Top Social

Bring world into Words

Kampoeng Preanger: Bukber Rasa Kampung di Hotel Prama Grand Preanger

Kamis, 16 Juni 2016
Hampir jam 16.30, ketika saya menjejakkan kaki di halaman parkir Hotel Prama Grand Pereanger.  Sore itu Bandung terasa dingin setelah diguyur  hujan. Sepanjang ingatan saya, meskipun bulan Ramadan bergeser 11 hari dari tahun ke tahun selalu saja ada hari  ketika berpuasa diiringi cuaca seperti kemarin. Lain waktu kadang terasa panas menyengat yang membuat kerongkongan terasa semakin kering. Well, tapi itu tidak menyurutkan minat dan antusias saya untuk mengikuti acara buka bersama di hotel legendaris  yang mengambil tema "Back to Kampoeng"

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

Setelah melewati pintu masuk, saya naik eskalator menuju lobby hotel dan disambut gapura dari kayu yang menghadirkan atmosfir suasana jaman dulu. Rasanya  bukan seperti mudik kembali ke Kampung halaman saja. Melewati gapura tersebut, serupa memasuki mesin waktu, terlempar ke Bandung  jaman bareto.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

Suasana lobby masih sepi, belum terlihat teman-teman blogger yang sudah hadir di lokasi.  Makanya, sambil menunggu  yang lain datang, saya berkeliling mendekati spot ala kampung berupa gubuk-gubuk yang menyulap suasana lobby hotel seperti Bandung tempo doeloe.


credit photo: Nchie Hanie
credit photo: Nchie Hanie
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

Sempat terusik untuk berfoto di sana. Cuma saya ga tega bayangin jembatan ini rubuh setelah saya naiki. Meski postur saya terbilang mungil. tapi saya ga mau ngebayangin kalau ternyata daya tahan maksimal  jembatan menahan beban  di bawah berat badan saya. Huehehe... Biarlah, saya skip aja dan mengabaikan hasrat narsis.

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

 Tidak lama saat saya mengagumi properti di area lobby, Dydie datang. "Gue basah kuyup!" serunya di pesan bbm yang masuk. Saya ngikik. Celana dan baju saya juga sedikit basah.  "Ntar juga kering,"  kata saya sambil mengajak Dydie, Nchie dan Putri yang datang kemudian menuju resto , setelah sebelumnya Yasinta yang ternyata sudah datang di area Resto datang menghampiri. Eh sebelum ke resto akhirnya foto-foto  juga di sini. Kece, kan? :D

credit photo: Nchie Hanie
Berhubung waktu buka masih lama dan Marcomm hotel Prama Grand Preanger Yanno Tirtaharna sedang ada keperluan, kami melanjutkan keliling area lobby dan resto. Beberapa chef dan staf resto mulai bersiap menyajikan hidangan untuk berbuka nanti. Sambil memunggu semuanya well prepare, ternyata masih ada spot lain yang sayang sekali kalau saya lewatkan untuk difoto. 

So, this is it!

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html


Saya melipir ke area outdoor yang menyediakan space untuk menikmati hidangan di bawah sinar bulan dan semilir angin malam. Lucu juga  lho kalau mau dinner di area ini. Tidak jauh dari area outdoor ini juga ada kolam. Spot yan menarik untuk difoto termasuk pose-pose di sini. Eh tapi ada pasangan yang lagi renang. Ga enak, ah. Saya skip lagi deh buat ngambil gambar di sekitar kolam.


Ya sudah, saya mendekati stand-stand di area luar yang menyajikan berbagai hidangan. Ada lumpia, sate, mie kocok, seblak, martabak dan stand bandrek  & bajigur lengkap dengan tungkunya. Untuk bajigur dan bandreknya dipanaskan dengan arang, lho. Bukan kompor gas gitu. Saya langsung menandai, kalau  saat buka nanti harus mencicipi bandrek!
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Seblaknya, anyone?

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
bumbu sate yang bikin 'ngaruy' sayang euy ga sempet nyicipin sate ayam atau sapinya hehe
Alhamdulillah, adzan maghrib berkumandang! Masing-masing undangan (blogger dan media) sudah memutuskan pilhan ta'jilnya.  Kalau saya memilih  untuk mengambil kurma dan es doger. Setelahnya menjeda dulu dengan salat maghrib di musala. Biar tenang, karena waktu maghrib yang pendek. Jangan sampai dong keasikan makan melupakan salat. Ya, kan?

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
kurma, menu wajib buat buka puasa, sesuai sunnah nabi SAW
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Wwelcome drink, secang yang hangat atau es doger yang segar. Pilih mana?
Selesai salat, saya langsung memilih salad, menu favorit saya. Entah makan di hotel atau di acara kendurian, kalau nemu  stand ini pasti saya sambangi. Cara menikmati raw food yang modern dan enak menurut saya :)  Sayang euy, ga nemu black olive, salah satu komponen yang biasanya saya temui saban mencicipi salad. But never mind anyway. Dengan sedikit guyuran mayoneise, saya segera membawanya ke meja makan untuk segera saya lahap. Enaaak, segar!
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
saladnya yummy!
 Lidah Indonesia yang ga bisa enggak kalau belum makan nasi pun diakomodasi di sini. Ada menu nasi liwet, nasi bakar dan nasi kemangi yang hijaunya menggoda. Tapi akhirnya saya cuma ngambil nasi putih dan nasi kemangi saja. Beneran berasa makan di kampung ini, mah. Ya, meskipun nasinya sedikit keras, tapi sepiring menu nasi plus tumis sayur, balado telur dan rendang yang rasanya friendly alias ga pedas bisa saya tandaskan.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Aroma nasi hijau ini menggugah selera makan :)
Masih ada sedikit space di perut saya untuk beberapa makanan. Tapi males juga kalau ngambil sendiri, jadilah saya mencicipi es krim punya teman-teman. Nah pilihan rasa es krimnya paling suka sama varian green tea. Matchanya berasa banget! Sambil bercanda, saya  bilang sama Putri dan Dydie kalau es krim yang saya cicipi malam itu jadi mengingatkan saya pada seseorang yang jago masak. Ledekan  dan godaan dari Dydie langusng meluncur. Saya pura-pura ga denger aja sebelum pipi saya terasa ada yang menyengat  hehehe *dadah-dadah sama Dydie*

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Green tea ice creamnya juara. Very recomended!
 Nah es krim yang di sebelah kiri itu adalah kreasi ala-ala Putri, yang menjadikan kue balok sebagai salah satu bagian dari menu buka bersama  sebagai topingnya. Saya menghindari terlalu banyak mencicipi olahan tepung karena takut begah. Meskipun katanya yang badannya kecil itu makannya buanyak, tetap aja bakal ada limit ketika saya merasa kenyang. Lagi pula masih ada menu yang tidak ingin saya lewatkan dan sudah diincar sebelumnya. Iyes, bandrek!
So, dengan inisiatif sendiri, karena staf resto yang harusnya ada di stand sedang tidak ada, saya ngambil sendiri. Mungkin lagi salat atau ada keperluan lain. Enak, cukup untuk menghangatkan perut meski sebelumnya lidah saya merasakan dinginnya es krim.

Menu Lainnya

http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Teh Meli yang jadi modelnya :)
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Pasta punya Lia, kembarannya Tian :)
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
buat sebagian orang, gorengan itu wajib buat ta'jil. Hijaunya cabe rawit pasti menggoda, tapi jangan bareng makanya sama olie bollen, ya :D
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Warna kecokelatan roasted chicken ini menggoda,skip juga karena udah kenyang pisaaan
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Mie Kocok punya Dydie.  Tampak segar, sayang kuahnya kurang panas
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Siapa yang suka manisan atau sup buah?
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Suka buah juga, kan?
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Aneka cake western dan tradisional
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Peyek ini dicetak pake seroja. Cocok buat nemenin makan mie kocok
Wajah-wajah kekenyangan :D. Saya, Dydie, Teh Meli Tian, Yasinta & Lia credit photo: Yasinta
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
Ada penawaran hampers pastries juga
Percaya deh, dengan  IDR 185 K net, semua menu all you can eat  Back to kampoeng ini lebih dari cukup. Dengan durasi selama 4 jam (mulai dari 18.00-22.00) rasanya semua hidangan di sini tidak akan cukup untuk dinikmati semua :) Selamat bingung memilih :). Saking banyaknya sajian yang dihidangkan, ga semua menu bisa saya ceritain di postingan ini.

Tentang Prama Grand Preanger
http://www.catatan-efi.com/2016/06/kampoeng-preanger-bukber-rasa-kampung-ala-hotel-prama-grand-preanger.html
suasana Prama Grand Preanger di malam hari
 Hotel klasik berbintang lima yang sudah eksis sejak jaman kompeni ini beralamat di jalan Asia Afrika nomor 8, Bandung. Gampang dicari karena berada di area 0 km. Salah satu member dari grup Aerowisata ini juga merupakan salah satu hotel yang mudah diakses. Untuk sampai dari atau ke Bandara Husen Sastranegara hanya butuh waktu normal 10 menit saja. Begitu juga dengan stasiun kereta api, hotel yang gaya art deco-nya kental ini hanya berjarak 5 menit saja.

Terdiri dari 6 tipe kamar dengan total kamar sebanyak 187 kamar, Prama Grand Preanger menyediakan berbagai fasliltas. Ada akses WIFI gratis, juga channel tv favorit, mini bar, room service selama 24 jam penuh, binatu serta valet yang siap melayani dengan ramah.

Tersedia paket meting mulai IDR 328 K net/person/day untuk half day,  tabel manner package dengan rate mulai dari IDR 175 K net/person dan paket wedding (tradisional,oriental dan internasional) mulai dari IDR 50.000 K untuk 300 pax. 

Prama Grand Preanger Bandung
Jalan Asia Afrika 81 Po Box 1220 Bandung 401111, Indonesia
Telp. +62 22 423 1631
Fax + 62 22 423 0034
email: gho.info@aerowisatahotels.com
web: aeorowisatahotels.com
Instagram: @pramagrandpreanger
Twitter: @pramapreanger

26 komentar on "Kampoeng Preanger: Bukber Rasa Kampung di Hotel Prama Grand Preanger"
  1. wah, bikin ngiler bangettttt :( :( :(

    BalasHapus
  2. Ya Alloh teh seblaaakkkkk :( :(
    Aku pengen hahhahha
    Itu buahnya bisa ngegunung gitu
    Ih pengen aaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pokoknya mah bingung milihnya, Nit. Saking banyaknya, gak mungkin dimakan semua huehehe

      Hapus
  3. Seruu banget teteh,, seneng banget bisa dikasih kesempatan buat hadir buka bareng sama akang teteh blogger Bandung yg kece pisan apalagi tempatnya di Prama Grand Preanger juga aduhaii kecenya,, pokoknya luar biasaaa 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Liaaa. Semoga event berikutnya bisa sering-sering ketemu lagi, ya. Seneng juga bisa nambah temen baru. Bener nih, venuenya aduhai pisan.

      Hapus
  4. Terbayang deh keseruannya saat bukber di tempat itu.. Apalagi hidangannya enak2 semua ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak dan bikin galau, bingung mau milih yang mana :D

      Hapus
  5. Widiiiw...kemarin melihat keseruan dari instagram kalian. Banduung abiis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyunda pisaan kan ya, Innayah. Berasa pulang kampung lebih cepet hehe

      Hapus
  6. Saking banyaknya makanan, sampe kekenyangan haha

    BalasHapus
  7. Jiaaaah, salah waktu berkunjung, jadi mupeng dan ngiler, hahahaha.
    Kapan-kapan ajak aku ke sini ya, Efi :)

    BalasHapus
  8. sepertinya hotel yang enak...ah tapi mengapa baca ini ketika puasa hihi jadi ngiler....TFS mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha maafkan kalau tergoda. Bukan salahku yang nulis :)

      Hapus
  9. Ih teteh ga ngajak2 kalau makan-makan, tau ya aku makannya banyak wkwkwkwk

    BalasHapus
  10. menu-nya back to kampung bangettt...apalagi yang gorengan... Saya gak puasa aja sekarang lagi ngiler liat foto2nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, mak. Makanan kampung dikemas secara elegn gini tetep menarik, ya. Duh, aku kudu nyiapin tissue gitu ya biar ga pada ngiler.

      Hapus
  11. seru ya mbak,berasa banget di kampung..menunyaaaaa..bikin ngilerrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa, jadi pengen ke sana lagi ini juga :D

      Hapus
  12. Hiyaaaaa.. pagi gini lihat makanan nikmat.. bikin ngecessss niiihh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, tapi Eri jangan kapok maen ke blogku lho :)

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.