Showing posts with label Gadget. Show all posts
Showing posts with label Gadget. Show all posts

Friday, 7 February 2025

Svara: Aplikasi Lengkap Buat Radio Lover

Saya lupa gimana ceritanya bisa tau aplikasi Svara. Yang saya ingat waktu itu saya lagi nyarri aplikasi biar bisa denger radio dari HP. Masalahnya kalau denger dari aplikasi bawaan yang ada di HP pas kita roaming alias lagi jalan ke luar kota, udah deh ilang tuh siaran radionya. Aplikasi bawaan memang fiturnya kayak radio analog biasa gitu yang jangkauan frekuensinya terbatas dengan jarak.

Sempat kepikiran nyobain denger pake strreaming via browser. Tapi lagi-lagi kalau denger dari browser pas aplikasinya ditutup ya udah siarannya bye bye. Kan ga mungkin mau dengerin siaran radio tapi brosowernya harus manteng terus. Ga pegel apa ya?

Terus kalau ada yang bilang gini: "Ya elah, denger radio yang ketangkep aja"

Tidak sesederhana itu. Buat radio junkies kayak saya, format siaran juga penyiar plus pilihan musiknya itu yang bikin pendengar jadi terkoneksi sama radio yang didengerin. Jadi kalau punya beberapa radio favorit, buat saya sih mesti ada 1 radio yang "ini gue banget"

Sedikit cerita, saya tuh lebih sering dengerin radio daripada nonton tv hehehe. Beda ceritanya sama sama nonton lewat aplikasi atau denger yuotube ya Podcast versi analog dari radio itu punya ciri khas tersendiri. Ya pokoknya gitu deh. Meski pun sekarang udah ada aplikasi macam Spotify, joox dan sejenisnya, radio is my first choice.

Akhirnya saya nemu  tuh aplikasi Svara dan segera instal di hp saya.  Untuk kapasitas penyimpanan di hp pun aman, ga makan banyak memori.



Btw ini tampilan info aplikasinya. Ringan banget, kan? Btw sebenarnya udah install lebih lama aplikasi ini sebelum oktober 2024 tapi karena satu dan lain hal, bikin saya instal kembali aplikasinya.

Kalau temen-temen tau instagramer Mbak Wulan penyiar RRI Pro2 Tanjung Pinang yang kontennya itu bikin kita pengen nyimak siarannya, juga bisa dengerin juga. Seperti ini tampilan antar muka aplikasinya pas kita buka

Pada bagian recently channel akan menampilkan histori radio apa saja yang sebelumnya sudah kita denger. Tinggal geser ke kiri, kita akan menemukan radio yang pernah didengar sebelumnya. Tinggal klik aja mau denger lagi radio apa. 

Seperti yang saya bilang tadi kalau lewat Svara kita bisa nyimak radio di kota lain. Seperti misalnya RRI Pro2 Tanjung Pinang,  Geronimo Yogya, iRadio atau radio lainnya. Gampang! Klik saja ikon channel yang warna ijo itu dan kita akan menemukan pilihan mau denger radio di wilayah mana. Seperti ini tampilan yang akan muncul di layar


Lewat Svara ini kita bukan cuma mendengarkan siaran saja. Beberapa radio di aplikasi ini juga menyajikan konten yang menarik. Misalnya  untuk Radio K Lite  punya menu News,  Playlist, Lite Trip, Variety dan menu lainnya sesuai dengan format siaran udaranya. Semisal ada talk show yang terlewatkan, kita bisa menyimak rekamannya di sini.

Memang belum semua radio punya kanal di sini. Prambors Jakarta misalnya. Begitu juga dengan radio yang sudah bergabung di Svara, ga semuanya melengkapi fitur-fiturnya seperti radio K Lite, MQ, Voice of Indonesia atau RRI Pro 2 Tanjung Pinang. Sebagian besar baru menyediakan akses untuk mendengarkan siarannya saja.

Dulu kita mengindentikan radio sebagai media hiburan audio saja. Lewat wajah baru dari Svara ini, radio yang sudah mengintegrasikan media komunikasinya di Svara juga sudah bisa dinikmati secara visual lewat video yang terunggah. Lewat fitur chat, kita juga bisa berinteraksi dengan penyiar seperti layaknya podcat live di youtube.  

Untuk layanan dari aplikasinya sendiri pun menyajikan fitur-fitur hiburan dan informasi yang bisa kita simak. Mulai dari new release, Playlist pilihan, serial podcast dan video seperti yang saya bilang tadi, hadir dengan topik-topik yang yang bisa kita simak. Ga kalah serunya dengan channel hiburan lainnya. Kalau mau bilang radio is dead, kayaknya enggak deh setelah hadirnya Svara ini.

Berapa bayar iurannya?

Ini yang asiknya dari Svara. Aksesnya gratis, ga dipungut biaya. Seriously. Jadi mau kangen-kangenan denger radio zaman ngekost dulu, dengerin pod cast atau mau denger playlist tapi males bikin list piliahannya, Svara ini bisa jadi solusi.

Svara bisa dunduh dari play store atau app store. Hayuk, install. Ga akan lagi ketinggalan siaran dari penyiar kesayangan. Bisa stay tune kapan saja dan di mana saja.  






Share:

Thursday, 30 June 2022

Serunya Pengalaman Sinematik Nonton Streaming Piala Dunia dengan VivoBook 13 Slate OLED T3300

Biasanya kalau sudah masuk liburan di bulan Juni-Juli pada tahun genap, adalah masa liburan yang menyenangkan buat saya. Soalnya, dalam rentang waktu ini, adalah  masa-masa yang menyenangkan buat para penggemar sepak bola. Frekuensi pertandingan sepak bola baik Piala Dunia atau Piala Eropa keduanya digelar di bulan-bulan ini.


Event yang yang digelar sebenarnya 4 tahun sekali, tapi waktu pelaksanaan antara kedua turnamen ini berjarak 2 tahun, jadinya para fans bola bisa dapat hiburan nonton bola turnamen 4 tahunan itu dalam interval 2 tahun. Untuk tahun ini adalah jatahnya penyelenggaraan Piala Dunia yang akan digelar di Qatar.

Khusus untuk tahun ini, event Piala Dunianya ternyata digeser ke bulan November nanti. Huaaaa lama amat, ya? Buat para fans, momen penantian ini udah kayak nunggu sebuah pernyataan eh gimana?

Nggak bukan gitu, ding hihihi.
Alasan utamanya adalah faktor iklim. Cuaca di Qatar lagi hot-hotnya sehingga panpel (udah kayak liga lokal aja nyebutnya wkwkwk) menggeserkan jadwal pertandingan ini ke bulan November di mana suhu di sana udah bersahabat. Bayangin aja, saat musim panas, suhu di sana bisa mencapai 41 derajat celcius di siang hari atau 28,9 celcius di malam hari. 

Para pemaen bola itu lebih kuat disuruh maen di saat musim dingin. Misalnya tuh Liga Inggris yang menggelar partai Unboxing (sekitar 2-3 hari setelah natal, lanjut sampai 2-3 hari setelah tahun baru). Padahal saat itu salju lagi rame-ramenya turun. Justru pada saat cuaca dingin, bergerak dengan olahraga bisa menghangatkan badan. Beda ceritanya dengan main musim panas alias summer. Cuy, udah panas gitu jadi mati gaya, ga bisa bergerak. Udah keburu keringetan, dehidrasi sebelum bertanding. 


Sedih sih, ya. Hiburan 2 tahunan sekali ini jadi tertunda. Mana liga-liga Eropa baru berjalan di bulan September nanti (kecuali Liga Inggris yang secara reguler lebih dulu kick off di bulan Agustus). Tapi kabar baiknya, dengan bergesernya jadwal Piala Dunia ini ngasih kesempatan buat kita manjangin nafas buat mendapatkan gadget terbaru dari Asus.

Nonton Streaming dengan Gawai Asus VivoBook 13 Slate OLEd T3300

Laptop Vivobook 13 Slate OLED (T3300) sudah menggunakan sistem operasi terbaru yaitu Windows 11

Tunggu, apa hubungannya?

Ada dong!
Jadi gini ceritanya, tepat tanggal 29 Juni 2022 kemarin, Asus baru saja meluncurkan produk terbarunya. Ya itu tadi, namanya VivoBook 13 Slate OLED T3300.

Laptop rasa tablet ini jadi media hiburan dengan pengalaman sinematik yang berbeda dibanding ketika kita menonton di media lain.

Emang sih lebih afdol kalau nonton langsung ke sana. Live dari stadionnya. Tapi, kalau nonton semua partai penyisihan, fase knock out sampai semifinal dan final nanti waktu dan budgetnya ga bisa kita cover semua. Ya kali, kita bisa dengan leluasa pindah stadion yang letaknya di kota berbeda pake pintunya Dora Emon hehehe.

