Sunday 29 October 2017

Akhir Pekan Seru Bersama Hotel Dafam Rio Bandung

Cengkeh, cengkir,  kencur....
Coba deh sebutkan nama rempah dan jenis buah ini bersamaan. Yakiiin ga akan terpeleset lidah? Yakin bisa mulus menyebutnya berulang secara runut juga?

Jadi nih, ... ceritanya saya barengan beberapa teman-teman Blogger Bandung mengikuit games  di Taman Hero  yang diadakan oleh Hotel Dafam Rio Bandung. Games inijuga diikuti oleh perwakilan beberapa perwakilan manajemen hotel dari grup DHM Associates (De'Rain dan Pasar Baru Square) . Bukan hanya games menyebutkan nama-nama ini, beberapa games lainnya yang dipandung oleh Kang Sule  juga tidak kalah serunya. dan pastinya sukes memecahkan tawa diantara kami. Walau baru hari itu kami bertemu dan kenalan dengan tim manajemen hotel, tapi kelucuan demi kelucuan   yang pecah sukses mencairkan suasana.

Permainan yang kami ikuti hari itu sebenarnya bukan  hanya menguji fokus tapi juga melibatkan permainan fisik meski ga terlalu bikin capek. Misalnya ketika kami harus berpasangan dua-dua,  atau berkelompok jadi 3,4,sampai orang, atau  ini nih,... kami diminta menggambarkan gajah dan semut lewat gesture secara terbalik.
credit photo

credit photo: Tian
Gajah yang digambarkan besar,  atau semut yang identik dengan mahluk paling imut hari itu kami gambarkan sebaliknya.  Selalu saja ada  yang miss alias kebalik-balik.Gajah yang urang Sunda bilang badag njum masih saja ada yang melukiskan dengan geture tangan sebagai mahluk  mungil. Eh, pas giliran nyebut semut malah digambarkan sebagai mahluk besaaaar. Simpel sebenarnya, tapi tetap saja membutuhkan fokus.  Buat saya yang tipikal otak kanan, setiap Kang Sule memberikan arahan selalu saya coba menghapalkannya hahaha.....

Permainan suit untuk menentukan siapa tim pemenang pun tidak kalah kocaknya. Suit gajah, semut orang atau batu, kertas dan gunting terlalu mainstream. Hari itu kami mendapat variasi suit yang baru. Samson, Delilah dan Macan lengkap dengan gesture dan penyebutannya. Jadi kalau misal ketika memeragakan pose Samson ya harus nyebut Samson.  Ga boleh jadi Delilah atau Macan. Agar lebih seru,  dalam satu kelompok semuanya harus kompak.  Ga boleh ada yang beda pose atau salah nyebut. Kebayang ga, sih, kalau ketika nyebut Samson tapi pose kita aduhai kemayu atau waktu nyebut Delilah malah nampak intimidatif kayak macanmau nerkam lawannya? Bagian ini juga sukses bikin kami ngikik, walau kalah atau menang. Bodor alias kocak pisan.

Kalaupun misalnya tim saya mengambil suit Samson dan tim lawan posenya adalah Delilah, tapi ada satu yang nyeleneh, tetep aja poin jadi milik lawan. Makanya konsentrasi dan komunikasi diperlukan dalam permainan ini.Bisa dibilang permainan yang kami ikuti hari itu  90% mengalihkan perhatin kami dari gadget. Kami hanya membuka hp hanya untuk foto-foto saja, itu pun tidak semua sempat terdokumentasikan. Notif chat, messenger, sosmed, bye! Maafkan kalau kami slow respon hari itu huehehe.... Kebanyakan foto-foto yang bisa saya abadikan menjelang akhir dan sesudah games saja. sisanya difotoin oleh Kang Ali yang lebih  banyak motoin dari kamera DSLR. Boleh juga nih diet medsos selama kurang lebih dua jam.Keren!
credit photo: Tian

Jalan-jalan ke Taman Hero  plus games yang digelar dan kami ikuti hari itu adalah gimmick unik yang ditawarkan oleh Hotel  Dafam Rio yang beralamat di Jalan Riau alias RE Martadinata nomor 160 Bandunguntuk tamu-tamunya. Hotel berbintang tiga ini memiliki  36 kamar yang terdiri dari  23 kamar tipe Superior, 10 kamar tipe Deluxe dan 3 kamar tipe Executive. Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas berupa AC, TV LED dengan saluran stasiun internasionalnya, telepon, kunci kamar berupa kartu sensor, layanan laundry, Coffe & Tea Maker serta fasilitas lainnya seperti wifi, room service yang bikin nyaman dan betah selama menginap.








Sebenarnya jalan-jalan ke Taman Hero yang kami ikuti hari itu bukan cuma satu-satunya fasilitas tur yang disediakan oleh hotel Rio. Bekerja sama dengan komunitas Aleut, punya banyak list jalan-jalan seputar Bandung.  Misalnya saja wisata misteri,  jalan-jalan ke Taman Maluku, historical walk ke tempat-tempat bersejarah yang ada di  Bandung atau  yang lumayan agak jauh, main-main ke kebun teh atau kopi. Asik, kan?

