Showing posts with label fitur. Show all posts
Showing posts with label fitur. Show all posts

Tuesday, 7 May 2024

Membuka Kantor Cabang Baru: 6 Tips Sukses untuk Acara Pembukaan yang Berkesan

Membuka kantor cabang baru adalah langkah besar bagi sebuah perusahaan. Biasanya ini dilakukan sebagai usaha untuk ekspansi, pertumbuhan, serta komitmen untuk lebih dekat dengan pelanggan. 
Acara pembukaan kantor cabang baru juga jadi  kesempatan emas untuk memperkenalkan diri kepada komunitas lokal, membangun jaringan, dan meninggalkan kesan pertama yang positif. Inget kan ya sama tagline ini: 

The Grand Entrance Starts Here

Selain itu tau ga sih kalau ternyata dengan membuka kantor cabang baru juga bakalan membuka peluang untuk mengakses sumber daya dan pasar lokal yang unik. Soalnya, dengan mendekatkan diri dengan pasar yang berbeda secara geografis, perusahaan jadi bisa mudah menyesuaikan produk, layanan, dan strategi pemasaran mereka dengan kebutuhan dan preferensi lokal.

Untuk menyelenggarakan acara yang sukses membutuhkan perencanaan dan persiapan matang.  Berikut 6 tips untuk membantu Anda mengadakan acara pembukaan kantor cabang baru yang berkesan dan tak terlupakan:

1. Tetapkan Tujuan dan Susunan Acara yang Jelas

Apa saja sih yang ingin  dicapai dengan acara ini? Misalnya nih, apakah untuk menarik pelanggan baru? Menjalin hubungan dengan komunitas lokal, atau barangkali mempromosikan produk dan layanan dari perusahaan?
Jangan lupa juga tentukan siapa saja yang jadi  target audiens acara dan apa yang mereka harapkan dari acara ini.
Kalau semuanya sudah terpetakan, Buat deh  susunan acara yang menarik dan informatif. Pastikan juga perencanaan  waktu, tempat, dan logistik yang pas antara kesiapan pihak perusahaan dan situasi di lapang, ya.

2. Pilih Lokasi yang Tepat

Ini adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Lokasi harus mudah diakses oleh tamu undangan dan mencerminkan citra perusahaan Anda. Jika lokasinya sulit dijangkau, audiens yang disasar malah jadi batal untuk hadir.  Lakukan juga survey on the spot alias survey lapangan untuk mengetahui kapasitas venue acara dan fasilitas yang bisa diberikan untuk mereka selama acara berlangsung. 

Penting juga nih untuk memperhatikan aspek-aspek logistik seperti waktu, tempat, dan kebutuhan teknis.
Selain itu, mempertimbangkan audiens yang akan hadir dan kebutuhan mereka juga krusial. Misalnya, acara nanti akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dalam industri atau komunitas lokal, susunan acara harus dirancang sedemikian rupa agar dapat memenuhi harapan dan kebutuhan mereka. Semakin memadai dan atraktif tentunya mereka akan bersemangat untuk hadir. 

Oiya, siapkan juga tim kreatif kantor untuk memberi sentuhan dekorasi acara yang estetis, ya. 


3. Siapkan Souvenir yang Berkesan
Simple memang tapi ini juga ga bisa asal milih. Dengan souvenir yang berkesan akan memberikan kesan positif bagi para audiens yang hadir.  Pilihlah souvenir acara kantor  yang berkualitas, relevan dengan jeis produk dan niche/segmen pasar serta memiliki nilai praktis. Misalnya  pulpen, kalender, atau tas jinjing yang dapat digunakan sehari-hari.

Souvenir semacam itu akan lebih cenderung dipertahankan oleh para tamu dan dapat terus mengingatkan mereka akan keberadaan kantor cabang baru dan hubungannya dengan perusahaan.Agar lebih unik, personalisasikan souvenir dengan logo dan nama perusahaan. 


