Top Social

Bring world into Words

Merencanakan Keuangan Liburan Yang Ideal Bersama Sun Life

Jumat, 05 Agustus 2016
Merencanakan Keuangan Liburan Yang Ideal Bersama Sun Life -  Ada yang ga setuju sama quote ini? Kayaknya semuanya setuju, deh.
“Pada sebuah buku yg berbicara tentang masa depan, aku melihat wajahmu menjelma pagi yang terbit di tiap halaman bersama asaku.”
Helvy Tiana Rosa
Saat membaca buku, adalah sebuah big no mengintip ending cerita.  Terserah deh apakah endingnya mau sedih, senang atau gantung. Orang Sunda bilang teu kaci, ga sah atau ga boleh ngintip. Begitu juga dengan masa depan kita. Enggak ada yang tau apa yang akan terjadi dengan masa depan kita. Tapi syukurlah, ada bagian hidup kita yang harus diikhtiarkan, ga pasrah kayak daun yang hanyut terbawa arus.
sumber foto: Sun Life
Yang namanya masa depan tentu kita ingin berada dalam situasi lebih baik. Ga ada kan, yang berharap dalam kondisi stagnan atau malah lebih buruk. Makanya untuk memproyeksikan masa depan itu perlu perencanaan termasuk merencanakan liburan. Jangan sampai habis liburan malah merana karena ada yangt terabaikan dalam persiapan.
sumber foto: Sunlife
Hari minggu, tanggal 31 Juli 2016 kemarin, saya barengan teman-teman blogger Bandung menghadiri acara Talkshow di Cafe Halaman Paris van Java, Bandung. Ada dua narsum utama yaitu Joyce Tauris Santi, seorang perencana keuangan yang punya hobi traveling dan Parmadi Budi Prasetyo, blogger Bandung yang berbagi tips dan pengalamannya berlibur. O, ya acara talk show ini adalah salah satu rangkaian eksibisi yang digelar di 10 kota. Bandung adalah kota ketiga setelah Makasar dan Surabaya. Beberapa kota lainnya segera menyusul acara serupa seperti Semarang, Yogakarta, Bali dan Jakarta. Tungguin aja infonya ya.

boothnya Sun Life di dalam mall PvJ
Serunya acara talk show bareng para blogger Bandung
Acara dibuka jam 13.00 dengan menghadirkan Kaiser Simanungkalit AVP Head of Branding Communicationnya Sunlife, yang bercerita kalau ternyata tingkat melek asuransi di Indonesia itu masih kecil. Bayangin aja, cuma 1% aja dari 250 jutaan penduduk Indonesia yang sudah punya asuransi. Artinya cuma 2,5 jutaan aja total jendral nasabah semua asuransi yang ada di Indonesia.
Masih sedikit yang sadar pentingnya asuransi
Padahal nih, dalam perencanaan kita juga harus mempertimbangkan faktor X, sesuatu yang terjadi di luar ekspektasi. Ya amit-amit, naudzubillah ya, semisal terjadi musibah kecelakaan atau misal kepala keluarga meninggal, dan target dari rencana yang sudah dibuat itu  jadi stuck, ga bisa jalan lagi. Misalnya nih, kita menabung masa depan untuk membeli rumah, menyiapkan dana pendidikan untuk anak, atau contoh lainnya tiba-tiba mobil yang masih mulus, baru keluar dari show room rusak karena sebuah insiden. Kalau udah pernah nonton Sabtu Bersama Bapak, atau baca bukunya pasti inget deh sama karakternya Pak Gunawan. Kinda family man yang bener-bener punya persiapan visioner buat keluarganya.

Dengan perencanaan yang matang, beberapa kasus kayak saya bilang tadi itu bisa tercover. Kenapa? Karena asuransi di sini berperan untuk mentransfer  risiko. Let's say, sebuah keluarga yang sudah menyiapkan dana pendidikan tadi, terhenti karena sang ayah meninggal dunia, ibunya ga usah cemas mikiran masa depan anaknya karena asuransi yang akan melanjutkannya.
Baca juga ini: Bijak Menyiapkan Masa Depan
serius nyimak sambil live twit
Setelah Kaiser Simanungkalit, ada Fabie Farabie, the man behind social medianya Sun Life, tepatnya Senior Manager Digital and Social Media Marketing. Beliau ini lho yang suka bikin quote atau caption kece dan inspiring di IGnya Sun Life. Misalnya kayak gini.




A photo posted by Sun Life Financial Indonesia (@sunlife_id) on

Duh, kenapa ini jadi bahas makanan, ya? hehehe...  Oke, kembali ke topik.

 Pada kesempatan ini, beliau bercerita tentang layanan dari Sun Life untuk nasabah atau calon nasabah di kanal brightadvisor.co.id   Jangan lupa untuk kepoin, ya :)

Selain para advisornya yang sigap merespon pertanyaan yang masuk (maksimal 2x24 jam),  sebagai penanya, kita boleh lho request kalau konten yang dikonsultasikan ga dirilis di FAQ (frequently Ask Questions), so, privacynya tetep terjaga. Kan suka ada tuh pertanyaan yang sensitif dan kita ga mau orang lain tau, semisal riwayat medis, misalnya.

Untuk memudahkan penjelajahan topik yang dibutuhkan, beberapa pertanyaan yang bisa dibaca juga sudah diklasifikasikan sesuai kategori. Jadinya ga akan siwer dan sebagai stalker, kita hanya akan fokus mencari jawaban yang relevan dengan kebutuhan. Soal pendidikan, gagal bayar premi, klaim, kecelakaan, proteksi, sampai hitungan asuransi bisa dicari tau di sini.
sumber foto: Sun Life
Selesai menyimak paparan dan tanya jawab dengan Pak Fabie,  next ada Mbak Joyce yang share tips dan pengalamannya mempersiapkan dana liburan.
sumber foto: Sun Life
Hari gini, siapa coba yang  mau kerja terus dan abai rekreasi? Ah, saya juga pengeeen. Mudah-mudahan, November nanti saya bisa jalan ke Yogyakarta, buat menyaksikan acara Yogya International Heritage Walk, seru kayaknya.

Emang sih, Yogya mah relatif deket dari Bandung. Bisa ditempuh pake pesawat kalau punya budget lebih, atau kalau mau ngirit sambil menikmati perjalanan, bisa tuh pake kereta api. Kan sisanya bisa buat yang lain. Kulineran atau belanja souvenir, hehehehe. Untuk yang satu ini juga kudu menyiapkan banyak hal. Jangan sampai ada yang miss dan bikin saya merana.  Yang jelas, dana yang cukup buat pulang-pergi dan ga menyita pos rutin bulanan lainnya. Selain itu, obat-obatan yang harus saya siapkan, pakaian ganti dan errr.. oleh-oleh juga harus masuk list. Eh, tapi jangan minta oleh-oleh sama saya, ya hihihi Atuhlah, kan berat bawanya. Berat di dompet pula *ngirit detected*

Ngomong-ngomong soal perencanaan liburan, pos tranportasi ini punya porsi yang gede, hampir seperempatnya alias 25% dari total pengeluaran. Pos lainnya yang harus direncanakan dengan matang adalah: Penginapan, Makanan (15%), Rekreasi, Oleh-oleh dan biaya tak terduga. Bisa sih memangkas biaya pengeluaran untuk penginapan kalau punya kenalan dan kasih tumpangan nginep gratis. Tapi kalau liburannya lama, ya ga enak juga nebeng lama-lama. Untuk penginapan, fleksibel aja. Kan cuma numpang tidur, aja. Bisa deh cari penginapan yang murah, promo dan better booking sejak awal. Riskan sekali kalau nyari penginapan di last minute terutama di saat peak season. Nginep di stasiun atau gelar tikar di halaman masjid? Enggak deh, jangaaaan. Ngirit yang kebangetan itu mah.

Last but not least, jangan pernah coba-coba mengisi dana liburan dengan ngutang. Ga enak, begitu pulang ke rumah, selain tumpukan cucian, kepala dibuat pening karena mikirin tagihan. Jadi di mana esensi piknik untuk bersenang-senangnya, coba?
Komika Fandi Bkri, menghibur audiens

Setelah Fandi Bakri, komika yang menjeda acara dengan stand up comedynya yang kocak plus bumbu curcolnya itu,  giliran Parmadi Budi Prasetio yang berdiri di stage.  Parmadi bercerita pengalaman  serunya waktu traveling yang bikin amaze sekaligus envy. Menurutnya, salah satu hikmah dari jalan-jalan itu bisa mengenal partner yang jalan bareng (ga berlaku kalau solo traveling, atuh ya). Soalnya saat jalan-jalan ini kita bisa kenal watak aslinya seseorang. Cocok deh dengan bunyi sebuah hadist (duh lupa siapa yang meriwayatkannya).

Bukan cuma itu aja, dengan jalan-jalan bareng pasangan pun bisa jadi salah satu cara untuk memperbaiki hubungan yang terasa mulai garing. Nah, yang lagi bete-betean sama suami atau istrinya, kayaknya merencanakan ide sebuah perjalanan bisa jadi solusi asik, nih.

Ngomong-ngomong soal perjalanan,  masih menurut Parmadi juga jangan takut untuk tersesat. Meski, siapa sih yang mau dan merencanakan untuk tersesat? Apalagi kalau di negeri orang. Tapiiii kadang kita bisa menemukan sesuatu yang baru dan momen yang tidak terlupakan karena tersesat itu. Beberapa tips lain yang saya catat untuk perjalanan liburan nanti misalnya kayak gini, nih.

Catat Mimpinya

Mimpi punya acara liburan kan gratis, jadi mau liburan ke mana, sih?
Kita ga pernah tau kapan Tuhan mengabulkan doa kita. Banyak yang punya mimpi atau cita-citanya terwujud karena memvisualkan mimpinya. Ngutip tips dari Mbak Melly, MC acara, minimal kita punya screen capturenya deh di gadget tentang mimpi kita itu.

Jadi keingetan kalau tahun 2015 kemarin saya  bisa jalan-jalan ke Bali, sama adik lagi. Saya udah lupa  kalau ternyata sebelumnya saya pernah punya mimpi ini. Teh Dey, teman saya di facebook yang mengingatkan kalau jauh hari sebelumnya saya pernah punya keinginan untuk ini. Eh, beneran terwujud!

Ok, next setelah jalan ke Yogya (lagi) November nanti, list mimpi liburan saya adalah ke Raja Ampat di Papua, Danau Toba di Sumatera Utara,  Geopark Ciletuh di di Sukabumi (nyaris pergi, ga jado karena waktunya bentrok). Terus kalau ke luar negeri pengen deh ke Jepang, Inggris, dan Spanyol. Eh, habis itu jalan ke mana lagi, ya?

Jalan Sama Siapa?

siapa partner jalan, menentukan rencana perjalanan juga
Kalau solo traveling alias jalan sendiri ya santai aja, ya Kita tau gimana caranya menikmati perjalanan. Nah, kalau pergi bareng sama yang lain, tentu ga bisa sesuka hati menentukan rencana. Misalnya pergi dengan anak kecil atau balita. Ga mungkin kan, ngajak mereka menempuh rute yang bikin cape atau menantang bahaya.

Kapan Mau Pergi Liburan?

Kapan kita akan pergi  liburan? Low season? Peak season? Anggaran yang disiapkan pasti bakalan beda. Perhatikan juga rutinitas harian. Jangan sampai urusan bisnis atau kerjaan jadi berantakan pas kita tinggal liburan.

Apa Tema Perjalanannya?

Rencana liburannya mau ngapain aja, sih?
Sebenarnya liburan nanti mau ngapain sih? Lebih banyak wisata kulinerannya?  Menempuh jalur-jalur yang menantang adrenalin? Atau wisata budaya? Dengan teman perjalanan yang sudah dirancang, kita ga bakalan pusing menyusun itenerary saat liburan nanti. Dokumentasi perjalanan pun jadi rapi. Siapa tau bisa  kita share di media (tv, koran, majalah atau blog), terus dapat  honor nulis, deh. Asik kan, bisa dapat talangan biaya liburan *ngirit detected again*

Pergi Pakai Apa?

sumber gambar: pixabay
Bagaimana kita menempuh perjalanan, apakah  dengan kendaraan sendiri, naik kereta api, atau pesawat juga perlu diperhatikan. Sedikit tips nih agar dapat posisi strategis saat naik pesawat, ternyata kita bisa milih seat pas check in, lho. Merujuk pengalaman narsum, kita bisa datang lebih awal ke bandara. Saat  konfirmasi dengan petugas yang ngurusin tiket, coba deh basa-basi dikit, tepe-tepe atau tebar pesona ga papa lah. Kalau udah cair lebih mudah buat kita minta posisi dekat jendela atau di pinggir.  Kasih alasan deh yang kira-kira make sense alias masuk akal.

Perhatikan Budaya Lokal

Perhaikan kebiasaan penduduk setempat, jangan cari masalah
Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Pepatah ini tepat sekali untuk diingat selama kita berlibur.  Beberapa kebiasaan tertentu seperti isyarat tubuh, nada bicara sampai interaksi dengan orang baru yang dikenal bisa punya standar norma tersendiri. Ga ada salahnya juga lho , buat mempelajari sedikitnya beberapa kosa kata setempat. Selain menjaga kesantunan dengan penduduk lokal, siapa tau bisa akrab dengan penjual saat tawar menawar, atau nih, ketika bingung menanyakan arah agar tidak nyasar.

Packing

Packing bawaan yang tepat, jangan bikin repot
Sebisa mungkin sih, kalau perjalanan liburan jangan kayak orang bedol desa, segala diangkut. Beberapa dokumen penting biar ga rusak atau hilang bisa disimpan dalam bentuk digital. Sabun mandi, sampo atau pasta gigi  bisa bawa kemasan sachet atau kalau nginep di hotel bisa diskip karena biasanya sudah disediakan. Beberapa keperluan toiletris atau kosmetik bisa membawa kemasan yang kecil aar tidak menyita ruang penyimpanan. Cara melipat pakaian pun bisa memengaruhi berapa banyak ransel atau koper yang dibawa. Pendeknya, sepraktis mungkin untuk bawaan liburannya, ya.

Selain beberapa poin di atas , hal lainnya yang perlu diperhatikan saat berlibur adalah dokumen penting seperti kartu tanda pengenal (KTP/SIM/paspor), informasi penting kesehatan semisal riwayat medis (alergi terhadap makanan tertentu, golongan darah, dan lain-lain) serta  asuransi yang bisa mengcover risiko kecelakaan atau penyakit. Ya,  kalau-kalau terjadi sesuatu yang megharuskan kita menjalani perawatan saat berlibur. Who knows, lah. Kan, Nabi juga mengajarkan tawakal itu setelah ada ikhtiar.  Nah kalau persiapan sudah maksimal, baru boleh pasrah. Tawakal itu well prepare, menyiapkan nanti gimana, ya? bukan gimana ntar.  Setuju, kan?


Sun Life Financial Indonesia:
Facebok: https://web.facebook.com/SunLifeIndonesia/?fref=ts
Twitter/Instagram: Sunlife_id
Web: http://sunlife.co.id & http://www.brightadvisor.co.id











14 komentar on "Merencanakan Keuangan Liburan Yang Ideal Bersama Sun Life"
  1. Teeh teeh ikut dong traveling ke Yogya, aku selalu suka acara khusus yang di gelar di kota tertentu. Dan iya banget sih, kalau jlan-jalan trus pnya asuransi jadi lebih tenang

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikun efi �� pas baca judulnya langsung deh klik2. Hehehhehe... lina ge pengen ke raja ampat, fi. Terus pengen ke jaya wijaya. Entahlah ini mimpi konyol ato suatu hari bs terwujud. Pokokna mah keep bwrmimpin weh nya. Heuheu.. semangat!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuu Lin. Mimpi mah gretong ieuh hehehe. Raja Ampat tempatnya kece. Aamiin ya, Lin biar bisa ke sana.

      Hapus
  3. Mak, kalo menurutku asuransi itu fungsinya proteksi bukan investasi.
    Sama kaya beli payung, kalo ujan ya kepake, kalo ga ujan ya ga bisa dibalikin dituker lagi pake uang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Kayak asuransi kesehatan atau mobil gitu, ya. Kalau pendidikan opsiny ada dua, asuransi atau tabungan, dengan TnC yang berbeda.

      Hapus
  4. Mak, kalo menurutku asuransi itu fungsinya proteksi bukan investasi.
    Sama kaya beli payung, kalo ujan ya kepake, kalo ga ujan ya ga bisa dibalikin dituker lagi pake uang :D

    BalasHapus
  5. Tipsnya komplit banget Mbak Efi. Semoga tercapai harapannya. Aku ikut ke Raja Ampat ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan tipsku bermanfaatm dan... semoga kesampaian maen ke Raja Ampat ya, Mbak :)

      Hapus
  6. Jadi pengen ikutan kalau ada eventnya di Jakarta nanti, kayaknya lumayan banyak ilmu barunya ya Teh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keep update infonya ya, Mbak. Jangan sampai ketinggalan :)

      Hapus
  7. Cocok pisan ini mah tipsnya buat saya yang mau liburan tapi gagal wae.. :'))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa aku juga mau liburan gagal aja. Mudah2an segera kesampaian setelah nulis rencana alias mimpi liburannya, ya, Nola.

      Hapus
  8. pengen dong ke bali, hehe
    dari dulu cuma bisa ngebayangin doang #ngacaimodeon

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.