Pakaian Wangi Sepanjang Hari Dengan Downy Daring


Aktivitas saya yang lumayan sering mobile, membutuhkan  setidaknya dua hal. Stamina yang baik biar ga ambruk karena kecapean dan pakaian (dari hijab) sampai kaos kaki yang nyaman, bersih dan wangi. Catet nih, wangi! Berhubung saya lebih banyak mengandalkan moda transport berupa OjOl alias Ojek Online, risiko pakaian terkontaminasi asap di jalan lebih gede dibanding kalau saya naik angkot, misalnya.

Dulu waktu masih kerja di perusahaan distributor spare part, setiap selesai ashar, sekitar jam 15.30, biasanya ruangan finance mulai deh tercium aroma khas, bau knalpot! Tentu saja bukan knalpot beneran yang baunya nyelonong ke sana, tapi dari pakaian sales yang masuk ke ruangan untuk laporan transaksi hari itu. Hais, awal-awal sih ya annoying, tapi lama-lama ya terbiasa. Mau gimana lagi atuh, ada? :D  Untunglah kalau staf perempuan yang smelly gitu sih,  ga ada. 

Lepas dari dunia kerja kantoran, yang mana sekarang intensitas saya naik motor (sebagai penumpang) naik lebih tinggi membuat saya kudu lebih aware memastikan pakaian saya ga smelly aneh kayak teman-teman saya dulu. Lagian perempuan itu identik dengan parfum, wangi.  Masa atuh smelly? Bisa jatuh pasaran. 

Tidak jarang, saya suka bawa parfum buat spray ulang kalau wanginya di pakaian udah hilang. Yang apes itu kalau pas lupa ga bawa parfum terus abis naik Ojol dapat driver yang helmnya smelly. Huhuhu.... saya pengen nangis kejer dibuatnya. Pashimina atau kerudung segi empat yang dipakai jadi ga karuan baunya. Terus kepikiran deh, gimana caranya biar baju yang dipakai wanginya tahan lama? Ga usah semprot ulang (biar parfum awet dan frekueni repurchase parfum berkurang hihihi...).

 Ahai, kesampaian juga. Di penghujung Juli ini saya barengan emak-emak yang tergabung di KEB mendapat undangan dari Downy untuk menjawab tantangan Downy Daring. FYI, Downy Daring ini adalah varian teranyar dari Downy yang hadir dengan formula baru yaitu Dual Parfum Capsules. Konsentrat wanginya akan terkunci di serat kain saat direndam.Oke, dari kemasan botolnya udah punya imej lux, berkelas. Tapi gimana dengan wanginya? Beneran tahan lama, ga? Harus dibuktikan!


Setelah Mbak Kaka perwakilan dari Downy yang hari itu mendemonstrasikan keunggulan Downy Daring, giliran audiens untuk membuktikan sendiri konsentrasi wanginya Downy. 

Untuk meja pertama, ada Makpuh a.k.a Mak Indah Juli dan Irma Susanti yang menjawab tantangan ini.  Dengan mencelupkan 2 handuk kecil ke dalam mangkuk berbeda, di mana yang satu berisi cairan Downy dan satunya lagi sudah disemprot dengan parfum mahal. Kemudian kedua handuk ini dikeringkan oleh hair dryer dan disetrika dalam waktu yang sama.

Hasilnya? handuk yang sudah dicelupkan ke dalam larutan Downy  masih wangi sementara handuk yang satu lagi wanginya sudah  memudar. Wow, cakeeep! Emak-emak di meja lain pun turut mencoba, dan hasilnya sama, kain yang dicelup dengan Downy tetap wangi.

Giliran saya dong untuk membuktikan sendiri di rumah. Beberapa waktu yang lalu, saya harus pergi dari rumah siang hari selepas dzuhur disambung mengikuti sebuah acara selepas azan Maghrib. Jangan sampai saya jadi malu hati ga enak body alias minder karena  pas datang ke acara terakhir itu tiba-tiba saya muncul dengan pakaian smelly. Ditambah pula yang mengundang ke acara ini adalah Mr Patrick (seorang ekspatriat berkebangsaan Belgia)  bosnya Madame Vivera -  teman saya seorang blogger juga. Tuh, kan jangan sampai deh malu-maluin.

Eh beneran, selain sesi trial tempo hari di acara yang saya ikuti, pakaian yang dikenakan termasuk pashmina yang dipakai wanginya masih nempel, bahkan ketika saya sampai ke rumah pun. Duh, makin  kesengsem  deh sama Downy Daring.
Yipiiii....  wanginya tahan lama :)

walau sudah malam , dengan pakaian yang dipakai sejak siang, tetap pede di acara karena  wanginya awet
Saya pun mencoba tips yang dilakukan teman-teman lainnya yang sudah menjadikan Downy sebagai pengganti parfum. Emang bisa? Pengiritan? Hahaha... kenapa enggak sih klau emang bisa. Sebuah kebetulan juga, ada tuh beberapa pakaian yang sudah dicuci sebelumnya tapi ga direndam pakai Downy Daring. Masa iya juga saya rendam ulang hanya biar dapat wanginya? Lama iya, dan mubazir pula. Untuk itu, saya ambil satu tutup botol Downy Daring dan mencampurnya dengan air ke dalam botol kecil berukuran + 100 ml.

Dengan parfum Downy dadakan ini, pakaian lainnya saya semprotin juga biar wangi. Tidak lupa juga saya selalu membawanya kemana-mana. Sekadar berjaga-jaga kalau apes dapet ojek online yang helmnya smelly, bisa saya netralkan dengan  campuran Downy ini. Bisa dicoba, loh :). Lumayan kan, anggaran buat beli parfum bisa diirit dan dipake buat keperluan lain hihihi... 


Efi Fitriyyah

Blogger mungil asal Bandung. Penggemar musik 90an dan easy listening music yang juga senang nonton bola, apalagi kalau jagoannya Persib dan Liverpool bermain. Pembawaannya kalem tapi bisa mendadak jadi mahluk yang cerewet. Penyuka fiksi, dan referensi berbau sejarah. Kontak via email efi.f62@gmail.com

2 komentar:

  1. Downy emang wanginya warbiyasak Teh. Tahan lama banget. Sampai berbulan-bulan kalau pakaian disimpan di dalam lemari. Walau kadang harganya lebih mahal dibandingkan pewangi lain, tapi setara banget lah dengan wangi yang dihadirkan. Favorit keluarga ya Downy :)

    BalasHapus
  2. Aku juga suka banget pake Downy, wanginya tahan lama apalagi kalau digosok tambah wangiiii pisan

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.