Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut

Kalau ngomongin soal transportasi antar kota, apalagi yang jaraknya lumayan jauh, kereta api adalah pilihan terbaik. Perkiraan tibanya ynag presisi membuat kita lebih mudah merencanakan janji atau jadwal lebih mudah dan disiplin. Iya disiplin, karena kita harus komitmen dengan jadwal. Lewat semenit dari jadwal, udah deh siap-siap nangis ditinggal kereta.  Hanya dalam kondisi force majeur seperti banjir atau perbaikan rel saja kedatangan kereta bisa ngaret. Selebihnya, ga ada.

Kendala pergi dengan kereta mungkin satu ini saja. Tidak semua kota punya stasiun  yang bisa menghubungkan kita dari satu ke kota dengan si ular besi. Tapi ada good news di awal tahun 2020 ini. Jalur Cibatu-Garut yang sudah lama tertidur selama 37 tahun akan dibuka kembali. 

Sebelum diresmikan penggunannya, direktur KAI Edi Sukmoro bersama Bupati Garut, Rudy Gunawan melakukan peninjauan untuk mengecek kesiapannya. Sebuah momen yang spesial karena di hari yang sama Garut sedang merayakan ulangtahunnya yang ke-207. Semacam kado ultah yang manis.


Sekilas Stasiun Cibatu-Garut

Usia stasiun Cibatu-Barut sebenarnya sudah cukup lama. Saat PT KAI masih dipegang oleh Hindia Belanda dan bernama Staastspoorwegen.  Jalur Cibatu-Garut pertama kali beroperasi pada tanggal  14 Agustus 1880 dengan lintasan sepanjang 19 km. 

Empat puluh satu tahun kemudian dibuka juga jalur yang menghubungkan Garut dan Cikajang dengan panjang lintasan 28 km pada tanggal 31 Juli 1930. Pada waktu itu, pembangunan jalur kereta ini ditujukan untuk  mengangkut hasil bumi dari Garut semisal teh, karet, kentang, kina dan kayu mala serta membuka akses dengan wilayah selatan di Jawa Barat.

Hari H Inspeksi

Di hari yang bersejarah itu, saya bersama teman-teman  dari Bandung dan Jakarta ikut merasakan atmosfirnya selama seharian.  

Jam 6.30 saya sudah sampai di stasiun dan bertemu dengan teman-teman lainnya. Kereta yang akan digunakan hari itu adalah Kereta Inspeksi (KAIS). Kereta khusus yang digunakan oleh pejabat  untuk melakukan inspeksi dari satu kota ke kota lainnya. Walaupun jadwalnya tidak tentu, KAIS tetep berpedoman untuk mendahulukan kereta reguler untuk tetap jalan. 

Kalau  ada persilangan dengan kereta lain yang berlawanan arah, KAIS akan berhenti dulu menunggu kereta reguler tetap jalan lebih dulu. Semisal ketika sampai di Rancaekek dan Nagreg, KAIS yang kami tumpangi sempat transit beberapa lama, lho.

By the way, kereta inspeksi yang tampilannya keren dan menawan ini adalah gerbong kereta lama yang direkonstruksi ulang, lho. Bukan bikin yang baru. Keren, ya?


Balik lagi ke cerita inspeksi hari itu ya.  Ada 4 stasiun di Garut yang ditinjau,yaitu 

  • Stasiun Cibatu
  • Stasiun Pasir Jengkol
  • Satasiun Wanaraja 
  • Stasiun Garut.

Suasana di Dalam Kereta

Enggak tahu kapan lagi bisa merasakan kabin ekslusif kayak gini. Lebih mewah dari kereta eksekutif yang pernah saya tumpangi.  



KAIS sendiri terdiri dari ruang masinis yang posisinya ada di ujung kereta, lalu ada ruang inspeksi, ruang lounge  dan ruang genset. 



Beralih ke gerbong berikutnya ada ruang makan, ruang pantry, ruang bagasi dan toilet. Ini toiletnya juga kayak toilet di hotel. Lega dan wah, mewah!



Bersambung ke gerbong lainnya ada ruang rapat, ruang lounge lainnya, ruang bagasi dan toilet (lainnya). In case lagi ada di gerbon lain, dan lagi kebelet pipis sampai diujung, posisi toilet terdekat adalah pertolongan pertama pada kebelet :)
ruang  meeting KAIS. Credit Nchie Hanie
Nah untung gerbong keempat, ada mini bar, ruang penumpang dengan seat yang spasius, enak banget buat selonjoran kaki, musola lengkap dengan peralatan solat  yang bersih dan wangi juga toilet lagi. Ya sepenting itu keberadaan toilet di dalam kereta, di tiap  gerbong available.

Di rangkaian terakhir ada ruang kabin masinis, ruang lounge, ruang inspeksi dan ruang genset + ruang kru.

Tidak sembarang orang memang bisa mengalami perjalanan perjalanan dengan KAIS. Tapi jangan khawatir, ke depannya KAIS juga bisa diakses sebagai kereta wisata. Let's say mau bikin intimate wedding dengan konsep travelling by train. Wow, tertarik? Ayo para jomblo, buat planingnya dari sekarang, ya.


