Top Social

Bring world into Words

Myanmar, Sepada dong.....

Kamis, 29 Agustus 2013
Setelah Thailand, Kamboja dan Malaysia, sekarang mari bercerita tentang Myanmar. Yup, tema hari ke-empat adalah Kenapa ya, berwisata ke Myanmar tidak cukup hanya dengan paspor, saja. Perlu tidak visa bagi perjalanan wisata. 
sumbernya dari sini


Ya, kenapa, ya? Padahal hampir semua negara ASEAN sudah membebaskan visa untuk kunjungan wisata.
Sebelum ngobrol lebih banyak, kita bahas dulu apa itu visa dan apa itu paspor. Visa ya, pake V, bukan P. Karena kalau pake P itu jadinya Pisa, menara miring yang ada di Italia. Duh, Fi, jauh banget sih jadi ke sana. :D
Sumber gambar ngambil dari sini



Udah ah,  Kembali ke topik, ya. :D
Jadi Visa adalah surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh perwakilan suatu negara  untuk memasuki negara yang bersangkutan. Surat rekomendasi ini bisa berbentuk seperti stiker yang ditempel di paspor mempunyai ukuran sebesar perangko, KTP atau bahkan mungkin juga hanya berupa cap stempel saja.
Sedangkan paspor itu adalah dokumen resmi yang dikeluarkan sebuah pejabat berwenang sebuah negara yang berisi identitas pemegangnya untuk melakukan perjalanan antar negara. Nah, sederhananya paspor itu diterbitkan oleh negara asal pengunjung dan visa diterbitkan oleh negara tujuan si pengunjung. Jelas, ya.




sumber gambar dari sini


gambarnya ngambil dari sini

Nah, sama halnya dengan paspor yang  mempunyai fungsi dan kegunaannya yang berbeda (paspor biasa, paspor diplomatik, paspor dinas dan paspor untuk orang asing), Visa juga begitu. Apa saja, tuh, Fi?
Ada visa wisata, visa kerja, visa bekerja lliburan (working visa holiday), visa diplomatik, dan kunjungan visa kunjungan dinas. Nah, secara posting saya ini berhubungan dengan tema lomba blog #10daysforasean, kita bahas tentang visa wisata saja, ya.

Sebagai pemohon visa, umumnya kita harus mempunyai tiket pulang pergi dengan melampirkan konfirmasi di hotel mana kita akan menginap dan rencana perjalanan pulang. Sebenarnya masih ada syarat lain sih, misalnya rekening tabungan dan  riwayat perjalanan ke luar negeri. Jadi kita bisa meyakinkan petugas imigrasi kalau kita tuh beneran niatnya buat berwisata. Jadi inget novel Negeri van Oranje yang pernah saya baca, nih. Masih inget, saat Lintang, Daus, Wicak dan kawan-kawan berpelesir ria keliling Eropa dengan modal satu  visa Schengen ke beberapa negara UE?  Memang tidak semua negara-negara Uni Eropa sih, akur dengan kesepakatan visa Schengen ini. Inggris, irlandia, Swiss, Liechtentein dan Vatican misalnya, tidak termasuk di dalamnya.   

Nah, selain Uni Eropa, negara-negara ASEAN juga punya kesepakatan yang sama soal ini. Sayangnya - seperti yang udah dibahas sebelumnya - tidak semua negara sepakat, seperti Myanmar.  Meskipun judulnya bebas, enggak berarti bisa seenaknya berlama-lama nguplekin sebuah negara, lho. Masing-masing negara punya aturan soal ini. Untuk kawasan Asia, rata-rata memberi 'durasi' maksimal buat bebas visa selama 30 hari. Misalnya Hongkong, Malaysia, Filipina, Vietnam. Singapura sendiri membebaskan visa namun mewajibkan untuk membayar airport tax sebesar 150 dolar di bandara.

Sedikit melirik ke Uni Eropa, perjanjian Schengen ini digagas pada tahun 1985 untuk mendukung bebasnya pergerakan faktor produksi yang mengarah pada efisiensi. Dengan semakin mudahnya ijin masuk ini, sederhananya bakal menarik lebih banyak masuknya devisa dari sektor pariwisata, ya.  

Setiap negara punya perbedaan soal perizinan visa ini. Negara-negara maju termasuk yang ribet buat ngurusin visa. Salah satu contohnya misalnya kekhawatiran 'serbuan' imigran gelap yang bakalan jadi beban negara bersangkutan.  Meski bagi para pengaju visa terasa menyebalkan,  bisa dimengerti sih, kalau negara-negara maju semacam Amerika dan negara-negara Eropa ribet soal ini. Lha, Myanmar, kenapa ribet, ya? Tanpa bermaksud nyela, Myanmar bukan destinasi favorit sebagai tujuan ngumpet alias melarikan diri. (Ups).

Sejarah panjang Myanmar yang dulu pernah bernama Burma yang sarat dengan nuansa 'perang'. Baik saat masih berbentuk kerajaan Burma kuno, rusuh dengan tetangga, Siam dan China, sempat dijajah Inggris dan Jepang, junta militer sampai berita teranyar konfllik etnis.  Selesai kisah Aung San Suu Kyi, sekarang kasus Rohingya yang jadi headline negeri yang punya julukan Tanah Emas ini. Kondisi politik internal, karakter pemerintah  mungkin salah satunya jadi petimbangan kenapa Myanmar begitu ribet soal visa ini. 

Sayang sekali, ya padahal dengan dibebaskannya visa masuk bagi Myanmar bisa jadi salah satu sumber keran devisa.  Myanmar sendiri berusaha membuka diri dengan bergabung dengan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997 sebagai upaya untuk aktif dalam kegiatan bilateal dan multilateral. Kita doakan, semoga kondisi Myanmar segera pulih, ya. Kalau negara-negara Uni Eropa melalui perjanjian Schengen sepakat untuk mempermudah ijin masuk, semoga Myanmar terinspirasi untuk membuka diri. 

Selain Yangoon, Myanmar punya tempa wisata yang eksotik lho. Misalnya ada Kalaw, coba perhatikan gambarnya. Sekilas mengingatkan kita sama venue film-film kolosal  jaman dulu, ya.
sumbernya dari  sini

Atau yang ini nih, Mawlamyine atau Mowlemein yang penyebutannya bikin kepleset lidah. Sebuah kota yang diapit oleh sebuah bukit dan laut di sisin lainnya. Konon pemerintah kolonial Inggris kesengsem sama venue yang satu ini. Hmmmm
sumbernya dari sini lho


Lagi pula, Myanmar bakal jadi tuan rumah perhelatan SEA GAMES XXVII pada bulan Desember 2013 nanti, kan? Ini bisa jadi kesempatan emas buat promosi wisatanya.
"Knock knock..... Sepada" Myanmar, maen yuuuuk..... :)

7 komentar on "Myanmar, Sepada dong....."
  1. Emm jadi kepengen ke luar negeri.

    Hehehee...

    Semoga lancar perjalanannya sekaligus sukses buat kompetisinya.

    Salam persahabatan dari Jember.

    BalasHapus
  2. Terimakasih Imam. Salam kenal juga. Ikutan lombanya juga, enggak?

    BalasHapus
  3. wah keren banget!!
    saya juga baru inget kalau sea games tahun ini di myanmar. ingin kesana hanya untuk nonton sea games.

    BalasHapus
  4. Saya setuju, harusnya sesama negara anggota ASEAN membebaskan pemberian VISA, tapi kembali pada kebijakan negara masing-masing sih.
    Nice story.

    BalasHapus
  5. Tok tok .. buka pintu dooong, kasih kuncinya ke kita :)

    Padahl keren2 gitu ya... saya baru tahu namanya itu yang bikin kepleset lidah itu .... keren ya mbak

    BalasHapus
  6. Return to My Blogg : Lama banget ya kita ga berblogwalking ria :) Iya, mudah-mudahan Indonesia jadi juara umum. Forza, eh :D

    Elisa : Iya, kita enggak bisa intevensi soal ini mah hehehe. Emang soal lain boleh? :D

    Mba Niar : SIlahkan.. iya, nih. Keren tuh kalau jadi setting film kolosal

    BalasHapus
  7. you're truly a excellent webmaster. The website loading speed is amazing. It seems that you're doing any unique trick.
    Also, The contents are masterpiece. you have done a wonderful process
    in this matter!
    Feel free to surf my homepage ... vuelos a birmania

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.