Top Social

Bring world into Words

Review The Lego Batman Movie: Superhero yang Menyebalkan

Rabu, 15 Februari 2017
Pernah dengar lagu Hero yang dinyanyikan sama Mariah Carey? Familiar dong sama lirik yang bunyinya kayak gini:
But the hero lies in you
Pada kenyataannya pahlawan juga manusia, nobody perfect. Ada sisi kekurangan dari seorang pahlawan yang bisa bikin orang lain sebel dibuatnya. Contohnya saja Batman.  Dibalik profilnya yang sempurna ternyata ada sisi buruk yang dimilikinya. 

Beberapa waktu yang lalu, ketika nonton trailer film Batman Lego The Movie langsung nandain kudu nonton film ini. Bukan fans beratnya DC Comic gitu tapi karakter hero ini cukup familiar. Selain nonton Batman vs Superman atau Suicide Squad di layar lebar, serialnya di tv juga pernah saya jabanin.
credit: http://www.ibtimes.co.in
Kali ini dalam versi lego,  Batman terlalu sempurna untuk menjadi sosok pahlawan. Bahkan dia  pun ogah bekerja sama dengan Superman untuk  membasmi kejahatan. Ngehenya, dia punya keculasan ingin mencaplok teritori Phantom Zonenya Superman.  Ternyata sesama pahlawan pun ada untuk rivalitas untuk merasa superior. Saya jadi ingat ceramahnya Aa Gym satu waktu.  Jadi yang namanya persaingan itu biasanya memang akan muncul dengan mereka yang sekufu ummm... apa ya, let's say yang sama levelnya. Misalnya sopir angkot sama sopir angkot lagi, penjual bakso dengan penjual bakso, begitu. Nah kalau di sini Batman  menganggap Superman sebagai musuhnya.  Ia juga digambarkan sebagai sosok pahlawan yang
egois, dengan entengnya bilang gini:  there's no us!   Diiih rese, kan?

Lagi-lagi di film ini Joker muncul sebagai musuh abadi. Semacam love and hate relationship kalau boleh saya bilang. Abis nonton filmnya,  baru deh bakal ngerti kenapa saya bilang gitu.

Biasanya Joker punya banyak cara merepotkan Si Manusia Kelelawar, licin dan selalu lolos dari Batman Tapi masalahnya bukan Joker cs yang jadi mengusik kedamaian Gotham City. Karakter Batman yang narsis dan jitakable dengan kesongongnya yang amit-amit, ternyata punya masalah terbesar dalam dirinya, pun ini dibantahnya mentah-mentah.  

Duh Joker, kali ini saya jadi kasian sama dia kalau sebelumnya gemes dan sebal sama si muka badut itu. *puk pukin legonya Joker*

Sementara Batman harus  disadarkan,  Joker  yang frustasi bersedia berkolaborasi  bukan hanya dengan sesama musuhnya klasik  semacam Poison Ivy, Calender Man atau Harley Quinn. Demi 'sebuah pengakuan' dari Batman, Joker merekrut karakter-karakter antagonis lainnya seperti Voldemort, Sauron, dan Medusa. Padahal mereka ini ga pernah berurusan dengan Batman.   

Sepanjang film yang berdurasi sekitar 104 menit, kita akan dihibur dengan tingkah Batman dan dialog-dialog yang lucu. Kadang kalau diresapi, dibalik ngikiknya tawa yang lepas seperti mencubit diri sendiri. Jangan-jangan denialnya Batman, aturan-aturan yang dibuat tapi diralat sendiri dan deretan sifat nyebelinnya juga ada dalam diri kita.

Makanya lirik lagu lama dari Jacko yang judulnya Man in the Miror ini pas banget jadi 'soul'nya film ini:
If  you wanna make the world a better place
Take a  look at yourself  and then make a change
Ga ada karakter yang sempurna bahkan sosok hero seperti Batman sekalipun punya ruang kosong yang namanya ketidaksempurnaan. 

Ada salah satu scene yang saya bayangkan dalam versi manusianya akan memberikan pengalaman efek visual yang lebih dramatis. Sayang euy, skuad musuh rekrutan Joker kurang banyak porsinya. Saya penasaran dengan kehebohan sihir-sihirnya yang bisa merepotkan Batman. Kalau film yang udah-udah cuma kasih scene yang happy di ending dengan mengalahkan musuhnya, kali ini ending filmnya punya twist menarik. 

Ngajakin anak-anak nonton film ini? Oh tentu saja boleh banget, karena banyak moral story yang tersirat dalam film ini. Mungkin efek kurang baik dari film ini adalah rengekan anak-anak yang minta dibelikan mainan lego setelah nonton. 



9 komentar on "Review The Lego Batman Movie: Superhero yang Menyebalkan"
  1. mending kalo mintanya dikit teh, kalo mintanya satu film di beli semua gimna????? hehehehe
    mending ngajak pacar dulu aja kan kemungkinan kecil minta lego.

    ceritanya masih bokek hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga minta lego tapi kalau minta yang lain gimana? Hehehe

      Hapus
  2. Ha ha ha..super hero dalam bentuk Lego, cute2 yaaa...saya baru beli buat ponakan...
    Ini filmnya buat anak2 kah mbak? saya belum liat trailersnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, filmnya layak ditonton anak-anak. Masuk kategori semua umur.

      Hapus
  3. Tfs ya Teh, wajib nonton nih soalnya Batman mah favorit nya c papi^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo San, ke Bioskop, ya. Wajib nonton lho :)

      Hapus
  4. Hihi kepo jadinya liat review teteh. Pengen ahh ajak io nonton ini, eh masih ada ga ya huhu

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.