Top Social

Bring world into Words

Film Iqro: Membaca Quran dan Mempelajari Sains

Minggu, 22 Januari 2017
Apakah seorang anak yang keasikan bermain gadget itu bikin resah orangtua?  Kebanyakan jawaban yang akan kita dapatkan adalah, ya. Tapi kalau seandainya keasikan yang dilakukan Aqila, tokoh utama dalam film Iqro ini paling sering ditemukan pada anak-anak mungkin tidak akan seresah yang kita jumpai sekarang ini.
credit: film-iqro.com

Berawal dari rivalitas teman sekelas

Aqila (diperankan oleh Aisha Nurra Datau) adalah seorang anak SD yang sangat up to date dengan perkembangan iptek terbaru. Dalam salah satu adegan, Aqila yang bercita-cita menjadi seorang astronot sempat berdebat dengan teman sekelasnya Reni tentang status Pluto yang sudah bukan merupakan planet dalam sistem tata surya. Rivalitas positif dengan Reni untuk saling membuktikan siapa yang penemuannya yang paling hebat mengantarkan Aqila untuk pergi berlibur ke Lembang. Di sana ada Opanya, Profesor Wibowo (Cok Simbara)  yang bekerja sebagai peneliti di observatorium Bosscha. Keinginan Aqila untuk berlibur sekaligus melakukan 'riset'  klop dengan rencana ibunya dan Oma (Neno Warisman) untuk memperbaiki  bacaan Quran Aqila yang pernah dikeluhkan oleh guru ngajinya di Jakarta.

Membaca ayat-ayat Nya

Apa hubungannya harus bisa mengaji dengan mempelajari ilmu pengetahuan alam? Kurang lebih seperti itu dialog Aqila dengan Opanya.  Aqila sudah menunjukan minatnya yang tinggi dengan  membaca ayat-ayat qauniyah (tanda-tanda atau wujud pemciptaan Allah yang bisa kita di sekeliling atau alam raya) namun  Aqila lupa untuk membaca ayat-ayat qauliyah (ayat-ayat Quran), dua hal yang seharusnya dpelajari bersamaan oleh umat muslim. Bahkan ketika dulu para ilmuwan masih memperdebatkan apakah bumi atau matahari sebagai pusat sistem tata surya, dalam Quran sudah tersirat petunjuk itu dalam surat Ali Imran ayat 190: 
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta penggantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal."
Opa kemudian bercerita kalau dulu  di jaman nabi ketika belum mengenal penghitung waktu seperti sekarang, umat Islam bisa melakukan salat tanpa melihat jam. Ketika teringat ayat pertama (QS: Al Alaq ayat 1-5) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk membaca,   akhinya syarat  untuk bisa mengaji agar bisa menggunakan teropong bintang di Bosscha  dipenuhi Aqila demi obesinya itu.  

Ketika Bosscha Terancam 

Sementara itu di sisi lain Profesor Wibowo dihadapkan pada masalah lain yang menyangkut masa depan observatorium Bosscha. Pembangunan sebuah hotel yang jaraknya sangat dekat (200 meter) dengan teropong bintang peninggalan Belanda itu akan membuat pengamatan langit dan benda-benda di angkasa akan terganggu karena adanya polusi cahaya. Keinginan Aqila untuk mengamati sendiri benda langit dari teropong Boscha terancam terwujud.

By the way jauh ke belakang sebelum Aqila lahir, polui cahaya yang menganggu pemandangan langit pun telah membuat sebuah rasi bintang tidak bisa disaksikan lagi sejak tahun 1995. Hmmm... ada yang tau rasi apa yang dimaksud?

Konten Edukasi Film

Banyak sekali konten edukasi yang saya dapatkan selama menonton film ini. Ketika guru ngajinya di Jakarta mengeluhkan Aqila yang terkesan asik sendiri dengan gadgetnya, kak Raudhah  (diperankan oleh Adhitya Putri) - guru mengaji Aqila di Lembang - malah berusaha masuk ke dunianya yang kedapatan ngoprek gadget ketika belajar mengaji. Aqila merasa terraih karenanya. Mungkin itu juga yang membuat gadis cantik itu punya energi yang banyak untuk membaca ayat-ayat Quran selama liburan semester yang dihabiskannya. Aqila berhasil 'ngebut' menamatkan level Iqro dari level 4 sampai khatam level 6, bahkan sampai mengikuti lomba mengaji.  

Ilustrasi polusi cahaya yang mengganggu pengamatan langit ini juga disajikan dengan menarik lewat sticker hologram milik Aqila. Sesungguhnya saya iri dengan anak-anak generasi Z ke sana. Mengulik pelajaran tidak seboring dulu yang kebanyakan terfokus pada text book saja. Lebih banyak akses dan cara belajar yang seru dan mengasikan.  Ah ya sudahlah, itu mah cuma curcol saja :)


Pada bagian lain, film ini membuat saya terharu dengan bacaan Quran Fauzi (Raihan Khan) yang sangat merdu. Sayangnya di film ini Fauzi ga terlihat usahanya untuk belajar mengaji segigih Aqila. Fauzi  anak dari Codet (Michael Lucock) seorang jawara - juga mantan residivis -  ini malah menghabiskan waktunya dengan berbagai kejailan dan ulah iseng di sela-sela tugasnya berjualan kerupuk Palembang milik keluarganya.  Tentang keikhlasan,  meluruskan niat, ketawakalan, jujur dan menyentuh hati dengan hati akan kita dapatkan di sini. 

Selain kehadiran bintang film seperti Neno Warisman, Cok Simbara dan Micahel Lucock, masih ada aktris senior Meriam Belina yang menguatkan Iqro  sebagai salah satu film keluarga recomended. Karakternya sebagai seorang nenek dan ibu (emaknya Codet)  yang cerewet cukup menyegarkan suasana. Suaranya yag keras kalau memanggil, kayak pake toa,  atau saat  ngobrol dengan campuran logat sunda dan batak yang khas.

Terlepas dari Belanda yang pernah  punya 'dosa' besar  menjajah Indonesia selama 3,5 abad. Tapi selalu ada sisi baik dari peinggalan masa lalu yang kita dapatkan. Nyaris hancur ketika Jepang menjatuhkan bom di sekitar kawasan Lembang. Sampai sekarang, gedung pengamatan bintang tertua di indonesia dengan arsitek Art Deco yang artistik itu jadi salah satu cagar budaya kebanggaan Indonesia terutama Bandung. Lalu saya juga jadi teringat kalau sampai sekarang  belum kesampaian main ke sana, menuntaskan keinginan tahu seperti apa penampakan benda langit bila dilihat dari teropong raksasa   (ih ke mana aja?).
dokumen pribadi
Katanya nih, baru film Iqro lho yang pertama kali mendapat izin  menggunakan teropong Bosscha untuk kepentingan syutingnya. Terlintas pikiran saya, seandainya saja  film Iqro ini mengeksplor lebih banyak hak istimewanya dalam visualisasi filmnya. Mungkin memang ini tanda kalau saya harus mengagendakan  waktu mengunjungi Observatorium Bosscha.  Ke sana yuk? Eh tapi jangan lupa untuk nonton filmnya  yang akan tayang serentak mulai 26 Januari 2017.
Credit: Raja Lubis

13 komentar on "Film Iqro: Membaca Quran dan Mempelajari Sains "
  1. Kereeen teeeh 😍😍 udah baca 3 tulisan, 33nya punya sudut pandang yang berbeda.. *jadi saya kapan nulis? Hihi,

    BalasHapus
  2. aa.. aku pengen nonton ini.. biar bisa ngajak anak :D

    BalasHapus
  3. Suka sama Adhitya Putri. Sejuk!

    BalasHapus
  4. coba ya ... sisi fauzi dan Aqila-nya ditampilkan imbang. Bakalan berasa eta Film anak-anaknya.

    BalasHapus
  5. Iya Teh, saya juga belum kesampaian main ke Bosscha.
    Padahal baru tahun baru kemarin main ke Lembang.
    Bingung nyari daerah wisata, baru ingat ada Bosscha.

    BalasHapus
  6. Bukankah Bosscha pernah jadi syuting petualang sherina yaa teh? Aku belum nonton film ini neh.

    BalasHapus
  7. Wooow saya baru tahu ada film sebagus ini yg akan tayang. Anak pertama saya psti suka nih. Wajib nonton aah. Makasih review nya mba.

    BalasHapus
  8. loch loch baru tanyang tgl 26 besok tapi mba Efi dah nonton tgl 21 ......

    BalasHapus
  9. Deuh pengen nonton film ini..kemarin wkt ada ajakan nonton ini bentrok ada acara ke luar kota..ah harus ada agenda khusus :D

    BalasHapus
  10. Semoga film jenis ini bisa laris di masyarakat ya mba. Karena nilai edukasinya bagus untuk anak :)

    BalasHapus
  11. Waah, keren filmnya. Jadi pengen nonton. Film kayak gini nih yg lagi saya rindukan :D
    Makasih sudah diulas mba.

    BalasHapus
  12. Itu yang paling tengah pemeran utamanya yaa, teh? Cantik manis yaa hehe. Jadi pengen nonton film IQRO juga 🙂

    BalasHapus
  13. makasih ulasannya Mba Efi, jadi penasaran pengen nonton filmnya deh :)

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.