Top Social

Bring world into Words

5 Nasehat Penting untuk Penyewa Apartemen Pertama Kali

Sabtu, 30 April 2016
Kalau belum punya budget cukup membeli rumah atau hanya akan tinggal beberapa waktu, biasanya pilihan paling mudah adalah mengontrak. Betul kan, ya? Yes, kecuali masih sekolah lalu numpang sama kakak sih masih bisa dimaklumi. Kalau sudah bisa seatle, ya enggak lah. Kalau masih lajang bisa ngekos karena tidak mempunyai banyak barang yang perlu space banyak.

Tapi mungkin juga sih  untuk pekerjaan atau profesi tertentu, tools penunjang pekerjaannya perlu ruang yang lebih luas. Selain bagi yang sudah menikah, mengontrak rumah adalah pilihan wajib.
http://www.catatan-efi.com/2016/04/5-nasehat-penting-untuk-penyewa-apartemen-pertama-kali.html
5 Nasehat Penting Untuk Penyewa Apartemen Pertama Kali


Kalau punya anggaran sedikit di atas standar dan suka suasana sedikit mewah, makan pilihannya adalah menyewa apartemen.

Ini sih impian saya juga, kayaknya asik bisa tinggal di apartemen, Nig.  Jangan lupa, mencari apartemen untuk disewa bukan tugas yang cetek, lho. 

Untuk menyewa apartemen perlu ketekunan sampai mendapatkan tempat yang chemistrynya dapet, juga lebih hati-hati dan menahan diri sebelum mengambil keputusan dan bilang yes, saya mau menyewa unit yang ini. Meski tidak kita tinggali seharian, suasana apartemen yang hommy dan membuat kita nyaman saat beristirahat itu penting banget. Inget dong peribahasa jadul, home sweet home. Apartemen sama saja seperti rumah, bukan sekadar bangunan biasa, lebih dari itu punya arti sendiri buat penghuninya. Setuju? Tosss dulu dong kalau gitu.

Makanya keputusan yang cermat itu sangat penting, pake banget. Apalagi nih, ternyata ketika kita pindahan tempat tinggal ternyata ini pengalaman pertama. Ojo kesusu alias haste make waste berlaku di sini. Siapa coba yang mau menghabiskan waktu sekian tahun untuk menunggu waktu pindahan berikutnya hanya karena salah milih property yang ga bisa di-refund? 

So, sebelum mengambil keputusan untuk memilih apartemen yang akan disewa, beberapa saran berikut ini bisa jadi pertimbangan. Yuk, simak dulu. Apa saja, sih.

1. Jangan Lupa untuk Menuliskan Semua Bagian Perjanjian

Yes, soal ini mau ga mau kita harus membuka mata lebih lebar. Kesepakatan yang sudah tercapai secara lisan ga bisa dipegang bila tidak ada bukti. Semisal kita dan pemilik sewa setuju kalu kita bisa udahan ngontraknya sebelum tenggang waktu berakhir. Pada satu waktu saat momen itu benar-benar terjadi, ketika kita memutuskan untuk pindah, bisa jadi sang owner lupa (atau pura-pura lupa?) dan mengabaikan kesepakatan yang sudah disetujui. Makanya, hitam di atas putih jauh lebih berarti daripada sekadar jabat tangan saja. 

Perjanjian yang salinannya dimiliki oleh masing-masing pihak yang bertandatangan punya kekuatan dan konsekuensi hukum, baik bagi pemilik penyewaan maupun pihak yang menyewa. Detil lain yang perlu dipertimbangkan dalam surat perjanjin misalnya saja soal biaya yang timbul bila kontrak berakhir sebelum waktunya. Jelas, ya. Apakah kita akan mendapat refund atau hangus. Kedua pihak harus fair dan komit dengan perjanjian yang sudah dibuat. 

2. Periksa Sekali Lagi, Beneran nih biaya sewanya terjangkau? 

Ya sih, keren dan membuat kita merasa naik kelas sosial. Tapi apa enaknya sih, membohongi diri sendiri? Apalagi soal finansial. Duh, jangan sampai deh. Masa sih kita tega sama diri sendiri, berpura-pura merasa mampu padahal sebenarnya, ehm… enggak. So, ask your self, sampai di mana sih tingkat kemampuan membayar sewa? Selain menyewa apartemen, yang harus dipikirkan adalah anggaran rutin lainnya yang berhubungan dengan tempat tinggal. Misalnya saja soal listrik, air, ongkos atau transportasi, bahan makanan sehari-hari, perlengkapan mandi, perlengkapan rumah tangga, koneksi internet, TV kabel, dan perintilan lain yang harus dibayar setiap bulannya. Jangan sampai selisih pendapatan dan pengeluaran jadi minus. Menurut saran penasihat keuangan, Tara Struyk menulis di Wise Bread, sebaiknya kita menghabiskan tidak lebih dari 30 persen dari keseluruhan pendapatan bersih Anda untuk membayar sewa.

Jangan lupa lho, dari pos pengeluaran rutin setiap bulannya tentunya kita ingin memenuhi kebutuhan lainnya yang menghibut dan informatif. Contoh paling gampang adalah langganan majalah. Coba deh,  bisa ga, ya, dapat dari summber yang gratis? Bagaimana  kalau seandainya didapatkan dari program acara tv local? 

3. Realistis Tentang Apa yang Akan Didapatkan dari Harga Sewa

Bahasa gampangnya untuk poin ketiga ini adalah, harga enggak akan bohong. Misalnya, kita tidak akan memperoleh unit berperabotan lengkap,atau pemeliharaan rumah yang teratur dan membuatnya terlihat kinclong dengan biaya sewa tertentu? Get real!
http://www.catatan-efi.com/2016/04/5-nasehat-penting-untuk-penyewa-apartemen-pertama-kali.html
Ruang tengah yang nyaman.  Maulah punya apartemen keren kayak gini
  • Nah, berikutnya yang harus diperhatikan sebelum memutuskan pindah ke sebuah apartemen adalah menjawab sendiri pertanyaan berikut:
  • Apakah kita termasuk tipe orang yang menghargai privasi? Siap ga kalau harus berbagi dengan orang lain, entah itu kenal atau enggak? 
  •  Perlu sejumlah perabotan? Kalau tidak terjangkau membeli yang baru, gimana kalau beli yang second atau bekas saja? Tidak sedikit lho barang second yang masih punya kondisi yang bagus, dengan harga yang miring.
  • Pernahkah mengecek apakah tempat tinggal baru bisa memberi kepuasan yang maksimal? Ada ga perngorbanan yang mengabaikan kebutuhan atau keinginan lain yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kepuasan itu. 
  • Kira-kira perlu berapa lama tinggal di komunitas baru dan bersedia tidak, kalau harus melakuan renovasi dengan anggaran sendiri? Misalnya pengecatan, instalasi beberapa perabot, atau sistem lainnya yang memberikan rasa nyaman?

4. Periksa, Apakah Lingkungan Mencapai Standar Pribadi?

Oke, apartemennya sih nyaman dan terjangkau dengan anggaran. Tapi,.. jangan abaikan juga jarak tempuh dari apartemen,ke tempat kerja atau sebaliknya. Pertimbangkan juga waktu yang dibutuhkan untuk keperluan seperti berbelanja, membayar tagihan, pergi bekerja atau sekolah (atau keduanya), dan pastinya bersosialisasi dengan orang lain? Tentunya kita juga pengen dong lebih mengenal tetangga di sekitar. Apakah mereka tetangga yang hangat dan welcome? Jangan abaikan juga apakah transportasi umum bukan saja terjangkau tapi juga tidak sulit untuk didapatkan?

5. Cobalah untuk Mengevaluasi Pemilik Potensial Masa Depan Anda

Poin yang satu ini juga jangan dilewatkan. Errr, masih bingung? Jadi, begini sederhananya. Sebagai penghuni baru, sifat atau kepribadian orang yang kita cari tahu biasnya adalah pemilik atau pemberi sewa yang akan menyewakan unit miliknya. Apakah dia seorang yang bisa diajak ngobrol dan tidak kaku saat diajak bernegosiasi? Menurut Megan Elliot seperti yang dilansir oleh Money and Career Cheat Sheet, pemilik apartemen pun akan melakuan hal yang sama, mengecek latar belakang penyewanya. Wajar dong ya, jangan sampai punya penghuni baru yang bermasalah. Cara lain untuk memancing dan mengenal reaksi spontan yang mencerminkan kepribadian bisa juga dengan melempar topik, seperti apakah ketika dilempari topik iuran akhir? 

Kalau anda sedang mencari apartemen green pramuka di tempat-tempat yang berguna [disclosure] seperti RumahDijual, jangan abaikan saran yang sudah saya bahas di sini, ya.

Dengan potongan-potongan kebijaksanaan keuangan dan real estate, siapkan diri anda untuk mengatasi sejumlah masalah yang mungkin timbul saat mencari apartemen baru. Soal budget sih sudah pasti, tapi rasanya akan puas sekali kalau pilihan kita sudah worth it.


18 komentar on "5 Nasehat Penting untuk Penyewa Apartemen Pertama Kali"
  1. Kalo lokasinya di tengah kota pasti sewanya mahal ya Mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya, Secara ekonomis, makin deket ke pusat kota nilainya makin mihil.

      Hapus
  2. di Medan apart belon banyak dan sekalinya ada mahal banget, jadi orang2 masih pilih sewa rumah tapi sebenarnya mirip2 ya. makasih infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya, ya mbak. Mungkin semacam rusun tapi kelasnya secara gengsi lebih tinggi, ya.

      Hapus
  3. dulu hampir putus asa nyari kontrakan buat ditempatin setelah nikah, pernah pengen sewa apartemen tapi mehong mak hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku masih nebeng di ortu nih, Mar hehehe. Iya emang kalau dibanding sewa rumah, sewa apaetemen itu bugetnya perlu lebih banyak.

      Hapus
  4. Pengen sewa apartemen karena kesannya lebih aman buat pendatang baru di ibukota. Tapi, ternyata cari yang deket dengan kerjaan suami mahalnya naudzubillah. Hehe
    Semoga segera dapat tempat tinggal aman, nyaman, & strategis. Aamiin. Xixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera punya tempat tingal yang nyaman dan deket ke tempat kerja ya, mbak. Biar ga usah lama-lama kejebak macet. Aaamiin.

      Hapus
  5. Pengin sewa apartemen taoinya masih mikir juga mending nabung buat beli rumah aja kayaknya deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada yang bayarin sewa apartemen seumur hidupnya mau kan, uni? Aku sih ga nolak (asal jelas asal-usulnya dan halal) hehehe

      Hapus
  6. ceritanya di apartemen biar deket ke tempat kerja aja, secara rumah dipinggiran. tapi maheeuuul... akhirnya ngitung lagi banding2, ongkos sewa, ongkos transport, terus jejeritan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi *puk-pukin dulu* Semoga segera dapat tempat tinggal dekat kerjaan yang budgetnya kesampaian ya, mbak.

      Hapus
  7. pengen sewa apartmen pribadi. tpi mahal sayangnya.. mending saya bangun rumah sajalah.hehe
    salam kenal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Ali. Salam kenal juga. Iya setiap orang punya pertimbangan sendiri apakah mau tinggal di rumah atau apartemen, ya :)

      Hapus
  8. Pernah terbesit pengen sewa apartemen, dan rumah dikontrakan hahah tapi ya mikir seribu kali lagi wkwkwk:D sewa harian aja apa ya, penasaran sama fasilitas apartemen juga sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi sewa sehari aja mah ga berasa, Tian. Setaun deh kayaknya cukup buat ngerasain :)

      Hapus
  9. Teh efi ternyata punya sewaan apartemen di Pramuka ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih Adik besar :) Belum punya, semoga kesampaian :D

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.