Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Wednesday, 16 August 2017

Nominasi Film dan Nara Film Festival Film Bandung 2017, Cek Favoritmu di Sini

Selama satu tahun terakhir (1 Agustus 2016-31 Juli2017) ini ada 114 film nasional yang wara-wiri di bioskop di Bandung.  Sudah nonton berapa film kah? Kalau minimal saja sebulan sekali nonton film di bioskop, mestinya ada 1-2 (paling tidak film yang membekas atau berkesan) buat teman-teman. Terus merasa gue banget, quotenya terngiang-ngiang, atu OSTnya dinyanyika terus atau jadi semacam antheme alias lagu kebangsaan yang rasanya seperti mewakili apa yang pernah atau sedang dialami. Ada, dong? :)

Tidak kalah dengan Amerika sana yang punya berbagai ajang award film alias penghargaan film, Indonesi pun punya beberapa festival yang mengapresiasi karya anak negeri. Salah satunya adalah Festival Film Bandung yang  tahun ini memasuki tahun ke-30. Yang menjadikan ajang Festival Film Bandung (selanjutnya saya singkat FFB saja, ya) adalah gelaran ini setiap tahunnya berlangsung terus tanpa absen/jeda. Wow, amazing! 

Untuk mengapresiasi karya sinema (Film, FTV dan sinetron), karya yang terpilih mendapat  predikat Terpuji. Artinya karya tersebut patut mendapat pujian atau mendapt pujian. Bukan berarti sebagai karya yang 'paling' atau lebih baik dari yang lain.  Penggunaan istilah ini hanyalah untuk membantu penikmat film untuk mengapresiasi dan memperluas wawasan film nasional atau referensi bahan perbandingan dengan film asing. Makanya yang mendapat penghargaaam untuk satu kategori yang sama bisa lebih dari satu, atau bisa saja loh tidak ada pemenangnya.

Kalau dulu Jepang terkenal dengan Doramanya, India dengan Bollywoodnya sampai Korea sekarang yang nge-hive dengan  deman Drakor tau film-filmnya, kenapa tidak kalau  ke depannya Indonesia juga punya industri film seperti mereka? Dan itu dimulai dari kita dulu yang mengapresiasinya.Ya, kan?

Pada hari Selasa, 15 Agustus 2017 kemarin, sekitar 5 minggu menjelang malam puncak Festival Film Bandung, sudah diumumkan nominasi film dan nara film (unsur film) juga FTV dan sinetron. Acara ini berlangsung di auditorium Museum Sri Baduga, jalan BKR Bandung.

Selain dihadiri pengurus Forum Film Bandung dan Pengamat Film,  acara ini juga diikuti oleh media dan blogger serta dimeriahkan oleh Rika Rafika (penyanyi lagu Karedok Leunca)  dan Afrizal Risandi (pemeran kakaknya Dilan yang filmnya masih syuting).  Kedua nama terakhir ini turut membacakan beberapa nominasi film dan nara film. 


Selain 114 film Indonesia, juga ada 107 serial tv (sinetron) , 204 judul FTV dan 184 judul film impor yang diamati. Dari jumlah yang lumayan banyak ini kemudian mengerucut ke dalam beberapa kategori. Yuk ceki-ceki. Adakah jagoannya di sini?

A. Serial Televisi (Sinetron)

1. Nominasi  Serial Televisi dan Nara Serial Televisi  untuk Pemeran Wanita Terpuji

  • Adinda Azani  - Roman Picisan The Series (MNC Picture,  RCTI)
  • Cut Meyriska - Putri Titipa Tuhan (SinemArt, SCTV)
  • Irish Bella - Berkah Cinta (SinemArt,  SCTV)
  • Natasha Wilona - Mawar dan Melati (SinemArt, SCTV)
  • Prilly Latuconsina - Bawang Merah  Bawang Putih (MD Entertainment, Trans TV)

