Top Social

Bring world into Words

The Hobbit : Antara Steven Gerrard, Orlando Bloom dan Svatoslav Hofman

Rabu, 18 Desember 2013

Bebrapa hari yang lalu adik saya memberi tahu (bukan tahu buat dimakan lho, ya). "Teh, film The Hobbit sequelnya udah keluar, lho".



Kyaaaa.... udah keluar? *loncat-loncat hepi*
Saya yang emang bukan movie goers (sumpah,beneran ini mah), jadinya terlihat kuper alias kurang pergaulan, ga update hahaha langsung bersorak girang. Film ini tayang kembali,  sama seperti sequelnya yang pertama, rilis di akhir tahun, pas musim liburan anak sekolah (juga yang kuliah).
Jadi kebayang dong bejibunnya? Ya asyik sih, tapi yang bikin males ngantrinya itu lho. Tahun kemarin saya ngantri jam 11 dan baru dapat yang maen jam 15.an... Mudah-mudahan awal tahun masih ada,biar ga terlalu rame dan ga lama ngantri plus nunggu (hahahha.. gimana coba kalau ternyata sampai awal tahun nanti filmnya masih laris manis tanjung kimpul dan tetep menyedot penonton ke studio?)

Gara-gara Steven Gerrard

Emang, apa salahnya Gerrard? Ga ada. Tapi beliau ini yang bikin saya alert alias ngeh. Film besutan Peter Jackson  yang diangkat dari novel larisnya J.R.R Tolkien ini emang keren banget. Peter Jackson berhasil memuaskan imajinasi saya, lebih dari ekspektasi malah.   

Saya sendiri baru ngeh dengan novel ini setelah baca majalah biografinya Steven Gerrard  yang diterbitkan khusus oleh tabloid  Soocer. Soal tabloid ini saya suka kolom semacam resonansinya di halaman 2 yang diasuh Angryanto Rachdyatmaka. Pilihan katanya dalam mengulas berita seputar bola dan  mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari itu ngena banget. Tabloid Soccer   yang di awal perdana terbitnya dibanderol 1000 perak saja (hari gini paling cuma dapet gehu pedas satu biji doang). Sedihnya majalah tentang tentang Abang Gerrard (deuh... abang, siapa elo?) ini juga ikutan hilang. hiks... *curhat ga penting banget*

Kembali ke topik...
Nah, di majalah itu dibahas seputar kehidupan Gerrard di dalam dan diluar lapang, termasuk masa kecilnya. Nah, soal masa kecilnya itu, Gerrard punya buku favorit yang ga bosen dibacanya berkali-kali. Novel apakah itu? Ya Novel The Hobbit inilah. Kan udah dibilang tadi :)

Meski majalah itu saya baca sekitar tahun 2005 atau 2006an, saya baru kesampaian dapet novel The Hobbit ini tahu 2012 kemaren. Kyaaaa, kemana aja si euce? hehehe... Abis susah nyarinya sih.Saya baru nemu novel ini yang cetakan tahun 2002 di sebuah stand di pameran buku di Landmark Braga, Bandung. Covernya terlihat jadul dibanding edisi cetak ulang yang terbit tahun 2012 kemarin. Sepuluh tahun gitu lho. SAmpulnya berwarna dasar hijau dengan ilustrasi SMaug sedang berada diantara timbunan emasnya.

Ngomong-ngomong soal The Hobbit ini saya malah  berusaha menaklukan rasa bosan saya pas awal-awal membaca novelnya. dan horeeee, ternyata novel ini emang beneran keren, juga filmnya. Film fantasi yang bikin saya amaze, padahal film fantasi Harry Potter yang sempet booming saya malah ga tertarik, hihihi... entah kenapa.

Sequel pertama dengan ending gantung dimana Bilbo Baggins dan kawan-kawan berhasil menemukan sarang Smaug, naga kemaruk yang punya koleksi (koleksi? emangnya perangko?) kekayaan yang bikin ngeces ini  membuat saya ga sabar nunggu sequel keduanya. Daaan.. voila, muncul juga akhirnya.


Orlando Bloom, Great Actor

Di film ini ada karakter (tepatnya sih pemainnya) yang saya suka, who? Legolas! yang dipreankan oleh orlando Bloom, meski dandanannya terlihat jadi cantik, ya. Aslinya, doi ini look charming banget kok Film lainnya dari doi seperti Kingdom of Heaven juga saya suka. Kalau dalam kesehariannya, rambut Bloom yang suka disisir ke belakang jadi ngingetin saya sama karakter film berbau latin gitu.  
uk.movies.yahoo.com

Charming kan Orlandonya? *hush*




Svatoslav Hofman, Mahasiswa Yang Ngefans Berat 

Dalam situs thehobbitblog.com, seorang fans dri Republik Ceska Svatoslav Hofman yang mengomentari banner anyar film ini bercerita dia begitu ngefansnya sama film ini sampai niat banget buat replika mininya. 


https://www.facebook.com/svatoslav.hofman

Menurut Hofman, replika mininya ini belum selesai, dengan modal  ingatannya sendiri (ga pake rencana atau gambar), hasil kerja kerasnya ini keren lho.

Quirkies /CEN

Hofman mulai membuat kampung Hobbit ini sekitar setahun lalu saat kuliahnya jeda di musim panas. Hofman brharap kampung hasil kreasinya bakal jadi tujuan wisata para penggemar film The Hobbits. Menurut Hofman lagi, sejauh ini belum ada replika bumi tengah - tempat tinggal Bilbo Baggins dan kawan-kawan - di dunia ini selain hasil buatannya. Rencananya Hofman juga kepengin membuat replika lainnya dari bumi tengah,  Mordor. Good luck Hofman. Can't wait to see your creations!

The Hobbits yang rencananya akan dibagi dalam 3 bagian dengan judul pertamanya Unexpected Journey yang sudah tayang tahun 2012 dilanjutkan dengan bagian kedua yang rilis sekarang dengan judul The Desolation of  Smaug. Sedangkan untuk penutupnya akan diberi titel There and Back Again. Hmm, jadi ga sabar pengen segera nonton.


Referensi :

Post Comment
Poskan Komentar

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.