Waspadai Jebakan Pinjaman Online

by - May 07, 2019

Beberapa waktu yang lalu aku pernah dibuat kesal saat sebuah chat WA masuk. Setelah basa-basi sedikit, akhirnya chat ddari nomor yang tidak kukenal itu minta (tepatnya memaksa) aku untuk membayar utang pinjaman online seorang temen.

"Hah? Ga salah?" 

Kesel banget.  
Pertama, aku sudah lama tidak ketemuan atau sekadar ngalor ngidul chat dengan teman yang dimaksud. Yang kedua, kenapa mesti aku yang mesti menanggung utang temenku itu?  Ga ada itu perjanjian di muka kalau temenku gagal memenuhi kewajibannya, aku akan maju sebagai penanggungnya. Errr..... enggak segitunya, deh. Bukan seperti itu caranya menolong apalagi kalau ditodong begini.  Yang ada nyebelin dan bisa merusak pertemanan.

Daripada buang-buang energi akhirnya aku bilang begini saja:

"Silakan saja Mbak, tagih sendiri. Utangnya dia bukan urusanku."

Entah apa alasanya temenku itu sampai segitunya ngutang dan nunggak. Dari yang aku amati seharusnya dia ini ga sampai mengalami hal seperti ini.  Tau sendiri kan, yang namanya pinjaman entah itu dari perbankan atau pinjaman online pasti ada bunganya? Makin nunggak ya bunganya mekar terus alias nambah.  Apalagi kalau asal-usulnya ga jelas, suku bunganya tinggi,tiba-tiba aja jumlah tagihan udah bengkak, sebengkaknya dan bikin ga sanggup untuk melunasinya.  

Terjebak hutang itu tidak menyenangkan. Mungkin terjebak nostalgia lebih aman daripada terjebak hutang seperti ini mah.

Awalnya aku sempat sebel juga sama temanku itu. Kenapa segitu mudahnya ngasih nomorku sebagai penjamin utang?   Tapi aku malas ribut. Lagi pula  debt collector itu sudah tidak menghubungiku lagi. Serem sih, karena yang ada di bayanganku  debt collector  alias tukang tagih ini galak-galak, bahkan bisa nekat.  Lucky me, karena  aku ga diteror lagi setelah chat waktu itu. 

Seorang teman lama pernah curhat suaminya pernah bekerja sebagai debt collector dan cerita lika likunya yang mengerikan, karena dibekali pistol setiap akan nagih utang.  Sampai-sampai temenku itu - let's call her Mila - minta suaminya resign dan cari pekerjaan lain yang lebih menentramkan. 

Omong-omong soal pinjaman online begini dengan mudahnya orang-orang mengakses.  Asal punya koneksi internet di hp, lalu unduh salah satu provider yang ada di google play. Isi data ini itu tanpa lama, permintaan pinjaman online segera diproses.   

Eh tapi jangan seneng dulu. 


Meski alurnya lebih ringkas dari aturn yang berlaku di bank secara offline, urusan pinjaman model begini kalau ga paham printilannya serupa nyetorin leher buat disembelih pelan-pelan. Mending lah kalau pinjamannya itu bersifat produktif. Masih banyak lho yang pinjam uang dengan cara seperti ini tujuannya buat hal-hal yang sifatnya konsumtif tapi ga ngerti kewajiban dan risikonya.  Nah, bikin cashflow jadi lebih kacau juga , kan?

Makanya, beberapa hal ini  harus diketahui oleh calon debitur sebelum memutuskan untuk meminjam :
  • Provider atau pemberi pinjaman terdaftar resmi di OJK. Pastikan juga alamat kantor secara fisik bisa dilacak alias jelas keberadaannya
  • Nominal pinjaman tidak lebih besar dari 30% penghasilan. Jangan sampai ga bisa bayar utang karena pendapatan udah habis atau sebaliknya.  Uangnya habis duluan buat bayar cicilan terus untuk keperluan rutin ga ada dananya. Ngutang lagi?
  • Pastikan jika aplikasi pinjaman yang digunakan tidak membuka akses kontak telepon pada hp yang menginstalnya. Ini penting banget, karena sudah berurusan dengan privasi. Hal yang juga tidak diijinkan secara hukum. Kalau ada permintaan untuk mengakses kontak yang ada di hp, tolak saja dan urungan niat pinjam dari penyedia jasa seperti ini. Kalau perlu, laporkan saja.
  • Pastikan tingkat suku bunga yang dikenakan oleh pemberi pinjaman tidak melebihi tingkat suku bunga yang berlaku. 
  • Disiplin membayar cicilan secara tepat waktu, mengingat adanya biaya denda yang dikenakan kalau peminjam telat menepati kewajibannya.

Kalau aja masyarakat sedikit lebih melek literasi digital, harusnya udah tau harus bagaimana dalam menentukan provider pinjaman ini. Yang terdaftar resmi dan berada dibawah pantauan OJK tercatat ada sekitar 106 perusahaan, Setidaknya per april 2019 ini sudah ada 144 perusahaan pelaku peer to peer landing  alias pinjaman online yang menyalahi aturan dan dicabut izinnya karena skemanya menyalahi aturan. Banyak banget itu serigala online yang siap memangsa kalau ga teliti.

Beberapa peminjam masih banyak yang tidak mengetahui atau memang abai soal besaran cicilan yang harus dibayar. Sebenarnya kalau jeli, ada lho cara untuk melakukan simulasi perhitungan ini seperti yang tersedia di situsnya CekAja.com untuk mendapatkan simulasi pinjaman. Baik yang sifatnya dengan agunan, tanpa agunan, pinjaman kpr dan lainnya. 

Dengan melakukan simulasi perhitungan, peminjam bisa tau tempo waktu peminjaman serta besarnya cicilan (pokok berikut bunga) serta biaya-biaya lainnya yang jadi tanggungan peminjaman semisal biaya materai, biaya administrasi, dan biaya lainnya.

Ngomong-ngomong soal CekAja, ini adalah situs berisi layanan informasi yang netral dan terpercaya dan terdaftar resmi di OJK. Ada banyak artikel berupa ulasan atau tips yang edukatif bagi masyakarakat yang membutuhkan informasi finansial yang berhubungan dengan kebutuhan dana atau pembiayaan. Selain layanannya yang cepat tanggap dan ramah, keamanan data kita juga dijaga. Jadinya ga bakalan tuh mengalami dihubungi oleh pihak-pihak tertentu yang menganggu privasi.

Teliti sebelum meminjam dengan membaca lebih banyak referensi seperti yang ada di  https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online   akan membantu lolos dari nightmare pinjaman yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Jangan sampai deh.

You May Also Like

2 komentar

  1. artikel yang bagus, jangan lupa mampir untuk bermain
    Judi Online MG Live Casino
    Spesialis Casino di Market Asia dengan live dealer cantik khas Asia yang siap menjadi dewi keberuntungan Anda.

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.