4. Siapkan Tenaga Kerja yang Cukup
Buatlah estimasi  jumlah tenaga kerja yang  mendukung acara  ini bisa berjalan  dengan lancar.
Kalau perlu buatlah serangkai latihan untuk kru acara tentang protokol dan prosedur yang berlaku serta product knowledge yang mumpuni. 

Kecakapan mereka saat melayani pertanyaan audiens akan semakin menambah kesan positif bagi perusahan.  Kecakapan yang dibutuhkan misalnya cara berinteraksi dengan tamu undangan, kemampuan komunikasi yang efektif, atau pengetahuan tentang produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. 


5. Siapkan Area Khusus untuk Karangan Bunga
Karangan bunga adalah simbol penghormatan dan selamat datang bagi tamu yang datang.Siapkan area khusus untuk menempatkan karangan bunga dengan estetika yang menarik. Pastikan area tersebut terlihat oleh tamu undangan.

Untuk mempermudah persiapan acara, kita  bisa menggunakan jasa toko bunga. Dengan memanfaatkan jasa profesional dari toko bunga, misalnya yang berlokasi di Jakarta.
Perusahaan dapat memastikan bahwa karangan bunga yang dipesan memiliki kualitas yang prima dan sesuai dengan tema serta preferensi yang diinginkan Biasanya,  toko bunga Jakarta umumnya menawarkan berbagai pilihan desain dan variasi karangan bunga yang dapat disesuaikan dengan gaya dan konsep acara. Perusahaan punya banyak opsi untuk memilih karangan bunga yang paling sesuai dengan citra dan pesan yang ingin disampaikan.


6. Manfaatkan Media Sosial
Saat ini media sosial punya peran penting untuk awareness dan menjangkau lebih banyak orang, tereutama bagi mereka yang  jauh dari jangkauan perusahaan  namun punya sisi potensial yang belum terjangkau. Dengan menggunakan media sosial jadi tool yang sangat membantu  mempromosikan acara perusahaan dan menarik minat calon undangan. 

Selain itu, tim media sosial pun bisa membagikan foto dan video dari acara tersebut secara real-time.
Jangan sampai kelewat ini untuk menggunakan hashtagh yang relevan untuk acara.

Tips-tips di atas tadi akan sangat membantumu lho untuk  menyelenggarakan acara pembukaan kantor cabang baru yang sukses dan berkesan. Seperti yang sudah dibahas di atas tadi, acara ini akan menjadi kesempatan emas untuk membangun hubungan yang kuat dengan komunitas lokal dan meningkatkan brand awareness perusahaan.

O, iya. ada beberapa tips tambahan untuk mensukseskan acara ini: Promosikan juga acara ke media lokal. Jika perlu, libatkan juga para  influencer. 

Last but not least, Berikan ucapan terima kasih kepada semua orang yang telah membantu Anda menyelenggarakan acara tersebut.

 Good luck, ya. 

Share:

Monday, 2 January 2017

Roots, Mini Seri Tentang Perbudakan

Pernah ngalamin ga ketika malam hari harusnya kita sudah tertidur  tapi malah stay awake alias melek terus?Kalau udah gini bawaannya males mikir.  Ya udah, saya buka hp dan tap aplikasi nonton. Saya scroll rekomendasi film dan nemu mini seri Roots di aplikasi nonton Iflix.

Satu season dengan 4 episode yang masing-masing durasinya cuma dua jam saja.  Oke, saya cukup tabah untuk ngejabaninnya. Apalagi pas baca sinopsisnya menarik, tentang perbudakan di Amerika pada pertengahan tahun 1700an.  Lebih singkat dari kisah Little Missy dengan tema yang sama.

Yang lahir tahun 80an awal pasti familiar lah sama serial Little Missy itu dong. Ngomong-ngomong soal susah tidur yang kita alami mungkin masih cetek dibanding apa yang dialami oleh mereka yang harus menjadi budak. Terjaga malam ini tapi tidak tau kapan yang namanya kebebasan itu datang.

Serial ini sebenarnya udah tayang tahun 1977 di stasiun ABC  lalu diremake pada awal tahun 2016. Dibanding versi lawasnya, mini seri ini menayangkan lebih banyak adegan kekerasan yang lebih sadis. Let say seperti lecutan cemeti, timas panas yang dihujamkan ke bahu yang mungkin dimaksudkan sebagai tag atau label, bacokan kapak pada kaki, menggantung pemberontak dan dalam beberapa scene ada adegan pemerkosaan atau adegan intim,  walau sekilas saja. Dalam setiap pembukaan episode selalu ada narasi yang menginformasikan  soal ini. 

Epsiode pertama bercerita tentang seorang pemuda bernama Kunta Kinte. Kunta Kinte adalah anak dari Omara Kinte dan Binta Kinte.  Kunta Kinte lahir pada tahun 1750, ia dididik ayahnya untuk menjadi seorang warior suku  Mandika yang mendiami kawasan sungai Bolonga, sebuah daerah di Gambia, Afrika Barat.

Pengkhianatan dan penculikan 

Tidak jauh dari tempat Kunta Kinte tinggal, Juffure,  ada suku Koro, yang menjadi musuh bebuyutan keluarganya. Bila suku Mandika sangat loyal pada rajanya, maka Suku Koro adalah loyalis pada ketamakan, apapun akan mereka lakukan termasuk menjual saudaranya sendiri sebagai budak kepada bangsa lain demi imbalan yang tidak seberapa.  

Hmmm... ternyata di Afrika pun ada yang namanya slavery alias perbudakan itu tadi. Kaum Mandika sendiri tidak menafikan adanya perbudakan, hanya saja mereka tidak akan menjual budak sembarangan dan persetujuan raja. Di sini ga dijelaskan secara gamblang kriteria boleh tidaknya perbuadakan yang ada di sana. 

Kunta Kinte yang dipersiapkan untuk menjadi seorang pejuang Mandika sebenarnya punya mimpi lain, pergi ke universitas Timbuktu untuk kuliah. Yup, Timbuktu yang suka kita jadikan candaan karena saking jauhnya somewhere yang kita obrolin itu.

Gemblengan yang pernah didapatkan ketika 'diuji' menjadi seorang pria sejati ala Mandika membuat Kunta Kinte memiliki kemampuan unik memahami kuda yang suatu saat akan menjadi sesuatu hal yang berharga. Bukan hanya untuk dirinya tapi juga anak-anak dan cucunya kelak.

Kunta Kinte akhirnya memang pergi jauh dari kampung halamannya, tapi bukan untuk kuliah. Dalam sebuah 'operasi' Kunta Kinte diculik oleh Suku Koro, bersama Jinna (gadis Mandika yang dicintainya) dan pamannya (lupa namanya siapa).

Alih-alih dijadikan sandera untuk meminta tebusan, mereka malah dijual kepada orang-orang kulit putih. Selama dalam kapal menuju Virginia Amerika (buat Kunta Kinte dan kawa-kawan Amerika jauh lebih jauh dari Timbuktu), mereka dipaksa makan dengan cara yang biadab. Makanan yang penampakannya seperti bubur dedak ayam itu dimasukan ke mulut melalui corong. Iyes, corong, bukan makan dengan tangan sendiri. Semantara tubuh mereka terbaring seperti barisan ikan pindang dengan posisi tangan dan kaki yang terikat.

Nama baru yang dipaksakan

Kunta Kinte dijual pada tuan yang tidak baik. karena memang tidak pernah ada 'master' yang baik pada masa perbudakan saat itu. Kunta Kinte hanya bisa merasakan kehadiran ayah ibunya lewat kontak batin ketika ia merasa putus asa. Yang tidak kalah menyebalkan dari tuan dan para mandornya dalah mereka tidak diijinkan menggunakan nama sendiri. Kunta Kinte sendiri dipaksa mengakui nama barunya Tobby.

Untuk menerima nama barunya pun, Kunta Kinte eh Tobby harus mengalami proses yang  berdarah-darah. Dicambuk sampai sekujur tubuhnya luka-luka jug punggung kaki yang dibacok kapak. Setiap melihat adegan kekerasan, saya dibuat meringis dan memalingkan muka. Ngeri, tapi penasaran pengen tau kelanjutannya.

Sepanjang pengalaman, film ini adalah film dengan kadar kesadisan dan kebrutalan yang paling mengerikan yang pernah saya tonton. Meski ada bumbu kisah cinta, porsinya sangat sedikit dibanding serial Little Missy. 

Tobby yang dirawat oleh Belle akhirnya menikah dan memiliki anak yang diberi nama Kizzy. Dari Kizzy ini keturunan mereka akhirnya memilliki skill rahasia yang mahal sekali harganya. Anak dari tuannya, Missy mengajari Kizzy membaca dan menulis yang kelak diwariskan pada anak-anaknya nanti. 

Kebaikan Missy pada Kizzy tidak sama dengan kebaikan ayahnya. Kizzy terpaksa kabur tidak mau menuruti tuannya untuk menikah dengan Noah. Ayahnya Missy pun sebenarnya tidak suka dan sangat marah mengetahui Kizzy mempunyai kepandaian membaca.

Setali uang dengan ayahny, nasib apes merundung Kizzy. Ia pun berusaha kabur. Sialnya, Kizzy tertangkap dan dijual pada tuan lain, Tom Lea. Dari Tom Lea, Kizzy mempunyai anak di luar nikah (iya lah mana ada tuan yang mau menikahi budaknya karena cinta,  setidaknya dalam kisah ini) yang diberi nama George.  George mempunyai minat yang tinggi mengurus ayam dan jadi budak kesayangan Tom Lea karena kemahirannya melatih ayam adu.

Harga Kebebasan yang mahal

Errr... kesayangan Tom Lea? Enggak juga. Tom Lea yang serakah dan gila judi cuma memanfaatkan kemahiran George yang sesungguhnya tidak disukai Kizzy. Setelah  beberapa tahun menikah dengan Matilda, putri dari seorang pastor. Karena hobi dminatnya yang tinggi dengan ayam-ayam adu George  punya nama julukan Chicken George. Hobi yang sesungguhnya membuat Kizzy khawatir. 

Geoge yang kadar percaya dirinya tinggi berhasil meraih perhatian Tom Lea, sekaligus menyisihkan temannya sesama budak yang sudah lebih dulu jadi 'pelatih' ayam adu milik Tom Lea. Dalam pertaruhan yang besar, Ayam adu gemblengannya berhasil memenangkan perjudian.

Terbujuk nilai taruhan yang besar, Tom Lea merayu George untuk melanjutkan perjudian dengan iming-iming yang menggiurkan. Surat kebebasan! George tergoda. Mimpinya menjadi seorang yang merdeka di depan mata. Sialnya dalam pertaruhan berikutnya, George kalah.

Demi menebus kekalahan nilai taruhan yang tinggi (bahkan seluruh nilai ladang dan hutang yang harus dibayar pun nilainya tidak cukup) Tom Lea menjadikan George tebusan untuk membayar kekalahannya pada Sir Eric Russel.

George yang pintar ngomong dan suka tebar pesona (ini yang bikin Matilda luluh) tidak berkutik dan harus rela dibawa tuan barunya untuk tinggal di Inggris selama 20 tahun! Coba bayangin, terpisah dengan keluarga dengan status sebagai seorang budak, mungkin akan membuat seseorang nelangsa.  

Pemberontakan

Tapi George mewarisi jiwa pemberontak dari ibu dan kakeknya. George memilih untuk bertahan. He did it!  Dia akhirnya bebas dan kembali ke Amerika, menemui kembali keluarganya yang sekarang tinggal di Carolina Selatan, bersama dengan tuan yang baru, Benjamin Murray.

