Top Social

Bring world into Words

Kitab Anti Bangkrut, Jurus Jitu Sukses Berbisnis

Selasa, 07 Januari 2014
Kalau berbicara soal dunia bisnis, biasanya tidak jauh-jauh dengan istilah sukses, untung, rugi, atau bangkrut. Sukses dan untung jangan ditanya lah, semuanya juga yang buka usaha pasti pengin begitu. Gimana kalau bisnis atau usahanya dihadapkan pada kondisi bangkrut atau rugi. Jalan terus, sambil mengevaluasi di mana letak kesalahan? Atau mungkin sebaiknya banting setir saja?

Bangkrut 
1. Menderita kerugian besar hingga jatuh; gulung tikar. 2.  Habis harta benda; jatuh miskin. Kalau diberi imbuhan ke-an (kebangkrutan) artinya perusahaan tidak mampu membayar utang-utangnya.

Rugi
1. Kurang dari harga beli; tidak mendapat laba. 2. Kurang dari modal. 3. Tidak mendapat manfaat/faedah. 4 Sesuatu yang tidak menguntungkan.

Siapa sih yang mau bangkrut usahanya, ya? Coba kita maen ke toko buku Gramedia, pastinya ada satu space khusus yang menggelar buku-buku yang membahas aneka trik menyiasati bisnis agar sukses. Bingung milih buku mana yang paling moncer? Coba baca buku yang satu ini, Kitab Anti Bangkrut yang ditulis oleh jagonya entrepreneur yang masih muda, Jaya Setiabudhi. Familiar? Kalau belum yuk kenalan dulu sama bukunya.


Judul Buku : Kitab Anti Bangkrut
Penulis : Jaya Setiabudhi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama - 2013
ISBN : 978-979-22-9344-9
Tebal : 127 + vi halaman
Harga : Rp. 75.000



Kalau suka memperhatikan twitter para entreprenur muda semacam Rangga Umara, Saptuari, Ippho Santosa, Mas Mono, mestinya familiar juga dengan Jaya Setiabudhi. Pemilik Young Entrepreneur Academy (YEA) dan YukBisnis.Com ini sempat mengalami jatuh bangun dunia usaha setelah keluar dari zona nyamannya di PT Astra Microtonics Technology, Batam.

Memulai usaha sebagai supplier industri, Mas J, panggilan akrabnya ini berkeliling dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk menawarkan spare part yang modalnya diperoleh dari seorang warga Singapura. Sukses? Tidak. Hanya dalam jangka waktu 3 bulan saja, bisnis  yang baru dirintisnya itu bangkrut, padahal masih ada orderan yang mengalir. Karena perputaran kas yang salah, darah segar alias uang kas yang kosong membuat    usahanya itu berhenti. Padahal kalau dikalkulasikan masih ada  surplus (jika piutang berhasil ditagih dari pelanggan).

Jadi dimana yang salah?
Selain pentingnya manajemen cash flow, buku ini membahas 7 penyebab kebangkrutan yang berhasil ditelitinya. 
  • Rugi Panjang
  • Laba Semu
  • Faktor Orang Lain
  • Optimisme Berlebih
  • Teknisi Karatan
  • Diri Sendiri
  • Komplikasi

Dengan gaya bahasanya yang khas, membaca buku KAB ini seperti mengobrol langsung dengan orangnya. Satu waktu, saya pernah diajak teman untuk menghadiri semacam seminar mini di sebuah kawasan sekitar Dago di Bandung. Gaya bicaranya yang lugas dan strike to the point terasa kentara.  Apalagi, Mas J  ini menulis buku berdasarkan pengalamannya. Jadi jangan takut membaca buku ini membuat kita pusing mencerna, karena jauh dari mainstream buku kuliahan yang sangat serius, kaku alias teksbook banget.

Darah Bisnis
Soal manajemen keuangan misalnya, perlu sekali untuk bersikap tegas/disiplin. Selain resep klasik untuk memisahkan rekening pribadi dan perusahaan, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Membuat anggaran bulanan, proyeksi arus kas (kapan keluar masuknya uang), Laporan arus kas, memisahkan akunting dan kasir, Menghindari uang menginap di karyawan dan cek stok secara berkala. Contohnya seperti ilustrasi dibawah ini nih...

Biasanya kita suka menghitung uang di luar sebagai komponen dana dalam perhitungan. Itilah sundanya diancokeun. Padahal tidak jarang hitungan kita itu meleset alias macet. Misal nih, dengan sistem pembayaran 45 hari, omset dibulan Januari sebesar 50 jutaan baru kita terima di bulan ke-3 (itupun kalau ontime). Untuk operasional perusahaan dan pengadan barang harus dibayar secara tunai. Kalau tidak bijak mengolah kas, dibulan ke-enam sudah kolaps karena minus 84 jutaan. Padahal di bulan ke-enam, omset yang terkumpul sudah mencapai angka 200 jutaan. Karena sistem pembayaran pelanggan yang mundur itu tadi, maka perusahaan bisa kolaps alias bangkrut.

Bagaimana cara mengatasinya?
Ada serangkaian trik untuk menyiasati agar  perusahaan bisa terus berjalan. Mengurai satu persatu masalah dengan memetakannya secara tertulis, mengelola dan menangani hutang agar tidak terjerumus pada jurang kebangkrutan sampai menafakuri hikmah saat terpeleset di slump area. Berbisnis juga jangan melupakan Tuhan. Ya, kan? 

Bertahan Atau Menciptakan Trend?
Jangan keburu galau kalau kita dihadapkan pada kegagalan. Bahkan brownies dan post it adalah inovasi yang lahir dari sebuah kegagalan. Kalau pintar memposisikan dengan gaya baru, produk gagal bisa sukses lho. Oseng Mercon, Rawon Setan, Perkedel Bondon, Es Teler 77 adalah contoh sudah ga musimnya lagi Think out of The Box, tapi Think Without The Box!

Selain membahas trik untuk mengelola cash flow, KAB juga membahas strategi untuk memilih tempat usaha, apakah dengan cara sewa atau membeli, bisnis mana yang menguntungkan berdasarkan perputaran uang ( ada lho yang sukses dengan bisnis harian menjual telur asin dengan omset sampai 7 miliar dalam sebulan atau dari kantong keresek dengan omset 6 milar dalam sebulan!), bagaimana menghadapi rekanan bisnis, menentukan calon karyawan berdasarkan karakternya (sanguin, koleris, melankolis atau plegmatis) atau kemana sebaiknya menginvestasikan dana dan persentase sebarannya dan masih banyak lagi jurus-jurus lainnya.

Apa saja? Terlalu panjang kalau saya bocorkan di sini, jadi silahkan saja dihunting bukunya ke toko buku terdekat atau bisa membeli secara online di sini.

Seperti yang ditulis Jaya dalam lembar terakhirnya, 
Bisnis bukan seperti cerita sinetron,
apalagi cinderella
yang ideal dan mulus adanya.
Jangan berharap pangeran gagah membantumu,
atau malaikat memudahkan jalanmu.
.......

Bangkrut adalah bagian dari permainan,
bukan berarti kualitas diri.
Justru pelajaran penyederhanaan rasa
agar tak melekat apa yang  dipunya,
juga tak melekat kata nelangsa.
Sederhana dalam mencinta, sederhana dalam membenci.

Mungkin perjalanan kita tak sempurna,
namun pembelajaran kita sempurna.

So, kalau tidak mau baca buku belrbisnis yang ribet dan menjelimet, Kitab Anti Bangkrut ini highly recomended lho.

4 komentar on "Kitab Anti Bangkrut, Jurus Jitu Sukses Berbisnis"
  1. Balasan
    1. Recomended sangat mak, saya sudah khatam. Ga pusing, sehari semalam juga beres, enak dibacanya. Cuma aplikasinya itu tentu beda ga bisa instan :)

      Hapus
  2. Judulnya unik menggelitik. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Judul mmenggelitik, isinya asik :)

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.