Top Social

Bring world into Words

Review Film Surga Yang Tak Dirindukan

Minggu, 19 Juli 2015
“Ih, kamu  nangis.”
“Kamu juga!”

Itu tudingan sesama  penonton remaja  yang masih terpaku duduk  di kursi bioskop setelah  nonton film Surga Yang Tak Dirindukan  sore tadi. Saya nyengir  waktu denger mereka  saling menuding sementara jari tangan lainnya  sibuk menyeka  sisa  air mata  yang  masih tersisa  di pipi mereka.  Yang bilang gitu  bukan anak gadis, tapi remaja laki-laki. Sekitar  usia SMA-an.  Nah, ternyata, ya. 
credit: MD Picture
Judul Film : Surga Yang Tak Dirindukan
Para Pemeran:  Fedi Nuril,  Laudya Cynthia Bella,  Vitta Mariana, Zaskia Adya Mecca, Raline Shah, Sandrina Michele, Kemal Pahlevi,  Tanta Ginting, Hj. RAY Sitoeresmi, Landung Simatupang
Sutradara : Kuntz Agus
Produksi : MD Picture
Durasi : 124 Menit

Film  yang dibintangi oleh Fedi Nuril dan Laudya Cynthia Bella  ini diangkat dari novel dengan judul yang sama yang rilis  tahu 2015. Sebenarnya  novel ini bukan novel yang  baru, semacam repackage dari novel  yang berjudul  Istana Kedua yang terbit tahun 2007.
 Film ini menceritakan  Pras  (Fedi Nuril) mahasiswa tingkat akhir  yang  jatuh cinta  pada  pandangan pertama  saat bertemu  dengan  Arini  (Laudya Cynthia  Bella). Saat  itu Arini sedang mendongeng untuk anak-anak dengan boneka tangannya.  Saat itu keduanya bertemu secara tidak sengaja karena  Pras datang untuk  mengantar  seorang anak yang mengalami kecelakaan kecil ke tempat  Arini.


Mestinya,  acara ngantar  Pras selesai sampai di situ. Tapi kecantikan Arini  yang punya  sahabat Lia (Vita Mariana) dan Sita (Zaskia Adya Mecca)  membuat Pras terpesona, yang sukses  membuat sahabatnya  Hartono (Tanta Ginting) misuh-misuh karena harus buru-buru pergi demi menyeelsaikan tugas akhir kuliahnya. Semantara  Amran yang diperankan  oleh Komika Kemal Pahlevi malah mengipasi Pras buat menikahi  Arini.

Gayung bersambut.  Arini  juga menyukai  Pras. Enggak pake lama,  keduanya  segera menikah.
Kalau Arini  punya prinsip  “Siapa sih yang bisa menjamin seseorang lebih baik kalau bukan kita yang percaya?”,  maka Pras  punya prinsip lain. Masa kecilnya yang pahit ditinggal ibunya  yang meninggal di depan mata membuat Pras  tidak terobsesi  menjadi orang terkenal.  Pras hanya ingin dunia di sekitarnya  menjadi  lebih baik dari dunianya dulu.

Ucapan atau  prinsip Pras  ini mendapat ujian dari  Allah. Hmmm, saya  jadi mikir  ini semacam  contoh  kasus hati-hati dengan ucapan kita. Enggak salah emang, ya. Cuma pernah kepikiran ga sih Allah seakan-akan menguji kita untuk membuktikan ucapan kita sendiri?

Dalam sebuah perjalanan menuju tempat proyeknya, Pras  yang sudah dianugerahi puteri  yang cantik,  Nadia  yang diperankan  oleh  Sandrina Michelle ini, menemukan  mobil  yang dikemudikan  Meirose  nyaris terperosok ke jurang.  Sifat welas asih dan ga tegaan  membuat Pras  bukan saja menolong  Meirose dan menungguinya di rumah sakit. Dokter  yang menangani operasi Meirose  memberitahukan kalau wanita cantik nan malang yang mengemudikan mobil dengan busana  pengantin itu sedang hamil  7 bulan dan harus segera menjalani operasi cesar.  Tidak ada yang bisa bertindak sebagai penanggung jawab operasi  yang harus dilaksanakan membuat Pras bertahan lebih lama. 

Setelah Meirose  siuman dari operasi cesar masalah  mulai muncul  dan jadi  awal  konflik.  Meirose ternyata  depresi berat. Ditinggal  mati ibunya,  ayahnya yang pergi saat ia berulang tahun ke-12 dan pria  yang membohongi  Meirose  membuat Mei memutuskan untuk bunuh diri.  Hanya satu hal yang bisa menyelematkan  Meirose dari aksi nekatnya. Ucapan  Pras yang bersedia  menikahi  Meirose  demi  Akbar Muhammad,  dan demi keinginan Pras  yang ingin membuat dunia sekitarnya lebih baik. Demi harapan tidak ada lagi anak yatim  yang malang  seperti dirinya dulu ditinggalkan orang tua.