Nah, balik lagi ke VivoBook 13 Slate OLED, laptop teranyar dari ASUS ini dilengkapi dengan fitur Audio dan Visual yang lebih maksimal. Yuk, cekidot!

Layar OLED + Dolby Vision

VivoBook 13 Slate OLED sudah dibekali layarnya dengan teknologi OLED Dolby Vision. Layar sentuhnya menghasilkan warna-warna super terang dan cerah dan lebih akurat. 
Jangan khawatir, meskipun warna-warnanya super tajam, namun VivoBook 13 Slate OLED  ini didukung dengan emisi cahaya biru yang rendah, sehingga membuat mata tetap nyaman saat menatap layar lebih lama.

Didukung dengan teknologi dolby vision, tampilan di layar kita jadi lebih luas menampilkan gambar.  Dengan ukuran layar 13,3", tampilan dimensi layar tampak lebih luas 27%. Saat posisinya dibalik jadi ukuran portrait, rasionya pun lebih besar 19%. Acara nonton atau video call-an bakalan jadi puas, pake banget.  

Hayo, ngaku deh, siapa yang nonton dari gadgetnya ga bisa ga dekat sama mata? Paparan cahaya dari gadget yang terlalu intens bukan saja melelahkan mata tapi juga membuat radiasinya tidak baik untuk kesehatan kulit wajah.

Denan perlindungan cahaya biru yang lebih tinggi ini juga membuat penggunaan gawai ini ramah anak. Mengurangi risiko paparan yang bisa merusak retina mereka.

Selain itu pada layar gadget ini juga sudah punya lapisan anti sidik jari, membuat permukaan layar tetap bersih dan mulus.

Fitur Audio dengan Dolby Atmos

"All around..."

Familiar dong sama suara bisikan yang bilang kayak gini? Hihi iyes,  itu teknologi suara  Dolby Digital, produksinya perusahaan Dolby untuk menghasilkan suara yang lebih nyata, memenuhi ruangan yang biasa kita jumpai di bioskop. 

Nah, untuk perangkat ini, teknologi suaranya mengadopsi teknologi Dolby Atmos, di mana suara yang dihasilkan lebih murni dan terdengar lebih baik. Jadi bisa kebayang dong euforia penonton pas teriakin gol itu kita simak dari gawai kita. Saya jadi membayangkan kalau saya lagi ada di tengah-tengah mereka. Ya gapapa nonton sendirian di rumah misalnya. kan ga bisa juga nonton saban pertandingan di kafe terus untuk mendapatkan temen hore-horenya itu, ya hehehe

Eh, saya jadi bayangin. Gimana kalau misal ada event planner yang bikin nobar Pildun di bioskop?  Apalagi audio yang dihasilkan semakin menggelegar dengan dukungan smart amplifier dan quad speaker.  Pengalaman sinematiknya jadi semakin mengesankan. 

Nah pengalaman dengan sensasi audio itu juga bisa kita dapatkan kalau misalnya pas lagi nonton film di aplikasi nonton atau nonton re-playnya konser. Coba siapa konsernya siapa yang mau ditonton? SO7? Dewa? Tulus? Kahitna atau JKT48 mungkin yang lagu Pesawat Kertasnya lagi trending.

Ahhh ga sabar deh jadinya.

Dimensi yang Minimalis dan Praktis

Sebagai olshopper, admin komunitas dan (pernah) jadi admin sosmed sebuah layanan kesehatan, hal yang ga bisa saya lupakan tiap mau pergi ke luar kota dan harus nginep adalah keberadaan laptop. Udah kayak soulmate. Kemana-mana ngikut. 

Laptop saya saat ini berdimensi 14 inch dengan tebal dan berat yang bikin tas ransel saya udah kayak orang mau minggat. Berat dan penuh. 

Puk puk puk bahu saya dulu

Dibawa berat, ga dibawa ya gimana, coba? Suka deg-degan aja kalau tiba-tiba harus buka kerjaan. Tapi itu dulu. Kalau udah punya partner VivoBook 13 Slate OLED ini beban saya bakal banyak berkurang. Pasalnya gawai yang satu ini beratnyaga sampai 1 kg, lho. Cuma 785 gram! Tebalnya? Tidak sampai 1 cm. Cuma 7,9 mm. 1 cm aja ga sampai. Ringan sekali, ya? 