Menikmati Pemandangan

Siapa yang suka terpesona dari balik kaca kereta setiap saat travelling? Hamparan sawah dan bentang alam yang membius mata juga sukses menghipnotis kami. 



Apalagi saat kami melintas di jembatan Citiis, dan melihat kelokan jalan di bawah sana. Indah banget. Saat perjalanan pergi saya ga sempet mengabadikan. Perjalanan balik ke arah Bandung membuat saya siaga untuk menunggu melintas lagi di tempat yang sama. 


Indah, kan?

Sambutan Warga

Ada hal yang menarik soal Stasiun Cibatu ini. Stasiun yang dibangun pada tahun 1889 pada jaman Belanda ini sempat disinggahi oleh aktor dunia Charlie Chaplin sebanyak dua kali yaitu tahun 1927 dan 1935. Konon beliau sempat menyaksikan atraksi adu domba di sana. Adu domba dalam arti sebenarnya lho ini, ya. Bukan adu domba yang konotatif gitu.
sumber: Kaskus

Ini jadi fakta sejarah juga kalau sudah lebih dari seabad lalu Garut sudah jadi tujuan wisata turis Eropa buat berlibur. Nah dengan dibukanya kembali jalur ini, tentunya secara ekonomi akan memberi value added bagi kota Garut. 



Makanya  ketika memasuki Garut, mulai dari stasiun Cibatu kami mendapat sambutan luar biasa dari warga Garut. Ga nyangka bakal mendapat sambutan seantusias itu.


Duh waktu ngetik ini aja, saya sampai merinding. Seakan mengulang kembali sensasi yang sama saat itu. Lambaian warga di sepanjang jalur yang kami lalui beneran bikin takjub. Seimpresif itu kah sambutanya?

Semakin dekat dengan stasiun Garut, atmosfir takjub dan keharuan semakin meringkus kami. Terhalang rangka besi tidak menghalangi tranfer energi dari luar gerbong untuk merasakan antusias warga.

Setelah bebera waktu, salah satu pintu gerbong dibuka. Beberapa warga ada yang beruntung untuk masuk untuk berfoto, mengabadikan sejarah hari itu. Sementara itu beberapa warga lainnya mendekatkan wajahnya di jendela untuk mengintip seperti apa suasana di dalam kereta. 

Beberapa teman tidak kuasa menahan tangis. Saya sendiri merasa sensasi gemetar dan merinding di sekitar wajah. Mau nangis, malu. Jadi ditahan aja. hahaha. Tapi ya rasa haru ga bisa ditahan. Ga usah malu sih ya, kalau mau nangis karena melihat pemandangan mengharukan seperti ini.

Saya sendiri beberapa kali sempat ngajak warga yang mendekat dengan jendela untuk selfie bersama.  Teman-teman lainnya malah mendapat rejeki nomplok berupa followers baru. Rikues untuk berteman dan pertanyaan mana upload foto segera menyerba inbox instagram. 

Selain pengecekan yang dilakukan tempo hari pihak KAI sendiri sudah beberapa kali melakukan uji kekuatan jalur kereta api untuk memastikan jalur yang akan dilalui saat resmi beroperasi sudah benar-benar aman.

Selain reaktivasi jalur yang akan segera diluncurkan,  secara infrastruktur, Stasiun Garut akan didukung oleh gedung yang megah dan lengkap berupa dua gedung yang terbelah di dua sisi, utara dan selatan.  Fasilitas seperti hotel, kafe, menara pandang dan penunjang lainnya juga akan hadir di stasiun ini. 

O,ya  saat inspeksi tempo hari ini, KAI juga membagikan kado berupa 300 paket alat tulis untuk anak-anak sekolah di sepanjang jalur reaktivasi Cibatu-Garut. 

Tadinya saya bareng rombongan teman juga direncanakan bergabung dengan tim KAI dan Pemda Garut untuk berkunjung ke pendopo. Sayangnya situasi saat itu membuat kami tertahan dan harus menunggu di dalam kereta.

Sisi lainnya dari waktu menunggu ini kami bisa sedikit lebih intim dengan warga. Memanfaatkan celah untuk menyelinap lewat pintu beberapa teman sempat melihat situasi Stasiun Garut, ngobrol dengan warga sampai jajan di sana. Adik-adik sekolah dari Garut yang tunawicara pun sempat menyampaikan kegembiraannya dengan kehadiran jalur kereta api di Garut.  Gagal move on deh kami dalam kereta.  Haru biru di sekitar stasiun terus menyelinap ke dalam kereta, sampai ke hati. 

Selesai acara protokoler dan puas  berfoto dengan warga yang menyambut di perhentian terakhir Stasiun Garut, kereta inspeksi yang kami tumpangi balik lagi menuju Stasiun Bandung.  Pengalaman pertama yang entah kapan bisa terulang lagi menumpang kereta inspeksi ini juga jadi saksi dari peristiwa bersejarah jadi kenangan yang susah untuk dilupakan seumur hidup.

Semoga perekonomian di Garut  akan semakin maju dengan diaktifkannya kembali jalur Cibatu-Garut ini, ya.

1 Comments

  1. Manteebb . .jadi Pengen coba nih kak. . keretanya keren keren itu

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.