Pras menikah  diam-diam  dengan memanggil Hartono dan  Amran sebagai saksi sementara  Arini polos saja  menganggap  Pras sedang  dinas untuk urusan proyeknya. Rahasia Pras  terkuak saat  si mbo menemukan  bon  apotek  untuk biaya imunisasi dan obat  untuk  dalam saku  celana Pras yang  dicuci. Belum lagi ternyata  Arini  mengetahui kalau ayahnya menikah lagi selama 15 tahun sebelum kepergiannya.

Akting Para  Pemain
Ingat  aktingnya Bella di film Assalamualaikum  Beijing , kan?. Di film sebelumnya  Bella berperan  sebagai Sekar yang tergila-gila dengan cinta  sejati  yang drama queen  banget.  Di film  ini Bella memerankan  sebagai gadis yang lembut, kadang tidak bisa menahan emosi sekaligus tidak tegaan  meski  pada Meirose  yang dianggap sebagai perebut  surga yang dibangunnya bersama Pras.

Fedi Nuril? Selain masih ganteng, nyaris  ga berubah dibanding waktu main filmAyat-ayat Cinta, penghayatan  Fedi Nuril sebagai Pras lebih kuat dan  lebih mature. Fansnya Fedi Nuril bisa klepek-klepek kalau lihat aktingnya di sini.  Meski begitu, saya yakin ga akan ada (kalau ada juga kayaknya dikiiiit banget)  fansnya  Fedi yang mau merasakan  posisinya  Arini seperti di film ini. Tapi ini cuma akting, kan?

Peran Zaskya Mecca  bisa dibilang biasa aja. Bukan jelek,  tapi tidak terlalu  menonjol dan banyak wara-wiri di sini.  Tapi  tetep  cantik  dengan balutan busana muslimahnya  yang sumpah bikin  saya  naksir berat. Pengen deh punya  salah satu model bajunya. Ada  ukuran S atau SS  buat saya, ga? Hehehe.

Yang menarik perhatian saya malan Kemal Pahlevi  yang memerankan  Amran, sahabatnya Pras. Jauh banget deh dari kesan gokil dan imejnya sebagai seorang komika. Kemal bisa menghilangkan  kesan  nakal dan gokilnya, berubah jadi seorang sahabat  yang  kalem , cerdas dan bisa menengahi  konflik antara  Pras dan Arini atau  Hartono  yang sering sebal dan kesal pada Pras.

Raline Shah gimana, Fi? Nah artis cantik yang pernah main di film 5 cm  ini  juga  cukup oke memerankan Meirose  yang jadi istri  kedua.  Dari seorang yang mengalami depresi berat lalu berubah  jadi  seorang wanita yang lembut, solehah,  jago masak, pintar  meraih hati dan sabar  dilabrakain  Arini. Jauh banget dari kesan seorang penggoda dan perebut suami orang.     Selain bodi  jangkungnya yang bikin  mencelos, wajah cantiknya  juga bikin envy.  Menurut saya lebih cantik waktu pake jilbab, deh.

Quotation
Selain beberapa quote yang sudah saya  bocorin di atas,  film ini – sama seperti film Assalamualaikum Beijing- juga sarat dengan qoutation yang keren dan sarat makna.  Misalnya saja ucapan Meiroe  waktu mendesak Pras untuk berterus terang pada Arini
"Sesuatu yang ditutupi akan terlihat buruk meski itu baik"

Atau waktu Pras  bilang sama Meirose seperti  ini:
“Selama ada Allah di hatimu kamu tidak akan pernah menderita, makanya iqra”

Dan ini  yang dibilang ibunya  Arini waktu curhat
“Ibu tidak ingin kamu tumbuh dalam kebencian pada bapak”
atau
“Orang yang diberkahi akan tenang karena hatinya terang
Lainnya
Melly Goeslaw  emang jagonya bikin lagu-lagu  yang  pas buat soundtrack dari film-film religi terutama yang bertema tentang cinta.  Untuk film ini, Melly Goeslaw  dipercaya lagi menggarap lagu  berjudul sama dengan filmnya, "Surga Yang Tak Dirindukan"  yang dinyanyikan  oleh  Kris Dayanti. Ada  juga Tya Subiakto sebagai penata musik yang mendukung suasana penonton semakin terharu biru menyaksikan setiap scene demi scene dalam film ini.    Abaikan  munculnya produk sponsor  atau penyebutannya  yang muncul di film ini, ya. Seperti beberapa  film Indonesia lainnya,  film  ini juga jadi  ajang  'ngiklan' beberapa produk seperti hand body dan obat penurun panas anak.

