Top Social

Bring world into Words

Nusantara Sehat: Meraih Hati Mengubah Kebiasaan Dalam 2 Tahun

Jumat, 16 Oktober 2015
Properti : dari flyer Lembar Fakta  Nusantara Sehat

Pernah dengar ungkapan  ini, ga?


"Adat  kakurung  ku iga"

Ini adalah pepatah  dalam bahasa  Sunda  yang berarti  kebiasaan  yang sukar dirubah atau sudah mendarah  daging. Sepertinya pepatah  ini  cocok  untuk menggambarkan  kebiasaan  yang susah diubah, misalnya saja menjaga  kesehatan.  Nyaris saja  saya dibuat amaze  dengan cerita kondisi  wc atau  jamban di pedalaman Banten  yang terlihat  bersih.  Tapi ternyata ada  lanjutannya.

WC atau jambannya  bersih  karena tidak dipakai, sementara  masyarakat  yang sudah disediakan  malah lebih nyaman  untuk membuang ‘residu  pencernaan’  alias BAB di kebun.  Iya, enggak salah. Di kebun.  Bisa dibayangkan kalau kita jalan di kebun  dan terjebak  'ranjau' ini?  Menjijikan? Iya,  pasti. Tapi  itu masalahnya, mengubah kebiasaan itu  ga mudah. Padahal Banten  itu tidak terlalu  jauh dari  ibukota  yang notebene  sudah modern.  Jadi,  bisa dibayangkan bagaimana  awamnya  masyarakat  Indonesia  yang  tinggal di pelosok sana,  jauh dari  keramaian, bahkan akses  transportasi  yang sulit? 
Tapi di situlah tantangannya.  Makanya  saya bilang iyes waktu dapat  undangan  dari Eyang Anjari  untuk  menghadiri   acara temu blogger bersama Kementerian Kesehatan, yang  meluncurkan program Nusantara Sehat.  Program  ini dirancang  untuk mendukung  program Kemenkes lainnya, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 
Sesi pertama diisi  oleh Kang Maman dan Mbak Diah dengan moderator  Eyang Anjari
Sesi ke-2. Masih  ada Kang Maman dan  Eyang Anjari. kali ini  bareng drg Murti Utami dari Puskom Kemenkes
Asik  ngetwit  dan jadi trending topic no 2 di Indonesia,lho. Foto diambil dari akun twit @Puskomdepkes
3  Kunci  Pelayanan  Kesehatan Primer
Ada  3  masalah  utama  yang   jadi PR bagi kementerian  kesehatan,  yaitu Pembenahan Infrastruktur, Sarana  (Pembenahan Fasilitas) dan Sumber Daya  Manusia  (penguatan Tenaga Kesehatan selain dokter). As we know, kalau yang namanya  infrastruktur  di Indonesia belum  merata. Saat kita di sini dimudahkan dengan aplikasi Gojek untuk memudahkan  mobilitas dengan  tarif promo yang murah dan menarik,  nun  jauh di sana,harus  menghabiskan  transportasi  sampai  enam juta rupiah untuk sekali  jalan saja.

Serius?

Serius!  Ini  yang dialami oleh salah satu relawan Nusantara Sehat, Putri  bersama 7  teman lainnya  yang bertugas di kecamatan Long Pahangai,  kabupaten Mahulu.  Untuk sampai  ke sini,  menghabiskan waktu sekitar 21 jam perjalanan dari Samarinda dengan Ketingting atau  kalau  mau lebih cepat, bisa memakai speed boat. Itu  pun sangat terbatas  dan tidak bisa digunakan kalau debit air sungai lagi rendah.

Pengabdian 2  Tahun
Dalam rekaman  wawancara  oleh Eyang Anjari yang diputar, sekitar  40 lebih audiens  blogger  yang hadir  dibuat terpukau,  ketika Putri  masih  bisa tertawa  saat menceritakan ketingting  yang ditumpangi bersama teman-temannya mati dan mau tidak harus mendayung  agar bisa kembali pulang. Jangan ditanya deh,  dalamnya sungai Mahakam, pekatnya  malam yang sepi  atau buaya  yang  mungkin  kapan saja bisa  muncul . Lebih dari cukup  untuk membuat jantung  berpacu lebih cepat, tetes  keringat  dingin  dan  sensasi mencekam  lainnya. Dan ini semua  dijalani  selama  2 tahun bertugas. Catet, ya, kasih tanda  cetak tebal,  cetak miring dan garis bawah.  2 tahun. Bukan cuma akses  transportasi  saja yang sulit,   tapi juga  hiburan  yang minum dan  sinyal yang  tidak stabil, ditambah  jauh dari  teman dan keluarga.

Tapi kalau sudah  namanya cinta  (uhuk), apapun akan dijalani.  Mungkin  terasa lelah  dan menjenuhkan. Tapi, apa sih artinya 2 tahun  untuk sebuah cerita  yang indah dikenang dan  sentuhan  kecil tapi berarti yang  bisa membantu  meningkatkan Indonesia jadi lebih  baik.    Meskipun mendapat  gaji, tunjangan kesehatan dan fasilitas  lainnya,  ga  ada jaminan buat  Putri dan teman-temannya  diangkat jadi  PNS, eh mereka masih ngejalanin, ehm,.... so sweet  ^_^.

Ngomong-ngomong soal durasi kenapa 2 tahun  karena  untuk mengubah kebiasaan itu perlu  waktu dan kepercayaan. Tidak mudah  untuk meluluhkan hati dan mengajak orang lain untuk percaya  kalau  hanya beberapa bulan. Menjalin kedekatan emosi dan  interaksi  yang sering akan membuat masyarakat  yang tinggal di daerah terpencil sana  mau dengan tulus  menerima ajakan  kebiasaan  hidup  yang sehat. Jadi inget quotenya Aa Gym:
"Hati hanya bisa disentuh dengan  hati.  Nah, ini   buktinya".
Aktiitas  Putri  dan  tim: Sumber: akun twiiter @Puthe_PINS
Dengan keterbatasan  yang ada, tidak menyurutkan semangat Putri bersama tim lainnya  (terdiri dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan  lingkungan, ahli laboratorium,  apoteker,  dan tenaga  kemasyarakatan)  untuk melakukan  kunjungan  sebanyak  8 kali dalam sebulan dan menyampaikan laporannya untuk dievaluasi.

Tujuan Nusantara Sehat:
Nusantara Sehat  mempunyai  tujuan  untuk menguatkan layanan Kesehatan Primer  melalui peningkatan  jumlah, sebaran komposisi dan mutu tenaga kesehatan  (melibatkan  dokter, bidan, perawat, bidan,tenaga gizi, tenaga  kesehatan lingkungan, ahli teknologi  laboratorium medik,  tenaga farmasi,  tenaga kesehatan masyarakat)  yang bukan saja fokus  untuk tindakan  kuratif, tapi juga  untuk  tindakan promotif  dan preventif  untuk mengamankan kesehatan masyarakat  yang  membutuhkan.

Target Nusantara Sehat:
Untuk tahun 2015  ini, Kementerian Kesehatan membidik 120 Puskesmas  terpencil  di  44 daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK)  dan daerah  bermasalah kesehatan (DBK) .
Properti : dari flyer Lembar Fakta  Nusantara Sehat
Care to Join?
Klik saja  nusantarasehat.kemenkes.go.id  atau follow twitternya di  @nusantara_sehat  dan like pagenya  Nusantara  Sehat agar terus update  dengan informasinya.  Ga mau kan kalau nunggu lama lagi?   Kalau  sebelumnya sudah mengirimkan  960  tenaga kesehatan  ke berbagai titik di daerah,  nantinya akan diseleksi dari pendaftar  untuk mengikuti wawancara, tes  psikologi, forum grup discussion (FGD) dan tahapan tes lainnya untuk memillih relawan  yang tangguh dan siap  bekerja  selama  2 tahun  ke depan. Untuk mengikuti  seleksi  ini, calon relawan  harus  bebas dari ikatan pendidikan masih  kuliah  atau internship. Pokoknya  bener-bener  free  and  available.

Saya setuju dengan yang disampaikan oleh Mbak Diah  hari  itu, sebenarnya  orang  Indonesia itu care  dan peduli banget. Buktinya nih,  sudah ada 12.000  orang  yang tercatat  mendaftar untuk mengikuti program  Nusantara  Sehat. Mudah-mudahan  dalam beberapa tahun mendatang  kita  bisa  melihat hasilnya. Perilaku  sehat yang lebih baik,  kualitas  hidup  yang lebih baik dan  pemerataan  dokter  di  pelosok Indonesia.
credit foto: Mira Sahid

12 komentar on "Nusantara Sehat: Meraih Hati Mengubah Kebiasaan Dalam 2 Tahun"
  1. sayang banget dokter yang masih kurang yaa.. padahal itu paling pentinggg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, isti. Mudah-mudahan banyak dokter-dokter muda yang terketuk untuk bergabung Nusantara Sehat, ya.

      Hapus
  2. duh kalau aku dokter orang tak daftar deh
    semoga makin sehat Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Cha. Kalau aku masih muda juga pengen ikutan, nih. *umpetin KTP*

      Hapus
  3. Kalo masih muda pengen da daftar heuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuheu... Suka envy sama yang punya kesempatan bagus gini, ya, Oyin.

      Hapus
  4. wah keren banget programnya. salut sama para relawan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Sin. Keren pisan. 2 tahun itu bisa terasa lama dan membosankan kalau ga sepenuh hati menjalaninya, ya.

      Hapus
  5. Program keren ini semoga menjadi batu loncatan, baik dari tenaga relawan maupun tenaga medis di daerah. Loncatan untuk menuju Indonesia menjadi lebih sehat dan cerdas. Cerdas itu penting!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Cici Tanti. Kalau sehat dan cerdas bikin Indonesia lebih siap bersaing, ya.

      Hapus
  6. saya lolos seleksi tapi ga saya ambil.sayang jg sih..tapi ada pertimbangan lain.. jd galau. hiks....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga seleksi berikutnya bisa ikut lagi dan terpilih ya, Mbak:)

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.