Enaknya Digombalin Ikan Asap Rame-rame

Ada yang belum pernah makan atau beli nasi dan lauknya di warung nasi Padang? Rasanya nyaris enggak ada deh.  Saya sendiri termasuk yang jarang
 Sesekali saja, sih. Olahan bumbu Padang itu ga diragukan lagi, enak. Hanya saja rasa bersalah yang tertinggal sesudahnya itu, lho. Lemak! Hihihi.... Makanya sesekali saja  saya makan atau beli makan di sana. 

Dan... kalau ngomongin menu makannya, ikan kembung adalah salah satu favorit saya. Malas mengolah sendiri, meski bisa beli di pasar yang sudah dibersihkan sama penjualnya adalah salah satu alasannya :). Alasan lain yang jadi dalih bagi kebanyakan orang Indonesia yang konsumsi ikannya mengharukan adalah bau amis atau bau tanah. Ikan patin misalnya, ikan ini entah mengapa di lidah saya terasa pekat sekali aroma tanahnya.  

Padahal kalau sudah diolah, ikan itu enak. Apalagi kalau ikannya gurame atau ikan mas (yee ga usah dibahas lagi atuh ini mah). Tapi kenapa ya masih saja minat konsumsi ikan itu kecil sekali di Indonesia? Padahal  dengan luasnya lautan yang mengelilingi kepulauan Indonesia, stok ikan di nusantara ini bejibun, banyak pake banget.

Kalau makan di tempat lain seperti pujasera pun, biasanya saya lebih suka makan ikan yang dibakar atau dipepes. Alasannya gampang saja, karena kalau digoreng khawatir minyaknya  sudah melewati ambang batas tolerasi ke-jenuh-annya (maafkan kalau istilahnya maksa :D).  Protein yang bikin pintar dan kolestrol baik yang terkandung dalam daging ikan jadi terusik sama minyak  goreng yang dipakai. 

Eh tapi bagaimana kalau ikannya diolah dengan cara diasap? Nah, sejujurnya ini pengalaman perdana saya mencicipi ikan asap.  Duh ke mana aja,  Neng?

Pekan kemarin bersama 8 emak-emak KEB Bandung, saya menyambangi Gombal Asap di jalan Taman Cibeunying Selatan miliknya Mbak Cicil dan suaminya, Mas Indra. Kedainya sendiri baru dirintis sekitar Februari 2015.  Berawal dari kesukaan yang sama-sama hobi makan ikan, juga mendukung program konsumsi ikan yang digagas oleh Bu Menteri Susi, keduanya mantap merintis usaha kuliner yang khusus menyajikan olahan ikan dengan nama Gombal Asap.
Ikan Tongkol Asap
Ikan Kakap Asap
Sempat bingung apa hubungannya ikan dan kegombalan? Eh ternyata nih, Gombal Asap  berarti Sego dan Sambal. Lucu, ya? Pemberian namanya bukan cuma unik, tapi pas dan mudah diinget. Kedai Gombal Asap  yang hanya ada satu-satunya di Bandung ini buka setiap hari mulai jam 11 siang sampai jam 20.30. 
Ikan Kuwe (Putihan)
Sambil mencicipi aneka sajian khas dengan sambal fresh yang dibuat dadakan (bahkan terasinya pun original lho, karena diracik sendiri oleh mamanya Mbak Cicil), kami sempat nanya ini itu dalam obrolan yang seru dan hangat. Sehangat nasi dan ikan asapnya. Gombal Asap menyajian berbagai olahan ikan asap seperti ikan pari (iwak pe) termasuk mangutnya, ikan putihan (kuwe), ikan bawal, ikan kakap dan ikan tongkol.  Ikannya sendiri didatangkan khusus dari Probolinggo  dan sudah diasapi di sana.  Jadi, begitu sampai ke Bandung sudah siap diolah dengan kehigienisan dan kualitas yang terjaga karena dikerjakan oleh ahlinya langsung. 
Ikan Bawal
Mana yang paling enak, Fi? 
Semuanya enak, tapi paling berkesan (((berkesan))) adalah sajian ikan pari ini.  Tanpa banyak bumbu, rasa originalnya terasa banget di lidah, apalagi kalau dicocolkan dengan sambal matah plus lalapannya.  Beuh, berasa punya surga sendiri! Yang lain mah ngontrak aja hihihi...
Ikan Pari Asap
Bagi yang menyukai olahan berkuah, Gombal Asap menyediakan juga Mangut ikan Pari yang disajikan dengan tahu dan tempe. Berhubung saya juga penyuka tahu, mangut ini pun tidak saya biarkan lolos dari sergapan lidah (lebay).  
Mangut Pari
Setiap memesan ikan, kita akan mendapatkan nasi panas, sambal dan lalapannya. Ada empat sambal ala Gombal Asap yang bisa dipilih. Selain sambel terasi, ada sambal matah, sambal mangga dan sambal wuluh yang sayangnya stoknya lagi kosong. Penasaran deh, kira-kira seperti apa ya rasanya sambal wuluhnya. Mudah-mudahan kalau nanti saya ke sana lagi sudah ready alias ada.
Sambal Mangga

