Top Social

Bring world into Words

Cerita Mantan Pengguna Narkoba Yang Insyaf

Rabu, 18 Maret 2015

Namanya Dehan.  Semula saya menebaknya  akan memberi testy perjuangannya  untuk sembuh dari TB, sama seperti teteh-teteh lainnya.   tapi ternyata saya, salah tebak. Pembawaannya yang polos dan ceplas-ceplos menghangatkan ruangan Alamanda  yang semula  lebih banyak membuat  peserta  workshop termangu.

Saking asiknya saya menyimak penuturan Dehan, gadget  di tangan yang saya pegang buat ngetwit  jadi terabaikan. Sama seperti teman-teman lainnya, saya  tertarik  untuk fokus  menyimak penuturannya.
  Tubuh kurus  Dehan bukan hanya habis  direcoki kuman TB. “konspirasi’ maut TB dengan HIV  sempat membuat Dehan ‘dijauhi’ masyarakat.  Perkenalan Dehan dengan  narkoba dengan penggunaan jarum suntik lah pemicunya.  “Sebenarnya saya ingin berhenti, tapi tubuh  tidak bisa,” tuturnya datar. Bahkan saat tubuhnya nagih, Dehan nekat  melakukan apa saja, asal  tubuhnya merasa nyaman. “Bahkan kalau harus merampok sekalipun,” imbuhnya. Deg, beberapa wajah  peserta  menunjukkan reaksi yang senada.  Mungkin kalau terlontar  kata,yang terucap seperti ini, “Gila, yaaaa”.

Tapi itu dulu. Dehan sudah kebal dengan cercaan  dan  pernah reaksi sinis dari masyarakat terus melanjutkan ceritanya.  Keingingan Dehan yang kuat  untuk move on dari  narkoba semakin menguat setelah ia mengeahui terkena HIV dan TB.   Seain rutin berobat untuk menyembuhkan TB, Dehan juga bergabung dengan Rumah Cemara yang berlokasi di jalan Gegerkalong  No 52, Bandung, tidak jauh dari pondok pesantren Daarut Tauhiid. Kala itu, Rumah Cemara  masih menerapkan disiplin militer untuk penghuninya yang ingin sembuh dijalaninya sampai rehabilitasi  selesai.

“Itu dulu, sekarang  proses  rehabilitasi di rumah cemara  ga pake cara militer,” paparnya.    Perlahan, sikap masyarakat  mulai berubah terhadap Dehan. Selain diangkat  menjadi fasilitator di rumah cemara, Dehan  juga  kerap diminta telibat untuk membantu penyuluhan kepada masyarakat untuk menanggulangi  kasus  HIV dan  TB.

Niat  baik  Dehan untuk bangkit dari masa  kelamnya berbuah manis. Selain  sikap positif dari respon masyarakat  yang diterimanya.  Dehan  sudah menikah dan mempunyai  3 anak, 2 diantaranya malah kembar.

Tadinya saya ingin bertanya, bagaimana kondisi anak-anak dan istrinya.  Eh, sudah keduluan oleh peserta lain. Baik  istri maupun anak-anaknya dinyatakan negatif HIV. Cerita  Dehan semakin menggelitik peserta wokshop untuk bertanya. Pertanyaan Bang Aswi dijawab dengan santai  oleh Dehan.  Lagi-lagi dengan nada  polos  dan cuek,sampai-sampai kami tertawa geli mendengarnya.

Ternyata penderita HIV bisa menikah dan punya anak tanpa menulari keluarganya. Tentu saja, bukan sulap, sim salabim. Ada serangkaian proses  yang harus dijalani untuk merencanakan kehamilan. Bahkan untuk perkara ‘teknis’ saat melakukan hubungan suami istri  juga ada caranya.  Yang satu  ini enggak perlu saya ungkap,  silahkan bertanya  pada nara sumber yang tepat, ya hehehe... lagi pula saya tidak ingat lagi secara detail soal ini waktu dijelasin Dehan, tetep dengan gaya cueknya hush.... :D 

Kini Dehan berbalik memerangi bahaya narkoba dengan lantang.  Bersama komunitas Rumah Cemara,Dehan juga  membantu  narapidana  yang  terjangkit dari HIV atau kecanduan narkoba untuk move  on.
credit: 99health.plus.com
Sekali lagi, Allah Maha  Baik. Memberi kesempatan pada hambanya untuk berubah, menyongsong masa  depannya yang masih terbentang.   Dehan yang optimis, tidak menujukkan keterpurukan atau kekecewaan yang mendalam  karena  ‘vonis’ HIV yang belum ada obatnya. Dengan rajin mengonsumsi ARV, Dehan masih bisa beraktifitas dengan normal, sama seperti kita yang bugar.  Bersama istrinya,  Dehan  berwiraswasta  membuat cireng  rujak dengan kemasan yang  unik. Mungkin teman-teman ada yang tertarik  untuk membeli cireng buatan Dehan?



9 komentar on "Cerita Mantan Pengguna Narkoba Yang Insyaf"
  1. asalkan ikhlas menjalani yaa teh, inspiratif banget si akang nya :D

    BalasHapus
  2. pastinya Allah akan memberikan jalan pada hambanya jika hamba itu mau berusaha melawan penyakitnya..makasih sharingnya mbak efi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak, asal mau berusaha, ya. Allah enggak bakalan nyia-nyia-in. Sama-sama. :)

      Hapus
  3. Ternyata butuh perjuangan banyak untuk kembali sembuh dan menjalani kehidupan normal ya mbak. Salut deh sama mantan pesakitan narkoba seperti Dehan n teman2nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, aku juga salut sama semangat dan wolesnya.

      Hapus
  4. Cerita yang menginspirasi. Selama kita mau berusaha, berjuang, berkomitmen, dan sungguh-sungguh menjalani apa yang kita raih, makan allah pun akan membukakan jalan menuju kebaikan.

    BalasHapus
  5. wah....sayang aku ga ikut workshopnya.... suka deh hadir ke acara2 inspiratif bgini mba... Ngedenger lgs dari org yg prnh ngalamin, rasanya itu beda ya...lbh msuk dan meresap pesannya :)

    BalasHapus
  6. salut sama perjuangannya, kalau saya jadi dia, sanggupkah? ah rasanya sulit, di sinisin sama orang saja sudah broken

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.