Selain itu gawai ini bisa kita isi ulang dayanya hanya menggunakan usb dengan memanfaatkan koneksi USB tipe C. Nah makin hemat aja ruang yang terpakai di tas. Jangan khawatir kalau misal kelupaan ngecharge. Umur pakainya panjang juga. 9 ,5 jam. Buat yang kerja kantoran pas kelupaan bawa charger atau kesulitan nyari colokan, aman deh.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya pun ga lama juga. Dengan durasi 39 menit, daya gawainya sudah terisi 60%. Ga sampai sejam yang dibutuhkan kalau kita mau mengisi dayanya sampai penuh.

Rotasi Tampilan layar

Oiya, hampir lupa. Dudukan atau alasan dari VivoBook ini bisa kita lepaskan. Fungsi Laptopnya bakal berubah jadi tablet. Kita juga bisa merotasi tampilannya jadi portrait atau landscape.  Siapa yang suka nonton di gawainya sambil rebahan?

Sini toss dulu.
Biasanya kalau pas lagi streaming nonton bola atau film, kan suka pengen sambil rebahan tuh. Nonton dari laptop ya pegel belum lagi kalau dipakai lama-lama bakal panas dan membuat laptop cepat ngedrop. Tapi kadang nonton dari layar HP kok rasanya ga puas.

Ya udah, lepas aja tuh sandarannya. Dan mari kita nonton sambil rebahan. Serasa punya home theater mini. Jangan lupa siapkan cemilan dan minuman biar kegiatan nontonnya semakin asik. 

Fitur Lainnya 

Siapa yang hari gini masih saja harus zoom meeting meskipun kegiatan perkantoran sudah 100% normal? Meski cuma video call-an, jangan remehkan kameranya. VivoBook 13 Slate OLED ini didukung oleh tampilan kamera depan 5 MP dan kamera belakang 13 MP.  Ga usah khawatir, tampilan kita 

Diluncurkan mulai tanggal 29 Juni 2022, gawai ini dibanderol dengan harga 9 juta kurang seribu perak, alias Rp. 8.999.000.  Fitur lainnya yang tetep membuat gawai ini tetap mumpuni adalah sduah dibenamkan sistem operasi Windows 11 dengan fitur-fitur pendukungnya yang membuat performanya tetap gahar alias ga lemot. Ya keren tampilan harus didukung juga sama kapasitas. Ya, ga?


Apalagi untuk menjaga stabiltas streaming pertandingan atau menyaksikan video secara steraming, kapasitas sistem operasi akan sangat mempengaruhi kenyamanan kita saat menonton. Jangan sampai ketika tetangga sebelah sudah teriak gol, kita malah lagi sibuk nepuk-nepukin layar yang masih loading. Enggak banget, deh. Mending tidur aja daripada bete mah hehehe

Koneksi Internet yang Mendukung

Jangan salah juga. Untuk koneksi internet, sistem WiFi pada VivoBook 13 Slate OLED T3300 bisa diajak ngebut.  Seperti ini spesifikasinya


Perpaduan piranti keras dengan RAM yang sudah tinggi dengan sistem WiFi terbaru, memuat kinerja laptop ini tetap maksimal. Ga akan ada drama buffering karena Wifinya sudah kecapean.

Asus Pen 2.0 .Buat yang Suka Gambar

Selalu ada momen lucu, dramatis  atau mengharukan dalam setiap pertandingan bola. Kreativitas para netizen kerap membuat momen-momen lucu itu diabadikan dengan karikatur atau animasi yang menghibur. Anda juga bisa mengabadikan momen itu dengan menggunakan Asus Pen 2.0. 
Selain sebagai alat gambar, pen ini bisa kita gunakan sebagai penanda pada aplikasi tertentu dan pastinya juga bisa digunakan untuk mencatat. 

Responnya yang akurat dari pen ini akan membuat aktivitas kerja dan hiburan bisa kita lakukan dalam satu gadget yang sama.

Nungguin Piala Dunia masih agak lama. Sekitar 5 bulan lagi. Tapi buat menikmati pengalaan nonton dengan fitur-fitur itu tadi ga usah nunggu sampai bulan November. Liga-liga di Eropa akan segera bergulir, begitu juga dengan liga lokal. Dan pastinya bisa kita pakai juga buat nonton atau melakukan aktivitas lainnya. Entah itu urusan pekerjaan atau sekadar hobi.







Share:

Friday, 23 October 2015

Koneksi Internet: Modem Vs Tethering

Tanya  dong, kalau  online dari  laptop atau  komputer  suka pake  apa sih buat  koneksi internetnya? Dulu  waktu  masih ada sambungan fixed  line  di rumah, buat innternetan  saya ngakses internetnya pake jaringan  yang teintegrasi  dengan sambungan  telepon  rumahan itu. Bayarnya patungan sama  adik-adik  saya. Karena  kuotanya  unlimited,  ga masalah mau  online  berapa  lama,  berapa lappy atau komputer dan sekian mega  buat  ngunduh.   Ada tapinya, sih. Kalau dikasih cuaca  jelek biasanya suka  KO dan  pas  hujan gede  ga berani  juga buat nyalain. Takut kenapa-kenapa. Hiiiy, sereeem.

Sampai  satu hari....

Orang  tua saya memutuskan  untuk  memutuskan  hubungan kasih dengan sambungan fixed  line  di rumah. Alasannya, karena  boros. Lagian senua yang ada di rumah masing-masing  punya HP.  Konsekuensinya  saya yang membutuhkan  sambungan internet  jadi  beli  modem  biar  bisa tetep keep in touch alias online terus. Budget patungan  abodemen  internet  jadi dipindahin buat  beli  kuota  bulanan.  Lalu  sampai satu hari  modem saya patah  sodara-sodara.... hiks... Padahal belum sebulan.   Beli  lagi? Semacam kombinasi antara sakit  hati, males  dan sayang  harus  ngeluarin  uang lagi  *mode  ngirit  on*
properti  sendiri
Tapi  kan... saya tetep perlu  akses  internet.  Terus  gimana, dong?

Kan ada tethering.

Saya memanfaatkan akses  internet  dari  sambungan wireless  HP  itu.  Lumayan  membantu, selamat deh uang saya,  karena  ga harus  beli lagi hihi...    Cuma nih,  masalahnya HP saya suka jadi hareeng alias  over heat. Kepanasan  bahasa  Indonesianya mah.  Belum lagi kalau  lupa  ga diisi ulang  batrenya,  tiba-tiba sambungannya  terputus.  Masih  bagus  kalau cuma lagi browsing aja. Coba kalau  pas tekan post  di blog?  Dan  mepet  deadline  lomba misalnya.  Gimana kalau tiba-tiba  ilang  gitu  dan ga ada  cadangannya?  Kan pengen nangis  kejer  kalau  harus  mulai lagi dari nol.  Biarin deh,   SPBU  aja  yang  mulai dari nol. Saya mah sakit  hati kalau ngalamin gitu (dan pernah lho).  Makanya  buat mengantisipasi  saya suka  ngetik dulu di word.  Biar kalau kenapa-kenapa,  masih ada back  upnya.

Sebenarnya  saya  disarankan teman  buat  ngonsep postingan  blog di  notepad. Katanya  biar  ga dianggap  copas  pas inspeksi  laman.  Katanya  siiih  kalau  ngetik dari word trus  copas di  badan postingan  masih dianggap  copas sama  Om Google.  Entah, lah. Saya ga ngerti dan ga kepikiran soal gitu. Tulisa  blog saya  ori,  bukan KW.  Suer, deh. Aslinya  ga kepikiran  bakal dituding copas  kalau iya  gitu.  Eh, eh..  disclaimer nih, kalau  di tulisan blog saya  ada rujukan pun suka saya cantumin dan saya rewrite lagi dengan bahasa sendiri (ya iyalah). Selain itu,  saya  ini penganut  tampilan ngetik rata kiri kanan alias justify.   Makanya lebih  nyaman  ngetik  di word. 

Sebenarnya  bisa sih  ngetik  di notepad lalu tetep di seting rata  kiri  kanan  di badan  blogpost. Cuma kalau  udah kebiasaan, suka reflek gitu. Balik lagi ke word  buat  ngonsep.   Nah tulisan  yang ini sih saya  ketik langsung  di  blogpost, tapi tetep sesekali  saya  copasin ke word. Buat jaga-jaga, just  in case saya  something  happen,  lalu  tulisan saya  hilang, kan nyesek.   Sekalian survey ah, sama  yang suka  merhatiin postingan blog saya.  Enakan liat  yang  mana, sih? Langsung nulis  di  blogspost  gini  atau saya  ketik dulu  di word  lalu copas  di sini?


Ngomongin soal  koneksi internetan, belakangan saya  akhirnya  balik lagi  internetan  pake  modem. Asiknya  nih, yang saya pake sekarang  modem  yang  support jaringan 4G LTE.  Kebetulan tempat tinggal saya termasuk  yang coveragenya kenceng.  Pas  buka youtube  pun ga ada lagi buffering yang bikin baper.  Padahal  kalau di peta  bisa dibilang Bandung  pinggiran  karena berbatasan dengan Cimahi  hehehe.  Cihuynya,  HP saya  ga lagi  ngalamin hareeng  alias  kepanasan, karena  saya  geber buat tetheringan *elus-elusin  HP*.  Meskipun  jaringanya  CDMA,  ga ada  masalah buat  kebut-kebutan di dunia  maya.  

Jadi,  gimana modem apa tethering? Wifi atau akses lainnya? Terserah sih,  feel free  aja, gimana enaknya.  :)
Share:

Saturday, 26 September 2015

Jelajah Kuliner Lebih Mudah Dengan Aplikasi Mobile

Coba sebut  nama Bandung.  Yang teringat  biasanya  weekend  dan kulinernya.  Jangan ditanya deh, kalau  soal cari makan enak  di Bandung, ada  banyak  spot  makan  yang  enak dan sangat  enak  :). Yang murah meriah  sampai yang berkelas,  yang lokal  sampai  yang  interlokal eh maksudnya  menu  makan dengan selera  luar. West,  oriental, ala-ala arab atau  campuran?  Ada!  

Terus  pernah ga kepikiran, makan enak, dan  sehat di Bandung di mana, ya?  Kalau punya lidah  yang peka,  biasanya kita bisa merasakan makanan  ini pake penyedap dan itu enggak.  Nah, mencari resto  yang menyediakan menu makan tanpa  bumbu MSG  itu yang susah.  Tapi nih,  buat  yang  pengen  makan apik dan enak di Bandung ada, kok.  Porto Resto salah satunya.  Tadinya  saya cuma iseng nanya sama PR-nya, Mbak Stephani. Eh, ada. Alhamdulillah  J
PortoResto: World  Culinnary Adventure
"Mbak, bisa pesan menu custom, ga? Semisal  kita pesan  menu ini tapi jangan  pake  pemanis,  jangan pake  MSG  atau request lainnya,” gitu  pertanyaan saya.
Eh jawaban  yang disampaikan oleh Mba Stephani  bikin saya suprise, sekaligus senang.
Share:

Wednesday, 5 August 2015

Vandroid X7, Tablet Lokal Rasa Internasional

Saya lagi asik ngetik cuitan  live twit di  ponsel pintar  saya  ketika salah satu  blogger  bilang  baru tahu  kalau gadget Advan adalah  merek asli Indonesia.  Ah, saya  ada temen ternyata.
"You are not  alone,  mbak," batin saya dalam hati hehehe.

Iya, kayaknya bukan saya dan mbak itu tadi.  Masih banyak yang mengira kalau  Advan ini  setali tiga uang dengan beberapa  gadget  murah meriah lainnya  yang kebanyakan memang produksi pabrikan Cina. Padahal  ini asli Indonesia, lho. Bangga dong!
http://www.catatan-efi.com/2015/08/vandroid-x7-tablet-lokal-rasa-internasional.html
Tanya jawab launching Advan X7. Credit: Efi
Tunggu sebentar. Murah meriah?  Gimana kualitasnya?
Iya. Advan  memang  dibanderol dengan harga murah tapi  soal fitur dan  layanannya  berani diadu, lho.  
Share:

Saturday, 22 February 2014

Mengenang My Old Fashion Cell Phone

Kalau ditanya apa sih HP pertama yang dipunya? maka saya akan menjawab dengan malu-malu, Motorola seri yang saya sendiri lupa apa namanya. Setelah ngubek-ngubek koleksi gambarnya Om Google, nah, saya masih inget penampakannya. Seperti ini nih.
Mengenang My Old Fashion Cell Phone
courtesy : livingtheexpectations.blogspot.com


Entah apa nama serinya, saya ga nemu. Yang jelas model ini really freak oldies! Emang ga setebel saudaranya yang dimensinya  hampir menyaingi batu batu dan bisa dipake buat nimpuk (hehehe, tapi saya ga pernah nimpuk orang pake hp. sayang euy, kemahalan). Masih inget ga, sama penampakan saudaranya yang ini?

Share: