Review Fast Furios 8: Tentang Balapan, Senjata Nuklir dan Keluarga

Judul filmnya juga sudah jelas, Fast Furious 8. pasti bakal diwarnai dengan aksi kebut-kebutan para aktor/aktrisnya. Kalau  jalannya mobil yang dikemudikan di sini santai mungkin judulnya harus diganti Asoy Geboy :).  Agak terganggu juga dengan jeritan penonton remaja di sebelah saya yang jerit-jerit histeris dalam beberapa scene. Mungkin adrenalin yang sama juga akan terasa seperti kalau nonton film hantu kali, ya. 

Minus adegan berdarah-darah tetap saja film ini dilabeli 17+. Artinya sudah jelas, film ini ga layak tonton untuk anak-anak di bawah umur. Tapi kenapa coba saya yang hari minggu kemarin harus rela kebagian duduk di row H (kedua dari depan) masih lihat para ortu yang bawa anak-anak di bawah umur yang sepertinya usia SD?  
gambarnya dari http://x254.co

Ya sudahlah sampai di situ saja dulu curhatnya. Saya mau cerita aja soal film Fast Furios 8. Tanpa menyaksikan seri sebelumnya, saya masih bisa enjoy mengikuti fim ini  selama dua jam dari awal sampai akhir, tanpa merasa terdistraksi seperti pikiran yang terlintas, "Ini siapanya siapa?", eh ini kenapa, kok gitu? etc etc... Setidaknya begitu. Jadi mengabaikan kenapa Toretto (Vin Diesel) meninggalkan istrinya yang lama dan menikmati  honeymoon di Kuba bersama Letty (Michele Rodriguez), saya lebih fokus dengan serunya balapan yang lebih kencang dari jet daratnya F1, canggihnya tank bertenaga 7.000 (eh atau 7.500) kuda, ya? dan kapal selam yang jadi properti dalam film ini. Ckckck.... habis berapa ya, modal film ini?  Tapi sepertinya tertutup. Sampai pekan ini film yang katanya akan dibuat sampai sequel ke-10 sudah meraup pendapatan 7,1 trilyun rupiah. Wow!

Dibanding lokasi syuting Havana (Kuba),  adegan balapan yang paling menyedot adrenalin buat saya adalah ketika berada di New York dan Daratan Es di Islandia sana. Banyak mobil mahal dan keren yang jadi tumbal di film ini hancur baik  tersenggol, dipepet,  terjun bebas dari gedung atau meledak saat rudal meluncur dan baku tembak meluluhlantakan mobil-mobil keren seperti Bentley yang juga jadi idaman karakter Roman (Tyrese Gibson). 

Karakter Roman ini juga termasuk yang mencuri perhatian. Selain gokil dan sok charming, saya paling suka dengan ekspresi rasa sebalnya ketika tahu dirinya tidak masuk dalam daftar 10 top kriminal. Cuma ada di urutan 11 saja, dibawah teman-temannya, si pintar dan eksotik  Ramsey (Nathalie Emmanuel), Letty atau Tej Parker (Ludacris). Makanya dalam adegan baku tembak di Islandia, dia sempat teriak  kayak gini : "11 apanya?"  Saya ngakak dibuatnya. Walau di scene lainnya, umpatan Roman ga pantas ditiru seperti:  I tried to take a piss. I didn’t even recognize myself atau I ain’t takin’ shit. Ga usah diterjemahin sama-sama tau lah, ya. Makanya saya heran sama orangtua yang cuek ngajak anak-aanaknya nonton film ini. Masa sih ga tau ada label 17+?

Adegan yang bikin saya ngakak juga adalah ketika  Hobbs (Dwayne Johnson) - yang dengan tatonya itu lebih cocok jadi penjahat daripada polisi -  ketika memberikan briefing untuk tim sepakbola putrinya, Red Dragon yang akan menghadapi Pink Butterfly. Tarian penyemangat yang dilakukan Hobbs anak-anak asuhnya lebih cocok disebut aksi intimidasi sampai-sampai salah seeorang anak dari tim Pink Butterfly mengeluh dan ingin menyudahi segera pertandingan hari itu.

Terlepas dari adegan-adegan film yang sangat laki banget itu, Fast Furious 8 punya sisi lain yang menarik untuk disimak. Sisi Piskologis tentang keluarga cukup memberi sentuhan film ini  ga 100% sebagai film yang gahar, identik dengan kekerasan. Dibalik tubuh-tubuh besar  bertato Toretto, Hobbs bahkan Deckard (Jason Statham) yang dikerjai ibunya, keluarga adalah hal yang penting dalam hidup. Apapun akan dilakukan  asal bisa menyelamatkan mereka dan tetap dalam bounding yang utuh.  Rasa gemas dan kesal  Letty  yang merasa Toretto sudah mencampakkan keluarga juga terungkap dalam beberapa adegan.  

O, ya ngomongin soal casting, yang sebal sama aktingnya Luke Evans di Beauty and the Beast, mungkin di film ini akan punya feel berbeda. Walau porsinya ga banyak, Luke Evans lebih cowok, ga rese dan culas ketika meemerankan Gaston. 

