Top Social

Bring world into Words

Mencermati Kebutuhan Mendesak Dengan Pinjaman Mudah dan Ringan

Jumat, 05 Juni 2015
Teh, Imas, teman, sekaligus kakak  bagi saya menyorotkan binar mata senang.  Belasan tahun mengabdi sebagai  seorang guru di sebuah  sekolah dasar, akhirnya berbuah hasil yang manis.Setelah berjuang  mengumpulkan berdus-dus berkas yang  harus  dikumpulkan untuk seleksi  (catet ya, seleksi administrasi saja, bukan jaminan diterima). Mulai dari SK  tugas pertama saat masih menyandang status sebagai  honorer , absen  harian (iya, itu juga sama  sejak awal bertugas) dan pembaruan SK  yang biasanya diterbitkan setiap tahun, fotokopi  ijazah yang sudah dilegalisir  dan entah berkas penting apa lagi.  Lucky her,  arsip-arsip yang harus dipenuhi  bisa dikumpulkan. Meski  berpeluh keringat, pontang panting ke sana kemari.  Sempat ‘menarik’ saya  yang pernah bekerja  di sekolah  yang sama sebagai staf tata  usaha buat ngudek-ngudekin berkas lama.
http://www.catatan-efi.com/2015/06/solusi-kebutuhan-mendesak-dengan-mudah-dan-ringan
Duo imut.  Jangan protes, ya hahaha
Ujian  yang soalnya menjelimet berhasil dilalui. Lalu  tibalah waktu  yang penuh sensasi  yang mendebarkan. Sahabat saya, partner in crime  yang udah  kaya  gula dengan manisnya  (o, ya kami sama-sama manis  hahahaha)   dinyatakan lulus  dalam seleksi  CPNS. Yeay, saya ikut  senang.
“Mestinya  kamu bertahan  sebagai  honorer.  Lama-lama juga bakal  diangkat,” bujuk seorang teman yang lain.
Saya menggeleng.  I have made up  my mind. Memutuskan untuk pindah kerja di sebuah perusahaan, meski hanya sebentar  dan akhirnya menikmati  kehidupan saya sebagai seorang  freelancer eh tepatnya  blogger  :D

Yang biasanya  saya perhatikan, tidak lama setelah SK sebagai PNS  turun,  para  PNS baru ini ramai-ramai menggadaikannya ke Bank.  Ya, saya  enggak menjudge benar atau salah. Toh,  itu pilihan mereka, dan kondisi setiap orang berbeda.

“Kalo  gue mah ga mau ah gadein  SK,” ujar teh Imas tempo hari.

“Kenapa teh?”

“Sayang, tau!  Gue cuma mau gadein kalo  beneran urgent,”  jawabnya.

Saya mengangguk.  Nice  and  wise  choice.
Banyak  yang memanfaatkan SK untuk sesuatu  yang produktif, dan tidak selalu yang konsumtif dan  tidak  berbekas, enggak ada jejak.  Banyak  kok yang mengajukan kredit  untuk pemilikan rumah, rehab, atau tabungan pendidikan anak.  dan.... banyak juga  lho yang baru diangkat  jadi PNS sementara anak-anaknya sudah  beranjak remaja dan harus masuk kuliah.

Sama-sama tau deh, tingkat inflasi  saat ini. Bandingan belasan tahun yang lalu.  Waktu itu, saya cuma perlu membayar uang  kuliah per semester  sekitar 800 ribuan. Sekarang? Rata-rata (minimal) perlu sekitar 4-5 jutaan per semester. Belum termasuk tambahan uang kos, transport dan  kebutuhan lainnya. Hmmmm......

Iya  kalau orang tuanya  sebagai PNS itu tadi  bisa mengandalkan   SK yang dimiliki. Gimana dengan pegawai swasta, ya? Mimpi buruk? Tidak  juga. Setiap  orang berhak, dan sangat berhak untuk kehidupan yang lebih baik. Pendidikan misalnya.  Mana ada orang tua  yang tidak ingin pendidikan anaknya  lebih baik dari orang tuanya. Keterlaluan deh  kalau ada orang tua  yang merasa tersaingi oleh anaknya bila anaknya jauh lebih berhasil. Enggak, enggak mungkin ada. Kalaupun  iya ada,  rasanya  ada sesuatu  yang salah.

Lalu bagaimana  caranya mewujudkan pendidikan untuk anak?
http://www.catatan-efi.com/2015/06/solusi-kebutuhan-mendesak-dengan-mudah-dan-ringan
banyak fitur menarik dan penawaran dengan syarat yang tidak ribet  bisa didpatkan dari cermati.com
Sudah tahu situs cermati.com? Di sini kita bisa menemukan fitur  layanan  yang memudahkan kita yang membutuhkan dana segar  untuk berbagai  keperluan. Termasuk untuk pendidikan ini.  Coba deh main-main ke lamannya.  Untuk kebutuhan dana pendidikan, misalnya. Ada layanan yang mudah dan aman yang ditawarkan oleh cermati.com. Kita bisa  mengajukan kredit tanpa agunan tanpa syarat ini itu yang ribet, pemohon pinjaman bisa mendapatkan dana segar dalam waktu  pencairan 1 hari saja. Syarat  yang dibutuhkan pun tidak sulit. Dengan  plafon pendapatan minimal 3 juta saja, kita bisa mengajukan pinjaman untuk anak, adik saudara atau keponakan  asalkan   berusia  minimal 21 tahun dan maksimal 60 tahun.

Kapan batas waktu pelunasan? Cukuplah,  dengan masa  pinjaman maksimal 60 bulan, mestinya saat anak, adik  atau saudara  kita  bisa menyelesaikan kuliahnya kurang  dari 5 tahun.  Dengan suku bunga  yang rendah, kurang dari 2%  untuk pembayaran cicilan  rasanya  impian mewujudkan penddidikan yang lebih baik bisa diwujudkan, ya.

Jangan lupa siapkan  surat-surat penting  untuk mempermudah proses pengajuan agar cepat cair.  Untuk KTP, slip gaji, rekening  bank  3 bulan terakhir  dan bila  membutuhkan pinjaman dengan nilai di atas  50 juta, lampirkan fotokopi kartu kredit dan  NPWP. Jadi, siapa  bilang kemudahan  pengajuan pinjaman harus selalu  menjaminkan SK, ya? Dan kalau bukan PNS, tidak usah pusing-pusing lagi untuk mengajukan pinjaman.
11 komentar on "Mencermati Kebutuhan Mendesak Dengan Pinjaman Mudah dan Ringan"
  1. Wah sekarang makin dipermudah ya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh. Ga jadi PNS pun masih bis dimudahkan buat pinjam uang kalau tau triknya :)

      Hapus
  2. Waah... boleh juga nih :D Hehehe
    Makin gampang aja yah mau pinjem uang teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,ppinjemnya sama lembaga yang terpercaya. Jangan sama aku,jelas ga bakal dikasih hehehe

      Hapus
  3. Kayak teman saya kasusnya. PNS baru diangkat SKnya langsung masuk gaden hihi..
    Enak ya sekarang, ada online proses kredit jadi lebih cepet :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan emang buat yang urgent ya, mbak. Sayang kalau ngutang buat yang konsumtif.

      Hapus
  4. Lagi enak-enaknya baca cerita temannya mb Efi, rupanya, ujung-ujungnya iklan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih maaf hihihi.. itu kan judulnya udah sama denga nama sponsor :D

      Hapus
  5. Memang harus pandai-pandai memilih ya..dan harus yang terpercaya kalau sudah urusan seperti ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan yang pasti bunga pinjamannya jangan yang mencekik ya, mbak.

      Hapus
  6. info bagus, apalagi buat yg belum mengatur keuangan dengan baik, jadi terasa ada kebuthan mendesak terus hohoho

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.