Sumber Polusi di Dalam rumah yang Tidak Disadari

Sumber Polusi di Dalam rumah yang Tidak Disadari [infomercial] - Pernah terpikir ga kalau ternyata di dalam rumah pun bisa muncul polusi? Padahal rasanya kita tuh rajin banget membersihkan rumah dan enggak ada anggota keluarga yang merokok, pun.  Kok, bisa?

Percaya deh, secara berkala teman-teman tuh udah rajin bersih-bersih rumah. Malah biar semakin sehat dan menambah kesegaran udara pun di halaman rumahnya ditanami aneka tanaman. Kalau pun lahannya terbatas, setidaknya sirkulasi udara yang segar diusahaakan dengan menjaga ventilasi udara. 

Tinggal di kota-kota besar, rumah yang nyaman dengan udaranya yang segar adalah sesuatu yang mewah. Itu juga yang dicari oleh para calon pembeli yang sedang mencari rumah dijual di Depok [disclosure] atau di kota-kota lainnya. Selain Jakarta, Tangerang dan kota-kota besar lainnya punya persoalan yang sama, yaitu tingkat polusi yang cukup tinggi. Hiiiy, ngeri, ya. Mungkin itu juga sebabnya semakin bertambah usia, saya suka mengalami nafas yang agak sesak. 

Balik lagi ke sumber polusi ddi dalam rumah nih. Penting banget kita ketahui dan antispiasi. Ibarat cerita dalam film, kayak musuh dalam selimut. Dia itu ada, eksis dan mengancam tapi kitanya ga mudeng dengan keberadaannya. So, perlu dong untuk diperhatikan secara serius, pake banget. Risiko penyakit yang bisa muncul dari polusi ‘laten’ ini mulai dari keluhan sakit perut atau yang berat macam kanker. Hiiiy…

Terus gimana?

Coba kita cek lagi, yuk. Sebenanya kondisi kualitas di rumah kita itu udah layak dan sehat, belum? Sirkulasi udara yang bersih akan membuat kita bisa bisa bernafas lega untuk menghirup udara yang segar. Mau tua atau mua, orang tua ataau balit, semuanya berhak, malah harus mendapatkan oksigen yang sehat, biar ga mudah sakit. 

Apa saja sih sumber polusi di dalam rumah yang harus diwaspadai?

Furnitur dan Lantai Kayu

Walau kita rajin membersihkan perabotan rumah, ternyata kandungan formaldehida, yaitu senyawa kimia yang umumnya dijumpai dalam larutan bahan kayu ini adalah sumber polusi juga. Baru ngeh, kan? Sekian tahun ini saya juga juga gitu, baru tau. Hadeuh, ke mana aja? Selain kursi atau lemari, lantai rumah yang terbuat dari kayu pun bisa jadi media menumpuk dan menyebarnya polusi. Saya inget banget nih waktu kecil dulu (sampai dewasa juga sih meski udah jarang) paling enak itu kalau tiduran di lantai. Adem! Apalagi pas udara lagi panas atau gerah. Lantai rumah dengan bahan kayu memang lagi banyak digemari. Untungnya sih rumah saya masih pake lantai keramik. Setidaknya satu pencetus penyakit seperti asma, pernapasan, penyakit gangguan tenggorokkan, lalu gangguan neurologis, hingga iritasi pada mata rada ngurangan lah, ya.

Tapi kan, lemari dan dipan di rumah saya 90% dominan dengan bahan kayu. Tetep atuh kudu  memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan terjaga dengan baik. Ventilasi yang sehat bisa membuat paparan senyawa formaldehida mengalir ke luar secara efektif.

Suhu Tinggi Memasak

Pernah mengalami sesak nafas akibat dari aroma masakan yang tajam? Saya pernah, tuh. Asap dari masakan yang harum atau ga enak (entah karena gosong atau bau yang terasa tajam dan ga nyaman terhirup) menghasilkan senyawa akrolein. Senyawa ini juga merupakan racun yang bisa mengiritasi mata dan hidung. 

Oke. Sekarang paham dong, ya, ketika menumis cabe dan bawang buat bahan sambal goreng bisa membuat mata terasa perih dan rasa ga nyaman pada hidung yang bikin sulit bernafas. Terlalu sering meghirup akrolein bisa menyebabkan risiko terserang kanker paru-paru jadi meningkat.

Sepertinya menarik juga kalau dipikirkan gimana caranya biar bisa meminimalkan paparan senyawa ini. Yang jelas, ga mungkin lah pake topeng ala-ala robot gitu atau baju ketopong kayak ksatria jaman dulu mau perang. Ribet pakenya, Menuhin space dan nambah kerjaan aja buat dibersihkan secara berkala hahaha….

Efi Fitriyyah

Blogger mungil asal Bandung. Penggemar musik 90an dan easy listening music yang juga senang nonton bola, apalagi kalau jagoannya Persib dan Liverpool bermain. Pembawaannya kalem tapi bisa mendadak jadi mahluk yang cerewet. Penyuka fiksi, dan referensi berbau sejarah. Kontak via email efi.f62@gmail.com

9 komentar:

  1. Wah aku baru tau kl aroma masakan bisa berakibat sesak,kalo bersin2 sering pas masak sambel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari asapnya itu lho kalau kebanyakan bikin sesak. Bersin-bersin juga iya.

      Hapus
  2. bahan2 pembersih rumah, pembasmi serangga juga katanya sumber polusi ya
    jadi membayangkan di rumah pakai baju zirah dan ketopong he..he.. bisa aja deh teh Efi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sampai dipake. Bisa-bisa dikira orang aneh haha

      Hapus
  3. Emang bener mba klo lagi masak kudu dibuka pintu, jendela abis suka nyereng ceuk urang sunda mah aromanya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, apalagi bumbunya cabe/cengek terus terasi Dijamin nyereng :D

      Hapus
  4. Aku pikir, kalau segala macemnya berbahan kayu lebih ramah lingkungan teh, ternyata malah lebih banyak polusinya ya T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semacam silent killer gitu, ya Gilang. Makanya harus rajin dibersihin *ngomong sama kaca*

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.