Waktu baca sinopsisnya, saya membaca Toretto dihadapkan pada teroris yang membuat ulah di film ini. Sempat lho saya mikir-mikir, ini mau menampilkan penjahat dari mana lagi? Yang sudah-sudah biasanya film Holywood memunculkan penjahat Rusia, Asia atau Arab sebagai musuhnya. Tapi ternyata Chiper  (Charlize Teron) yang hadir sebagai penjahat cantik, pintar da licin di sini lebih pantas kalau disebut sebagai orang Amerika yang punya kelainan jiwa alias psikopat. Meski pun di sini juga Roman sempat dibuat bingung dengan petunjuk berbahasa Rusia yang bikin lidahnya kepeleset. Adegan ini juga lumayan bikin ngakak padahal saat itu Roman harus bisa memecahkan petunjuk kalau tidak mau mati konyol.

Akhirnya quote dari Toretto  yang bilang "Jangan pernah meninggalkan keluarga" adalah quote yang paling saya suka dari semua dialog yang ada.  Mungkin karena tidak punya keluarga yang hangat, Chiper yang punya kecerdasan meretas sistem IT dan memanfaatkan apapun yang tertangkap kamera mata-matanya sebagai sumber informasi,  menjadi  seorang sosok penjahat perempuan yang sadis dan dingin. Ia tidak segan  menjadikan Brian, bayi kecilnya Toretto sebagai sandera untuk memuluskan keinginannya. Keinginannya untuk menguasai dunia, merecoki perseteruan senjata nuklir di antara negara-negara adikuasa.  

Buat saya, film Fast Furios 8 ini cukup adil menyajikan siapa yang jadi pahlawan dan siapa jadi penjahat. Setidaknya tidak mengusik sentimen ras seperti asia atau arab yang identik sebagai sosok musuh yang harus dihabisi.







Efi Fitriyyah

Blogger mungil asal Bandung. Penggemar musik 90an dan easy listening music yang juga senang nonton bola, apalagi kalau jagoannya Persib dan Liverpool bermain. Pembawaannya kalem tapi bisa mendadak jadi mahluk yang cerewet. Penyuka fiksi, dan referensi berbau sejarah. Kontak via email efi.f62@gmail.com

22 komentar:

  1. Hai Teh, boleh sedikit aja nambahin ya, dijudul film itu ada tambahan 'fate', seperti ingin menegaskan bhw film ini tetap ada yg berbeda sejak Paul Walker tiada. Kehilangan sosok Paul seakan ingin disampaikan lewat nama anak Dom yaitu Bryan. Tapi sy sama spt Teh Efi, suka bgt bahkan fans setia Fast&Furious brp pun partnya. Selalu kagum dg efek lighting serta teknologi di film ini. Ngga cukup kalau cm nonton sekali ajah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku yang ga begitu suka film action aja suka sama film ini. Aku mah nyesek liat mobil bagus jadi korban di film ini. Tapi kan ga lucu kalau tumbalnya mobil-mobil yang udah jadi bangkai hahaha

      Hapus
  2. Asyiknya udah pada nonton Fast and Furious 8. Hanya bisa mengkhayal doank setiap baca ulasan teman-teman yang udah nonton. Lagi ngirit demi bisa ngelamar kerja sana sini. hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga lekas dapat kerjaan agar bisa nonton ya, Mas :)

      Hapus
  3. Wah beauty and the beastpun belum sempat ditonton 😊😊

    BalasHapus
  4. Nggak pernah ketinggalan sama film satu ini, sukaa bgt mbak...
    Meskipun part yg ini belum sempet nonton karena blm dpt waktu yg pas :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoooo nonton, masih ada kan di bioskop?

      Hapus
  5. Saya jadi penasaran dengan jalan cerita film yang ini.

    BalasHapus
  6. Hi mba Efi, salam kenal mba. Saya salah satu penggemar film ini, dan film ini terasa lebih mengigit karena kehadiran karakter Roman. Tapi sayang banyak keluarga yang menonton sambil membawa anak2 batita, balita dan seumuran SD. Padahal ada adegan dewasanya *eh curhat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah tosss. Aku pun suka sama karakter Roman, walau drama banget dia hahaha. Iya, aku suka gemes liat ortu yang bawa anak nonton film dewasa.

      Hapus
  7. Sambil nonton sambil nahan ngilu teh, berasa ada di dlm filmnya aku 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. O, ya? Aku melek terus, Cha Kalau ada adegan penyiksaan atau hantu yang nyeremin banget (khususnya film Indonesia) baru aku nutup mata.

      Hapus
  8. Apalah arti Fate and Furious 8 tanpa Chiper
    Hacker sedang merajalele di perfilm-an Hollywood akhir-akhir ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Aku ngikik dengan merajalelenya.

      Hapus
  9. wah keren banget pokoknya

    BalasHapus
  10. Fast Furius emang selalu keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mae. Aku jadi pengen liat FF yang lainnya (ketinggalan banget ya, aku).

      Hapus
  11. Waktu saya nonton film ini juga banyak orang tua yg ngajak anak2nya Teh, yg notabennya mrk masih SD. Tapi ini film selalu keren dech, kocaknya dapet, serrunya dapet, gregetnya dapet.. Sukalah pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngeselin ya liat ortu yang pada bawa anak gitu. Komplit deh FF8 ini, seru, tegang, drama sama ngikiknya.

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.