2. Nominasi  Serial Televisi dan Nara Serial Televisi  untuk Pemeran Pria Terpuji

  • Agus Kuncoro - Dunia Terbalik (MNC Pictures, RCTI)
  • Aliando Syarief - Pesantren Rock & Roll Reborn (Screenplay Production, SCTV)
  • Arbani Yasiz - Roman Picisan The Series (MNC Pictures, RCTI)
  • Danny Michael- Berkah Cinta (SinemArt, SCTV)
  • Glenn Alinskie - Cahaya Cinta (Multivision Plus, ANTV)

3. Nominasi Serial Televisi Terpuji

  • Cinta dan Rahasia
  • Dunia Terbalik
  • Putri Titipan Tuhan
  • Di Rumahku Ada Surga
  • Cahaya Cinta

B. Film Televisi (FTV)

1.Nominasi Penulis Skenario Terpuji  Film Televisi

  • Aris Triana - Pencuri Adzan (Millenium Visitama Film, Trans 7)
  • Eka Hartono - Dosa Separuh Nyawa  (Trans 7 & Unlimited Production, Trans 7)
  • Lintang Pramudya Wardhani - Anak-anak Merah Putih (SinemArt, SCTV)
  • M. Haris Suhud  - Kurang Garam (Surya Citra Televisi & Citra Sinema, SCTV)
  • Novia Faizal - Blogger Cinta dan Backpacker (Screenplay Production, SCTV)

2. Nominasi Pemeran Wanita Terpuji Film Televisi

  • Adhitya Putri - Penjaga Air Surga (Trans 7 & RK 23 Pictures, Trans 7)
  • Alyssa Soebandono - Diantara Dua Ibu (SinemArt, SCTV)
  • Della Puspita - Satu Sedekah Beribu Berkah  (Mega Kreasi Films, Indosiar)
  • Tissa Biani Azzahra - Dangdut is My Dream (Surya Citra Televisi & Citra Sinema, SCTV)
  • Tyas Mirasih - Jangan Remehkan Istri Berdaster (Trans 7 & RK 23 Pictures, Trans 7)

3. Nominasi Pemeran Pria  Terpuji Film Televisi

  • Adly Fairuz - Jodoh Pengantar Jenazah, Episode Mati Suri (Tobali Production, ANTV)
  • Dian Siddik - Kurang Garam (Surya Citra Televisi & Citra Sinema, SCTV)
  • Dimas Aditya - Bukan Tanah Air Beta   (Surya Citra Televisi & Citra Sinema, SCTV)
  • Gerry Iskak -  Satu Sedekah Beribu Berkah  (Mega Kreasi Films, Indosiar)
  • Ricky Harun - Dosa Separuh Nyawa  (Trans 7 & Unlimited Production, Trans 7)

    4. Nominasi Sutradara  Terpuij Film Televisi

    • Azar Kinoy Lubis - Dangdut is My Dream (Surya Citra Televisi & Citra Sinema, SCTV)
    • Cheppy Gober - Jodoh Pengantar Jenazah, Episode Mati Suri (Tobali Production, ANTV)
    • Dwi Ilalang - Tak Ada Suami yang Sempurna  (Mega Kreasi Films, Indosiar)
    • Hadrah Daeng Ratu - Takdir yang Terlupakan Trans 7 & Unlimited Production, Trans 7)
    • Maruli Ara - Anak-anak Merah Putih (SinemArt, SCTV)

    5. Nominasi Film Televisi Terpuji

    • Anak-anak Merah Putih (SinemArt, SCTV)
    • Kurang Garam (Surya Citra Televisi & Citra Sinema, SCTV)
    • Penjaga Air Surga (Trans 7 & RK 23 Pictures, Trans 7)
    • Satu Sedekah Beribu Berkah - (Mega Kreasi Films, Indosiar)
    • Tasbih Sang Juara (SinemArt, SCTV)

    C. Nominasi Film dan Nara Film

    1. Penata Kamera Terpuji Film Bioskop

    • Anggi Frisca - Night Bus (Night Bus & Kaninga Pictures)
    • Fozan Rizal - Salawaku (Kumala Film & Remonity Foundation)
    • Roy Lolang - Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon (Tebe Silalahi Pictures & Artha Graha Peduli)
    • Yudi Datau - Critical Eleven (Starvision & Legacy Picures)
    • Yudi Datau - Surat Kecil Untuk Tuhan (Falcon Pictures)

    2.  Penata Musik Terpuji Film Bioskop

    • Aghi Narottama - Sweet 20  (Starvision & CJ Entertainment)
    • Ivan Gojaya - Galih & Ratna (360 Degree Synergy, Nant Entertaiment & Josh Pictures)
    • MC Anderson - Filosofi Kopi 2: Ben& Jody (Visinema Pictures & 13 Entertainment)
    • Miyoshi Masato & Clemens Felix Setiawan - Ziarah (Purbanegara Film, Limaenam Films,  Hide Project Films,Lotus Cinema, Super 8mm Studio, Goodwork & padi Creative) 
    • Tyas Subiakto - Mooncake Story (MVP Pictures, Tree Water  Productions & Tahir Foundation)

    3. Penata Editing Terpuji Film Bioskop

    • Aline Jusria - Ini Kisah Tiga Dara (Kalyana Shira Films & SA Films)
    • Bounty Umbara & Wawan I Wibowo - Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos! Part 1 (Falcon Pictures)
    • Kelvin Nugroho & Sentot Sahid - Night Bus (Night Bus Pictures  & Kaninga Picutres)
    • Sastha Sunu- 3 Srikandi (MVP Picutres)
    • Yoga Krispratama - The Professionals (MNC Picures)

    4. Penata Artistik Terpuji Film Bioskop

    • Allan Sebastian - Kartini  (Legacy Pictures, Screenplay Pictures)
    • Budi Riyanto - Mooncake Story (MVP Pictures, Tree Water  Productions & Tahir Foundation)
    • Dita Gambiro -  Galih & Ratna (360 Degree Synergy, Nant Entertaiment & Josh Pictures)
    • Deki Yudhanto - Istirahatlah Kata-kata (Yayasan Muara, Partisipasi Indonesia, Limaenam Films & Kawankawan Films)
    • Eros Elfin - Athirah (Miles Film)

    5. Penulis Skenario Terpuji Film Bioskop

    • Amril Nuryan  & Halim Gani Safia - Uang Panai = Maha (r)l (786 Production & Makkita Cinema Production)
    • Bagus Ramanti & Hanung Bramantyo - Kartini  (Legacy Pictures, Screenplay Pictures)
    • BenniSetiawan dan TB Silalahi - Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon (Tebe Silalahi Pictures & Artha Graha Peduli)
    • Ernest Prakasa: Cek Toko Sebelah (Starvision)
    • Jenny Jusuf, Monty Tiwa, Robert Ronny & Ika Natassa Critical Eleven (Starvision & Legacy Picures)

    6.Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Film Bioskop

    • Acha Septriasa - Shy Shy Cat (Starvision)
    • Djenar Maesa Ayu -  Kartini  (Legacy Pictures, Screenplay Pictures)
    • Marissa Anita - Istirahatlah Kata-kata (Yayasan Muara, Partisipasi Indonesia, Limaenam 
    • Mikha Tambayong - Promise - (Screeplay Films &  Legacy Pictures)
    • Widyawati - Sweet 20  (Starvision & CJ Entertainment)

    7. Pemeran Pembantu Pria Terpuji Film Bioskop 

    • Ade Firman Hakim - Bid'ah Cinta (Kaninga Pictures)
    • Arifin Putra - The Professionals (MNC Pictures)
    • Dion Wiyoko - Cek Toko Sebelah (Starvision)
    • Ganindra Bimmo - Moammar Emka's Jakarta Undercover (Demi Istri Production & Graffent Picutres)
    • Slamet Rahardjo Sweet 20  (Starvision & CJ Entertainment)

    8.Sutradara Terpuji Film Bioskop

    • Angga Dwimas Sasongko - Filosofi Kopi 2: Ben& Jody (Visinema Pictures & 13 Entertainment)
    • Ernest Prakasa -  Cek Toko Sebelah (Starvision)
    • Lucky Kuswandi - Galih & Ratna (360 Degree Synergy, Nant Entertaiment & Josh Pictures)
    • Riri Riza - Athirah (Miles Film)
    • Yosep Anggi Noen - Istirahatlah Kata-kata (Yayasan Muara, Partisipasi Indonesia, Limaenam) 

    9. Pemeran Wanita Terpuji

    • Adinia Wirasti - Critical Eleven (Starvision & Legacy Picures)
    • Cut Mini -  Athirah (Miles Film)
    • Dian Sastro Wardoyo - Kartini  (Legacy Pictures, Screenplay Pictures)
    • Sheryl Sheinafia - Galih & Ratna (360 Degree Synergy, Nant Entertaiment & Josh Pictures)
    • Tatjana Saphira - Sweet 20  (Starvision & CJ Entertainment)

    10. Pemeran Pria Terpuji

    • Chicco Jerikho -  Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (Visinema Pictures & 13 Entertainment)
    • JefriNichol - Dear Nathan (Rapi Films)
    • Morgan Oey - Mooncake Story (MVP Pictures, Tree Water  Productions & Tahir Foundation)
    • Pandji Pragiwaksono - Insya Allah SAH (MD Pictures)
    • Reza Rahadian -  Critical Eleven (Starvision & Legacy Picures)

    11. Film Bioskop Terpuji

    •  Athirah (Miles Film)
    • Cek Toko Sebelah (Starvision)
    • Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (Visinema Pictures & 13 Entertainment)
    • Istirahatlah Kata-kata (Yayasan Muara, Partisipasi Indonesia, Limaenam)
    • Kartini  (Legacy Pictures, Screenplay Pictures)

    Gimana, nominee kesayangannya ada yang lolos ke list tahun ini?   Ada dong, ya. Beberapa favorit saya juga masuk ke dalam list di atas. Biar ga berpanjang-panjang di postingan ini, opininya disambung di komentar saja, ya. :0
    Share:

    Monday, 23 November 2015

    Cyberbully: Move on Melawan Bullying

    Saya mau bahas  hobi saya  yang suka  ngunduh  video kontribusi gratisan di youtube  ah hehehe. Tapi  yang sekarang dibahas adalah sebuah film  yang ditayangkan di tv Amerika (kalau di sini semacam FTV gitu lah) di channelnya ABC tv.  Meski cuma setara acara tv, tapi film ini  meraih rating yang tinggi untuk acara tv yang tayang di prime time,  lho. Bukan cuma  ditonton 3,4  juta penonton pas tayang tapi  juga terpilih sebagai  The week's number 1 TV film, dan  The 2nd  most viewed TV film of the 2010 and 2011 season. Wiih keren, kan?


    Nah, film yang ini judulnya adalah Cyberbully.  Waktu perjalanan  dari Bandung  ke Solo kemarin, saya nyelingin tontonan video musik yang ditonton dengan film ini. Durasinya sekitar  1,5 jam. Ga ada  terjemahan resminya ke dalam bahasa  Indonesia, tapi bisa dimengerti  alurnya dan moral stroynya keren  banget, lho.  Manfaatin fitur  translate  dari youtubenya? Dijamin puyeng karena tata  bahasanya  makin ngaco. 
    http://www.catatan-efi.com/2015/11/cyberbully-move-on-melawan-bullying.html
    Trio Sahabat, Taylor,  Samantha dan Cheyenne.  
    Jadi gini ceritanya. Tokoh utama dalam film ini adalah Taylor Hillridge,  seorang gadis  pelajar  SMA yang punya sahabat  Samantha  Caldon  dan Cheyenne.  Taylor  juga punya adik  yang masih SMP, Eric. Keduanya tinggal bersama  ibunya, Kris Hillridge  yang single  parent. Di sini  ga dijelasin  kenapa  ortunya Samantha bercerai.  Alur cerita  lebih fokus ke kesehariannya  Taylor di sekolah.
    Share:

    Friday, 26 June 2015

    Moral Story Dari Film Maleficent

    Jangan heran dulu kalau saya mendadak ngebahas film Maleficient ini. Yes, sudah lewat dan ga kekinian kalau ngereview. So yesterday kalau Hillary Duff bilang hihihi...

    Jadi di tulisan ini saya ga kan ngebahas aktingnya Angelina Jolie, Make up nya yang bikin doi kelihatan tetap cantik meski tirus kayak kurang gizi, tandukan, atau kostum para peri yang lucu-lucu itu. 

    Biar jadi antagonis, Angelina Jolie tetap seksi :) credit: telegraph.co.uk 

    Saya kepengin bahas moral story dari film yang diangkat dari dongeng klasik ini. Siapa juga yang ga kenal sama dongeng putri tidur, Aurora yang kena kutuk Peri yang sirik atau kurang piknik?. Kalau dulu kita kenal alur cerita film ini di mana Aurora tertusuk jarum mesin pemintal, lalu tertidur. Aurora hanya bisa bangun kalau ada cinta sejati yang datang menciumnya. Lalu cerita seleasai. Happy ever after. 

    Drama Queen banget ga, sih? Untungnya versi film yang ini mah beda banget.

    Nah di film yang dibesut sutradara Robert Stromberg dan penulis naskah Linda Woolverton, alurnya dibongkar, diacak-acak kalau adik saya bilang. 


    Malaficent dan Stefan remaja. Credit: reelgirl.com 

    Sebenarnya Maleficent adalah peri yang baik hati. Ia bertemu Stefan, anak petani yang miskin, sudah tidak punya ayah ibu. Berbeda bangsa tapi keduanya saling jatuh cinta. Singkat kata Maleficent tidak bisa melupakan cinta pertamanya, Stefan. 

    Sementara sang raja yang berkuasa waktu itu memusuhi dan ingin menaklukan bangsa Moors, bangsanya Malefecient sedang sekarat. Ia bersedia memberikan tahta dan menjadikannya menantu bagi yang bisa menaklukan Maleficent.

    Nah diantara para calon pewaris tahta Stefan lah yang tau kelemahan Maleficent dan tau di mana bisa menemui. Stefan tau Maleficent akan lemah bila menyentuh besi. Tapi bukan itu yang diincarnya.

    Stefan memanfaatkan Maleficent yang lagi rindu berat dan menjadikannya tumbal untuk mendapatkan tahta kekuasaan yang diinginkan.

    Tercapai? Yes, he did. Tapi Stefan tidak sadar kalau saat itu ia gelap mata. Ulahnya yang ambisius bukan hanya menanam benih sakit hati, tapi juga menyisakan dendam yang mengancam anaknya 16 tahun kemudian, yaitu Aurora. 

    Sama seperti cerita klasik lainnya, belasan tahun kemudian Maleficent bertemu kembali dengan Stefan dan keluarganya. Bukan untuk rujuk alias damai tapi untuk menuntakan dendam masa lalunya. Maleficent datang untuk mengutuk Aurora. Sumpah serapah yang kemudian disesalinya. Sesungguhnya Maleficent jatuh cinta dengan kepolosan dan kelucuan Aurora kecil. Tapi apa boleh buat, ia tidak bisa membatalkan sendiri kutukannya. 

    Seperti kita tahu, serombongan peri baik hati lainnya ‘membelokan’ kutukan itu dengan menjadikan kutukan tidur panjang Aurora akan terhenti bila mendapat ciuman dari seorang pengeran.

    Yang meranin Aurora kecil ini lucu banget. credit: disney.wikia.com 

    Kebaikan Aurora bikin Maleficient luluh dan jatuh hati. Apalagi pas Aurora bilang ingin menjadi bagian dari bangsa Moors. 

    Serakah Itu Cuma Menunda Petaka dan Bikin Gelisah 

    Aurora akhirnya tau jati dirinya. Sebelum Hari ultahnya ke-16, Aurora datang ke Istana. Dan Raja Stefan bukannya senang kedatangan putrinya. Yang ada dia malah makin stres berat. Selama masa penantian 16 tahun itu dia mikir keras gimana caranya melumpuhkan Maleficent. 

    Auora lalu dikurung di sebuah kamar. Anak baik, polos dan ga ngerti dendam dan perseturuan orang tua, berhasil mengecoh emban eh dayang atau apa gitu, ya? Iya, pokoknya dia bisa keluar dari kamar tempat dia dikurung. Aurora akhirnya menemukan mesin pintal. Lalu.... kutukan itu pun terjadi. 

    Sementara Aurora tertidur, para peri yang baik hati pada rempong nyari Philip. Setelah ketemu pun ga semudah cerita mainstream lainnya. Ga semudah itu buat Philip membangunkan Aurora, lho. 

    Film Maleficent bukan hanya gimana caranya membangunkan putri tidur tapi bagaimana menyelesaikan urusan masa lalu antara Raja Stefan dan Malaficent. Kasihan Aurora, dia ga tahu apa-apa tapi malah jadi korban masa lalu ortunya. Kasian juga Raja Stefan. Jadi hidupnya selama 16 tahun ga dinikmatinya. Cuma dihantui bayang-bayang ketakutan dan balas dendam. Ckckck..... raja macam apa dia? 

    Seinget saya,  cerita tentang Aurora dulu ga menceritakan alasan yang jelas kenapa Maleficent ngamuk-ngamuk lalu menghukum Aurora dengan kutukan kejamnya.  CMIIW,  ya.  Film  Maleficent adalah film keluarga  yang  punya value. Bukan hanya cerita tentang pangeran berkuda yang datang jadi hero lalu hidup bahagia selamanya.   Diiih gombal, ya. Jangan mau diboongin mimpi  kosong kayak gitu hihihi

    Seperti film-film fairy tale lainnya yang bercerita tentang si jahat dan si baik, film ini juga ngasih pesan jangan jadi orang jahat. Cepat atau lambat, kita akan menuai benih yang sudah ditanam. So, mau pilih jadi good guy atau bad guy? Yang jahat ga selamanya jahat, ada waktunya dia bisa luluh karena tersentuh untuk hal-hal sederhana. Di lain sisi,  kalau gelap mata bisi bikin seseorang diringkus ambisi dan keserakahan, menghalalkan segala caranya dan susah banget buat menyadarkannya.  Amit-amit, ya? 

    Share:

    Saturday, 14 March 2015

    Dongeng Cinderella Paling Romantis


    Kalau  diperhatikan, sudah banyak versi  remake cerita Cinderella  yang sudah pernah dibuat. Mulai dari  versi Disney’s sampai  versi drama  yang  sekarang  sedang  heboh.  Tapi... saya paling suka cerita Cinderella versi  Aver After yang beredar  akhir tahun 90an, sekitar tahun 1998 atau pas saya  di bangku kulliah semester  3 atau 4 gitu, deh.  Hihihi... what a time, ya.  Sudah  17 tahun lewat.   Kalau yang seangkatan sama saya (iyaaa, teuteup  bahas  90’s. Biarin, ya) pasti  ngeh sama bintang Film  Drew Barrymore  yang lumayan sensasional di jamannya. Btw, dia masih eksis di dunia film ga sih?

    credit: teachwithmovies.org
    Well, saya  ga akan bahas  attitudenya dia, di sini.  Tapi saya  suka  banget sama aktingnya bareng Dougray Scott  di film  yang disutradarai  Andy Tennant yang ngambil seting Perancis tahun 1600an.  Jadi inget film The Three  Muskeeters, ya. Enggak heran kalau Danielle, tokoh utama  yang digambarkan sebagai versi  lain dari Cinderella ini  seorang gadis yang jago main pedang, yang membuatnya bisa memaksa tuan tanah Pierre Le Pieu  menyerahkan kunci kastil dan membiarkaannya lolos.

    Nah, kalau belum  nonton filmnya, pasti  heran, kok Cinderella  bisa main pedang? Kan dia korban  bullying ibu tiri dan saudara-saudara tirinya, ya?
    Share:

    Tuesday, 13 January 2015

    Review Film The Hobbit: The Battle of Five Armies


    Harusnya  sih saya ulas  film ini   akhir Desember  2014 kemarin,  secara saya nontonnya  tanggal 26 Desember 2014.    Nyaris  lupa  karena  sok sibuk   hehehe,  pikir-pikir  gapapa deh saya posting  juga  review ala saya.  Sayang juga,  kan? (ih ga mau rugi gini, ya  :D).  Sebelum film ini dirilis jadi  trilogi versi  layar lebar,  saya udah ngebayangin  novel ini bakalan jadi film yang keren, pake bingit. Apalagi cerita lanjutannya udah tayang duluan di bioskop, The Lord of The Ring yang juga sama-sama dikemas  dalam  3 kali tayang film (The Fellowship of the Ring, The Two Towers dan The Return of The Kings) sukses di pasaran.


    Review Film  The Hobbit: The  Battle  of Five Armies
    credit: the nerdist.com
    Kalau film  The Lord of The Ring menceritakan petualangan Frodo, maka  film The Hobbit ini menceritakan  Bilbo, moyangnya  Frodo  yang berhasil mencuri  cincin dari Gollum, mahluk jelek rupawan  yang doyan  main tebak-tebakan dan rada lebay ( eh etau emang over, ya?).
    Share:

    Saturday, 3 January 2015

    Review Film Assalamualaikum Beijing


    Setiap film   yang  diadaptasi dari novel (setidaknya  ini pengalaman  saya sih, entah dengan film lain  yang enggak saya tonton) pasti   selalu  berbeda sudut pandang dengan sutradara.  Yang   dibayangkan  kadang beda dengan gambaran di film.  Ekspektasi  sebagai  pembaca biasanya  akan membayangkan kalau novel yang diangkat jadi fim  bakal begini, begitu dan seterusnya. Termasuk  gambaran  figur yang akan  memerankan  tokoh,  setiap  pembaca  pembaca  bayangan idealnya masing-masing.  Ssstt, ternyata  alur di  buku dan versi film beda lho.  Untuk versi buku, resensi novel Assalamualaikum Beijing tulisan saya ada di sini.  

     
    Review Film Assalamualaikum Beijing
    sumber: 21cineplex.com
    Ada film yang  sukses  mewakili harapan pembaca, ada juga yang bikin pembacanya bilang, yaaaaa kok gini....  kok dia? Kenapa  bukan si itu? Itu juga yang saya alami waktu Asma Nadia membocorkan casting  film Assalamualaikum Beijing.  Jujur saya sempat ber yaaaa.... ria
    Ok,  itu  pendapat saya sebelum nonton film.  Biasa lah yang namanya pembaca atau  calon penonton  terlalu  banyak berkhayal, kebanyakan  ekspektasi  dan ternyata .... 
    Share:

    Thursday, 7 February 2013

    Bushido : The Last Samurai & Samurai Kazegatana

    Idealis konyol.
    Istilah ini tercetus dari mulut adik saya beberapa tahun silam. Saat itu adik saya yang lainnya bersikeras dengan pendiriannya. Adik saya yang lainnya, tentu saja berbeda pendapat berdebat, berargumen, saling mengajukan alasan. Tidak usah dibahas di sini ya apa yang jadi perdebatan, tapi pada saat itu tercetuslah ungkapan ini. Ya, idealis konyol. Adik saya yang lainnya tidak mau kalah, adik saya membalasnya dengan membuat catatan dengan judul Misyavad Va Mitavonim, mengutip ucapan Ahmadinejad yang artinya kurang lebih, itu mungkin dan bisa kita lakukan.

    Tiba-tiba saja saja, istilah yang sempat terendap beberapa tahun ini menyeruak lagi, begitu saja saat menyaksikan film The Last Samurai. Film yang dibintangi Tom Cruise ini memang menyajikan banyak hal positif dari semangat Bushido. Bagaimana seorang Samurai Katsumoto berjuang gigih mempertahankan idealismenya, membuat seorang prajurit Amerika bernama Algren terpesona dan simpatik. Simpatik, sekaligus membuat Algren berbalik menjadi teman setelah mendapat perlakukan yang baik selama menjadi tawanan, menyaksikan bagaimana Katsumoto dan teman-temannya dalam kesehariannya, bangga dengan budaya leluhur yang membuat Katsumoto enggan menerima restorasi oleh Kaisar Meiji,

    Samurai Katsumoto memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, mempertahankan kehormatannya sebagai seorang Samurai. Tentu saja, konyol mengakhiri hidup dengan bunuh diri (meski dalam film itu Katsumoto dibantu Kapten Algren untuk melakukannya).  

    Mimpi kaisar Meiji akhirnya terwujud, meski dilalui dengan berdarah-darah, akhirnya bisa membawa Jepang menjadi sebuah negara yang maju dalam ekonomi, menjadi macan ekonomi di Asia dan tak kalah heroiknya, mampu mengurai benang kusut feodalisme korup yang sudah berlangsung beberapa dekade sebelumnya.

    Well, saya tidak bermaksud membahas film itu, sudah pernah saya buat postingnya sih beberapa waktu lalu di sini. 

    Share:

    Friday, 11 January 2013

    Habibie Ainun the Movie

    Habibie Ainun? Siapa yang tidak terbius dengan film ini? Pertama kali lihat baliho film ini di awal Desember di halaman SMA 2 Bandung, jalan Cihampelas.

    Dalam hati, aku langsung niat buat nonton film ini. Begitu film ini rilis di akhir Desember, peminatnya luar biasa, antriannya mengular. Bayangkan, buat nonton film yang tayang jam 15 saja harus rela mengantri sejak jam 12. Saya putuskan menunda sampai antriannya sedikit mereda, dan baru hari ini kesampaian. Antriannya sudah lumayan ga seheboh hari-hari sebelumnya  hehehe.

    Nah, Film ini dimulai ketika seorang guru yang kesal karena tidak ada yang bisa menjawab dengan benar hingga akhirnya beliau mencari Ainun. Ainun yang cantik dan cerdas lalu menjawab pertanyaan guru, mengapa langit berwarna biru? Dengan cerdas, Ainun lalu menjawab seperti ini :

    "Cahaya dan warna adalah gelombang. Masing-masing warna menyerap dan memantulkan panjang gelombang tertentu. Ada yang gelombang panjang dan ada yang gelombang pendek. Atmosfer langit bumi menghamburkan panjang gelombang pendek. Warna biru adalah gelombang pendek dalam spektrum cahaya. Oleh karena itu, langit akan tampak berwarna biru"
    Share:

    Tuesday, 8 January 2013

    Dear Frankie - Kerinduan pada Ayah

    Beberapa waktu lalu aku dikasih pinjem film Dear Frankie (asli lho, bukan bajakan. emang kebo? hus ah :D)
    Nah, pas liburan kemarin baru sempat liat film ini. Well, film drama yang menyentuh.Sudah lama dibuat, sekitar tahun 2005an lah. Nah, aku ceritakan di sini ya. Mudah-mudahan bakal diputar di salah satu stasiun tv (eh sudah pernah belum ya? :)


    Film ini mengambil latar di Inggris, menceritakan seorang anak berusia 9 tahun bernama Frankie Morisson (Jack McElhone). Frankie yang mempunyai kelainan tunarungu tinggal bersama ibunya, Lizzie (Emily Mortimer) - seorang single mother yang selalu menghindari Davey mantan suaminya yang temperamen - dan neneknya, Nell. 

    Lizzie selalu berpindah-pindah dari satu ke tempat lain demi menyembunyikan keberadaan putranya, Frankie dari Davey. Lizzie juga menggunting wajah Davey dari foto pernikahannya. 
    Hingga satu waktu, Lizzie bertemu dengan Marie (Sharon Small). Marie bukan saja memberi Lizzie pekerjaan di cafe miliknya, tapi juga jadi sahabat dekat Lizzie dan Nell. 

    Sementara itu, meski menyembunyikan jati diri ayahnya, Lizzie dengan caranya sendiri membuka korespondensi dengan Frankie dengan berpura-pura menjadi ayahnya. Dalam suratnya, Lizzie yang menyamar sebagai Davey mengaku bekerja di kapal ACCRA, menceritakan perjalanan kapal itu dalam setiap pelabuhannya. Selama masa itu Frankie yang tumbuh menjadi anak cerdas dan percaya diri itu sangat terpesona dengan kisah-kisah perjalan Davey.
     Di sekolahnya, Frankie kerap mendapat olok-olok dari teman sebangkunya, Ricky Monroe (Sean Brown). Alih-alih memusingkan ulah temannya itu, Frankie menikmati persahabatannya dengan seorang gadis cantik Catriona (Jayd Johnson).
    Share: