Belajar dari Alisson: Percaya Sama Keajaiban

Dah lama banget rasanya saya ga nulis tentang bola.  

Heh, bola?

Iya, bola. Tapi coba skroll postingan lama saya. Bakal nemu tuh. Hahaha iya kalau niat. Tapi ga usah sih ya. Saya cerita di sini aja.

Harusnya momen terbaik buat mood nulis tentang bola itu ya setahun kemarin (dah kayak judul lagu aja ya) pas Liverpool, tim bola kesayangan saya lagi bagus-bagusnya. Malah bagus pake banget. Akhirnya setelah 30 tahun puasa gelar berhasil memuncaki liga Inggris dan jadi juara. Ya Allah waktu itu saya hepi banget. Tapi waktu itu ga tau kenapa males aja. Hahaha... suporter macam apa nih.

fotonya dari daydaynews.co

Nah, giliran sekarang nulis malah prestasi tim kesayangan saya yang satu kampung halaman sama The Beatles (ish, padanannya jadul amat) malah lagi on off. Sempet jadi ulat teh alias muncakin klasemen pela-pelan performanya ngedrop dan malah  lagi mati-matian berjuang buat masuk 4 besar, sebagar pra syarat biar bisa berlaga di ajang Liga Champions. FYI, ga sembarang klub bisa berlaga di liga antar klub di benua Eropa ini. Beberapa negara punya kuota berbeda. kebetulan Liga Inggris punya jatah 4 klub teratas di klasemen buat meloloskan timnya ke liga bergengsi itu.

Sampai di sini mudah-mudahan temen-teman yang ga biasa nonton bola udah paham, ya.

Terus saya mau nanya, nih...

+: Kalian percaya keajaiban?

-: Iya, dong!

+: Tapi pernah pesimis dan loose hope? 

Sering atau setidaknya beberapa kali mungkin pernah ada di situasi ini. Nah ini juga yang saya (dan fans Liverpool) alami semalam.  Di atas kertas harusnya mudah memenangkan pertandingan semalam. Pokonya Liverpool harus sapu bersih 3 pertandingan terakhir (alias kudu menang terus) buat mengumpulkan 9 poin penuh, demi bisa naik ke posisi 4 itu. Trio penyerang Firmansah (Firmino, Mane dan Salah) mati gaya di depan gawang WBA yang dikawal sama Johnstone.  

Di babak pertama boro-boro tampil superior, malah sempat ketinggalan dulu dan bisa nyusul jadi 1-1 di akhir babak pertama.  Masih ada ada kesempatan buat memperbaiki performa di babak kedua. Tapi apa daya, malah ga ada perubahan. Kok gitu aja maennya. Gregetan ih. Ya di samping pemain WBA (yang kostumnya ngingetin saya sama bungkus permen aspal jadul itu hahaha) maennya juga on fire, lagi hot. Bagus! Padahal mereka ini tim papan bawah kalau lihat posisinya di klasemen,

Juergen Klopp (pelatihnya Liverpool) pun sudah mengeluarkan kartu as-nya, melakukan rotasi pemain di babak kedua dengan memasukan supersub, Xerdan Shaqiri untuk memecah kebuntuan. FYI, Shaqiri pemain berkebangsaan  Swiss ini emang spesialisnya gitu. Masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol.

Terus gimana, ada gol tambahan?

Huhuhu enggak.... Shaqiri juga ikutan mati gaya. Lah ini mati gaya nular apa gimana ya?  :(

sumber foto: 90min.com

Sejujurnya saya pengen tutup laptop, matiin streaming nontonya. Tapi kok sayang, ya. Semacam udah cinta banget. Mau maen jelek pun ogah pindah ke lain hati eh klub

Saya ga ngarepin Dewi Fortuna nimbrung di pertandingan ini. Pertama Dewi Fortuna ini ga ada di list pemain cadangan, juga di bench hahaha.... (becanda). Yang kedua, ya ga percaya aja. 

Sementara waktu terus berputar. Sampai menit 90 pun ga ada tanda-tanda gank Anfield bakal memenangkan pertandingan.

Hasil akhir seri dan cuman dapet poin 1 aja?

Kalau gitu, goodbye Champion League!

Ah tapi jangaaan.  Please, kita butuh keajaiban.

Pas di injury time (menit tambahan),  Liverpool dapat hadiah tendangan penjuru alias sepak pojok. Kamera menangkap pergerakan Alisson yang ikut merangsek maju ke depan. Belum ada sejarahnya memang kiper Liverpool mencetak gol. Tapi ya udah, Alisson nothing to loose. Ga ada yang nyuruh dia maju. Dia mau sendirinya aja gitu.

Dan ini kata komentatornya pas lihat Alisson nimbrung di kerumunan pemain Liverpool dan WBA didepan gawangnya Johnstone. 

"Kita butuh pahlawan berbaju merah atau hitam"

Iya, karena sebagai kiper yang memang warna bajunya beda, malam tadi Alisson pake jersey berwarna hitam.

Rasanya kaya mimpi.

Saya beruntung ga ngedip.  

Umpan Alexander Arnold Trent yang mengeksekusi tendangan penjuru dengan presisinya disambut sundulan Alisson dan mendarat manis di pojok kiri gawangnya WBA.

Gol!

footnya punya bolatimes.com

Saya menjerit seneng. Tapi buru-buru ditahan. Udah jam 00.30 dini hari soalnya hahaha....  Sementara Apa dan adik-adik saya juga mama dan ponakan udah pada nyenyak.  

Para pemain Liverpool sontak berhamburan memeluk Alisson.Walau jauh-jauhan aura kebahagian mereka sampai ke kamar saya. 

Hahaha.. lebay, ya. 

fotonya punya liputan6.com

Tapi itu yang saya rasakan. Saya terharu! Kamera pun bergantian menangkap ekspresi gembira Jurgen Klopp dari bench kontras raut muka ngenes dari pemain WBA saat gol itu tercipta. ya namanya juga pertandingan. Ga bisa memuaskan semua pihak.

By the way, saya jadi inget liriknya Lenny Kravitz yang ini:


So many years we've tried
To keep our love alive
'Cause baby, it ain't over till it's over

Iya, beneran. Banyak pertandingan bola di mana menit-menit krusial semacam injury time gini tercipta gol keajaiban. Seringnya jadi penonton aja. Cuma mikir... "oh mereka beruntung sekali dapat gol di menit-menit akhir gini". Pernah juga ngenes karena kecolongan di last minute. Entah itu waktu nonton Liverpool atau Persib. Ups, curhat.
sumber: goal.com

Yeah, dengan 3 poin penuh yang dipetik semalam memang ga otomatis menggeser posisi Liverpool ke posisi 4. Masih ada dua sisa pertandingan yag harus dimenangkan penuh. Sambil mengharap Chelsea, tim di atasnya kepeleset wkwkwk.... maafkeun ngarepnya kek gini. Karena cuma itu caranya. Berebut posisi 4. 

Selesai pertandingan, saya ga buru-buru tidur. Lihat Press Conferencenya bikin saya ikutan baper. Duh Bang Al (panggilan fans Liverpool sama beliau) ini bukan cuma cakep aja tapi juga relijius dan family man. Katanya golnya ini dia persembahkan untuk keluarga dan ayahnya yang sudah meninggal.  Gini katanya:


"You know i was lucky and blessed to escort. Those kind of things you can't explain. A lot of things in life. For me the only reason for those kind of things is God. He put his hand on my head today. And yeah i feel really blessed."

Humbled banget. Padahal Alisson bukan cuma jadi penentu kemenangan tapi juga mengukir sejarah, jadi kiper Liverpool pertama yang mencetak gol dalam pertandingan di Liga Inggris. Dia ga bahas itu dan ga jumawa dengan skillnya. Dia cuma bilang, itu pertolongan Tuhan.  Bikin speechless aja deh aaaah...

Sesaat setelah mencetak gol. Alisson tampak mengacungkan kedua jarinya ke atas, sebagai ekspresi syukur. Mungkin kalau di dekat dia kita bisa denger, Thanks God. Sementara teman-temannya bergembira ria merayakan keajaiban malam tadi.

fotonya ngambil dari pikiranrakyat.com

Jadi, jangan berhenti percaya. Keajaiban itu emang ada. Dan Tuhan punya caranya yang tidak bisa kita jelaskan dan bagaimana dia hadir.  

Coba inget ga, kita pernah putus asa takut kesiangan masuk kuliah padahal jatah absen udah pas, ga bisa lebih. Eh dosennya sakit atau ada kerjaan lain jadi ga masuk. Pas lagi bokek, tiba-tiba ditraktir. Ga tau lagi besok gimana bisa makan karena gajian telat, eh ada transferan masuk. Kucing kesayangan sakit dan hopeless buat sembuh dan somehow, dia jadi segar bugar. Sehat seperti biasa kembali. Ortu atau keluarga yang divoinis umurnya pendek malah sampai saat ini masih segar bugar.  

Mungkin  banget kita juga pernah mengalami hal ini dan terlupakan. It's okay. Manusiawi, kok.

By the way, ngapain sih kamu doyan nonton bola, Fi? Kurang kerjaan ih nonton 22 orang rebutan bola.  Saya sering dikasih  pertanyaan gitu. 

Well, buat saya main bola bukan cuma soal rebutan bola dan ceplosin ke gawang lawan. Faktanya emang ga semudah itu. Ada sekian faktor X yang jadi penentu sebuah tim yang mainbola ini menang, bermain imbang atau kalah. 

Dalam sepakbola terutama di Eropa yang udah jadi sebuah industri, ini bukan cuma urusan menang kalah. Di Inggris, jauh sebelum pandemi sepakbola adalah rekreasi keluarga terutama ayah dan anak. Biasanya mereka sama-sama pake kostum kesayangan timnya dan nonton bareng tim kesayangan.  Belum lagi soal teknis dan non teknis lain-lainnya. Panjang ceritanya.

sumber: goal.com

Lalu dari sepakbola juga banyak pesan kemanusiaan yang bisa disampaikan. Bukan cuma hanya tagline "no room for racism (atau dulu kick out racism out of football) tapi juga kepedulian lain. Contoh terdekat, adalah apa yang dilakukan oleh klub Leceister City yang baru-baru ini  menjuarai piala FA. 

Dalam selebrasinya, dua pemain meraka yang beragama muslim membentangkan bendera Palestina, sebagai wujud kepedulian dan simpati pada negeri yang lagi dirundung peperangan itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Mohamed Salah, Mesut Ozil (Arsenal), paul Pogba (Manchester United), Riyad Mahrez (Machester City) dan beberapa pemain lainnya.

Pokoknya banyak hal menarik lainnya yang kita dapatkan dari sepakbola. Ada banyak cinta dan keajaiban yang bisa kita temukan di sana. 

13 Comments

  1. luar biasaa nih teh Efi.. memang banyak pesan baik dan contoh inspiratif yangbisa kita dapatkan dari suatu pertandingan, including this one

    ReplyDelete
  2. Masya Allah... Keajaiban itu memang ada ya... Jadi pelajaran supaya tetap pantang menyerah hingga detik terakhir...

    ReplyDelete
  3. Wow, persepakbolaan! Ternyata Teh Efi adalah penggemarnya yach hihihihi :) Ternyata nonton sepakbola bisa menjadi ajang rekreasi anak, ayah dan keluarga. Bukan soal menang atau kalah aja tapi ada kebersamaan yang dijaga, tentang cinta dan keajaiban juga ada.

