Top Social

Bring world into Words

Fiberkid, Solusi Minuman Enak dan Alami Untuk kebutuhan Serat Harian Anak

Jumat, 12 Mei 2017
Masalah umum yang sering dihadapi oleh para ibu soal kebiasaan makan anak adalah susah makan. Sebagian besar dari anak-anak tidak suka untuk melahap  buah-buahan dan sayuran.  Dulu juga waktu kecil saya termasuk yang rada susah makan buah dan sayur. 

Lupa juga mulai kapan saya jadi penyuka buah dan sayur. Walau sekarang pun sebenarnya konsumsi buah dan sayurannya ga rutin dengan porsi yang disarankan (rata-rata 30 gram per hari). Kecil?  Ga juga.  Sebagai ilustrasi,  mengunyah apel 1-2 butir per hari belum bisa mencukupi kebutuhan serat harian. Nah,  lho.

Tapi  kalau ada kesempatan, ga akan deh saya melewatkan buat mengonsumsi buah/sayur. Salad adalah menu favorit saya saban menemukannya. Kadang dalam waktu tertentu saya bakal beli buah-buahan di tukang buah potong  kalau dirasa sudah kurang banget konsumsi seratnya.
foto: pribadi
Kurangnya konsumsi serat yang berasal dari buah dan sayur bukan masalah orang dewasa saja. Pun begitu dengan anak-anak. Kalau dari kecil saja sukar dibiasakan, udah gedenya bakalan makin susah untuk menjadi kebiasaan. Faktanya nih,  9 dari 10 anak memang mengalami kekurangan serat.  Padahal asupan serat yang bersumber dari buah/sayuran bukan cuma mengatasi soal sembelit saja.

Jika kebutuhan ini tidak tercukupi bukan saja keluhan susah BAB yang terjadi tapi juga bisa menurunkan  kekebalan tubuh dan menyebabkan moody  pada anak. Nah, surprise, kan?  Sama dong dengan saya :) Selama ini sepertinya kebanyakan dari kita mengidentikan serat sebagai solusi untuk mengatasi masalah BAB dan kesehatan pencernaan saja. Padahal banyaaak sekali benefit yang bisa kita dapatkan kalau kebutuhan seratnya tercukupi.

Dulu saya mati-matian banyakin  makan buah dan sayur sebenarnya dilatari keinginan untuk menurunkan berat badan dan mengatasi sembelit dan pengin langsing huehehe.  Tapi  semakin ke sini semakin banyak tau pentingnya serat pangan. Selain itu serat juga ternyata mendukung proses tumbuh kembang pada anak-anak.

Pada hari jumat, 5 Mei 2017  saya bersama Emak-emak Blogger  menghadiri acara launching Fiberkid di Veranda Hotel. Hadir dalam acara itu sebagai nara sumber dokter spesialis anak, dr.Herbowo A.F Soetomenggolo Sp.A,   Yohana Astri Gumelar, selaku direktur utama PT Nugra Kasera produsen Fiberkid, Felicia Kumala (Cici Panda),  artis/presenter tv serta seorang blogger, Atika Nurkustanti.

credit: Fiberkid
Dalam paparannya, dr Herbowo menyampaikan  peran serat untuk kesehatan  usus.  Diantaranya adalah untuk membantu mengendalikan kadar gula dalam darah yang bisa mencegah timbulnya obesitas pada anak dan  menurunkan konsentrasi  kolesterol. 
foto: pribadi
Bukan itu saja, lho. Serat juga jadi bagian dari gizi dimana mendukung 60% proses  tumbuh kembang pada anak.  Kecukupan  gizi  pada anak bukan hanya soal banyak sedikitnya konsumsi protein berupa daging atau telur saja atau susu tapi juga serat yang terdapat pada sayuran dan buah-buahan itu tadi.

Yes, jadi  faktor internal seperti unsur genetik  yang mendukung proses tumbuh kembang pada anak seperti perkembangan motorik atau kecerdasan sebenarnya hanya sebesar 40% saja.  Sisanya  faktor eksternal yang 60% tadi mempunyai pengaruh lebih besar bagi perkembangan anak. Hmmm well note. Kabar bagus buat saya yang pengin memperbaiki keturunan. Bisa dong nanti saya punya anak yang posturnya lebih tinggi dan kecerdasannya lebih baik dari saya? Hehehe... Itu mah mimpi semua orang kan, ya.

Eh iya, tadi sayang bilang kan kalau serat ini ada hubungannya dengan mood pada anak/ Kok bisa, ya? Gimana ceritanya?

Masih dari paparan yang disampaikan oleh dr Herbowo, hari itu saya baru tahu lho bila kebutuhan serat tidak terpenuhi  akan menyebabkan neuro transmitter  yang menghubungkan otak dan tubuh mengalami gangguan, alias susah nyambungnya. Makanya, bisa jadi lho kalau anak-anak lagi uring-uringan itu dikarenakan makanannya kurang serat.  
foto: pribadi
Tapi kaaan, anak-anak susah banget untuk makan buah-buahan atau sayuran? Gimana biar mereka suka?

Pengalaman di mana sang buah hatinya sukar sekali untuk makan makanan yang mengandung serat juga dialami oleh  Yohana Astri. Karena alasan ini pula mendorong dirinya membuat kreasi minuman  yang kaya serat yang sehat tapi juga bisa disukai anaknya. Karenanya, terciptalah Fiberkid  dengan varian rasa leci dan anggur.  Jika dulu Yohana Astri membuat minuman kaya serat bagi anak-anaknya, beliau juga dengan senang hati berbagi solusi kebutuhan serat  bagi anak-anak lainnya.
credit: Fiberkid
Yang menarik dari produk Fiberkid ini adalah rendahnya kandungan gula dan bebas pengawet,  lho.  Sebagai informasi, disamping  garam dan lemak, gula juga merupakan salah satu bahan makanan yang sebaiknya dibatasi agar tidak membahayakan kesehatan tubuh. Fiberkid juga sudah mengantongi sertifikat halal dan lolos uji  standar kualitas yang ditetapkan oleh BPOM. So, enggak usah merasa cemas lagi soal kandungan kesehatan dan kehalalannya dong, ya. 

Dalam setiap botolnya Fiberkid mengandung 13 gram serat (setara dengan 51% angka kecukupan gizi).  Walau meminumnya dua botol sehari bisa memenuhi kebutuhan serat, bukan berarti Fiberkid ini berfungsi sebagai pengganti sumber serat. Kebutuhan serat alami tetap saja harus dipenuhi dari makanan lainnya.  

Variasi makanan dari berbagai sumber  dan cara penyajian akan membantu mencukupi kebutuhan serat setiap hari bagi tubuh. Kalau pinter ngulik kan bisa tuh dibuat smoothie atau puding dengan bahan dasar buah. Apalagi kalau buatan rumah, lebih aman, karena kita tau persis apa saja sih komposisi bahan--bahan yang digunakan.
credit: Fiberkid
Saat ini Fiberkid bisa dibeli secara online melalui situs www.fiberkid.com, atau marketplace seperti tokopedia.com dan blibli.com atau secara offline di Farmers Market, Ranch Market dan Gelael. Mulai saat ini, kita bisa mengalihkan jajanan minuman anak ke Fiberkid. Gimmick kemasannya dalam botol yang colorfull pasti menarik bagi anak-anak, begitu juga dengan rasanya. 

Meski produk Fiberkid ini ditujukan untuk anak-anak, bagi orang dewasa pun oke aja kok mengonsumsi Fiberkid. Just incase lupa atau  kurang asupan serat hariannya, Fiberkid bisa jadi penolong pertama untuk melengkapi asupan serat harian.

credit: Fiberkid


7 komentar on "Fiberkid, Solusi Minuman Enak dan Alami Untuk kebutuhan Serat Harian Anak"
  1. Fiberkid sepertinya bisa menjadi solusi buat anak pertama saya Mba yang sangat malas untuk makan Nasi.Anak saya sangat malas makan Nasi tapi kalau untuk makanan ringan atau jajan pasti sangat senang. Saya ijin follow blognya ya Mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, masalah klasik para emak soal anak-anak, ya. Semoga anaknya suka minum Fiberkid. Huaaa blogku difollow? Makasiiih. Luv :)

      Hapus
  2. wahhh pas banget nih buat anakku yang susah makan sayur dan buah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kudu cobain ya, Mbak. Biar anaknya selalu sehat dan konsentrasinya bagus.

      Hapus
  3. Wah cocok buat si bungsu yg rada susah makannya niih.. Siip..siip Noted

    BalasHapus
  4. Inovasi baru ini y teh Efi, biasanya suplemen kek gini kemasannya kek obat tapi ini dibuat dalam kemasan minuman botol lucu lagi jadi nilai plus buat nmbah daya tarik anak biar mau minum :)

    BalasHapus
  5. Wahh kalau kemesannya udah menarik pasti si kecil suka langsung pilih sendiri niy Teh..
    Apalagi bisa mencukupi asupan serat harian. Cuss belilah buat si kecil.

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.