Showing posts with label jajan. Show all posts
Showing posts with label jajan. Show all posts

Wednesday, 5 February 2025

FOCA Sachima: Camilan Sehat Freelancer

Bagi orang-orang Bandung, lalu lintas yang macet di hari-hari libur akhir pekan apa lagi long weekend kemarin adalah hal yang biasa. Rasanya lebih nyaman tinggal di rumah saja daripada terjebak kemacetan yang mengular. Kalau pun mau keluar rumah buat sekedar nongkrong cantik, mendingan cari lokasi  tidak lebih dari 2 km atau bisa  ditempuh dengan jalan kaki. Sekalian olahraga.

Sementara itu untuk para freelancer seperti saya, mau libur panjang atau tidak, angka merah di kalender bukan yang istimewa.

Malah rasanya angka merah itu cuma pemanis (((pemanis))) visual aja. Jadi pas ada seruan "horeee libur!" Rasanya aneh. Karena setiap hari nyaris ga ada bedanya buat saya. Percaya lah tanggal merah versi saya lebih banyak daripada yang tertera di kalender hehe

Memang, ada plus minusnya jadi freelancer. Saat orang-orang santai misal di malam hari pas waktunya istirahat, saya malah berpacu dengan waktu mengejar deadline.  Entahlah kenapa terkadang Mas Ide ini suka datangnya di last minute

Suka Duka Jadi Freelancer: Antara Fleksibilitas dan Deadline yang Mengejar

 Banyak suka duka yang saya alami sebagai freelancer.  Kalau ditanya mana yang lebih banyak, tentu saja  lebih banyak sukanya.  Sebagai freelancer, saya punya fleksibilitas dalam segi waktu. Apalagi kalau bosan dengan rutinitas 9 to 5, berseragam harus diam lama di ruangan. Duh jenuh banget. Sementara kalau jadi freelancer pekerjaan  bisa dilakukan di mana saja. Di rumah sambil selonjoran, ngopi di kafe, atau sambil pegang gawai sambil ngantri di obat buat ngambilin obat  anggota keluarga  yang sakit misalnya. 

Ga akan ada yang ngomelin jam 9 kita baru beres mandi, atau jam 2 siang udah kelar dan lanjut hiburan tipis-tipis nonton film dulu di aplikasi nonton. 

Oh iya satu lagi, kita bisa meminimalkan keruwetan di kantor yang suka bisik-bisik tetangga. Sound familiar ya? Iya seperti lagu dandgut.

Tapi di sisi lain, ada kalanya kejar-kejaran sama deadline yang kadang membuat waktu tidur jadi berkurang. Still, masih banyak enaknya. Bisa sambil  maskeran atau kostum rumahan versi ternyamannya saya.  

Kalau soal persaingan,  baik dunia kantor atau dunia freelance akan selalu ada aroma seperti itu. Tinggal bagaimana  strategi kita mencari proyekan yang nyaman dan halal pastinya. 

Toh kita udah punya rekam jejak alias portofolio sebagai tools untuk menggaet klien baru. Betul? Lagi pula yang sudah tertakar tidak akan tertukar. Saya percaya, jodoh dan rezeki itu udah diatur tapi tetep harus diusahakan :D Halah kok jadi bahas jodoh ya? hahaha

Tips Produktif untuk Freelancer Lancar  di Tengah Deadline

Saat harus begadang sampai jam 11-12 malam masih bisa dijalani. Tapi kalau harus stay melek lewat jam 1 pagi saya suka dibikin kliyengan pas bangun pagi besoknya. Yang ada besoknya malah jadi ga produktif karena dilanjutkan dengan balas dendam dengan tidur siang. 

Padahal secara medis, kualitas tidur siang masih kalah jauh dengan kualitas tidur malam. Jadi, memang bener seperti dibilang Bang Rhoma Irama : 

"begadang boleh saja kalau ada artinya'

Menjadi freelancer memang menawarkan fleksibilitas waktu dan tempat kerja. Tapi bukan berarti kita bisa ugal-ugalan mengatur waktu. Karenanya,  agar tetap produktif, kita perlu membuat jadwal kerja yang teratur dan pastinya komitmen buat menjalani. Memang cuma relationship aja yang harus komitmen? Tentu tidak. Tandai di kalender atau planner agar tidak lupa agenda yang harus dituntaskan.

Prioritaskan tugas yang paling urgent atau yang deadline-nya paling dekat. Jangan ragu mengerjakan tugas yang lebih ringan lebih dulu, biar moodnya tetap terjaga.  

Manfaatkan deh waktu produktif dengan sebaik-baiknya. Kalau dirasa paling ready dan terinspirasi setelah jam 10 pagi, so patuhi jam biologis versi kita ini.  Mungkin di minggu depan kita akan siap di jam yang berbeda karena satu dan lain hal, setidaknya kita sudah tahu seperti apa pola kesibukan kita dalam seminggu ke depan. Di sini kita harus komitmen dengan rencana yang sudah diset.

