Top Social

Bring world into Words

Selamat Hari Ayah, Selamat Jadi Pahlawan

Kamis, 12 November 2015
Kalau saja teh Meti, salah satu teman blogger Bandung saya tidak mengirim  video  tausiyah singkat  dari  ustadz Bachtiar  Nasir di  aplikasi Whatsapp,  saya  ga kan mudeng lho, kalau  hari ini diperingati sebagai hari  ayah. Yup! Finally, pemerintah  menetapkan hari ini sebagai hari ayah.  Tentu saja  tidak  libur seperti juga peringatan hari  ibu. Masih  punya ayah? Atau ayahnya sudah  lama meninggal?  Yuk cerita sedikit tentang ayah.

Selamat Hari Ayah
Dalam beberapa cerita  atau film, ayah sering identik dengan sosok mereka  yang sibuk bekerja, pergi pagi  dan pulang malam, tidak sempat  ketemu anak-anaknya  yang sudah tidur dan keburu pergi sebelum anak-anaknya  bangun.

Di cerita lain, kadang digambarkan sosok ayah itu seseorang kepala keluarga  yang otoriter,  titahnya  adalah hukum 2 pasal. Pasal 1, Ayah tak pernah salah. Pasal 2,  kalau  ayah salah lihat pasal 1.  Atau ayah yang tidak bertanggung jawab,  hubungan ayah dan anak  yang menyebalkan seperti  di serial tv Dawson's   Creek, atau pengalaman lainnya cerita ayah yang kurang gigih  mencari  nafkah  untuk anak-anaknya.

Kita enggak bisa menutup mata dari cerita seputar  itu.  Bahkan mungkin pernah dengar curhatan teman yang tidak betah di rumahnya.  Tapi, sekali  lagi  ga semuanya  begitu, lho. Beruntunglah  yang masih punya ayah  yang hebat. Jadi  partner in crime  alias sahabat atau ayah yang membanggakan.  Misalnya saja serial tv  yang dimainkan Fuad Baraja yang punya 3 anak gadis  yang cantik dan karakternya  yang pada  ajaib. Hayo,  inget ga tokoh Gadis, Dara dan Putri? Duh saya lupa judul sinetronnya. Atau  nih,  single parent yang dimainkan Bob Saget di serial Full House atau  Blossom itu?  

Itu contoh dari film. Kalau dari lagu. saya jadi ingat lagunya Luther Vandross, Dance With My Father.   Lagu ini pernah dinyanyikan juga sama Celline Dion. Kualitas suara? Dua-duanya  mumpuni.  Enggak ada yang meragukannya. Tapi, entah kenapa kalau  nyimak lagunya,  versinya Luther Vandross  ini terasa lebih dalam, lebih ngena dan seperti  menahan haru dibalik lagunya. No wonder, karena lagu yang ditulisnya bersama Richard Marx itu adalah pengalaman pribadinya. Luther Vandross kehilangan ayahnya saat berusia 7 tahun. Dan soal dancenya itu memang kebiasaan ayahnya yang suka berdansa.

Mesti deh, Vandross Sr adalah ayah yang keren, sampai-sampai pengalaman masa kecilnya masih terekam kuat diingatan Luther Vandross.

Dance with My father
Balik lagi ke hari ayah, nih.  Di Amerika sendiri yang perayaannya diperingati  setiap tanggal 19  Juli itu asalnya ga begitu dianggap.  Malah ada yang bilang gini, "Kalau ayah itu  ga punya daya tarik se-sentimental yang dimiliki oleh ibu."

Lalu, pada tahun 1907, terjadi sebuah ledakan di sebuah pertambangan  di Monongah,   menyebabkan 362 pekerja pria meninggal dalam peristiwa  itu. Asalnya  cuma sekali saja hari itu diperingatinya, tidak jadi peringatan rutin setiap tahunnya. Sampai kemudian, di tahun 1908  Sonora Smart Dodd, satu dari 6 bersaudara, puteri dari seorang veteran perang  merasa  hari ayah juga perlu diperingati.  Ia pun mencari dukungan dengan mendatangi  gereja,  YMCA lokal, dan kantor pemerintah  untuk memperjuangkan aspirasinya untuk  menjadikan tanggal 19 Juli  sebagai hari  ayah.   She did! Dua  tahun kemudian 19 Juli  mulai diperingati sebagai hari ayah.

Masih ragu kalau hari ayah  segitunya  spesial? Diperkirakan  orang-orang Amerika sana menghabiskan  1 juta dolar untuk belanja kado atau hadiah di hari ayah.  

Setiap orang punya cara sendiri untuk mengekspresikan  apresiasinya. Ga mesti kok harus  identik dengan kado yang mahal.  Tapi saya pengen ngutip  pesannya ustadz Bachtiar Nasir  yang  broadcast videonya  itu saya dapatkan di WA. Kurang lebih seperti ini isinya:

"Anak adalah anugerah terbesar dari Allah SWT. Tidak sulit menjadi pahlawan bagi anak-anak. Tidak sulit untuk mensyukuri nikmat keberadaan mereka.  Percayalah mereka adalah jembatan orang tua ke surga. Lebih dari sekedar investasi di dunia. Anak akan menjadi jembatan menuju sorga. Para Ayah, jangan sampai kehilangan anak-anak. Peluk anak-anak, cintai mereka dan jaga keyakinan anak-anak  jangan sampai dirampok iblis dan kawanannya.  Jadilah pahlawan bagi anak-anak kita."

Luther Vandross  senior adalah pahlawan  bagi Luther  junior,  362 pekerja tambang yang meninggal dalam ledakan di Monogah juga  jadi pahlawan bagi keluarganya. Setiap orang pasti punya caranya masing-masing untuk menjadi pahlawan bagi keluarganya.  

Selamat  hari ayah!

Duh kenapa saya mendadak sentimen begini, ya? Tissue  mana tissue...?


16 komentar on "Selamat Hari Ayah, Selamat Jadi Pahlawan"
  1. Terkenang selalu
    masa kecil dulu
    Sering aku merajuk
    dalam kedamaian jiwamu
    S'lalu ada waktu untukku anakmu
    Tak pernah kau mengeluh walaupun disaat lelahmu
    Tak pernah kau berubah
    Hingga aku dewasa
    Engkau slalu setia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beruntunglah kalau punya ayah yang selalu punya waktu :)

      Hapus
  2. Bapakku, orang yang sangat disiplin, satu yang kupelajari dari beliau... malu kalau enggak disiplin. Itu saja sich yang nampol sampai saiki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap kita pasti punya minimal satu kenangan dan pelajaran dari ayah kita, ya.

      Hapus
  3. Suka banget sama lagu Dance With My Father itu teh.
    *komen sambil mikir hubungan ayah anak siapa di Dawson*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss dulu.
      Itu lho Pacey Witter, yang bapaknya suka mabuk. Dan Pacey sebenarnya tidak terlalu dianggap oleh ayah dan keluarganya.

      Hapus
  4. Jadi kangen ayah....pulang kampung yuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku ikut mudik dong ke kampung halamanmu, Mbak :)

      Hapus
  5. kangen bapakku huhuhu
    selamat hari ayah

    BalasHapus
  6. wkt Bapak ambilin raport, aku dsh seneng ahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik, raportnya pasti bagus kan, Jiah? hehehe...

      Hapus
  7. HUhuhuhu... jadi teringat almarhum bapak....

    BalasHapus
  8. Nih, Mbak! *sodorin tissue*

    Ah.. Jadi kangen Papa.. :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. #pukpukin Beby Eh telat, ya? Hehehe Maaf baru mudeng :)

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.