Unboxing: NYU Crème Hair Colour

Time flies.
Itu yang pengin saya bilang waktu nulis ini. Ga terasa ya satu tahun sudah saya dan kalian semua laluin. Nambah tua juga :). Ya sudahlah enggak apa-apa nambah usia. Artinya kita dikasih kesempatan Tuhan usia yang lebih banyak untuk berkarya dan berusaha. Ya, kan? Awal tahun gini, biasanya kita familiar dengan satu kata yang jadi trending, yaitu, resolusi. Kalau mengacu pada kbbi, resolusi itu adalah:
resolusi/re·so·lu·si/ /résolusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yang akan diajukan kepada pemerintah
Resolusi juga bisa kita terapkan pada diri sendiri. Sederhananya begini deh, keinginan dari diri sendiri untuk pencapaian yang lebih baik. Ya masa pencapaian mundur? Ga ada, kan? Saya sendiri udah jarang punya resolusi di akhir tahun karena ujung-ujungnya banyak yang ga kesampaian hahaha. Diiih bukan contoh yang baik untuk ditiru ini mah.

Tapi ada lho satu keinginan yang pengen banget... saya wujudkan di akhir tahun ini. Simpel saja kok, ga susah, dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari saya. Yaitu soal penampilan.

Yup, saya ulang: penampilan.

Walaupun saya berhijab dan menutup rambut, bukan berarti abai soal merawat rambut. Malesin deh kalau saat sedang beraktivitas di luar, terus tiba-tiba kepala terasa gatal sekali. Kalau lagi di rumah sih gampang, tinggal garuk. Di luar? Ya jaim dikit atuh. Malu iya, mana lagi bisa bikin pashmina yang biasa saya pakai jadi berantakan gara-gara ga bisa nahan jari tangan buat menggaruk. Ini namanya tragedi Bad Hair Veil Day hahaha... 

So siapa bilang berhijab itu bisa cuek sama perawatan rambut? Enggak dong. Saya pernah mewarnai rambut sekitar 2-3 tahun lalu. Dan kepengen mewarnai rambut lagi. Yang jelas bukan buat dipamerin (ya iyalah). Biar pas ngaca jadi berasa pangling hihihi...

Ditutup dengan hijab, ga rugi tuh? 

Enggak dong.
Karena buat saya yang namanya perempuan merawat diri ga selalu ujungnya buat tebar pesona. Tapi lebih ke membangun perasaan nyaman untuk dirinya sendiri. Kalau sudah nyaman, kita jadi lebih pede saat bergaul dengan orang banyak. Rambut yang sehat dan terawat akan membuat kita merasa nyaman dalam keseharian. Contohnya ya itu tadi, salah perawatan rambut terus bikin kita sering garukin kepala kan ga asik -_-.

Untuk tone kulit kebanyakan wanita asia seperti saya yang berwarna sawo matang,  memilih cat rambut  ga disarankan  yang ngejreng macam hijau atau biru. Selain ga cocok juga bukan karakter saya pula.  Warna-warna yang direkomendasikan selain hitam adalah natural brown atau burgundy.  Seperti keluarannya NYU Crème Hair Colour ini.

Tapi memilih merk cat rambut  kadang pusingnya kayak milih makanan di food court hahaha.... kok analoginya ke  makanan sih? Maksud saya gini, lho. Ada banyak tawaran yang bisa kita pilih, tapi kan ga mungkin semua kita coba dan apalagi buat saya yang punya alergi sea food makanan yang mengandung udang, cumi-cumi dan ganknya harus saya abaikan. Meski enak tapi efeknya bikin gatal dan mengundang jerawat mejeng di muka saya untuk jangka waktu yang lama.

Begitu juga dengan memilih cat rambut. Ga bisa asal milih. Warna sudah pas? Oke, ceklis. Tapi.... aroma dari bahan yang diaplikasikan saat mewarnai rambut juga ga boleh lupa. Selama kurang setengah jam membungkus rambut kita dengan pewarna rambut akan membuat cuping hidung kita lebih peka. Emang tahan kalau pake cat rambut yang mengandung amonia? Pasti enggak.

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba pewarna rambut NYU yang ternyata wanginya enak banget, lho. Aromanya fruity, buah-buahan yang segar, bikin saya lapar. Sejak pertama mengoleskan ke pangkal rambut pertama sampai ujung rambut, beralih ke lembaran rambut lainnya sampai selesai saya lalui dengan santai, enjoy tanpa drama menutup hidung.

Seriusan bisa ngecat sendiri di rumah?

Yes, bisa. Cocok kalau mager, atau emang ga ada waktu. Udah gitu budgetnya pun terjangkau pula. Kurang dari dua puluh ribu rupiah saja. Jangan khawatir, dalam setiap kemasan, selain toolsnya lengkap juga ada petunjuk pemakaian. Just in case bingung harus gimana.  

Langkah pertama adalah dengan mencuci rambut seperti biasanya. Setelahnya keringkan dulu dengan bantuan hair dryer sampai setengah kering. Jangan sampai kering betul lho biar pewarna rambut yang akan dioleskan ga kesulitan untuk meresap. 

Dalam setiap box NYU Crème Hair Colour terdapat 1 sachet NYU Colour NYU Developer, satu sisir aplikator, vitamin rambut dan sarung tangan. Jangan gunakan tangan kosong atau kontak langsung telapak tangan. Ini untuk menghindari iritasi yang mungkin timbul pada kulit.


Campurkan NYU Colour dan NYU Developer ke dalam mangkuk. Tumpahkan saja semuanya, ga usah ditakar lagi. Satu box ini cukup untuk sekali pakai.  Awalnya sebelum diaduk seperti warna mustard pucat. Lama-lama warnanya akan berubah. Kalau untuk varian Burgundy dia jadi kemerahan kayak gini.



Untuk rambut saya yang sepinggang ternyata satu pak NYU sudah cukup mewarnai rambut. Sambil nunggu waktunya membilas, saya pastikan semua lembaran rambut sudah diolesi NYU sambil ngaca, untuk lebih memastikan semuanya sudah terolesi sacara rata. Warna rambut belum kelihatan berubah, jadi terlihat lebih pekat kayak lagi dikasih masker rambut biasa. Setelah dibilas dan agak kering, jangan lupa untuk mengaplikasikan vitamin rambutnya juga, ya. Wanginya pun ga kalah enak nih. 

Terus gimana hasilnya?

Cakep. Saya juga memperhatikan warna rambut di dekat jidat. Sebelumnya di situ, ada beberapa lembar rambut yang udah memutih duluan, alias uban. Seharusnya sih seumuran saya belum waktunya lho. Dan taraaa...... tercover dengan baik! Untuk sementara warna rambut saya jadi terlihat berbeda dan terlihat lebih muda hehehe... Kapan-kapan, pengen nyobain warna caramel yang tonenya lebih lembut dan kalem.. 


Saya udah nyoba nih.  Kapan giliran kalian? #IniHidupkuYangNYU

Efi Fitriyyah

Blogger mungil asal Bandung. Penggemar musik 90an dan easy listening music yang juga senang nonton bola, apalagi kalau jagoannya Persib dan Liverpool bermain. Pembawaannya kalem tapi bisa mendadak jadi mahluk yang cerewet. Penyuka fiksi, dan referensi berbau sejarah. Kontak via email efi.f62@gmail.com

10 komentar:

  1. Aku mau ngewarnain rambut masih maju mundur Teh, soalnya rambutku masih virgin sampai sekarang, belum pernah diwarnain sekalipun.
    Sering tergoda pengen ngewarnain rambut, tapi masih ragu-ragu jadinya ya itu, maju mundur cantik ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh istilah virginnya itu lho, Mit hehehe. Aku kalau mau warnain rambut pertimbangannya takut gagal. Kali pertama aku lakukan di salon. Yang sama NYU ini pengalaman pertama warnain sendiri rambut di rumah. Kalau udah ga mundur-mundur lagi buat warnain rambut sendiri, pake yang NYU ini aja, ya. Aku contohnya yang udah buktiin :)

      Hapus
  2. suka kemasannya aku mah teh, eeuu salfokk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemasannya kece ya, Ty? Yang pakenya gimana? #eh

      Hapus
  3. jadi pengen ngewarnain rambut nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuuk Fika, warnain rambut pake NYU :)

      Hapus
  4. aku udah belii... tapi males banget kalu ngecat sendiri. Anak2 pada ikutan, jadi ribet deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin mereka mau bantuin emaknya ngecat rambut. Anak yang berbakti, tapi ngeri ya bayangin kehebohannya kalau mereka turun tangan :D

      Hapus
  5. Teh, aku dari sebelum berhijab udah seneng banget warnain rambut, tekstur Nyu ini sepertinya bagus, nggak beleber dan lembut. Tapi Nyu baru keluarin warna yang kalem-kalem ya, semoga nanti keluarin warna yang gonjreng juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh aku ga berani pake yng gonjreng, takut ketuker sama harumanis :D

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.