    ReplyDelete
  4. Aku gak ngerti bola teh, tapi aku baca tulisan teh efi berulang2 biar ngerti jalan ceritanya. Habis ngerti, kok aku ikutan baper ya. Bang Ali cakep bener deh ah. Kayanya dalam hidup aku beberapa kali mendapat keajaiban yg bikin baper jg

    ReplyDelete
  5. Teteh....aku ikutan terharu sekaligus merinding saat teteh cerita selalu ada keajaiban kalau kita percaya ((kurang lebih begini kalimatnya yaah...)).
    Dan beneran, pahlawan itu ada sehingga membuat Liverpool perlahan naik kembali untuk menjadu juara yang sesungguhnya.

    VIVA La VIDA LIVERPOOL.

    ReplyDelete
  6. Teh, dikau nulisnya pakai cinta bangeettt yha :D

    "You know i was lucky and blessed to escort. Those kind of things you can't explain. A lot of things in life. For me the only reason for those kind of things is God. He put his hand on my head today. And yeah i feel really blessed."

    Sukaaakk bgt dgn Alisson ini, keren amat doi yak?

    ReplyDelete
  7. Aku jarang (hampir ngga pernah malah) nonton bola, Teh. Tapi baca tulisan Teh Efi, jadi paham dikit-dikit.

    Ngomonin soal keajaiban, aku sering mengalaminya, Teh. Alhamdulillah. Percaya banget bahwa bagi-Nya, tak ada yang tak mungkin.

    Pernah pas sekolah dulu, uang untuk naik angkot hilang. Padahal aku ngga minta dijemput sama orang rumah (dulu belum punya hp). Binguuung banget, pulangnya gimana nih? Sempet pengen nangis, tapi aku berdoa terus supaya ada keajaiban, entah dijemput kek atau diajak pulang bareng temen atau apalah. Ngga berapa lama, Mbak Ita nongol jemput aku. Ya Allah... Bersyukuuuur banget saat itu. Semakin yakin bahwa Allah selalu mendengar doa kita dan akan mengabulkannya tepat pada waktunya.

    ReplyDelete
  8. Wah, iya... Ajaib ya.. Kiper ngegolin... Seru dan har pasti para pemainnya. Dan saya suka banget penutup tulisan ini, kita memang jangan pernah berhenti berharap adanya keajaiban... Kereen...

    ReplyDelete
  9. Dulu sebelum merried Aku tuh bela2in smp begadang nonton bola teh apalagi klo oziel udah main...

    Selalu Ada harapan kalau Kita mau usaha dn itu terbukti,

    btw jadi teh efi Allison gitu pemain favorite nya☺️

    ReplyDelete
  10. Aku percaya banget sama keajaiban karena setiap kehidupan pasti tentunya ada keajaiban ya yang ada dalam diri kita

    ReplyDelete
  11. gak nyangka ya mak efi demen bolaaaa baru tahuuu
    kayaknya emang suka ya mak efi jarang-jarang kan cewek suka bola
    aku dulu pernah berusaha memahami bola pas pacaran ama orang yg demen bola. tapi dasar aku ga jodoh wkwkwk akhirnya nggak wes bukan dunianya
    lanjutkan mak efi postingan bolanya

    ReplyDelete
  12. Ya ampuh teh Efiii, penggemar bola ternyata yaaaa.. Seru banget deh emang ini pertandingan bola buat yang ngerti yaaa.. aku cuma ngerti pemain bola yang kece kece ajaaahhhh.. wkwkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  13. Benerrrr.. kalau udah sayang sama klub bola tuh, meski mereka mainnya lagi jelek, ya ditonton aja sampe habis, dini hari pula! Hahaha.. aku dulu juga gitu soalnya, Teh. Suka sama Inter Milan bela-belain nonton malem hari, dini hari, trus akhirnya mereka kalah. Gak pernah jadi scudetto pula (alhamdulillah tahun ini bisa jadi juaraa.. hehe).
    Btw Alisson humble banget, ya. Aku gak tau dia sih, soalnya udah gak pernah nonton bola lagi. Tapi dari cerita teh Efi, banyak hal yang bisa kita ambil pelajaran, ya :)

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.