The Taste of Indonesia Bersama The Trans Luxury Hotel Bandung

Setiap memasuki bulan Agustus, gegap gempita merayakan kemerdekaan Indonesia selalu  semarak. Dari ujung Aceh sampai Papua, di kota dan desa, tua dan muda tumpah ruah menyemarakkannya. Dari sekadar menghias garpu dengan umbul-umbul, memasang bendera di rumah dan lorong-lorong gang sampai lomba tumpeng dengan hiasan yang bikin perut lebih cepat lapar (lagi) :). 

Waktu masih kecil dulu, momen Agustusan ini jadi hiburan tersendiri buat saya, selalu dinanti walau sehari.  Kalah atau menang dalam lomba-lomba ga masalah, yang penting serunya. Kalau sudah gini suka kepengin memutar waktu errr... 25-30 tahun ke belakang, hihihi... time flies, ya. Ya sudahlah, toh sekarang juga masih bisa menikmati, walau ga sepecicilan dulu seperti bocah-bocah tk atau sd begitu. Itu saja udah bikin senang hihi...

O, ya kalau berbicara Indonesia yang  luas membentang dari Aceh sampai Papua itu tadi, rasanya ga bisa lepas dari kekayaan kulinernya. Setuju? Iya, dong. Enaknya sih bikin safari jalan-jalan gitu. Mencicipi langsung kuliner khas setiap daerah, langsung dari racikan nativenya. Tapi kayaknya kelamaan, deh. Ya waktu, ya biaya juga. Duh, kapan kesampaiannya, coba?
Aaaah... gini aja deh. Gimana kalau datang saja ke The  Trans Luxury Hotel di Bandung? Mulai tanggal 10 Agustus sampai 20 Agustus ini sedang berlangsung "The Taste of Indonesia". Ada banyak berbagai menu khas Indonesia seperti Rendang, Sate Lilit, Gudeg sampai cemilannya seperti kue lumpur dan menu-menu khas Indonesia lainnya yang disajikan secara bergilir. So, kalau misal datang hari ini terus datang lagi besoknya, ya ga akan bosen karena sajian yang dihadirkan bervariasi.




Chargenya?
Tenang, enggak mahal, kok. Dengan konsep all you can eat, kita bisa mencicipi semua menu ini juga menu lainnya hanya dengan membayar Rp. 299.000 untuk dewasa dan Rp. 150.000 untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun.  Murce, kan? Coba kalau beli di luar secara satuan, bakalan lebih mahal jatuhnya.

Jumat kemarin, 11 Agustus 2017 saya berkesempatan juga untuk mencicipi sajian di sana plus melihat langsung demo masak bersama Chef Agung dan Chef Reni. Ada Tuna Salad Sambal Matah dan Gudeg yang dipamerkan cara mengolahnya oleh Chef Agung dan kue lumpur bersama Chef Reni.

Dengan suasana pantry yang sudah didekorasi khas Indonesia plus gimmick bahan-bahan masakan yang sangat Indonesia, membuat para blogger dan awak media yang hari itu datang seakan terhipnotis untuk menyaksikan sekaligus mengagumi kalau olahan Indonesia tidak kalah enak dan seksinya disajikan seperti halnya masakan western sana.


Kalau tertarik untuk mencoba sendiri di rumah, nih saya kasih resep Salad Tuna yang hari itu dibuat. Kalau sudah bikin jangan lupa ajak saya buat cicip-cicip juga ya, hahaha... Enggak ding, becanda. :)

Bahan-bahan yang diperlukan

  • 150 gram Tuna fillet
  • 15 gram cabe rawit mentah
  • 2 gram daun jeruk
  • 6 gram sereh
  • 50 gram bawang merah
  • 10 gram terasi
  • 50 ml minyak sayur
  • garam secukupnya
  • 1 pcs edible flower

Bumbu Bali

  • 200 gram cabe merah
  • 50 gram cabe rawit mentah
  • 100 gram bawang merah
  • 500 gram bawang putih
  • 30 gram kemiri sangrai
  • 1 gram ketumbar sangrai
  • 2 gram pala bubuk
  • 2 gram menca utuh
  • 30 gram lengkuas
  • 80 gram kunyit
  • 30 gram jahe
  • 30 gram kencur
  • 100 gram serai
  • 2 gram daun jeruk
  • 15 gram terasi matang

Cara Mengolah

Bumbui tuna dengan geram, lemon dan bumbu bali, lalu pnaskan wajan dan tuangkan sedikit minyak, tuna. Biarkan sampai matang, tiriskan. Potong semua bahan selain edible folwer dan campurkan semua bahan dengan minyak dan terasi. Terakhir, masukan tuna dan sambal matah, garnis dan tadaaa... Tuna Sambal Matah siap disajikan.

Kalau malas atau ribet rasanya memasak sendiri, ya sudah  pastikan mampir ke The Trans Luxury Hotel, saja. Khusus untuk tanggal 17 dan 20 Agusutus 2017, pengunjung yang datang akan dihibur juga dengan rangkaian lomba khas 17an yang berlokasi di arena The Pool lantai 3. Sedangkan untuk adik-adik kecil akan diajak juga untuk seseruan mengikuti rangkaian karnaval.






Efi Fitriyyah

Blogger mungil asal Bandung. Penggemar musik 90an dan easy listening music yang juga senang nonton bola, apalagi kalau jagoannya Persib dan Liverpool bermain. Pembawaannya kalem tapi bisa mendadak jadi mahluk yang cerewet. Penyuka fiksi, dan referensi berbau sejarah. Kontak via email efi.f62@gmail.com

14 komentar:

  1. Catet ah resepnya nanti kapan - kapan mau masak hihih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti kalau udah bikin aku mau nyicipin ya :D

      Hapus
  2. itu kayak gado-gado mbak, hehe...
    penasaran mau cobain rasanya kayak gimana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah ya? Yang tuna apa gudeg yang kayak gado-gado?

      Hapus
  3. aku nih kalau ada resto atau tempat makan yang menawarkan all you can eat itu sangat mudah tergoda #eh #gagalfokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun, Yu. Siapin perut yang kosong sebelum datang biar bisa nyicip yang banyak hahaha

      Hapus
  4. Wuaaaw kayaknya kok enak-enak banget, teh efi. Plating juga cantii-cantik! Bikin sendiri ga yakin bakal sama rasa & penampilannya ekekekek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku mah bisanya ngabisin aja, Lu. Plating payah, masak juga hahaha

      Hapus
  5. Halah eta tuna mni geulis.. lebar dimakan wkwkwk.. chef nya ganteng *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,aku ge lebar liatnya. Tapi chefnya nervous-an teh hahaha....

      Hapus
  6. Ish makanannya bikin ngiler :D

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.