Ngomongin Bandung dan liburan akhir pekan atau liburan lainnya memang identik dengan yang namanya macet. Ngeselin memang kalau sudah tertahan di pintu keluar tol,  terus harus sabar menunggu sekian puluhan menit agar bisa lolos dari yang namanya jebakan macet. Padahal kalau dipikir-pikir pintu masuk tol menuju pusat Bandung bukan cuma tol Pasteur saja. Pintu tol Pasirkoja misalnya bisa jadi alternatif untuk berpaling dari kemacetan menuju ruas jalan yang lebih lega. Hal ini juga yang jadi perhatian manajemen hotel Dafam Rio untuk mengedukasikannya kepada tamu-tamu pengunjungnya agar tidak kehabisan waktu liburannya cuma gara-gara terjebak macet. Jangankan tamu dari luar Bandung,termasuk tips-tips jam yang relatif aman dari jebakan macet,  saya juga sebel sama macetnya Bandung :).

Masih soal liburan juga, maen ke Bandung biasanya tidak jauh-jauh dari 3 jenis wisatanya. Apalagi kalau bukan wisata alam, wisata kuliner dan wisata belanjanya. Hayo sudah ngubekin wisata ke mana saja kalau main ke Bandung? 

Kalau sering memerhatikan dan lewat di jalan Riau, yang namanya venue wisata kuliner di sini udah pabalatak alias bertebaran. Dari yang murah sampai yang mahal, dari yang tradisional sampai modern,  bahkan wisata kuliner yang legendaris seperti warung nasi Mak Eha yang terdapat di pasar Cihapit pun dekat loh dari hotel Dafam Rio ini. 

Sementara itu buat  yang ga mau capek belanja fesyen,   ga usah melipir jauh-jauh, karena ada Rio Stock Mall yang lokasinya sebelahan banget dengan hotel. Ibarat kata, tinggal ngesot aja juga sampai hahaha.... Koleksinya lumayan banyak. Terus nih, yang bikin saya suka, banderol harganya juga bersahabat dengan dompet. Lumayan ga terlalu bikin merasa bersalah, kalau tiba-tiba lapar mata melanda terus kepingin dan borong ini itu hehehe... Pssst...buat tamu hotel Dafam Rio ada diskon khusus loh kalau belanja di sini.  


Kalau Hotel Dafam Rio yang beralamat di jalan Riau mengusung konsep hotel keluarga,  maka  De'Rain Boutique Hotel  yang beralamat di jalan Lengkong  Kecil no.  76-80 Bandung mengusung konsep One Stop Entertainment. Hotel De'Rain yang berbintang 3 ini mempunyai 70 kamar di mana terdapat 54 kamar tipe deluxe, 14 kamar tipe executive dan 2 kamar tipe suite. Selain kamar-kamar penginapan, di dalamnya terdapat fasilitas lain seperti kafe, spa, lounge, sky lounnge dan karaoke. Sementara itu  hotel lainnya yang juga masih bagian dari grup DHM Associates, ada Pasar Baru Square. Hotel  berbintang empat ini memiliki 99 kamar. Untuk tipe superior ada 39 kamar, tipe deluxe sebanyak 35 kamar dan 15 kamar untuk tipe executive.
   

Hotel Dafam Rio mempunyai promo paket Sumuhun (Sumping Minggon, Uih Senen alias datang minggu pulang senin), lalu ada paket weekday dengan diskon sampai 65%, paket weekend dengan diskon 67% atau paket akhir tahun (Christmas & New Year package). 

Sementara itu untuk promo yang berlaku di De'Rain Boutique Hotel adalah paket  SMS atau Sabtu Minggu Senin, di mana kalau menginap di sini kita hanya perlu membayar IDR 999K saja, sudah termasuk  sarapan untuk dua orang. Kalau memerlukan fasilitas untuk meeting room, tersedia  paket mulai dari IDR 50K/orang yang bisa menampung  audiens sampai 100 orang. Lalu ada juga fasilitas karaoke,  spa  (diskon 20% untuk hari sabtu dan minggu) yang terdiri dari 16 kamar serta kamar rendam dan sauna.  Setelah lelah muterin Bandung atau baru saja sampai,  para tamu akan dimanjakan oleh fasilitas ini (charge tambahan berlaku di luar biaya menginap) serta paket khusus yang menarik pada liburan natal dan tahun baru.

Kalau untuk penawaran dari Pasar Baru Square Hotel tersedia  penawaran berupa Sunday  Monday Packages, Meeting Packages dengan diskon 15%, Weekend Packages serta tentu ada juga paket khusus untuk libur natal dan tahun baru.

Untuk reservasi kamar selain via telepon dan web bisa juga melalui situs booking online seperti traveloka.

Hotel Dafam Rio Bandung
Jalan RE Martadinata  No. 160 Bandung 40113
Telp. 022-87243460
Fax 022 8724 3463
Website: www.dafamhotels.com
Email: info@dafam-riobandung.com
FB:  hotel dafam rio bandung
Twitter: @dafamriobandung
Instagram: @dafamriobandung

De'Rain Boutique Hotel Bandung
Jalan Lengkong Kecil Nomor 76-80 Bandung 40261
Telp. 022-87804800
Fax 022 87804801
Website: www.derainhotel.com
Email: info@derainhotelbandung.com
Twitter: @derainhotel
Instagram: @derainhotel

Pasar Baru Square Hotel Bandung
Jalan Otto Iskandar Dinata nomor 81-89 Bandung 40111
Telp. 022-4223237
Fax 022-437518
Website: pasarbarusquarehotel.com
Email: info@pasarbarusquarehotel.com
Twitter: pasarbarusquarehotel
Instagram: pasarbarusquarehotel
Share:

Monday 23 October 2017

Merintis Masa Depan Jadi Manager [infomercial]

Jadi manager? Itu pernah terlintas sedikit waktu saya masih SMA. Makanya saat seleksi kuliah dulu, jurusan manajemen jadi salah satu jurusan yang saya pilih. Begitu tau passing gradenya, mulai deh saya dirayapi cemas dan gelisah. Gila bener! Jumlah peminatnya banyak sekali. Persaingannya lumayan tinggi. 