Hindari juga distraksi yang bisa mengganggu konsentrasi. Kalau ini kita pasti pada setuju, godaan terbesarnya datang dari notifikasi sosial media. Sekalinya buka notif bisa lanjut like, komen, share dan bonus scroll-scroll.Ada yang merasa relate? :)

Menyiapkan Snack Sehat

Selain memastikan  untuk ga lupa  makan, menyediakan selalu makanan ringan tidak kalah penting. Sebagai seorang freelancer, snack atau cemilan adalah sahabat setia yang menemani sepanjang hari kerja. Bayangin, di saat ide-ide  udah mengalir deras atau deadline sudah di depan mata, tiba-tiba keroncongan tapi lupa belum masak nasi. Bisa buyar tuh ide.

Snack  bukan cuma soal pertolongan pertama pada kelaparan, tapi juga membantu untuk bisa konsentrasi dan mendapatkan inspirasi. Prinsip saya,  untuk pilihannya harus memenuhi kriteria  halal, sehat, murah eh  tapi bikin kenyang. 

Kabar bagusnya saya nemu snack yang murah, cuma 2.000an saja harganya. FOCA Sachima ini sudah memenuhi kriteria yang saya bilang di atas.    

Sachima: Cemilan Praktis untuk Segala Suasana

Kesan pertama waktu lihat packagingnya agak surprise juga. Beneran ini 2.000an? Murah banget. Bakalan zonk ga, ya?  Ternyata waktu mencicipinya, teksturnya terasa lembut, tapi juga tidak lembek. Seperti kombinasi antara roti dan bolu yang unik. Begitu juga dengan manisnya. Pas. Dengan kemasan praktisnya saya bisa menikmatinya di mana saja dan kapan saja. 

Jangan terkecoh dengan  ukurannya yang imut. FOCA Sachima cukup buat mengenyangkan dan bisa jadi pengganjal lapar atau pengganti sarapan pagi.  Sachima juga  bisa jadi pelengkap untuk teman ngopi, ngeteh, atau menyesap nikmatnya seduhan coklat. Apalagi saat ini cuacanya bikin lapar dan bawaannya pengen ngemil terus. 

Berasal dari China

FOCA Sachima memang baru diluncurkan di akhir tahun 2024, tapi siapa sangka sih kalau Sachima merupakan makanan tradisional khas dari China yang sudah ada sejak masa dinasti Yuan dan Ming? Bayangin aja, dinasti Yuan berkuasa di China mulai tahun 1271. Itu artinya, sudah ada selama ratusan tahun. Sungkem dulu sana sama Sachima :).

Dulunya makanan ini disajikan sebagai sajian ritual masyarakat China, tapi kemudian kehadiran Sachima bukan hanya dikenal di kawasan China. Makanan ringan ini pun menyebar ke wilayah Asia lainnya, termasuk Timur Tengah.

Seiring perjalanan waktu, Sachima mengalami modifikasi sesuai dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Walau begitu, ada satu hal yang tetap menjadi ciri khasnya, yaitu bahan pembuatannya yang terdiri dari tepung terigu, gula, dan madu atau sirup maltose. Tekstur uniknya terlihat seperti butir beras yang direkatkan dengan sirup sesuai varian rasanya.

varian kismisnya ini hmmm, paling menggoda buat saya

FOCA Sachima hadir dalam 5 varian rasa yang menggugah selera, yaitu original,  kismis, karamel, stroberi dan cokelat. Kalau soal rasa,  saya paling suka sama  kismis dan karamel. Toping biji labu pada varian kismis memberi sensasi tersendiri. Sementara untuk varian karamel sepertinya enak banget dipasangin sama kopi susu. Yummy! 

Sebagai produk yang baru diluncurkan, FOCA Sachima sudah dilengkapi sertifikasi BPOM dan halal MUI. Kalau kita cek deretan angka di pojok kiri bawah, akan terlihat kodenya seperti ini.  


kode halal pada kemsaan Sachima

Dan ini hasil pengecekan yang saya lakukan untuk varian karamel. Hasil yang sama juga berlaku untuk 4 varian lainnya. Semuanya sudah terdaftar sebagai produk pangan halal di webnya MUI. So, no worry, ya. 
hasil pencarian status halal varian karamel Sachima

Snack produk PT AISA Food Industry yang berbasis di Tegal, Jawa tengah ini juga sudah mencantumkan expired date yang cukup lama, 6 bulan. Jadi ga usah takut kalau makanannya akan cepat rusak atau tidak layak makan. Usia penyimpanannya aman kalau mau menyimpan stok yang banyak.
keterangan tanggal kadaluarsa pada kemasan

Teman-teman yang kesibukannya menjadi freelancer,  jangan lupa untuk masukan FOCA Sachima ini dalam list belanjaan cemilannya, ya. Makanan ringan dan sehat ini pun sudah bisa didapatkan di warung atau toko terdekat atau bisa pesan juga via https://shopee.co.id/aisafood. 


Jangan lupa, kunjungi dan follow media sosialnya Foca Sachima berikut:


Share: