PLTP Kamojang, Sumber Energi Masa Depan Yang Ramah Lingkungan

Kita mulai dari nol, ya.
Familiar kan dengan kalimat yang satu ini? Kalau beberapa waktu yang lalu suka memerhatikan commercial break, mestinya sih sudah familiar banget dengan qoute dari iklan salah satu BUMN negeri ini. Pertamina sebagai perusahaan negara yang memasok kebutuhan energi terutama bahan bakar minyak dan gas yang konsumsinya sangat tinggi. Suplai energinya diturunkan? Rasanya tidak mungkin, mengingat aktivitas ekonomi kita semakin meningkat setiap tahun. 

Tapi kalau dialihkan dengan sumber energi lainnya yang terbarukan, dengan jumlah cadangan melimpah dan lebih bersahabat dengan lingkungan itu bisa, lho. Bukan sekadar mungkin.

Jadi begini. Kalau membahas sumber bahan bakar, mindset kita sudah terlanjur mengidentikan kalau sumber energi terutama BBM kendaraan tidak jauh-jauh dari premium alias bensin dan solar untuk pengisi tenaga agar kendaraan di darat tetap bisa melaju menempuh perjalanan, energi  untuk pembangkit  listrik atau keberadaan gas sebagai pasokan kebutuhan bakar di rumah tangga untuk memasak.
sumber: www.laoenergy.la
Salah? Ya enggak juga. Namun konsumsi energi yang tidak terbarukan terus meningkat, sementara kemampuan cadangan yang ada untuk menyuplai kebutuhan tidak berbanding lurus. Sederhananya, pemgeluaran tidak sebanding dengan pemasukan. Cadangannya terus menipis, lama-lama akan habis. Padahal siklus daur ulangnya butuh waktu jutaan tahun. Harus dipikirkan dong untuk alternatifnya di mana kebutuhan energi nsional tetap bisa mendapat pasokan. 

Sumber energi terbarukan adalah solusi untuk mengatasi kebutuhan energi yang semakin meningkat. Selain keberadaannya yang begitu melimpah, dari proses eksplorasi, pengolahan sampai bisa dinikmati oleh konsumen relatif stabil selama masa konsesi. 

Kebijakan pemerintah untuk memangkas subsidi BBM untuk APBN tahun 2016 menjadi hanya 7,75  trilyun (sebelumnya pada tahun 2015 mendapatkan subsidi 34,9 trilyun) membuat fluktuasi  harganya sangat sensitif dengan pergerakan harga minyak dunia. Ini dikarenakan konsumsi BBM dalam setiap proses produksi sampai distribusi di setiap sektor ekonomi memberi pengaruh yang terasa sekali terhadap inflasi. 

Salah satu sumber energi terbarukan yang pemanfaatannya sedang dioptimalkan oleh Pertamina adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Garut. Potensi panas bumi atau dikenal juga dengan geothermal di Indonesia saat ini sudah mencapai 29.000 mega watt, setara dengan 40% cadangan dunia. Bisa dibayangkan gimana kerennya kalau dari salah satu sumber ini bisa dioptimalkan? Satu kata saja deh kayaknya, Amazing. 
sumber gambar: http://wegi.org/2016/11/sumber-rujukan-tentang-energi-terbarukan/
Pertamina sebagai perusahaan pelat merah di Indonesia yang mengelola PLTP Kamojang ini juga merupakan perusaan panas bumi paling besar yang ada di Indonesia. Dengan cadangannya yang begitu melimpah dan bisa memback-up ketergantungan kebutuhan energi - yang selama ini masih terfokus pada bahan bakar minyak dan gas - juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, berbeda dengan sumber energi tidak terbarukan itu tadi. Residu atau sisa pembakarannya masih meninggalkan jejak pencemaran terhadap lingkungan.
sumber gambar: http://www.kompasiana.com/ariefnulis/setelah-mafia-petral-tumbang-saatnya-energi-terbarukan_5819642e947e613e09b872b7
Mengapa harus peduli dengan sumber energi yang bersih? Pembangunan yang berkelanjutan saat ini jadi perhatian utama dalam konsep pembangunan Pembangunan mestinya bukan hanya memikirkan hasil saja tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan. Anyway, bukankah anak cucu kita juga berhak menikmati alam yang masih asri, udara yang bersih di luar hasil pembangunan dengan tekonologinya yang semakin canggih?

Ngomong-ngomong soal kepedulian terhadap alam, Pertamina bukan saja menjaga ketersediaan sumber energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan saja. Salah satu bentuk perhatian Pertamina kalau alam juga harus terjaga keseimbangannya adalah dengan mendukung konservasi Elang Jawa. Ternyata nih,  kawasan Kamojang menjadi salah satu titik yang disukai para Elang untuk.ditinggali di samping daerah Lumajang dan kawasan Bromo Tengger Semeru. Eh sudah tau kan, kalau Elang Jawa merupakan hewan yang jadi inspirasi lambang negara Indonesia, Garuda.
sumber: majalahkicau.com
Saat ini 70% dari 311 spesies Elang di dunia terdapat di Indoesia. Sayangnya populasi Elang Jawa populasinya kurang dari seribu ekor. Di bawah batas minimal untuk dinyatakan aman dari status terancam punah. 

Eksplorasi alam yang hanya mengejar keuntungan semata di sisi lain bisa merusak keseimbangan alam  yang sudah terbentuk. Dalam kasus Elang Jawa ini, kalau bentang alam yang ada di Kamojang sudah tidak mendukung lagi bisa mengancam jumlah mereka semakin berkurang. Setidaknya dalam 5 tahun ini saja tercatat sekitar 110 ekor Elang Jawa raib karena dikejar oleh para pemburu.

Konservasi Elang Jawa yang dilakukan oleh Pertamina juga dilengkapi dengan fasilitas yang memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh  IUCN  (International Union for Conservation of Nature), GFAS (Global Facilities For Animal Sanctuary), dan IWRC (International Wildlife Rehabilitation Council).

Jadi siapa bilang kalau Pembangunan orientasinya cuma mengejar keuntungan dari segi materi? Pembangunan PLTP di Kamojang ini contohnya kalau pembangunan yang berkelanjutan bisa diaplkasikan secara bersamaan. Alternatif subtitusi sumber energi bisa berjalan tanpa mengganggu keanerakaman hayati yang ada di sekitarnya.  

Referensi:

http://wegi.org/2016/11/sumber-rujukan-tentang-energi-terbarukan/
http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/09/kamojang-surga-baru-penyelamatan-elang-di-indonesia

Efi Fitriyyah

Blogger mungil asal Bandung. Penggemar musik 90an dan easy listening music yang juga senang nonton bola, apalagi kalau jagoannya Persib dan Liverpool bermain. Pembawaannya kalem tapi bisa mendadak jadi mahluk yang cerewet. Penyuka fiksi, dan referensi berbau sejarah. Kontak via email efi.f62@gmail.com

6 komentar:

  1. Baru ngebayangin aja, pengen langsung ke sana melihat sendiri biar mudeng hahhaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. pas datang ke tkp jadi lebih jelas dan lebih ngerti ya apa sih energi panas bumi ini.

      Hapus
  2. Setuju sama Teh Nchie, rasanya kepengen langsung kesana aja teh biar langsung ngerti dan bisa lihat langsung. Tapi pasti jauh dari Madura ? jelas lha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu segera update dari hasil kunjunganku ke PLTP Kamojang ini ya, Ka.

      Hapus
  3. Dulu pulang dari darajat lewat jalan Kamojang dan liat ada penangkaran elang. Pengin mampir tapi dulu cape, eh ternyata dua hari lagi bisa mampir ke sana. Yeee asyik!!! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeyeye... Akhirnya kesampaian ya, San.

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.