Top Social

Bring world into Words

Syamil Quran Goes To Mall, Jadikan Quran Sebagai Gaya Hidup

Senin, 23 Juni 2014
Dulu, jaman SD nih saya pernah denger lagunya Dea Bimbo, putrinya Jaka Bimbo nyanyiin lagu seperti ini
Siapakah tuhanmu... Apa agamamu...
Siapakah nabimmu ... Apa kitabmu...
Tuhanku adalah Allah Agamaku Islam
Nabiku nabi Muhammad Kitabku Al Quran...

Nah ya, yang ngalamin acara TVRI dan nyiarin semacam album minggu berisi lagu anak-anak pasti familiar lagu ini. Ga kenal? Berarti anda jauuuh lebih muda dari saya :D

credit

Mestinya, paling enggak, sekali aja pasti pernah khatam baca Quran. Kalau belum, saya mah berhusnuzhan aja. mungkin mualaf, mungkin belum lancar baca qurannya (karena masih banyak lho ibu-ibu rumah tangga yang masih terbata-bata mengeja hijaiyah.  Saya pernah diajakin temen ngajarin ibu-ibu di sebuah desa beberapa km menuruni Jatihandap. Duh, apa gitu ya, nama desanya, lupa).

Seperti yang dibilang Opick dalam lagu Tombo Atinya, Quran itu bisa jadi obat hati. Entah gimana cara kerjanya, ada rasa adem yang nyesss kalau mendengar Quran, meski kita enggak ngerti artinya.  Apalagi kalau ngerti, feelnya lebih dapat.

Kalau dulu yang terbayang hanya dua jenis. Quran tanpa terjemah dan Quran terjemah yang berdampingan di sisi kanan kirinya plus catatan kaki untuk menjelaskan beberapa istilah tertentu. Semakin ke sini, penampilan Quran tampak semakin menarik. Mulai dari pewarnaan kata-kata tertentu untuk memudahkan tajwid sampai cover/sampul yang variatif dan menarik. Makanya sampai sekarang pemasaran Quran tidak pernah surut karena selalu saja ada kreasi baru dalam penyajiannya, mulai dari cover sampai konten pendukung lainnya.

Ditengah hingar bingar kampanye Capres-Cawapres dan gempitanya Piala Dunia, membaca Quran jangan sampai lewat. Membaca Quran bukan cuma pas bulan Ramadhan aja, datang menghadiri selamatan  teman atau kerabat yang mengadakan pengajian atau event lainnya.  Belum bisa memahami sepenuhnya isi Quran, setidaknya usahakan untuk membaca Quran, sebisanya kita. Enggak ada keharusan jumlah minimal yang bisa dibaca, karena untuk yang satu ini enggak standar yang ditetapkan Allah. Membaca Quran juga bisa jadi cara kita untuk menyelamatkan peradaban Quran.


Semangat ini yang ingin digelorakan Syamil Quran dengan menyelenggarakan acara Quran goes to Mall yang diselanggarakan di Bandung Trade Centre pada tanggal 21-22 juni ini.  Acara ini dibuka sekitar jam 13.00 bada dzuhur oleh Ibu Atalia Kamil, istri dari Ridwan Kamil, walikota Bandung. Dalam sambutan singkatnya, Ibu Atalia berharap agar Quran bisa dijadikan sebagai gaya hidup. Karena gaya hidup adalah sesuatu yang membuat kita merasa enjoy, sesuatu yang kita merasa nyaman untuk menjalani dan menunjukkan identitas siapa kita.  

Selesai menyampaikan sambutan,  acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada 3 pemenang lomba tahfidz Quran yang suah diselenggarakan sebelumnya pada pagi hari. Ibu Atalia,  M. Kh Rachman selaku perwakilan dari Syamil Quran serta salah satu perwakilan dari BTC memberikan hadiah kepada ketiga pemenang lomba ini. FYI, juara pertamanya, Siti Salwan Nisrina ternyata masih imut banget, usianya baru 8 tahun!


Acara berikutnya dilanjutkan dengan talkshow yang dpandu oleh teh Tina. Kali ini ada Ibu Arry Indriyani sebagai Sales manager PT Syamil bareng bapak Rachman membahas Quran sebagai gaya hidup.


Perkembangan teknologi udah menyentuh semua sisi kehidupan, semua lapisan masyarakat, kan. Bahkan seorang abang tukang becak saja sudah enggak aneh lagi punya gadget yang satu ini, meski (lagi) dengan fitur yang bisa dibilang jadul. 60% pengguna HP ada di masyarakat kelas C dan biarpun  sudah jadul, kebanyakan ponsel yang masih beredar sudah dibenamkan aplikasi penjelejah internet.   70% diantara para pengguna itu malah menghabiskan rata-rata 2 jam buat online!  Mulai dari membuka jejaring pertemanan seperti facebook atau twitter, mengunggah foto sekadar selfi-selfian sampai mengakses mesin pencari berita google untuk mendapatkan informasi terbaru. Iya, kalau info yang dibukanya itu informatif dan edukatif. Gimana kalau yang dibukanya itu situs yang kontennya yang mengandung pornografi?

Fakta yang mengerikan ketika didapatkan hasil penelitian kalau Indonesia merupakan pengakses pornografi terbesar, diantara para pengaksesnya itu adalah anak-anak!  Padahalnya lagi, anak-anak usia SD sekarang sudah banyak yang memegang HP mulai dari yang sederhana sampai dengan yang paling canggih dilengkapi berbagai fasilitas yang dibenamkan vendor menjadikan mereka rawan terkontaminasi pengaruh buruk dari pornografi ini. Beberapa berita perilaku seks menyimpang yang dilakukan oleh anak-anak kerap kita simak di berita sebagian besar dipicu oleh yang satu ini.

Pembawaan alami anak adalah keingintahuannya yang tinggi dan nalurasi eksplorasinya yang tinggi. Alih-alih membiarkan anak menuntaskan keinginantahunya sendiri, akan jauh lebih baik kalau orang tua bisa meluangkan waktunya untuk lebih dekat dengan anak, istilah yang sedang happeningnya "Quality Time".  Mengenalkan anak-anak untuk mencintai Quran bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tidak sekaku jaman dulu, kok. Karena masa yang kita alami tentunya berbeda dengan jaman mereka sekarang.  Untuk soal gadget, kalau punya dana berlebih anda bisa menginvestasikannya dengan membekali anak-anak dengan gadget yang konten islaminya seperti Syamil tab dan Syamil Note. Kenapa investasi? Silahkan simak paparan fiturnya yang sudah pernah saya buat postingnya di sini.

Acara Quran Goes to Mall juga diramaikan dengan partisipasi komunitas ODOJ Bandung yang mengadakan kegiatan flashmob (tilawah di mall) dan gelaran konser yang  menghadirkan para munsyid yang sudah familiar seperti Awan (peserta X Factor), Cahya Ruwanda dan Edcoustic. Sayangnya acara konser mereka ga bisa saya ikutin. Mungkin lain kali, ya :)


4 komentar on "Syamil Quran Goes To Mall, Jadikan Quran Sebagai Gaya Hidup"
  1. ah seru kayaknya yaaa dan sorenya ada acara ODOJ juga lho teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Yan. Aku mah abis ashar juga pulang. Ga ada yang kenal sama komunitas ODOJ yang dateng. :D

      Hapus
  2. terus teteh nanaonan atuh di ditu? asa ga liat potohnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ga sempet narsis di sana Dit. Engke deui weh popotoanna ^_^

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.