Frederick - (anak dari Murray yang rasisnya super ngehe) mempunyai kekasih bernama Nancy,  ternyata seorang mata-mata yang menyusup. Nancy meyakinkan para budak di sana kalau ia berada di sisi mereka, bersama Abraham Lincoln yang memperjuangkan kebebasan para budak untuk mengenyam hidup yang setara tanpa perbedaan status dan warna kulit. Nyaris saja rencana pemberontakan itu berhasil tapi Frederick berhasil mengendusnya. Frederick yang patah hati mengetahui kekasihnya ternyata berkhianat mengganjar Nancy dengan sebuah hukuman yang sadis.


Chicken George yang jago retorika memanfaatkan kepandaiannya itu untuk berusaha  meyakinkan para pejuang Carolina Selatan kalau mereka tidak akan pernah merugi mendapat pasukan tambahan dari para budak. Nah, pada bagian ini lah, ditengah kengerian perang dengan risiko nyawa sebagai taruhannya penonton akan menemukan momen mengharukan. Well sebenarnya bukan cuma momen ini saja sih yang mengharukan. Banyak scene-scene lain yang bikin kita pengen  nangis dibuatnya.

Behind the Scene

Kalau memerhatikan setiap pembuka episode dan penutup, kita akan mendengar suara narasi seolah-olah dari "Alex Haley' penulis buku Roots ini.  Alex - yang juga ghost writer untuk autobigrafi Malcolm X - pernah mendapatkan penghargaan Pulitzer. Ketika menulis buku ini, ia melakukan riset yang sangat dalam dan serius tentang silsilah keluarganya. 

Buku Alex sebelumnya berjudul Before This Anger sebelum dirubah dengan judul Roots, baru terbit tahun 1976. Perubahan judul bukunya sendiri dilakukan pada tahun 1972, empat tahun sebelum bukunya dirilis dan kemudian diadaptasi menjadi sebuah kisah mini seri pada tahun 1977.

Mini seri Roots yang memerlukan proses untuk adaptasi menjadi storyline, penyesuaian karakter, dan printilan lainnya menjadi sebuah mini seri yang meraih sukses pada masa itu, mendapat 100 juta penonton di 50 negara selama  sekaligus menggeser film Gone with the Wind sebagai most watched television program of all time, lho. Pada saat negara-negara lain ramai-ramai mengimpor film ini sebagai komoditas hiburan televisi, Afrika Selatan dan Brazil termasuk negara yang menolak hadirnya film ini dengan alasan tidak ingin mencetuskan pemberontakan di sana.  

Film Roots ini juga berhasil masuk jajaran dalam beberapa nominasi untuk ajang penghargaan Primetime Emmy Awards tahun 2016. dalam kategori; Outstanding Casting for a Limited Series, Movie or Special,Outstanding Narrator, Outstanding Hairstyling for a Limited Series or a Movie Outstanding Limited Series, Outstanding Sound Editing for a Miniseries, Movie or a Special, Outstanding Costumes for a Period/Fantasy Series, Limited Series or Movie. Di ajang lainnya, film Roots ini juga masuk dalam nominasi Black Reel Awards 2017,asting Society of America, USA 2017 Critics Choice Television Awards 2016, Gold Derby Awards 2016, Hollywood Music In Media Awards (HMMA) 2016, Hollywood Post Alliance, US 2016, Image Awards 2017,  Online Film & Television Association 2016, Television Critics Association Awards 2016, Women's Image Network Awards 2016,  dan riters Guild of America, USA 2017.

Wow, banyak sekali, ya?

Saran saya kalau mau nonton film ini jangan ngajak anak-anak dibawah umur, ya. Belum saatnya untuk memahami alur film ini. Tapi buat orang dewasa, film ini keren dan highly recomended. Ada banyak nilai-nilai bagus yang bisa kita dapatkan dari film ini.

referensi tambahan
http://www.huffingtonpost.com/matthew-delmont/10-things-you-may-not-know-about-roots_b_10268660.html
http://www.imdb.com/title/tt3315386/awards?ref_=tt_awd

http://www.blackhistoryreview.com/video/Roots.php

sumber foto: screenshoot dari hp
Share: