Pernah nggak ngalamin berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama? Semacam cinta pada second sight, third sight, sampai ke sekian kali. 😄
Hari ini dia cantik/ganteng pake banget. Besoknya kita dibuat notice: ternyata dia tuh smart. Besoknya lagi, ngeh dia tuh bisa diandelin. Terus dia juga royal, baik hati, suka menolong, dan cinta tanah air. Hihihi... Pramuka, dong.
Jadi gini. Beberapa hari lalu saya dateng lagi ke gathering-nya Asus. Kali ini ngenalin lini produknya Asus ExpertBook Ultra yang mengusung tagline "The Flagship of The Industry. Period."
Tepatnya hari Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Hotel De Java, Jalan Sukajadi, saya dan teman-teman dari Blogger berkenalan dengan Asus ExpertBook Ultra ini. Selama ini, di mata saya, Asus identik dengan military-grade, dan casisnya yang ramping itu jadi poin plus buat saya. Selama nyimak paparan dari tim Asus, saya jadi mikir, tagline-nya itu pas banget.
Selama ini kita masih mikir laptop fungsional dan laptop stylish itu dua hal yang terpisah. Asus mendobrak pemikiran itu dengan menyatukan semua fitur, baik fisik maupun internal, dalam satu laptop saja.
Bukan Cuma Laptop Tipis
Dengan berat cuma 0,99 kg dan bodi setebal 10,99 mm (lebih tipis dari handphone), Asus ExpertBook jadi 34% lebih ringan dibanding laptop aluminium standar. Tapi jangan salah, meski ultra ringan dan tipis, dia tangguh, bisa menahan beban sampai 100 kg. Ini dibuktikan lewat 3 kali simulasi, salah satunya oleh tim Asus yang menumpuk 10 keping beban (1 keping = 10kg), dan saya juga ikutan coba.
| tetap menyala Walau ditimpa beban 100 kg! |
Sempat ada seruan dari teman-teman blogger: "Tapi kan Teh Efi mah kecil." Baiklah, biar lebih yakin, saya ngajakin Teh Nurul ikutan nginjak laptopnya. Total BB kami berdua sekitar 90 kg-an, jadi masih aman. Walau pas laptopnya dibuka saya sempat deg-degan 🤣, terbukti laptopnya baik-baik saja. Yeay. Emang sekuat itu!
Selain itu laptop ini juga tetap aman saat terkena siraman air, nggak rusak walau jatuh dari ketinggian 120 cm, bahkan uji coba yang ekstremnya pernah dites presentasi di puncak Everest (8 km). Kalau manusia, udah hypothermia duluan, tapi laptopnya balik dalam kondisi utuh. Gokil, kan?
Visual dan Audionya Berani Diadu
Pernah nggak lagi wfc atau buka laptop di tempat terang, malah pusing karena pantulan cahaya di layar bikin nggak nyaman di mata? Asus ExpertBook punya layar sentuh 14 inci 3K yang tajam, jernih, dan anti-silau. Andalannya adalah teknologi Tandem OLED (dua lapisan layar) yang bikin tampilan 3 kali lebih terang, 40% lebih hemat baterai, dan lebih awet.
Berkat teknologi ini, ngetik di bawah terik matahari pun layar tetap jelas tanpa bikin kita memicingkan mata. Pergerakannya mulus, akurasi warnanya tinggi, jadi kerja di mana saja nggak masalah dan mata nggak gampang lelah. Selain itu layarnya juga sudah dilapisi kaca pelindung Victus yang kuat menahan benturan dan goresan, jadi aman dibawa ke luar ruangan. Nggak bikin khawatir bakal kena codetan yang bikin tampilannya nggak estetik. Sebel kan ya kalau lihat laptop kita udah bared-bared?
Soal audio, laptop ini punya 6-Speaker Spatial Audio dengan Dolby Atmos: 2x woofer dual-diaphragm, 2x tweeter, plus smart amp dan DAC dari Cirrus. Suaranya bisa sampai 95 dB, jauh di atas rata-rata ultrabook yang cuma 85 dB. Woofer dan tweeter yang terpisah bikin bass-nya mantap tanpa mengorbankan kejernihan vokal — enak buat nemenin kerja sambil dengerin musik atau nonton film pas istirahat.
Ditambah lagi, ada mikrofon Noise-Canceling berbasis AI (VoicePrint) yang bikin kita bisa hybrid meeting di kafe rame sekalipun tanpa headset, karena suara bising otomatis hilang dan suara kita tetap jelas ke lawan bicara. Laptop ini juga bisa nangkep suara siapa aja yang ngomong dengan transliterasi yang akurat, minim typo. So, bakal kepake banget buat nulis hasil wawancara atau jadi notulen pas zoom meeting, jadi nggak perlu muter ulang rekaman.
![]() |
| grafik suara laptop Asus yang stabil (kanan) |
Paket Kecerdasan AI
Siapa sih yang nggak kenal AI? Let's say AI sejuta umat kayak ChatGPT, Gemini, atau Claude. Nah, Asus ExpertBook ini juga udah dibekali fitur AI. Untuk skenario multitasking korporat seperti rapat maraton via Teams sambil ngolah data di Excel dan ngecek laporan PowerPoint, laptop ini bisa jalanin semuanya dengan lancar. Efisiensi chipnya juga kerasa banget pas fitur notulen otomatis berbasis AI diaktifkan.
Fitur ASUS AI ExpertMeet juga memproses transkripsi, penerjemahan bahasa, dan optimasi kamera web sepenuhnya lewat NPU. Hasilnya, prosesor tetap dingin, hemat baterai, dan unggul di kekuatan pemrosesan AI lokal dibanding kompetitor.
ASUS juga menghadirkan tools Zenni Claw yang bikin agentic AI bisa jalan secara lokal maupun cloud, terhubung dengan Anthropic, OpenAI, atau Google Gemini. Saat kita butuh bantuan generate AI yang sifatnya privat, koneksi AI secara offline membuat data kita tetap aman karena hanya tersimpan secara lokal.
Si Paling Minimalis
| engselnya juga kokoh, tidak mudah patah |
Bukan cuma bodinya yang ramping dan ringan, Asus ExpertBook Ultra ini juga dirancang minim tool pendukung: port lengkap, nggak butuh dongle, bisa charging pakai powerbank, sampai penggunaan dayanya yang efisien.
Untuk pengetikan, keyboardnya paling nyaman ditunjang oleh key travel 1,5 mm. Kedalamannya lebih reponsif dari standar kompetitor yang punya kedalaman 1,1 mm. Dengan keunggulan ini, menjadikan aktivitas kita saat membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengetik jadi lebih minim terkena pegal-pegal.
Dengan sistem pendingin berupa ASUS ExpertCool Pro bikin laptop adem tapi tetap senyap. Ada 3 mode kipas: Whisper (nyaris tanpa suara), Standard (pelan, untuk kerja harian), dan Performance (untuk kerja berat). Sesenyap apa pun kipasnya, laptop tetap dingin dan performanya stabil, bahkan saat ditutup dan disambungkan ke docking. Cocok banget dipakai pas meeting penting atau di ruangan yang butuh suasana tenang. Blower? Apa itu blower? Nggak usah, soalnya dia udah otomatis menurunkan teemperaturnya saat beban pekerjaan semakin meningkat.
| bodi tipis dan ringan |
Sustainable Resilience
Untuk keempat kalinya berturut-turut, ASUS masuk dalam daftar Clean200 berkat pendekatan circular economy. Semua lini ExpertBook sudah EPEAT Gold-verified dengan laporan jejak karbon, mencakup upaya daur ulang (global take-back services, e-waste recycling), penggunaan material ramah lingkungan, hingga sourcing logam dari smelter yang memenuhi standar. Sementara itu, lini ExpertCenter sudah EPEAT Silver-verified, dengan fokus pada efisiensi energi, desain modular yang mudah dibongkar, serta kemasan yang bisa didaur ulang.
Selain itu, ASUS juga mengantongi berbagai sertifikasi internasional yang mendukung komitmen ini, seperti TCO (pengurangan risiko sosial & lingkungan), FSC (sumber bahan berkelanjutan), Carbon Footprint Report, RoHS (bebas zat berbahaya), Repairability Index (kemudahan servis produk), dan WEEE (pengambilan kembali serta daur ulang perangkat elektronik). Efisiensi energi laptop ASUS bahkan disebut melampaui standar ENERGY STAR hingga 42%, menegaskan posisi ASUS sebagai salah satu EPEAT Climate+ Champion.
Sebenarnya masih banyak fitur lainnya dari Asus ExpertBook Ultra ini. Saran saya, sambangi deh store Asus terdekat di kota kamu untuk merasakan pengalaman yang lovable seperti yang saya rasakan juga.





0 Comments:
Post a Comment
Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.