Top Social

Bring world into Words

The Brain Charger : Misteri Dibalik Pembunuhan Orang-orang Pintar

Rabu, 19 September 2012

Judul             
:
The Brain Charger
Penulis           
:
Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi
Penerbit         
:
Salsabila, 2012
Halaman        
:
298 Halaman
ISBN              
:
9786029854398
Ukuran          
:
  14.5 x 21.5 cm


Apa yang terlintas di benak kita saat mendengar atau membaca berita kasus pembunuhan dengan mutilasi? Motif balas dendamkah? Apakah pembunuhnya mengidap kelainan jiwa?
Aroma misteri dapat kita rasakan dari sampul novel The Brain Charger buah karya Muhammd Pizaro Novel Tauhidi ini. Korban pertama adalah Intan Keumala Dewi,mahasiswa beprestasi jurusan Psikologi Universitas Islam Bangsa (UIB) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Tangan, kaki dan beberapa bagian tubuhnya menghilang. Kepalanya yang terpisah dicukur botak oleh si pelaku. Belum selesai polisi menelusuri motif pembunuhan sadis ini, warga kampus digegerkan kembali dengan penemuan mayat Ghefira, mahasiswi jurusn Fakultas Sains dan Teknologi yang juga berprestasi. Sama dengan kasus sebelumnya, kondisi Ghefira ditemukan dalam kondisi mengenaskan,kaki kiri, tumit dan beberapa jari Gherfira juga menghilang.

Rizki, seorang mahasiswa semester VII Fakultas Dakwah UIB tertantang untuk menelusuri latar misteri dibalik pembunuhan ini. Selain menguak kasus pembunuhan berantai, ia juga tertantang untuk membuktikan ledekan Annisatu Lexa Meteorika  (Anna)seorang mahasiswi berprestasisemester VII, yang juga menjadi asisten dosen Psikologi di Fakultas Dakwah.
Anna, sangat terobsesi dengan ilmu pengetahuan terutama sains dan psikologi. Demi kecintaannya itu ia menyewa ruangan khusus untuk menyimpan ribuan koleksi buku-bukunya.  
Dalam kuliahnya, Anna kerap menantang Rizki dan kawan-kawannya untuk membutikan keberadaaan Tuhan. “Keberadaan sains adalah pasti,karena ilmu nyata.Sedangkan kebenaran Tuhan masih diperdebatkan.Karena Tuhan tidak nyata,” ucap Anna.
Ditengah-tengah pergulatan Rizki dan kawan-kawannya menjawab tantangan Anna, ia dititipi Arisiska (Upik) yang akan melanjutkan kuliah di UIB.Arisiska adik dari Herman,teman sebangkunya saat SMP. Meski kehadiran Arisiska menambah tanggung jawab Rizki untuk menjaga keselamatannya, Rizki sangat terbantu dengan analisa cerdas dari Arisiska untuk menguak tabir pembunuhan berantai ini.
Pizaro, penulis novel ini tidak melulu mengajak kita berkutat dengan teka-teki misteri pembunuhan sadis ini. . Dengan tema utama psikologi, alur cerita diracik dengan bumbu simbologi dan mistisme. 
Penulis juga mengurai teori-teori piskologi yang disusung oleh Sigmund Freud dan Fredrich Nietzsche dalam beberapa diskusi antara Anna dengan mahasiswa dalam kuliahnya, dengan lugas dan mengalir. Beberapa kelainan jiwa juga dibahas dalam buku ini dengan contoh yang mudah dimengerti pembaca.
Apakah yang menjadi motif pembunuhan sadis ini? Lalu apa hubungan simbol kuno yang ditemukan dalam salah satu tubuh korban? Akankah Rizki dan Upik berhasil menguak tabir misteri ini? Sanggupkah Rizki mencegah jatuhnya korban berikutnya? Siapakah Rosa gadis berkerudung dengan ekspresi datar yang dikenal Upik? Bisakah Rizki menjawab tantangan Anna untuk menbuktikan keberadaan Tuhan sekaligus menyadarkan Anna?
Latar belakang penulis sebagai redaktur Eramuslim membuat novel ini sarat dengan nuansa religi yang apik. Hal ini bisa kita lihat dalam dialog Rizki dengan teman-temannya dalam Forum Sains Islam. Rizki juga begitu gigih untuk menghidupkan kembali peradaban Islam yang dimulai dari kampusnya.
Sayangnya novel ini terasa kurang mencekam jika melihat tebalnya yang hanya 298 halaman saja. Dengan jumlah halaman yang lebih banyak,konflik yang tercipta dalam novel akan terasa lebih tajam dan menarik.
 Di sisi lain penulis berhasil menyampaikan kritikannya yang tajam terhadap kondisi pergeseran idealisme sekuler yang menjangkit banyak kampus-kampus terutama kampus Islam
Dialog antara Rizki dan Upik, panggilan Arisiska tentang simbol-simbol kuno mengingatkan kita dengan Dan Brown yang melejit lewat novel dan film Davinci Code. Menarik sekali, Sudamanda salah satu permainan rakyat yang sudah berumur ratusan tahun ternyata sarat dengan pesan mistis kuno. Bahkan beberapa pusaka budaya  kuno tanah air juga terungkap keberadaannya yang sudah tidak ada lagi di tanah air.
Bagi anda yang menyukai novel berlatar misteri, psikologi atau bahkan keduanya novel ini layak untuk memenuhi koleksi bacaan anda.


























1 komentar on "The Brain Charger : Misteri Dibalik Pembunuhan Orang-orang Pintar"
  1. Whoa.. Keren nih karya anak Indonesia. Oia teh, udah baca buku2nya ES Ito? Keren2 juga.. Ga kalah sama Robert Langdon ehehe

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.