Top Social

Bring world into Words

Nobar dan Meet & Greet Surat Cinta Untuk Kartini

Selasa, 03 Mei 2016
+ : Perempuan itu akan kawin, dengan seseorang yang bertemu dengannya setiap hari. 
- : Siapa, Ndoro?
+ : Dia itu pengantar surat. Jodoh memang ga bisa ditebak

ttp://www.catatan-efi.com/2016/05/nobar-dan-meet-greet-surat-cinta-untuk-kartini.html
credit: Indosat Oredo
Itu adalah potongan dialog Sarwadi, pengantar surat dan Kartini yang disapa Ndoro Ajeng. Film ini saya tonton bareng teman-teman blogger Bandung, beberapa komunitas di bandung juga,  dan anak-anak sekolah yang mendapat undangan khusus Nonton dan Meet and Greet dari Indosat Oredo pada tanggal 30 Maret 2016 di Blitz Miko Mall, Bandung.
Kalau ditelisik dalam literatur sejarah, sampai jungkir balik ngudekin buku sejarah semua perpustakaan pun gak bakalan nemu tokoh Sarwadi ini.  Iyes,  ini cuma tokoh rekaan aja. Tapi bukan berarti film bertema sejarah ini kehilangan daya tariknya.
ttp://www.catatan-efi.com/2016/05/nobar-dan-meet-greet-surat-cinta-untuk-kartini.html
dibalik surat cinta yang sukse, ada belasan draft yang gagal dan ditulis lagi da lagi. Moral storynya, cinta membuat kita terus berusaha mencoba melakukan dan memberikan yang terbaik
Tokih Sarwadi diperankan oleh Chicco Jerikho yang memang termasuk jajaran aktor Indonesia yang lagi ngehits. Ya, kan? Jadi nih, mestinya jadi jaminan film ini sukses mencuri perhatian penonton. Tapi lagi-lagi kita harus melihat kenyataan klise seperti kebanyakan film Indonesia lainnya. Surat Cinta Untuk Kartini (SCUK) harus segera turun layar setelah satu minggu tayang di bioskop. Yaaa, emang sih,  soal selera  dan minat pada film sejarah yang masih minim. .

Tapi di film ini ada lho, beberapa hal  yang mencuri perhatian. Misalnya, ada Christabelle Grace Marbun yang memerankan Ningrum, putri Sarwadi yang cerdas untuk anak usia 7 tahun. Kadang-kadang juga dia suka jail dan kenes saat berdialog dengan bapaknya. Beberapa kali dialog mereka sukses memancing tawa penonton.

Selain Ningrum ini, masih ada tokoh lain yang lucu pada beberapa scene. Kalau pernah nonton film Guru Bangsa Tjokromanioto, rasa kangen kita pada karakter seorang abdi dalem yang suka ngomel akan terbayarkan. Omelan khas Mbok Dewi yang suka memarahi Sarwadi dan menyuruhnya melupakan puteri ningrat itu akan kita temukan lagi. Masih hadir dengan aksen khas dan gaya bicaranya yang lucu dengan suaranya yang jenger kalau urang sunda bilang, mah. Duh apa atuh ya bahasa Indonesianya jenger? 

Meski tokoh Sarwadi, Ningrum, Mujur (sahabat Sarwadi) dan Mbok Dewi adalah tokoh fiktif alias bukan tokoh nyata yang benar-benar muncul dalam kehidupan pribadi Kartini, penonton diajak memahami esensi dari perjuangan Kartini. Harapan ini yang disampaikan oleh Kinoi pada sesi Meet and Greet agar film ini bisa dinikmati bukan cuma penontin dewasa saja.
ttp://www.catatan-efi.com/2016/05/nobar-dan-meet-greet-surat-cinta-untuk-kartini.html
Menyapa  penonton setelah film usai
Harapan kartini yang ingin kaum perempuan pada masanya mendapat hak yang setara, setidaknya bisa belajar membaca dan mendobrak tradisi  feodal pada waktu itu yang mengharuskan anak gadis  yang harus mau dijodohkan. Seperti dalam novel angkatan pujangga baru karya Abdul Muis, Siti Nurbaya berderai air mata terpaksa menerima pinangan Datuk Maringgih,  Kartini  juga mengalami hal yang sama.  

Walau akhirnya beliau bersedia menikah dengan bupati Rembang, bahkan menjadi istri ke-empat. Itu pun dengan syarat calon suaminya harus mendukung cita-citanya. Keputusan yang ditentang Sarwadi dengan alasan keputusannya itu akan mengandaskan mimpinya Kartini. Entah kenapa, ya. Saya merasa waktu Sarwadi protes soal ini, ada kesan alasan lain yang membuatnya  tidak terima. Oke deh, Wadi, begitu Sarwadi dipanggil sebelah hatinya  hancur karena tidak bisa memiliki puteri cantik dan smart ini.  

Karena memang dalam literatur aslinya Kartini memang menikah dengan bupati Rembang,  jangan harap pada ending film ini kita akan menyaksikan Kartini dan Sarwadi menikah. Tapi selalu ada celah dari sejarah untuk dieksplor dalam film. Lucu deh kalau melihat cara berjalan wanita pada masa itu yang anggun tapi kalau tergopoh-gopoh. Terlihat seperti melompat kecil, kayak dipasangi  per di kaki (mungkin karena pake kebaya gitu sih, ya), kemben batik yang selalu dipakai  Mbok Dewi, ukiran kayu khas Jepara yang dibuat oleh Sarwadi  untuk Kartini dan dolanan anak-anak  bisa mengimbangi alur cerita yang konfliknya kurang klimaks menurut  saya.

Kalau ditanya soal adegan,  paling suka tuh  waktu Sarwadi mengayuh sepedanya sambil mengekspresikan kegirangannya pas tau Kartini  punya perasaan  yang sama. Ini mengingatkan saya pada salah satu scene yang dimainkan juga oleh Cicco Jerikho juga  di film  Ach Aku Jatuh Cinta dengan latar pohon-pohon yang besar  di kanan kiri jalan desa   plus theme song yang muncul mengiringi. Jangan-jangan Kinoi Lubis ini ngefans sama sutradara  Garin Nugroho.  Eh, bener ga, sih?

Ngomong-ngomong kalau penasaran kenapa Chicco Jerikho selalu awesome memainkan setiap perannya, ini jawaban Chicco ketika ditanya penonton. 
Karena menjadi aktor bukan hanya sebuah pekerjaan, tapi juga sebuah perjalanan.
ttp://www.catatan-efi.com/2016/05/nobar-dan-meet-greet-surat-cinta-untuk-kartini.html
Foto bareng. Spacenya  ga cukup, jai ga ikutan nonton :)
ttp://www.catatan-efi.com/2016/05/nobar-dan-meet-greet-surat-cinta-untuk-kartini.html
Ga kebagian foto di dalam, foto bareng di luar aja. Ya sih, minus  aktor/aktrisnya :D






















Ningrum dewasa, kocak dialognya dengan pbapknya 









11 komentar on "Nobar dan Meet & Greet Surat Cinta Untuk Kartini"
  1. Semakin lama, semakin penasaran sama film ini. Maklum saja, belum juga nonton sampai sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya udah turun dari layar bioskop, nih. Coba cari DVDnya. Bisa juga sih nunggu disiarin sama tv. Tapi kayaknya lama banget nungguinnya.

      Hapus
  2. penasaran banget sama film ini, tapi mau nntn AADC dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayang euy Tian, film Indonesia di bioskop kita pada bentaran aja tayangnya. Yaudah kita nonton AADC aja, ya.

      Hapus
  3. seneng nonton chicco yang lagi kumincir hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhaha. Kalau inget kumincir aku kebayangnya sama sosok (((sosok))) kucing :D

      Hapus
  4. kemarin dapat undangan pas aku sakit...jadi nggak bisa nonton nih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa sayang nih, mbak Avy. Eh tapi sekarang sudah sehat kan, Mbak?

      Hapus
  5. Belum sempat nonton film ini. Sosok Kartini memang banyak sisi yang bisa dikembangkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena udah lama hiatus dari bioskop, paling beli dvd/cd atau nunggu tayang di tv aja.

      Hapus
  6. belon sempet nonton nih, bagus ya kayaknya

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.