Waktu pengumuman seleksi mahasiswa baru akhirnya saya diterima di jurusan lain. Masih satu rumpun sih, sama-sama fakultas ekonomi. Makanya saya tetap mendapatkan mata kuliah pengantar manajemen untuk beberapa semester. Selain manajemen dasar, ada juga pengantar manajemen keuangan dan ilmu bisnis. Lumaya ngejelimet hahaha… Tapi sebenarnya seru juga, apalagi sekarang ini ilmu manajemen bisa kita pelajari secara otodidak dari buku-buku umum yang cukup popular. Inget dong 7 Habbits of Effective Peoplenya Steven Covey? Suka atau tidak, tanpa disadari kita juga harus bisa me-manajemen diri sendiri dalam banyak hal keseharian. Ya waktu, ya uang, ya relationship (ish), endebra, endebre…

See? Ternyata ilmu manajemen itu sesungguhnya aplikatif, bukan teori semata. Apalagi buat yang berminat menapaki karir di perusahaan dan menduduki level manajemen perusahaan, ilmu manajemen ini wajib diperdalam. Ah, ternyata bukan soal hati saja yang harus dalam, ya? #apacoba? Salut dan respek deh, sama mereka yang mengusai ilmu manajemen ini. 

So, boys, gals, kalian yang sedang baca blog saya ini dan sedang nyari tempat kuliah, ada banyak universitas bisnis manajemen yang bisa jadi pilihan. Bahkan untuk jenjang setara sekolah menengah pun sudah ada jurusannya (di SMK). Untuk di Indonesia, manajemen bisnis jadi salah satu jurusan favorit selama beberapa tahun terakhir. Wohoo… siapa yang mau jadi bussinesman atau businesswoman? Kalian bisa mulai merintisnya dari sini.

Anyway, ternyata jumlah peminat pilihan program studi manajemen bisnis mencapai 139,109 peserta loh. Setiap peserta mempunyai 3 pilihan. Bisa jadi sebagai pilihan pertama, kedua atau ketiga. Baik lewat SNMPTN maupun SBMPTN. Walaupun masuk cabang ilmu sosial, mereka yang berasai dari jurusan eksak alias IPA bisa juga mendaftar ke jurusan ini. Makanya peminatnya bisa membludak segitu banyak karena menjanjikan masa depan yang cerah. Ehm...

Lalu gimana kalau ternyata ketika seleksi di perguruan tinggi tidak lolos? No worry ya gengs, karena kalian masih bisa kuliah di kampus swasta. Agar lebih fokus dalam mempelajarinya, beberapa jurusan ini bias jadi pilihan. Lebih cenderung ke mana minat kalian? Apakah Manajemen Bisnis, Manajemen Pemasaran, Manajemen SDM, Manajemen Keuangan, Manajemen Syariah, Manajemen Ekonomi Syariah atau Manajemen Produksi dan jurusan lainnya?

Dengan konsen dan fokus mempelajari ilmu manajemen ini kita disiapkan untuk menjadih manager dalam pengolaan perusahaan dan organisasi lebih spesifik sesuai latar belakang dan keahlian yang dimiliki. Jadi manajer keuangan? Kita akan belajar me-manage cash flow perusahaan. Jadi HRD? Asik juga karena kita belajar menjaga hubungan yang harmonis antara personal di dalam perusahaan dengan segala permasalahan di dalamnya. Begitu juga dengan manajemen pemasaran, manajemen produksi dan lainnya. 

Yang namanya ilmu tanpa praktek rasanya hambar dan bikin boring alias menjenuhkan. Dengan berkuliah Di universitas bisnis manajemen, kita juga akan mendapatkan pengalaman kerja berupa pelatihan di industri atau perusahaan. Teori yang sudah didapatkan selama kuliah bisa kita aplikasikan di lapangan.

Gimana, sudah mantap menatap masa depan jadi manager? Selamat merintisnya dari sekarang, ya.
Share:

Ini 3 Alasan Hotel Yasmin Jadi Rekomendasi Menginap di Bogor [Infomercial]

Bulan Oktober sudah hampir sampai di penghujungnya. Sebentar lagi November, terus Desember, deh. Aaaaak… syeneeeng dong yang mau liburan, karena libur hampir tiba *lalu nynayiin lagu lawasnya Tasya* Boleh lah sesekali me time di akhir tahun nanti. Refrehing dan membuang kejenuhan. Biar mood tetap stay good, ga direcokin bête. Ga usah jauh-jauh deh buat kalian yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya atau nih yag di Bandung, bisa deh ngacir (((ngacir))) dulu ke Bogor. Deket. Murah di ongkos tapi liburannya ga murahan. Apalagi udara di Bogot juga masih sejuk. Cocok buat titirah alias istirahat sambil cuci mata juga.

Kalau mau liburan di Bogor, untuk penginapannya, Hotel Yasmin Puncak adalah tempat yang paling reccomended. Ada banyak turis lokal dan interlokal eh asing maksudnya yang menjadikan hotel ini sebagai pilihannya. Demi apa coba, kalau bukan tiga alasan berikut ini?

Arsitektur Klasik Bergaya Eropa

Coba deh, perhatikan dari sekian penginapan dan resort yang ada di kawasan puncak. Hotel Yasmin ini paling unik. Desain gedungnya bergaya ala-ala Eropa. Ornamen dan detil lainnya serasa membawa kita menembus ruang melintas benua Eropa. Seems romantic, isn’t it? Yang kepingin jalan-jalan ke Eropa tapi belum kesampaian, puas-puasin deh,  berfoto di sini saat menginap nanti hihihi....

Fasilitas Lengkap

Kasur yang nyaman dan empuk rasanya kurang nampol kalau fasilitas ga mendukung. Tapi kalem aja deh, kalau nginep di hotel ini. Mau renang? Bisa banget. Di sini juga terdapat restoran, fasilitas playground buat anak-anak, lalu juga ada meeting room, fasilitas fitness buat yang ingin tetap menjaga kebugarannya walau sedang berlibur serta beberapa fasilitas lainnya yang bisa kita dapatnya. Jangan khawatir soal kebersihan setiap ruangannya. Hotel Yasmin juga sangat perhatian soal ini agar kita sebagai pengunjung betah dan nyaman selama menginap di sini.

Lokasi yang Strategis

Desain ok, fasilitas ciamik. Lokasi gimana? Siiip, ini juga yang jadi salah satu alasan kenapa nginap di hotel Yasmin ga ribet. Dengan lokasinya yang strategis, bikin kita jadi gampang mengakses jalan buat jalan-jalan. Beralamat di jalan Jeprah no 9 Palasari, hotel ini cuma yang berjarak 1,9 km dari Istana Presiden Cipanas. Dari sini juga sudah dekat kalau ingin jalan-jalan ke kebun Raya Cibodas, atau Perkebunan Teh di Puncak dan Taman safari Indonesia.

Dari Hotel Yasmin ke Kebun Raya Cibodas kita cuma perlu menempuh perjalanan 4,48 km saja. Lalu kalau ke kebun teh di Puncak, jaraknya cuma 5,93 kilometer. Kurang dari setengah jam sudah sampai lah. Walau dibanding lokasinya lebih jauh, untuk sampai ke Taman Safari jaraknya hanya 9,25 km dari hotel. Jadi ga salah atuh ya, kalau akhirnya resort di puncak ini jadi tujuan favorit para traveler untuk menginap selama liburan.

Hayu atuh kita liburan!
Share:

Saturday 21 October 2017

5 Hal Tentang AC Yang Berkualitas [Infomercial]

AC atau air conditioner (bukan angin cepoi-cepoi loh ya hihi) bukan lagi terhitung barang baru dan masuk kategori peralatan rumah tangga yang lux alias mewah. Apalagi kalau tinggal di daerah yang iklimnya lumayan hangat atau cenderung membuat kita lebih sering gerah/berkeringat. Dengan adanya ac akan membantu suhu dalam ruangan jadi stabil. Ga usah itu ambil Koran buat kipas-kipasin. Itu mah kurang efektif dan ga produktif jadinya.
credit: http://www.freeshareknowshare.com
Itu saja? Enggak juga. Masih ada manfaat lainnya yang bisa kita dapatkan dengan adanya ac. Selain ruangan jadi lebih nyaman,  ya itu tadi memnadjikan performa karyawan jadi efektif, produktif dan jangan sampai lupa, ruangan jadi lebih steril dari debu dan jamur. 

Bila dalam waktu dekat ini merencanakan untuk membeli ac, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika memutuskan untuk membeli ac. Bukan hanya harga terjangkau atau tidak tapi juga beberapa 5 hal berikut ini. 

Teknologi Low Watt

Kebanyakan keluhan yang disampaikan pemilik rumah yang sudah terinstal ac di dalamnya adalah tagihan listrik bulanan yang membengkak. AC memang identik dengan daya listrik yang boros. Itu sih dulu. Sekarang? Sudah banyak kok ac yang punya fasilitas low matt alias bisa bekerja dengan daya yang rendah. So, kalau ga mau listriknya byar pet juga karena penggunaan listrik yang boros gara-gara ac juga bisa teratasi. 

Teknologi Plasma Cluster 

Coba, ada berapa banyak merk AC yang bisa kita sebut? Apa pun merknya yang sudah kita kenal dan masuk dalam daftar survey, pastikan juga kalau sudah dilengkapi dengan fasilitas plasma cluster. Kenapa emangnya? Dengan adanya teknologi plasma cluster yang dibenamkan ke dalamnya, akan berfungsi membunuh kuman dan bakteri di udara. Dingin dan sejuk iya, tapi kalau tidak bisa mengusir bakteri, jamur, virus dan rombongan pencetus penyakit malah jadi ga sehat buat keluarga, kan?
credit  photo: Samsung

Ukuran Evaporator 

Biasanya setiap AC mempunyai ukuran evaporator yang berbeda - beda. Tapi catet, ya. AC dengan kualitas yang mumpuni biasanya juga ukuran evaporator yang besar. Semakin besar ukuran evaporatornya, semakin cepat ac bekerja mendinginkan suhu di dalam ruangan. 

Kualitas Bahan

Yang ini juga menentukan apakah sebuah merk ac layak dikategorikan sebagai ac berkualitas. Kualitas bahan serta baiknya sistem produksi sebuah ac, secara simpel bisa kita lihat dari semakin lamanya usia pemakaian. Beberapa merk terkenal seperti Samsung, Daikin, Panasonic dan sebagainya bisa jadi referensi atau pilihan untuk soal ini. 

Jaminan Purna Jual


AC terbaik bisanya memiliki jaminan purna jual alias memiliki garansi yang lumayan panjang dari vendornya. Dengan garansi panjang yang diberikan akan membuat para penggunanya merasa nyaman dan tenang kalau sewaktu-waktu ada masalah yang terjadi. Amit-amit deh, ya. Tapi makin amit-amit lagi kalau baru aja beli, eh udah rusak atau bermasalah.  Terus pas diperbaiki harus ngeluarin lagi biaya. Kan nyebelinnya nambah. Mestinya kalau sudah lolos dari uji kontrol ya, vendornya ga bakal ragu kasih jaminan sama pembelinya. Setuju, kan?
Share:

Friday 20 October 2017

Produktif Dengan Limbah Anorganik Bersama Alfamart dan Rumah Kreatif Indonesia

Waktu lihat tas selempang kecil berwarna ungu ini, saya lansgung tertarik dibuatnya. Lucu, elegan. Keren lah. Lalu saya dibuat amaze ketika tahu bahan utamanya dibuat dari kantong plastik.   Suer deh,  hasilnya begitu smooth. Ga keliatan buatan hand made. Makin amaze lagi pas dikasih tau kalau tas ini pernah ditawar sebuah rumah mode asal Italia sana. Kebayang dong, yang harga jualnya dipatok 150 ribu rupiah, mungkin bisa jadi belasan atau puluhan juta jadinya. Lucky us, Pak Ari, sang pembuat tas ini tidak menjualnya sama brand asal Italia itu. Kabar bagus  buat kita yang mau pesan tas itu. Ga usah dalem-dalem merogoh kocek buat memiliki tas itu atau wanita model lainnya yang range harganya ga lebih dari 250 ribuan. 


Sebenarnya bukan cuma  itu saja yang jadi kreasi dari tangan terampil pria asal Jawa Tengah ini.  Eco Park yang ada di Tasikmalaya sana, di mana ban-ban bekas disulap jadi salah satu pemanis taman iitu ga lepas dari sentuhan kreatifitasnya. Masih ada juga beberapa botol bekas yang didesain jadi chandelier (lampu gantung hias) tutup botol yang jadi robot,  sampai kertas koran yang dibuat jadi rak payung, sendal, beberapa model gantung kunci dalam hitungan menit. Kalau mau ngintip kreasi lain beliau, silahkan stalking keakun instagram  @ari_rumah_kreatif_indonesia, ya.


Hari selasa lalu, saya barengan beberapa teman blogger Bandung berkesempatan menyaksikan lebih dekat saat Pak Ari (diprakarsai oleh Alfamart) memberikan pelatihan untuk ibu-ibu di Rumah Albi, yang lokasinya tepat di belakang Alfamart Cijambe, Bandung. Pelatihan yang diberikan oleh Pak Ari ini bukan saja untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih produktif dan kreatif serta menciptakan kreasi yang mempunyai nilai jual tapi juga sebagai upaya untuk menjaga lingkungan dari pencemaran sampah anorganik. Suka tidak suka,  keberadaan sampah plastik dan sampah anorganik ini seperti dua sisi mata uang, masih dibutuhkan dalam penggunaannya tapi sesudahnya membingungkan. Mau diapakan? Dibuang? Jadi limbah, dong. Belum lagi perlu waktu yang lamaaa sekali bagi bumi untuk memamahnya. Akhirnya menggunung deh tuh tumpukan sampah yang tidak bisa ditampung.  Paling sedih atau sebel itu kalau udah mampet di sungai -_-. 

Dalam kesempatan kemarin, Pak Ari megajarkan kepada ibu-ibu  untuk membut kreasi dari koran menjadi beberapa model gantungan kunci. Sambil menunggu ibu-ibu yang belum datang, Pak Ari sempat membuat lebah kertas yang terinspirasi dari karakter Albi, maskotnya Alfamart. Seperti ini, nih. Lucu, kan?

Untuk membuatnya diperlukan beberapa potongan kertas koran yang sudah dilinting. Untuk membuat lintingannya sendiri diperlukan bantuan batang lidi sepanjang kira-kira 20 cm. Kertas koran yang dipotong menjadi beberapa bagian dilinting dengan bantuan batang lidi tadi dan begitu sampai di ujungnya direkatkan dengan lem kayu. Kalau sudah terbiasa, lintingan kertas koran ini akan mempunyai ketebalan yang rapi, sama,  antara satu  ujung dengan ujung lainnya. 



Yang masih baru bikin? Rada rempong kayak saya hahaha... Satu ujung terlihat kecil, makin ke sana makin gede. Tapi jangan khawatir, kalau udah terbiasa nantinya bakal rapi juga, kok. Setelah beberapa lintingan koran ini sudah jadi, ambil salah satu dan menekuknya membentuk huruf V. Lintingan koran lainnya dijalin saling silang dengan tetap mempertahankan lebar rangka huruf V agar tidak mengecil atau melebar. Seperti ini jadinya.
Jalinan kertas koran di atas tadi bisa kita rangkai jadi bunga atau dibuat jadi sandal jepit mini. Sepeti ini jadinya, lucuuu, kan?  
 Bisa juga jadi lebah kayak tadi atau ikan. Ya tergantung imajinasi kita sendiri mau dibuat apa.

Untuk memberi sentuhan warna pada gantungan kunci ini atau kreasi lainnya dari kertas koran yang sudah dibuat,  kita bisa mengecatnya dengan lem kayu  yang sudah dicairkan dengan air (perbandingannya 2:1), kemudian dicampur dengan pasta. Untuk mengeringkannya cukup dijemur saja selama beberapa menit di bawah sinar matahari. Tidak usah dipanggang. Kalau dijemur biasa akan menguarkan aroma cokelat yang enak baunya. Sementara kalau dipanggang malah seakan-akan souvenir yang sudah kita buat tadi baunya kayak gosong gitu.  

A post shared by Ari Gami (@ari_rumah_kreatif_indonesia) on

Jika mau menghasilkan warna lain, tinggal disesuaikan dengan warna pasta. Misalnya mau warna merah ya pake pasta stroberi, mau warna cokelat yang pasta cokelat. Lebih aman gunakan saja warna cokelat dan hitam saja. Itu sudah cukup  hasilnya akan terlihat natural dan elegan. Untuk menghindari risiko rusak karena jamur tinggal disemprot dengan semprotan anti jamur. Satu souvenir gantungan kunci yang sudah jadi estimasi nilai jualnya sekitar 15 ribu rupiah. Lumayan, kan? Gimana? Mau coba buat juga dengan memanfaatkan koran yang ada di rumah?


Share:

5 Destinasi Wisata Indonesia Ini Wajib Kalian Kunjungi

Travelling ? Walau bukan hobi, kalau diajak mah mau aja, apalagi kalau ditraktir hihihi… Penat dengan suasana kota yang macet ataut erus stay tune di depan computer/laptop kan bikin kita melakukan sesuatu di luar pakem kebiasaan. Break out dulu lah, biar ga jenuh. Kalau udah refereshing biasanya ide-ide baru bertebaran (((bertebaran))). Yang jarang traveling aja butuh, apalagi yang hobi. Semacam adiksi. butuh dan nagih, hihi...

Ngomong-ngomong soal traveling alias jalan-jalan, kalian sudah mampir ke tempat-tempat berikut ini belum?

Wisata ke Sabang – Aceh

Namanya udah sering saya denger, sejak bocah dulu. Itu loh lagu wajib yang sering dinyanyikan pas upacara bendera senin pagi Dari Sabang sampai Merauke… berjajar pulau pulau…  Nah di ujung barat Indonesia ini, ada sebuah pulau yang indah. Pulau Weh namanya. Pulau Weh ini adalah pulau vulkanik kecil di Aceh sana. Di sini kalian bakal pantai indah dan surga dibawah laut. Salah satunya adalah Pantai Kasih.

Selain Pantai Kasih beberapa pantai lainnya yang juga tidak kalah indahnya adalah Pantai Iboih, Pantai Anoi Itam, Pantai Ujung Kareung, Pantai Rubiah dan Pantai Sumur.

Wisata Kalimantan Timur

Bergeser ke tengah, kita menuju Kalimantan Timur. Di sana ada Goa Losanyang wajib masuk wish list liburan. Kenapa harus ke sini? Karena ternyata Goa ini punya keunikan, loh. Sampainya disana dan menyusuri kedalamnya, kita akan menjumpai dinding goa yang colorfull, alias berwarana – warni. Catet ya, warnanya terjadi secara alami, bukan disengaja.

Semakin ke dalam kita berjalan, nantinya akan sebuah persimpangan yang mengarah ke kiri atau ke kanan. Dari sini kita akan bertemu mata air. Yang mengagumkan, saat musim kemarau tiba, mata air ini tidak mongering. Masya Allah, amazing, yaaa. 

Wisata Sulawesi Selatan

Yuk geser lagi ke timur Indonesia. Jangan sampai lewatkan juga destinasi wisata ke Makassar. Di kota ini ada banyak pilihan tempat wisata. Salah satunya aman Nasional Bantimurung 

Taman ini terkenal sebagai kerajaannya kupu – kupu. Kenapa? Karena di sana ada 250 jenis kupu – kupu berterbangan dengan bebas dilatari oleh panorama alam yang indah. Hmmm... serasa di film-film fantasi kayaknya, ya. Saya jadi pengen ke sana juga niiih…. 

Wisata Pulau Jawa

Sudah pernah ke dataran tinggi Dieng? Kalau yang ini adanya di daerah Wonosobo. Tempat ini juga ga kalau indahnya, loh. Lautan alamnya begitu memesona, serasa di negeri dongeng. 

Wisata ke Merauke – Papua

Ngomongin kawasan Timur Indonesia yang satu ini, emang membuat kita langsung inget sama Raja Ampat. Wisata Indonesia yang satu ini memang sangat... sangat,,, memesona dengan kekayaan biota laut di dalamnya. Serasa di surga. Iya sih yang selanjutnya jadi pertanyaan itu ya soal budget :). Waktu mah bisa diatur, kan? Saat berada di sana, siapkan juga kesabaran, karena harga-harga di sana bikin kita pengin nelan ludah. Ditambah lagiakses transportasi yang masih terbatas dan minimnya kebutuhan sehari-hari yang tersedia.
Liburan akhir tahun sudah dekat. Kalai budget sudah siap dan masih bingung mau jalan ke mana,beberapa tempat yang sudahsaya ceritakan di atas bisa jadi referensi.  Mau nraktir saya jalan ke sini boleh juga. :D
Share:

Thursday 19 October 2017

5 Things I Used To Do In Blogging

Lumayan juga hari ini  saya udah blogwalking alias bw ke beberapa blog. Masih  pengen  ber-bw ria eh tapi pas komen di salah satu blog tiba-tiba aja tiiing.... lampu ide (((ide))) nyala. Daripada keburu lupa dan dalih lainnya ya udah lah, bwnya diterusin besok aja. Doain saya semangat selalu buat  bw ya...  go efi go... #apacoba?

