kalau  dia sudah  memanggil  Mr Bennet  dengan Papa atau  Mrs Bennet dengan Mama dengan aksen Britishnya,   O, ya meski  film ini  diproduksi di Inggris dengan dialog  yang agak cepat,  kita masih bisa mengikutinya soalnya ada sub tiitlenya.  Banyak kosa kata keren  juga buat nambah  perbendaharaan kata bahasa Inggris. Apalagi kalau udah pernah  baca novelnya, dijamin deh  ga kan  cengo  hehehe.

Mr Bennet, papanya Elizabeth,  meski di novel digambarkan sebagai seorang ayah yang  dulunya boros dan suka foya-foya, tapi di sini saya melihatnya sebagai seorang ayah yang bijak dan berwibawa.   Mr Bennet  tidak memaksa  Lizzy menerima lamaran Mr Collins  yang pedenya  over dosis  dan ngehe  itu, tapi  menjawab dengan jawaban  yang jitu  atau  ketika  Mr Bennet menanyakan keseriusan Lizzy dengan Mr Darcy.

Ini  jawaban bijak Mr Bennet  ketika  tahu Elizabeth menolak lamaran Collins:  
 "Mulai hari ini, kau harus  menjadi orang asing bagi orang tuamu sendiri.  Ibumu tidak  sudi melihatmu lagi jika kau tidak menikah dengan Mr Colins, dan aku tidak sudi melihatmu lagi jika  kau menikah dengan Mr Collins.” 

Simalakama  buat Lizzy antara nolak  dan nerima Collins
Mrs Bennet
Pembawaannya yang lemah  lembut dan sangat care  meski sedikit matre.  Iya sih, dia pengen anak-anaknya terjamin masa depannya. Makanya dia sempat  marah  ketika tau Lizzy menolak Collins.Mrs Bennet  juga girang bukan kepalang pas tau  Lidya  mau nikah - dengan Wickham, seorang tentara  yang ganteng -  yang kurang peka betapa patah  hatinya  Kitty, kakaknya itu.  Meski anak bungsu,   Lidya ini  sangat pede  dan  cukup  dominan atas Kitty,  dan lempeng aja bikin Kitty  sakit  hati. Adik yang menyebalkan dan merepotkan memang. 

Saudara-saudaranya Elizabeth
Jane? jelas dia bukan cuma kakak  yang menyenangkan, tapi teman curhat yang asik.  Enggak di buku atau di film,  kita bisa melihat kedekatan keduanya  kayak sahabat.  Sementara Mary, si tegah   yang cantik dan kutu buku kurang terekspos di sini.

Yang paling lucu dari keluarga  ini adalah tingkah mereka  yang pura-pura sibuk waktu Bingley dan Darcy mampir ke rumah atau pas nguping di pintu, ketika Bingley  melamar  Jane. Duh,  ga di mana ya, orang tuh sampai segitu keponya curi dengar.
Nguping  yang lagi dilamar  :D
Bingley dan Darcy
Bingley memang terlihat charming dan hangat meski dibanding Darcy - yang diperankan Matthew Macfadyen -  kelihatan kurang emmm ganteng.  Tapi ya itu tadi, dia tipe cowok yang hangat, humble dan menyenangkan. Sementara Darcy pembawaannya cuek,  jaim dan seperlunya. Pokoknya  garing dan nyebelin.

Makanya, Lizzy  sempet ilfeel, mencapnya keras kepala  (padahal 11-12, sama-sama keras kepala) Meski gitu, Darcy pernah  nembak dan bilang I love you, tapi ditolak mentah-mentah. Caranya sih ya,ga  romantis :D Padahal sebenarnya jauh di dalam hatinya,  Lizzy  masih penasaran dengan  Darcy.
Tuh liat, Bingley lebih ramah
Darcy    sampai segitunya  memuja Elizabeth suka  curhat sama adiknya,  Georgiana, yang jago piano. Ga heran kalau Lizzy dibuat  terpana waktu  ketemu  Georgiana yang seneng banget pas mereka ketemu, dan maksa main piano  bareng.  Ini contoh  kalau  restu dari keluarga, kamu akan disambut dengan antusias.  (ih kok jadi bahas beginian?  Cuma salah satu contoh. Satu aja :D ).  Di sisi  lain, Darcy itu sebenarnya bukan tipe  orang  yang suka pamer kebaikan dan merasa tidak perlu menceritakan keburukan orang lain seperti Wickham yang tidak tau terimakasih.  Makanya, Liz, jangan suka suuzahn sama orang lain   *ngomong sama Elizabeth* 

Lady Cateherine De Bourgh Yang Angkuh 
Lady Cateherine De Bourgh yang dandanannya cocok jadi ibu tiri  ini salah satu tokoh  yang terbilang ngehe.  Nenek somse bin angkuh  itu sempat  mengintimidasi  Lizzy  dan mngancamnya jangan deket-deket  Darcy.

Satu malam, doi  bela-belain datang ke rumah keluarga  Bennet   hanya untuk 'menyerang' Lizzy.  Kurang kerjaan  banget menurut saya. Cuma buat gitu doang? Mending bobo cantik, ya?  Eh iya waktu  namu ga sopan (kok bangsawan kayak gini ya attitudenya), dia nanya gini,  "Has My Nephew made you  an offer of marriage?
Lebih cocok jadi ibu tiri atau tukang sihir ga? #eeh
Lah, kalau  saya jadi Lizzy  mau saya jawab  gini, "What if i say yes?  It's not your  bussiness  anyway."  muahahaha.... kepo deh yey!  Yang ada kayaknya  Lady Chaterine keluar taring dan cakar  :D

Oke back to topic. Masalahnya  Lady  Catherine  ini emang sudah niat menjodohkan anaknya dengan  Darcy sejak  balita.  Segitunya!  Iya,  dia beranggapan  kalau  Darcy  lebih pantas mendapatkan jodoh yang sama-sama orang kaya  dan satu level alias  sama-sama bangsawan. Pantesan, dia 100% mendukung  Collins, anak angkatnya yang pendeta itu untuk menikahi  Lizzy.  Ternyata itu adalah akal bulusnya agar ga ada yang deketin  Darcy. Ya, Nek,  kayak ga pernah muda dan naksir  cowok aja :P

Akhirnya emang Collins ga jadi  nikah dengan Lizzy.  Charlote lah yang merasa dikejar  umur langsung antusias menerima  lamaran  Collins yang cepat sembuh dari patah hatinya itu. Pas liat film ini saya dibuat ngikik dengan dandanannya Charlote. Bukan apa-apa  sih.  Kuncir rambut  dan poninya itu tampak konyol :)


Momen Paling Berkesan
Jelas  yang paling saya tunggu  itu adegan ketika  Darcy pasrah dengan keputusan Elizabeth waktu  melamarnya. Wajah yang kaku dan keras  itu mendadak jadi lembut, Darcy  bilang gini:

ekspresi Darcy waktu  ngelamar
"You must  know. Surely  must know, it was all for you. If your  feelings  are still what  they were  last April, My Affections  and wishes  have not  changed,   but one word  from you  will  silence  me forever. If,  however, your  feelings  have changed,  I  would    have to tell  you, you have bewitched  me, body and soul and I love... I love  I love you. I never wish   be parted  from you, from this day on"

Ga ada ruginya lho nonton film besutannya  Joe  Wright  yang dirilis 10 tahun silam.   Apaalgi  kalau tahun baruan nanti males  keluar  karena ogah  bermacet  ria atau  disergap  udara  malam yang dingin dan lebih suka suasana  nyaman,  unduh  aja versi full  film ini.  Jangan lupa  camilannya, ya  :)
16 komentar on "Mengamati Karakter Di Film Pride and Prejudice"
  1. Present in vegetables, animals and animal types including cheese, milk and eggs, protein is an essential part of an eating plan especially
    made for muscle-building.

    Feel free to surf to my site - grass fed whey protein isolate canada

    BalasHapus
  2. Passss bgt aku lg cari ini, ngepens ama keira knigtley akuhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cantik natural, ya. Tosss dulu :)

      Hapus
  3. aku udah nonton...emang sukak film beginian sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren,ya. pengen cari lagi film model beginian :)

      Hapus
  4. Howdy this is kind of of off topic but I was wanting to
    know if blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML.
    I'm starting a blog soon but have no coding knowledge so I wanted to get guidance from
    someone with experience. Any help would be enormously appreciated!


    my site Carly Avraham

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Iya, Mak. Biar jadul tapi tetep everlasting.

      Hapus
  6. Balasan
    1. Yuk, kita nonton di lappy masing-masing, ya hehehe

      Hapus
  7. Duuuh ini film favorit aku dan aku tergila2 sama Darcy dan gaya berbusana Lizzy. Di blog jg bbrp kali nulis ttg P&Pmdan karya Jane Austen lainnyab:')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tos juga Ijaaah. AKu masih punya buku Jane Austeen yang belum khatam nih. Mau diberesin ah.

      Hapus
  8. Hahaha ini cerita filmnya sampai detail begitu ya?
    pasti suka banget sama film ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suka bannget, Daeng. Ga versi novel atau versi film sama kerennya. Coba tonton, deh.

      Hapus
  9. kayakna pernah nonton film ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo inget-inget, kapan, di mana dan sama siapa? Eh kayak lirik lagu Kangen Band, ya? :D

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.