Siapkan tissue yang  banyak karena sejak awal kita bakal membutuhkannnya sampai ending.  Jauh lebih banyak menguras air mata dibanding filmnya Bella  sebelumnya  (Assalamualaikum  Beijing) menurut saya.


31 komentar on "Review Film Surga Yang Tak Dirindukan"
  1. lho lho dah ripyu ajah, mana undangannya? hehehe

    Mungkin yang wara-wiri memang cameo kali ya?

    Bella panen film religi ya, subhanallah ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini mah swadana, Kang Ade, alias bayar sendiri hehehe. Iya, Bella lagi panen film-film Islami, nih. ungkin Kang Ade mau jadi cameo juga? :D

      Hapus
  2. Ada quote yg saya ingat. Surga itu hanya untuk orang yg bersyukur dan ikhlas..(duh berat ya)hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya, bener ada quote itu juga. Dan ga mudah ya jadi orang bersyukur dan ikhlas (suka kebanyakan ngeluh dan masih merasa hopeless)

      Hapus
  3. Hwaa! Spoiler nya banyak ih. Bagus ya ceritanya. Penasaran! Hehehe.
    Thank you mak :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaaa, banyak ya spoilernya? Beberapa yang diceritain di postingan ini ada juga di webnya MD Picture. Ayooo nonton #sodorintissue

      Hapus
  4. pengen nontooon tapi ngga ku ku dengan cerita sediih teh evii..maaf lahir batiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga kuku, ga nana, ga on-on, kunaon? hehehehe.. Maaf lahir batin juga ya, Dedew.

      Hapus
  5. wah review film nya menarik ya.. jd pengen nonton :-)

    BalasHapus
  6. Cocok nih cari filmnya, sepertinya penuh liku nih film kalau dibaca dari sinopsis ini. Mumpunglagi libur dan sendirian dirumah juga, pas bangad buat jadi teman dan menghilangkan bete sendirian di kontrakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mas, nonton. Biar filmnya bikin haru ga bakal bikin bete

      Hapus
  7. Dari dulu suka banget sama Fedi Nuril. Fedi maen film apa aja sy tonton. Tp ini belum sempat juga euy.Mudah2an besok2 sempat nonton deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo saya ga semua filmnya Fedi Nuril ditonton, tapi jatuh cinta euy sama aktingya di sini #eeeh.
      Harus nonton, Mak. Ga rugi, kok :)

      Hapus
  8. Penasaran sama filmnya. Mau ngajakin adek buat nonton, tapi belum diiyain sama dia. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kipasin adiknya buat nonton, Mbak. :)

      Hapus
  9. penasarn banget sama film yang satu ini ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah biar ga penasaran, ayo nonton, mbak.

      Hapus
  10. Ah udah nonton duluan, cenha mau nobar kita hihihih ga mau tahu kita nobar yah :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhihihi.... Abis udah ga kuat pengen nonton. Cari Sponsornya, yuk :D

      Hapus
  11. Masih belum sempat nonton, masih mudik.,*malah curhat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Udah curhat sama Mama Dedeh, belum? #eeh

      Hapus
  12. Saya sudah baca nih novelnya namun penasaran juga dengan filmnya, terimakasih share nya

    Salam blogmate Indonesia

    BalasHapus
  13. Quote mei waktu pisah distasiun ada yg inget?

    BalasHapus
  14. Huaaaa, pengen nonton banget. tapi masak nunggu versi HDnya keburu nggak kekinian.

    BalasHapus
  15. Belum nonton euy... Baru ngeh belum lama kalau ini diangkat dari novel asli berjudul Istana Kedua ya. Tapi da belum baca juga, hehe... Temanya poligami itu suka nyelekit kayaknya :D

    BalasHapus
  16. Hahahahhah kok malah yang mewek remaja cowok wkwkwkwkwk..

    BalasHapus
  17. Aku udah nonton film ini nyakitin bangets...

    BalasHapus
  18. Udah lama tahu film ini tapi baca reviewnya baru sekarang. Jadi kepengen download nih :D

    BalasHapus
  19. Pada saat saya pertama kali nonton film ini di laptop, baru separuh saya nonton langsung saya stop, kurang asik sih, menurut saya.

    BalasHapus
  20. Suka banget sama reviewnya teh Efi...
    Jadi kebayang masing-masing karakter dalam tokoh yang diperankan masing-masing pemain.

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.