Ceritanya nih saya pengen bahas kebiasaan  saya dalam ngeblog yang dulu suka saya lakukan dan sekarang enggak lagi.  Apa saja itu?

1. Cek Parameter (AR, DA, PA, Bounce Rate)

Ngaku ah ahaha.... Saya pernah terobsesi sama printilan ini. Seneng banget kalau ranking blog bisa nembus di angka ratusan ribu. Terus sedih kalau ranking AR turun dan angkanya gede.   Ah betapa rempongnya saya.  Entahlah berapa ranking AR saya sekarang. Apalagi konon kata Alam  AR sekarang udah ga organik karena kekuatan kapitalis.  Ish,lebay, Fi.Ga usah aneh-aneh bahasanya. Yang sederhana aja napa?

Gini gini... katanya kalau mau punya skor AR yang ramping dan singset  kudu bayar.  Ya saya mah ogah lah.  Gak mau. Ada yang bilang kalau mau ARya ga makin bengkak pasang aja fitur ARnya di toolbar browser alias peramban kita. Entah itu Mozila, Chrome, Opera atau yang lainnya. Pernah masang, sih. Dulu.... tapi pas diinstal ulang yuk dadah yuk bye bye...

Soal DA atau PA pun saya udah jarang kepoin, kecuali kalau ditanyain, dan ini biasanya berurusan sama job. Ngapain juga atuh ya kalau bukan job nanya-nanya ginian? Dulu juga saya suka rajin mantengin bounce rate di akun google analytics. Sukses bikin saya terharu karena angkanya gede. Daripada pusing mikirin menurunkan angkanya yang montok itu saya abaikan aja. Eh beberapa waktu yang lalu pas saya coba cek analytics, bat laporan blogpost, ternyata bounce rate saya jadi ramping, entah kenapa. Biarin aja lah. 


2. Cek Notify Me

Dulu kalau ninggalin komentar saya suka centangin kolom notify me, entah itu di platform  blogspot atau wordpress. Nantinya kalau ada komentar balasan di link yang udah saya tinggalin jejak itu bakal masuk pemberitahuan email.  Kadang saya baca, kadang enggak. Tergantung kesibukan. Kebanyakan sih, enggak.
Lama-lama email yang masuk ke inbox saya makin rame. Malah jadi bikin email penting jadi kesempil atau saya ga ngeh. Akhirnya saya ga kepoan lagi dengan tidak ngasih centang di kotak notify me itu. Ada bagusnya juga, biar saya ga suuzhan kalau misalnya kenapa komen saya ga dibales. Walau saya banyak lupanya udah hinggap (burung kali ah) udah mampir di postingan siapa aja kalau udah bw dalam satu hari misalnya.  Paling kalau ada postingan yang saya baca dan suka atau merasa butuh banget tinggal dibookmark aja dengan mengabaikan komen-komen lainnya. Sekadar menyederhanakan majemen waktu saja.

3. Komen Pake Link Post Url

Nah pengakuan dosa dulu deh hahaha.... Dulu nih, dulu banget... saya suka komen pake link post. Alasannya ngejar pejwan alias posisi di google search. Saya sih, jarang ngehapus link blogpost termasuk itu yang lomba. Palingan saya matikan aja backlinknya. Nah buat mengantisipasi broken link yang mungkin salah satu penyumbangnya adalah saya, ya udah deh postingnya pake url blog aja. Kalau di antara teman-teman pas bersih-bersih broken link terus nemu link darisaya, mohon dimaafkan, ya. Suer deh, ga ada niatan buat ngerjain. 

4.  Water Mark di Foto Blog

Dulu saya rajin ngasih water mark di semua foto sendiri. Belakangan, kok males hahaha.... Beberapa postingan ada yang fotonya banyak dan saya cuekin saja ga dikasih water mark. Risikonya? Iyaaa, udah tau kok, bakal dibajak orang. Harusnya sayanya juga antisipasi. Biar ga misuh-misuh atau bete kalau kejadian. Mungkin nanti kalau lagi selow saya kasih water mark lagi, deh (sok sibuk). Nah kalau pinjem foto dari temen tetep kok, saya kasih credit di captionnya.

Beberapa situasi kadang tidak memungkinkan buat saya ngambil foto. Udah berasa gercep tapi dengan tinggi badan kayak saya gini kadang harus rela kesalip sama yang lebih tinggi atau bongsor. Jarang banget kalau ada yang ga kenal nawarin motoin foto objek atau narsum acara yang mana posisi saya lagi dalam situasi tercover gitu. Sementara temen-temen saya posisinya terpencar, ngambil angle terbaiknya masing-masing.

5. Ngontes

Kapan terakhir kali ngontes,ya? Dah lupaaaaa. Palingan kalau kewajiban nulis dan tulisannya itu dilombain ya saya tetep ikutan. Walau ga ngoyo kudu menang, saya berusaha ga ngasal bikin tulisannya. Sementara kalau lomba blog saya nyerah deh kalau bukan kualifikasinya. Apalagi kalau penilaiannya lebih menitikberatkan ke infografis. Bye, hahaha.... Sementara yang lebih fokus ke konten juga lumayan nyedot effort karena saya selalu berusahaa riset nyari referensi buat pennujang tulisan. Walau kalah, setidaknya saya berusaha ngasih yang terbaik.  Begicuuuu.

Kalau kapan-kapan ada kontes lagi yang chemistrynya ngeklik, kontennya bisa diusahakan. apa lagi kalau hadiahnya menggoda (((menggoda)))  menurut versi saya. Ya, bukan ga mungkin bakal turun gunung lagi. Soal kapannya itu, emang entah kapan hahaha.... Mudah-mudahan bisa menang kamera kek,  lappy kek,jalan-jalan (lagi) dan hadiah lainnya, Aamiin...

By the way kalau hal-hal dalam ngeblog yang dulu suka dilakukan dan sekarang jarang atau sedikit terabaikan apa saja? Cerita yaaa....  I will  really ... really.... appreciate it.
Share:

5 Tips Memilih Perguruan Tinggi di Jakarta [Infomercial]

Semakin bayak perguruan tinggi yang bermunculan sebenarnya membuat alternatif pilihan untuk mencari tempat kuliah semakin luas. Tapi… memilih perguruan tinggi swasta terbaik di Jakarta pun bukan perkara seperti menjentikan jari. Sim salabim, abrakadabra. Pastinya ada banyak pertimbangan kenapa kita maukuliah di kampus A, ketimbang kuliah di kampus B misalnya. Ya, kan? Waktu lulus sma dulusaya juga gitu. Kayak mau milih kecengan, terus menetapkan hati, fokus sama si X aja #ehgimana? Hihihi… 

Lagian kuliah kan bukan perkara gaya-gayaan aja. Ya sih ijazah bukan hal paling mutlak untuk menentukan masa depan. Ada faktor lainnya. Tapi masa dalam 4 tahun ke depan hidup kita mau disia-siakan begitu aja? Kan enggak juga. Dah gitu bayar kuliah pun lumayan, ga murah lah. Walau relatif sih. Maksudnya kalau membandingkan antarasatu kampus dengan kampus lain bisa kelihatan tuh selisih biayanya. Setelah seleksi masuk peguruan tinggi negeri ternyata kemudian kita tidak masuk (Cuma25-35% saja nih kapasitasnya), maka melanjutkan kuliah di kampus swasta adalah pilihannya.

Wait, walau kuliah di PTN itu emang lebih bergengsi, ga berarti kuliah di kampus swasta ga asik juga, kok. Bagi kalian yang mencari perguruan tinggi swasta terbaik di Jakarta pilihannya ada banyak, ga kalah juga kualitasnya sama universitas negeri. Biar ga gegana alias gelisa galau dan merana (apa coba?) Nih,saya punya 5 tipsnya.

Cari Tau Akreditasi PTS

Hari gini jaman digital, ga susah lah ya mengakses informasi. Ya termasuk peringat Perguruan Tinggi Swasta alias PTS. Coba tuh cari tau kalau kampus A misalnya. Akreditasinya gimana? Jangan salah loh, kampus swasta juga banyak yang berakreditasi A,setara sama kampus negeri. Emang penting? Iya dong. Buat kalian yang nyari kerja, ijazah yang dikeluarkan sama kampus juga bakal jadi bahan pertimbangan perusahaan di mana kita melamar kerja. Salah satu loh ya. Skill yang kita miliki tetep jangan asal, mentang-mentang nama baik kampusnya punya reputasi baik. 

Akreditasi Jurusan Juga Wajib Diperhatikan

Wait wait… selain akreditasi secara lembaga universitas, akreditasi jurusan juga jangan diabaikan. Ini juga menentukan kualitas pengajaran dan sistem didalamnya yang nantinya akan didapatkan. Mengetahui akreditasi jurusan akan member kita gambaran seperti apa sistem manajemennya, bagaimana proses belajar mengajar berlangsung serta seperti apa mata kuliah disampaikan. Sama halnya dengan akreditasi universitas, jurusan-jurusa kuliah di kampus swasta di Jakarta juga banyak yang terakreditasi A. Nah kalau ini akan menginformasikan sepeti apa nantinya kemampuan dan pengetahuan akademik yang bakal kita dapatkan.

Peringkat PTS Juga Penting 

Yup, akreditasi ok. Peringkat PTS juga penting. Yang ini akan jadi tolak ukur seberapa bagus kualitas PTS calon kampus tercinta. Terus jangan lupa juga cari tahu, apakah mereka punya link yang bagus dengan instansi luar? Misalnya saja apakah terhubung dengan Kemenristek, dikti, Webometrics, 4ICU dan sebagainya.

Biaya kuliah dan Beasiswa

Oke, akreditasi dan peringkat kampus udah sesuai. Gimana dengan biayanya? Setelah kualifikasi lainnya terpenuhi ternyata pas urusan biaya bikin kita bengong. Yaaa, mahal…. Ya…ga jadi deh. 

Eh jangan patah arang dulu. Coba cari tau. Di sana ada fasilitas bea siswa yang bisa kita daaptkan ga? Baik setelahkuliah nanti atau bahkan untuk calon mahasiswanya. Ada? Usahakan terus kalau gitu sampai dinyatakan diterima. 

Lokasi Kampus

Ini urusannya bakal berhubungan sama ongkos dan jarak tempuh. Syukur-syukur kalau memang dekat dan mudah diakses. Kalau ternyata lumayan jauh terus kitanyauah kepalang cocok dengan kampus itu, siapkan cara untuk mengantisipasinya. 

Apakah bakal tetep PP dari rumah atau memutuskan cari kos-kosan. Ujung-ujungnya ya ke biaya lagi, ya. Tapi kalau worth it dan udahjadi passion kita, ga salah dong ya kalau diperjuangkan.
Share: