Top Social

Bring world into Words

A Whole New World: Belajar dari Lea Salonga dan Malaficent

Jumat, 03 Juni 2016
Sudah hampir jam 22.00, ketika sebagian orang di rumah sudah terbang ke dreamland, saya malah masih merasa segar. Entah kenapa, sudah beberapa hari ini jam biologis saya jadi aneh. Siang atau sore ngantuknya amit-amit, lewat dari jam 21 malah harus mati-matian memberi sugesti diri biar cepat tidur. Tapi kan... saya ga ada seujung kuku pun skillnya mentalist buat menghipnotis diri, tatap saya, kamu akan ngantuk (emang bisa mensugesti diri sendiri?). Malah jadi ngikik, terus kebayang sosok Malaficent, sosok ibu tirinya Snow White yang diperankan Angeline Jolie itu. Makin gagal ngantuk, lah. Salah-salah malah nanya cermin di dinding yang diam-diam merayap eh itu mah cicak, ya?

Adik saya yang sekamar malah asik nonton parodi drakor dari HPnya. Iyes, dia termasuk Korean freak. Ya musik, ya film dan dramanya. See, kalau teman-teman di medsos pada heran kenapa saya segitu tegarnya bertahan 'diracuni' virus Korea bisa tegar bertahan meski ga minum jamu tolak virus Korea eh angin, itu karena room mate aja ga berhasil menulari virus Koreanya sama saya *dadah-dadah sama Erry, Icoel, Tian dan Uwien*

Baiklah. Sementara adik saya yang kalau di luar keliatan kalem tapi aslinya gokil ini anteng dengan Koreanya, saya ga mau kalah huahaha... saya buka akun youtube dan sembarangan ngetik aja nama penyanyi yang saya inget, which is... Brad Kane! Ada video youtubenya yang menyanyikan A Whole New World bareng Lea Salonga.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/a-whole-new-world-belajar-dari-lea-salonga-dan-malaficent.html
credit: moviepilot.com

Seperti menekan tombol mesin waktu, saya bagaikan terdampar ke masa 23 tahun lalu (iya, 23 tahun lalu!) Waktu saya masih SMP, lagu A Whole New World ini termasuk ngehits. Kalau keponakan (tuh, kan kebayang kalau saya masih ngaku unyu-unyu bisa dicubit rame-rame se-RT, meski masih ada yang ngira saya masih kuliah) saya tergila-gila sama Barbie dan karakter di Frozen, jaman SMP dulu selain suka sama tampang gantengnya Tommy Page atau personel NKOTB, saya masih punya sisi childish dengan dongeng-dongeng Disney ini, termasuk cerita Aladine dan Jasmine hihi...

Baca juga Antara Maribeth, Lea Salongda dan Christian Bautista

Daaan... waktu lihat video Brad Kane bareng Lea ini jelas keduanya tampak beda. Ya iyalah, 23 tahun lalu. Kane ga secharming waktu masih muda (((muda))). Tapi masih cakep, dalam versi mature, meski perutnya rada maju alias buncit hehehe. Sementara Lea, keliatan banget sosok ibu-ibunya dengan style rambutnya seolah mengingatkan saya sama salah satu mantn ibu negara Filipina itu.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/a-whole-new-world-belajar-dari-lea-salonga-dan-malaficent.html
credit: http://www.lyricspinas.com
But, 23 years after, their voice still sound awesome. Di video yang saya lihat, ditampilkan kompilasi video before and after mereka nyanyi. Yang satu, video jadul tahun 1993 itu dan yang terbaru (Februari 2016). Beberapa orang yang berdiri di samping piano kayak tersihir gitu, jangan-jangan mereka nahan nafas (ga segitunya sih). Terkesima, pokoknya dan baru tepuk tangan setelah beres nyanyi. Walau cuma nyanyi di studio, keduanya ekspresif banget, kayak lagi ngomong sama lawan bicara.  Dari sisi Lea, saya paling suka waktu gesturenya dia nyanyiin ini..  

Soaring, tumbling, freewheeling

Beberapa videonya Lea pernah saya kepoin juga. Ada video yang dia nyanyi on her wedding day, while her  groom was crying, while she sang a song. Tipikal penyanyi dengan suara ala-ala Disney kayak Lea atau Brad Kane ini emang asik banget buat didengerin. Sialnya, bukan jadi pengantar tidur buat saya, malah jadi baper (hahaha) terus inget kecengan jaman SMP dulu (siapa coba) . Eh, ya udah saya curhat di sini aja.

Selain Lea yang suaranya kayak angel itu dan auranya tipikal orang yang ramah, humble dan hangat, ternyata anaknya,Nichole Beverly Chien ini juga mewarisi gen yang kuat dari ibunya. She's so beautiful with adorable face and voice too. Coba kepoin deh videonya di youtube.

Time do flies. Kita ga bisa menahan perubahan,kan? Jadi meingingatkan sedikit teori tumbukan dalam fisika. Lupa sih kayak gimana, lengkapnya. Intinya gini, kalau sesuatu berhenti mendadak, yang dibelakangnya bakal nabrak, bakal terjadi tabrakan beruntun dengan segala dampaknya. Dah kebayang kali, ya. Iya, kali kita mah maunya stay young kayak highlander, tetep awet muda dan cute (haish). Tapi kan hukum alam dan ketentuan  Allah ga kayak gitu.  
Grow old is a must. Suka ga suka bakal kita alami.  Tapi menjadi dewasa? Setiap orang punya cara, proses dan kapasitas  yang berbeda untuk mencapainya.
Setiap lipatan waktu yang kita lewati seperti halaman buku yang ingin kita tandai dengan stick note. Di sini, di sana dan di bagian lainnya ada yang ingin kita ingat, diwarnai dengan marker, seperti quote yang keren dalam buku/novel yang kita baca. Tapi ada juga bagian yang males kita inget atau versi jujurnya pengennya dilupain aja, dilempar ke trash, bukan recycle bin lagi yang bisa kita restore. Hahaha... curcol deh. Ya sudahlah, berdamai dengan waktu saja.
http://www.catatan-efi.com/2016/06/a-whole-new-world-belajar-dari-lea-salonga-dan-malaficent.html
credit: wikipedia
Seperti Malaficent. Sebenarnya dia  ga perlu cermin yang cuma bisa ngasih 'pujian' semu.  Luka lamanya sembuh juga, meski sampai harus melalui   proses yang 'berdarah-darah'.  Lea Salonga pun bertumbuh dengan pertamabahn garis usianya yang tidak bisa ditahan dan tetap charming, ga kalah waktu masih muda dulu. Jadi apa kesimpulan dari curcol saya malam ini, ya?   Kebanyakan mampirnya sih  ini hehehe

Yang jelas di akhir tulisan ini saya masih melek, masih gagal ngantuk.... 
A  whole new world, a whole new day is ahead, tomorrow :)


12 komentar on "A Whole New World: Belajar dari Lea Salonga dan Malaficent"
  1. Mak efiii itu ngapa semua yg mak efi sebutin, aku tau semuaaa?! Mengapa oh mengapa?! Hahahahaha
    Artinya kita segenerasi ya. Aku jg smp waktu a whole new world ada.
    Btw, aku jg suka maleficient. Film tentang si antagonis yang ternyata ga seantagonis yg kita kira.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buahahaha... Mari kita umpetin KTP sama-sama, Mak. Jadi anak 90's itu sesuatu banget, ya *lah ga jdi umpetin KTPnya dong hehe*

      Hapus
  2. Kadang cara yang terbaik memang berdamai dengan waktu. Waktu yg akan menyembuhkan, meski masih terngiang. #ehhh... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadinya echo dong, mbak hehehe :)

      Hapus
  3. ya ampun itu penyanyi-penyanyi keren semua dijamannya *cabutin uban*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yakin mau dicabutin? Sakit lho, mending disemir aja, mbak jiahaha

      Hapus
  4. Duh... kangen Maribeth.. dulu dia begitu ngetopnya di negeri ini dengan lagu Desnpasar Moon.. kemana aja dia ya sekarang ini..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih mbak, udah lama ga ada kabarnya ya dia.

      Hapus
  5. Tomorrow is a mystery :)

    Kata Master Oogway
    "Yeterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift... That's why they call it present"

    Have a great day :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. So, lets enjoy yhe present and prepare for the mistery, hopefully not a misery :)

      Hapus
  6. Teh, sekarang udah tidur belum? Hihihi.
    Akuh suka banget jugaa sama suaranya mereka. Lea itu kl nyanyi nginetin aku sama org filipin yang nyanyi A Dream Is A Wish Your Heart Makes nya Cinderella itu. Siapa ya namanya lupa.
    Emang lagu bgini mah malah bikin ngelamuun. Hahahha xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pas bales komen ini akunya udah bangun hehehe... Nanti aku cari ah siapa yang nyanyi lagu itu. Mari ngelamun lagi, bari ngabuburit gitu, Mi :D

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.