Top Social

Bring world into Words

Liverpool Back on The Track, Berharap Juara Musim Ini

Minggu, 06 Oktober 2013
Kalau ditanya liga mana yang paling seru, saya enggak perlu mikir lama-lama lagi, pastinya Liga Inggris! Selain dinamis dan terbuka, industri Liga Inggris jago nian mengemasnya menjadi produk yang sangat menghibur. Coba perhatikan angle camera-nya. Asyik bener deh kalau sudah nge-zoomin pemain di lapang. lay out kursi penonton yang dekat dengan pinggir lapang tanpa takut bakal terjadi tawuran antar penonton, even itu partai klasik macam Liverpool lawan MU misalnya. 

Saya paling sebel kalau lihat pertandingan entah itu timnas atau liga (khususnya Italia) yang cenderung monoton, bertahan, menunggu counter attack. Betah banget ngendon bertahan. Meski saya sempet jadi Juventini (lantaran aksinya Nedved yang mobile dan spartan banget).  Haduh, mending tidur deh.


Saya jatuh cinta dengan Liverpool ketika mereka bertemu Leverkusen di ajang Champions tahun 2002. Waktu itu masih ada Dietmar Hamann, Michael Owen dan Patrick Berger di sana. Saling kejar-kejaran skor meski akhirnya kalah 4-2. Ada sosok Gerrard dengan tendangan kerasnya yang bikin saya kepincut. Bukan seorang Owen yang tampangnya imut-imut. Out of pakem deh :). Jadi, siapa bilang semua perempuan suka bola karena pemainnya pada charming?

Sebagai seorang Liverpudlian alias The Kop, saya seneng banget nih liat performanya Si Merah yang sepertinya sudah Back on The Track. Terlalu dini? Mungkin. Tapi memperhatikan track record beberapa musim ke belakang, pembuka musim kali ini adalah awal yang baik dibanding musim-musim sebelumnya. Berhasil mengalahkan rival utama MU (meski uma 1-0), saling berkudeta ria dengan Arsenal sebagai pemuncak klasemen, dan on firenya duet Suarez-Sturidge, yeay

Tapiiii, saya belum puas seratus persen juga. Seperti malam ini, di match day ketujuh yang menjamu Crystal Palace sebagai juru kunci klasemen, penyakit Liverpool kumat lagi, kendor di babak kedua. Padahal setelah Gerrard berhasil menceploskan bola dari titik putih, saya kira bakal pesta gol tuh, eh malah kebobolan di babak ke-2.  Ya lumayan deh skornya 3-1. Ajiiip.

Ngomongin sang kapten,  Gerrard, tandemnya yang paling cihuy, the one that ever,  buat saya sih Xabi Alonzo. Saat masih diasuh Om Beni a.k.a Benitez, duet ini beneran kompak. Salah satu buktinya, pas final Champions 2005, Liverpool bisa bangkit dari ketinggalan 0-3 dan juara setelah bertos-tosan. Meski akhirnya pertemuan  di Final Champions berikutnya, Milan berhasil balas budi alias mengalahkan. Setelah kemenangan di Champions 2005, si Merah malah menurun dan nyaris enggak bisa tampil di liga Champions musim 2005-2006. Megap-megap di posisi 5, akhirnya bisa finish di posisi 4 sebagai tiket untuk melaju sebagai wakil EPL di ajang Champions. Bayangkan, masa sih juara bertahan enggak urunan gara-gara enggak masuk zona?

Masih ngomongin Gerrard, inget enggak sama kembarannya, dengan postur lebih pendek dan gempal, Neil Mellor? Aksinya yang menawan saat Liverpool mengalahkan Arsenal di musim 2004-2005 di injury time. Tipikal klasik operan panjang dari belakang yang berbuah gol. 

Mirip kan? Udah kayak amoeba yang membelah diri deh :D

Givemesport
Kalau mau lihat golnya seperti apa, coba klik ini. Kenapa enggak bisa uplado link youtubenya, ya?
Selain kontra Arsenal, Neil Mellor juga menyumbang goal saat Liverpool bertemu Lumpia Kukus alias Olympiacos di ajang UEFA 2004-2005. Sayangnya kecermelangan Mellor tidak bisa bertahan lama. Sempat dipinjamkan ke Wigan Athletic dan Sheffield Wednesday, Mellor harus rela mengakhiri karirnya di klub Preston North End lantaran lama dibekap cedera. Hiks. :(

Sebelum BPL musim 2013-2014 ini bergulir, saya membeli tabloid Soccer yang mereview peluang beberapa klub menjawarai liga. Berlapang dada aja dengan preview yang mempoisikan Liverpool belum saatnya. Ya, mau gimana lagi. Eh do do e..., ternyata diluar dugaan si Merah ini punya torehan ciamik, seperti yang kita lihat sekarang! Horay keep on that way boys! Padahal belanjanya Liverpool yang terbilang pelit alias biasa-biasa aja. Syukur deh, Sturidge dan Suarez cepet banget ngetunenya. 

Meski sekarang hak siar liga ini dipegang dua stasiun TV, buat saya tetep deh TV7 (sekarang Trans7) paling juara. Dalam seminggu, ada 5 pertandingan yang disiarkan, bahkan pertandingan midweek sekalipun. Pertandingan Big Match? Enggak lewat, jalan terus. Makanya saya gemes banget, kenapa pas Liverpool ketemu MU di kandang enggak disiarin. Akhirnya cuma bisa mengikuti dari fanspage aja. Ah, enggak seru.

Anyway, kemenangan yang manis sebagai welcoming party buat King Kenny yang balilk lagi sebagai direktur. Semoga bukan cuma berhasil menembus zona Champions aja, tapi juga jadi juara Liga Inggris, satu trofi yang dikangenin Gerrard di level Klub.

I want that trophy

Come on Captain, YNWA!

  


6 komentar on "Liverpool Back on The Track, Berharap Juara Musim Ini"
  1. Salam.

    Bener-bener fans berat si Merah ya?
    Aku sempat ngefans di jamannya Owen, tapi ketika Owen hengkang aku jadi uring-uringan deh.
    Owen salah besar dan manajemen juga salah membiarkan Owen pergi.

    Sekarang rupanya bis ajadi tahunnya Liverpool deh..
    Amin.

    Salam sehati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuo. YNWA :) Selalu saja ada pemain bintang yang tidak mengakhiri karirnya di klub yang membesarkannya. Beckham, Raul, Del Piero contoh lainnya.

      Hapus
  2. kaynya harus "langkahi dulu mayat chelsea"! hehe..
    btw pemain liverpool yg aku sempet favoritin teh Milan Baros. mun si milan baros eta jd trayek angkot, jauh pisan nya..! ti milan nepi ka baros cimahi..! hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha berasa jadi si Jampang pake duel-duelan gitu mah. Perhatiin Rif, Milan baros, El Hadji Diouf eks striker Liverpool. Mereka diboyong ke Anfield setelah tampil trengginas di kancah internasional. Datang ke Anfield kok malah jadi melempem, ya?

      Hapus
  3. Sayang sekarang jarang disiarin.. tapi lumayan ada delaynya di kompas Tv ya.. kalau saya sih sukanya Chelsea hehe.. yang penting sama2 suka EPL
    salam kenal dan follow balik ya ^^

    BalasHapus
  4. @Wahyu Alfiansyah

    Sepertinya MU harus kerja keras super ekstra untuk musim sekarang, ya. Giliran Liverpool dong hehehe. Oke, saya follow balik ya

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.