Top Social

Bring world into Words

Mamak Kitchen: Satu Spot Dengan Tiga Cita Rasa Kuliner Jiran

Rabu, 07 Mei 2014
Ngomongin Bandung biasanya enggak jauh-jauh dari 3F. Food, Fashion and Fun(s). Food dengan kulinernya, Fashion dengan aneka FO atau distro dan Fun dengan berbagai keriaan, mulai dari tempat-tempat wisata dan aneka acara yang jadi pengundang semut. Bukan cuma semut lokal saja, tapi juga semut interlokal asing.  Misalnya nih, jalan Riau alias R.E Martadinata yang strategis dan dekat ke mana-mana. Ada mall, hotel, dan distro yang bertebaran di titik ini. Salah satunya adalah bangunan antik yang kental dengan romansa Eropa, a.k.a  Heritage. Kenal dong sama gedung yang juga cagar budaya ini? 



Enggak kenal waktu, hari biasa atau weekend, kawasa ini selalu ramai. Tidak terkecuali Mamak Kitchen yang lokasinya ada di arena FO Heritage - yang juga masih satu manajemen - ini. Menggabungkan konsep belanja dan kuliner membuat Mamak Kitchen punya daya tarik tersendiri.  Saya dan teman-teman Blogger Bandung yang diundang (lagi) disambut hangat oleh Ahmad Kurnia, sebagai Supervisor  yang ramah meladeni kecerewetan khas para emaks (dan gonna be emaks) yang kepingin tahu aneka remeh temeh Mamak Kitchen ini. O, ya ada Bang Aswi, Ulu, Tyan, Teh Ida, Putu dan Widya yang berkesempatan hadir buat icip-icip menu Asia Tenggara (Malaysia, Singapura dan Thailand) yang jadi andalan Mamak Kitchen.

koleksi pribadi

Wait, Asia Tenggara?
Yup, Asia Tenggara! Makanya  nama menu-menu yang tersaji di sini sangat khas dengan kuliner ke-3 negeri jiran (Malaysia, Singapura dan Tahiland).  Mayoritas pengunjung Heritage yang juga berasal dari Malaysia, Singapura dan Thailand ini mengakui kehandalan Chefnya dalam mengolah resep kampung halaman mereka. Enggak rugi jauh-jauh maen ke Bandung, ujung-ujungnya merasakan sedapnya olahan Mamak Kitchen ini. Bagi mereka, rasanya seperti di dapur emak sendiri.

 Mamak Kitchen ini buka setiap hari dari jam 09.00 sampai jam 21.00, dan untuk weekend buka sedikit lebih lama, mulai dari jam 09.00 sampai jam 221.00. Jadi, kalau nanti berburu dress atau baju lainnya ke Bandung, mampir aja ke Heritage. Beres shoping baju, langsung bersantap ria di sini. 


koleksi pribadi
Koleksi Pribadi

Saya sendiri akhirnya memilih untuk mengambil  Spicy Basil Beef Rice yang dibanderol Rp. 38000an. Minumannya saya pilih es Bandung yang digemari para pengunjung. Banderolnya? cuma 15 ribuan untuk segelas jangkung itu, cincai laaah. Nah, menu lainnya Papaya Salad (Rp. 23.000an), Crispy Thai Salad (Rp. 26.000an), Seafood Horfun (Rp. 32.000), Sweet Canai, Chicken Curry Canai (Rp. 26.000an) dan lain-lain kami keroyok rame-rame. Hihihi.... menu yang menggoda ini tidak mungkin kami tampung semua dalam satu tembolok (halah, burung kali, ah tembolok), lambung maksudnya. Untuk menu Spicy Basil Beef Rice ini rasa pedasnya pas, dan apik. Ga ada tuh acara huhah sambil kibas-kibas alias kepedesan. Kalau istilah kami waktu itu, pedasnya manis dan lucu (seperti apa coba?).

Lalu Cryspi Thai Salad ini bahan utamanya adalah kerupuk kulit yang disiram saus kacang yang seger dan kriuk. Sementara Papaya Thai Salad ini bahan utamanya adalah pepaya muda, enak, seger banget, dan enggak kesat.  O, ya roti Canainya ini lembut banget, apalagi yang versi asinnya alias Chicken Curry Canai. Sobek dengan santai lalu celupin ke sausnya yang beraroma kayu manis, sensasi rempah-rempahnya mantap pisan. Akhirnya, malam itu semua sajian berhasil kami habiskan. Habis, enak, sih!

By the way, soal kehandalan chefnya, saya dibuat amaze, ternganga (buru-buru tutup mulut), envy dan ashamed alias malu-malu macan. Pasalnya tangan lincah dan apik yang mengolah menu-menu ini masih ABG, unyu-unyu. Chef Indri, usianya baru 19 tahun.Lulusan SMK 9 jurusan tata boga ini sepertinya kudu ikutan Master Chef Indonesia dan membuat para jurinya mengakui kehebatan mojang geulis ini. Eh, tapi nanti gimana para customernya Mamak Kitchen,  kalau Indri ikutan Master Chef, ya? Wah, entahlah hehehe....
Koleksi pribadi
Kenyang dengan jamuan yang melimpah, kami masih dihibur dengan atraksi Chef Indri yang memamerkan kepiawaiannya membuat roti canai di atas grill. Mulai dari gumpalan adonan yang dipipihkan sampai tipis, dipilin, diputar hingga berbentuk bunga mawar cantik,  kurang dari satu menit. Saking lincahnya, kami sampai harus ngerequest untuk mengulang aksinya itu dengan tempo yang lebih pelan. Cieee... Indri,meni hebring, euy!
koleksi pribadi
Bukan cuma makanannya aja yang asyik (saya kasih rating 4 dari 5 bintang), tapi venuenya  juga yang cozy. Nuansa klasik tapi  hommy terasa sekali di sini. Ngaso di sini setelah cape borong belanja atau sekadar ngejam bareng temen highly recomended. Makanya sebelum pulang, kami sempetin buat foto-foto dulu. Hihihi.... narsis, ya.

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Credit: Tyan Lusthyana

Pinang yang dibelah kapak. Cuma mirip kostumnya aja hehehe Credit: Tyan Lusthyana


Hampir lupa, di sini tersedia Free Wi-Fi juga,  lho. Jadi enggak ada itu mati gaya gara-gara enggak ada sinyal. Bosan menunggu teman, saudara atau istri, bisa bersantai ria sambil berselancar di sini. 
So,  kalau mau hunting produk FO sambil icip-icip kuliner Malaysia, Singapura dan Thailand, ga usah cape-cape pesan tiket pesawat buat ke sana. Mahal lho. Mending maen ke Bandung aja. Ya, ke  sini, dong. ^_^





22 komentar on "Mamak Kitchen: Satu Spot Dengan Tiga Cita Rasa Kuliner Jiran"
  1. jd pingin ke bandung ;)
    chefnya msh abege bgttttt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, jaoan banget. Sampe malu deh sama doi :)

      Hapus
  2. Dan itu yg foto bareng teh efi unyu juga deh ,,errrrr #gagalfokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesama unyu yang sadar kamera hihihi

      Hapus
  3. Hiks..g ikutan. Ngiler banget nih #nadahin iler sambil mikir kapan mau kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu teh, kapan-kapan kita kumpul lagi, yaaa

      Hapus
  4. Jadiiii kepengin melanglang ke Bandung, kulinernya uenaaak2 :)

    BalasHapus
  5. hehehe banyak kenangan di bandung...pengin ke sana lagi..menikmati kulinernya yang enak dan murah dibandingkan dr kota saya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bandung emang ngangenin, yaa. Orang-orangnya juga *halah*

      Hapus
  6. Mak efi kmrn aku baca ini dr opera mini. Kok kayak enak banget ya, sptnya harus coba kalo nanti ke bandung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, highly recomended, Mak Mia.

      Hapus
  7. Wawww, meuni keren pisan itu chefnya mak.. enaknyaaa entar yang jadi suaminya, *ehh*

    BalasHapus
    Balasan
    1. dijadiin adik ipar aja mak hahaha

      Hapus
  8. asyik juga ya..nggak usah repot pergi ke malaysia, thailand dan singapura hanya mencoba kuliner-nya...cukup ke mamak kitchen saja.....
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam juga, ditunggu di Bandung *berikut traktirannya hahaha*

      Hapus
  9. satu lagi kuliner d Bdg yang wajib saya datangi :)

    BalasHapus
  10. :D pengeeeennn...
    tapi kok menu indonesia kagak ada ya?
    cuma malaysia, singapore, dan thailand?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena ini emang menu khasnya. kalau mau menu nusantara, masih satu spot sama Mamak Kitchen, ada Warung Sangrai *iklan deh*

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.