Sambal terasi, foto: Dydie Prameswarie

Sambal matahnya. Foto Dydie Prameswarie
Penasaran berapa harganya?
Satu paket komplit nasi, ikan, sambal plus lalapannya cuma Rp. 29.000an saja. Murce alias murah cekali, kan? Kalau cuma mau makan ikannya saja kita cukup bayar Rp. 27.000an.
Nasi dan lalapannnya jangan lupa
Tuh, sekepal nasi, sambal dan lalapannya cuma dihargai dua ribu. Tapi masa sih, dateng ke sini cuma beli nasi dan sambal serta lalapannya saja? Huehehe...
Ikan asap kemasan frozen
Kalau tidak sempat mampir ke lapaknya Gombal Asap yang beralamat di jalan Taman Cibeunying Selatan No. 33 bisa kok, pesan  delivey order atau Go Food. Bisa pesan paket ikan yang sudah lengkap  atau mentahan frozenya untuk diolah di rumah. Kalau beli yang kemasan frozen, harganya bisa bervariasi tergantung ukurannya. Sebelum pulang saya sempat memesan ikan putihan dan pari frozen untuk dimasak di rumah plus dikasih bonus trio sambal fresh yang dibuatkan langsung oleh Mbak Cicil. Nyam nyam....

Yang di Bandung atau punya rencana liburan ke Bandung, pastikan untuk mampir ke Gombal Asap, ya. Saya jamin deh akan merasakan surganya kuliner yang berbeda. 

Gombal Asap
Jalan Taman Cibeunying Selatan No 33 Bandung (halaman Gudeg Banda)
IG: @Gombalasap
WA:  081939647496




Efi Fitriyyah

Blogger mungil asal Bandung. Penggemar musik 90an dan easy listening music yang juga senang nonton bola, apalagi kalau jagoannya Persib dan Liverpool bermain. Pembawaannya kalem tapi bisa mendadak jadi mahluk yang cerewet. Penyuka fiksi, dan referensi berbau sejarah. Kontak via email efi.f62@gmail.com

8 komentar:

  1. Aku jadi pengen kesana lagi deh, huhuhu. Buka bareng disana yuk

    BalasHapus
  2. Mindo yuuuk ah. Rame-rame lagi icip ikan asap yang endang estaurina eh uenak bangeeetsss

    BalasHapus
  3. Wahh unik deh namanya gombal asap hehehe
    Menunya juga menggugah selera

    BalasHapus
  4. Woooo,sedep bangettt. Salah nih pagi2 kesini >_<

    BalasHapus
  5. Kenapa main ke sini pas jam segini? Jadinya kepengen, deh :D

    BalasHapus
  6. Makanan kesukaanku.. kalo disuarabaya dinamai ikan panggangan... tapi lagi ga boleh hiks,,,, ngiler

    BalasHapus
  7. Aku suka bangeeet ikan mba.. apalagi kita di sumatera rajin makan ikan :)... they look yuuum

    BalasHapus
  8. ah yummy bangeet mbaak. liatnya siang" pula, menggoda imaan. hehehe jd pengeen deh buka pake ikan bakar nanti. .

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.